Anda di halaman 1dari 24

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat, taufik dan hidayahNya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan
laporan kegiatan elektif yang berjudul “Perencanaan kehamilan yang tepat di wilayah kerja
puskesmas Sumber Lawang”. Dengan harapan hasil dari kegiatan ini dapat memberikan
ilmu yang bermanfaat bagi ibu – ibu dalam merencanakan kehamilan yang tepat.
Ucapan terimakasih penulis ucapkan kepada pihak-pihak yang telah banyak
membantu dalam menyusun laporan ataupun dalam kegiatan elektif, terutama kepada:
1. Kepada orang tua yang telah banyak memberikan doa dan dorongan semangat.
2. dr. H. P. Lutfi Ghazali, M.Kes selaku pembimbing fakultas
3. dr. Eni Suramto selaku kepala puskesmas Sumber Lawang
4. dr. Yoesi Nirmiyanto selaku dosen pembimbing lapangan 1
5. Ibu Nina Kurniawati, Amd. Keb selaku dosen pembimbing lapangan 2
6. Staf Poli KIA/KB puskesmas Sumber Lawang
7. Semua pihak yang terkait yang namanya tidak dapat disebutkan satu persatu yang
telah membantu dalam kegiatan elektif ini.
Penulis sadar bahwa dalam penyusunan maupun penulisan laporan ini masih terdapat
kekurangan disana sini. Penulis berharap para pembaca dapat memberikan kritik dan saran
yang sifatnya membangun untuk perbaikan laporan ini. Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Sragen, 9 Agustus 2014

Penulis
BAB I

LATAR BELAKANG

Kehamilan merupakan suatu anugerah yang menakjubkan bagi seorang wanita.


Banyak hal menakjubkan yang terjadi saat kehamilan terjadi. Mulai dari proses awalnya
penciptaan manusia, hingga perubahan – perubahan yang dirasakan ketika wanita hamil.
Untuk hamil perlu adanya persiapan dan perencanaan yang matang bagi seorang calon ibu,
karena tanpa adanya persiapan yang matang, kehamilan yang pada awalnya diinginkan
sebagai sebuah kebahagiaan justru berubah menjadi kesedihan. Salah satu alasan mengapa
perlu persiapan dan perencanaan yang matang dalam kehamilan yaitu karena masih
tingginya angka kematian ibu melahirkan di Indonesia. Indonesia saat ini masih menempati
posisi tertinggi di kawasan Asia Tenggara (Who, 2010).
Angka kematian ibu (AKI) merupakan salah satu indikator dari tingkat kesehatan
suatu daerah. Artinya, semakin tingginya angka kematian ibu, menunjukkan rendahnya
tingkat kesehatan di daerah tersebut. Berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Kesehatan
Indonesia pada tahun 2007 angka kematian ibu (AKI) sebesar 248 per 100.000 kelahiran
hidup. Angka ini lebih rendah dari AKI sebelumnya yaitu 307 per 100.000 kelahiran hidup
pada tahun 2003, akan tetapi angka ini masih tertinggi di kawasan Asia Tenggara,
sementara target Sementara target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional
(RPJMN) yaitu 226 per 100.000 Kelahiran Hidup (Badan Pusat Statistik, 2007; Dinkes
Jawa Tengah, 2012).
Berdasarkan data statistik yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan RI
Pendarahan menempati angka tertinggi penyebab kematian ibu yaitu sebesar 28 persen,
anemia dan kekurangan energi kronis (KEK) merupakan penyebab utama terjadinya
perdarahan pada ibu hamil. Eklampsia menempati urutan kedua penyebab tingginya angka
kematian ibu yaitu sebesar 24 persen, kemudian disusul oleh infeksi sebesar 11 persen. Di
lain hal factor yang mempengaruhi tingginya Angka Kematian ibu di Indonesia disebabkan
oleh pendidikan dan pengetahuan, sosial budaya, sosial ekonomi, geografi dan lingkungan,
aksesabilitas ibu pada fasilitas kesehatan serta kebijakan makro dalam kualitas pelayanan
kesehatan. Selain itu factor resiko lain yang berperan adalah dari ibu itu sendiri yaitu
kriteria 4 “terlalu”, yaitu terlalu tua pada saat melahirkan (>35 tahun), terlalu muda pada
saat melahirkan (<20 tahun), terlalu banyak anak (>4 anak), terlalu rapat jarak
kelahiran/paritas (<2 tahun) (Depkes RI, 2010; Dinkes Jawa Tengah, 2012).
WHO mengembangkan konsep Four Pillars of Safe Motherhood untuk
menggambarkan ruang lingkup upaya penyelamatan ibu dan bayi . Empat pilar upaya Safe
Motherhood tersebut adalah keluarga berencana, asuhan antenatal, persalinan bersih dan
aman, dan pelayanan obstetri esensial. Asuhan antenatal dapat digunakan untuk mendeteksi
dini terjadinya risiko tinggi kehamilan dan persalinan sehingga menurunkan angka
kematian ibu dan memantau keadaan janin (Sibley, 1996).
BAB II
METODE

