Anda di halaman 1dari 10

APLIKASI BERBASIS WEB

UNTUK PEMANTAUAN STATUS GIZI DAN TUMBUH KEMBANG ANAK


BERDASARKAN DATA ANTROPOMETRI

Fajri Hardhita Murti, Drs. Djalal Er Riyanto, M.IKomp, dan Drs. Suhartono, M.Kom

Jurusan Matematika , Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro


email: fajrimurti@gmail.com

Abstrak

Antropometri gizi merupakan penilaian status gizi dengan pengukuran dimensi tubuh dan
komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi. Tahun 2005, WHO membuat
aplikasi berbasis dekstop yang diberi nama “WHO ANTHRO”. Aplikasi WHO ANTHRO, dapat
membantu dokter atau petugas kesehatan lainnya dalam melakukan perhitungan z score dan
memantau perkembangan motorik balita berdasarkan data antropometri. Untuk memperluas
fungsi penggunaan antropometri dalam penentuan status gizi dan perkembangan motorik anak,
dikembangkan suatu aplikasi berbasis web yang dapat digunakan untuk melakukan penilaian
status gizi dan perkembangan motorik anak yang bisa digunakan oleh orang tua atau siapa saja
yang ingin mengetahui status gizi anaknya, sehingga penanggulangan terhadap anak gizi buruk
bisa lebih cepat ditangani. Standar antropometri yang digunakan untuk penilaian status gizi anak
mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor:
1995/MENKES/SK/XII/2010. Metode yang dipakai untuk mengembangkan aplikasi ini adalah
metode FAST (Framework Application of System Technique). Aplikasi yang dikembangkan
berbasis web , menggunakan bahasa pemrograman PHP : Hypertext Preprocessor dan
menggunakan DBMS MySQL. Aplikasi yang dihasilkan dapat melakukan penilaian status gizi
yang sudah dilengkapi dengan kesimpulan dan grafik z score serta dapat digunakan untuk
melakukan pemantauan perkembangan motorik anak.

Kata kunci : Antropometri, status gizi, perkembangan motorik , metode FAST, PHP, MySQL.

