Anda di halaman 1dari 127

Sel (biologi)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Belum Diperiksa
"Sel" beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain dari Sel, lihat Sel (disambiguasi).

Sel selaput penyusun umbi bawang bombay (Allium cepa). Tampak dinding sel dan inti sel
(berupa noktah di dalam setiap 'ruang'). Perbesaran 400 kali.

Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis.
Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Oleh karena itu, sel dapat
berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi.

Semua organisme selular terbagi ke dalam dua golongan besar berdasarkan arsitektur basal
dari selnya, yaitu organisme prokariota dan organisme eukariota.[1]

Organisme prokariota tidak memiliki inti sel dan mempunyai organisasi internal sel yang
relatif lebih sederhana. Prokariota terbagi menjadi dua kelompok yang besar: eubakteria yang
meliputi hampir seluruh jenis bakteri, dan archaea, kelompok prokariota yang sangat mirip
dengan bakteri dan berkembang-biak di lingkungan yang ekstrem seperti sumber air panas
yang bersifat asam atau air yang mengandung kadar garam yang sangat tinggi. Genom
prokariota terdiri dari kromosom tunggal yang melingkar, tanpa organisasi DNA.

Organisme eukariota memiliki organisasi intraselular yang jauh lebih kompleks, antara lain
dengan membran internal, organel yang memiliki membran tersendiri seperti inti sel dan
sitoskeleton yang sangat terstruktur. Sel eukariota memiliki beberapa kromosom linear di
dalam nuklei, di dalamnya terdapat sederet molekul DNA yang sangat panjang yang terbagi
dalam paket-paket yang dipisahkan oleh histon dan protein yang lain.

Jika panjang DNA diberi notasi C dan jumlah kromosom dalam genom diberi notasi n, maka
notasi 2nC menunjukkan genom sel diploid, 1nC menunjukkan genom sel haploid, 3nC
menunjukkan genom sel triploid, 4nC menunjukkan genom sel tetraploid. Pada manusia, C =
3,5 × 10-12 g, dengan n = 23, sehingga genom manusia dirumuskan menjadi 2 x 23 x 3,5 × 10-
12
, karena sel eukariota manusia memiliki genom diploid.

Sejenis sel diploid yaitu sel nutfah dapat terdiferensiasi menjadi sel gamet haploid. Genom
sel gamet pada manusia memiliki 23 kromosom, 22 diantaranya merupakan otosom, sisanya
merupakan kromosom genital. Pada oosit, kromosom genital senantiasa memiliki notasi X,
sedangkan pada spermatosit, kromosom dapat berupa X maupun Y. Setelah terjadi fertilisasi
antara kedua sel gamet yang berbeda kromosom genitalnya, terbentuklah sebuah zigot
diploid. Notasi genom yang digunakan untuk zigot adalah 46,XX atau 46,XY.

Pada umumnya sel somatik merupakan sel diploid, namun terdapat beberapa perkecualian,
antara lain: sel darah merah dan keratinosit memiliki genom nuliploid. Hepatosit bergenom
tetraploid 4nC, sedang megakariosit pada sumsum tulang belakang memiliki genom poliploid
hingga 8nC, 16nC atau 32nC dan dapat melakukan proliferasi hingga menghasilkan ribuan
sel nuliploid. Banyaknya ploidi pada sel terjadi sebagai akibat dari replikasi DNA yang tidak
disertai pembelahan sel, yang lazim disebut sebagai endomitosis.

Daftar isi
[sembunyikan]

 1 Sejarah penemuan sel


o 1.1 Robert Hooke
 2 Perkembangan sel
o 2.1 Proses pembelahan sel
 2.1.1 Fase pada siklus sel
o 2.2 Diferensiasi sel
o 2.3 Morfogenesis
o 2.4 Apoptosis
 3 Struktur sel
o 3.1 Sel eukariota
o 3.2 Sel prokariota
o 3.3 Perbedaan pertumbuhan dan perkembangan sel hewan dan tanaman
 4 Sel-sel khusus
 5 Referensi
 6 Pranala luar

[sunting] Sejarah penemuan sel


[sunting] Robert Hooke

Pada awalnya sel digambarkan pada tahun 1665 oleh seorang ilmuwan Inggris Robert Hooke
yang telah meneliti irisan tipis gabus melalui mikroskop yang dirancangnya sendiri. Kata sel
berasal dari kata bahasa Latin cellula yang berarti rongga/ruangan.

Pada tahun 1835, sebelum teori Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar
kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel.
Karena itulah, sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya
terpenuhi.

Semua organisme selular terbagi ke dalam dua golongan besar berdasarkan arsitektur basal
dari selnya, yaitu organisme prokariota dan organisme eukariota.[1]
Organisme prokariota tidak memiliki inti sel dan mempunyai organisasi internal sel yang
relatif lebih sederhana. Prokariota terbagi menjadi dua kelompok yang besar: eubakteria yang
meliputi hampir seluruh jenis bakteri, dan archaea, kelompok prokariota yang sangat mirip
dengan bakteri dan berkembang-biak di lingkungan yang ekstrem seperti sumber air panas
yang bersifat asam atau air yang mengandung kadar garam yang sangat tinggi. Genom
prokariota terdiri dari kromosom tunggal yang melingkar, tanpa organisasi DNA.

Organisme eukariota memiliki organisasi intraselular yang jauh lebih kompleks, antara lain
dengan membran internal, organel yang memiliki membran tersendiri seperti inti sel dan
sitoskeleton yang sangat terstruktur. Sel eukariota memiliki beberapa kromosom linear di
dalam nuklei, di dalamnya terdapat sederet molekul DNA yang sangat panjang yang terbagi
dalam paket-paket yang dipisahkan oleh histon dan protein yang lain.

Jika panjang DNA diberi notasi C dan jumlah kromosom dalam genom diberi notasi n, maka
notasi 2nC menunjukkan genom sel diploid, 1nC menunjukkan genom sel haploid, 3nC
menunjukkan genom sel triploid, 4nC menunjukkan genom sel tetraploid. Pada manusia, C =
3,5 × 10-12 g, dengan n = 23, sehingga genom manusia dirumuskan menjadi 2 x 23 x 3,5 ×
10-12, karena sel eukariota manusia memiliki genom diploid.

Sejenis sel diploid yaitu sel nutfah dapat terdiferensiasi menjadi sel gamet haploid. Genom
sel gamet pada manusia memiliki 23 kromosom, 22 diantaranya merupakan otosom, sisanya
merupakan kromosom genital. Pada oosit, kromosom genital senantiasa memiliki notasi X,
sedangkan pada spermatosit, kromosom dapat berupa X maupun Y. Setelah terjadi fertilisasi
antara kedua sel gamet yang berbeda kromosom genitalnya, terbentuklah sebuah zigot
diploid. Notasi genom yang digunakan untuk zigot adalah 46,XX atau 46,XY.