2.1 Wawancara
Wawancara merupakan metode yang digunakan untuk menggali masalah yang ada
di wilayah kerja puskesmas serta bertujuan untuk mengumpulkan data. Wawancara
dilakukan kepada Kepala Puskesmas, staf puskesmas, bidan desa, staf bagian poli
kesehatan ibu dan anak (KIA) dan poli keluarga berencana (KB). Dari hasil wawancara
ditemukan permasalahan yang menarik di poli bagian KIA dan KB tentang kurangnya
perencaan kehamilan, Hal ini bisa dilihat dengan masih ditemukannya ibu hamil dengan
resiko tinggi, sehingga penulis mengangkat tema tersebut untuk kegiatan program elektif.
2.2 Data Puskesmas
Data puskesmas adalah metode lain yang digunakan oleh penulis untuk menggali
informasi dan permasalahan yang ada, selain menggunakan metode wawancara dengan
kepala serta staf puskesmas. Data yang didapatkan bertujuan untuk mendukung bukti
permasalahan yang ada serta menambah jumlah data yang didapatkan dengan metode
wawancara. Data yang didapatkan dibagi menjadi dua bagian yaitu data umum dan data
khusus. Data umum berupa berupa program dan kegiatan serta permasalahan yang ada
secara gambaran umum di bagian KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) sedangkan data khusus
meliputi kegiatan yang dilakukan di bagian program kesehatan ibu, khususnya masalah
kehamilan. Data khusus ini kemudian dijadikan acuan yang berkaitan dengan tema kegiatan
elektif.
.
BAB III

HASIL OBSERVASI

3.1 Fakta Masalah


Setelah dilakukan wawancara dan pengumpulan data dari puskesmas, ditemukan
beberapa permasalahan di poli KIA/KB. Masalah yang sering terkait di program KIA/KB
yaitu masih ditemukannya angka resiko tinggi kehamilan dan kurangnya pengetahuan
masyarakat tentang pemilihan alat kontrasepsi yang tepat. Resiko tinggi kehamilan dapat
terkait dengan kurangnya perencanaan kehamilan dan kurangnya pengetahuan masyarakat
khususnya ibu hamil tentang kehamilan yang baik itu sendiri. Maka dari itu penyuluhan
berupa pemberian informasi tentang pentingnya perencanaan kehamilan serta konseling
tentang pemilihan alat kontrasepsi dirasa penting. permasalahan kesehatan yang sering
ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Sumber Lawang.
Wawancara kemudian dilanjutkan dengan staf KIA/KB dan bidan desa untuk
mendapatkan hasil yang lebih terperinci. Dari hasil wawancara didapatkan bahwa
kurangnya tenaga kesehatan untuk memberikan penyuluhan tentang perencanaan
kehamilan, kemudian luasnya wilayah kerja puskesmas, adanya factor sosioekonomi serta
adanya semacam tradisi yang berkembang di masyarakat menjadi salah satu factor masih
adanya angka resiko tinggi kehamilan di masyarakat serta kurangnya pengetahuan
masyarakat tentang pemilihan alat kontrasepsi.
Pemilihan masalah yang dilakukan pada kegiatan ini adalah bagaimana perencanaan
kehamilan yang tepat. Kegiatan itu meliputi memberikan informasi kepada masyarakat
tentang apa saja faktor resiko tinggi kehamilan, pentingnya antenatal care dalam kehamilan,
serta pemilihan alat kontrasepsi yang tepat. Alasan diambilnya tema ini karena masih
banyak ibu yang tidak mengetahui apa saja resiko tinggi kehamilan dan pentingnya
antenatal care dalam kehamilan, kemudian bingung ketika pemilihan alat kontrasepsi
setelah persalinan maupun ketika tidak hamil.
Dari hasil observasi didapatkan data tentang resiko tinggi kehamilan sebagai berikut :