PENDAHULUAN Pada tahun 2005, World Health


Organization (WHO) menciptakan aplikasi
Ada beberapa cara melakukan “WHO anthro” yang dapat digunakan
penilaian status gizi pada seorang anak untuk menghitung status gizi dan
balita (bawah lima tahun). Salah satunya memantau perkembangan motorik anak.
adalah dengan pengukuran tubuh manusia Aplikasi tersebut menggunakan data
yang dikenal dengan antropometri. antropometri seperti umur, berat badan,
Antropometri gizi merupakan penilaian tinggi badan, lingkar lengan, dan lingkar
status gizi dengan pengukuran dimensi kepala sehingga tidak perlu dilakukan lagi
tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai melakukan perhitungan manual untuk
tingkat umur dan tingkat gizi. Berbagai penilaian status gizi.
jenis ukuran tubuh antara lain : berat
badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, Peran orang tua dalam pemantauan
lingkar kepala, lingkar dada, dan lapisan perkembangan seorang anak sangatlah
lemak bawah kulit. [8] penting karena orang tualah yang setiap
hari berada di dekat balitanya.
Dengan adanya suatu aplikasi seperti dimanfaatkan kembali dengan cepat dan
WHO anthro yang dapat menghitung status mudah.
gizi serta memantau perkembangan motorik
seorang anak sangatlah membantu dalam - Kumpulan data yang saling berhubungan
menanggulangi masalah gizi. Namun yang disimpan secara bersama
aplikasi WHO anthro bukan ditujukan untuk sedemikian rupa dan tanpa pengulangan
orang tua sebagai user-nya, melainkan yang tidak perlu, untuk memenuhi
dokter atau petugas kesehatan lainnya, berbagai kebutuhan.
sehingga orang tua yang memiliki
- Kumpulan file yang saling berhubungan
pengetahuan yang minim tentang status gizi
yang disimpan dalam media
dan z score akan mengalami kesulitan dalam
penyimpanan elektronis.
pengoperasian dan pembacaan hasilnya.
Sehubungan dengan hal tersebut, perlu B. Basis Data Relasional
adanya suatu aplikasi yang dapat melakukan
perhitungan status gizi dan memantau Basis data relasional merupakan tipe
perkembangan seorang balita serta mudah basis data yang banyak digunakan saat ini.
dipahami oleh user yang awam dalam Banyak perkembangan yang telah dibuat
penilaian status gizi sekalipun. dari model basis data sebelumnya,
menyederhanakan manajemen data dan
Dari uraian di atas, penulis membuat pengambilan data. Data menjadi lebih
aplikasi berbasis web yang dapat melakukan mudah diatur, terutama melalui penggunaan
penilaian status gizi serta memantau batas integritas. Pengambilan data
perkembangan anak, untuk mempermudah merupakan proses penyaringan yang
orang tua / user yang ingin mengetahui memungkinkan user menvisualikan basis
status gizi dan memantau perkembangan data melalui struktur tabel relasional dan
motorik anaknya .Selain berbasis web, meminta data tertentu tanpa perlu
aplikasi ini juga memanfaatkan sistem memahami struktur basis data.
manajemen basis data yang menerapkan Unit penyimpanan utama dalam
mekanisme pengamanan data, pemakaian data basis data adalah tabel atau kelompok
secara bersama, konsistensi data, dan data yang saling berhubungan. Sebuah
sebagainya.[2] tabel terdiri atas baris dan kolom. Baris
berhubungan dengan record dalam tabel
DASAR TEORI dan kolom mengandung nilai semua baris
yang berhubungan dengan field tertentu.
A. Basis Data Tabel dapat dihubungkan satu sama lain
melalui nilai kolom yang disebut kunci
Basis data terdiri atas 2 kata, yaitu (key).[11]
basis dan data. Basis dapat diartikan sebagai Ada empat tipe hubungan antar tabel,
markas atau gudang. Sedangkan data adalah yaitu satu ke satu, satu ke banyak, banyak
representasi fakta dunia nyata yang ke satu, dan banyak ke banyak.[2] Suatu
mewakili suatu objek. Sehingga basis data basis data harus memiliki lebih dari satu
dapat didefinisikan dalam sejumlah sudut hubungan berbeda. Hubungan antar tabel
pandang seperti:[2] ditentukan oleh integritas referensial
(referential integrity) yang memerlukan
- Himpunan kelompok data (arsip) yang
penggunaan batasan kunci utama (primary
saling berhubungan yang diorganisasi
key) dan kunci tamu (foreign key).
sedemikian rupa agar kelak dapat
Integritas referensial adalah penggunaan adalah 12 bulan, 1 bulan adalah 30 hari.
batasan di atas untuk membuat valid data Jadi perhitungan umur adalah dalam
yang dimasukkan ke dalam tabel dan bulan penuh, artinya sisa umur dalam
mengatur hubungan antara tabel orang tua hari tidak diperhitungkan. Contoh :
dan anak. Tipe batasan lain dapat pula umur 2 bulan 29 hari dihitung sebagai
dibuat untuk mengontrol data yang bisa umur 2 bulan.
dimasukkan dalam kolom tertentu dan
membuat hubungan antar tabel. - Berat Badan
Berat badan merupakan salah satu
C. Pengertian Antropometri ukuran yang memberikan gambaran