Pada umumnya sel somatik merupakan sel diploid, namun terdapat beberapa perkecualian,
antara lain: sel darah merah dan keratinosit memiliki genom nuliploid. Hepatosit bergenom
tetraploid 4nC, sedang megakariosit pada sumsum tulang belakang memiliki genom poliploid
hingga 8nC, 16nC atau 32nC dan dapat melakukan proliferasi hingga menghasilkan ribuan
sel nuliploid. Banyaknya ploidi pada sel terjadi sebagai akibat dari replikasi DNA yang tidak
disertai pembelahan sel, yang lazim disebut sebagai endomitosis. sel menjadi lengkap, Jan
Evangelista Purkyně melakukan pengamatan terhadap granula pada tanaman melalui
mikroskop. Teori sel kemudian dikembangkan pada tahun 1839 oleh Matthias Jakob
Schleiden dan Theodor Schwann yang mengatakan bahwa semua makhluk hidup atau
organisme tersusun dari satu sel tunggal, yang disebut uniselular, atau lebih, yang disebut
multiselular. Semua sel berasal dari sel yang telah ada sebelumnya, di dalam sel terjadi
fungsi-fungsi vital demi kelangsungan hidup organisme dan terdapat informasi mengenai
regulasi fungsi tersebut yang dapat diteruskan pada generasi sel berikutnya.

Struktur sel dan fungsi-fungsinya secara menakjubkan hampir serupa untuk semua
organisme, namun jalur evolusi yang ditempuh oleh masing-masing golongan besar
organisme (Regnum) juga memiliki kekhususan sendiri-sendiri. Sel-sel prokariota
beradaptasi dengan kehidupan uniselular sedangkan sel-sel eukariota beradaptasi untuk hidup
saling bekerja sama dalam organisasi yang sangat rapi.

[sunting] Perkembangan sel


Di dalam tubuh manusia, telah dikenali sekitar 210 jenis sel. Sebagaimana organisme
multiselular lainnya, kehidupan manusia juga dimulai dari sebuah sel embrio diploid hasil
dari fusi haploid oosit dan spermatosit yang kemudian mengalami serangkaian mitosis. Pada
tahap awal, sel-sel embrio bersifat totipoten, setiap sel memiliki kapasitas untuk
terdiferensiasi menjadi salah satu dari seluruh jenis sel tubuh. Selang berjalannya tahap
perkembangan, kapasitas diferensiasi menjadi menurun menjadi pluripoten, hingga menjadi
sel progenitor yang hanya memiliki kapasitas untuk terdiferensiasi menjadi satu jenis sel saja,
dengan kapasitas unipoten.

Pada level molekular, perkembangan sel dikendalikan melalui suatu proses pembelahan sel,
diferensiasi sel, morfogenesis dan apoptosis. Tiap proses, pada awalnya, diaktivasi secara
genetik, sebelum sel tersebut dapat menerima sinyal mitogenik dari lingkungan di luar sel.

[sunting] Proses pembelahan sel

Siklus sel adalah proses duplikasi secara akurat untuk menghasilkan jumlah DNA kromosom
yang cukup banyak dan mendukung segregasi untuk menghasilkan dua sel anakan yang
identik secara genetik. Proses ini berlangsung terus-menerus dan berulang (siklik)

Pertumbuhan dan perkembangan sel tidak lepas dari siklus kehidupan yang dialami sel untuk
tetap bertahan hidup. Siklus ini mengatur pertumbuhan sel dengan meregulasi waktu
pembelahan dan mengatur perkembangan sel dengan mengatur jumlah ekspresi atau translasi
gen pada masing-masing sel yang menentukan diferensiasinya.

[sunting] Fase pada siklus sel

1. Fasa S (sintesis): Tahap terjadinya replikasi DNA


2. Fasa M (mitosis): Tahap terjadinya pembelahan sel (baik pembelahan biner atau
pembentukan tunas)
3. Fasa G (gap): Tahap pertumbuhan bagi sel.
1. Fasa G0, sel yang baru saja mengalami pembelahan berada dalam keadaan
diam atau sel tidak melakukan pertumbuhan maupun perkembangan. Kondisi
ini sangat bergantung pada sinyal atau rangsangan baik dari luar atau dalam
sel. Umum terjadi dan beberapa tidak melanjutkan pertumbuhan (dorman) dan
mati.
2. Fasa G1, sel eukariot mendapatkan sinyal untuk tumbuh, antara sitokinesis dan
sintesis.
3. Fasa G2, pertumbuhan sel eukariot antara sintesis dan mitosis.

Fasa tersebut berlangsung dengan urutan S > G2 > M > G0 > G1 > kembali ke S.
Dalam konteks Mitosis, fase G dan S disebut sebagai Interfase.

[sunting] Diferensiasi sel

Regenerasi sel adalah proses pertumbuhan dan perkembangan sel yang bertujuan untuk
mengisi ruang tertentu pada jaringan atau memperbaiki bagian yang rusak.

Diferensiasi sel adalah proses pematangan suatu sel menjadi sel yang spesifik dan fungsional,
terletak pada posisi tertentu di dalam jaringan, dan mendukung fisiologis hewan. Misalnya,
sebuah stem cell mampu berdiferensiasi menjadi sel kulit.
Saat sebuah sel tunggal, yaitu sel yang telah dibuahi, mengalami pembelahan berulang kali
dan menghasilkan pola akhir dengan keakuratan dan kompleksitas yang spektakuler, sel itu
telah mengalami regenerasi dan diferensiasi.

Regenerasi dan diferensiasi sel hewan ditentukan oleh genom. Genom yang identik terdapat
pada setiap sel, namun mengekspresikan set gen yang berbeda, bergantung pada jumlah gen
yang diekspresikan. Misalnya, pada sel retina mata, tentu gen penyandi karakteristik
penangkap cahaya terdapat dalam jumlah yang jauh lebih banyak daripada ekspresi gen
indera lainnya.