Jarak
Umur Umur Paritas Kelainan Anemia
2010 Persalinan Perdarahan Hipertensi
<20 th >35 th >5 Letak gravis
< 2 th
Januari 4 2 2
Februari 2 3 1
Maret 2 2 6
April
Mei 1 1
Juni 1
Juli 1
Agustus 3 5 4
September 4 3 1 1 1
Oktober 1 2 1 1
Nopember 3 2 2 1
Desember 3 1 1 2

Berdasarkan data diatas didapatkan resiko tinggi kehamilan yang paling tinggi adalah
terlalu tua, terlalu muda serta anemia.

3.2 Rencana Intervensi


Berdasarkan data yang didapat akan dilakukan intervensi berupa penyuluhan yang
bertujuan untuk memberikan pengertian tentang pentingya perencanaan kehamilan, resiko
tinggi kehamilan, pentingnya antenatal care dalam kehamilan, perencanaan KB serta
perencanaan jangka panjang untuk kehamilan selanjutnya. Sehingga masyarakat, khususnya
ibu hamil, maupun usia produktif mengerti tentang perencanaan kehamilan mulai dari awal
kehamilan, kelahiran hingga pemilihan kontrasepsi yang tepat. Ibu – ibu hamil maupun usia
produktif diberikan leaflet mengenai perencanaan kehamilan yang didalamnya berisi resiko
tinggi kehamilan, hal yang dilakukan ketika hami, metode – metode kontrasepsi yang tepat.
3.2.1 Penyuluhan Langsung
Penyuluhan langsung merupakan salah satu metode yang digunakan dalam kegiatan
elektif ini. Penyuluhan langsung diberikan di posyandu, kemudian dilakukan juga kegiatan
konseling di poli KIA/KB. Alasan dilakukannya penyuluhan langsung karena agar tercipta
komunikasi dua arah antara penulis dengan ibu – ibu serta memberikan pengertian tentang
tentang apa saja faktor resiko tinggi kehamilan, pentingnya antenatal care dalam kehamilan,
serta pemilihan alat kontrasepsi yang tepat. Sehingga diharapkan ibu hamil maupun ibu
usia produktif mengerti mengenai pentingnya perencanaan kehamilan
3.2.2 Media Promosi
Media promosi yang digunakan pada kegiatan ini adalah berupa leaflet. Alasan
digunakan leaflet karena dengan menggunakan leaflet dapat memuat banyak informasi
sehingga masyarakat dapat membacanya kembali di rumah, alasan lainnya adalah leaflet
murah dari segi biaya sehingga dapat dicetak banyak. Leaflet yang digunakan pada
kegiatan ini berisi pengertian kehamilan itu sendiri, kemudian pengenalan resiko tinggi
kehamilan, hal yang dilakukan ketika antenatal care kemudian jenis kontrasepsi serta
kekurangan dan kelebihaannya masing – masing. Dengan media promosi ini diharapkan ibu
hamil maupun usia produktif dapat memahami serta mengingat tentang perencanaan
kehamilan itu secara garis besar, sehingga kehamilan yang diharapkan dapat berjalan
dengan baik.
BAB IV

INTERVENSI

4.1 Respon Masyarakat

Intervensi Respon dari masyarakat


Penyuluhan secara langsung Penyuluhan diberikan langsung kepada
masyarakat melalui posyandu dengan
dibantu oleh kader posyandu serta bidan
desa serta di berikan di poli KIA. Respon
masyarakat khususnya ibu hamil maupun
usia produktif sangat baik, mereka sangat
antusias dengan pemaparan materi yang
disajikan oleh penulis ditandai dengan
banyaknya pertanyaan yang ditanyakan oleh
ibu – ibu baik itu seputar kesehatan secara
umum maupun kesehatan ibu secara khusus.
Begitu pula dengan kegiatan konseling di
poli KIA/KB.
Leaflet Leaflet merupakan media yang mudah,
murah serta efektif digunakan pada
penyuluhan ini karena dari leaflet yang
diberikan ibu – ibu dapat memahami tentang
resiko tinggi kehamilan, antenatal care serta
metode kontrasepsi. Kemudian dengan
adanya leaflet ibu – ibu bisa membaca ulang
hasil pemaparan yang disajikan oleh penulis
di rumah, sehingga apa yang disampaikan
oleh penulis sebelumnya mudah diingat.
4.2 Perubahan Yang Terjadi

