Anda di halaman 1dari 14

=-=-

LAPORAN TUTORIAL
SKENARIO A BLOK 22

Kelompok A3

Tutor: dr. Mutia Devi, SpKK

Anggota:

Rona Hawa Kamilah 04011181419031

Dwi Lisa Nur’aini 04011181419039

Alvinnata 04011181419063

Aulia Dini Nafisah 04011181419065

Alfadea Irbah A. P. 04011281419085

Iqlima Farah Z. P. I. 04011281419087

Ian Ervan S. 04011281419089


Elizza Stella B. 04011281419095

Eriskop Sianturi 04011281419097

Nur Mahmudah 04011281419117

Nyayu Firda 04011281419127

PENDIDIKAN DOKTER

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SRIWIDJAYA PALEMBANG

2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami sampaikan kepada Allah SWT. atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga
kami dapat menyelesaikan laporan tutorial yang berjudul “Laporan Tutorial Skenario B Blok 20”
sebagai tugas kompetensi kelompok. Shalawat beriring salam selalu tercurah kepada junjungan kita,
nabi besar Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat, dan pengikut-pengikutnya sampai akhir
zaman.

Dalam penyelesaian laporan tutorial ini, kami banyak mendapat bantuan, bimbingan, dan
saran. Pada kesempatan ini, kami ingin menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada:

1. Allah SWT, yang telah memberi kehidupan dengan sejuknya keimanan,

2. dr. Mutia Devi, SpKK, selaku tutor kelompok A3,

3. teman-teman sejawat Fakultas Kedokteran Unsri,

4. semua pihak yang telah membantu kami.

Semoga Allah SWT memberikan balasan pahala atas segala amal yang diberikan kepada
semua orang yang telah mendukung kami dan semoga laporan tutorial ini bermanfaat bagi kita dan
perkembangan ilmu pengetahuan. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin.

Kami menyadari bahwa laporan tutorial ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna perbaikan di masa mendatang.

Palembang, 30 September 2016

Kelompok A3

i
KEGIATAN TUTORIAL

Tutor : dr. Mutia Devi, SpKK

Moderator :

Sekretaris Meja I :

Sekretaris Meja :

Tanggal Pelaksanaan : 26 dan 28 September 2016

Waktu Pelaksanaan : 10.00-12.30 WIB

Peraturan selama tutorial :

1. Diperbolehkan untuk minum


2. Alat komunikasi mode silent
3. Pada saat ingin berbicara terlebih dahulu mengacungkan tangan, lalu setelah diberi izin
moderator baru bicara
4. Saling menghargai dan tidak saling menggurui

ii
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ....................................................................................................................................i

Kegiatan Tutorial .............................................................................................................................. ii

Daftar Isi .......................................................................................................................................... iii

I. Skenario ............................................................................................................................... 1

II. Klarifikasi Istilah ................................................................................................................. 2

III. Identifikasi Masalah ............................................................................................................. 3

IV. Analisis Masalah .................................................................................................................. 5

V. Learning Issue ...................................................................................................................... 8

VI. Sintesis ................................................................................................................................. 8

VII. Kerangka Konsep ................................................................................................................. 8

VIII. Kesimpulan .......................................................................................................................... 8

Daftar Pustaka .................................................................................................................................... 9

iii
I. SKENARIO
Tn. M umur 40 tahun seorang laki-laki bekerja sebagai buruh bangunan sejak 5 bulan
yang lalu, teraba ada benjolan di leher kanan sebesar telur puyuh, benjolan tidak nyeri,
badan terasa demam tapi tidak terlalu tinggi dan mudah berkeringat, nafsu makan menurun,
berat badan masih normal. Sejak 4 bulan yang lalu timbul benjolan di leher sebelah kiri
sebesar telur puyuh dan benjolan sebelah kanan leher semakin membesar yaitu sebesar telur
ayam. Berat badan menurun 6 kg dalam 2 bulan terakhir. Tn. M berobat ke dokter umum,
diberi obat juga dilakukan pemeriksaan darah dan rontgen dada, namun benjolan tidak
mengecil dan malah membesar. Sejak 1 bulan yang lalu, Tn. M mengeluhkan sakit menelan
dan sulit menelan, akhirnya Tn. M berobat ke bagian penyakit dalam dan dirawat.

Riwayat batuk lama tidak ada, riwayat keluarga batuk lama tidak ada, riwayat sakit
kepala tidak ada. Tn. M sering memelihara binatang seperti kucing dan juga senang
makanan yang di bakar seperti sate. Tn. M jarang minum obat-obatan atau jamu-jamuan.
Riwayat keluarga tidak ada yang seperti ini, Ibu Tn. M menderita carcinoma payudara.

