Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PROMOSI KESEHATAN

MEMBUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA

Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Kepaniteraan Klinik Bagian Ilmu Kesehatan
Masyarakat Fakultas Kedokteran
Universitas Islam Indonesia

DisusunOleh :
Fitri Suci Nurrahman
08711155
Puskesmas Tanon 1, Sragen, Jawa Tengah

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
YOGYAKARTA
2014
BAB I
PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG MASALAH


Salah satu indicator PHBS di rumah tangga adalah penanganan sampah. Menurut
Notoatmodjo (2007), sampah ialah suatu bahan atau benda padat yang sudah tidak
dipakai lagi oleh manusia atau benda-benda padat yang sudah tidak digunakan lagi dalam
suatu kegiatan manusia dan dibuang. Sampah ditampung dan dibuang setiap hari
ditempat pembuangan yang memenuhi syarat karena membuang sampah tidak pada
tempatnya akan dapat mengakibatkan penyakit dan akan mencemari udara disekitarnya
(Notoatmodjo, 2003). Pengelolaan sampah adalah pengumpulan, pengangkutan,
pemrosesan, pendaurulangan, atau pembuangan dari material sampah (Dewi, 2009).
Sampah sampai saat ini selalu dianggap sebagai salah satu prioritas masalah
kesehatan yang sangat mengganggu, dengan dampak yang sangat beraneka ragam.
Berbagai macam faktor yang dapat mengakibatkan peningkatan dalam permasalahan
pengelolaan sampah antara lainnya adalah terus meningkatnya populasi manusia dengan
kebutuhan yang juga semakin meningkat. Dengan demikian, meningkatnya populasi dan
kebutuhan manusia, secara langsung maupun tidak langsung juga akan menyebabkan
semakin meningkatnya sampah, sehingga menjadi beban bagi lingkungan.
Ketidakseimbangan alampun terjadi dengan terus meningkatnya bahan pencemar yang
telah melampaui kapasitas kemampuan bumi.

