Anda di halaman 1dari 17

Filtrasi,Reabsorbsi,dan Sekresi

1. Filtrasi glomerulus
Pembentukan urin dimulai dengan filtrasi sejumlah besar cairan dari kapiler
glomerulus ke dalam kapsula Bowman. Seperti kebanyakan kapiler, kapiler
glomerulus juga relative impermeable terhadap protein, sehingg cairan hasil filtrasi
(disebut filtrate glomerulus) pada dasarnya bersifat bebas protein dan tidak
mengandung elemen selular, termasuk sel darah merah.

Konsentrasi isi filtrat glomerulus lainnya, termasuk sebagian besar garam dan
molekul organik, serupa dengan konsentrasinya dalam plasma, kecuali beberapa
zat dengan berat molekul ringan, seperti kalsium dan asam lemak. Zat-zat tersebut
tidak difiltrasi secara bebas karena zat tersebut sebagian terikat pada protein
plasma.

Proses filtrasi dibantu oleh beberapa faktor, antara lain:


1. Membran kapiler glomerular lebih permeable dibandingkan kapiler
lain dalam tubuh sehingga filtrasi berjalan dengan sangat cepat.
2. Tekanan darah dalam kapiler glomerular lebih tinggi dibandingkan
tekanan darah dalam kapiler lain karena diameter arteriol eferen lebih kecil
dibandingkan diameter arteriol aferen.

Berikut adalah mekanisme terjadinya filtrasi glomerular:


1. Tekanan hidrostatik (darah) glomerular mendorong cairan dan zat
terlarut keluar dari darah dan masuk ke ruang kapsul Bowman.
2. Dua tekanan yang berlawanan dengan tekanan hidrostatik glomerular:
1. Tekanan hidrostatik dihasilkan oleh cairan dalam kapsul
Bowman. Tekanan ini cenderung untuk menggerakkan cairan keluar
dari kapsul menuju glomerulus.
2. Tekanan osmotic koloid dalam glomerulus yang dihasilkan oleh
protein plasma adalah tekanan yang menarik cairan dari kapsul
Bowman untuk memasuki glomerulus.
3. Tekanan filtrasi efektif (effective filtration presure [EFP])
adalah tekanan dorong netto. Tekanan ini adalah selisih antara tekanan
yang cenderung mendorong cairan keluar glomerulus menuju kapsul
Bowman dan tekanan yang cenderung menggerakkan cairan ke dalam
glomerulus dari kapsul Bowman.
EFP = (tekanan hidrostatik glomerular) – (tekanan kapsular) + (tekanan somotik
koloid glomerular)
2. Reabsorpsi Tubulus
Ketika cairan yang telah difiltrasi ini meninggalkan kapsula Bowman dan mengalir
melewati tubulus, cairan ini mengalami perubahan akibat adanya reabsorpsi air dan
zat terlarut spesifik kembali ke darah. Sebagian besar filtrat (99%) secara selektif
direabsorpsi dalam tubulus ginjal melalui difusi pasif gradient kimia atau listrik,
transport aktif terhadap gradient tersebut, atau difusi terfasilitasi. Sekitar 85%
natrium klorida dan air serta semua glukosa dan asam amino pada filtrate
glomerulus diabsorpsi dalam tubulus kontortus proximal (TC I), walaupun
reabsorpsi berlangsung pada semua bagian mefron.
(i) Reabsorpsi ion natrium
1. Ion-ion natrium ditransport secara pasif melalui difusi terfasilitasi
(dengan arrier) dari lumen tubulus konkortus proximal ke dalam sel-sel
epitel tubulus yang konsentrasi ion natriumnya lebih rendah.
2. Ion-ion natrium yang ditransport secara aktif dengan pompa natrium-
kalium, akan keluar dari sel-sel epitel untuk masuk ke cairan interstitial di
dekat kapiler peritubular.
(ii) Reabsorpsi ion klor dan ion negatif lain
1. Karena ion natrium positif bergerak secara pasif dari cairan tubulus ke
sel dan secara aktif dari sel ke cairan interstitial peritubuluar, akan terbentuk
ketidakseimbangan listrik yang justru membantu pergerakan pasif ion-ion
negatif.
2. Dengan demikian, ion klor, dan bikarbonat negatif secara pasif
berdifusi ke dalam sel-sel epitel dari lumen dan mengikuti pergerakan
natrium yang keluar menuju cairan peritubular dan kapiler tubular.
(iii) Reabsorpsi glukosa, fruktosa, dan asam amino
1. Carrier glukosa dan asam amino sama dengan carrier ion natrium dan
digerakkan melalui cotransport.
2. Carrier pada membrane sel tubulus memiliki kapasitas reabsorpsi
maksimum untuk glukosa, berbagai jenis asam amino, dan beberapa zat
terabsorpsi lainnya. Jumlah ini dinyatakan dalam maksimum transport
(transport maximum [Tm]).
3. Tm untuk glukosa adalah julah maksimum yang dapat ditranspor
(reabsopsi) per menit, yaitu sekitar 200 mg glukos/100 ml plasma. Jika kadar
glukosa darah melebihi nilai Tm-nya, berarti melewati ambang plasma ginjal
sehingga glukosa muncul di urin (gulosuria).
(iv) Reabsorpsi air
Air bergerak bersama ion natrium melalui osmosis. Ion natrium berpindah dari
area berkonsentrasi tinggi dalam lumen tubule konkortus proximal ke area
berkonsentrasi air rendah dalam cairan interstitial dan kapiler peritubular.
(v) Reabsorpsi urea
Seluruh urea yang terbentuk setiap hari difiltrasi oleh glomerulus. Sekitar 50%
urea secara pasif direabsorpsi akibat gradien difusi yang terbetuk saat air
direabsorpsi. Dengan demikian, 50% urea yang difiltrasi akan diekskresikan dalam
urin.
(vi) Reabsorpsi ion anorganik lain, seperti kalium, kalsium, fosfat, dan sulfat, serta
sejumlah ion organik adaalah melalui transport aktif.

