Anda di halaman 1dari 49

Dasar Sinyal

S1 TEKNIK TELEKOMUNIKASI
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM
PURWOKERTO
2015
Apakah sinyal itu ?
 Suatu besaran fisis yang berubah seiring dengan
waktu, ruang atau beberapa variabel

 Kuantitas terukur yang rentang waktunya atau spatial


bervariasi
Konsep Frekuensi
• Sinyal telekomunikasi merupakan kombinasi
dari banyak gelombang cosinus atau sinus
dengan kekuatan dan frekuensi yang berbeda
• Frekuensi adalah jumlah siklus gelombang
sinyal di dalam satu detik
• Satuan frekuensi adalah Hertz
– Jika suatu sinyal memiliki 1000 siklus gelombang
per detik maka frekuensinya 1000 Hz
• Rentang frekuensi yang dikandung sebuah
sinyal disebut spektrum
• Nilai maksimum sinyal disebut amplituda

3
Sinyal analog vs Sinyal
Digital

Sinyal digital memiliki


Sinyal analog memiliki jumlah kemungkinan
jumlah kemungkinan
nilai amplituda yang tak terhingga
nilai amplituda yang terhingga

4
Binary Signal
• Binary signal (sinyal biner) : sinyal
digital yang hanya memiliki dua
kemungkinan nilai
Contoh:
• Cahaya on versus
cahaya off
• Ada tegangan versus
tidak ada tegangan
• Arus rendah versus
arus tinggi
• Sinyal biner digunakan di dalam
sistem komputer dan sistem
digital lain untuk
merepresentasikan setiap sinyal
digital
Contoh:
• Kita dapat
menyatakan delapan
level tegangan pada
contoh “tegangan
digital” yang sudah
kita lihat, ke dalam 3
bit biner (setiap
words menyatakan
satu dari 23 nilai)
• Setiap words dapat dinyatakan
dalam bentuk sinyal biner
5
Keunggulan Teknologi Digital
• Teknologi digital menawarkan biaya lebih rendah, keandalan
(reliability) yang lebih baik, pemakaian ruang yang lebih kecil,
dan konsumsi daya yang rendah
• Teknologi digital membuat kualitas komunikasi tidak
tergantung pada jarak
• Teknologi digital lebih toleran terhadap noise
• Jaringan digital ideal untuk komunikasi data yang semakin
berkembang
• Teknologi digital memungkinkan pengenalan layanan-layanan
baru
• Teknologi digital menyediakan kapasitas transmisi yang besar
• Teknologi digital menawarkan fleksibiltas

6
Sinyal Analog
 Sinyal analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang yang
kontinu, yang membawa informasi dengan mengubah karakteristik
gelombang
 Dua parameter atau karakteristik terpenting yang dimiliki oleh sinyal
analog adalah :
 Amplitudo
 Frekuensi
 Sudut fasa
 Sinyal analog biasanya dinyatakan dengan gelombang sinus,
mengingat gelombang sinus merupakan dasar untuk semua
bentuk sinyal analog
Analog Message
• Pesan analog adalah kuantitas fisik yang bervariasi terhadap waktu dan dalam
bentuk yang kontinu
• Contoh sinyal analog adalah tekanan akustik yang dihasilkan ketika kita berbicara
• Satu contoh pesan analog adalah arus voice pada saluran telepon konvensional
• Karena informasi terkandung pada gelombang yang selalu berubah terhadap
waktu, maka sistem komunikasi analog harus dapat mentransmisikan gelombang
ini pada tingkat fidelitas tertentu
– Fidelitas dapat diartikan secara sederhana sebagai kemiripan
• Fidelity is how accurate a copy is to its source

8
Sifat Sinyal

Sebuah sinyal mengandung informasi berupa :


 Amplitudo : Amplitudo merupakan ukuran tinggi
rendahnya tegangan dari sinyal analog
 Frekuensi : Jumlah gelombang sinyal analog dalam satuan
detik
 Sudut Fasa : besar sudut dari sinyal analog pada saat
tertentu
• Setiap sinyal telekomunikasi dapat dinyatakan oleh penjumlahan gelombang
fundamental cosinus sebagai berikut
v(t) =Acos(ωt+φ) = Acos(2πft +φ)
f = frekuensi sinyal
t = waktu dalam satuan detik
φ = pergeseran fasa
ω = frekuensi sudut (angular) dalam satuan radian per detik
• Perioda satu siklus gelombang disebut T
• T = 1/f dan f = 1/T
• menyatakan jarak yang ditempuh oleh satu siklus gelombang
• = c/f = cT
c = kecepatan rambat sinyal
• Kecepatan suara di udara mendekati c = 346 m/s; kecepatan cahaya atau
gelombang radio di udara mendekati c = 300.000 km/s

10
11
Soal Latihan (+10)
Sinyal Digital
•Sinyal digital merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat
mengalami perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai besaran “0” dan
“1”.
•Sinyal digital hanya memiliki dua keadaan, yaitu “0” dan “1”, sehingga
tidak mudah terpengaruh oleh derau atau noise
Contoh Sinyal Digital
Rectangular Pulse atau Gate Function
Pulsa Rectangular
Daya dan Energi Sinyal
Bandwidth