[sunting] Morfogenesis

Pengekspresian gen itu sendiri memengaruhi jumlah sel, jenis sel, interaksi sel, bahkan lokasi
sel. Oleh karena itu, sel hewan memiliki 4 proses esensial pengkonstruksian embrio yang
diatur oleh ekspresi gen, sebagai berikut:

Proliferasi sel
menghasilkan banyak sel dari satu sel
Spesialisasi sel
menciptakan sel dengan karakteristik berbeda pada posisi yang berbeda
Interaksi sel
mengkoordinasi perilaku sebuah sel dengan sel tetangganya
Pergerakan sel
menyusun sel untuk membentuk struktur jaringan dan organ

Pada embrio yang berkembang, keempat proses ini berlangsung bersamaan. Tidak ada badan
pengatur khusus untuk proses ini. Setiap sel dari jutaan sel embrio harus membuat
keputusannya masing-masing, menurut jumlah kopi instruksi genetik dan kondisi khusus
masing-masing sel.

Sel tubuh, seperti otot, saraf, dsb. tetap mempertahankan karakteristik karena masih
mengingat sinyal yang diberikan oleh nenek moyangnya saat awal perkembangan embrio.

[sunting] Apoptosis

Apoptosis merupakan bagian dari perkembangan sel, sel tidak dapat mati begitu saja tanpa
suatu mekanisme yang tertanam di dalam sel, yang dapat diaktivasi oleh sinyal internal
maupun eksternal.

[sunting] Struktur sel


[sunting] Sel eukariota

Secara umum setiap sel memiliki

 membran sel,
 sitoplasma, dan
 inti sel atau nukleus.
Sitoplasma dan inti sel bersama-sama disebut sebagai protoplasma. Sitoplasma berwujud
cairan kental (sitosol) yang di dalamnya terdapat berbagai organel yang memiliki fungsi yang
terorganisasi untuk mendukung kehidupan sel. Organel memiliki struktur terpisah dari sitosol
dan merupakan "kompartementasi" di dalam sel, sehingga memungkinkan terjadinya reaksi
yang tidak mungkin berlangsung di sitosol. Sitoplasma juga didukung oleh jaringan kerangka
yang mendukung bentuk sitoplasma sehingga tidak mudah berubah bentuk.

Organel-organel yang ditemukan pada sitoplasma adalah

 mitokondria (kondriosom)
 badan Golgi (diktiosom)
 retikulum endoplasma
 plastida (khusus tumbuhan, mencakup leukoplas, kloroplas, dan kromoplas)
 vakuola (khusus tumbuhan)

[sunting] Sel prokariota

Sel tumbuhan dan sel bakteri memiliki lapisan di luar membran yang dikenal sebagai dinding
sel. Dinding sel bersifat tidak elastis dan membatasi perubahan ukuran sel. Keberadaan
dinding sel juga menyebabkan terbentuknya ruang antarsel, yang pada tumbuhan menjadi
bagian penting dari transportasi hara dan mineral di dalam tubuh tumbuhan.

Sel tumbuhan, sel hewan, dan sel bakteri mempunyai beberapa perbedaan seperti berikut:

Sel tumbuhan Sel hewan Sel bakteri


Sel tumbuhan lebih
Sel bakteri sangat
besar daripada sel Sel hewan lebih kecil daripada sel tumbuhan.
kecil.
hewan.
Mempunyai bentuk Mempunyai bentuk
Tidak mempunyai bentuk yang tetap.
yang tetap. yang tetap.
Mempunyai dinding Mempunyai dinding
sel [cell wall] dari Tidak mempunyai dinding sel [cell wall]. sel [cell wall] dari
selulosa. lipoprotein.
Tidak mempunyai
Mempunyai plastida. Tidak mempunyai plastida.
plastida.
Tidak mempunyai vakuola [vacuole], walaupun
Mempunyai vakuola kadang-kadang sel beberapa hewan uniseluler
Tidak mempunyai
[vacuole] atau rongga memiliki vakuola (tapi tidak sebesar yang
vakuola.
sel yang besar. dimiliki tumbuhan). Yang biasa dimiliki hewan
adalah vesikel atau [vesicle].
Menyimpan tenaga
Menyimpan tenaga dalam bentuk butiran (granul)
dalam bentuk butiran -
glikogen.
(granul) pati.
Tidak Mempunyai Tidak Mempunyai
sentrosom Mempunyai sentrosom [centrosome]. sentrosom
[centrosome]. [centrosome].
Tidak memiliki
Memiliki lisosom [lysosome].
lisosom [lysosome].
Tidak memiliki
Nukleus lebih kecil
Nukleus lebih besar daripada vesikel. nukleus dalam arti
daripada vakuola.
sebenarnya.

[sunting] Perbedaan pertumbuhan dan perkembangan sel hewan dan


tanaman

Secara umum, perbedaan tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut:

Hewan Tumbuhan
Terdapat sentriol Tidak ada sentriol
Tidak ada pembentukan dinding sel Terdapat sitokinesis dan pembentukan dinding sel
Tidak ada perbedaan kutub embriogenik, yang ada
Ada kutub animal dan vegetal
semacam epigeal dan hipogeal
Jaringan sel hewan bergerak menjadi Jaringan sel tumbuhan tumbuh menjadi bentuk yang
bentuk yang berbeda berbeda
Terdapat proses gastrulasi Terdapat proses histodiferensiasi
Tidak terdapat jaringan embrionik
Meristem sebagai jaringan embrionik seumur hidup
seumur hidup
Tidak ada batasan pertumbuhan, kecuali
Terdapat batasan pertumbuhan (ukuran
kemampuan akar dalam hal menopang berat tubuh
tubuh)
bagian atas
Apoptosis untuk perkembangan
Tidak ada "Apoptosis", yang ada lebih ke arah
jaringan, melibatkan mitokondria dan
proteksi diri, tidak melibatkan mitokondria
caspase

[sunting] Sel-sel khusus


 Sel Tidak Berinti, contohnya trombosit dan eritrosit (Sel darah merah). Di dalam sel
darah merah, terdapat hemoglobin sebagai pengganti nukleus (inti sel).
 Sel Berinti Banyak, contohnya Paramecium sp dan sel otot
 Sel hewan berklorofil, contohnya euglena sp. Euglena sp adalah hewan uniseluler
berklorofil.
 Sel pendukung, contohnya adalah sel xilem. Sel xilem akan mati dan meninggalkan
dinding sel sebagai "tulang" dan saluran air. Kedua ini sangatlah membantu dalam
proses transpirasi pada tumbuhan.

[sunting] Referensi
1. ^ a b (Inggris) Tom Strachan, Andrew P Read (1999). Human Molecular Genetics
(edisi ke-2). Wiley-Liss. hlm. Chromosomes in cells. ISBN 1-85996-202-5. Diakses
pada 9 Agustus 2010.