3. Sekresi Tubulus
Mekanisme sekresi tubular adalah proses aktif yang memindahkan zat keluar dari
darah dalam kapilar peritubular yang melewati sel-sel tubular menuju cairan
tubular untuk dikeluarkan dalam urin.
1. Zat-zat seperti hidrogen, kalium, dan amonium, produk akhir
metabolik kreatinin dan asam hipurat serta obat-obatan tertentu (penisilin)
ecara aktif disekresikan ke dalam tubulus.
2. Ion hidrogen dan amonium diganti dengan ion natrium dlam tubulus
kontortus distal dan tubulus pengumpul. Sekresi tubular yang selektif
terhadap ion hidrogen dan amonium membantu dalam pengaturan pH
plasma dan keseimbangan asam basa cairan tubuh.ss
3. Sekresi tubular merupakan suatu mekanisme yang penting untuk
mengeluarkan zat-zat kimia asing atau tidak diinginkan

Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang.
Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea)
dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. Cabang dari
kedokteran yang mempelajari ginjal dan penyakitnya disebut nefrologi.

A. Letak
Ginjal terletak dibelakang peritoneum pada bagian belakang rongga abdomen, mulai
dari vertebra thorakalis ke 12 sampai vertebra lumbalis ke 3. Ginjal kanan lebih
rendah daripada ginjal kiri karena adanya hati. Saat inspirasi, kedua ginjal tertekan
ke bawah karena kontraksi diafragma. Setiap ginjal diselubungi oleh kapsul fibrosa,
lalu dikelilingi oleh lemak perinefrik, kemudian oleh fascia perinefrik yang juga
menyelubungi kelenjar adrenal. Korteks ginjal merupakan zona luar ginjal dan
medulla ginjal merupakan zona dalam yang terdiri dari piramida-piramida ginjal.
Korteks terdiri dari semua glomerulus dan medulla terdiri dari ansa henle, fasa rekta,
dan bagian akhir dari duktus kolektivus.
B. Struktur detail
Berat dan besar ginjal bervariasi; hal ini tergantung jenis kelamin, umur, serta
ada tidaknya ginjal pada sisi lain.Pada orang dewasa, rata-rata ginjal memiliki
ukuran panjang sekitar 11,5 cm, lebar sekitar 6 cm dan ketebalan 3,5 cm dengan
berat sekitar 120-170 gram atau kurang lebih 0,4% dari berat badan. Ginjal memiliki
bentuk seperti kacang dengan lekukan yang menghadap ke dalam. Di tiap ginjal
terdapat bukaan yang disebut hilus yang menghubungkan arteri renal, vena renal,
dan ureter.
C. Vaskularisasi
Pada pelvis ginjal metanefrik menerima suplay darah dari cabang pelvis aorta.
Seiring ginjal bergerak ke atas ke posisi terakhir di abdomen posterior, arteri ini
mengalami regresi dan ginjal diperdarahi oleh arteri renalis, yang berasal dari aorta
pada level yang lebih tinggi. Sering terjadi arteri awal tetap persisten sebagai arteri
renalis tambahan. Dapat terjadi juga satu atau kedua ginjal tetap berada di pelvis.
Jika kedua ginjal tetap berada di pelvis, keduanya dapat saling berdekatan dan
berfusi pada bagian bawah, membentuk ginjal tapal kuda yang tidak dapat bergerak
naik karena adanya arteri mesentrika inferior di atasnya. Jika tonjolan ureter
membelah dapat terbentuk dua ureter atau dua pelvis ginjal yang bermuara pada satu
ureter.

