Anda di halaman 1dari 47
  • A. Latar Belakang

BAB I

PENDAHULUAN

Kehamilan merupakan suatu peristiwa yang penting dalam kehidupan seorang wanita pada umumnya. Kehamilan juga dapat di artikan saat terjadi gangguan dan perubahan identitas serta peran baru bagi setiap anggota keluarga. Pada awalnya ketika wanita hamil untuk pertama kalinya terdapat periode syok, menyangkal, kebingungan, serta tidak terima apa yang terjadi. Oleh karena itu berbagai dukungan dan bantuan sangat penting di butuhkan bagi seorang ibu untuk mendukung selama kehamilannya (Prawiroharjo, 2009). Kehamilan merupakan proses yang fisiologis dan alamiah. Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir (Sarwono P,

2003).

Sampai saat ini masalah kesehatan ibu merupakan masalah nasional yang perlu mendapatkan perhatian yang prioritas, khususnya bagi ibu hamil. Sebenarnya masa kehamilan ini merupakan masalah fisiologis dan dapat berjalan dengan normal, tetapi masa kehamilan juga merupakan masa yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan janinnya karena terdapat risiko inspeksi yang lebih tinggi selama proses kehamilan, dan sebaiknya untuk melakukan pemeriksaan kehamilan dimulai sejak ibu merasa atau mengetahui dirinya hamil. Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi dan berhubungan erat dengan kepatuhan dan ketaatan ibu untuk melakukan kunjungan pemeriksaan kehamilan diantaranya pengetahuan dan sikap yang baik serta yang mendukung untuk melakukan kunjungan pemeriksaan kehamilan (prawirohardjo, 2009). Dan sesuai kebijakan pemerintah untuk kesejahteraan ibu hamil maka dalam pemeriksaan kehamilan harus sesuai (14T) menurut taufik, 2011 yaitu Timbang berat badan (T1), Ukur tekanan darah (T2), Ukur tinggi fundus uteri (T3), Pemberian tablet Fe sebanyak 90 tablet selama kehamilan (T4), Pemberian imunisasi TT (T5),

1

Pemeriksaan Hb (T6), Pemeriksaan VDRL (T7), Perawatan payudara, senam payudara dan pijat tekan payudara (T8), Pemeliharaan tingkat kebugaran / senam ibu hamil (T9), Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan (T10), Pemeriksaan protein urine atas indikasi (T11), Pemeriksaan reduksi urine atas indikasi (T12), Pemberian terapi kapsul yodium untuk daerah endemis gondok (T13), Pemberian terapi anti malaria untuk daerah endemis malaria (T14). Angka kematian ibu dan bayi sampai saat ini masih terjadi masalah utama di dunia. Menurut data yang diperoleh WHO pada tahun 2009 AKI dan AKB yaitu Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengupayakan berbagai kegiatan untuk menurunkan AKI dan AKB namun hasilnya masih belum terlihat nyata. Salah satu upaya nyata WHO yaitu safe motherhood hanya mampu menurunkan sebagian kecil dari tingginya AKI dan AKB di dunia (Depkes, 2008). Sedangkan untuk data di Indonesia cakupan K1 (akses pelayanan ibu hamil yang telah melakukan kunjungan pertama ke fasilitas kesehatan untuk mendapat pelayanan antenatal) di Indonesia tahun 2007 sebesar 83% di bawah target 100 %, dan cakupan K4 ( gambaran ibu hamil yang telah mendapatkan pelayanan ibu hamil sesuai standar atau kebijakan pelayanan antenatal) sebesar 65,90% di bawah 95% ( Depkes RI,2008).

  • B. Rumusan masalah Bagaimana aplikasi asuhan kehamilan fisiologis trimester I pada Ny. R di Puskesmas Godong 1?

  • C. Tujuan

    • 1. Tujuan Umum Mahasiswa mampu melakukan aplikasi asuhan kehamilan trimester I sesuai standar asuhan kebidanan dengan dokumentasi dalam bentuk SOAP.

    • 2. Tujuan Khusus Setelah melakukan asuhan kebidanan ini diharapkan mahasiswa mampu:

2

  • a. Mahasiswa mampu melakukan pengkajian data subyektif (anamnesa) pada ibu hamil dengan benar

  • b. Mahasiswa mampu melakukan pengkajian data obyektif (pemeriksaan fisik) pada ibu hamil dengan benar

  • c. Mahasiswa mampu menentukan analisa, diagnosa aktual, dan masalah yang mungkin dapat terjadi pada ibu hamil dan menentukan kebutuhan yang sesuai.

  • d. Mahasiswa mampu melakukan penatalaksanaan pada ibu hamil dengan tepat.

  • e. Mahasiswa mampu melakukan evaluasi pada ibu hamil setelah dilakukan asuhan.

3

  • A. Definisi Kehamilan

BAB II TINJAUAN TEORI

Kehamilan merupakan proses alamiah untuk menjaga kelangsungan

peradaban

manusia.

Kehamilan

baru

bisa

terjadi

jika

seorang

wanita sudah

mengalami pubertas

yang

ditandai

dengan

terjadinya

menstruasi.(Hani

dkk,2010:21).

Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam 3 triwulan yaitu triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan, triwulan ketiga dari bulan ketujuh sampai 9

bulan.(Saifuddin,2009:89).

  • B. Tanda dan Gejala Kehamilan 1. Tanda-tanda presumtif

    • a) Amenrrohea (tidak dapat haid) Wanita hatus mengetahui tanggal hari pertama haid terakhir (HPHT) supaya dapat ditaksir umur kehamilan dan taksiran persalinan (TTP).

    • b) Mual dan muntah (nausea and vomiting) Biasanya terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan hingga akhir triwulan pertama. Karena sering terjadi pada pagi hari, disebut morning sickness (sakit pagi). Bila mual dan muntah terlalu sering disebut hiperemesis.

    • c) Mengidam (ingin makanan khusus) Ibu hamil sering meminta makanan atau minuman tertentu terutama pada bulan-bulan triwulan pertama.

    • d) Tidak tahan suatu bau-bauan

    • e) Pingsan (pangsan)

    • f) Bila berada pada tempat-tempat ramai sesak dan padat bisa pingsan.

    • g) Tidak ada selera makan (anoreksia)

4

  • h) Hanya berlangsung pada triwulan pertama kehamilan, kemudian nafsu makan timbul kembali.

  • i) Lelah (fatigue)

  • j) Payudara membesar, tegang, dan sedikit nyeri, disebabkan pengaruh estrogen dan progesteron yang merangsang duktus dan alveoli payudara. Kelenjar Montgomery terlihat lebih membesar.

    • k) Miksi sering, karena kandung kemih tertekan oleh rahim yang membesar. Gejala ini akan hilang pada triwulan kedua kehamilan. Pada akhir kehamilan, gejala ini kembali, karena kandung kemih ditekan oleh kepala janin.

    • l) Konstipasi/obstipasi karena tonus otot-otot usus menurun oleh pengaruh hormon steroid.

    • m) Pigmentasi kulit oleh pengaruh hormon kortikosteroid plasenta, dijumpai di muka (chloasma gravidarum), areola payudara, leher, dan dinding perut (linea nigra=grisea)

    • n) Epulis : hipertrofi dari papil gusi

    • o) Pemekaran vena-vena (varises) dapat terjadi di kaki, betis, dan vulva biasanya dijupai pada triwulan akhir.

  • 2. Tanda kemungkinan hamil

    • a) Perut membesar

    • b) Uterus membesar: terjadi perubahan dalam bentuk, besar, dan konsistensi rahim.

    • c) Tanda Hegar : Segmen bawah rahin yang melunak

    • d) Tanda Chadwick : Biasanya muncul pada minggu ke delapan dan terlihat jelas pada wanita yang hamil berulang tanda ini berupa perubahan warna. Warna pada vagina dan vulva menjadi lebih merah dan agak kebiruan timbul karena adanya vaskularisasi pada daerah tersebut.

    • e) Tanda piscasek : uterus membesar secara simetris menjauhi garis tengah tubuh (setengah bagian terasa lebih keras dari yang lainnya) bagian yang lebih besar tersebut terdapat pada tempat melekatnya (implantasi) tempat

kehamilan.(Rukiyah,2009:78)

5

  • f) Kontraksi-kontraksi kecil uterus bila dirangsang= Braxton-Hicks

  • g) Teraba Ballotement

  • h) Reaksi kehamilan positif

  • 3. Tanda pasti (tanda positif) :

    • a) Gerakan janin yang dapat diihat atau dirasa atau diraba, juga bagian-bagian

janin.

  • b) Denyut jantung janin

  • c) Terlihat tulang-tulang janin dalam foto-rontgen ( Mochtar,1998:43-45)

  • C. Diagnosa banding kehamilan

    • 1. Hamil palsu (pseudosiosis) atau kehamilan spuria Gejala dapat sama dengan kehamilan, seperti amenorhea, perut membesar, mual, muntah, air susu keluar, dan bahkan wanita ini merasakan gerakan janin. Namun pada pemeriksaan, uterus tidak membesar, tanda-tanda kehamilan lain dan reaksi kehamilan negatif.

    • 2. Mioma uteri Perut dan rahim membesar, namun pada perabaan, rahim terasa padat, kadang kala berbenjol-benjol. Tanda kehamilan negatif dan tidak dijumpai tanda-tanda kehamilan lainnya.