massa jaringan, termasuk cairan tubuh.
Asal kata: antropos (tubuh) dan Berat badan sangat peka terhadap
metros (ukuran); anthropometri (ukuran perubahan yang mendadak baik karena
tubuh). Antropometri gizi berhubungan penyakit infeksi maupun konsumsi
dengan berbagai macam pengukuran makanan yang menurun. Berat badan
dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari ini dinyatakan dalam bentuk indeks
berbagai tingkat umur dan tingkat gizi. BB/U (Berat Badan menurut Umur)
Sangat umum digunakan untuk mengukur atau melakukan penilaian dengam
status gizi dari berbagai ketidakseimbangan melihat perubahan berat badan pada
antara asupan protein dan energi. Gangguan saat pengukuran dilakukan, yang dalam
ini biasanya terlihat dari pola pertumbuhan penggunaannya memberikan gambaran
fisik dan proporsi jaringan tubuh, seperti keadaan kini. Berat badan paling
lemak, otot dan jumlah air dalam tubuh.[8] banyak digunakan karena hanya
memerlukan satu pengukuran, hanya
D. Parameter Antropometri saja tergantung pada ketetapan umur,
tetapi kurang dapat menggambarkan
Parameter yang digunakan untuk kecenderungan perubahan situasi gizi
penilaian status gizi yang digunakan dalam dari waktu ke waktu.
aplikasi pemantauan status gizi dan tumbuh
kembang anak ada tiga: umur, berat badan - Panjang Badan / Tinggi Badan
dan tinggi badan. [1] Ukuran Panjang Badan (PB)
digunakan untuk anak umur 0 sampai
- Umur 24 bulan yang diukur telentang. Bila
Umur sangat memegang peranan anak umur 0 sampai 24 bulan diukur
dalam penentuan status gizi, kesalahan berdiri, maka hasil pengukurannya
penentuan akan menyebabkan dikoreksi dengan menambahkan 0,7
interpretasi status gizi yang salah. Hasil cm. Ukuran Tinggi Badan (TB)
penimbangan berat badan maupun digunakan untuk anak di atas 24 bulan
tinggi badan yang akurat, menjadi tidak yang diukur berdiri. Bila anak umur di
berarti bila tidak disertai dengan atas 24 bulan diukur telentang, maka
penentuan umur yang tepat. Kesalahan hasil pengukurannya dikoreksi dengan
yang sering muncul adalah adanya mengurangkan 0,7 cm. (ketentuan
kecenderungan untuk memilih angka umum penggunaan standar
yang mudah seperti 1 tahun, 1,5 tahun antropometri WHO 2005) Panjang
dan 2 tahun. Oleh sebab itu penentuan Badan / Tinggi badan memberikan
umur anak perlu dihitung dengan gambaran fungsi pertumbuhan yang
cermat. Ketentuannya adalah 1 tahun dilihat dari keadaan kurus kering dan
kecil pendek. Tinggi badan sangat baik kelebihan berat badan atau obesitas.
untuk melihat keadaan gizi masa lalu Karena berat relatif mudah diukur,
terutama yang berkaitan dengan indeks ini yang umum digunakan,
keadaan berat badan lahir rendah dan tetapi tidak bisa diandalkan dalam
kurang gizi pada masa balita. Tinggi situasi dimana umur anak tidak dapat
badan dinyatakan dalam bentuk indeks ditentukan secara akurat, seperti situasi
TB/U ( tinggi badan menurut umur), pengungsi. Gizi kurang dan gizi buruk
atau juga indeks BB/TB ( Berat Badan adalah status gizi yang didasarkan pada
menurut Tinggi Badan) jarang indeks Berat Badan menurut Umur
dilakukan karena perubahan tinggi (BB/U) yang merupakan padanan
badan yang lambat dan biasanya hanya istilah underweight (gizi kurang) dan
dilakukan setahun sekali. Keadaan severely underweight (gizi buruk).
indeks ini pada umumnya memberikan
gambaran keadaan lingkungan yang 3. BB/TB (Berat Badan menurut Tinggi
tidak baik, kemiskinan dan akibat tidak Badan)
sehat yang menahun.
BB/TB, mewakili berat badan
E. Indeks Pertumbuhan Berdasarkan secara proposional dengan
Baku Rujukan WHO Child Growth pertumbuhan yang dicapai dalam
Standards 2005 panjang atau tinggi. Indeks ini sangat
berguna dalam situasi dimana umur
Indikator di bawah ini digunakan anak tidak diketahui, misalnya dalam
untuk penilaian status gizi dan memantau situasi pengungsi. Indeks berat badan
pertumbuhan serta perkembangan anak: [4] menurut tinggi badan, membantu
mengidentifikasi anak-anak dengan
1. TB/U (Tinggi/Panjang Badan menurut berat badan rendah yang biasanya
Umur) disebabkan oleh sakit atau kekurangan
makanan yang menyebabkan penurunan
TB/U, mewakili pertumbuhan yang
berat badan. Indeks ini juga membantu
dicapai dalam panjang atau tinggi
mengidentifikasi anak-anak yang
terhadap usia anak. Indeks ini dapat
mungkin berisiko menjadi kelebihan
membantu mengidentifikasi anak-anak
berat badan atau obesitas. Kurus dan
yang terhambat (pendek) karena lama
sangat kurus adalah status gizi yang
gizi atau penyakit berulang. Pendek
didasarkan pada indeks Berat Badan
sangat adalah status gizi yang
menurut Tinggi Badan (BB/TB) yang
didasarkan pada indeks Tinggi Badan
merupakan padanan istilah wasted
menurut Umur (TB/U) yang merupakan
(kurus) dan severely wasted (sangat