D. Bagian-bagian Ginjal
Bagian paling luar dari ginjal disebut korteks, bagian lebih dalam lagi
disebut medulla. Bagian paling dalam disebut pelvis. Pada bagian medullaginjal
manusia dapat pula dilihat adanya piramida yang merupakan bukaan saluran
pengumpul. Ginjal dibungkus oleh jaringan fibros tipis dan mengkilap yang
disebut kapsula fibrosa ginjal dan diluar kapsul ini terdapat jaringan lemak perirenal.
Di sebelah atas ginjal terdapat kelenjar adrenal. Ginjal dan kelenjar adrenal
dibungkus oleh fasia gerota. Unit fungsional dasar dari ginjal adalah nefron yang
dapat berjumlah lebih dari satu juta buah dalam satu ginjal normal manusia dewasa.
Nefron berfungsi sebagai regulator air dan zat terlarut (terutama elektrolit) dalam
tubuh dengan cara menyaring darah, kemudian mereabsorpsi cairan dan molekul
yang masih diperlukan tubuh. Molekul dan sisa cairan lainnya akan dibuang.
Reabsorpsi dan pembuangan dilakukan menggunakan mekanisme pertukaran lawan
arus dan kotranspor. Hasil akhir yang kemudian diekskresikan disebut urine. Sebuah
nefron terdiri dari sebuah komponen penyaring yang disebut korpuskula (atau badan
Malphigi) yang dilanjutkan oleh saluran-saluran (tubulus). Setiap korpuskula
mengandung gulungan kapiler darah yang disebut glomerulus yang berada
dalam kapsula Bowman. Setiap glomerulus mendapat aliran darah dari arteriaferen.
Dinding kapiler dari glomerulus memiliki pori-pori untuk filtrasi atau penyaringan.
Darah dapat disaring melalui dinding epitelium tipis yang berpori dari glomerulus
dan kapsula Bowman karena adanya tekanan dari darah yang mendorong plasma
darah. Filtrat yang dihasilkan akan masuk ke dalan tubulus ginjal. Darah yang telah
tersaring akan meninggalkan ginjal lewat arteri eferen.
Di antara darah dalam glomerulus dan ruangan berisi cairan dalam kapsula
Bowman terdapat tiga lapisan:
1. kapiler selapis sel endotelium pada glomerulus
2. lapisan kaya protein sebagai membran dasar
3. selapis sel epitel melapisi dinding kapsula Bowman (podosit)
Dengan bantuan tekanan, cairan dalan darah didorong keluar dari glomerulus,
melewati ketiga lapisan tersebut dan masuk ke dalam ruangan dalam kapsula
Bowman dalam bentuk filtrat glomerular. Filtrat plasma darah tidak mengandung sel
darah atau pun molekul protein yang besar. Protein dalam bentuk molekul kecil
dapat ditemukan dalam filtrat ini. Darah manusia melewati ginjal sebanyak 350 kali
setiap hari dengan laju 1,2 liter per menit, menghasilkan 125 cc filtrat glomerular
per menitnya. Laju penyaringan glomerular ini digunakan untuk tes diagnosa fungsi
ginjal.
1. FILTRASI GLOMERULUS
Filtrasi adalah proses pasif yang terjadi melalui dinding semipermeabel
glomerulus dan kapsul glomerulus. Semua zat dengan massa molekul kurang dari
68 kilodalton (kDa) terdorong keluar dari kapiler glomerulus untuk masuk ke kapsul
Bowman. Jadi, air dan molekul kecil masuk ke nefron, sedangkan sel darah, protein
plasma, dan molekul besar lainnya bertahan di darah. Isi kapsul Bowman disebut
sebagai ”filtrat glomerulus” dan kecepatan pembentukan cairan ini disebut sebagai
“laju filtrasi glomerulus” (glomerular filtration rate, GFR). Ginjal membentuk
sekitar 180 liter cairan encer setiap hari (GFR sekitar 125ml/mnt). Sebagian besar
cairan ini secara selektif direabsorpsi sehingga volume akhir urine yang dibentuk
adalah sekitar 1 sampai 1,5 liter per hari.
2. TUBULUS
a. Tubulus Kontortus Proksimal
Tubulus kontortus proksimal berjalan berkelok-kelok dan berakhir sebagai
saluran yang lurus di medula ginjal (pars desendens Ansa Henle). Dindingnya
disusun oleh selapis sel kuboid dengan batas-batas yang sukar dilihat. Inti sel bulat,
bundar, biru dan biasanya
terletak agak berjauhan satu sama lain. Sitoplasmanya bewarna asidofili
(kemerahan).
Permukaan sel yang menghadap ke lumen mempunyai paras sikat (brush
border). Tubulus ini terletak di korteks ginjal. Fungsi tubulus kontortus proksimal
adalah mengurangi isi filtrat glomerulus 80-85