Perubahan yang terjadi pada masyarakat belum bisa dapat dirasakan secara
langsung setelah diberikan intervensi berupa penyuluhan dan pembagian lealet. Perlu
penyuluhan yang berkelanjutan dan waktu yang lama agar masyarakat mengerti dan
memahami makna sebenarnya dari pentingnya perencanaan kehamilan. Perubahan singkat
yang terjadi adalah ibu hamil maupun usia produktif tahu mengenai resiko tinggi
kehamilan, antenatal care serta kontrasepsi dengan kelebihan dan kekurangannya masing –
masing.

4.3 Harapan Masyarakat

Harapan dari masyarakat khususnya ibu hamil maupun usia produktif, yaitu kegiatan
penyuluhan mengenai kesehatan ibu dan anak khususnya dapat dilakukan berkelanjutan
karena ibu hamil di setiap kelas bumil setiap 9 bulan berganti sehingga perlu penambahan
informasi yang berkelanjutan, dan juga dengan adanya penyuluhan dapat memberikan
informasi yang bermanfaat bagi ibu hamil maupun usia produktif yang sebelumnya belum
tahu tentang informasi tersebut.
BAB V

PEMBAHASAN

Setelah dilakukan kegiatan elektif selama delapan hari di bagian KIA/KB


puskesmas Sumber Lawang, secara keseluruhan kegiatan ini berjalan lancar. Kegiatan yang
dilakukan antara lain, wawancara kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data. Tujuan
dari dilakukannya wawancara dan pengumpulan data adalah untuk mencari permasalahan
yang terjadi di puskesmas wilayah kerja kecamatan Sumber Lawang. Adapun permasalahan
yang ditemukan yaitu tentang resiko tinggi kehamilan, antenatal care serta pemilihan alat
kontrasepsi yang tepat. Dari permasalahan tersebut kemudian dilakukan intervensi yang
bertujuan agar ibu hamil maupun usia produktif paham mengenai masalah yang
dihadapinya sehingga menemukan solusi akan masalah tersebut. Intervensinya berupa
penyuluhan langsung dan pemberian leaflet, dengan tujuan meningkatkan dan menambah
pengetahuan ibu hamil dan usia produktif tentang perencanaan kehamilan yang meliputi
resiko tinggi kehamilan, antenatal care serta pemilihan alat kontrasepsi