padanan istilah stunted (pendek) dan
kurus).
severely stunted (sangat pendek).
4. IMT/U (Indeks Massa Tubuh menurut
2. BB/U (Berat Badan menurut Umur)
Umur)
BB/U, mewakili berat badan relatif
IMT/U merupakan indeks yang
terhadap umur anak pada hari tertentu.
sangat berguna untuk mengidentifikasi
Indeks ini digunakan untuk menilai
kelebihan berat badan dan obesitas.
apakah seorang anak kekurangan berat
IMT/U dan BB/TB cenderung
atau sangat berat, tetapi tidak digunakan
menunjukkan hasil yang sangat mirip.
untuk mengklasifikasikan anak sebagai
F. Nilai Z ( Z Score) SD3pos dihitung dengan rumus sebagai
berikut:
Nilai Z adalah angka atau indeks SD3pos = M[1+L*S*3]1/L
yang menyatakan penyimpangan suatu nilai SD3neg dihitung dengan rumus sebagai
variabel random (X) dari rata-rata (µ) berikut:
dihitung dalam suatu simpangan baku SD3neg = M[+L*S*(-3)]1/L
(σ).[3] Bentuk rumusnya adalah: SD23pos dihitung dengan rumus sebagai
berikut:
Z = (X - µ) / (σ)
SD23pos = M[1+L*S*3]1/L -
Metode yang digunakan untuk M[1+L*S*2]1/L
membangun standar baku berdasarkan berat SD23neg dihitung dengan rumus sebagai
badan, panjang / tinggi badan dan umur, berikut:
umumnya mengandalkan GAMLSS dengan SD23neg = M[1+L*S*(-2)]1/L -
distribusi kekuasaan eksponensial Box-Cox M[1+L*S*(-3)]1/L
(Rigby dan Stasinopoulos, 2004a). Namun,
model akhir yang dipilih disederhanakan ke
PEMBAHASAN
model LMS (Cole dan Green, 1992) karena
tidak ada standar yang dibutuhkan untuk A. Definisi Lingkup
penyesuaian kurtosis (derajat keruncingan Tahap ini mencakup berbagai
suatu distribusi). Akibatnya, perhitungan z- kegiatan untuk merumuskan masalah dan
score untuk standar ini menggunakan rumus ruang lingkup, Mengidentifikasikan
berdasarkan metode LMS. [15] kemungkinan pemecahan masalah dan
menilai kelayakan sistem. Masalah yang
Bentuk rumusnya sebagai berikut: mendorong perlu adanya aplikasi
BALITHRO (Balita Antro) adalah
Z ind = ((y / M)L – 1) / (L * S) pentingnya peran aktif orang tua dalam
memantau status gizi dan tumbuh kembang
Keterangan : balitanya sehingga balita bisa tumbuh sehat
Zind adalah Nilai skor simpang baku dan berkembang secara optimal. Untuk itu,
y adalah Nilai individual subyek. perlu adanya suatu aplikasi yang dapat
M adalah Referensi nilai median yang digunakan untuk mengetahui status gizi dan
memperkirakan rata-rata populasi. tumbuh kembang balita yang mudah
L adalah Daya yang dibutuhkan untuk dipahami bagi orang yang awam terhadap
mengubah data dalam rangka untuk penilaian status gizi sekalipun.
menghilangkan kemiringan (yaitu untuk
menormalkan data). B. Analisis Masalah
S adalah Koefisien variasi (atau ekuivalen). Pada tahap analisis masalah ini,
Perhitungan akhir Z-score seorang anak mempelajari dan menganalisis sistem yang
adalah sebagai berikut : berjalan saat ini dan menggambarkan solusi
sistem baru.
1. Z-score = Z ind jika Z ind ≥-3 dan Z ind ≤
3 1) Perspektif Sistem Lama
2. Z-score = 3+((y –SD3pos)/SD23pos) • WHO Anthro
jika z ind > 3 Pada tahun 2005 , WHO membuat
3. Z-score = -3+((y –SD3neg)/SD23neg) suatu aplikasi yang disebut dengan
jika z ind < - 3
"WHO ANTHRO".[16] Aplikasi ini 2) Perspektif Sistem Baru
memiliki tiga submenu: • Aplikasi BALITHRO (Balita Antro)
Aplikasi BALITHRO yang
- Submenu pertama adalah akan dibangun, sebenarnya
anthropometic calculator, menu ini mengadaptasi salah satu dari submenu
menghasilkan keluaran z-score dan yang ada pada aplikasi WHO
grafik z-score berdasarkan nilai ANTHRO, yakni submenu individual
antropometri yang dimasukkan oleh assessement (penilaian individu), yang
user. disajikan dalam bentuk web, dan dapat
diakses oleh setiap orang yang ingin
- Submenu kedua adalah individual mengetahui status gizi balitanya.
assessment atau penilaian individu, Karena aplikasi ini dalam bentuk web
keluarannya sama seperti pada maka keluarannya juga disajikan dalam
submenu antropometric calculator bentuk kesimpulan yang lebih mudah
yakni; z score dan grafik z score, dimengerti (tidak hanya berupa z score
tetapi juga bisa digunakan untuk dan grafik). Dipilih submenu individual
mengamati perkembangan motorik assessement (penilaian individu) untuk
balita , nilai z score dan data diadaptasi pada aplikasi ini karena latar
antropometri-pun dapat disimpan belakang dibuatnya aplikasi
dalam basis data kemudian dapat BALITHRO adalah memberikan
juga disajikan dalam bentuk laporan. kemudahan bagi orang tua atau user
lain untuk memantau status gizi dan
- Submenu ketiga adalah nutritional memantau perkembangan motorik
survey, digunakan untuk melakukan seorang balita. Gambar 3.1 adalah
survey gizi suatu daerah berdasarkan gambaran secara umum tentang aplikasi
hasil z score dari beberapa individu, BALITHRO yang akan dibangun:
kemudian disajikan dalam sebuah
grafik.