persen dengan cara reabsorpsi via transport dan pompa natrium. Glukosa, asam
amino dan protein seperti bikarbonat, akan diresorpsi

Jaringan ginjal. Warna biru menunjukkan satu tubulus


a. Tubulus kontortus distal

Tubulus kontortus distal berjalan berkelok-kelok. Dindingnya disusun oleh


selapis sel kuboid dengan batas antar sel yang lebih jelas dibandingkan tubulus
kontortus proksimal. Inti sel bundar dan bewarna biru. Jarak antar inti sel
berdekatan. Sitoplasma sel berwarna basofil (kebiruan) dan permukaan sel yang
mengahadap lumen tidak mempunyai paras sikat. Bagian ini terletak di korteks
ginjal. Fungsi bagian ini juga berperan dalam pemekatan urin.

1. Ansa Henle

Ansa henle terbagi atas 3 bagian yaitu bagian tebal turun (pars asendens),
bagian tipis (segmen tipis) dan bagian tebal naik (pars asendens). Segmen tebal turun
mempunyai gambaran mirip dengan tubulus kontortus proksimal, sedangkan
segmen tebal naik mempunyai gambaran mirip tubulus kontortus distal. Segmen
tipis ansa henle mempunyai tampilan mirip pembuluh kapiler darah, tetapi epitelnya
sekalipun hanya terdiri atas selapis sel gepeng, sedikit lebih tebal sehingga
sitoplasmanya lebih jelas terlihat. Selain itu lumennya tampak kosong. Ansa henle
terletak di medula ginjal. Fungsi ansa henle adalah untuk memekatkan atau
mengencerkan urin.
2. Nefron

Setiap ginjal memiliki sekitar sejuta nefron, yang masing-masing panjangnya


sekitar 3 cm. nefron adalah tubulus yang tertutup di satu ujung dan terbuka ke duktus
koligentes (collecting duct) di ujung yang lain. Nefron memiliki enam region
tersendiri, masing-masing beradaptasi untuk melakukan fungsi spesifik. Terdapat
dua jenis nefron. Sebagian besar nefron (90%) adalah nefron korteks; nefron ini
memiliki ansa Henle (loops of Henle) yang pendek dan terutama berperan dalam
pengendalian volume plasma pada kondisi normal. Nefron jukstaglomerulus, yang
memiliki ansa (lengkung) Henle yang lebih panjang, dapat meningkatkan retensi air
apabila persediaan air kurang.
Korpustel ginjal terdiri atas kapsul Bowman, suatu tabung buntu, dan
glomerulus, suatu susunan kapiler membentuk kumparan yang dikelilingi oleh
invaginasi kapsul Bowman. Glomerulus membentuk kapiler dengan luas permukaan
yang besar tempat lewatnya berbagai substansi menembus sel epitel gepeng khusus
untuk masuk ke kapsul nefron. Terdapat susunan kapiler ganda yang arterior aferen
memasok kapiler glomerulus dan arterior eferen berjalan dari glomerulus kejaringan
kapiler kedua yang memperdarah bagian nefronsisanya.Vasokonstriksi diferensial
arterior aferen dan eferen mempertahankan tekanan darah di dalam glomerulus agar
konstan sehingga laju filtrasi konstan. Produksi urine bergantung pada tiga tahap:
filtrasi sederhana, reabsopsi selektif, dan sekresi.