    • 3. Kista ovarii Perut membesar bahkan semakin besar, namun pada pemeriksaan dalam, rahim teraba sebesar biasa. Reaksi kehamilan negatif, tanda-tanda kehamilan lain negatif.

    • 4. Kandung kemih penuh dan terjadi retensi urin Pada pemesangan kateter keluar banyak air kencing

    • 5. Hematometra Uterus membesar karena terisi darah yang disebabkan himen inperforata, stenosis vagiana atau serviks. (Mochtar,1998:45-46)

6

  • D. Fisiologi Pada Kehamilan Normal

Kehamilan

mempengaruhi

tubuh

ibu

secara keseluruhan dengan

menimbulkan perubahan fisiologi yang pada hakekatnya terjadi di seluruh sistem

organ. Tubuh ibu harus :

Melindungi embrio/janin yang sedang berkembang

Memberikan semua yang diperlukan embrio/janin

Beradaptasi untuk menyediakan tempat bagi pertumbuhan embrio/janin.

Mempersiapkan pemberian makanannya ketika janin lahir.

  • E. Gambaran Kehamilan Fisiologis Trimester I

    • 1. Definisi Kehamilan antara 0-12 minggu (Mochtar, 1998:43)

    • 2. Perubahan fisiologisdan psikologis ibu hamil TM I

      • a. Perubahan fisiologis ibu hamil TM I Rahim

1)

Rahim yang semula besarnya sejempol / beratnya 30 gram akan mengalami hipertrofi dan hiperplasi, sehingga menjadi seberat 1000 gram sampai akhir kehamilan. Otot rahim mengalami hiperplasi dan hipertrofi menjadi lebih besar lunak dan dapat mengikuti pembesaran rahim karena pertumbuhan janin.Perubahan pada itsmus uteri (rahim) yang menyebabkan itsmus menjadi lebuh panjang dan lunak, sehingga pada pemeriksaan dalam seolah-olah kedua jari dapat saling sentuh.Perlunakan isthmus disebut tanda hegar.Peregangan dinding rahim karena besarnya pertumbuhan dan perkembangan janin menyebabkan isthmus uteri makin tertarik keatas dan menipis disebut Segmen Bawah Rahim (SBR). Pertumbuhan rahim ternyata tidak sama kesemua arah, tetapi terjadi pertumbuhan yang cepat didaerah implantasi plasenta sehingga

7

2)

rahim bentuknya tidak sama. Bentuk rahim yang tidak sama disebut tanda piscasek. Vagina

3)

Vagina dan vulva mengalami peningkatan pembuluh darah karena pengaruh estrogen dan sehingga tampak makin merah kebiru-biruan (tanda Chadwick). Ovarium

4)

Dengan terjadinya kehamilan, indung telur yang mengandung corpus lutheum gravidarum akan meneruskan fungsinya sampai terbentuknya plasenta yang sempurna pada umur 16 minggu. Payudara

Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan

sebagai persiapan ASI. Penampkan payudara pada ibu hamil adalah sebagai berikut:

  • a) Payudara menjadi lebih besar

  • b) Areola payudara menjadi lebih hitam

  • c) Glandula Montgomery makin tampak menonjol

  • d) Putting susu menonjol

5)

System pencernaan Karena pengaruh estrogen, pengeluaran asam lambung

meningkat yang menyebabkan:

  • 1. Pengeluaran air liur bertambah

  • 2. Daerah lambung terasa panas

  • 3. Terjadinya mual dan sakit (pusing kepala terutama pagi hari yang disebut morning sickness

  • 4. Muntah yang terjadi disebut emesis gravidarum

  • 5. Muntah yang berlebihan yang menganggu aktivitas sehari-hari disebut hiperemesis gravidarum

8

6)

Traktus uranius

7)

Karena pengaruh desakan hamil muda, terjadi gangguan miksi dalam bentuk sering kencing.Desakan tersebut menyebabkan kandung kencing cepat terasa penuh.Terjadinya hemodilusi menyebabkan metabolism air menjadi makin besar, sehingga pembentukan air senipun bertambah. Perubahan pada kulit

8)

Pada kulit terjadi perubahan deposit pigmen dan hiperpigmentasi.Pada kulit terjadi perubahan deposit pigmen dan hiperpigmentasi. Karena pengaruh melanophore stimulating hormone lobus hipofise anterior dan pengaruh kelenjar suprarenalis. Hiperpigmentasi ini terjadi pada striae gravidarum, linea alba, areola mammae, papilla mammae, linea nigra, chloasma gravidarum Metabolisme Dengan terjadinya kehamilan, metabolism tubuh mengalami perubahan yang mendasar dimana kebutuhan nutrisi makin tinggi untuk pertumbuhan janin. (Manuaba, 1998:106-110)

  • F. Fisiologi Masalah Umum Selama Hamil Trimester I

Ketidaknyamanan

Fisiologi

Intervensi

Perubahan payudara:

Hipertrofi

kelenjar,

Memakai

bra yang

rasa nyeri, lembek, dan

hipervaskularisasi,

memakai penyerap, dapat

rasa geli.

pigmentasi

ukuran

dipakai pada malam hari.

payudara, dan puting serta areola bertambah, yang semuanya akibat

Perawatan payudara dengan air hangat dan pertahankan keadaan

hormonal

kering. Beri tahu bahwa payudara lembek sifatnya sementara

9

Sering kencing dan tidak bisa ditunda

Gangguan fungsi kandung kemih akibat perubahan vasikuler yang

Upayakan kencing teratur, latihan Kegel, kurangi minum sebelum tidur.

berhubungan dengan

Pakai pembalut dan lapor

hormonal

kepada

petugas

Volume kandung kemih mengecil akibat terdorong rahim serta presentasi janin

kesehatan bila perlu.

Rasa

letih,lese,lemah

Sulit diterangkan mungkin

Istirahat cukup

(biasanya

pada

awal

peningkatan hormon

Diet seimbang

kehamilan)

progesteron, estrogen dan HCG

Mual dan muntah (50%- 75%) terjadi syok, mulai kehamilan 2-8 minggu

Tidak diketahui mungkin perubahan hormonal HCG, perubahan emosi

Jaga agar tidak terlalu lapar/kekenyangan. Tidak

ambivalen, penolakan kehamilan

merokok, bangun pagi makan biskuit, berbaring

sebentar sampai keluhan berkurang. Minum teh rendah kafein hangat. Makan sedikit-sering dalam porsi kecil. Hindari

makanan

yang

menyengat

dan

berbumbu.

10

Hipersalivasi

(dapat

Peningkatan estrogen

Kumur dengan obat

terjadi 2-3

minggu

I

sehingga

terjadi

kumur, sering mengunyah

kehamilan)

proliferasi

jaringan

ikat

permen, diet seimbang,

Stomatitis

yang

dan vaskularisasi.

sayur-buah. Sikat gigi

menghilang spontan 1-2

Malas

menelan

karena

baerhati-hati.

Jaga

bulan postpartum

emesis.

kebersihan mulut, kalau

perlu kedokter gigi.

Hidung

tersumbat

Hiperemia mukosa mulut

Pakai

inhaler,

hindari

kadang-kadang

terjadi

karena peningkatan

trauma.

Irigasi

dengan

mimisan

estrogen

cairan

garam

fisiologis

atau spray.

Keputihan (sering/kadang

Serviks terangsang oleh

Sulit

dicegah.

Biarkan,

selama

kehamilan

hormon

sehingga

pakai pembalut,

jaga

berlangsung)

menebal, hiperaktif, dan

kebersihan vulva. Sering

mengeluarkan banyak

ganti

pakaian

dalam.

lendir.

Kalau

gatal,

berbau,

perubahan

warna

lendir,

segera periksa.

  • G. Perubahan Psikologis Ibu Hamil TM I

(Salmah,2006:70-71)

Segera setelah terjadi peningkatan hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh, maka akan muncul berbagai macam ketidaknyamanan secara fisiologis pada ibu misalnya mual, muntah, keletihan, dan pembesaran pada payudara. Hal ini akan memicu perubahan psikologi sebagai berikut :

1. Ibu untuk membbenci kehamilannya, merasakan kekecewaan, penolakan, kecemasan, dan kesedihan.

11

  • 2. Mencari tahu secara aktif apakah memang benar-benar hamil dengan memperhatikan perubahan pada tubuhnya dan seringkali memberitahukan orang lain apa yang dirahasiakannya.

  • 3. Hasrat melakukan seks berbeda-beda pada setiap wanita. Ada yang meningkat libidonya, tetapi ada juga yang mengalami penurunan. Pada wanita yang mengalami penurunan libido, akan menciptakan suatu kebutuhan untuk berkomunikasi secara terbuka dan jujur dengan suami. Banyak wanita hamil yang merasakan kebutuhan untuk dicintai dan mencinta, tetapi bukan dengan seks. Sedangkan, libido yang sangat besar dipengaruhi oleh kelelahan, rasa mual, pembesaran payudara, keprihatinan, dan kekuatiran. Sedangkan bagi suami seringkali membatasi hubungan suami istri karena takut mencederai istri dan calon bayinya. Hal ini perlu komunikasi lebih lanjut jika dihadapkan dengan istri yang mempunyai libido yang tinggi atau meningkat.