5.1 Wawancara
Wawancara yang dilakukan pada kepala puskesmas, staf puskesmas, bidan desa,
staf bagian KIA/KB menguraikan bahwa masalah salah satu masalah kesehatan yang terjadi
di masyarakat adalah kesehatan ibu. Secara khusus masalah kesehatan ibu itu adalah resiko
tinggi kehamilan yang menjadi tujuan pembangunan millenium. Maka dari itu kegiatan
pemberian informasi tentang perencanaan kehamilan yang tepat yang didalamnya berisi
mengenai resiko tinggi kehamilan, antenatal care serta pemilihan kontrasepsi dirasa
penting. Kegiatan yang berkaitan tersebut bertepatan dengan kegiatan elektif yaitu berupa
posyandu dan kelas ibu hamil.
Dari hasil wawancara dengan staf KIA/KB dan bidan desa didapatkan informasi
bahwa kurangnya tenaga kesehatan untuk memberikan penyuluhan tentang perencanaan
kehamilan, kemudian luasnya wilayah kerja puskesmas, adanya factor sosioekonomi serta
adanya semacam tradisi yang berkembang di masyarakat menjadi salah satu faktor masih
adanya angka resiko tinggi kehamilan di masyarakat serta kurangnya pengetahuan
masyarakat tentang pemilihan alat kontrasepsi.
Menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) adalah
salah satu tujuan program KIA/KB sehingga sesuai dengan tujuan tersebut penulis mencari
tema kegiatan elektif yang bertujuan untuk menurunkan AKI, yaitu berupa penyuluhan
perencanaan kehamilan yang tepat yang berisi informasi tentang resiko tinggi kehamilan,
antenatal care serta pemilihan kontrasepsi dengan tujuan agar ibu hamil serta ibu usia
produktif memiliki pengetahuan tentang kehamilan sehingga dapat menurunkan AKI.
5.2 Penyuluhan Langsung
Penyuluhan diberikan secara langsung kepada ibu di masing – masing posyandu
yaitu posyandu Pucung, posyandu Nyawun, posyandu Plosorejo, posyandu Kaligando,
posyamdu Kacangan dan posyandu Pagak. Ketika tidak ada kegiatan posyandu kegiatan
elektif dilaksanakan di poli KIA/KB puskesmas Sumber Lawang, kegiatan di poli KIA/KB
diisi antara lain dengan konseling kontrasepsi, mulai dari jenis kontrasepsi, cara
penggunaan, kelebihan serta kekurangan masing – masing kontrasepsi. Dari hasil
penyuluhan tersebut diharapkan ibu hamil dan ibu usia produktif paham dan mengerti
tentang pentingya perencanaan kehamilan.
Dari hasil magang di KIA/KB penulis mendapat informasi tentang permasalahan
kesehatan ibu antara lain resiko tinggi kehamilan. Dari data didapatkan bahwa resiko tinggi
kehamilan yang paling tinggi adalah terlalu tua, terlalu muda serta anemia. Untuk resiko
yang pertama yaitu terlalu tua, dari hasil wawancara didapatkan bahwa hal yang membuat
ibu tersebut terlalu tua hamil antara lain karena gagal kontrasepsi, ingin memiliki banyak
anak serta tradisi ataupun paham yang menganut banyak anak banyak rezeki. Resiko yang
kedua yaitu terlalu muda disebabkan oleh factor sosioekonomi, sehingga orang tua
memutuskan untuk menikahkan anaknya cepat agar anaknya mandiri. Resiko ketiga
anemia, disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang makanan yang banyak
mengandung zat besi serta kurangnya kesadaran untuk minum tablet besi selama hamil.
Sehingga atas dasar ini penulis menyampaikan penyuluhan tentang perencanaan kehamilan
yang tepat, agar resiko tinggi kehamilan dapat diminimalisir.
Untuk metode kontrasepsi, KB suntik menempati posisi teratas untuk metode
kontrasepsi, kemudian diikuti oleh pil. Sangat jarang masyarkat yang menggunakan metode
kontrasepsi jangka panjang, alasannya adalah karena takut dengan metode pemasangannya,
kemudian di masyarakat juga berkembang mitos bahwa jika salah satu KB jangka panjang
yaitu IUD nanti dapat berpindah posisi ke dalam perut, sehingga masyarakat enggan
menggunakan KB tersebut. Atas dasar inilah penulis ingin memberikan informasi yang
jelas kepada ibu – ibu agar ibu – ibu mengrti tentang apa itu metode kontrasepsi sehingga
mitos – mitos yang selama ini berkembang di masyarakat dapat dihilangkan.
BAB VI
KESIMPULAN

Dari pelaksaanan kegiatan elektif yang berlangsung delapan hari di wilayah kerja
puskesmas Sumber Lawang ditemukan berbagai macam masalah kesehatan lainnya tidak
hanya masalah kesehatan ibu. Didapatkan informasi masalah kesehatan yang selama ini
tidak terdapat di textbook, seperti anemia yang terjadi pada kehamilan karena tidak
patuhnya minum tablet besi, yang meminumnya adalah suaminya sendiri, atau tablet
besinya ditaruh dibawah bantal. Kemudian mitos – mitos tentang kontrasepsi IUD di
masyarakat. Dari hasil kegiatan elektif diambil kesimpulan bahwa masalah kesehatan ibu
khususnya tingginya angka resiko tinggi kehamilan, dipengaruhi oleh beberapa factor
antara lain, sosioekonomi, pendidikan serta rendahnya pengetahuan. Sehingga dengan
adanya kegiatan elektif ini penulis berharap agar dapat menurunkan angka resiko tinggi
kehamilan dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang perencanaan kehamilan.