A. HORMON PADA GINJAL


· Hormon yang bekerja pada ginjal
o Hormon antidiuretik ( ADH atau vasopressin )
Merupakan peptida yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis posterior, hormon ini
menngkatkan reabsorbsi air pada duktus kolektifus.
o Aldosteron
Merupakan hormon steroid yang diproduksi oleh korteks adrenal, hormon ini
meningkatkan reabsorbsi natrium pada duktus kolektivus.
o Peptida Natriuretik ( NP )
Diproduksi oleh sel jantung dan meningatkan ekskresi natrium pada duktus
kolektivus.
o Hormon paratiroid
Merupakan protein yang diproduksi oleh kelenjar paratiroid, hormon ini
meningkatkan ekskresi fosfat, reabsorbsi kalsium dan produksi vitamin D pada
ginjal.
· Hormon yang dihasilkan oleh ginjal
o Renin
Merupakan protein yang dihasilkan oleh apparatus jukstaglomerular, hormon ini
menyebabkan pembentukan angiotensin II. Angiotensin II berfungsi langsung pada
tubulus proximal dan bekerja melalui aldosteron ada tubulus distal. Hormon ini juga
merupakan vasokonstriktor kuat.
o Vitamin D
Merupakan hormon steroid yang dimetabolisme di ginjal, berperan meningkatkan
absorbsi kalsium dan fosfat dari usus.
o Eritropoeitein
Merupakan protein yang diproduksi di ginjal, hormon ini meningkatkan
pembentukan sel darah merah di sumsum tulang.
o Prostaglandin
Diproduksi di ginjal, memiliki berbagai efek terutama pada tonus pembuluh darah
ginjal.
Tahap Pembentukan Urine:

Ø Proses Filtrasi (ultrafiltrasi)

Filtrasi adalah proses pasif yang terjadi melalui dinding semipermeabel


glomerulus dan kapsul glomerulus. Semua zat dengan massa molekul kurang dari
68 kilodalton (kDa) terdorong keluar dari kapiler glomerulus untuk masuk ke kapsul
Bowman. Jadi, air dan molekul kecil masuk ke nefron, sedangkan sel darah, protein
plasma, dan molekul besar lainnya bertahan di darah. Isi kapsul Bowman disebut
sebagai “filtrat glomerulus” dan kecepatan pembentukan cairan ini disebut sebagai
“laju filtrasi glomerulus” (glomerular filtration rate, GFR). Ginjal membentuk
sekitar 180 liter cairan encer setiap hari (GFR sekitar 125 ml/mnt). Sebagian besar
cairan ini secara selektif direabsorpsi sehingga volume akhir urine yang dibentuk
adalah sekitar 1 sampai 1,5 liter per hari.

Ø Proses Absorpsi

Filtrat glomerulus direabsorpsi dari bagian lain nefron ke kapiler di


sekitarnya. Tubulus kontortus proksimalis merupakan bagian yng paling lebar dan
panjang dari nefron keseluruhan (sekitar 1,4 cm panjangnya). Sel yang melapisi
bagian dalam saluran ini mengandung sejumlah besar mitokondria untuk
menghasilkan energi untuk manjalankan transportasi aktif karena sebagian besar
reabsorpsi filtrat glomerulus berlangsung disini. Sebagian zat, misalnya glukosa dan
asam amino, direabsorpsi secara total dan dalam keadaan normal tidak terdapat di
urine. Reabsorpsi zat sisa umumnya incomplete sehingga, sebagai contoh, sejumlah
besar urea diekskresikan. Direabsorpsi zat lain berada dibawah pengendalian
beberapa hormone. Hormone antidiuretik (antidiuretic hormone, ADH)
mengembalikan insersi protein ke dalam dinding tubulus kontortus proksimalis dan
duktus koligentes sehingga air dapat meninggalkan filtrate yang menyebabkan
jumlah urine berkurang. Pembentukan urine yang pekat dipermudah oleh susunan
fisik ansa Henle dan kapiler disekitarnya, yang membentuk dan mempertahankan
kondisi untuk reabsopsi air oleh osmosis. Kalsitonin mengatur reabsopsi kalsium
dan fosfat aldosteron mempengaruhi reabsorpsi natrium.