  • 4. Sedangkan bagi suai sebagai calon ayah akan imbul kebanggaan, tetapi bercampur dengan keprihatinan akan kesiapan untuk mencari nafkah bagi keluarga. (Hani dkk, 2010:68)

  • H. Fisiologi Pertumbuhan Janin TM I Umur janin yang sebenarnya, harus dihitung dari saat fertilisasi atau karena fertilisasi selalu berdekatan dengan ovulasi sekurang-kurangnya dari saat ovulasi. Sesuai dengan tingkat pertumbuhannya berbagai nama diberikan pada anak yang dikandung itu. Dari 0-2 minggu setelah fertilisasi disebut ovum. 3-5 minggu disebut embrio (mudigah). Pada saat ini belum dapat dibedakan dari mudigah binatang lain. Pembentukan alat-alat badan dalam bentuk dasar sudah terjadi. Lebih dari 5 minggu disebut fetus atau janin yang sudah mempunyai bentuk manusia. Dalam praktek tianya kehamilan dihitung dari haid yang terakhir jadi ada perbedaan kurang lebh 2 minggu dengan umur yang ditentukan dari ovulasi. Lagi pula tuanya kehamilan dihitung dalam bulan, masing-masing dari 4 minggu. Jadi kehamilan 3 bulan sama dengan kehamilan 12 minggu.

12

Di bawah ini dituturkan pertumbuhan janin pada akhir tiap bulan (4 minggu). Akhir 1 bulan : badan bayi sangat melengkung, panjangnya 7,5-10 mm. Kepalanya 1/3 dari seluruh mudigah. Saluran yang akan menjadi jantung terbentuk dan sudah berdenyut. Dasar-dasar traktus digestivus sudah nampak, permulaan kaki dan tangan berbentuk tonjolan. Akhir 2 bulan : mukanya sudah jelas berbentuk muka manusia dan sudah mempunyai lengan dan tungkai dengan jari tangan dan kaki. Alat kelamin sudah nampak, walaupun belum dapat ditentukan jenisnya. Panjang kurang lebih 2,5 cc. Akhir 3 bulan : panjang 7-9 cm, sudah ada pusat-.pusat pertulangan, kuku sudah ada dan jenis kelaminnya sudah dapat ditentukan. Janin sudah bergerak tapi sedemikian halusnya pergerakan ini hingga belum dapat dirasakan oleh ibu. Ginjal sudah membentuk sedikit air kencing.(Unpad,1983: 123-124)

  • I. Tinjauan Teori Asuhan Kebidanan Manajemen kebidanan merupakan suatu metode atau bentuk pendekatan yang digunakan oleh bidan dalam memberi asuhan kebidanan. Langkah-langkah dalam managemen kebidanan menggambarkan alur poal berpikir dan bertindak bidan dalam pengambilan keputusan klinis untuk mengatasi masalah. Asuhan yang telah dilakukan harus dicatat secara benar, jelas, singkat, dan logis dalam suatu metode pendokumentasian yang dapat mengomunikasikan kepada orang lain mengenai asuhan yang telah dilakukan dan yang akan dilakukan pada seorang klien yang di dalmnya tersirat proses berpikir yang sistematis seorang bidan dalam menghadapi seorang klien sesuai langkah-langkah dalam proses manajemen kebidanan.( Hani dkk, 2010: 85) Standar Asuhan Kehamilan 1. Kebijakan program

Kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan.

  • a. Satu kali pada triwulan pertama

13

  • b. Satu kali pada triwulan kedua

  • c. Dua kali pada triwulan ketiga (Saifuddin, 2002)

  • 2. Pelayanan/Asuhan Standar “14 T”

    • a. Timbang BB

    • b. Ukur TD

    • c. Ukur TFU

    • d. Pemberian tablet Fe

    • e. Pemberian imunisasi TT

    • f. Pemeriksaan Hb

    • g. Pemeriksaan VDRL

    • h. Perawatan payudara, senam payudara, dan pijat tekan payudara

    • i. Pemeliharaan tingkat kebugaran atau senam ibu hamil

    • j. Temu wicara

    • k. Pemeriksaan protein urine

    • l. Pemeriksaan reduksi urin

    • m. Pemberian tablet kapsul yodium untuk daerah endemis gondok

    • n. Pemberian terapi antimalaria untuk daerah endemis malaria

PENGKAJIAN Pada langkah pertama ini dikumpulkan semua informasi yang akurat dan lengkap dari semua sumber berkaitan dengan kondisi klien. Pengkajian data wanita hamil terdiri atas anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.(Hani dkk, 2010:86)

  • 1. Identitas Pasien Maksud pertanyaan ini adalah untuk identifikasi (mengenal) penderita dan menetukan status sosial ekonominya yang harus diketahui, misalnya untuk menetukan anjuran apa atau pengobatan apa yang akan diberikan.(Hani dkk,2010:87) · Nama

14

·

Dikaji untuk mengenal klien dan memanggil pasien agar tidak keliru dengan pasien lain. (Ibrahim, 1996). Memanggil ibu sesuai dengan namanya, menghargai dan menjaga martabatnya merupakan salah satu asuhan sayang ibu dalam proses persalinan ( Depkes RI, 2008 : 14). · Umur Untuk mengetahui apakah ibu termasuk resiko tinggi atau tidak.Usia di bawah 16 tahun atau di atas 35 tahun mempredisposisi wanita terhadap sejumlah komplikasi. Usia di bawah 16 tahun meningkatkan insiden preeklamsia. Usia di atas 35 tahun meningkatkan insiden diabetes, hipertensi kronis, persalinan lama, dan kematian janin. (Varney,2008: 691) · Agama Dikaji untuk mempermudah dalam melakukan pendekatan keagamaan dalam melakukan asuhan kebidanan juga mengetahui pengaruhnya terhadap kebiasaan kesehatan lain. Dalam keadaan gawat ketika memberi pertolongan dan perawatan dapat diketahui dengan siapa harus berhubungan misalnya pada agama islam memanggil ustad, pada agama khatolik memanggil pastur atau pendeta. (Ibrahim.1996:82) Pendidikan Pendidikan berpengaruh dalam tindakan kebidanan dan untuk mengetahui sejauh mana tingkat intelektualnya, sehingga bidan dapat memberikan konseling sesuai dengan pendidikannya (Ambarwati, 2009 :

130).

·

Pekerjaan

·

Mengetahui pekerjaan ibu, gunanya untuk mengetahui dan mengukur tingkat sosial ekonominya, karena ini juga mempengaruhi dalam gizi pasien tersebut (Ambarwati, 2009 : 130). Suku Bangsa Ini perlu ditanyakan untuk mengadakan statistik kelahiran. Mungkin juga untuk menentukan prognosa persalinan dengan melihat keadaan panggul. Wanita Asia dan Afrika biasannya mempunyai panggul

15

·

bundar dan normal bagi persalinan dan biasanya wanita-wanita dari barat panggulnya ukuran melintang lebih panjang tetapi ukuran muka belakang lebih kecil. (Ibrahim,1996 : 82) Alamat

·

Untuk mengetahui keadaan lingkungan perumahan serta keadaan tempat tinggal ibu. Dengan mengetahui tempat tinggal ibu, bidan bisa memberikan pilihan kepada ibu akan di mana ibu tersebut bersalin. Dengan telah meninjau rumah ibu hamil yang bersalin tentu akan mempengaruhi bagaimana psikologis ibu. Lingkungan yang aman dan bersih akan membuat ibu bersemangat untuk menyambut bayinya sehingga diharapkan mampu mempengaruhi power ibu saat mengejan. Mengetahui ibu tinggal di mana, juga menjaga kemungkinan bila ada ibu yang namanya sama dan memastikan ibu mana yang hendak ditolong, juga diperlukan bila mengadakan kunjungan kepada penderita. (Ibrahim,1996 : 81) Data mengenai suami/ penanggung jawab Hal ini akan memberikan jaminan jika saat persalinan ibu mengalami kegawatdaruratan maka bidan sudah tahu harus dengan siapa bidan berunding. Dan saat ibu mendapat pendampingan saat persalinan akan membuat psikologis ibu membaik dan membuat motivasi dalam mengejan. Anjurkan ibu untuk di temani suami dan/ atau anggota keluarga lain selama persalinan dan kelahiran bayinya. Beberapa prinsip dasar asuhan sayang ibu adalah dengan mengikutsertakan suami dan keluarga selama proses persalinan dan kelahiran bayinya. Banyak hasil penelitian menunjukkan bahwa jika para ibu diperhatikan dan diberi dukungan selama persalinan dan kelahiran bayi serta mengetahui dengan baik mengenai proses persalinan dan asuhan yang akan mereka terima, mereka akan mendapatan rasa aman dan hasil yang lebih baik. Disebutkan pula bahwa hal tersebut diatas dapat mengurangi terjadinya

16

persalinan dengan vaakum, cunam, dan secsio sesar, dan persaalinan berlangsung lebih cepat merupakan asuhan sayang ibu dalam proses persalinan. (Depkes RI, 2008 :12)

DATA SUBYEKTIF

  • 1. Alasan Datang

Alasan wanita datang ke tempat bidan/klinik, yang diungkapkan dengan kata- katanya sendiri. (Hani dkk,2010:87)

  • 2. Keluhan Utama

Dalam buku obstetri fisiologi keluhan utama perlu di kaji untuk mengetahui apakah penderita datang untuk memeriksakan kehamilanya ataukah ada pengaduan- pengaduan lain yang penting. (UNPAD, 1983: 154).

