Anda di halaman 1dari 5

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK (WEBBED)

DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN TEMA PENGALAMAN


DI KELAS III SD NEGERI 5 KEBUMEN TAHUN AJARAN 2013/ 2014
Hanik Wijayanti1, Suhartono2, Joharman3
PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret, Jl. Kepodang 67A Panjer, Kebumen
Email honeyckx_nyi@yahoo.co.id
1. Mahasiswa PGSD FKIP UNS
2. Dosen PGSD FKIP UNS

Abstract. The Using of Thematic Learning Model (Webbed) in Improving


Experience Theme Learning III Grade Students of 5 Kebumen Academic Year
2013/2014. The purpose of this research to describe the improving Experience
Theme learning III Grade Students. This research is classroom action research. The
subjects of this research were 28 studenst of Elementary School III grade the
students 5 Kebumen who were 14 males and 14 females. The validity of the data
using triangulation techniques in the form of triangulation of data sources and data
collection techniques. The results of this study concluded that the using of thematic
learning model (webbbed) which done excat of the step can be improving learning
experience theme elementary school III grade students of 5 Kebumen academic year
2013/2014.

Keywords : Thematic Learning, Model, Experience

Abstrak. Penggunaan Model Pembelajaran Tematik (Webbed) dalam


Peningkatan Pembelajaran Tema Pengalaman Di Kelas III SD Negeri 5
Kebumen Tahun Ajaran 2013/2014. Tujuan Penelitian ini yaitu meningkatkan
pembelajaran tema pengalaman di kelas III. Penelitian ini merupakan Penelitian
Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus, dengan tiap
siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek
penelitian ini adalah siswa kelas III SD N 5 Kebumen tahun ajaran 2013/2014 yang
berjumlah 28 siswa, terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Validitas
data menggunakan teknik triangulasi yang berupa triangulasi sumber data dan teknik
pengumpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model
pembelajaran tematik (webbed) yang dilaksanakan sesuai dengan langkah yang tepat
dapat meningkatkan pembelajaran tema pengalaman di kelas III SD N 5 Kebumen
tahun ajaran 2013/2014.