Ø Proses Sekresi

Tubulus ginjal dapat mensekresi atau menambah zat-zat ke dalam cairan.


Filtrasi selama metabolisme sel-sel membentuk asam dalam jumlah besar. Namun,
pH darah dan cairan tubuh dapat dipertahankan sekitar 7,4 (alkalis). Sel tubuh
membentuk amoniak yang bersenyawa dengan asam kemudian disekresi sebagai
amonium supaya pH darah dan cairan tubuh tetap alkalis

KOMPOSISI URINE : BAHAN-BAHAN YANG DIEKSKRESIKAN DALAM


URINE

Komposisi urine normal. Urine terutama terdiri atas air, urea dan natrium
klorida. Pada seseorang yang menggunakan diet yang rata-rata berisi 80 – 100 gram
protein dalam 24 jam, jumlah persen air dan benda padat dalam urine adalah seperti
berikut

Air 96%
Benda Padat 4 %(terdiri atas urea 2% dan produk
metabolic lain 2%)

Ureum adalah hasil akhir metabolism protein. Berasal dari asam amino yang
telah dipindah ammonianya di dalam hati dan mencapai ginjal, dan diekskresikan
rata-rata 30 gram sehari. Kadar ureum darah yang normal adalah 30 mg setiap
seratus ccm darah, tetapi hal ini tergantung dari jumlah normal protein yang dimakan
dan fungsi hati dalam pembentukan ureum.
Asam urat. Pada normal asam urat di dalam darah adalah 2 – 3 mg setiap 100
cm, sedagkan 1,5 – 2 mg setiap hari diekskresikan ke dalam urine.
Keratin adalah hasil buangan keratin dalam otot. Produk metabolism lain
mencakup benda-benda purin, oksalat, fosfat, sulfat, dan uratik.
Elektrolit atau garam, seperti natrium dan kalium klorida, diekskresikan untuk
mengimbangi jumlah yang masuk melalui mulut.

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN

Sistem urinaria adalah suatu sistem tempat terjadinya proses penyaringan


darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan
menyerap zat-zat yang masih dipergunakan oleh tubuh. Fungsi ginjal memegang
peranan yang sangat penting. Zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh larut
dalam air dan dikeluarkan berupa urine (air kemih). Vesika urinaria (kandung
kemih) dapat mengembang dan mengempis seperti balon karet.

DAFTAR PUSTAKA

1. Buduanto,A.2005.Guidance to AnatomyII.Surakarta:keluarga Besar Asisten


Anatomi FKUNS
2. http://www.pediatricnursing.net/ce/2008/article04128135
3. pdfPura,L,et al(2011) diakses pada tanggal 18 April 2011 pukul 20.48
4. Ganong,W,F(1998). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran ed 17. Jakarta:EGC

A. PENGERTIAN GINJAL
Ginjal adalah organ berbentuk seperti kacang yang merupakan organ utama dalam
sistem eksresi manusia. Manusia mempunyai sepasang ginjal yang terletak di
belakang perut. Ginjal terletak di bawah hati dan limpa, pada bagian atas ginjal
terdapat kelenjar adrenal atau yang juga sering disebut kelenjar suprarenal. Fungsi
utama ginjal adalah untuk menyaring kotoran dari darah dan membuangnya dalam
bentuk urin. Ginjal mempunyai ukuran panjang sekitar 11,5 cm, lebar 6 cm dan
ketebalah sekitar 3 cm dengan berat 120 – 170 gram.