Menurut definisi World Health Organization (WHO) sampah adalah sesuatu yang
tidak digunakan, dan tidak dipakai, atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan
manusia. Salah satu faktor yang mempengaruhi kuantitas dan kualitas sampah adalah
keadaan social ekonomi, semakin tinggi keadaan social ekonomi masyarakat, semakin
banyak jumlah perkapita sampah yang akan dibuang. Kualitas sampahnyapun semakin
banyak bersifat tidak dapat membusuk. Selanjutnya, faktor pendidikan juga sangat
berpengaruh, semakin tinggi pengetahuan masyarakat maka masyarakat semakin
mengetahui dan sadar akan bahaya limbah rumah tangga terhadap lingkungan, terutama
bahaya pencemaran terhadap kesehatan manusia, dan dengan pendidikan pula dapat
ditanamkan berfikir kritis, kreatif dan rasional dalam pengelolaan sampah.
Kecamatan Tanon adalah salah satu kecamatan dari dua puluh kecamatan yang berada di
wilayah kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Desa Gawan merupakan salah satu desa di
Kecamatan Tanon yang terdiri dari 18 RT serta terbagi dalam 2 kebayanan, terdiri dari 897
KK. Terdapat sungai yang melintasi beberapa dusun di Desa gawan ini. Masih kurangnya
kesadaran masyarakat untuk membuang sampah di tempat sampah, membuat warga di sekitar
sungai membuang sampah di sungai. Padahal untuk mengatasi hal tersebut, di tingkat RT ada
beberapa tempat yang sudah di bangun tempat sampah di sekitar rumah warga, tapi masih
banyak masyarakat yang membuang sampah di sungai. Akibatnya, sampah yang di buang
sembarangan tidak pada tempatnya sehingga mengganggu pemandangan, dampaknya
sampah-sampah tersebut menyebarkan aroma yang kurang sedap dan dikerumuni oleh lalat.
Biasanya masyarakat akan membakar sampah yang telah dikumpulkan untuk mengantisipasi
hal tersebut, hal ini tidak menyelesaikan masalah karena membakar sampah banyak
memberikan efek yang buruk bagi kesehatan. Dikhawatirkan, karena kurangnya kesadaran
masyarakat untuk membuang sampah di tempatnya bila hal ini terus dibiarkan berlarut-larut,
sampah ini akan menjadi sumber penyakit.
Berdasarkan hasil survey mawas diri, didapatkan hasil bahwa masih banyak masyarakat
yang membuang sampah di sungai, serta ada juga yang membuang sampah di kebun
kemudian di bakar. Hal ini tentunya dapat menjadi potensi gangguan kesehatan karena masih
kurangnya kesadaran masyarakat untuk memubuang sampah di tempatnya serta mengolah
sampah agar tidak menjadi sumber penyakit yang berpotensi mengganggu kesehatan
lingkungan dan kesehatan individu. Kebiasaan membang sampah di tempat sampah
merupakan langkah awal untuk mencegah kemungkinan tersebut, selain itu dengan
membuang sampah di tempat sampah akan menciptakan lingkungan serta masyarakat yang
bersih dan sehat. Perlu dilakukan pengelolaan sampah untuk meminimalisir dampak buruk
yang terjadi pada lingkungan akibat sisa konsumsi manusia tersebut. Pengelolaan sampah
ialah upaya pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan, pendaurulangan atau pembuangan
dari material sampah. Pengelolaan sampah ini bertujuan untuk mengubah sampah
menjadi material yang memiliki nilai ekonomi. Selain itu, pengelolaan sampah juga
mempunyai tujuan untuk mengolah sampah agar menjadi material yang tidak
membahayakn lingkungan
Untuk itu, promosi kesehatan terhadap pentingnya membuang sampah di tempatnya di
harapkan mampu mengingatkan kembali serta meningkatkan kesadaran masyarkat, bahwa
kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang bertujuan untuk
menciptakan lingkungan yang bebas sampah, bersih, dan sehat.
2. TUJUAN PROMOSI
Tujuan dari pembuatan media promosi kesehatan ini adalah agar dapat memberikan
informasi kepada masyarakat mengenai bahaya membuang sampah sembarangan dan
membakar sampah, serta mengingatkan kembali pentingnya menjaga kebersihan
lingkungan dengan cara membuang sampah di tempatnya. Tujuan lainnya adalah tujuan
jangka pendek agar masyarakat memiliki pengetahuan dan mengaplikasikan bahwa
pengolahan sampah rumah tangga dapat dipilah dan di olah agar bermanfaat serta
memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Tujuan dari jangka panjangnya sendiri
pengolahan sampah rumah tangga dengan baik dapat terus berlangsung secara
berkesinambungan serta menumbuhkan kesadaran kepada setiap masyarakat tentang
pentingnya berperilaku hidup bersih dan sehat melalui penanggulangan sampah di
lingkungan sekitar dan mampu memberikan pengetahuan kepada masyarakat Desa
Gawan tentang bahaya membuang sampah di sungai dan akibatnya bagi kesehatan,
Menyampaikan kepada masyarakat alternative-alternative pilihan cara mengelola sampah
dengan benar.

3. SASARAN
Sasaran dari kegiatan promosi kesehatan ini adalah seluruh masyarakat di Desa
Gawan, Kecamatan Tanon Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah., khususnya daerah
di sekitar sungai.
BAB II
ANALISIS SWOT PEMILIHAN MEDIA