  • 3. Riwayat Kesehatan

Dikaji untuk membantu bidan mengidentifikasi kondisi kesehatan yang dapat mempengaruhi kehamilan atau bayi baru lahir. (Rukiyah,2009:146)

  • a. Sistem Kardiovaskular Penyakit Jantung Perubahan fisiologis normal pada masa hamil meningkatkan curah jantung wanita hingga mencapai 40 persen melebihi curah jantungnya ketika tidak hamil saat ia berada pada keadaan istirahat. Peningkatan ini terjadi pada awal kehamilan dan mencapai puncaknya pada usia kehamilan 20 hingga 24 minggu. Peningkatan curah jantung selama kehamilan, persalinan, dan pelahiran akan meningkatkan resiko dekompensasi jantung pada wanita yang mempunyai riwayat penyakit jantung. (Varney,2007:628)

Hipertensi Wanita hipertensi yang dinyatakan hamil perlu mendiskusikan dengan dokternya tentang pengobatan mana yang aman digunakan selama mengandung. Selain itu, wanita dengan hipertensi yang sudah ada

17

b.

sebelumnya mengalami peningkatan resiko terjadinya preeklampsia selama kehamilan ( Varney,2007: 130). Anemia

Anemia disefinisikan sebagai penurunan jumlah sel darah merah atau penurunan konsentrasi hemoglobin di dalam sirkulasi darah. Definisi anemia yang diterima secara umum adalah kadar Hb kurang dari 12,0 gram per 100 mililiter (12 gram/desiliter) untuk wanita tidak hamil dan kurang dari 10,0 gram per 100 mililiter (10 gram/desiliter) untuk wanita hamil. (Varney,2007:623) Penyakit Von Willbrand Penyakit genetik ini merupakan penyebab peningkatan resiko perdarahan pada wanita. Selama kehamilan, resiko perdarahan pascapartum meningkat. (Varney,2007:628)

Sistem Pernafasan Asma Wanita yang memiliki riwayat asma berat sebelum hamil tebukti akan terus mengalaminya dan menjadi semakin buruk selama masa hamil. Asma dihubungkan dengan peningkatan angka kematian perinatal, hiperemesis gravidaru, pelahiran preterm, hipertensi kronis, preeklamsia, bayi berat lahir rendah, dan perdarahan

pervaginam.(Varney,2007:630)

TBC Pada kehamilan pada infeksi TBC resiko prematuritas, IUGR dan berat badan lahir rendah meningkat, serta resiko kematian perinatal meningkat 6 x lipat.Keadaan ini terjadi akibat diagnosa yang terlambat, pengobatan yang tidak teratur dan derajat keparahan lesi di paru.Infeksi TBC dapat menginfeksi janin yang dapat menyebabkan tuberculosis congenital. (Prawirohardjo, 2008 : 207 )

18

  • c. Sistem Endokrin

Diabetes Melitus

Faktor resiko utama diabetes maternal ini adalah berat badan berlebih, peningkatan berat badan, dan kurangnya aktivitas fisik. Jelas hal ini menjadi pertimbangan bagi semua bidan dalam menganjurkan pola hidup sehat kepada wanita. Diabetes juga merupakan permasalahan yang terus meningkat pada wanita usia subur. Oleh sebab itu, penapisan diabetes harus dilakukan pada semua wanita hamil. (Varney,2007:635) Diabetes dapat memberikan penyulit pada ibu berupa preeklasia,polihidramnion, infeksi saluran kemih, persalinan seksio sesarea, trauma persalinan akibat bayi besar. Bagi bayi dapat menimbulkan makrosomia (bayi dengan berat badan berlebihan), hambatan pertumbuhan janin, cacat bawaan, hipoglikemia, hipokalsemia dan hipomagnesemia, Hiperbilirubinemia, asfiksia perinatal, dan sindrom gawa nafas neonatal. (Saifuddin,2009:290-291) Hipertiroid Hipertiroid dalam kehamilan pada umumnya disebabkan oleh penyakit Grave (struma difusa toksika). Insidensi penyakit Grave dalam kehamilan di atas 20 minggu adalah 2 %. Penyebab teranyak lainnya adalah struma multinodosa, tetapi kelainan ini hanya terjadi pada golongan usia di atas 40 tahun. Hipertiroid dalam kehamilan menyebabkan resiko abortus dan janin mati dalam rahim 3 kali dari kehamilan normal.(Saifuddin, 2009:285)

Hepatitis B Kehamilan tidak akan memperberat infeksi virus hepatitis, akan tetapi jika terjadi infeksi akut pada kehamilan bisa menimbulkan mortalitas tinggi pada ibu dan bayi. (Prawirohardjo, 2002 : 906 )

  • d. Sistem Urogenital

Infeksi Saluran Kemih Infeksi saluran kemih merupakan komplikasi medik utama pada wanita

hamil. Sekitar 15% wanita, mengalami paling sedikit satu kali serangan

19

akut infeksi saluran kemih selama hidupnya.Akibat infeksi ini dapat dapat mengakibatkan masalah pada ibu dan janin. ISK berkaitan dengan kejadian anemia, hipertensi, kelahiran prematur dan BBLR.

(Saifuddin,2009:243)

  • e. Sistem Reproduksi

Kista ovarium

Kista ovarium dalam kehamilan dapat menyebabkan nyeri perut oleh karena putaran tangkai, pecah atau perdarahan. (Saifuddin, 2009:269)

  • 4. Riwayat Kesehatan Keluarga

  • 5. Riwayat Obstetri

    • a. Riwayat Haid Anamnesis haid memberikan kesan tentang faal alat reproduksi/kandungan meliputi hal-hal berikut ini.

Umur menarche

Frekuensi, jarak/siklus jika normal

Lamanya Jumlah darah yang keluar Karakteristik darah (misal bergumpal) Dismenorhea (Hani dkk,2010:89)

  • b. Riwayat Kehamilan Sekarang Riwayat kehamilan sekarang dikaji untuk menentukan umur kehamilan dengan tepat. Setelah mengetahui umur kehamilan ibu, bidan dapat memberikan konseling tentang keluhan kehamilan yang biasa terjadi dan dapat mendeteksi adanya komplikasi dengan yang lebih baik.(Rukiyah,2009:145)

  • c. Riwayat Kehamilan Persalinan dan Nifas yang Lalu Jumlah kehamilan, anak yang lahir hidup, persalinan yang aterm, persalinan yang premature, keguguran atau kegagalan kehamilan, persalinan dengan tindakan (dengan

forcep, atau dengan SC), riwayat perdarahan pada kehamilan,

20

persalinan atau nifas, sebelumnya, hipertensi disebabkan kehamilan pada kehamilan seelumnya, berat bayi sebelumnya ,2500 atau >4000, masalah-masalah lain yang dialami, riwayat kebidanan yang lalu membantu dalam mengelola asuhan pada kehamilan ini (konseling khusus, test, tindak lanjut, dan rencana

persalinan).(Rukiyah,2009:146)

  • 6. Riwayat Perkawinan

    • a. Nikah atau tidak

    • b. Berapa kali menikah

    • c. Berapa lama menikah

Kalau orang hamil yang sudah lama menikah, nilai anak tentu besar sekali

dan ini harus diperhitungkan dalam pimpinan persalinan (anak mahal). (Hani dkk, 2010:87)

  • 7. Riwayat KB KB terakhir yang digunakan jika pada kehamilan perlu juga ditanyakan rencana KB setelah melahirkan. (Hani dkk, 2010:90)

  • 8. Pola Pemenuhan Kebutuhan Sehari-Hari

    • a. Pola Nutrisi Dikaji untuk mengetahui seorang wanita hamil sudah memuaskan atau belum dalam memenuhi tuntutan kehamilannya. Dengan bertanya, kita akan menemukan setiap variasi dari kondisi idealnya dan wanita yang beresiko dapat dirujuk ke bagian gizi/diet. (Farrer,2010:88) Pada ibu hamil peningkatan konsumsi makanan hingga 300 kalori per hari, mengonsumsi makanan yang mengandung protein, zat besi, minum cukup cairan (menu seimbang).

(Saifuddin,2010:N-3)

  • b. Pola Eliminasi Berkaitan dengan adaptasi gastroinstestinal sehingga menurunkan tonus dan motiliti lambung dan usus terjadi

21

reabsorbsi zat makanan peristaltik usus lebih lambat sehingga menyebabkan konstipasi. Penekanan kandung kemih karena pengaruh Hormon estrogen dan progesteron sehingga menyebabkan sering buang air kecil. Terjadi pengeluaran keringat. (Rukiyah, 2009:105-106)

  • c. Pola Aktivitas Berhubungan dengan system muskuloskeletal :

persendian sakro-iliaka, sakro koksigia dan pubik yang akan meyebabkan adanya keretakan, pusat graviasi berubah sehingga postur tubuh berubah, terjadi perubahan postur tubuh menjadi lordosi fisiologis. Penekanan pada ligamen dan pelvic, cara berbaring, duduk, berjalan, berdiri dihindari jangan sampai mengakibatkan injuri karena jatuh. (Rukiyah,2009:107) Wanita hamil boleh bekerja, tetapi jangan terlampau berat.

(Rukiyah,2009:106)

  • d. Pola Istirahat dan Tidur Berhubungan dengan kebutuhan kalori pada masa kehamilan, mandi air hangat sebelum tidur, tidur dalam posisi miring ke kiri, letakkan beberapa bantal untuk menyangga, pada ibu hamil sebaiknya banyak menggunakan waktu luangnya untuk banyak istirahat atau tidur walau bukan tidur betulan hanya baringkan badan untuk memperbaiki sirkulasi darah.

