Anda di halaman 1dari 3

NAMA : KASIH KURNIA

NPM :12700460

KELAS :2012 D

1. Sebutkan obat antibiotika yang menyebabkan nefrotoksik dan jelaskan!

Jawab :

Macam – macam antibiotik yang menyebabkan nefrotoksik

a) Golongan Aminoglikosida
Kegagalan fungsi ginajl akibat pemakaian aminoglikosida terjadi bila kenaikan
kadar kreatinin plasma hingga kurang > umol / L. Selama atau setelah terapi, angka
kejadiannya 10 – 37% setara dengan dosis dan lamanya pemakaian, bahkan ada yang
mengatakan sampai 50% dalam waktu 14 hari atau lebih pemakaian. Walaupun sifat
nefrotoksisitasnya reversibel, tetapi dialisis kadang diperlukan karna beratnya kegagalan
ginjal akut.
Mekanisme terjadinya nefrotoksis
Aminoglikosida masuk ke dalam ginjal mencapai maksimal di korteks ginjal dan sel
tubulus, melalui proses endositosis dan squestration, aminoglikosida berikatan dengan
lisosom membentuk meiloid body atau lisosom sekunder dan fosfolipidosis. Kemudian
membran lisosom pecah dan melepaskan asam hidrolases dan mengakibatkan kematian
sel.
b) Golongan Sulfanamid
Obat golongan sulfonamide diekskresikan melalui ginjal, baik dalam bentuk asetil
maupun bentuk bebas. Masa paruh obat tergantung dari fungsi ginjal, karnanya harus
diperhatikan bila fungsi ginjal terganggu. Spektrum nefrotoksisitasnya meliputi : nefritis
intertitia akut, arteritis nekrotikan, gangguan ginjal akut akibat anemia hemolitik pada
pasien dengan defisiensi G-6-PD dan gangguan ginjal akut akibat kristaluria pada
pemakaian lama golongan sulfa ini.
c) Amphotericin B ( Am B )
Merupakan obat anti jamur yang efektif, tetapi efek nefrotoksik sangat banyak,
karenanya perlu perhatian khusus. Beberapa makalah melaporkan bahwa frekuensi
gangguan ginjal akut mencapai 49% dan 65%. Menurut Wingard dkk lebih 50% pasien
secara signifikan kadar serum kreatinin meningkat dari sebelumnya, dan 15% darinya
membutuhkan dialisis.
Am-B bersifat hidrofilik sehingga mudah bercampur dengan membran sel epithel
dan meningkatkan permiabelitas. Hal ini akan merusak sel endotel yang mengakibatkan
vasokontriksi arteriole afferen dan efferen glomerulus dan menyebabkan penurunan GFR
dan berakibat terjadi oliguria. Toksisitasnya terhadap tubulus tergantung dari efek toksik
langsung dan iskemik yang berkelanjutan
d) Rifampisin
Merupakan obat anti tuberkolosis yang mempunyai efek nefrotoksis dibandingkan
dengan anti tuberlosis lainnya. Insiden nefrotoksis bervariasi antara 1,8% sampai 16%
dari semua kasus gangguan ginjal akut ( GGA) . kebanyakan GGA karena rifampisin
akibat obat yang menginduce anemi hemolitik.
e) Acyclovir
Merupakan obat antivirus, bila diberikan lebih 500 mg/m2 intravena akan
menyebabkan nefrotoksis. Kelarutan yang rndah menyebabkan presipitasi intratubuler
dengan gejala obstruksiuropati dan hematuri. Pada pemeriksaan urin akan tampak adanya
kristal berbentuk jarum. Tampak adanya inflamasi pada daerah obstruksi di tubulus.
Faktor risiko terjadinya nefrotoksis meliputi pengurangan volume cairan, adanya
gejala insuffisiensi ginjal, dan infus bolus yang cepat.
f) Golongan Penicillin, Sefalosporin dan betalaktam lainnya
Kelainannya berupa nefritis interstitialis, diperkirakan terjadi berdasarkan mekanisme
reaksi immun yang tergantung dari dosis dan lamanya pemberian. Khususnya pada
meticillin dan penicilin G. Sedangkan ampicilin menimbulkan nefropati yang ada
hubungannya dengan kadar obat yang tinggi dalam serum. Walaupun nefropati penicillin
lebih didasari reaksi imun, tidak dapat disingkirkan kemungkinan efek nefrotoksik
langsung oleh penicilin yang dieberikan dalam dosis yang sangat tinggi dan untuk fase
yang sangat lama. Diantara ketiga golongan penicilin ini,meticilin yang tersering
menyebabkan nefritis intertitialis, bahkan telah dikemukakan bahwa frekuensi kejaidian
efek samping lebih dari yang idsangka selama ini. Sefalosporin meruapakan zat yang
nefrotokis meskipun jauh lebih kurang dari aminiglikosida dan polimiksin.nefrotoksis
terutama pada sefalodrin dosis 4gr/hari, sefalosporin lain dengan dosis terapi jauh kurang
toksis dibandingkan dengan sefalodrin,kombinasi dengan gentamisin dan tobramisisn
mempermudah nefrotoksis. Pada dasarnya nefrotoksisitas sefalosporin dikarenakan
adanya dosis yang berlebihan dan billa dikombinasikan dengan amino glikosida dan
metisilin.mekanisme nefrotoksis melalui reaksi iskemia dan endotoksemia serta renal
korteks mitokondria injury. Betalaktam lain umumnya mempunyai efek nefrotoksis yang
hampir sama dengan golongan penicilin dan sefalosporin
g) Fancomisin
merupakan antibiotika yang dihasilkan oleh streptomises orientalis,yang tidak dapat
diserap oleh saluran cerna,karenanya hanya diberikan intravena untuk mendapatkan efek
sistemik.obat ini sangat toksis, obat ini hanya dipakai kalau obat lain alergi. Uremia yang
fatal bila pemberiaan nya dosis besar,terapi yang lama,atau diberikan pada gangguan
ginjal.karena itu perlu monitoring yang sangat ketat. Pemakaian sekarang biasanya sudah
dengan bentuk lain yaitu dalam bentuk kombinasi dengan D-manitol dan makrogol
400(PEG400), dimana efek nefrotoksiknya jauh berkurang. Mekanisme kerusakan ginjal
akibat fankomisin melalui kerusakan glomerulus yaitu dilatasi bowman,s space dan
hipertrofi glomerulus. Sedangkan di tubulus bisa berupa dilatasi tubulus renalis,nekrosis
atau degenerasi epitel tubulusdan adanya silinder hyalin.