SARAN

Agar kegiatan penyuluhan sering dilakukan supaya masyarakat dapat terpenuhi


kebutuhannya akan informasi kesehatan sehingga target Millennium Development Goals
pada tahun 2015 yang salah satunya yaitu mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu
dalam proses melahirkan dapat tercapai.
DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik. 2007. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia.

Depkes RI., 2010. Pedoman Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak

(PWS-KIA). Jakarta: DepkKes RI.

Depkes RI., 2012. Profil Kesehatan Indonesia 2012. Jakarta : Depkes RI

Dinkes Jawa Tengah., 2012. Buku Profil Kesehatan Jawa Tengah 2012. Semarang

Sibley, L., Armbruster, D., 1996. Obstetric first aid in the community partners in safe

motherhood. Journal of Nurse Midwifery, No 2, 117-121.

WHO., 2010. Trends in Maternal Mortality:1990 to 2010. Geneva


LAMPIRAN

Kegiatan harian yang dilakukan dokter muda selama kegiatan elektif:


No. Hari, Tanggal Kegiatan yang
Waktu Hasil
dan Tempat dilakukan
1 Senin, 21/07/2014 07.00-07.30 - Mempersiapkan untuk - Menemukan kendala
Puskesmas kegiatan magang hari – kendala yang
Sumber Lawang pertama, absensi, sering terjadi di poli
berkoordinasi dengan KIA/KB terkait
kepala puskesmas, program yang
staf poli KIA/KB dilaksanakan
tentang kegiatan khususnya untuk
elektif yang akan pelayanan ibu hamil
dilakukan. dan keluarga
07.30-12.00 - Perkenalan dengan staf berencana.
poli Kia KB - Diberikan penjelasan
- Magang di poli mengenai kegiatan
KIA/KB yang dilakukan di
- Menanyakan kegiatan poli KIA/KB, yang
dan program yang berkaitan dengan alur
biasa dilakukan di poli pemeriksaan,
KIA/KB. pemeriksaan, serta
15.00-17.00 - Melakukan pencatatan pasien
penyuluhan tentang - Membantu kegiatan
perencanaan di poli KIA/KB
kehamilan yang tepat berupa pemeriksaan
pada ibu – ibu di pasien
posyandu Pucung - Mengadakan
kegiatan konseling
dengan ibu hamil dan
tentang kesehatan
ibu.
- Mendapatkan
berbagai pertanyaan
oleh ibu – ibu seputar
masalah kehamilan,
kesehatan reproduksi
serta kontrasepsi
serta peran serta aktif
dari peserta
penyuluhan
2 Selasa, 22-7-2014 07.00-07.30 - Mempersiapkan untuk - Mendapatkan arahan
Puskesmas kegiatan magang hari untuk produk elektif
Sumber Lawang kedua, absensi, yang dipilih untuk
berkoordinasi dengan kegiatan elektif.
kepala puskesmas, staf - Membantu kegiatan
poli KIA/KB tentang di poli KIA/KB
kegiatan elektif berupa pemeriksaan
07.30-12.00 - Magang di BP KIA pasien
Puskesmas Sumber - Mengadakan
Lawang kegiatan konseling
12.30-14.00 - Wawancara dengan dengan ibu hamil dan
bidan desa terkait tentang kesehatan
dengan masalah ibu.
kehamilan dan
berdiskusi tentang
kegiatan elektif yang Mendapatkan
akan dilakukan berbagai pertanyaan
15.00-17.00 Melakukan penyuluhan oleh ibu – ibu seputar
tentang perencanaan masalah kehamilan,
kehamilan yang tepat kesehatan reproduksi
pada ibu – ibu di serta kontrasepsi serta
posyandu Ngawen peran serta aktif dari
peserta penyuluhan
3 Rabu, 23-7-2014 07.00-07.30 - Mempersiapkan untuk - Memaparkan hasil
Puskemas Sumber kegiatan magang, leaflet yang telah
Lawang absensi, berkoordinasi dirancang untuk
dengan, staf poli kegiatan elektif pada
KIA/KB tentang kepala puskesmas
kegiatan elektif - Membantu kegiatan
07.30-12.00 - Magang di poli di poli KIA/KB
KIA/KB Puskesmas berupa pemeriksaan
Sumber Lawang pasien
12.30-14.00 - Mengumpulkan data - Mendapatkan data
ibu hamil dengan resiko ibu dengan
tinggi kehamilan resiko
15.00-17.00 - Melakukan penyuluhan tinggi
tentang perencanaan - Mengadakan
kehamilan yang tepat kegiatan konseling
pada ibu – ibu di dengan ibu hamil
posyandu Ploserejo dan tentang
kesehatan ibu.
- Membantu
menganamnesis dan
memeriksa pasien
yang datang ke
puskesmas
- Memberikan leaflet
serta menerangkan
isi dari leaflet
tersebut pada pasien