(Rukiyah,2009:106)

  • e. Pola Sexual Jika seorang wanita hamil memiliki riwayat abortus spontan atau persalinan prematur maka sanggama tidak boleh dilakukan selama 2-3 bulan pertama kehamilannya dan juga dalam bulan terakhir. Kalau tidak terdapat riwayat seperti di atas,

22

aktivitas seksual dapat dianjurkan untuk dilajutkan menurut keinginan pasangan suami-isteri tersebut.(Farrer,2010:90-91) Gaya gravitasi uterus (yang hamil) menyebabkan agar berhati-hati dalam melakukan hubungan seksual.

(Saifuddin,2009:43)

  • f. Pola Hygiene Perlu dikaji karena kebersihan umum perorangan merupakan persoalan penting. Infeksi kulit harus segara diobati.

(Farrer,2001:91)

Menjaga kebersihan diri terutama lipatan kulit (ketiak, bawah buah dada, daerah genitalia) dengan cara membersihkan dengan air dan dikeringkan.(Saifuddin,2009:95) Baju hamil yang praktis selama enam bukan kehamilan menggunakan baju biasa yang longgar, pilihlah bahan yang tidak panas dan mudah menyerap keringat, bagian dada harus longgar karena payudara akan membesar, bagian pinggang harus longgar kalau perlu terdapat tali untuk menyesuaikan perut yang terus

membesar.(Rukiyah,2009:104)

  • g. Pola Hidup Sehat Gaya hidup seperti perokok, mengonsumsi obat-obatan, alkohol adalah hal yang sangat berbahaya bagi ibu dan bayinya. Semua benda tersebut dapat teserap dalam darah ibu kemudian terserap dalam darah bayi melalui sistem sirkulasi plasenta selama kehamilan. Sangat dianjurkan pada ibu hamil terutama selama trimester I untuk menghindari rokok, minuman beralkohol dan obat-obatan yang tidak dianjurkan oleh dokter atau bidan.

(Rukiyah,2009:92)

23

Merokok terbukti telah mengurangi kapasitas butir-butir darah merah untuk megikat oksigen. Oksigen diperlukan dalam proses metabolisme, terutama saat hamil. (Saifuddin,2009:43)

  • 9. Data Psikososial Dan Spiritual Kualitas asuhan dapat dinilai melalui kompetensi budaya atau kemampuan seorang penyedia pelayanan untuk mengintegrasikan pengetahuan tentang keyakinan dan norma budaya karena keyakinan dan norma budaya terkait dengan pengalaman melahirkan. Pengkajian budaya harus dilakukan untuk memastikan pemberi asuhan memiliki pengetahuan yang adekuat mengenai keyakinan terhadap dukungan persalinan, terapi obat, dan pantangan. (Kennedy,2009:124) Riwayat sosial ekonomi ibu dapat membantu mengetahui sistem dukungan terhadap ibu dan pengambil keputusan dalam keluarga sehingga dapat membantu ibu dalam merencanakan persalinannya yang lebih baik. (Rukiyah,2009:146-147)

    • 10. Data Pengetahuan

DATA OBYEKTIF

  • 1. Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik lengkap perlu dilakukan pada kunjungan awal wanita hamil untuk memastikan apakah wanita hamil tersebut mempunyai abnormalitas medis atau penyakit. a. Pemeriksaan Umum :

Keadaan Umum Kesadaran BB Sebelum /Saat ini

24

Berat badan ibu hamil perlu dikontrol secara teratur paling tidak setiap kali kunjungan pemeriksaan kehamilan. Pada trimester pertama, biasanya belum menunjukkan peningkatan bahkan kadang-kadang menurun, hal ini dikarenakan adanya keluhan ibu berupa mual dan muntah yang dapat mengganggu konsumsi nutrisi pada masa kehamilan trimester I. Selama trimester kedua dan ketiga pertambahan berat badan kurang lebih ½ kg perminggu. Pertambahan lebih dari ½ kg perminggu pada trimester ketiga harus diwaspadai kemungkinan mengalami preeklamsi. Hingga akhir kehamilan pertambahan berat badan yang normal sekitar 9 kg sampai dengan 13,5 kg. Berat ini didapatkan dari berat badan janin dalam kandungan, air ketuban dan plasenta. Jika berat badan ibu hamil lebih dari batas normal kemungkinan janin besar, kehamilan hidramnion, kehamilan ganda. (Baety,2012:3) TB

Berkaitan dengan kmeungkinan panggul sempit, bila tinggi kurang dari 150 cm. (Manuaba,2001:183) ·LILA

Pentingnya dilakukan pengukuran LILA pada ibu hamil dapat digunakan untuk memberi gambaran tentang status gizi ibu hamil, apakah ibu tersebut mengalami KEP atau tidak.(Baety,2012:3) Tanda Vital Tekanan Darah :

Tekanan darah pada ibu hamil tidak boleh mencapai 140 mmHg sistolik atau 90 mmHg diastolik. Perubahan 30 mmHg sistolik dan 15 mmHg diastolik di atas tekanan darah sebelum hamil, menandakan toxemia gravidarum (keracunan kehamilan). (Hani dkk,2010:91) Nadi : Peningkatan denyut nadi dapat menunjukan infeksi, syok, ansietas, atau dehidrasi

25

Suhu/ T

: Peningkatan suhu menunjukan proses ineksi atau

dehidrasi. RR :Peningkatan frekuensi pernafasan dapat menunjukan syok atau ansietas (Varney,2007:693).

  • b. Status Present Pemeriksaan tidak hanya dilakukan secara pandang tetapi sekaligus dengan rabaan, pemeriksaan diawali dari :

Kepala

: mesocephal, rambut hitam, kulit rambut bersih

Muka

: simetris pucat, oedema

Kelopak Mata

: bengkak/tidak (Apabila kelopak mata seudah

bengkak, kemungkinan terjadi pre eklamsi berat)

Conjungtiva

: merah muda, pucat

Sklera

: putih/kuning

Hidung

: simetris, nafas cuping hidung, polip

Mulut

: simetris, bibir kering/tidak, lidah stomatitis/tidak

Gigi

: caries denti

Telinga

: simetris, lecet

Leher

: pergerakan, pembengkakan kelenjar tiroid/tidak

Dada

: simetris, datar, retraksi dinding dada

Payudara

: membesar, kebersihan, benjolan abnormal

Abdomen

: kembung, benjolan abnormal

Kulit

: turgor kulit, warna

Punggung

: lordosis/kifosis/skoliosis

Vulva

: odema/tidak, varises/tidak

Anus : hemoroid

Ekstremitas

: simetris, sama panjang/tidak. (Baety,2012:4-5)

Reflek Patela : Hiperrefleksia (3+ dan 4+) merupakan salah satu tanda

preeklamsi berat. Klonus biasanya terlihat menjelang eklamsia atau pada eklamsia aktual. (Varney,2007:693).

26

  • c. Status Obstetrik Pemeriksaan obstetrik digunakan untuk mengetahui kondisi pasien berkaitan dengan kehamilan/persalinan. Pemeriksaan meliputi :

    • 1. Inspeksi/Periksa Pandang Periksa pandang dimulai semenjak bertemu dengan pasien.Diperhatikan bagaimana sikap tubuh dan cara berjalannya, apakah cenderung membungkuk, berjalan pincang, atau yang lainnya. Periksa pandang meliputi :

Muka : closma gravidarum, oedema, pucat Mammae : puting susu, hiperpigmentasi areola, kolostrum Abdomen :menegang/mengendur, pembesaran uterus sesuai usia kehamilan/tidak, striaedan linea gravidarum Vulva : perdarahan, cairan keputihan, tanda chadwick.

(Baety,2012:5)

  • 2. Palpasi Leopold I : untuk menentukan umur kehamilan dan bagian janin yang terdapat di daerahfundus uteri. Leopold II : untuk menentukan letak punggung janin (pada letak membujur) dan kepalajanin (pada letak melintang). Leopold III : Untuk menyimpulkan bagian janin yang berada di bawah rahim Sertamenentukan sudah masuk PAP atau belum. Leopold IV : Untuk mengetahui seberapa jauh bagian terdepan masuk pintu atas panggul

27

TFU

: Apabila usia kehamilan di bawah 24 minggu

pengukuran dilakukan dengan jari, tetapi apabila kehamilan di atas 24 minggu memakai pengukuran mac donald yaitu dengan cara mengukur tinggi fundus memakai cm dari atas simpisis ke fundus uteri kemudian ditentukan sesuai rumusnya. (Depkes

RI,2001 dalam Rukiyah, 2009:7)

 

Tinggi Fundus

 

Usia kehamilan

   

Menggunakan

 

Dalam cm

Penunjuk badan

  • 12 minggu

 

Teraba

di

atas

-

simpisis pubis

  • 16 minggu

 

Di

tengah

antara

-

simpisis

pubis

dan

umbilikus

 
  • 20 minggu

  • 20 cm (±2 cm)

3

jari

dibawah

umbilikus

  • 24 minggu

Usia kehamilan dalam minggu = cm (±2 cm)

 

Tepat di umbilikus

  • 28 minggu

  • 28 cm (± 2 cm)

3

jari

diatas

umbilikus

  • 32 minggu

Usia kehamilan dalam

 

Diantara umbilikus

minggu = cm (±2cm)

dan PX

 
  • 36 minggu

  • 36 minggu (±2 cm)

3 jari dibawah PX ..