Karena aplikasi WHO ANTHRO


lebih ditujukan terhadap dokter atau
petugas kesehatan lainnya yang
mengerti tentang status gizi, orang Gambar 1. Perspektif Sistem Baru
yang awam dengan penilaian status
gizi atau z score, akan sedikit Aplikasi BALITHRO ini, adalah
kesulitan dalam menggunakan aplikasi yang berbasis web. Sehingga
aplikasi ini, terlebih lagi membaca memudahkan user dalam menggunakan
hasil keluarannya, paling tidak aplikasi ini dan bisa dilakukan dimana
sebelum menggunakan perangkat saja dan kapan saja, tanpa harus
lunak ini, user harus meluangkan melakukan instalasi terlebih dahulu.
waktu untuk membaca buku Setelah user masuk di halaman utama
manualnya. Karena keluaran aplikasi ini, dan sudah menyelesaikan
akhirnya bukan berbentuk proses pendaftaran sebelumnya, user
kesimpulan melainkan hanya nilai z langsung bisa menikmati beberapa
score dan grafik z score. fasilitas yang diberikan aplikasi ini.
User memasukkan data balita,
kemudian data tersebut dikirim ke B. Tampilan Antarmuka Halaman Utama
server aplikasi BALITHRO. Setelah
server menerima data tersebut, Tampilan antarmuka halaman utama
kemudian data disimpan dalam basis
data. Server mengambil data dari basis merupakan tampilan awal pada saat pertama
data dan mengolah data yang ada,
hasilnya dikirim kembali ke user kali membuka program. Dalam tampilan
berupa laporan informasi tentang status
gizi atau hasil analisa perkembangan antarmuka halaman utama berisi form login
motorik balitanya.
• Asumsi dan Kebergantungan & link navigasi daftar, content.
- User diasumsikan sudah
mengetahui berat badan, tinggi
badan, dan tanggal lahir balita
jika akan melakukan penilaian
status gizi dengan aplikasi
BALITHRO.