 Alberts B, Johnson A, Lewis J, Raff M, Roberts K, Walter P. 2002. Molecular


Biology of The Cell. New York and London: Garland Science
4. Perbedaan Sel Tumbuhan Dan Hewan
11.1
Daftar isi
[sembunyikan]

 1 Perbedaan Sel Tumbuhan dan Sel Hewan


o 1.1 1. Dinding Sel
 1.1.1 a. Hemiselulosa
 1.1.2 b. Pektin
 1.1.3 c. Lignin
 1.1.4 d. Kutin
 1.1.5 e. Protein dan lemak
o 1.2 2. Kloroplas
o 1.3 3. Lisosom
o 1.4 4. Sentriol
o 1.5 5. Cincin Kontraktil
o 1.6 6. Vakuola
o 1.7 7. Plasmodesmata

Perbedaan Sel Tumbuhan dan Sel Hewan


gambar:perbedaan sel hewan dan tumbuhan.jpg

Berbeda dengan sel hewan, sel tumbuhan memiliki beberapa kekhususan yang
tidak ditemukan pada sel hewan. jika kamu perhatikan beberapa jenis hewan, baik
invertebrate maupun vertebrata dapat melakukan pergerakan untuk berpindah-pindah dari
tempat satu ke tempat lainnnya. Seekor harimau dengan sangat lentur berlari kencang
mengejar mangsanya. Hal tersebut karena struktur satuan penyusun jaringan tubuhnya tidak
kaku.

Tumbuhan sama sekali tidak mampu melakukan pergerakan dan bersifat menetap
serta kaku. Perbedaan ini jelas menggambarkan bahwa komponen penyusun sel pada
tumbuhan berbeda dengan penyusun sel pada hewan, tumbuhan mampu menghasilkan atau
mensintesis makanan sendiri, sedangkan hewan sama sekali tidak mampu. Hal ini
membuktikan bahwa komponen sel tumbuhan berbeda dengan hewan.
1. Dinding Sel

gambar:Dinding sel tumbuhan.jpg

Dinding sel hanya ditemukan pada sel tumbuhan, sehingga sel tumbuhan bersifat kokoh
dan kaku atau tidak lentur seperti sel hewan.
Dinding sel tumbuhan banyak tersusun atas selulosa, suatu polisakarida yang terdiri atas
polimer glukan (polimer glukosa). Dinding sel tumbuhan berfungsi untuk melindungi,
mempertahankan bentuknya serta mencegah kehilangan air secara berlebihan. Adanya
dinding sel yang kuat, menyebabkan tumbuhan dapat berdiri tegak melawan gravitasi
bumi.

Beberapa senyawa penyusun dinding sel, antara lain:

a. Hemiselulosa

Hemiselulosa merupakan polisakarida yang tersusun atas glukosa, xilosa, manosa dan
asam glukoronat. Di dalam dinding sel, hemiselulosa berfungsi sebagai perekat antar
mikrofibril selulosa.

b. Pektin

Pektin merupakan polisakarida yang tersusun atas galaktosa, arabinosa, dan asam
galakturonat.
c. Lignin

Lignin hanya dijumpai pada dinding sel yang dewasa dan berfungsi untuk melindungi sel
tumbuhan terhadap lingkungan yang tidak menguntungkan.

d. Kutin

Kutin merupakan suatu selubung atau lapisan pada permukaan atas daun atau batang dan
berfungsi untuk mencegah dehidrasi akibat penguapan dan melindungi kerusakan sel akibat
patogen dari luar.

e. Protein dan lemak

Di dalam dinding sel ditemukan dalam jumlah yang sedikit.

2. Kloroplas

gambar:kloroplas.jpg

Kloroplas merupakan organel sel bermembran yang hanya ditemukan pada sel
tumbuhan. Organel ini mengandung pigmen fotosintesis yang mampu melangsungkan proses
fotosintesis, sehingga tumbuhan digolongkan sebagai produsen karena kemampuannya
menghasilkan makanan sendiri.
Kloroplas merupakan plastida yang mengandung klorofil Plastida pada sel
tumbuhan ada bermacam-macam dengan fungsi yang berbeda -beda, Pada umumnya diberi
nama sesuai dengan fungsinya, kandungan pigmen Iainnya, adalah amiloplas, leukoplas,
kromoplas, dan sebagainya. Organel ini hanya ditemukan pada sel tumbuhan atau organisme
autorof uniseluler.
Pada organel ini, proses fotosintesis berlangsung sehingga organisme yang
memiliki kloroplas digolongkan pada organisme autorof, karena kemampuannya dalam
menghasilkan makanan sendiri.
Bentuk, ukuran dan jumlah kloroplas untuk tiap sel organisme autorof berbeda-beda. Ada
yang berbentuk pita, mangkuk, cakram, dan bentuk - bentuk lainnya. Lebar rata-rata
kloroplas adalah 2 - 4 mikrometer dan panjangnya antara 5-10 mikrometer. jumlah kloroplas
juga tergantung dari spesiesnya, misalnya Ricinus comunis dapat mencapai 400.000 kloroplas
per mm2 luas daun.

Kloroplas juga terbungkus oleh dua membran, yaitu membran luar dan membran
dalam di antara kedua membran tersebut terdapat ruang antar membrane, jika diurutkan dari
luar ke dalam, bagian-bagian pembangun kloroplas adalah membran luar, ruang
antimembran, membran dalam, dan stroma yang di dalamnya terdapat tilakoid. Tilakoid
merupakan hasil penjuluran-penjuluran membran dalam kloroplas ke arah stroma. pada
klorplas yang telah dewasa, tilakoidnya terlepas dari membran dalam. Berdasarkan
bentuknya, tilakoid kecil (grana). Tilakoid besar, tilakoid stoma (tilakoid antar grana).
Tilakoid kecil terbentuk seperti cakram atau uang logam yang bertumpuk
membentuk suatu struktur yang dinamakan granum (jamak – grana). Tilakoid besar
berbentuk saluran-saluran yang saling berhubungan dan membentuk anyaman di dalam
stroma. Tilakoid besar juga berfungsi sebagai penghubung anatargrana.

3. Lisosom
Lisosom merupakan organel sel bermembran yang hanya ditemukan pada sel hewan.
Organel ini berisi enzim hidrolitik, misalnya lipase dan protease Organel ini berfungsi dalam
proses pencernaan intraseluler. Lisosom banyak ditemukan pada fagosit atau sel –sel yang
berfungang masuk ke dalam jaringmasuk kedalam jaringan tubuh.