(Saifuddin,2006dalam Rukiyah,2009:33)

  • 3. Auskultasi :

Periksa dengar merupakan pemeriksaan yang dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk menilai kesejahteraan janin dalam kandungan dengan menggunakan stetoskop atau

bisa juga menggunakan doppler pada perut ibu. Periksa dengar biasanya dimulai pada setiap pemeriksaan kehamilan trimester II

28

di mana denyut jantung janin bisa terdengar menggunakan lennec pada usis kehamilan 20 minggu, tetapi bila menggunakan doppler, pada usia kehamilan 12 minggu DJJ sudah mulai dapat terdengar. Pemeriksaan DJJ harus dilakukan 1 menit penuh, dengan nilai normal DJJ 120-160 x/menit. (Baety,2012:19)

  • d. Pemeriksaan Penunjang : Pemeriksaan laboratorium sederhana adalah suatu pemeriksaan yang dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang umum dan dikerjakan pada pemeriksaan ibu hamil sebagai pemeriksaan penunjang untuk mendukung suatu diagnosa.

Pemeriksaan Urine

Pemeriksaan urin ada 2 hal yang diperiksa yaitu kadar protein dan gula dalam urine. Pemeriksaan Darah Pemeriksaan darah yang dilakukan pada ibu hamil terutama adalah pemeriksaan kadar Hb dalam darah dan dapat dilakukan di Pukesmas/RS. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi faktor resiko kehamilan. Bila kadar Hb ibu kurang dari 10g% berarti ibu dalam keadaan anemia, terlebih bila kadar Hb tersebut kurang dari 8 g% berarti ibu anemia berat. (Baety,2012:49-52)

ASSESMENT Merupakan pendokumentasian hasil analisis dan intrepretasi (kesimpulan) dari data subyektif dan objektif. Karena keadaan pasien pasien yang setiap saat bisa mengalami perubahan, dan akan ditemukan informasi baru dalam data subjektif maupun data objektif, maka proses pengkajian data akan menjadi sangat dinamis. Hal ini juga menuntut bidan untuk sering melakukan analisis data yang dinamis tersebut dalam rangka mengikuti perkembangan pasien dan analisis yang tepat dan akurat mengikuti perkembangan data pasien akan menjamin cepat diketahuinya perubahan pada pasien, dapat terus diikuti dan diambil keputusan/tindakan yang tepat. Analisis data adalah melakukan interpretasi data

29

yang

telah

dikumpulkan,

mencakup

diagnosis/masalah

kebidanan,

diagnosis/masalah potensial dan tindakan segera. (Muslihatun,Wafi Nur,dkk,

2009:91)

PELAKSANAAN Planning/perencanaan adalah membuat rencana asuhan saat ini dan yang akan datang. Rencana asuhan disusun berdasarkan hasil analisis dan intrepretasi data. Rencana asuhan ini bertujuan untuk mengusahakan tercapainya kondisi pasien seoptimal mungkin dan mempertahankan kesejahteraannya. Rencana asuhan ini harus bisa mencapai kriteria tujuan yang ingin dicapai dalam batas waktu tertentu.Tindakan yang akan dilaksanakn harus mampu membantu pasien mencapai kemajuan dan harus sesuai dengan hasil kolaborasi tenaga kesehatan lain antara lain dokter. P di SOAP juga mengandung Implementasi dan Evaluasi. Pelaksanaan

asuhan sesuai rencana yang telah disusun sesuai dengan keadaan dan dalam rangka mengatasi masalah pasien. Pelaksanaan tindakan harus disetujui oleh pasien, kecuali bila tindakan tidak dilaksanakan akan membahayakan keselamatan pasien. Sebanyak mungkin pasien harus dilibatkan dalam prosese implementasi ini. Bila kondisi pasien berubah, analisis juga berubah, maka rencana asuhan maupun implementasinya pun kemungkinan besar akan ikut berubah atau harus disesuaikan. Dalam Planning ini juga harus mencantumkan Evaluation/evaluasi, yaitu tafsiran dari efek tindakan yang telah diambil untuk menilai efektivitas asuhan/hasil pelaksanaan tindakan. Evaluasi berisi analisis hasil yang telah dicapai dan merupakan fokus ketepatan nilai tindakan/asuahn. Jika kriteria tujuan tidak tercapai, proses evaluasi ini dapat menjadi dasar untuk mngembangkan tindakan alternatif sehingga tercapai tujuan yang diharapkan. (Muslihatun,Wafi Nur,dkk,

2009:91)

30

BAB III TINJAUAN KASUS ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL FISIOLOGIS PADA NY. R USIA 26 TAHUN G 2 P 1 A 0 AMENORE 6 +2 MINGGU DI PUSKESMAS GODONG 1

  • a. PENGKAJIAN:

Tanggal

: 22 November 2017

Jam : 11.00 WIB

  • b. IDENTITAS PASIEN:

Identitas Pasien

Penanggung Jawab Status : Suami

1.

Nama

: Ny.R

  • 2. tahun

Umur

: 26

3.

Agama

4.

Pendidikan

: Islam

: SMP

  • 5. : Ibu Rumah Tangga

Pekerjaan

  • 6. Suku bangsa: Jawa Indonesia

  • 7. : Bringin

Alamat

  • c. DATA SUBYEKTIF

    • 1. ALASAN DATANG:

    • 1. : Tn. S

Nama

  • 2. : 30 Tahun

Umur

3. Agama

:Islam.

  • 4. Pendidikan : SMA

  • 5. : Swasta

Pekerjaan

  • 6. Suku Bangsa: Jawa Indonesia

  • 7. : Bringin

Alamat

Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya

  • 2. KELUHAN UTAMA: Ibu mengatakan tidak ada keluhan

  • 3. RIWAYAT KESEHATAN: Riwayat penyakit/kondisi yang pernah atau sedang diderita :

Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular dan menurun DM : Ibu mengatakan tidak pernah punya gejala banyak kencing (polyuria) terutama pada malam hari, Gampang haus dan banyak minum (polydipsia), Mudah lapar dan banyak makan (polyphagia), Mudah lelah dan sering

31

mengantuk, Penglihatan kabur, Sering pusing dan mual, Koordinasi gerak anggota tubuh terganggu, Berat badan menurun terus, Sering kesemutan dan gatal-gatal pada tangan dan kaki Jantung : Ibu mengatakan tidak pernah punya gejala merasa nyeri di dada, merasa sakit kepala, mudah merasa lelah ketika beraktifitas. Hipertensi : Ibu mengatakan tidak pernah sakit kepala, pusing yang sering dirasakan akibat tekanan darahnya naik melebihi batas normal, wajah akan menjadi kemerahan, pandangan mata menjadi kabur atau menjadi tidak jelas., Sering buang air kecil dan sulit berkonsentrasi. Sering mudah kelelahan saat melakukan berbagai aktivitas. Sering terjadi pendarah di hidung atau mimisan. vertigo. sensitif dan mudah marah terhadap hal-hal yang tidak dia sukai. TBC : Ibu mengatakan tidak pernah batuk atau berdahak biasanya disertai keluarnya darah. Tidak pernah mengalami sesak napas dan nyeri pada bagian dada. Tidak pernah deman (meriang panas dingin) lebih dari sebulan, tidak pernah berkeringan pada waktu malam hari tanpa penyebab yang jelas. Badan lemah dan lesu Urin tidak berubah warna menjadi kemerahan atau keruh. Malaria : Ibu mengatakan tidak pernah mengalami gejala menggigil, demam tinggi, berkeringat secara berlebihan seiring menurunnya suhu tubuh, mengalami ketidaknyamanan dan kegelisahan (malaise) Asma : Ibu mengatakan tidak pernah kesulitan bernapas yang disebabkan sesak napas atau napas yang sering terengah-engah. Tidak pernah Sering batuk.

Karena batuk bisa menjadi tanda adanya sesuatu yang salah pada paru-paru atau saluran pernapasan. Tidak Mengi. Dada tidak pernah terasa sesak. Tidak mengeluh lelah dan lesu. Tidak cepat lelah ketika melakukan aktivitas fisik seperti olahraga. Tidak sensitif terhadap alergi. Masih mampu untuk terlibat dalam aktivitas fisik yang panjang tanpa mengalami masalah pernapasan. PMS : ibu mengatakan tidak pernah punya keluhan rasa sakit atau nyeri saat kencing atau saat berhubungan seksual. Rasa nyeri pada perut bagian bawah. Tidak Keluar lendir pada vagina. Tidak keputihan berwarna putih susu,

bergumpal, dan disertai rasa gatal

pada kelamin.

32

Selain itu ibu tidak memiliki alergi terhadap obat-obatan tertentu. Saat ini ibu dalam keadaan sehat dan tidak sedang dalam masa pengobatan. Riwayat penyakit dalam Keluarga (menular maupun keturunan) :

Ibu mengatakan dalam keluarga tidak mempunyai riwayat keturunan. Keluarga tidak pernah menderita penyakit menular dengan gejala seperti TBC, Hepetitis, HIV/AIDS dan PMS serta penyakit keturunan seperti DM, Jantung, Asma dan Hipertensi. Namun keluarga pasien ada yang memiliki riwayat gemeli.