Analisis SWOT menjadi salah satu untuk memperoleh informasi yang sangat
tepat untuk memilih suatu media promosi kesehatan. Analisis SWOT dilakukan dengan
tujuan untuk menganalisis keadaan internal dan eksternal dipuskesmas. Analisis SWOT
terdiri (Strength, Weakness, Opportunity and Threats). Analisis faktor internal bertujuan
untuk mendapatkan gambaran mengenai Kekuatan (Strength) dan Kelemahan (Weakness)
dari Puskesmas sendiri, sehingga kita dapat mengukur kekuatan yang kita miliki untuk
meminimalisir kelemahan yang ada. Sedangkan analisis faktor eksternal dilakukan
dengan tujuan mendapatkan gambaran Peluang (Opportunity) dan Threats (Ancaman).
Hasil analisis ini faktor eksternal dapat membantu dalam memilih langkah-langkah yang
harus dilakukan dalam melakukan promosi kesehatan.
Dengan tujuan diadakan analisis ini agar faktor-faktor tersebut diketahui secara
jelas sehingga dapat memberikan alternatif pemilihan media. Dengan adanya media
informasi yang tepat maka akan semakin mudah menyampaikan pesan dan diterima oleh
masyarakat setempat.
Dalam analisis SWOT terhadap pemilihan media promosi kesehatan ini terdapat
empat hal yang perlu dikaji seperti dibawah ini:
1. Analisis faktor internal
a. Strength (kekuatan)
 Puskesmas Tanon 1 mempunyai tenaga medis seperti dokter umum,
dokter gigi, bidan desa, perawat, analis laboraturium, kader-kader
kesehatan, dan petugas promosi kesehatan yang kompeten dan aktif.
dapat membantu dalam melaksanakan program kegiatan promosi
kesehatan.
 Adanya kegiatan yang sering dilaksanakan setiap bulan yaitu posyandu
balita, posyandu lansia di setiap Adanya program promosi kesehatan
yang bertujuan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat di
masing-masing desa.
 Adanya kegiatan rutin warga seperti arisan, pertemuan RT, pengajian
pertemuan pak tani yang aktif dilaksanakan warga setiap bulan
sehingga dapat dilakukan kegiatan penyuluhan pada saat waktu yang
bersamaan
 Puskesmas Tanon 1 telah dikenal sebagai penyedia layanan kesehatan
yang cukup baik oleh warga di kecamatan Tanon
 Adanya Dokter muda sehingga dapat membantu melakukan kegiatan
promosi kesehatan.
b. Weakness (kelemahan)
 Kegiatan promosi kesehatan Puskesmas Tanon 1 yang padat dan
terjadwal, sehingga jadwal promosi kesehatan tentang pentingnya
membuang sampah di tempatnya kurang mendapat perhatian.
 Belum adanya media promosi kesehatan tentang pentingnya membuang
sampah di tempatnya, dan pemilahan serta pengolahan sampah.
 Membutuhkan tempat dan waktu yang ditentukan dan telah disepakati
 Keterbatasan jumlah media promosi kesehatan yang tersedia seperti
booklet, poster, leaflet, video dan sebagainya.
2. Analisis faktor eksternal
c. Opportunity (kesempatan)
 Adanya kegiatan penyuluhan kepada masyarakat dan kader kesehatan
yang terorganisir dari bidang promosi kesehatan Puskesmas Tanon 1
 Semangat masyarakat untuk mendengarkan dan bertanya sangat
antusias
 Perhatian masyarakat yang sangat tertarik dalam pertemuan yang
membahas tentang kesehatan
 Adanya peralatan yang menunjang promosi kesehatan kegiatan
melalui media audio visual
 Minat masyarakat dalam menambah ilmu pengatahuan kesehatan
cukup besar
 Kader-kader kesehatan jumlahnya memadai dan berperan serta secara
aktif.
d. Threat (ancaman)
 Kurangnya Kesadaran masyarakat yang relatif rendah terkait
pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah
pada tempatnya.
 Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pengelolahan dan
pemilahan sampah
 Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit yang dapat
diakibatkan karena membuang sampah tidak pada tempatnya
 Sulitnya mengumpulkan masyarakat pada siang hari, karena Mayoritas
warga di wilayah kerja Puskesmas Tanon 1 Desa Gawan bekerja, pada
pagi hari dan siang hari sehingga waktu penyuluhan harus diadakan
malam hari
 Antusias dari warga yang masih kurang dalam mencari informasi
seputar kesehatan.
BAB III
RANCANGAN MEDIA

1. ISI PESAN

Pesan yang disampaikan melalui media promosi pada masyarakat Desa Gawan
mengenai pentingnya kebersihan lingkungan dan menjaga kesehatan dan dengan cara
membuang sampah di tempatnya serta memberikan informasi tentang pemilahan dan
pengolahan sampah yang baik. Adapun masalah yang diangkat dalam media promosi
ini adalah data masalah yang didapat dari proses Survey Mawas Diri (SMD) yang
telah dilakukan. Masalah ini didapatkan dari wawancara dan melalui survey
lingkungan sekitar masih banyak yang kurang akan kesadaran dan pengetahuan
mengenai pentingnya untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan cara membuang
sampah di tempatnya. Banyak masyarakat yang membakar sampah yang telah
dikumpulkan, bahkan masih banyak masyarakat yang membuang sampah di sungai,
terutama di daerah yang berada di sekitar sungai. Melihat kondisi masyarakat yang
tingkat pendidikannya berbagai macam, maka dilakukan media penyuluhan agar
masyarakat bisa mendapatkan pengetahuan secara baik mengenai cara yang baik
dalam membuang sampah dan pengelolaannya.