Pemeriksaan fisik didapatkan:

Keadaan umum tampak sakit sedang, tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi
80x/menit, frekuensi nafas 20x/menit, suhu 36,8 c, TB: 165 cm, BB: 42 kg

Keadaaan spesifik:

Kepala: Conjungtiva pucat (-), ikterik (-)

Mulut: Stomatitis (-), faring hiperemis (-), tumor (-)

Leher: JVP 5-2 cmH2O

Benjolan pada leher kanan: ukuran 5x4x4 cm, nyeri (-), mobile

Benjolan pada leher kiri: ukuran 3x4x3 cm, nyeri (-), mobile

Thoraks:

Pembesaran kelenjar limfa di aksila (-)

Paru: dalam batas normal

Jantung: dalam batas normal

Abdomen: dalam batas normal

1
Extremitas superior: pembesaran kelenjar limfa (-)

Extremitas inferior: pembesaran kelenjar limfa inguinal (-)

Pemeriksaan laboratorium:

Darah rutin: Hb: 10,2 gr%, WBC: 8.000/ mm3, hitung jenis: 0/5/6/70/18/1, LED: 60
mm/jam

Kimia darah: ureum 50 mg/dl, kreatinin 1,4 mg/dl, asam urat 8,5 mg/dl, LDH 565 U/L

II. KLARIFIKASI ISTILAH

No. Istilah Klarifikasi

1. Karsinoma Payudara Keganasan pada sel-sel yang terdapat pada jaringan payudara, bisa
berasal dari komponen kelenjarnya (epitel saluran maupun
lobusnya) maupun komponen selain kelenjar seperti jaringan
lemak, pembuluh darah dan persyarafan jaringan payudara.

2. Ikterik Perubahan warna kuning pada kulit, selaput lender, bagian putih
mata yang disebabkan oleh peningkatan jumlah bilirubin dalam
darah

3. Stomatitis Peradangan pada mukosa mulut dengan gejala bengkak,


kemerahan, terkadang bau yang tidak sedap dan kemudian terjadi
ulserasi

4. Faring Hiperemis Keadaan yang terjadi Karena pelebaran pembuluh darah di sekitar
faring sebagai respon akibat inflamasi respon terhadap infeksi
akibat inflamasi lokal pada faring atau penyebaran infeksi dari
daerah di sekitarnya

5. Kelenjar Limfa Kelenjar yang berbentuk oval dan tersebar di seluruh tubuh
terutama di aksila, dihubungkan oleh saluran limfatik.
Mengandung banyak sel T dan sel B

2
6. JVP Gambaran tekanan pada atrium dextra dan tekanan diastolic pada
ventrikel dextra, pulsasi pada vena jugularis

7. Hb Pigmen pembawa oksigen pada eritrosit, dibentuk oleh eritrosit


yang sedang berkembang di dalam sumsum tulang; sebuah
hemoprotein tersusun atas 4 rantai polipeptida globin yang berbeda
dan mengandung sekitar 141 hingga 146 asam amino
8. LED ESR, ukuran kecepatan endap eritrosit, menggambarkan
komposisi plasma serta perbandingan eritrosit dn plasma
7. Ureum Hasil pemecahan dari protein di dalam tubuh, normalnya ureum di
filtrasi di ginjal dan keluar melalui urin. Kadar ureum dapat
menandakan fungsi ginjal.

8. Kreatinin Suatu anhidra kreatin, hasil akhir metabolism fosfokreatin yang


mana pengukuran laju ekskresinya lewat urin dipakai sebagai
indicator diagnostic fungsi ginjal dan massa otot

9. Asam Urat Produk hasil katabolisme purin yang peningkatan nya dikaitkan
dengan gout dan nephrolithiasis.

10. LDH Enzim intraseluler pada hamper seluruh sel yang bermetabolisme
yang akan meningkat pada keadan penyakit yang mengalami
destruksi sel. Nilai normal: 70-250 u/l

III. IDENTIFIKASI MASALAH

No. Pernyataan O-E Concern

1. Tn. M umur 40 tahun seorang laki-laki bekerja sebagai buruh bangunan


sejak 5 bulan yang lalu, teraba ada benjolan tidak nyeri di leher kanan
sebesar telur puyuh. Badan terasa demam tapi tidak terlalu tinggi dan
mudah berkeringat, nafsu makan menurun, berat badan masih normal. VVV
Sejak 4 bulan yang lalu timbul benjolan di leher sebelah kiri sebesar
telur puyuh dan benjolan sebelah kanan leher semakin membesar yaitu
sebesar telur ayam.