4. Sentriol
http://stearnslab.stanford.edu/centrosome.jpg

Sentriol merupakan organel tak bermembran yang hanya ditemukan pada sel hewan.
Organel ini berukuran kecil , jumlahnya sepasang dan letaknya dekat membrane inti dalam
posisi tegak lurus antar keduanya. Organel ini akan memisah satu sama lain untuk
membentuk gelendong pembelahan pada saat terjadi pembelahan sel.

5. Cincin Kontraktil
Cincin kontraktil hanya ditemukan pada sel hewan. Cincin kontraktil terbentuk pada saat
pembelahan sel, tepatnya pada tahap sitokinesis atau pembagian sitoplasma sel anak.
Pembagian siitoplasma berlangsung setelah pembagian materi inti (kriokinesis) selesai. Pada
sel tumbuhan , setelah pembagian materi inti selesai maka dinding sel baru terbentuk tanpa
adanya cincin kontraktil.

6. Vakuola
Vakuola sentral merupakan organel bermembran sel, berukuran besar yaitu hampir
setengah dari volume sel. Fungsi organel ini adalah sebagai tempat menyimpan air dan
cadangan makanan pada sel tumbuhan. Pada organisme bersel satu seperti paramaecium dan
Amoeba. juga ditemukan adanya organel ini.

Vakuola pada organisme ini dinamakan vakuola kontraktil dan vakuola makanan
dengan ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan vakuola yang terdapat pada sel
tumbuhan.

7. Plasmodesmata
gambar:Plasmodesmata.jpg

Plasmodesmata merupakan bentuk hubungan atau komunikasi antar sel satu dengan sel
tetangganya yang terjalin karena adanya juluran membrane retikulum endoplasma sel yang
satu ke sel lainnya melalui suatu celah khusus yang terbentuk di antara kedua sel yang
berhimpitan. Plasmodesmata hanya terdapat pada tumbuhan.

Beri Penilaian

Currently 4.29/5
Rating : 4.3/5 (877 votes cast)

Kategori: Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan dan Hewan 11.1

 Artikel
 Pembicaraan
 Lihat sumber
 Versi terdahulu
 Print sebagai PDF
 chat

 Masuk log / buat akun

Navigasi

 Halaman Utama
 Portal komunitas
 Peristiwa terkini
 Perubahan terbaru
 Halaman sembarang
 Bantuan
 Org. Pendukung
 Donasi

Pencarian

Kotak peralatan

 Pranala balik
 Perubahan terkait
 Pemuatan
 Halaman istimewa
 Versi cetak
 Pranala permanen
 Print sebagai PDF

Share This!

 BlogMarks
 del.icio.us
 digg
 Facebook
 Slashdot
 smarking
 Spurl
 Twitter
 Wists

 Halaman ini terakhir diubah pada 14:09, 21 Juli 2010.


 Halaman ini telah diakses sebanyak 141.481 kali.
 Kebijakan privasi
 Perihal Crayonpedia
 Penyangkalan

http://www.crayonpedia.org/mw/4._Perbedaan_Sel_Tumbuhan_Dan_Hewan_11.1

Quantum Enterprise

BRIGADE 1809

 Beranda
 Download
 Griya Muslim
 Komputer
 PORTOFOLIO
 Q ~ LINK
 RUANG GURU
 Talk 2 Q

Pengumpan RSS
← JIN DIADUKAN KE PENGADILAN
PENGERTIAN SISTEM EKONOMI →

STRUKTUR & ORGANEL SEL HEWAN


& TUMBUHAN
Des 8

Posted by Quantum Enterprise

Sel adalah unit struktural dan fungsional terkecil dari makhluk hidup. Dari kupu-kupu hingga
kanguru, dari pohon kelapa hingga cemara semua tersusun atas sel. Makhluk hidup ada yang
tersusun dari satu sel saja, disebut organisme uniseluler, dan ada makhluk hidup yang
tersusun lebih dari satu sel, disebut organisme multiseluler.Sel meskipun memiliki ukuran
sangat kecil, sel tergolong luar biasa. Kenapa? Sel bagai sebuah pabrik yang senantiasa
bekerja agar kehidupan terus berlangsung. Ada bagian sel yang berfungsi menghasilkan
energi, ada yang bertanggung jawab terhadap perbanyakan sel, dan ada bagian yang
menyeleksi lalu lintas zat masuk dan keluar sel.

Dengan mempelajari komponen sel, kita akan dapat memahami fungsi sel bagi kehidupan.
Sel pertama kali ditemukan oleh Robert Hooke (yang hidup pada 1635-1703). Hooke (pada
tahun 1665) mengamati sel gabus dengan menggunakan mikroskop sederhana. Ternyata sel
gabus tersebut tampak seperti ruangan-ruangan kecil. Maka, dipilihlah kata dari bahasa Latin
yaitu cellula yang berarti kamar kecil untuk menamai objek yang ditemukannya itu.

SEJARAH PENEMUAN SEL

Sel adalah unit terkecil dalam organisme hidup, baik dalam dunia tumbuh-tumbuhan maupun
hewan. Sel terdiri atas protoplasma, yaitu, isi sel yang terbungkus oleh suatu membran atau
selaput sel.
Evolusi sains seringkali berada sejajar dengan penemuan peralatan yang memperluas indera
manusia untuk bisa memasuki batas-batas baru. Penemuan dan kajian awal tentang sel
memperoleh kemajuan sejalandengan penemuan dan penyempurnaan mikroskop pada abad
ke tujuh belas. Sehingga mikroskop sejak awal tidak dapat dipisahkan dengan sejarah
penemuan sel, yang dijelaskan sebagai berikut:

• Galileo Galilei (Awal Abad 17) dengan alat dua lensa menggambarkan struktur tipis dari
mata serangga. Gallei sebenarnya bukan seorang biologiwan pertama yang mencatat hasil
pengamatan biologi melalui mikroskop.
• Robert Hook (1635-1703) melihat gambaran satu sayatan tipis gabus suatu kompertemen
atau ruang-ruang disebut dengan nama Latin cellulae (ruangan kecil), asal mula nama sel.

• Anton van Leeuwenhoek (24 Oktober 1632 – 26 Agustus 1723), menggunakan lensa-lensa
untk melihat beragam spermatozoa, bakteri dan protista.

• Robert Brown (1733-1858) pada tahun 1`820 merancang lensa yang dapat lebih fokus untuk
mengamati sel. Titik buram yang selalu ada pada sel telur, sel polen, sel dari jaringan anggrek
yang sedang tumbuh. Titik buram disebut sebagai nukleus.

• Matias Jacob Schleiden pada tahun 1838 berpendapat bahwa ada hubungan yang erat antara
nukleus dan perkembangan sel.