  • 4. RIWAYAT OBSTETRI

  • a. Riwayat Haid:

Menarche

:13 tahun

Nyeri Haid

: tidak ada

Siklus

:28 hari

Lama

: 6 hari

Warna darah

:merah khas

Leukhorea

: tidak ada

Banyaknya

: 2 -3 x ganti pembalut

  • b. Riwayat Kehamilan sekarang :

1)

Hamil ke 2 , usia 6 +2

minggu

2)

HPHT

: 10 Oktober 2017

3) HPL

: 17 Juli

2018

4) Gerak janin

 
  • Pertama kali : ibu mengatakan belum merasakan gerak janin

  • Frekuensi dalam 12 jam : -

5)

Tanda bahaya : tidak ada

6) Kekhawatiran khusus : tidak ada 7) Imunisasi TT : 5 X, TT terakhir tahun 2012.

8)

ANC : -

33

Riwayat ANC

  • c. Riwayat Kehamilan persalinan dan nifas yang lalu:

   

Kehamilan

 

Persalinan

 

Nifas

Keadaan anak

Tahun

Frek

KELUHAN/PE

             

Asi

ANC

NYULIT

UK

Jenis

Penolong

JK/ BB

Penyulit

IMD

Penyulit

eksklusif

sekarang

2012

8

Tidak ada

39 mgg

Spontan

Bidan

3000

Tidak ada

Ya

Tidak ada

-

Sehat

gr

  • 5. RIWAYAT KB : pernah

    • a. Jika pernah :

Jenis Kontrasepsi

Lama Pemakaian

Keluhan

Alasan dilepas

Suntik KB 3 bulan (Suntik KB progestin)

3 tahun

Tidak ada keluhan

Program mempunyai anak

Rencana Setelah Melahirkan: Pasien mengatakan ingin melanjutkan KB suntik 3 bulan

34

6.

POLA PEMENUHAN KEBUTUHAN SEHARI-HARI:

Sebelum hamil :

  • a. Nutrisi 1) Makan

a)

Frekuensi makan pokok

: 3 x perhari

b)

Komposisi

:

Nasi

: 3 x

@ 1 piring (sedang / penuh)

Lauk

: 2 x @ 1 potong (sedang / besar), jenisnya tempe, tahu, ayam,

ikan

Sayuran: 3 x @ 1 mangkuk sayur ; jenis sayuran bayam, kangkung, kacang panjang, soup

Buah

: 1 x sehari; jenis pisang, apel, jeruk

c)

Camilan

: 1x sehari; jenis biskuit

d)

Pantangan : tidak ada

 

2) Minum

 

a)

Jumlah total 8 gelas perhari; jenis air putih

b)

Susu 1 gelas perhari; jenis susu sapi

3) Perubahan selama hamil ini :

 

Ibu mengatakan bahwa selama kehamilan tidak terjadi perubahan yang signifikan

  • b. Eliminasi 1) Sebelum hamil

 

1)

Buang air kecil :

 

Frekuensi perhari : 5 x ; warna kuning khas tidak pekat

2) Keluhan/masalah : tidak ada 3) Buang air besar :

 

Frekuensi perhari : 1 x ; warna kuning , konsistensi lembek

2) Keluhan/masalah : tidak ada 3) Perubahan selama hamil ini : ibu mengatakan bahwa selama kehamilan tidak

ada perubahan yang signifikan

  • c. Personal hygiene 1) Sebelum hamil :

35

 

Mandi 2 x sehari

Keramas 3 x seminggu

Gosok gigi 2 x sehari

Ganti pakaian 2 x sehari; celana dalam 2 x sehari

Kebiasaan memakai alas kaki : ibu memakai alas kaki

2) Perubahan selama hamil ini : ibu mengatakan bahwa selama hamil tidak mengalami perubahan yang signifikan

  • d. Hubungan seksual

 

1) Sebelum hamil :

 

Frekuensi : 3 x seminggu

Contact bleeding : -

Keluhan lain : -

2) Perubahan selama hamil ini : ibu mengatakan selama hamil jarang melakukan

3)

hubungan seksual Sebelum hamil :

 

Tidur malam 6 jam

Tidur siang -

Keluhan/masalah : tidak ada

Perubahan selama hamil ini : ibu mengatakan selama hamil tidak ada

perubahan.

 
  • e. Aktivitas fisik dan olah raga

1)

Sebelum hamil :

Aktivitas fisik (beban pekerjaan) : ibu mengerjakan pekerjakan ibu rumah tangga dan bekerja di pabrik dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore

Olah raga : jenisnya jalan jalan frekuensi 1 x seminggu

2)

Perubahan selama hamil ini : ibu mengatakan selama hamil ini belum terjadi

3)

perubahan aktivitas Kebiasaan yang merugikan kesehatan :

Merokok

: Ibu mengatakan tidak merokok

Minuman beralkohol

: Ibu mengatakan tidak minum alkohol

Obat-obatan

: .Ibu mengatakan tidak minum obat-obatan

Jamu

: Ibu mengatakan tidak minum jamu

36

Riwayat Psikososial-spiritual

  • a) Riwayat perkawinan :

1)

Status perkawinan : menikah , umur waktu menikah : 20 th.

2)

Pernikahan ini yang ke 1 sah lamanya 6 tahun

3)

Hubungan dengan suami : baik

  • b) Kehamilan ini diharapkan oleh ibu, suami, keluarga; Respon & dukungan keluarga terhadap kehamilan ini : baik Mekanisme koping (cara pemecahan masalah) : diskusi bersama suami

  • c) Ibu tinggal serumah dengan : suami dan anak

  • d) Pengambil keputusan utama dalam keluarga : suami Dalam kondisi emergensi, ibu dapat mengambil keputusan sendiri.

  • e) Orang terdekat ibu : suami

  • f) Yang menemani ibu untuk kunjungan ANC : suami.

  • g) Adat istiadat yang dilakukan ibu berkaitan dengan kehamilan : tidak ada

  • h) Rencana tempat dan penolong persalinan yang diinginkan : PKM atau Klinik

  • i) Penghasilan perbulan: Rp. 1.500.000,- Cukup

  • j) Praktek agama yang berhubungan dengan kehamilan :

1) Kebiasaan puasa /apakah ibu berpuasa selama hamil ini :- Jika ‘ya’ frekuensi puasa : selama bulan ramadhan Keluhan selama puasa : tidak ada

2)

Keyakinan ibu tentang pelayanan kesehatan :

ibu dapat menerima segala bentuk pelayanan kesehatan yang diberikan

oleh nakes wanita maupun pria;

tidak boleh menerima transfusi darah;

tidak boleh diperiksa daerah genitalia,

lainnya : ..................................................................................

  • k) Tingkat pengetahuan ibu : Hal-hal yang sudah diketahui ibu : ibu sudah mengetahui tanda-tanda kehamilan Hal-hal yang ingin diketahui ibu

  • d. DATA OBYEKTIF:

: ibu ngin mengetahui kebutuhan gizi ibu hamil

  • 1. PEMERIKSAAN FISIK:

    • a. Pemeriksaan Umum:

37

 

1)

Keadaan umum

:Baik

Tensi

: 120/80 mmHg

2)

Kesadaran

:compos mentis

Nadi

: 80 x per menit

3)

BB Sebelum/ Sekarang

: 45/ 45 kg

Suhu /T : 36,5 C

 

4)

TB

:145 cm

RR

: 20 x permenit

5)

LILA

:23,5 cm

IMT

: 21,4

b.

Status present Kepala

: Rambut warna hitam, tidak ada ketombe, kulit kepala bersih, tidak ada benjolan.

Mata

:

Kedua

mata

simetris,

conjungtiva

tidak

pucat,

Hidung

:

:

sklera putih. Simetris, tidak ada polip, septum di tengah, tidak pernah mimisan, kebersihan cukup.

Mulut

Bibir tidak kering, tidak pucat, tidak ada stomatitis,

Telinga

gigi tidak ada caries, gigi tidak ada yang berlubang, lidah tidak kotor.

Leher

: Simetris, kedudukan sejajar dengan mata, tidak mengeluarkan sekret, kebersihan cukup. : Tidak ada bendungan vena jugularis, tidak ada

Ketiak

pembesaran kelenjar limfe, tidak ada pembesaran kelenjar thyroid, kebersihan cukup. : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe, tidak ada accesoriasis mammae, ketiak bersih.

Tangan

: Simetris,

jari-jari

lengkap,

kuku

tidak

pucat,

 

kebersihan cukup.

 

Dada

Simetris, pernafasan normal, retraksi dinding dada tidak ada.

:

Pelipatan paha

: tidak ada varises

:

:

 

Vulva

: tidak dilakukan pemeriksaan

Ekstremitas

: tidak oedema

Punggung

tidak ada kelainan tulang belakang

Anus

Tidak dilakukan pemeriksaan.