GINJAL

B. FUNGSI GINJAL
1. Menyaring darah dari Zat Hasil Metabolisme
Setiap saat terjadi proses metabolisme di dalam tubuh. Hasil dari proses metabolisme
ini ada yang tidak dibutuhkan sehingga akan berbahaya apabila tetap berada di dalam
tubuh. Nah melalui sistem sirkulasi, saat darah berada di ginjal, komponen yang
tidak penting dan berbahaya tersebut akan disaring untuk dikeluarkan dalam bentuk
urin.
2. Menjaga Keseimbangan Air dalam Tubuh
Setiap hari ginjal kita mengeluarkan sekitar 2 liter air dalam bentuk urin. Karena
adanya fungsi ini maka ginjal dapat menjaga kesimbangan atau homeostasis air
dalam tubuh.

3. Mejaga keseimbangan Asam dan Basa


Masih terkait dengan fungsi dalam mensekresikan urin. Ginjal juga dapat menjaga
keseimbangan asam dalam tubuh dengan mengatur pengeluaran asam atau basa
melalui urin tersebut.

4. Menghasilkan beberapa hormon dan vitamin


Ginjal dapat menghasilkan eritropoetin, renin, kalsitriol (vitamin D3).
 Eritropoetin merupakan hormon yang berfungsi untuk merangsang
peningkatan produksi sel darah merah oleh sumsum tulang.
 Renin berperan dalam pengaturan tekanan darah.
 Kalsitriol (Vitamin D3) berfungsi untuk mengatur keseimbangan kalsium dan
hormon prostaglandin di dalam tubuh.

5. Mengatur kadar kalium dalam darah melalui penyerapannya di bagian nefron


ginjal.

C. STRUKTUR GINJAL DAN BAGIAN BAGIAN GINJAL


Jika ginjal dipotong secara melintang, maka akan terlihat beberapa struktur utama
penyusun ginjal. Secara umum ada 3 struktur, Bagian paling luar ginjal
disebut korteks, kemudia bagian setelah korteks adalah medulla ginjal, dan bagian
paling dalam disebut pelvis ginjal. Di dalam korteks dan medulla ginjal terdapat unit
struktural dan fungsional ginjal yang disebut nefron. Nefron ini adalah komponen
yang paling penting karena menjalankan sebagian besar fungsi ginjal. Jumlah nefron
yang terdapat di dalam ginjal adalah sekitar 1 juta nefron. Pada bagian luarnya,
ginjal dbungkus oleh jaringan fibrosa tipis yang disebut kapsula fibrosa ginjal. Di
luar kapsula ginjal juga terdapat jaringan lemak perirenal.

Berikut adalah beberapa bagian utama ginjal :


1. Korteks Ginjal
Korteks merupakan bagian terluar dari ginjal yang berfungsi sebagai tempat
terjadinya filtrasi dan ultafiltrasi. Di dalam korteks terdapat nefron yag membuat
permukaan ginjal lebih luas, nefron juga merupakan komponen utama dalam proses
filterisasi zat yang tidak diperlukan oleh tubuh.

2. Medula Ginjal
Medula ginjal merupakan bagian yang berbentuk kerucut seperti piramida. Satu
ginjal terdiri dari 8 – 12 piramida. Pada medula terdapat beberapa saluran seperti
tubulus kolektivus, lengkung henle, dan tubulus kontortus. Fungsi medula ginjal
adalah untuk menyerap zat nutrisi yang masih bisa dipakai dari hasil saringan
korteks ginjal.

3. Pelvis Ginjal
Pelvis atau rongga ginjal merupakan bagian dari ureter yang melebar. Pelvis
merupakan tempat penampungan urin sementara sebelum urin tersebut menuju ke
organ eksresi selanjutnya.
BAGIAN BAGIAN GINJAL

4. Pembuluh Darah Ginjal


Ginjal mempunyai arteri dan vena utama. Seperti halnya pada organ lain, arteri
berfungsi untuk membawa darah bersih yang berisikan oksigen dan nutrisi,
sedangkan vena berfungsi untuk membawa darah kotor yang berisikan karbon
dioksida.