Kata kunci: Model, Pembelajaran Tematik, Pengalaman

PENDAHULUAN yang dilakukan pemerintah dan pakar


Pendidikan di Sekolah Dasar (SD) pendidikan untuk dapat menciptakan suatu
berorientasi pada perkembangan kondisi belajar yang menggugah rasa
kemampuan anak dan kebutuhannya. kebermaknaan bagi peserta didik. Berbagai
Orientasi atas kemampuan anak dan pendekatan, metode, strategi maupun isi
kebutahannya ini menuntut adanya dari pembelajaran itu sendiri telah
program pembelajaran yang dirancang mengalami perkembangan. Menurut
secara bermakna. Telah banyak upaya Nasution, dkk (2004) salah satu ide
1
1) Mahasiswi PGSD FKIP UNS
2, 3) Dosen PGSD FKIP UNS
inovatif untuk ini dengan Menengah yang secara tegas memberikan
dikembangkannya cara pembelajaran acuan model pembelajaran yang wajib
secara intra maupun interdisiplin ilmu dikembangkan di kelas awal sekolah dasar
(hlmn. 9:77). Oleh karena itu pembelajaran adalah pendekatan tematik yang ternyata
yang diterapkan di SD adalah pendekatan belum dilaksanakan oleh guru padahal
pembelajaran terpadu. Pendekatan model pembelajaran tematik ini merupakan
pembelajaran terpadu yang digunakan model pembelajaran yang mendukung
untuk kelas rendah adalah dengan kurikulum 2013 karena dalam kurikulum
menggunakan model pembelajaran tematik 2013 mementingkan tidak hanya hasil saja,
atau jaring laba-laba (webbed). melainkan juga proses dalam pembelajaran
Menurut hasil observasi yang yaitu keaktifan siswa. Menurut
peneliti lakukan di SD N 5 Kebumen, Suryosubroto (2009: 133) pembelajaran
ketidakmasimalan pembelajaran di kelas tematik dapat diartikan suatu kegiatan
III disebabkan oleh beberapa alasan, yaitu: pembelajaran dengan mengintegrasikan
1) guru belum menggunakan model materi beberapa mata pelajaran dalam satu
pembelajaran tematik; 2) belum adanya tema/ topik pembahasan. Sebagai suatu
penguasaan guru mengenai pelaksanaan model pembelajaran di Sekolah Dasar,
pembelajaran tematik dengan alasan guru pembelajaran tematik memiliki
kelas III tersebut merupakan guru baru karakteristik-karakteristik sebagai berikut:
yang mengajar siswa kelas rendah yang (a) berpusat pada siswa, (b) memberikan
sebelumya mengajar kelas IV; 3) pengalaman langsung, (c) pemisahana
pemilihan tema dan penyatuan mata materi pelajaran tidak begitu jelas, (d)
pelajaran yang saling terkait antara satu menyajikan konsep dari berbagai mata
dengan yang lain dirasa masih sulit pelajaran, (e) bersifat fleksibel, dan (f)
dilaksanakan; 4) rumitnya pelaksanaan hasil pembelajaran sesuai dengan minat
pembelajaran dan penilaian dengan dan kebutuhan siswa (Rusman, 2012: 258).
menggunakan model pembelajaran Hal ini menunjukkan bahwa karakteristik
tematik. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran tematik selaras dengan
mengikuti pembelajaran juga rendah karakteristik siswa. Anak SD senang
karena didominasi guru. Hasil belajar bergerak, senang bekerja dalam kelompok,
siswa pun juga rendah. Rata-rata senang merasakan atau melakukan/
persentase perolehan nilai hasil belajar memperagakan sesuatu secara langsung
ujian kenaikan kelas (UKK) sebelum (Sumantri dan Syaodih, 2007: 6.3).
remidial adalah: PPKn 50%, Bahasa Langkah-langkah model
Indonesia 55%, Matematika 50%, IPA pembelajaran tematik yaitu: 1) pemetaan
50%, dan IPS 45%. Hal ini menunjukkan kompetensi dasar untuk mengetahui mata
bahwa belum adanya ketuntasan ideal yang pelajaran apa saja yang memiliki
harus dicapai dalam hasil belajar yaitu keterkaitan, 2) menetapkan tema sebagai
sebesar 85%. Proses dalam pembelajaran payung kemudian membuat jaringan tema