IMPLEMENTASI
A. Lingkungan Implementasi
Lingkungan implementasi dalam
penyusunan tugas akhir ini meliputi Gambar 2. Tampilan Antarmuka Halaman
lingkungan perangkat keras (hardware) dan Utama
lingkungan perangkat lunak (software), yang
dapat diuraikan sebagai berikut: C. Tampilan Antarmuka Halaman
1) Lingkungan perangkat keras Penilaian SG (Status Gizi)
(hardware)
Lingkungan perangkat keras yang Tampilan antarmuka halaman penilaian
digunakan untuk membangun aplikasi sg memuat form penilaian status gizi yang
BALITHRO ini adalah sebagai berikut: berfungsi untuk melakukan penilaian status
gizi. Pada form tersebut user diminta untuk
- CPU : INTEL ATOM CPU memilih balita yang akan dinilai status
N550@1.5GHz(4CPUs) gizinya. Daftar balita yang ada pada form
- Memory : RAM 1 GB tersebut otomatis berdasarkan data balita
- Hard disk : 320 GB yang telah dimasukkan sebelumnya oleh
user, untuk itu sebelum melakukan penilaian
2) Lingkungan perangkat lunak (software) status gizi sebaiknya terlebih dahulu
Lingkungan perangkat lunak yang mengisikan data balita yang akan dipantau
digunakan untuk mengembangkan status gizinya pada form tambah balita.
aplikasi BALITHRO ini sebagai berikut Selain memilih balita, user juga diminta
a. Sistem operasi : Microsoft untuk mengisi tanggal penilaian, berat badan
Windows 7 balita, tinggi badan balita, dan cara
b. Software aplikasi : Xammp 1.7.1 pengukuran tinggi badan. Untuk tanggal
c. Software lain : Notepad++ v5.8.1, penialaian sebaiknya disamakan dengan
Mozilla Firefox 4.0 tanggal dilakukannya pengukuran berat
badan dan tinggi badan balita Tampilan
antarmuka halaman penilaian sg terlihat
pada gambar 3.

Gambar 5. Tampilan Grafik BB/U

Gambar 3. Tampilan Antarmuka Halaman


Penilaian SG

Setelah mengisi form dengan benar


Gambar 6. Tampilan Grafik TB/U
makan akan muncul informasi tentang hasil
penilaian status gizi, seperti gambar 4.