• Bandwidth sebuah sinyal diukur dari titik dimana


daya sinyal turun menjadi setengah dari daya sinyal
maksimum
• Bandwidth ini biasa disebut bandwidth 3dB (10 log
[(1/2Pmax)/Pmax] -3dB)

16
17
• Bandwidth bisa dihitung juga dengan cara
mengurangi frekuensi maksimum sinyal dengan
frekuensi minimum sinyal
• Misalnya, spektrum sinyal voice adalah 300 – 3400
Hz, maka bandwidth sinyal voice adalah 3100 Hz

18
Atenuasi dan Bandwidth
Contoh Soal
1.

2.
Cacat yang dialami sinyal ketika
ditransmisikan
• Distorsi akibat redaman
• Distorsi fasa
• Distorsi akibat noise

ET2080 Jaringan 21
Distorsi akibat redaman
• Setiap kanal komunikasi bersifat meredam
sinyal
• Sinyal-sinyal berfrekuensi tinggi akan lebih
teredam dibandingkan sinyal-sinyal
berfrekuensi rendah
• Distorsi akibat redaman dapat dicegah apabila
semua frekuensi mengalami tingkat redaman
yang sama

ET2080 Jaringan 22
Distorsi fasa
• Waktu yang diperlukan oleh sinyal untuk melewati kanal
komunikasi disebut delay
• Delay absolut adalah adalah delay yang dialami sinyal ketika
melewati kanal pada suatu frekuensi referensi
• Di lain pihak, waktu propagasi sinyal yang frekuensinya
berbeda akan berbeda pula
– Kondisi ini ekivalen dengan pergeseran fasa
– Jika pergeseran fasa terjadi pada seluruh frekuensi yang terkandung
pada sinyal komunikasi, maka sinyal output akan sama dengan sinyal
input
– Sebaliknya apabila pergeseran fasa tidak linier dengan frekuensi maka
sinyal output akan terdistorsi
• Distorsi delay disebut juga distorsi fasa
• Distorsi akibat delay ini biasanya dinyatakan dalam milisecond
atau microsecond di sekitar frekuensi referensi

ET2080 Jaringan 23
A delay (phase) equalizer tends to flatten the delay characteristic of a
voice channel

ET2080 Jaringan 24
Noise
• Noise merupakan setiap sinyal yang tidak
diinginkan di dalam sirkit telekomunikasi
• Noise merupakan pembatas kinerja
telekomunikasi yang utama
• Noise dapat dibagi ke dalam empat katagori:
– Thermal noise
– Intermodulation noise
– Crosstalk
– Impulse noise

25
Thermal Noise
• Thermal noise merupakan noise yang muncul pada seluruh media
transmisi dan perangkat komunikasi akibat pergerakan elektron
• Thermal noise memiliki distribusi energi yang uniform pada spektrum
frekuensi dan memiliki distribusi level yang normal (Gaussian)
• Thermal noise merupakan faktor penentu batas bawah sensitivitas
sistem penerima
• Thermal noise berbanding lurus dengan bandwidth dan suhu
• Thermal noise untuk sistem dengan bandwidth B adalah:
Pn = -228,6 dBW + 10 log T + 10 log B
T = suhu kerja absolut (dalam satuan Kelvin)
– Satuan Pn adalah dBW
– Note: Kelvin = Celsius + 273,15
• Untuk penerima (receiver) yang bekerja pada suhu ruang (290 K),
thermal noise pada receiver tersebut adalah:
Pn = -228,6 dBW + 10 log 290 + NFdB +10 log BHz
Pn = -204 dBW + NFdB +10 log BHz
• NF adalah noise figure dalam satuan dB
26
• Contoh:
1. Misalnya ada suatu receiver yang memiliki temperatur
derau (noise) 100 K dengan bandwidth 10 MHz, berapa
level thermal noise pada output receiver tersebut?
• Jawab:
Pn = -228,6 dBW + 10 log T + 10 log B
= -228,6 dBW + 10 log 102 + 10 log 107
= -228,6 + 20 + 70 = -138,6 dBW
2. Misalnya ada suatu amplifier dengan temperatur derau
10.000 K dan bandwidth 10 MHz, hitung level thermal
noise di output!
• Jawab:
Pn = -228,6 dBW + 10 log 104 + 10 log 107
= -228,6 + 40 + 70 = -118,6 dBW
3. Suatu receiver mempunyai noise figure 4 dB dan
beroperasi pada suhu ruangan (290 K). Bandwidth
receiver tersebut adalah 20 MHz, berapa thermal noise
threshold?
– Jawab:
Pn = -228,6 dBW + 10 log 290 + NFdB +10 log BHz
= -204 dBW + 4 dB + 73 dB = -127 dBW

27
Intermodulation Noise
• Intermodulation noise muncul akibat gejala intermodulasi
• Bila kita melewatkan dua sinyal masing-masing dengan frekuensi F1 dan
F2 melalui suatu medium atau perangkat non-linier, maka akan dihasilkan
frekuensi-frekuensi spurious yang berasal dari frekuensi harmonisa sinyal
• Frekuensi-frekuensi spurious ini bisa terletak di dalam atau di luar pita
frekuensi kerja yang diinginkan