• Teodor Schwan (1810-18830): Sel adalah bagian dari organisme

TEORI SEL

Sel ialah satu unit kehidupan. Semua benda hidup baik hewan atau tumbuhan disusun oleh
sel. Sel-sel ini berkumpul dan bergabung dengan adanya bahan antara sel diantaranya untuk
membentuk jaringan seperti otot, tulang rawan dan saraf.

Dalam keadaan tertentu beberapa jaringan bergabung dan membina organ seperti kelenjar,
pembuluh darah, kulit dal lain-lain.

Di alam ini kita dapat membagi sel ke dalam dua kelompok, yaitu sel prokariotik dan sel
eukariotik. Istilah prokariotik, dibangun dari kata pro dan karyon. Pro, artinya sebelum dan
kryon, artinya inti. Jadi sel prokariotiiik artiya ”sebelum inti”.

Ini mengandung pengertian bahwa sel prokariotik bukannya tanpa inti, melainkan memiliki
materi genetik yang tersebar di dalam sitplasmanya. Eukariot dibangun dari kata Eu da
Karyon.

Eu, berarti sungguh dan karyon berarti inti. Jadi sel eukariotik adalah sel-sel yang telah
memiliki inti sel, atau sel yang memiliki materi inti yang terorganisasi dalam suatu selaput,
sehingga inti selnya tampak jelas (Sumardi dan Marianti, 2007).

Telah diketahui bahwa semua organisme hidup di bumi sekarang berasal dari sel tunggal
yang lahir 3.500 berjuta-juta tahun yang lalu. Sel purba ini digambarkan dengan suatu selaput
di sebelah luar, salah satu peristiwa yang rumit yang memimpin penetapan hidup di atas
bumi.

Molekul organik sederhana tersebut mungkin telah diproduksi dalam kondisi-kondisi yang
memungkinkannya hidup dan lestari di bumi dalam status awal hidpunya (kira-kira selama
milyaran tahun pertamanya).

• Sel Prokariot

Yang termasuk di dalam golongan sel-sel prokariotik adalah bakteri dan ganggang hijau-biru
atau Cyanobacteria.
Pada bakteri bagian dalam membran plasma terdapat sitoplasma, ribosom dan nukleoid.
Sitoplasma dapat mengandung vakuola, vesikel (vakuola kecil) dan menyimpa cadangan gula
komplek atau bahan-bahan organik. Ribosom terdapat bebas di dalam sitoplasma dan tempat
terjadinya sintesis protein.

• Sel Eukariot

Sel-sel eukariotik memiliki struktur yang lebh maju dari pada sel-sel prokariotik. Sel pada
umumnya terlihat sebagai massa yang jenih dengan bentuk yang tidak teratur, dibatasi oleh
sutu selaput dan ditengah-tengahnya tedapat bangunan yang lebih pucat yang bentuknya
bulat, disebut nnukleus atau inti sel.

Jadi secara umum sel itu dibina oleh selaput atau membran sel, plasma sel, dan inti sel. Di
bawah dapat dilihat struktur sel eukariotik (sel hewan dan sel tumbuhan).

Selaput Plasma (Plasmalemma)

Yaitu selaput atau membran sel yang terletak paling luar yang tersusun dari senyawa kimia
Lipoprotein (gabungan dari senyawa lemak atau Lipid dan senyawa Protein).

Lipoprotein ini tersusun atas 3 lapisan yang jika ditinjau dari luar ke dalam urutannya adalah:

Protein – Lipid – Protein Þ Trilaminer Layer

Lemak bersifat Hidrofebik (tidak larut dalam air) sedangkan protein bersifat Hidrofilik (larut
dalam air); oleh karena itu selaput plasma bersifat Selektif Permeabel atau Semi Permeabel
(teori dari Overton).

Selektif permeabel berarti hanya dapat memasukkan /di lewati molekul tertentu saja.

Fungsi dari selaput plasma ini adalah menyelenggarakan Transportasi zat dari sel yang satu
ke sel yang lain.

Khusus pada sel tumbahan, selain mempunyai selaput plasma masih ada satu struktur lagi
yang letaknya di luar selaput plasma yang disebut Dinding Sel (Cell Wall).

Dinding sel tersusun dari dua lapis senyawa Selulosa, di antara kedua lapisan selulosa tadi
terdapat rongga yang dinamakan Lamel Tengah (Middle Lamel) yang dapat terisi oleh zat-zat
penguat seperti Lignin, Chitine, Pektin, Suberine dan lain-lain

Selain itu pada dinding sel tumbuhan kadang-kadang terdapat celah yang disebut Noktah.
Pada Noktah/Pit sering terdapat penjuluran Sitoplasma yang disebut Plasmodesma yang
fungsinya hampir sama dengan fungsi saraf pada hewan.

Sitoplasma dan Organel Sel

Bagian yang cair dalam sel dinamakan Sitoplasma khusus untuk cairan yang berada dalam
inti sel dinamakan Nukleoplasma), sedang bagian yang padat dan memiliki fungsi tertentu
digunakan Organel Sel.
Penyusun utama dari sitoplasma adalah air (90%), berfungsi sebagai pelarut zat-zat kimia
serta sebagai media terjadinya reaksi kirnia sel.

Organel sel adalah benda-benda solid yang terdapat di dalam sitoplasma dan bersifat
hidup(menjalankan fungsi-fungsi kehidupan).

A. Dinding Sel
Sel tumbuhan dipisahkan oleh dinding sel yang transparan.Dinding sel adalah struktur di luar
membran plasma yang membatasi ruang bagi sel untuk membesar. Dinding sel merupakan
ciri khas yang dimiliki tumbuhan, bakteri, fungi (jamur), dan alga, meskipun struktur
penyusun dan kelengkapannya berbeda.

Dinding sel menyebabkan sel tidak dapat bergerak dan berkembang bebas, layaknya sel
hewan. Namun demikian, hal ini berakibat positif karena dinding-dinding sel dapat
memberikan dukungan, perlindungan dan penyaring (filter) bagi struktur dan fungsi sel
sendiri. Dinding sel mencegah kelebihan air yang masuk ke dalam sel.

Dinding sel terbuat dari berbagai macam komponen, tergantung golongan organisme. Pada
tumbuhan, dinding-dinding sel sebagian besar terbentuk oleh polimer karbohidrat (pektin,
selulosa, hemiselulosa, dan lignin sebagai penyusun penting).

