Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN REFLEKSI KASUS

“KEBIASAAN MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN”

Disusun untuk Memenuhi Sebagian Syarat Kepaniteraan Klinik


Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia

Disusun oleh:
Fitri Suci Nurrahman
08711155

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
2014

Page 1
FORM REFLEKSI KASUS
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
______________________________________________________________________________
Nama Dokter Muda : Fitri Suci Nurrahman NIM 08711155
Stase : Ilmu Kesehatan Masyarakat

Identitas Pasien
Nama / Inisial : No RM :-
Umur : Jenis Kelamin :
Diagnosis/ Kasus : Kebiasaan membuang sampah sembarangan
Pengambilan kasus pada minggu ke : 4 (empat)
Jenis Refleksi : Lingkari yang sesuai (minimal pilih 2 aspek, untuk aspek ke-Islaman sifatnya
wajib)
a. Ke-Islaman*
b. Etika / Moral
c. Medikolegal
d. Sosial Ekonomi*
e. Aspek lain  hukum
Form Uraian
1. Resume Kasus yang diambil (yang menceritakan kondisi lengkap pasien/ kasus
yang diambil)
Berdasarkan hasil Survey Mawas Diri (SMD) dan wawancara mendalam, sebagian
besar masyarakat di Desa Gawan, Kecamatan Tanon memiliki hasil berPHBS yang
kurang baik. Hal ini didapatkannya berbagai perilaku yang tidak sehat yang sering
dilakukan masyarakat di Desa Gawan, terutama dalam hal membuang sampah membuang
sampah sembarangan ternyata masih menjadi suatu kebiasaan dari masyarakat, khususnya
masyrakat yang tinggal di sekitar sungai. Kebiasaan tersebut tidak diketahui sejak kapan
dan siapa yang pertama kali membiasakan. Saat dilakukan wawancara mendalam dengan
salah satu warga, mereka megatakan bahwa sudah menjadi kebiasaan untuk membuang

Page 2
sampah di sungai maupun di kebun dan kemudian membakar sampah, meskipun di
beberapa daerah tertentu telah di sediakan bak sampah. Masyarakat menganggap bahwa
sampah yang mereka buang ke pinggir sungai tidak akan menimbulkan masalah terhadap
kesehatan. Sampah basah dan kering terutama dari bahan plastik. Masyarakat yang
tinggal dpinggiran sungai biasa membuang sampah tepat dibelakang rumah dan bagi
masyarakat yang jauh dari sungai membuang sampah ke pinggiran sungai setiap pagi
sebelum berangkat ke sawah. Hal ini menunjukkan masih kurangnya kesadaran
masyarakat untuk membuang sampah di tempatnya.

2. Latar belakang / alasan ketertarikan pemilihan kasus


Sampah sampai saat ini selalu dianggap sebagai salah satu prioritas masalah
kesehatan yang sangat mengganggu, dengan dampak yang sangat beraneka ragam.
Berbagai macam faktor yang dapat mengakibatkan peningkatan dalam permasalahan
pengelolaan sampah antara lainnya adalah terus meningkatnya populasi manusia dengan
kebutuhan yang juga semakin meningkat. Dengan demikian, meningkatnya populasi dan
kebutuhan manusia, secara langsung maupun tidak langsung juga akan menyebabkan
semakin meningkatnya sampah, sehingga menjadi beban bagi lingkungan.
Ketidakseimbangan alampun terjadi dengan terus meningkatnya bahan pencemar yang
telah melampaui kapasitas kemampuan bumi.
Menurut saya kasus ini menarik untuk dijadikan refleksi kasus karena masyarakat
desa ternyata masih banyak yang membuang sampah sembarangan, terutama masyarakat
yang tinggal di sekitar sungai, mereka membuang sampah di sungai. Padahal membuang
sampah merupakan perkara yang sangat mudah. Hanya saja kesadaran masyarakat
tentang membuang sampah di tempatnya masih kurang meskipun sebenarnya mereka
tahu akibat yang ditimbulkan akibat membuang sampah tersebut. Dengan masih
kurangnya kesadaran masyarakat ntuk membuang sampah di tempatnya, ditakutkan
akan beresiko untuk menjadi sumber infeksi penyakit, yang mengakibatkan gangguan
kesehatan.