pun juga belum mencapai ketuntasan. sesuai dengan konsep jaring laba-laba
Rata-rata persentase proses pembelajaran (webbed), 3) mengembangkan silabus, 4)
yaitu 20% dengan ketuntasan ideal sebesar penyusunan rencana pelaksanaan
85%. pembelajaran (RPP). Menurut Panduan
Melihat kesenjangan yang begitu KTSP (dalam Trianto, 2011: 153),
nyata antara kondisi ideal dan fakta di keunggulan pembelajaran tematik yaitu: 1)
lapangan, maka peneliti melaksanakan memudahkan pemusatan perhatian pada
penelitian guna meningkatkan proses dan satu tema tertentu; 2) siswa mampu
hasil belajar siswa yang rendah dengan mempelajari pengetahuan dan
menjawab tantangan yang terdapat dalam mengembangkan berbagai kompetensi
Standar Isi Satuan Pendidikan Dasar dan dasar antarisi mata pelajaran dalam tema
2
yang sama; 3) pemahaman materi mata kuantitatif diperoleh dengan tujuan untuk
pelajaran lebih mendalam dan berkesan; 4) mengetahui statistika peningkatan proses
kompetensi dasar dapat dikembangkan dan hasil belajar siswa kelas III tema
lebih baik dengan mengaitkan mata pengalaman SD Negeri 5 Kebumen Tahun
pelajaran lain dengan pengalaman pribadi Ajaran 2013/2014. Data ini diperoleh
siswa; 5) lebih dapat dirasakan manfaaat dengan teknik pengumpulan data berupa
dan makna belajar karena materi disajikan tes, observasi, rubrik analitik, dan check
dalam konteks tema yang jelas. list. Data kualitatif dimaksudkan untuk
Rumusan masalah dalam penelitian mendukung terhadap pelaksanaan model
ini berdasarkan uraian di atas yaitu apakah pembelajaran tematik dalam peningkatan
pelaksanaan model pembelajaran tematik pembelajaran tema pengalaman di kelas III
dapat digunakan dalam peningkatan SD Negeri 5 Kebumen Tahun Ajaran
pembelajaran tema pengalaman siswa di 2013/2014 yang diperoleh dengan teknik
kelas III SD Negeri 5 Kebumen Tahun wawancara dan catatan lapangan.
Ajaran 2013/ 2014? Indikator kinerja yang diharapkan
Tujuan penelitian berdasarkan tercapai dalam penelitian ini yaitu:
rumusan di atas yaitu untuk meningkatan pelaksanaan model pembelajaran tematik
pembelajaran tema pengalaman di kelas III sesuai dengan langkah dan karakteristik
SD Negeri 5 Kebumen Tahun Ajaran model pembelajaran tematik mencapai
2013/2014 dengan menggunakan model target indikator kinerja penelitian sebesar
pembelajaran tematik (webbed) 85%; respon siswa terhadap proses
pembelajaran tema pengalaman dalam
METODE PENELITIAN pelaksanaan model pembelajaran tematik
Penelitian dilaksanakan di kelas III sebesra 85%; dan ketuntasan pembelajaran
SD Negeri 5 Kebumen, Kecamatan (hasil dan proses belajar) tema pengalaman
Kebumen, Kabupaten Kebumen. Metode (KKM=70) sebesar 85%. Prosedur
penelitian yang digunakan adalah penelitian ini menggunakan metode
penelitian tindakan kelas (PTK) penelitian tindakan kelas kolaboratif yang
kolaboratif. Jumlah subjek penelitian 28 terdiri dari: 1) perencanaan, 2)
siswa yang terdiri atas 14 siswa laki-laki pelaksanaan, 3) pengamatan, 4) refleksi.
dan 14 siswa perempuan. Penelitian
tindakan kelas ini dilaksanakan pada HASIL DAN PEMBAHASAN
semester I dan II Tahun Ajaran 2013/2014 Peningkatan pembelajaran tema
dari bulan Agustus 2013 sampai dengan pengalaman di kelas III SD Negeri 5
Mei 2014. Validitas data menggunakan Kebumen dengan menggunakan model
teknik triangulasi yang berupa triangulasi pembelajaran tematik (webbed)
sumber data dan teknik pengumpulan data. dilaksanakan dengan tiga siklus, setiap
Sumber data dalam penelitian ini terdiri siklusnya terdiri atas dua pertemuan.
