Anda di halaman 1dari 9

REVISI PENUNTUN PRAKTIKUM IV PATOLOGI ANATOMI

BLOK 13
TANGGAL 09 NOVEMBER 2015

IV. Tumor-tumor ganas (1)

1. Hodgkin Lymphoma
Adalah neoplasma ganas dari jaringan limfoid dan kelenjar getah bening. Penyakit ini
secara morfologis ditandai dengan ditemukannya Reed-sternberg cell/RS cell
(neoplastic giant cell) yang dianggap sebagai elemen neoplastik sejati dari Hodgkin
disease. Identifikasi RS cell dan variantnya sangat penting dalam diagnosis. RS sel
klasik adalah sel besar dengan binukleasi atau lobulated, keduanya seperti mata
burung hantu (inclusion-like, owl-eyed) dikelilingi oleh sebuah halo yang jernih.
Sitoplasmanya banyak dan amphophilic.

Klasifikasi utamanya : - Nodular sclerosis


- Mixed cellularity
- Lymphocyte predominant
- Lymphocyte depleted.

Nodular sclerosis adalah jenis yang paling banyak. Ciri khasnya terdapat lacunar
cell (variant RS cell) dan adanya kolagen band yang membagi jaringan limfoid
menjadi nodul-nodul yang sircumscribed. Fibrosis bisa sedikit atau banyak, sel-sel
neoplastik ditemukan pada latar belakang yang polimorfik dari limfosit kecil,
eosinofil, plasma dan makrofag.

A. Reed-sternberg cell/RS cell :


sel besar dengan binukleasi atau lobulated, keduanya seperti mata burung hantu
(inclusion-like, owl-eyed)
B C

B. ‘lacunar cell” C. Sel “popcorn”

2. Retinoblastoma
Adalah tumor mata ganas yang terjadi pada anak, yang timbul dari sel-sel
neuroepitelial. Sering terjadi pada usia kurang dari 4 tahun dan timbul sebagai tumor
kongenital, dapat multifokal atau bilateral. Tumor juga dapat regresi secara spontan.
Pada kasus-kasus familial khususnya tumor yang multiple dapat tumbuh secara
bilateral. Penderita dengan familial retinoblastoma juga beresiko tinggi untuk
menderita osteosarkoma dan soft tissue tumor lainnya.
Mikroskopik :
Tumor cenderung membentuk massa noduler terdiri dari area undifferentiated berisi
sel-sel kecil bentuk bulat dengan inti besar hiperkromatik, sitoplasma sedikit.
Sedangkan area differentiated ditandai adanya gambaran Flexner-Wintersteiner
rosettes yang berisi kluster sel-sel kuboid dan kolumner yang tersusun mengelilingi
lumen sentral.

Sel-sel kecil bentuk bulat dengan inti


hiperkromatik, sitoplasma sedikit.
(Insert: Flexner-Wintersteiner rosettes)
3. Wilm’s tumor/Nephroblastoma
Adalah tumor ganas abdominal yang paling sering terjadi pada anak-anak, biasanya di
usia 3 tahun pertama (2-5 tahun).Tumor ini sangat radiosensitif.
Makroskopik :
Tumor berukuran besar, hampir memenuhi rongga abdomen, soliter, sering bilateral.
Tumor bewarna coklat-abu-abu, lunak, homogen,batas tegas, kadang terdapat
perdarahan, degenerasi kistik dan nekrosis. Cenderung untuk menghancurkan ginjal
dapat menyebar ke organ sekitar tetapi jarang metastase melalui pembuluh darah.

Mikroskopik :
Gambaran khas yang umum adalah sarkomatosa. Sel-selnya bulat atau fusiform,
sering dijumpai elemen-elemen kelenjar (tubulus) sehingga sering disebut
adenosarkoma. Kombinasi trifasik klasik yang sering dijumpai terdiri dari sel
blastemal, stromal dan epitelial. Komponen blastemal berupa sheet of small blue cell.
Diferensiasi epitelial biasa berbentuk tubulus atau glomerulus yang abortif, sedangkan
sel stroma berwujud fibrotik dan miksoid serta sering juga berupa diferensiasi dari otot
skeletal.

A B

A. Komponen blastemal B.Komponen epitelial


(panah merah: lumen kelenjar)
C D

C. Komponen mesenkimal D. Glomerulus normal


(stroma miksoid (panah putih))
4. Keratinizing Squamous cell carcinoma (cervix)/SCC
Adalah tumor ganas cervix yang paling sering dijumpai. Terjadi pada usia mulai
dekade 2 sampai usia tua, puncaknya usia 40-45 tahun, dan puncak prekanker yaitu
usia 30 tahun (karena infeksi oleh Human Papilloma Virus/HPV dini)
Makroskopik : terdapat 3 bentuk yaitu : fungating (eksofitik),ulserasi dan infiltratif.

Mikroskopik :
Sediaan terdiri dari epidermis berlapis epithel skuamosa kompleks berkeratin, dermis
berupa jaringan ikat fibrokolagen dengan infiltrasi sel radang limfosit, tampak
glandula sebacea dan sudorifera serta massa tumor berstruktur pulau-pulau terdiri
dari kelompok sel-sel relatif besar, inti pleomorfik, hiperkromatik dan vesikuler,
kromatin padat dan kasar sebagian anak inti prominent, mitosis abnormal, sitoplasma
luas eosinofilik sebagian jernih, berkeratin .
Pada tipe berkeratin ini, kelompok sel epitel tumbuh ke arah subepitel, di tengah
massa ini terjadi kornifikasi dikenal sebagai epithelial pearl (mutiara tanduk). Sel-sel
disekelilingnya tersusun konsentris, disekitar massa ini sering dijumpai limfosit.