Page 3
3. Refleksi dari aspek hukum

Akibat kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dengan


membuang sampah sembarangan, terutama dengan membuang samaph ke sungai,
mengakibatkan sungai tercemar limbah dari sampah rumah tangga. Pencemaran sungai
akibat limbah rumah dikarenakan belum seluruh masyarakat sadar agar tidak membuang
sampah ke sungai, bahkan pengawasan pembuangan limbah rumah tangga minim atau
bahkan tidak ada. Tercemarnya sungai selain mengakibatkan derajat kesehatan menurun
juga membuat investasi semakin mahal dan secara perekonomian merugikan masyarakat
Larangan membuang sampah sembarangan memang sudah diatur dalam pasal 25
UU pengelolaan sampah yang juga mengatur larangan membuang sampah sembarangan.
Namun, yang menjadi keunikan Negara ini adalah sebuah larangan yang sudah jelas-
jelas tertera dalam Undang-undang, bukanya dihindari untuk tidak melakukan hal
tersebut. Malah menjadikannya sebuah kebiasaan buruk yang tak pantas diteruskan
secara turun menurun. Tapi kini hal itu sulit untuk dihindarkan, hal itu terjadi akibat
prilaku dan ulah manusia itu sendiri.
Pada tanggal 1 November 2012, Kementrian Lingkungan Hidup RI
menyampaikan bahwa substansi penting dari Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun
2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah
Tangga sebagaimana yang telah diundangkan pada tanggal 15 Oktober 2012,
menyampaikan bahwa Peraturan pemerintah ini sangat penting sebagai peraturan
pelaksana UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Peraturan ini
sekaligus memperkuat landasan hukum bagi penyelenggaraan pengelolaan sampah di
Indonesia, khususnya di daerah. Oleh karena itu, pada UU no. 18 tahun 2008 pada pasal
25 telah dijelaskan bahwa “Pemerintah dan pemerintah daerah secara sendiri-sendiri atau
bersama-sama dapat memberikan kompensasi kepada orang sebagai akibat dampak
negatif yang ditimbulkan oleh kegiatan penanganan sampah di tempat pemrosesan akhir
sampah”
Berdasarkan pasal tersebut telah dijelaskan bahwa kita tidak boleh membuang
sampah sembarangan. Karena itulah, kita harus memulainya dengan membangun dan
melatih kesadaran diri kita sendiri mulai saat ini juga untuk berbudaya membuang

Page 4
sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan sungai, supaya terwujud suatu
lingkungan yang bersih dan bebas dari penyakit.

4. Refleksi Ke-Islaman beserta penjelasan evidence / reverensi yang sesuai


Dalam ajaran islam pernah menyebutkan bahwa ‘kebersihan adalah sebagian dari
iman’, dari ungkapan tersebut secara tidak langsung mengajak manusia untuk selalu
menjaga kebersihan terutama kebersihan diri dan lingkungan. Hal ini untuk kesehatan
dan terhindar dari berbagai macam penyakit yang dapat ditimbulkan dari kuranganya
kebersihan salah satunya dengan membuang sampah disembarang tempat
Menjaga kebersihan lingkungan merupakan salah satu bentuk ibadah kita kepada
Allah SWT karena Allah SWT menyukai keindahan dan keindahan itu bisa terwujud
karena ada faktor kebersihan, seperti hadist “Kebersihan sebagian dari iman”. Walaupun
kebersihan merupakan hal yang sepele dan mungkin semua orang bisa melakukannya
akan tetapi merupakan hal yang sulit jika tidak dibiasakan sejak dini terutama dari diri
sendiri. Jadi pola pembiasaan merupakan faktor yang paling penting juga dalam usaha
menciptakan kebersihan lingkungan.
Dengan membuang sampah sembarangan, maka dapat merusak lingkungan, dapat
menimbulkan berbagai macam penyakit, atau bahkan dapat menimbulkan bencana alam.
Alqur’an yang merupakan sumber tuntunan manusia dalam menjalani kehidupan juga
menuntun manusia dalam menjaga kebersihan lingkungan dan tidak merusaknya, seperti
yang terkadung dalam QS. Ar Rum ayat 41 – 42 sebagai berikiut :

