Anda di halaman 1dari 1

TUGAS FAAL

1. Siapakah yang lebih membutuhkn terapi oksigen bayi, dewasa atau lansia yang sesak
napas?

Golongan manusia yang lebih membutuhkan oksigen yang sesak napas adalah
golongan dewasa. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi mengapa golongan orang dewasa
lebih membutuhkan oksigen di keadaan sesak napas daripada bayi dan lansia. Pertama adalah
massa otot dan banyaknya jaringan. Orang dewasa memiliki massa otot lebih banyak dan
jaringan lebih banyak daripada bayi dan lansia sehingga membutuhkan nutrisi oksigen lebih
banyak. Bila kebutuhan oksigen pada otot dan jaringan tubuh tidak segera tepenuhi maka
akan berdampak pada kematian sel, jaringan bahkan organ. Tetapi pada lansia dan bayi,
massa ototnya lebih kecil dan sudah tidak lagi melakukan kerja yang berat sehingga
kebutuhan oksigennya lebih rendah dibandingkan dewasa.

Kedua adalah ada tidaknya sufaktan. Bayi mempunyai anugrah surfaktan di dalam
organ paru-parunya untuk membantu proses penapasannya, sehingga kemungkinan paru-paru
kolaps berkurang. Surfaktan merupakan bahan aktif pemukaan dalam air. Fungsi surfaktan
adalah untuk menurunkan tegangan air. Begitu pula fungsi surfaktan paru yaitu menurunkan
tegangan paru dan mengurangi tekanan. Surfaktan merupakan campuran dari fosfolipid,
protein dan ion. Zat-zat tersebut menurunkan tegangan paru dengan cara tidak terlarut
seluruhnya dalam cairan yang melapisi alveoli. Surfaktan akan berkurang dan menghilang
seiring bertambahnya ukuran radius alveoli dan usia. Pada orang dewasa dan lansia tidak
ditemukan surfaktan di dalam paru-parunya. Sehingga orang dewasa dan lansia lebih
membutuhkan terapi oksigen pada keadaan sesak napas.

Kadar hemoglobin darah juga mempengaruhi kebutuhan oksigen dalam darah.


Diketahui bahwa kadar hemoglobin darah pada lansia paling rendah dibandingkan dengan
bayi dan dewasa. Hemoglobin berfungsi sebagai pengikat dan pengangkut oksigen dalam
darah. Jika lansia dengan hemoglobin rendah diberikan terapi oksigen berlebih maka akan
mengakibatkan free oksigen, resikonya lebih berbahaya yaitu akan mengalami perubahan dan
akan menjadikan adikal. Sehingga dapat mengakibatkan oksigen lebih reaktif dan mudah
rusak.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa bilamana di keadaan gawat darurat sesak napas
maka yang sangat membutuhkan terapi oksigen adalah orang dewasa.