A B

A. Pulau-pulau massa tumor B. Bentukan mutiara keratin dan massa


tumor

5. - Adenocarcinoma recti
Hampir 98% kanker diusus adalah adenokarsinoma. Insidens puncak adalah berkisar
usia 60- 79 tahun.
Makroskopik :
Terdapat massa eksofitik polipiod (khususnya pada sekum dan kolon ascenden)
atau massa annuler dengan obstruksi seperti‘napkin-ring’(merupakan ciri khas
untuk kolon bagian distal).

Mikroskopik :
Sediaan terdiri dari massa tumor tersusun atas sel-sel kolumner tinggi (tall
columner cells) dengan inti pleomorfik, bulat-ovoid, kromatin kasar, vesikuler,
anak inti prominent, sitoplasma luas eosinofilik (menyerupai epithelium neoplastic
adenomatosa), tetapi telah menginvasi kedalam lapisan submukosa, muskularis
propria atau di luar lapisan ini, sebagian tumor menghasilkan musin ekstraseluler.

sel-sel kolumner tinggi (tall columner cells) dan menyerupai epithelium neoplastic
adenomatosa (panah putih), dengan musin ekstraseluler (panah merah) yang telah
menginvasi lapisan submukosa (panah hitam)

- Adenocarcinoma recti (signet ring cell type)


Mikroskopik :
Sediaan terdiri dari kelompok-kelompok sel dengan inti terletak di tepi (signet ring
cell), sebagian tampak “berenang“ diantara genangan musin yang dihasilkannya.
Dijumpai juga area perdarahan.

Signet ring cell: sel dengan inti terletak ditepi, sitoplasma mengandung musin
6. Rhabdomyosarcoma
Adalah sarkoma yang sering terjadi pada anak-anak dibawah usia 15 tahun dan
dewasa muda.
Klasifikasi :
- Embryonal rhabdomyosarcoma
Terutama pada bayi baru lahir sampai usia 15 tahun. Lokasi tersering di leher dan
Kepala.
- Alveolar rhabdomyosarcoma
Lebih jarang. Terjadi pada usia 10 sampai15 tahun. Lokasi paling sering di
ekstremitas atas dan bawah.
- Pleomorphic rhabdomyosarcoma
Dikenal sebagai classic and most typical type. Paling sedikit. Dapat terjadi pada
semua usia. Puncak insiden 45 tahun. Lokasi tersering otot besar ekstremitas
terutama paha.

Mikroskopik :

Pleomorphic rhabdomyosarcoma
Terdiri dari sel besar, inti bulat atau pleomorfik, sitoplasma luas-eosinofilik, inti
terdesak ke tepi (tad pole/racket cell), tersusun longgar, tidak teratur, terdapat
bizzare cell dan giant cell.

Bizzare cell dan giant cell. Tad pole/racket cell

7. Melanoma maligna
Umumnya timbul di epidermis, namun dapat timbul juga di oral, permukaan mukosa
anogenital, eosophagus, meningen dan mata. Bisa tumbuh secara in situ atau invasif .
invasif melanoma dapat bersifat tumorigenic (fase pertumbuhan vertikal) atau non
tumorigenic (fase pertumbuhan radial). Semua jenis melanoma berasal dari melanosit
pada epidermal junction.
Mikroskopik :

individual sel melanoma sangat besar dibandingkan dengan sel nevus. Inti besar
dengan kontur irreguler dan pigmentasi, kromatin klumping terletak di tepi membran
inti, anak inti prominent, sitoplasma eosinofilik. Sel-sel ini tumbuh sebagai ekspansil,
nodul seperti balon (poorly formed nests) atau individual sel-selnya terdapat dalam
berbagai tingkatan di epidermis dan dermis.

Sel dengan inti besar, kromatin klumping,anak inti


prominent, sitoplasma eosinofilik dengan pigmen
melanin

8. LimfomaBurkit
Limfoma burkit adalah limfoma sel B yang berkaitan dengan translokasi gen
c-MYC di kromosom 8

Gambaran klinik:
- bersifat endemik, maupun sporadik, ditemukan terutama pada anak dan dewasa
muda.
- Sebagian besar tumor bermanisfestasi di luar kelenjar getah bening.
- Bersifat sangat aggresif

Mikroskopik :
- Sel tumor berukuran sedang dengan pola pertumbuhan difus monoton.
- Membentuk pola ‘starry sky”
- Indeks mitosis yang tinggi dan kematian apoptotis sel tumor
Pola “starry sky”

9. Chondrosarcoma
 Gambaran umum semua tumor ini adalah pembentukan tulang rawan neoplastik
 Insiden sekitar separuh dari insiden osteosarcoma.
 Terjadi pada usia 40 tahun atau lebih.
 Pria dua kali lebih sering dibanding wanita.
 Hampir 90% kasus timbul secara denovo (primer)
 Berdasarkan tempat, dibedakan menjadi : intramedula dan jukstakorteks
 Secara histologis dibedakan menjadi :
- konvensional (hialin dan/atau miksoid)
- sel jernih
- dediferensiasi
- mesenkim
 Mikroskopik:
Dijumpai matriks cartilagenous luas, lobulus-lobulus kartilago bervariasi dalam bentuk
dan ukuran dengan atipia inti

(Panah putih: matriks cartilagenous)