2. Berat badan menurun 6 kg dalam 2 bulan terakhir. Tn. M berobat ke


dokter umum, diberi obat juga dilakukan pemeriksaan darah dan rontgen VV

dada, namun benjolan tidak mengecil dan malah membesar. Sejak 1

3
bulan yang lalu, Tn. M mengeluhkan sakit menelan dan sulit menelan,
akhirnya Tn. M berobat ke bagian penyakit dalam dan dirawat.

3. Riwayat batuk lama tidak ada, riwayat keluarga batuk lama tidak ada,
riwayat sakit kepala tidak ada. Tn. M sering memelihara binatang seperti
kucing dan juga senang makanan yang di bakar seperti sate. Tn. M
jarang minum obat-obatan atau jamu-jamuan. Riwayat keluarga tidak VV
ada yang seperti ini, Ibu Tn. M menderita carcinoma payudara.

4. Pemeriksaan fisik didapatkan:


Keadaan umum tampak sakit sedang, tekanan darah 120/80 mmHg,
denyut nadi 80x/menit, frekuensi nafas 20x/menit, suhu 36,8 c, TB: 165
cm, BB: 42 kg
Keadaaan spesifik:
Kepala: Conjungtiva pucat (-), ikterik (-)
Mulut: Stomatitis (-), faring hiperemis (-), tumor (-)
Leher: JVP 5-2 cmH2O
Benjolan pada leher kanan: ukuran 5x4x4 cm, nyeri (-),
mobile
V
Benjolan pada leher kiri: ukuran 3x4x3 cm, nyeri (-), mobile
Thoraks:
Pembesaran kelenjar limfa di aksila (-)
Paru: dalam batas normal
Jantung: dalam batas normal
Abdomen: dalam batas normal
Extremitas superior: pembesaran kelenjar limfa (-)
Extremitas inferior: pembesaran kelenjar limfa inguinal (-)

5. Pemeriksaan laboratorium:
Darah rutin: Hb: 10,2 gr%, WBC: 8.000/ mm3, hitung jenis:
0/5/6/70/18/1, LED: 60 mm/jam
V
Kimia darah: ureum 50 mg/dl, kreatinin 1,4 mg/dl, asam urat
8,5 mg/dl, LDH 565 U/L

4
IV. ANALISIS MASALAH
1. Tn. M umur 40 tahun seorang laki-laki bekerja sebagai buruh bangunan sejak 5 bulan
yang lalu, teraba ada benjolan tidak nyeri di leher kanan sebesar telur puyuh. Badan terasa
demam tapi tidak terlalu tinggi dan mudah berkeringat, nafsu makan menurun, berat
badan masih normal. Sejak 4 bulan yang lalu timbul benjolan di leher sebelah kiri sebesar
telur puyuh dan benjolan sebelah kanan leher semakin membesar yaitu sebesar telur
ayam.
1.1 Bagaimana anatomi terkait pada kasus? (system limfa leher) 1 10
1.2 Apa hubungan usia, jenis kelamin dan pekerjaan dengan keluhan pada kasus? 2 11
1.3 Apa penyebab dan bagaimana mekanisme teraba ada benjolan tidak nyeri di leher
kanan sebesar telur puyuh sejak 5 bulan yang lalu? 3 1
1.4 Apa penyebab dan bagaimana mekanisme badan terasa demam tapi tidak terlalu
tinggi sejak 5 bulan yang lalu? 4 2
1.5 Apa penyebab dan bagaimana mekanisme mudah berkeringat sejak 5 bulan yang
lalu? 5 3
1.6 Apa penyebab dan bagaimana mekanisme nafsu makan menurun sejak 5 bulan yang
lalu? 6 4
1.7 Mengapa timbul benjolan baru di leher sebelah kiri? 7 5
1.8 Mengapa benjolan di leher sebelah kanan semakin membesar yaitu sebesar telur
ayam? 8 6

2. Berat badan menurun 6 kg dalam 2 bulan terakhir. Tn. M berobat ke dokter umum, diberi
obat juga dilakukan pemeriksaan darah dan rontgen dada, namun benjolan tidak mengecil
dan malah membesar. Sejak 1 bulan yang lalu, Tn. M mengeluhkan sakit menelan dan
sulit menelan, akhirnya Tn. M berobat ke bagian penyakit dalam dan dirawat.
2.1 Apa penyebab dan bagaimana mekanisme berat badan menurun 6 kg dalam 2 bulan
terakhir? 9 7
2.2 Apa makna benjolan tidak mengecil dan malah membesar setelah berobat ke dokter
umum? 10 8
2.3 Apa penyebab dan bagaimana mekanisme sakit menelan dan sulit menelan sejak 1
bulan lalu? 11 9

3. Riwayat batuk lama tidak ada, riwayat keluarga batuk lama tidak ada, riwayat sakit
kepala tidak ada. Tn. M sering memelihara binatang seperti kucing dan juga senang