dari siswa, guru, observer, dan dokumen. Berdasarkan hasil penelitian dari siklus I
Teknik pengumpulan data adalah tes, sampai siklus III diperoleh bahwa
observasi, wawancara, catatan lapangan, pelaksanaan langkah-langkah model
dan check list. Alat pengumpulan datanya pembelajaran tematik sudah sesuai dengan
berupa tes hasil belajar, lembar observasi, skenario. Hasil observasi terhadap langkah
pedoman wawancara, lembar catatan model pembelajaran tematik tema
lapangan, dan lembar check list. Analisis pengalaman dari kegiatan guru dan siswa
data menggunakan teknik analisis pada siklus I sampai siklus III dapat dilihat
kualitatif, yaitu reduksi data, penyajian pada tabel 1 dan 2 berikut.
data, dan penarikan kesimpulan.
Peneliti mengambil data berupa
data kuantitatif dan data kualitatif. Data
3
Tabel 1. Perbandingan Hasil Observasi perubahan-perubahan yang terjadi pada
Model Tematik Guru Siklus I s.d. diri siswa, baik yang menyangkut aspek
III kognitif, afektif, dan psikomotor sebagai
No Siklus (%) hasil dari kegiatan belajar.
1 I 82% Data nilai hasil belajar dijelaskan
2 II 93% pada tabel 3 berikut.
3 III 96% Tabel 3. Perbandingan Hasil Belajar Siklus
I s.d. III
Berdasarkan tabel 1, dijelaskan Siklus Rata-rata nilai Kelulusan
bahwa terjadi peningkatan hasil observasi K A P K A P
langkah model pembelajaran tematik dari I 72,3 72,9 77,2 82 100 100
kegiatan guru, siklus I mencapai 82%. II 76,5 77 78 87 100 98
Persentase ini belum mencapai target III 83 85,8 81,4 91 100 100
indikator kinerja penelitian yang
ditentukan, yaitu sebesar 85%. Persentase Tabel 3. menunjukkan bahwa hasil
siklus II dan siklus III mengalami belajar yang berupa kognitif, afektif, dan
peningkatan dan telah mencapai target psikomotor semakin meningkat. Hal ini
yaitu sebesar 93% dan 96%. Berdasarkan ditunjukkan pada persentase kelulusan
hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa aspek kognitif siswa dengan nilai KKM
langkah model pembelajaran yang >70 siklus I sebanyak 83% dengan rata-
dilaksanakan oleh guru sudah dilaksanakan rata nilai 72,3. Setelah dilaksanakan
dengan sangat baik dan sesuai dengan perbaikan di siklus II, persentasenya dan
skenario. rata-rata nilainya meningkat menjadi 87%
dan 76,5, kemudian meningkat lagi
Tabel 2. Perbandingan Hasil Observasi menjadi 91% dengan rata-rata nilai 83
Model Tematik Siswa Siklus I s.d. pada siklus III. Begitu juga dengan hasil
III belajar aspek afektif dan psikomotor.
No Siklus (%) Walaupun persentase kelulusan aspek
1 I 82% afektif siklus I, II, III sama, yaitu 100%,
2 II 93% rata-rata nilainya berbeda. Rata-rata nilai
3 III 96% hasil belajar aspek afektif meningkat di
setiap siklus. Rata-rata aspek afektif siklus
Berdasarkan tabel 2. di atas, hasil I=72,9, siklus II=77, siklus III=85,8.
observasi model tematik siswa mengalami Persentase hasil belajar aspek psikomotor
peningkatan pada tiap siklus. Persentase pada siklus II lebih rendah dibanding
siklus I, II, dan III masing-masing siklus siklus I dan III. Namun, rata-rata nilai
secara berturut-turut adalah 82%, 93%, aspek psikomotor meningkat di setiap
96%. Persentase siklus I belum mencapai siklusnya. Rata-rata nilai aspek psikomotor
target, sedangkan persentase siklus II dan siklus I=77,2, siklus II=78, siklus III=81,4.
III telah mencapai target indikator Penggunaan model pembelajaran
penelitian yang ditetapkan. Hal ini tematik tidak hanya mementingkan hasil
menunjukkan bahwa langkah model saja, melainkan juga proses. Hal ini sesuai
pembelajaran yang dilaksanakan oleh dengan pendapat Fridani L. dan Ape L.