5. Nefron
Seperti yang telah kami singgung sebelumnya, nefron merupakan struktur terpenting
dari ginjal. Nefron berfungsi sebagai unit penyaringan darah dan untuk
menghasilkan urin. Manusia mempunyai dua jenis nefron, yaitu nefron kortikal dan
nefron jukstamedularis. Nefron kortikal mempunyai lengkung henle yang pendek,
sedangkan nefron jukstamedularis memiliki lengkung henle yang lebih panjang. 80
persen nefron yang ada di ginjal manusia adalah nefron kortikal, sedangkan 20
persen lainnya adalah nefron jukstamedularis. Nefron terdiri dari beberapa bagian
utama :
 Badan malphigi, merupakan bagian nefron ginjal yang terdiri dari glomerulus
dan kapsula bowman. Fungsi badan malpigi adalah sebagai tempat dimana
terdapatnya alat penyaringan darah.
 Glomerulus, merupakan struktur yang berfungsi sebagai tempat penyaringan
darah untuk menyaring air, asam amino, garam, urea dan glukosa. Hasil dari
saringan glomerulus disebut urin primer.
 Kapsula Bowman, merupakan organ berbentuk seperti kapsul yang
membungkus glomelurus. Fungsi Kapsula bowman adalah untuk mengumpulkan
cairan hasil penyaringan glomerulus.
 Tubulus Kontortus Proksimal, merupakan tempat penyerapan kembali
(reabsorbsi) urin primer. Hasil dari penyaringan tubulus kontortus proksimal disebut
urin sekunder. Urin sekunder ini mengandung kadar urea yang tinggi.
 Lengkung Henle, merupakan saluran setengah lingkaran yang
menghubungkan tubulus kontortus proksimal dengan tubulus kontortus distal.
Lengkung Henle menjaga agar urin tidak kembali pada organ yang telah dilewatinya.
 Tubulus kontortus distal, merupakan tempat untuk melepaskan zat tidak
berguna lain atau berlebihan dalam urin sekunder. Proses yang dilakukan tubulus
kontortus distal disebut proses augmentasi. Hasil dari cairan yang telah melewati
tubulus kontortus distal adalah urin yang sesungguhnya.
 Tubulus Kolektivus, merupakan saluran sempit yang panjang, berfungsi untuk
menampung urin sementara di dalam nefron sebelum disalurkan ke pelvis ginjal.
NEFRON GINJAL

E. PROSES PEMBENTUKAN URIN DI GINJAL


Secara umum proses pembentukan urin di dalam ginjal terdiri atas 3 tahapan.
1. Filtrasi (Penyaringan)
Darah yang masuk melalui arteri ginjal akan melewati glomerulus. Pada bagian
glomerulus akan terjadi pemisahan zat bermolekul besar dengan zat bermolekul
kecil. Zat bermolekul besar dan protein akan tetap berada di dalam darah dan menuju
struktur selanjutnya, sedangkan zat bermolekul kecil akan ditahan. Cairan hasil dari
proses yang terjadi di dalam glomerulus disebut urin primer atau filtrat glomerulus.
Urin primer yang mengandung air, glukosa, garam dan urea ini selanjutkan akan
disimpan sementara di dalam kapsula bowman. Dalam keadaan normal urin primer
tidak mengandung eritorsi, kadar protein dalam urin primer juga hanya sekitar 0,03
%.

2. Proses Reabsorpsi (Penyerapan Kembali)


Reabsorpsi terjadi di dalam tubulusu kontortus proksimal. Proses ini dijalankan oleh
sel – sel epitel di tubulus kontortus proksimal tersebut. Fungsi proses reabsorpsi
adalah penyerapan kembali zat – zat yang masih bisa dipakai di dalam urin primer.
Beberapa zat tersebut antara lain adalah glukosa, asam amin, Natrium, Kalsium,
Kalium, HCO3- dan HbO42-. Hasil dari proses reabsorpbsi ini disebut dengan urin
sekunder dan mengadung lebih banyak urea. Urin sekunder kemudian akan masuk
ke lengkung henle, disini terjadi osomosi air sehingga volume urin menjadi
berkurang dan lebih pekat.

3. Prses Augmentasi (Pengumpulan)


Setelah melewati lengkung henle, urin sekunder akan memasuki tubulus kontortus
distal dan memasuki tahap augmentasi. Pada proses ini akan terjadin pengeluaran
zat sisa oleh darah seperti H+, K+, NH3 dan keratinin. Ion H+ dikeluarkan untuk
menjaga pH darah. Proses Augmentasi akan menghasilkan urin yang sesungguhnya.
Urin ini akan menuju ke tubulus kolektivus untuk dibawa ke pelvis ginjal. Kemudian
disimpan sementara di pelvis ginjal sebelum akhirnya dikeluarkan.