Anda di halaman 1dari 11

TUGAS AKUNTANSI

Penelitian usaha bara mandiri (usaha pembuatan garam) dan


menentukan laporan biaya produksi menggunakan titik impas

NAMA KELOMPOK
ADINDA DWI LESTARI

LORAANSI SABARA

MITA ASTARI .M

ASRINDA

KARDILLAH

HARTATI

HAMDAN ABADI

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PALOPO


FAKULTAS TARBIYAH PRODI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
MATA KULIAH AKUTANSI MANAJEMEN
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah dengan segala kerendahan hati yang tulus, saya panjatkan puja dan puji syukur atas

kehadirat Allah SWT yang Maha Rahman dan Maha Rahim. Atas berkat taufik dan hidayah-Nyalah saya

dapat menyelesaikan tugas makalah Ilmu Akutansi Manajemen dengan judul “Penelitian usaha bara

mandiri (usaha pembuatan garam) dan menentukan laporan biaya produksi menggunakan titik

impas”.

Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Allah SWT yang telah memberikan saya kesehatan

dan kelancaran sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini Orang tua saya yang selalu memberikan

motivasi dan dukungan moril kepada saya selaku Dosen mata kuliah Akuntansi Manajemen Dan tidak

lupa kepada teman-teman yang sudah memberikan masukan-masukan dalam pembuatan makalah ini.

Saya ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya, jika dalam menyusun makalah ini masih banyak

kekurangan. Karena manusia tidak ada yang sempurna, dan kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT.

Oleh karena itu saya mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak untuk

kesempurnaan makalah ini. Akhirnya, saya berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita

semua. Aamiin.
DAFTAR ISI
Kata pengantar

Daftar isi

I. BAB I Pendahuluan

A. Latar Belakang

B. Tujuan

II. BAB II

A. Gambaran Perusahaan

III. BAB III

A. Laporan biaya produksi (rumus titik impas)

B. Dokumentasi

IV. BAB IV Penutup


BAB I
Pendahuluan

A. Latar Belakang

Berbicara tentang akintansi manajemen merupakan informasi keungan bagi

pengusaha, manajemen untuk pengambilan keputusan ekonomi dalam melaksanakan

fungsi manajemen. Seperti yang kami bahas saat ini yaitu tentang penelitian kami yang

berjudul Penelitian usaha bara mandiri (usaha pembuatan garam) dan menentukan

laporan biaya produksi menggunakan titik impas. Yang berkaitan dengan materi akutansi

yaitu titik impas atau (break event point).

Titik impas atau break event point merupakan suatu keadaan dimana dalam

operasi perusahaan, perusahaan tidak memperoleh laba dan tidak menderita rugi

(penghasilan yang dinilai menggunakan total biaya).

Tetapi analisa titik impas tidak hanya semata-mata untuk mengetahui keadaan

perusahaan apakah mencapai titik impas akan tetapi analisa titik impas mampu

meberikan informasi kepada pinjaman perusahaan mengenai berbagai tingkat volume

penjualan, serta hubungannya dengan kemungkinan memperoleh laba menurut tingkat

penjualan yang bersangkutan. Dan materi ini lah yang akan kami bahas saat ini yang

menyangkut titik impas dengan melakukan penelitian terhadap pengusaha.

B. Tujuan

Untuk mengetahui analisa penelitian tentang titik impas (break event point) pada

perusahaan bara mandiri (pengusaha pembuatan garam).


BAB II

 Gambaran Perusahaan

Perusahaan ini dibangun sejak tahun 2013, yang nama pemiliknya Pak Irwan Abduh yang

berumur sekitar 50 tahun. Pak irwan Abduh sebelum mendirikan usaha sendiri dia adalah pekerja

wiraswasta yang pendapatan tiap bulan tidak menentu. Jenjang pendidikan pak Irwan Abduh

hanya sebatas SMA, itupun hanya bersekolah sekitar satu setengah tahun saja. Pak irwan

tinnggal di sebuah runah kayu yang sederhana, disamping pabrik garamnya itu sendiri yang

beralamatkan Jln. Bitti belakang Kampus IAIN PALOPO.