Pada bakteri, peptidoglikan (suatu glikoprotein) menyusun dinding sel. Fungi memiliki
dinding sel yang terbentuk dari kitin. Sementara itu, dinding sel alga terbentuk dari
glikoprotein, pektin, dan sakarida sederhana (gula).

B. Vakuola

Vakuola merupakan ruang dalam sel yang berisi cairan (cell sap dalam bahasa Inggris).
Cairan ini adalah air dan berbagai zat yang terlarut di dalamnya. Vakuola ditemukan pada
semua sel tumbuhan namun tidak dijumpai pada sel hewan dan bakteri, kecuali pada hewan
uniseluler tingkat rendah.
Pada sel daun dewasa, vakuola mendominasi sebagian besar ruang sel sehingga seringkali sel
terlihat sebagai ruang kosong karena sitosol terdesak ke bagian tepi dari sel.
Bagi tumbuhan, vakuola berperan sangat penting dalam kehidupan karena mekanisme
pertahanan hidupnya bergantung pada kemampuan vakuola menjaga konsentrasi zat-zat
terlarut di dalamnya. Proses pelayuan, misalnya, terjadi karena vakuola kehilangan tekanan
turgor pada dinding sel.

Dalam vakuola terkumpul pula sebagian besar bahan-bahan berbahaya bagi proses
metabolisme dalam sel karena tumbuhan tidak mempunyai sistem ekskresi yang efektif
seperti pada hewan. Tanpa vakuola, proses kehidupan pada sel akan berhenti karena terjadi
kekacauan reaksi biokimi

C. Plastida

Plastida adalah organel pada sel tumbuhan (dalam arti luas, Viridoplantae). Organel ini paling
dikenal dalam bentuknya yang paling umum, kloroplas, sebagai tempat berlangsungnya
fotosintesis. Pada kenyataannya, plastida dikenal dalam berbagai bentuk:

• proplastida, bentuk belum “dewasa”


• leukoplas, bentuk dewasa tanpa mengandung pigmen, ditemukan terutama di akar

• kloroplas, bentuk aktif yang mengandung pigmen klorofil, ditemukan pada daun, bunga,
dan bagian-bagian berwarna hijau lainnya

• kromoplas, bentuk aktif yang mengandung pigmen karotena, ditemukan terutama pada
bunga dan bagian lain berwarna jingga

• amiloplas, bentuk semi-aktif yang mengandung butir-butir tepung, ditemukan pada bagian
tumbuhan yang menyimpan cadangan energi dalam bentuk tepung, seperti akar, rimpang, dan
batang (umbi) serta biji.

• elaioplas, bentuk semi-aktif yang mengandung tetes-tetes minyak/lemak pada beberapa


jaringan penyimpan minyak, seperti endospermium (pada biji)

• etioplas, bentuk semi-aktif yang merupakan bentuk adaptasi kloroplas terhadap lingkungan
kurang cahaya; etioplas dapat segera aktif dengan membentuk klorofil hanya dalam beberapa
jam, begitu mendapat cukup pencahayaan.

Plastida adalah organel vital pada tumbuhan. Fungsinya adalah sebagai tempat fotosintesis,
sintesis asam-asam lemak, serta beberapa fungsi sehari-hari sel.

Secara evolusi plastida dianggap sebagai prokariota yang bersimbiosis ke dalam sel eukariota
dan kemudian kehilangan sifat otonomi penuhnya. Teori endosimbiosis ini mirip dengan
yang terjadi terhadap mitokondria namun introduksi plastida dianggap terjadi lebih
kemudian.

D. Kloroplas

Kloroplas atau Chloroplast adalah plastid yang mengandung klorofil. Di dalam kloroplas
berlangsung fase terang dan fase gelap dari fotosintesis tumbuhan. Kloroplas terdapat pada
hampir seluruh tumbuhan, tetapi tidak umum dalam semua sel. Bila ada, maka tiap sel dapat
memiliki satu sampai banyak plastid. Pada tumbuhan tingkat tinggi umumnya berbentuk
cakram (kira-kira 2 x 5 mm, kadang-kadang lebih besar), tersusun dalam lapisan tunggal
dalam sitoplasma tetapi bentuk dan posisinya berubah-ubah sesuai dengan intensitas cahaya.

Pada ganggang, bentuknya dapat seperti mangkuk, spiral, bintang menyerupai jaring,
seringkali disertai pirenoid.

Kloroplas matang pada beberapa ganggang , biofita dan likopoda dapat memperbanyak diri
dengan pembelahan. Kesinambungan kloroplas terjadi melalui pertumbuhan dan pembelahan
proplastid di daerah meristem.

Secara khas kloroplas dewasa mencakup dua membran luar yang menyalkuti stroma
homogen, di sinilah berlangsung reaksi-reaksi fase gelap. Dalam stroma tertanam sejumlah
grana, masing-masing terdiri atas setumpuk tilakoid yang berupa gelembung bermembran,
pipih dan diskoid (seperti cakram). Membran tilakoid menyimpan pigmen-pigmen
fotosintesis dan sistem transpor elektron yang terlibat dalam fase fotosintesis yang
bergantung pada cahaya. Grana biasanya terkait dengan lamela intergrana yang bebas
pigmen.
Prokariota yang berfotosintesis tidak mempunyai kloroplas, tilakoid yang banyak itu terletak
bebas dalam sitoplasma dan memiliki susunan yang beragam dengan bentuk yang beragam
pula. Kloroplas mengandung DNA lingkar dan mesin sistesis protein, termasuk ribosom dari
tipe prokariotik.

Struktur Kloroplas Kloroplas terdiri atas dua bagian besar, yaitu bagian amplop dan bagian
dalam.Bagian amplop kloroplas terdiri dari membran luar yang bersifat sangat permeabel,
membran dalam yang bersifat permeabel serta merupakan tempat protein transpor melekat,
dan ruang antar membran yang terletak di antara membran luar dan membran dalam.

Bagian dalam kloroplas mengandung DNA , RNAs, ribosom, stroma (tempat terjadinya
reaksi gelap), dan granum. Granum terdiri atas membran tilakoid (tempat terjadinya reaksi
terang) dan ruang tilakoid (ruang di antara membran tilakoid). Pada tanaman C3, kloroplas
terletak pada sel mesofil. Contoh tanaman C3 adalah padi (Oryza sativa), gandum (Triticum
aestivum), kacang kedelai (Glycine max), dan kentang (Solanum tuberosum). Pada tanaman
C4, kloroplas terletak pada sel mesofil dan bundle sheath cell. Contoh tanaman C4 adalah
jagung (Zea mays) dan tebu (Saccharum officinarum).