5
makanan yang di bakar seperti sate. Tn. M jarang minum obat-obatan atau jamu-
jamuan. Riwayat keluarga tidak ada yang seperti ini, Ibu Tn. M menderita carcinoma
payudara.
3.1 Apa makna tidak ada riwayat batuk lama pada pasien dan keluarganya? 1 10
3.2 Apa makna tidak ada riwayat sakit kepala? 2 11
3.3 Apa makna sering memelihara binatang seperti kucing? 3 1
3.4 Apa makna senang makanan yang di bakar seperti sate? 4 2
3.5 Apa makna jarang minum obat-obatan atau jamu-jamuan? 5 3
3.6 Apa makna keluarga tidak memiliki riwayat keluhan yang sama? 6 4
3.7 Apa makna ibu Tn.M menderita carcinoma payudara? 7 5

4. Pemeriksaan fisik didapatkan:

Keadaan umum tampak sakit sedang, tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 80x/menit,
frekuensi nafas 20x/menit, suhu 36,8 c, TB: 165 cm, BB: 42 kg

Keadaaan spesifik:

Kepala: Conjungtiva pucat (-), ikterik (-)

Mulut: Stomatitis (-), faring hiperemis (-), tumor (-)

Leher: JVP 5-2 cmH2O

Benjolan pada leher kanan: ukuran 5x4x4 cm, nyeri (-), mobile

Benjolan pada leher kiri: ukuran 3x4x3 cm, nyeri (-), mobile

Thoraks:

Pembesaran kelenjar limfa di aksila (-)

Paru: dalam batas normal

Jantung: dalam batas normal

Abdomen: dalam batas normal

Extremitas superior: pembesaran kelenjar limfa (-)

Extremitas inferior: pembesaran kelenjar limfa inguinal (-)

4.1 Apa interpretasi dari pemeriksaan fisik? (bikin tabel) 8 6

6
4.2 Bagaimana mekanisme abnormalitas dari:
a. IMT 9 7
b. Benjolan pada leher kanan dan kiri yang tidak nyeri dan mobil 10 8
4.3 Apa makna tidak ada pembesaran kelenjar limfa di aksila, ekstremitas superior,
dan inguinal? 11 9
4.4 Bagaimana cara pemeriksaan kelenjar limfa? 1 10

5. Pemeriksaan laboratorium:

Darah rutin: Hb: 10,2 gr%, WBC: 8.000/ mm3, hitung jenis: 0/5/6/70/18/1, LED: 60
mm/jam

Kimia darah: ureum 50 mg/dl, kreatinin 1,4 mg/dl, asam urat 8,5 mg/dl, LDH 565 U/L

5.1 Apa interpretasi dari hasil pemeriksaan laboratorium? 2 11


5.2 Bagaimana mekanisme abnormalitas dari:
a. Hb 3 1
b. Hitung jenis 4 2
c. LED 5 3
d. Ureum 6 4
e. Kreatinin 7 5
f. Asam urat 8 6
g. LDH 9 7

6. Hipotesis: Tn. M, 40 tahun, menderita limphadenopati di regio coli dextra et sinistra


kemungkinan akibat toxoplasmosis (?)
6.1 Apa saja diagnosis banding dari kasus? 2 3
6.2 Bagaimana algoritma penegakkan diagnosis dan pemeriksaan penunjang yang
diperlukan serta apa diagnosis kerjanya? 1 4 7 10
6.3 Bagaimana epidemiologi dari diagnosis kerja? 5 4
6.4 Apa etiologi dari diagnosis kerja? 8 5
6.5 Apa saja faktor resiko dari diagnosis kerja? 11 6
6.6 Bagaimana patofisiologi dan patogenesis dari diagnosis kerja? 8 7
6.7 Bagaimana manifestasi klinis dari diagnosis kerja? 9 8
6.8 Bagaimana tatalaksana dari diagnosis kerja? 3 6 9
6.9 Apa edukasi dan pencegahan terkait dengan diagnosis kerja? 10 9

7
6.10 Bagaimana komplikasi dari diagnosis kerja? 11 10
6.11 Bagaimana prognosis dari diagnosis kerja? 1 11
6.12 Apa SKDI dari diagnosis kerja? 2

V. LEARNING ISSUE
1. Penegakkan diagnosis limphadenopati 1 4 7 10
2. Limphadenopati 2 5 8 11
3. Tatalaksana limphadenopati 3 6 9

1. Ade
2. Mandy
3. Illyah
4. Vienna
5. Linda
6. Corne
7. Mamai
8. Vicra
9. Koko
10. Azil
11. Maryam

VI. SINTESIS
VII. KERANGKA KONSEP
VIII. KESIMPULAN

8
DAFTAR PUSTAKA