Usaha pembuatan garam Pak Irwan Abduh sudah berdiri hingga tahun 2103 hingga saat

ini. Dan usaha tersebut di beri nama Usaha Bara Mandiri. Kata pak irwan abbduh iya termotifasi

untuk mendirikan usaha ini karena melihat tempat yang cukup bagus untuk di jadikan tempat

usaha pembuatan garam karena lokasi rumahnya yang cukup dekat dengan laut.
Dari situlah pak abduh terfikirkan untuk membuka usaha kecil, dan bila dihitung-hitung

mendapat keuntungan yang lumayan baik. Modal awal pak abbduh mendirikan sebuah usahanya

tersebut yaitu Rp 25.000.000,00. Dari modal awal itulah pak abduh membangun usahanya itu

sndiri, dan memproduksi garam yang digunakan ibu rumah tangga setiap hari untuk keperluan

dapur.

pada saat itu pak abduh mempekerjakan 2 karyawan saja, yang di gaji seadanya saja. Karena

usahanya yang masih baru pada waktu itu jadi gaji 2orang karyawan itu masih sangat minim.

Tetapi saat ini pak abduh sudah mempekerjakan 6 karyawan 3 perempuan dan 3 laki-laki. Tugas

laki-laki yang dipekerjakan pak abduh ialah mengelolah garam dan membawa garam kepada

konsumen, sedangkan tugas perempuaanya mengemas garam yang sudah di olah tadi.

Gaji para pekerja pak abduh di bedakan, gaji untuk para pekerja laki-laki perbulannya itu

Rp 600.000,00 sedangkan untuk pekerja perempuan tergantung dari volume kerja karena tugas

pekerja perempuan pak abduh hanya mengemas garam yang siap untuk di pasarkan jadi gaji di

sesuaikan dengan tingkat volume kerjanya itu sendiri.

Biasanya Pak abduh menjual 1000 bunkus garam dengan harga jual; perunit Rp50.000,00

dan total biaya variabelnya Rp2.000.000,00 (sudah termasuk bahan baku, biaya tenaga kerja

langsung dan biaya overhead pabrik) total biaya tetap Rp 1.500.000 (sudah temasuk beban

listrik, gaji pekerja tetap).

Usaha pak abduh saat ini produknya tidak hanya terjual disekitar kota palopo saja tetapi

produknya ini terjual sampai ke Sulawesi Tengah. Dan bila omsetnya tinggi maka pak abduh

mendapatkan keuntungan yang besar, tetapi jika omsetnya menurun maka pendapatannya juga
akan turun. Dari usaha pak abduh ini pendapatannya perbulan tidak menentu, pendapatannya

tergantung pada omsetnya.

Garam pak abduh saat ini dibutuhkan hingga pasar-pasar tradisonal dan permintaan pasar

yang semakin hari semakin besar. Tetapi sayangnya omset bisnis garam pak abduk tersebut tidak

menentuh. Tetapi ketekunan dan kerja keras pak abduh dalam merintis usahanya ini sudah

membuahkan hasil walaupun masih banyak yang terkendala. Yaitu terkendala pada omsetnya

yang tidak menentu.


BAB III
A. Laporan biaya produksi (rumus titik impas metode aljabar)

 Harga jual perunit Rp1.5000,00

 Total biaya variabel Rp2.000.000,00

 Total biaya tetap Rp1.500.000,00

Menentukan impas dalam rupiah :

a
𝑝𝑥 = b
1−
𝑝

1.500.000
𝑥=
1 − 2000/50.0000

1.500.000
=
1 − 0,04

1.500.000
= = 1.562.500
0,96

Menentukan impas dalam unit

a
𝑥=
b−p

1.500.000
=
2000 − 50.000

1.500.000
= = 31,25/𝑢𝑛𝑖𝑡
48.000
B. Dokumentasi
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berbicara tentang akintansi manajemen merupakan informasi keungan bagi

pengusaha, manajemen untuk pengambilan keputusan ekonomi dalam melaksanakan

fungsi manajemen. Seperti yang kami bahas saat ini yaitu tentang penelitian kami yang

berjudul Penelitian usaha bara mandiri (usaha pembuatan garam) dan menentukan

laporan biaya produksi menggunakan titik impas. Yang berkaitan dengan materi akutansi

yaitu titik impas atau (break event point).

Tetapi analisa titik impas tidak hanya semata-mata untuk mengetahui keadaan

perusahaan apakah mencapai titik impas akan tetapi analisa titik impas mampu

meberikan informasi kepada pinjaman perusahaan mengenai berbagai tingkat volume

penjualan, serta hubungannya dengan kemungkinan memperoleh laba menurut tingkat

penjualan yang bersangkutan. Dan materi ini lah yang akan kami bahas saat ini yang

menyangkut titik impas dengan melakukan penelitian terhadap pengusaha.

B. Saran

siklus akuntansi dijalankan dengan benar, agar tidak terjadi kesalahan pada

pencatatan yang dapat membuat kerugian perusahaan.