siswa sudah dilaksanakan dengan sangat (dalam Hajar, 2013: 23-25) yang
baik dan sesuai dengan skenario. menyatakan bahwa keunggulan
Hasil belajar dalam penelitian ini pembelajaran tematik yaitu kegiatan
tidak hanya hasil belajar kognitif, tetapi pembelajaran antara guru dan peserta didik
juga berupa afektif dan psikomotor. Hal ini lebih fokus pada proses daripada produk.
sesuai pendapat Susanto (2013: 5) yang Proses belajar menggunakan model
mengumukakan bahwa hasil belajar yaitu pembelajaran tematik dalam penelitian ini
4
meliputi adanya pengalaman (mengalami), mengaktifkan siswa untuk terlibat
interaksi, motivasi, aktif, dan kemampuan langsung dalam menentukan tema, metode,
metakognisi. media, dan sumber belajar agar
Data nilai proses belajar dijelaskan pembelajaran yang dilaksanakan sesuai
pada tabel 4 berikut. dengan minat dan kebutuhan siswa
sehingga akan lebih bermakna untuk siswa,
Tabel 4. Perbandingan Proses Belajar (b) model pembelajaran tematik haruslah
Siklus I s.d. III dilaksanakan secara fleksibel,
No Siklus Rata-rata (%) menyenangkan, dan holistik sesuai dengan
1 I 67,1 58,9% karakteristik model pembelajaran tematik;
2 II 79,4 94,5% (2) bagi sekolah yaitu memberikan
3 III 86 100% bimbingan pada guru yang mengalami
kesulitan pengimplementasian kurikulum
Berdasarkan tabel 4. di atas, rata- khususnya dalam pengembangan model
rata nilai dan persentase proses belajar pembelajaran tematik yang sesuai dengan
mengalami peningkatan di setiap kurikulum baru, Kurikulum 2013, yaitu
siklusnya. Rata-rata proses belajar siklus I, dengan memberikan motivasi dan fasilitas
II, III berturut-turut adalah 67,1; 79,4; 86. berupa pelatihan atau seminar tentang
Sedangkan persentase kelulusan proses pelaksanaan model pembelajaran tematik
belajar siklus I, II, III berturut-turut adalah dengan konsep yang benar melalui KKG.
58,9%; 94,5%; 100%. Hal ini
menunjukkan bahwa penggunaan model DAFTAR PUSTAKA
pembelajaran tematik juga dapat Hajar, I. 2013. Panduan Lengkap
meningkatkan proses belajar siswa yang Kurikulum Tematik untuk SD/ MI.
merupakan keterampilan soft skill. Jogjakarta: DIVA Press.
Data hasil observasi menunjukkan Nasution, N., dkk. 2004. Pendidikan IPA
bahwa terjadi peningkatan persentase di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
pencapaian target ketuntasan pada semua Rusman. 2012. Model-Model
variabel, baik dari penggunaan langkah Pembelajaran Mengembangkan
model pembelajaran tematik maupun dan Profesionalisme Guru. Jakarta:
pembelajaran yang berupa hasil dan proses Rajawali Press.
belajar. Penggunaan model pembelajaran Trianto. 2007. Model Pembelajaran
tematik (webbed) tema pengalaman Terpadu dalam Teori dan Praktek.
menjadi salah satu cara untuk dapat Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.
meningkatkan pembelajaran yang berupa Sumantri, M. dan Nana, S. 2007.
hasil dan proses belajar. Perkembangan Peserta Didik.
Jakarta: Universitas Terbuka.
SIMPULAN DAN SARAN Suryosubroto, B. 2009. Proses Belajar
Berdasarkan hasil tindakan, Mengajar di Sekolah. Jakrta: Rineka
analisis, dan pembahasan yang telah Cipta.
diuraikan pada bab IV, dapat disimpulkan Susanto, A. 2013. Teori Belajar dan
bahwa penggunaan model pembelajaran Pembelajaran di Sekolah Dasar.
tematik yang dilaksanakan dengan langkah Jakarta: Kencana Prenada Media
yang tepat dapat meningkatkan Group.
pembelajaran tema pengalaman di kelas III
yang berupa hasil dan proses belajar.
Berdasarkan simpulan telah
diuraikan, perlu disampaikan saran-saran
sebagai berikut: (1) bagi guru yaitu: (a)
guru hendaknya lebih kreatif dalam
5