F1 Second-order products: 2F1,2F2,F1 F2


Medium/perangkat Third-order products: 2F1 F2 , 2F2 F1
F2 non-linier
Fourth-order products: 2F1 2F2 , 3F1 F2

• Penyebab intermodulation noise a.l.:


– Level input terlalu tinggi sehingga perangkat
berkerja daerah non-linier
– Kesalahan penalaan perangkat sehingga
perangkat bekerja secara non-linier

28
Crosstalk
• Crosstalk terjadi akibat kopling antar dua jalur
sinyal yang tidak diinginkan
• Ada dua tipe crosstalk:
– Intelligible crosstalk
• Bila crosstalk menyebabkan paling tidak ada empat kata
yang dapat didengar (dari sumber yang tidak
diinginkan) selama percakapan 7 detik
– Unintelligible crosstalk
• Setiap bentuk gangguan akibat crosstalk lainnya

29
Impulse noise
• Impulse noise merupakan noise tidak kontinu
yang terdiri dari pulsa-pulsa tak beraturan
atau noise spikes berdurasi pendek dengan
amplituda yang relatif tinggi
• Spike-spike ini biasa disebut hits
• Impulse noise sangat mengganggu transmisi
data

30
Parameter Sinyal Telekomunikasi
Signal-to-Noise Ratio (SNR)

Merupakan perbandingan antara daya sinyal dan daya noise


pada kanal telekomunikasi
S/N) = Level signal/Level noise
(S/N)dB = Level signal (dBm) – Level noise (dBm)
Noise Figure
• NF = (S/N)in/(S/N)out
• NFdB = (S/N)dB input - (S/N)dB output
• Contoh
– Suatu receiver memiliki noise figure 10 dB. S/N pada
output adalah 50 dB, berapa S/N input?
– Jawab:
NFdB = (S/N)dB input - (S/N)dB output
10 dB = (S/N)dB input – 50 dB
(S/N)dB input = 60 dB

32
Contoh Noise Figure (1)

Noise Figure ( NF ) = SNRin - SNRout (dB)


NF = 1 ( 0 dB )  Noiseless

SNRin SNRout
Network
40 dB 30 dB

Noise Figure ( NF ) = 40 – 30 = 10 dB

33
Perjalanan
Sinyal
Informasi
Pengubahan Sinyal Analog ke Digital

• Pengubahan sinyal dilakukan dengan


pembagian sinyal analog (continue) menjadi
sinyal biner (berbentuk bit 1 dan 0) untuk
selanjutnya ditransmisikan pada media
transmisi.
• Proses yang harus dilalui dalam metode
pengubahan sinyal ini melalui beberapa
tahapan, yaitu : sampling, quntizing, coding,
dan multiplexing.
PCM (Pulse Code Modulation)

• Merupakan metode umum untuk mengubah sinyal


analog menjadi sinyal digital
• Dalam sistem digital, sinyal analog yang dikirimkan
cukup dengan sampel-sampelnya saja
• Sinyal suara atau gambar yang masih berupa sinyal
listrik analog diubah menjadi sinyal listrik digital
melalui 4 tahap utama, yaitu :
Sampling
Quantisasi
Pengkodean
Multiplexing
LPF Sampling Kuantisasi Coding Multipleksing

LPF Sampling Kuantisasi Coding

LPF Sampling Kuantisasi Coding


Sampling

• Sampling : proses pengambilan sample atau


contoh besaran sinyal analog pada titik
tertentu secara teratur dan berurutan.
• Frekuensi sampling harus lebih besar dari 2 x
frekuensi yang disampling (sekurang-
kurangnya memperoleh puncak dan lembah)
[teorema Nyquist]
Sampling
Quantisasi

• Proses Pemberian harga terhadap sinyal PAM;


yang besarnya–kecilnya disesuaikan dengan
harga tegangan pembanding terdekat
Quantizing
Companding
• Sebelum dikuantisasi, amplitudo sinyal kecil
diperbesar dan amplitudo sinyal besar diperkecil.
Operasi yang dilakukan disebut sebagai kompresi
(comp) dan ekspansi (exp), yang disebut dengan
companding

Input
Output

Input Output

Compressing Expanding
Coding / Pengkodean

• Pengkodean adalah proses mengubah


(mengkodekan) besaran amplitudo sampling
ke bentuk kode digital biner.

7 6 5 4 3 2 1 0

M S S S A A A A
Coding
Multiplexing

• Multiplexing merupakan penggabungan


beberapa kanal sinyal informasi ke dalam satu
kanal informasi dengan tujuan agar sinyal-
sinyal informasi tsb dapat dikirimkan secara
simultan dalam 1 kanal
FDM (Frequency Division Multiplexing)
TDM (Time Division Multiplexing)

WDM (Wavelength Division Multiplexing)


Konversi Sinyal Analog ke Digital
TERIMA KASIH