4 Kamis, 24-07- 07.00-07.30 - Mempersiapkan untuk - Membantu kegiatan


2014, Puskesmas kegiatan magang hari, di poli KIA/KB
Sumber Lawang absensi, berkoordinasi berupa pemeriksaan
dengan, staf poli pasien
KIA/KB tentang - Mendapatkan data
kegiatan elektif metode KB yang
07.30-12.00 Magang di poli KIA/KB digunakan oleh ibu
Puskesmas Sumber – ibu di kecamatan
Lawang Sumberlawang
12.30-14.00 - Mengumpulkan data - Mengadakan
metode kontrasepsi di kegiatan konseling
puskesmas dengan ibu hamil
Sumberlawang dan tentang
15.00-17.00 - Melakukan penyuluhan kesehatan ibu.
tentang perencanaan - Membantu
kehamilan yang tepat menganamnesis dan
pada ibu – ibu di memeriksa pasien
posyandu Kaligandu yang datang ke
puskesmas
- Memberikan leaflet
serta menerangkan
isi dari leaflet
tersebut pada pasien
5 Jumat, 25-7-2014, 07.00-07.30 - Mempersiapkan untuk - Membantu kegiatan
Puskesmas kegiatan magang hari, di poli KIA/KB
Muntilan I absensi, berkoordinasi berupa pemeriksaan
dengan, staf poli pasien
KIA/KB tentang - Mengadakan
kegiatan elektif kegiatan konseling
07.30-12.00 - Magang di poli dengan ibu hamil
KIA/KB Puskesmas dan tentang
Sumber Lawang kesehatan ibu.
12.30-14.00 - Wawancara dengan - Membantu
bidan desa terkait menganamnesis dan
dengan masalah memeriksa pasien
kehamilan dan yang datang ke
berdiskusi tentang puskesmas
kegiatan elektif yang - Memberikan leaflet
akan dilakukan serta menerangkan
15.00-17.00 - Melakukan penyuluhan isi dari leaflet
tentang perencanaan tersebut pada pasien
kehamilan yang tepat
pada ibu – ibu di
posyandu Kacangan
6 Sabtu, 26-07- 07.00-07.30 - Mempersiapkan untuk - Membantu kegiatan
2014, Puskesmas kegiatan magang hari, di poli KIA/KB
Sumber Lawang absensi, berkoordinasi berupa pemeriksaan
dengan, staf poli pasien
KIA/KB tentang - Mengadakan
kegiatan elektif kegiatan konseling
07.30-13.00 - Magang di poli dengan ibu hamil
KIA/KB Puskesmas dan tentang
Sumber Lawang kesehatan ibu.
13.00-14.00 - Wawancara dengan - Membantu
bidan desa terkait menganamnesis dan
dengan masalah memeriksa pasien
kehamilan dan yang datang ke
berdiskusi tentang puskesmas
kegiatan elektif yang - Memberikan leaflet
akan dilakukan serta menerangkan
15.00-17.00 - Melakukan penyuluhan isi dari leaflet
tentang perencanaan tersebut pada pasien
kehamilan yang tepat
pada ibu – ibu di
posyandu
KacanganMelakukan
penyuluhan tentang
perencanaan kehamilan
yang tepat pada ibu –
ibu di posyandu Pagak
1. Saat memberikan penyuluhan
2. Saat berdiskusi dengan ibu di posyandu

3. Kegiatan Konseling di poli KIA dan ibu tampak antusias membaca leaflet