38

Status Obstetrik

 

1) Inspeksi:

 
 

Muka

: tidak ada oedem, tidak ada cloasme gravidarum

 

Mamae

: putting susu menonjol, terdapat hyperpigmentasi areola

Abdomen

: tidak ada bekas luka atau jahitan

Vulva

: tida dilakukan pemeriksaan

 

2)

Palpasi

 

Leopold I

:

belum teraba

Leopold II

:

belum teraba

Leopold III

:

belum teraba

Leopold IV

:

belum dilakukan

TFU

:

-

TBJ

:

-

3) Auskultasi :

 
 

DJJ

:

-

  • 2. Pemeriksaan penunjang : PP test positif (tanggal 8 November 2017)

  • e. ANALISA Ny.F usia 26 tahun G 2 P 1 A 0 amenore 6 +2 minggu Masalah : Nyeri pinggang Kebutuhan : informasi dan cara mengatasi nyeri pinggang

  • f. PELAKSANAAN Tanggal 22 November

Jam 11.15 WIB

  • 1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan bahwa kondisi ibu dan janin baik serta sehat Hasil : ibu merasa bahagia apabila ibu dan bayi dalam kondisi sehat

  • 2. Menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup kurang lebih 8 jam dan tidak terlalu banyak melakukan aktivitas. Hasil : Ibu mengerti dan bersedia untuk istirahat yang cukup

    • 3. Memberikan penkes tentang kebutuhan gizi ibu hamil bahwa pada kehamilan awal, gizi ibu sangat penting digunakan untuk membantu pembentukan organ- organ janin. Dengan memperbanyak makan sayuran hijau yang banyak

39

mengandung zat besi, buah-buahan dan makanan yang mengandung protein seperti ikan, kedelai. Hasil : Ibu paham dan bersedia melakukannya

  • 4. Memberikan ibu terapi tablet Fe 10 dan Vitamin B6 10 untuk diminum 1x1 sehari. Hasil : ibu mengerti dan bersedia meminumnya.

  • 5. Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 1 bulan yang akan datang pada tanggal 22 Desember 2017 atau sewaktu-waktu jika ada keluhan Hasil : ibu bersedia melakukan kunjungan ulang1 bulan yang akan datang atau sewaktu-waktu jika ada keluhan.

Pembimbing Klinik

Grobogan,

November 2017 Praktikan

Eka Sri Hariati, SKM, S.ST.Keb NIP. 19721113 199302 2 002

Harisatul Qoyyimah

NIM.P1337424415040

Pembimbing Institusi

Nur Khafidhoh, S.SiT, M.Kes NIP. 19801026 200604 2 003

40

BAB IV

PEMBAHASAN

1.

Pengkajian Pengkajian dilakukan oleh penulis dengan anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan umum, sehingga kebutuhan penulis akan data klien lengkap sehingga mendukung penetapan diagnosa. Persamaan dan perbedaan pengkajian antara teori dan praktek

 

PENGKAJIAN

TEORI

PRAKTEK

DS

Identitas pasien

Nama, Umur, Agama,

Sama dengan teori

dan penanggung

Pendidikan,Pekerjaan, Suku,

jawab

Alamat

Alasan datang

Ada alasan datang dan keluhan utama pasien

Sama dengan teori

Riwayat

Kesehatan sekarang, dahulu,

Sama dengan teori

kesehatan

dan keluarga

Riwayat obstetric

Riwayat haid, riwayat kehamilan dan persalinan lalu,riwayat perkawinan, kehamilan sekarang, dan KB

Sama dengan teori

Pola pemenuhan

Pola nutrisi,istirahat,

Hanya ada pola

kebutuhan sehari

aktivitas,eliminasi, personal

nutrisi, aktivitas, dan

hari

hygiene,psico,sosial, cultural,tingkat pengetahuan

eliminasi

DO

KU,Tanda tanda vital

Kesadaran, TD, N, RR, T

Sama dengan teori

Status present

Head to toe

Sama dengan teori kecuali genetalia,

41

     

punggung

Status obstetrikus

Muka, mamae, abdomen, vulva

Sama sesuai teori kecuali vulva

Pemeriksaan lain

Leopold, refleks patella,

Leopold,

pemeriksaan dalam, dan

pemeriksaan

pemeriksaan penunjang

penunjang (Hb,

HbsAg, Gol.darah

belum dilakukan)

  • 2. Analisa Analisa yang ada pada praktek umumnya sudah sesuai dan sama dengan teori asuhan kehamilan.

  • 3. Penatalaksanaan Pada dasarnya pelaksanaan asuhan kebidanan pada ibu hamil normal dilapangan telah sesuai dengan teori yang ada. Namun pemeriksaan fisik di lapangan tidak dilakukan secara lengkap hanya meliputi hal hal terpenting untk menegakkan diagnosa. Klien diberi konseling mengenai kehamilan, mulai dari nutrisi ketika hamil, istirahat yang cukup, aktivitas dan kegiatan yang tidak boleh berat berat, tanda bahaya kehamilan yang harus diwaspadai, tumbuh kembang janin di dalam rahim, dan perubahan yang terjadi pada saat kehamilan trimester awal. Selain itu pasien juga diberitahu kapan harus datang lagi dan kontrol ulang. Di lapangan kunjungan ANC lebih banyak dari standart ANC yang ditetapkan. Rata rata ibu hamil memeriksakan kehamilannya tiap satu bulan sekali. Hal ini jauh lebih bagus karna dengan adanya kunjungan rutin, deteksi dini akan lebih mudah dilakukan serta dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

42

BAB V

PENUTUP

A.

KESIMPULAN

Kehamilan awal adalah waktu dimana terjadi perubahan perubahan yang sangat signifikan baik secara fisik maupun psikis. Hal ini terjadi karna adanya adaptasi dari kondisi tidak hamil ke masa kehamilan. Keluhan yang umum terjadi adalah adanya ketidaknyamanan dan gangguan rasa mual muntah. Penegakan diagnosa dilakukan setelah adanya pengkajian secara menyeluruh pada ibu yang akan hamil yaitu meliputi anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan dalam dan pemeriksaan laboratorium. Selain itu, dalam memberikan asuhan kebidanan pada proses persalinan, maka penolong harus memahami kondisi psikologi ibu dan langkah pada memberikan pertolongan dengan harapan persalinan berlangsung aman, nyaman, dan bersih tanpa adanya komplikasi yang mungkin terjadi. Motivasi pada ibu untuk selalu minum obat yang diberikan seperti tablet Fe dan asam folat harus dilakukan, karna akan berdampak buruk pada persalinan apabilah obat tersebut tidak dikonsumsi.

B.

SARAN

  • 1. Sebagai mahasiswa dan bidan sebaiknya tetap melakukan standar ANC 14 T

  • 2. Bagi bidan dan mahasiswa diharapkan mampu dan terus meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan yang diterapkan dalam asuhan yang diberikan.

  • 3. Diharapkan klien dan petugas ada rasa saling percaya dalam Asuhan Kebidanan yang diberikan.

  • 4. Untuk ibu dan keluarga sebaiknya selalu patuh dengan saran yang diberikan oleh bidan.

43

DAFTAR PUSTAKA

Baety,Aprilia Nurul.2012.Kehamilan dan Persalinan Panduan Praktik Pemeriksaan.Yogyakarta:Graha Ilmu Hani,Ummi,dkk.2010.Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan Fisiologis.Jakarta:Salemba Medika. Rukiyah,Ai Yeyeh,dkk.2009.Asuhan Kebidanan I (Kehamilan).Jakarta:Trans Info Media Saifuddin, Abdul Bari.2009.Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.Jakarta:Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Saifuddin, Abdul Bari.2010.Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.Jakarta:Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Varney, Helen, dkk. 2007. Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Jakarta: EGC.

44

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL FISIOLOGIS PADA Ny. R UMUR 26 TAHUN G 2 P 1 A 0 HAMIL 6 +2 MINGGU DI PUSKESMAS GODONG 1

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL FISIOLOGIS PADA Ny. R UMUR 26 TAHUN G P A HAMIL

LAPORAN Disusun untuk Memenuhi Tugas Kuliah Praktik Klinik Kebidanan Fisiologi dan Praktik Kegawatdaruratan Maternal Neonatal Semester V

Oleh Harisatul Qoyyimah

P1337424415040

PRODI S1 TERAPAN KEBIDANAN SEMARANG JURUSAN KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

2017

i

HALAMAN PENGESAHAN

Judul Laporan Ilmiah

: ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL FISIOLOGIS PADA

Ny. R UMUR 26 TAHUN G 2 P 1 A 0 HAMIL 6 +2 MINGGU DI PUSKESMAS GODONG 1

Nama Penulis

: Harisatul Qoyyimah

NIM

: P1337424415040

Program Studi

: S1 Terapan Kebidanan Semarang Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Pembimbing Klinik

Grobogan,

November 2017 Praktikan

Eka Sri Hariati, SKM, S.ST.Keb NIP. 19721113 199302 2 002

Harisatul Qoyyimah

NIM.P1337424415040

Pembimbing Institusi

Nur Khafidhoh, S.SiT, M.Kes NIP. 19801026 200604 2 003

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penulisan Asuhan Kebidanan pada ibu hamil fisiologis. Penulisan makalah ini merupakan salah satu persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Praktik Kegawatdaruratan Maternal Neonatal dan Praktik Klinik Fisiologi

di Prodi S1 Terapan Kebidanan Semarang Poltekkes Kemenkes Semarang. Dalam penulisan makalah ini, tidak lepas dari adanya bantuan dari berbagai pihak, untuk itu penulis menyampaikan terima kasih kepada :

  • 1. Bidan pembimbing klinik pada Praktik Kegawatdaruratan Maternal Neonatal dan Praktik Klinik Fisiologi

  • 2. Ibu Nur Khafidhoh, S.SiT, M.Kes selaku dosen pembimbing pada Mata Kuliah Praktik Kegawatdaruratan Maternal Neonatal dan Praktik Klinik Fisiologi

  • 3. Rekan-rekan yang mengikuti Mata Kuliah Praktik Klinik Kebidanan.

  • 4. Keluarga yang selalu mendukung penulis.

  • 5. Semua pihak yang ikut membantu penulisan makalah yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

Dalam penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.

Semarang, November 2017

Penulis

iii