Dengan munculnya permasalahan dari hasil survey tersebut maka isi pesan
pada media promosi kesehatan adalah mengingatkan masyarakat untuk menjaga
kebersihan lingkungan dengan membuang sampah di tempatnya. Isi pesan antara lain
adalah sebagai berikut:
a. Mengingatkan untuk membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuang
sampah sembarangan
b. Memberikan Informasi bahwa sampah tidak boleh di bakar
c. Memberikan informasi dan pengetahuan tentang pemilahan dan pengolahan
sampah
Pesan yang disampaikan berisi media slide power point yang menarik dan
mudah dimengerti. gambar-gambar video dan poster untuk tidak membuang sampah
sembarangan. Sehingga diharapkan dapat menarik perhatian, mengingatkan, memberi
informasi dan memudahkan pemahaman masyarakat yang melihat dan mendengarnya.
Dengan adanya media promosi tersebut diharapkan masyarakat dapat menerapkan apa
yang dilihat, didengar dan dipahami oleh mereka.

2. BENTUK MEDIA PROMOSI KESEHATAN

Bentuk dari media promosi kesehatan untuk tidak membuang sampah


sembarangan dan membuang sampah pada tempatnya yang digunakan adalah video
dan poster yang berisikan kata-kata dan gambar-gambar serta video agar tidak
membuang sampah sembarangan. Media promosi kesehatan berupa audiovisual yang
berisikan tampilan slide kalimat dan gambar-gambar serta video untuk tidak
membuang sampah sembarangan. Selain itu, media promosi berupa Media poster ini
ditampilkan dengan kata-kata yang sangat sederhana dan mudah diaplikasikan
sehingga bertujuan supaya sasaran dapat membaca dan memahaminya dengan mudah.
Di dalam poster ditampilkan kata-kata berupa “buanglah sampah pada tempatnya”,
“sayangi bumi kita “, “let’s go green together”. Kalimat ini sudah sangat sering
didengar masyarakat, oleh karena itu dengan membacanya di setiap waktu masyarakat
dapat mengingat tanggungjawabnya untuk membuang sampah pada tempatnya. Selain
itu gambar yang ditampilkan pada gambar juga menarik dan mudah dipahami.
Pengambilan gambar diambil gambar dari internet dengan keyword “sampah” di
http//google.com. kemudian gambar dipilih sesuai dengan kalimat yang dituliskan.

a. Keuntungan dan keunggulan :


 Video
 Dapat menjangkau seluruh kalangan masyarakat baik tua
maupun muda
 Adanya video animasi dan gambar-gambar dapat menarik
perhatian dan mudah dipahami
 Dapat disosialisasikan dan diaplikasikan kepada masyarakat
yang tidak bisa membaca
 Maksud dari pembuatan Video tidak mudah rusak karena tidak
terkena langsung oleh udara luar
 Pembuatan dan pengadaan audiovisual murah dan cepat
 Poster
 Pembuatan desain, pemilihan gambar-gambar yang menarik
disertai dan tulisan pada poster
 Gambar-gambar lebih mudah dipahami oleh masyarakat.
 Dapat dilihat langsung dan dimengerti maksud dan tujuan dari
poster tersebut.
 Bisa dilihat oleh banyak orang.
 Mudah dipahami oleh berbagai lapisan masyarakat dan
 .Biaya cukup terjangkau. dan murah
 Presentasi Slide Powerpoint
 Isi pesan dapat disampaikan selengkap-lengkapnya
 Tulisan maupun gambar dapat didesain semenarik mungkin
 Pembuatannya mudah dan murah
b. Keterbatasan :
 Perlunya alat proyektor untuk memutar video dan sound sehingga tidak
dapat disosialisasikan dengan mudah kapan saja dan dimana saja
 Memerlukan gambar-gambar dan konsep yang menarik dan kreatif
agar dapat menarik minat warga untuk melihat dan mendengarkan
 Informasi yang ada cenderung tidak lengkap dan minimal.
 Peserta mudah bosan jika pemateri tidak memaparkan materi dengan
menarik.
 Peserta bisa mudah lupa karena promosi kesehatan hanya dilakukan
satu kali.
Dalam melakukan kegiaatan promosi kesehatan ini tentunya tidak
lepas dari kesadaran diri pribadi setiap masyarakat. Adanya kelebihan dan
kekurangan/kendala dalam hal media promosi. Media tersebut hanya
membantu sebagian dari program tersebut agar bisa diaplikasikan
dikehidupan sehari-hari Adapun kelebihannya adalah mudah dilakukan
dan biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar. Selain itu media promosi
juga efektif dan efisien untuk diberikan kepada masyarakat dimana
promosi kesehatan dapat diberikan ketika warga berkumpul saat ada acara-
acara kemsyarakatan. Kendala dan kekuranganya adalah antusiasme
beberapa warga yang masih kurang
BAB IV