Artinya “Telah tampak kerusakan di darat dan dilaut disebabkan perbuatan


manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan
mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah : Adakanlah
perjalanan dimuka bumi dan perlihatkanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang
dulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan
(Allah).” (QS Ar Rum : 41-42).
Surat Ar Rum ini menjelaskan dengan gamblang bahwa anjuran untuk menjaga
lingkungan dan tidak merusaknya merupakan kewajiban kita sebagai seorang muslim

Page 5
dan juga sebagai seorang khalifah di muka Bumi ini. Dalam menjaga kebersihan, baik
kebersihan diri sendiri maupun kebersihan lingkungan terutama dimulai dari diri sendiri.
Dalam menjaga kebersihan lingkungan, kita tidak perlu menunggu komando dari
pemerintah atau undang-undang, karena sebenarnya kita sebagai seorang muslim telah
mendapat komando langsung dari Allah SWT.
Usaha pelestarian lingkungan harus dipahami sebagai perintah agama yang wajib
dilaksanakan oleh manusia bersama-sama. Setiap usaha pengelolaan dan pelestarian
lingkungan hidup secara baik dan benar adalah ibadah kepada Allah SWT yang dapat
memperoleh karunia pahala. Sebaliknya, setiap tindakan yang mengakibatkan
kerusakan lingkungan hidup, pemborosan sumber daya alam, dan menelantarkan alam
ciptaan Allah adalah perbuatan yang dimurkai-Nya.

DAFTAR PUSTAKA

Dwi, Hendikam. 2012. Menghilangkan Budaya Membuang Sampah ke Sungai.


Dapat diakses di
http://hendikam.wordpress.com/2012/11/27/menghilangkan-budaya-
membuang-sampah-ke-sungai/

Kementrian Lingkungan Hidup RI, 2012. Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun


2012 Tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis
Sampah Rumah Tangga. Dapat diakses di http://www.menlh.go.id/peraturan-
pemerintah-nomor-81-tahun-2012-tentang-pengelolaan-sampah-rumah-
tangga-dan-sampah-sejenis-sampah-rumah-tangga/

Khusna, Ulil. 2012. Menjaga Kebersihan Lingkungan Dengan Tuntunan


Al Qur’an.Dapat diakses di
http://sdalirsyad02purwokerto.wordpress.com/2012/04/05/menjaga-
kebersihan-lingkungan-dengan-tuntunan-al-quran/

Notoatmodjo, Soekidjo. 2007. Kesehatan Masyarakat: Ilmu dan Seni. Jakarta:


Rineka Cipta.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2012 Tentang


Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Dan Sampah Sejenis Sampah Rumah
Tangga.

Rohman, Abdul. 2011. Qur’an tentang Perintah Menjaga Lingkungan Hidup.


Dapat diakses di http://syaunarahman.wordpress.com/2011/01/04/stndar-
Page 6
kompetensi-memahami-ayat-ayat-al-quran-tentang-perintah-menjaga-
lingkungan-hidup-modul-pai-kelas-xi-semester-4-kelas-pm1-2-mm-dan-tp-4/

Slamet, Juli Soemirat., 2011. Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta: Gadjah Mada


University Press.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan


Sampah.

http://banksampahmelatibersih.blogspot.com/2013/02/peraturan-pemerintah-
nomor-81-tahun.html

Umpan balik dari pembimbing

…………………………….,…………………...
TTD Dokter Pembimbing TTD Dokter Muda

----------------------------------- ----- ---------------------------

Page 7