Gambar 7. Tampilan Grafik IMT/U

Gambar 8. Tampilan Grafik BB/TB

Gambar 4. Tampilan Hasil Penilaian Status


Gizi
D. Tampilan Antarmuka Halaman KESIMPULAN DAN SARAN
Analisa PM
Kesimpulan yang dapat diambil dari
Halaman ini menampilkan form untuk pembuatan tugas akhir ini adalah telah
melakukan analisa perkembangan motorik dibuat aplikasi berbasis web untuk
balita. Tampilan antarmukanya seperti pemantauan status gizi dan tumbuh
gambar 9. kembang anak berdasarkan data
antropometri yang dinamakan BALITHRO
yang memiliki kemampuan sebagai berikut:
1. Dapat melakukan perhitungan z-
score berdasarkan parameter
antropometri berat badan, tinggi
badan dan umur balita. Sehingga
dapat diketahui status gizi
berdasakan berat badan menurut
umur, tinggi badan menurut umur,
indeks masa tubuh menurut umur,
dan berat badan menurut
Gambar 9. Tampilan Halaman Analisa PM tinggi/panjang badan.
2. Dapat digunakan untuk pengamatan
Kemudian setelah mengisi form yang atau pemantauan perkembangan
ditunjukkan pada gambar di atas, user akan motorik balita.
diminta melakukan penilaian pada 6 tahapan
perkembangan motorik. Sehingga disimpulkan bahwa aplikasi
Balithro yang telah dibuat sudah dapat
Apabila ke enam tahapan motorik telah digunakan untuk melakukan pemantauan
dilakkan penilaian maka akan muncul hasil status gizi dan tumbuh kembang balita.
analisa perkembangan motorik. Seperti yang
terlihat pada gambar 10. Untuk pengembangan aplikasi Balithro
lebih lanjut, dapat ditambahkan fitur untuk
menghasilkan informasi yang lebih luas
yaitu pemantauan status gizi terhadap
sekelompok balita pada suatu daerah
tertentu, sehingga dapat diketahui
perkembangan gizi balita daerah tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

[1] A, Arsad , 2006, Penilaian Status Gizi


Anak, Staf Dinas Kesehatan Kabupaten
Polewali Mandar. Tersedia di
http://arali2008.files.wordpress.com/20
08/08/penilaian-status-gizi-anak.doc.
Gambar 10. Tampilan Hasil Analisa Diakses pada 22 July 2010.
Perkembangan Motorik [2] Fathansyah, Ir, 1999, Basis Data,
Informatika, Bandung.
[3] Hasan, M.Iqbal, 2005, Pokok-pokok for-age : methods and development,
Materi Statistik 2, Edisi 3, PT. Bumi Geneva.
Aksara ,Jakarta. [15] WHO, 2006, WHO child growth
[4] Kementrian Kesehatan RI, 2010, standards : head circumference-for-
Keputusan Menteri Kesehatan age, arm circumference-forage,triceps
Republik Indonesia Nomor skinfold-for-age and subscapular
1995/MENKES/SK/XII/2010, tentang skinfold-for-age : methods and
standar antropometri penilaian status development, Geneva.
gizi anak, Jakarta. [16] WHO, 2009, Software for assessing
[5] M. Kroenke, David, 2005, Database growth and development of the world's
Processing, Edisi 9 Jilid 2, Erlangga, children, Geneva.
Jakarta. [17] Widodo, Aris P., Djalal, Beta. 2004.
[6] Narendra, M.B, 2008, Pengukuran Buku Ajar Basis Data.Semarang :
Antropometri Pada Penyimpangan MIPA Universitas Diponegoro.
Tumbuh Kembang Anak, Divisi
Tumbuh kembang Anak dan Remaja
FK Unair /RSU Dr. Soetomo,
Surabaya.
[7] Pressman, RS, 2001, Rekayasa
Perangkat Lunak Pendekatan Praktisi,
Edisi 2, Andi, Yogyakarta.
[8] Susilowati, 2008, Pengukuran Status
Gizi dengan Antropometri Gizi,
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan
Jenderal Ahmad Yani, Cimahi
[9] Sutarman, 2007, Membangun Aplikasi
Web dengan PHP & MySQL,Edisi 2,
Graha Ilmu ,Yogyakarta.
[10] Sommerville, I, 2003, Software
Engineering, Edisi 6, Erlangga, Jakarta.

[11] White Mark Horn and Marklyn Bill,


2003, Seluk Beluk Database
Relasional, Edisi 2, Erlanga, Jakarta.
[12] Whitten, J.L and Bentley, L.D, 2007,
System Analysis snd Design Methods,
seventh edition, New York: McGraw-
HillIrwin.
[13] WHO, 2008, Training Course on
Child Growth Assessment-Interpreting
Growth Indicators,Geneva.
[14] WHO, 2006, WHO child growth
standards : length/height-for-age,
weight-for-age, weight-for-length,
weight-forheight and body mass index-