PELAKSANAAN

Kegiatan promosi kesehatan dilakukan oleh dokter muda kepada


masyarakat Desa gawan. Kegiatan promosi kesehatan dilaksanakan dengan cara
ikut masuk ke acara-acara kemasyarakatan yang ada di Desa gawan, misalnya
acara arisan warga, acara pertemuan RT, pengajian pertemuan pa tani, maupun
posyandu. Telah dilakukan penyuluhan sebanyak 1 kali dengan mengumpulkan
perwakilan-perwakilan masyarakat di salah satu rumah warga. Penyuluhan
kelompok tersebut dilaksanakan pada tanggal 2 Februari 2014, tempatnya
dirumah kepala RT 02 desa Gawan Kabayanan 1 mulai pukul 19.30 sampai
dengan pukul 22.00 yang dihadiri oleh bapak-bapak, ibu-ibu Desa Gawan.
Penyuluhan berjalan dengan lancar, tanpa hambatan, antusias yang baik dari
warga RT 02 dan mendapatkan apresiasi yang baik dari warga masyarakat.
Berbagai pertanyaan yang muncul dari masing-masing warga dapat dijelaskan
dengan baik oleh penyuluh.

Kesimpulan
Sampah saat ini masih menjadi permasalahan lingkungan yang tidak dapat
disepelekan. Permasalahan seputar sampah mulai berawal dari kurangnya
kesadaran akan membuang sampah pada tempatnya dan kurangnya pengetahuan
mengenai pengolahan sampah yang baik dan benar. Sekalipun masyarakat sendiri
sudah paham akibat dari membuang sampah sembarangan, tetapi kebiasaan itu
tetap saja dilakukan. Perlu dilakukan penanaman kesadaran tentang pengolahan
sampah yang baik

Saran
- Kegiatan promosi kesehatan perlu dilakukan secara berkesinambungan. yang
berkala dan berkelanjutan
- Difersifikasi media promosi supaya pesan yang disampaikan dapat dipahami
dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA

Dewi, R., 2008. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Perkotaan Berbasis Masyarakat Di
Banjarsari Jakarta Selatan. www.gdl.com. Diakses tanggal : 30 Mei 2011

Kemenkes RI, 2011. Pedoman pembinaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Jakarta:
Kementerian Kesehatan RI.

Notoatmojo, Soekidjo, 2003. Pendidikan Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka
Cipta

Notoatmodjo, Soekidjo. 2007. Kesehatan Masyarakat: Ilmu dan Seni. Jakarta: Rineka Cipta.

Rindang, A., 2008. Identifikasi Sistem Pengolahan Sampah Organik dan Anorganik Studi
Kasus Di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara[skripsi].Medan: Universitas
Sumatera Utara,Program Studi Teknik Pertanian.

Soedrajat,R. 2008. Mengelola Sampah Kota. Jakarta :Penebar Swadaya

Tim Penulis PS, 2008. Penanganan dan Pengelolaan Sampah. Penebar Swadaya.Jakarta.

Supratman, Dedi dkk. 2010. Bisnis Orang Sakit. Resist Book. Yogyakarta

http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pengelolaan_sampah&action=edit
LAMPIRAN