Genom Kloroplas Kloroplas pada tanaman tingkat tinggi merupakan evolusi dari bakteri
fotosintetik menjadi organel sel tanaman. Genom kloroplas terdiri dari 121 024 pasang
nukleotida serta mempunyai inverted repeats (2 kopi) yang mengandung gen-gen rRNA (16S
dan 23S rRNAs) untuk pembentukan ribosom.

Genom kloroplas mempunyai subunit yang besar yaitu penyandi ribulosa biphosphate
carboxylase. Protein yang terlibat di dalam kloroplas sebanyak 60 protein. 2/3nya
diekspresikan oleh gen yang terdapat di inti sel sementara 1/3nya diekspresikan dari genom
kloroplas.

E. Nukleus

Nukleus ini umumnya paling mencolok pada sel eukariotik. Rata-rata diameternya 5 µm.
Nukleus memiliki membran yang menyelubunginya yang disebut membran atau selubung
inti. Membran ini memisahkan isi nukleus dengan sitoplasma.

Membran atau selubung inti merupakan membran ganda. Kedua selubung ini masing-masing
merupakan bilayer lipid dengan protein yang terkait. Membran ini dilubangi oleh beberapa
pori yang berdiameter sekitar 100 nm. Pada bibir setiap pori membran dalam dan membran
luar selubung nukleus menyatu. Pori-pori ini memungkinkan hubungan antara nukleoplasma
(cairan inti) dengan sitoplasma (cairan sel).

Selain pori, sisi dalam selubung ini dilapisi lamina nukleus dengan susunan mirip jaring yang
terdiri dari filamen protein yang mempertahankan bentuk nukleus.Di dalam nukleus terdapat:

(1). Nukleolus (anak inti), berfungsi mensintesis berbagai macam molekul RNA (asam
ribonukleat) yang digunakan dalam perakitan ribosom. Molekul RNA yang disintesis
dilewatkan melalui pori nukleus ke sitoplasma, kemudian semuanya bergabung membentuk
ribosom. Nukleolus berentuk seperti bola, dan memalui mikroskop elektron nukleolus ini
tampak sebagai suatu massa yang terdiri dari butiran dan serabut berwarna pekat yang
menempel pada bagian kromatin.
(2). Nukleoplasma (cairan inti) merupakan zat yang tersusun dari protein.

(3). Butiran kromatin, yang terdapat di dalam nukleoplasma. Tampak jelas pada saat sel tidak
membelah. Pada saat sel membelah butiran kromatin menebal menjadi struktur seperti
benang yang disebut kromosom. Kromosom mengandung DNA (asam dioksiribonukleat)
yang berfungsi menyampaikan informasi genetik melalui sintesis protein.Secara umum,
Nukleus bertugas mengontrol kegiatan yang terjadi di sitoplasma. DNA yang terdapat di
dalam kromosom merupakan cetak biru bagi pembentukan berbagai protein (terutama
enzim). Enzim diperlukan dalam menjalankan berbagai fungsi di sitoplasma.

F. Retikulum Endoplasma

Retikulum Endoplasma (RE, atau endoplasmic reticula) adalah organel yang dapat ditemukan
pada semua sel eukariotik.Retikulum Endoplasma merupakan bagian sel yang terdiri atas
sistem membran. Di sekitar Retikulum Endoplasma adalah bagian sitoplasma yang disebut
sitosol atau cytosol. Retikulum Endoplasma sendiri terdiri atas ruangan-ruangan kosong yang
ditutupi dengan membran dengan ketebalan 4 nm (nanometer, 10-9 meter). Membran ini
berhubungan langsung dengan selimut nukleus atau nuclear envelope.Pada bagian-bagian
Retikulum Endoplasma tertentu, terdapat ribuan ribosom atau ribosome. Ribosom merupakan
tempat dimana proses pembentukan protein terjadi di dalam sel. Bagian ini disebut dengan
Retikulum Endoplasma Kasar atau Rough Endoplasmic Reticulum. Kegunaan daripada
Retikulum Endoplasma Kasar adalah untuk mengisolir dan membawa protein tersebut ke
bagian-bagian sel lainnya. Kebanyakan protein tersebut tidak diperlukan sel dalam jumlah
banyak dan biasanya akan dikeluarkan dari sel. Contoh protein tersebut adalah enzim dan
hormon.
Sedangkan bagian-bagian Retikulum Endoplasma yang tidak diselimuti oleh ribosom disebut
Retikulum Endoplasma Halus atau Smooth Endoplasmic Reticulum. Kegunaannya adalah
untuk membentuk lemak dan steroid. Sel-sel yang sebagian besar terdiri dari Retikulum
Endoplasma Halus terdapat di beberapa organ seperti hati.Retikulum endoplasma memiliki
struktur yang menyerupai kantung berlapis-lapis. Kantung ini disebut cisternae. Fungsi
retikulum endoplasma bervariasi, tergantung pada jenisnya. Retikulum Endoplasma (RE)
merupakan labirin membran yang demikian banyak sehingga retikulum endoplasma melipiti
separuh lebih dari total membran dalam sel-sel eukariotik. (kata endoplasmik berarti “di
dalam sitoplasma” dan retikulum diturunkan dari bahasa latin yang berarti “jaringan”).
Pengertian lain menyebutkan bahwa RE sebagai perluasan membran yang saling
berhubungan yang membentuk saluran pipih atau lubang seperti tabung di dalam
sitoplsma.Lubang/saluran tersebut berfungsi membantu gerakan substansi-substansi dari satu
bagian sel ke bagian sel lainnya.Ada tiga jenis retikulum endoplasma:RE kasar Di permukaan
RE kasar, terdapat bintik-bintik yang merupakan ribosom. Ribosom ini berperan dalam
sintesis protein. Maka, fungsi utama RE kasar adalah sebagai tempat sintesis protein. RE
halus Berbeda dari RE kasar, RE halus tidak memiliki bintik-bintik ribosom di
permukaannya. RE halus berfungsi dalam beberapa proses metabolisme yaitu sintesis lipid,
metabolisme karbohidrat dan konsentrasi kalsium, detoksifikasi obat-obatan, dan tempat
melekatnya reseptor pada protein membran sel. RE sarkoplasmik RE sarkoplasmik adalah
jenis khusus dari RE halus. RE sarkoplasmik ini ditemukan pada otot licin dan otot lurik.
Yang membedakan RE sarkoplasmik dari RE halus adalah kandungan proteinnya. RE halus
mensintesis molekul, sementara RE sarkoplasmik menyimpan dan memompa ion kalsium.
RE sarkoplasmik berperan dalam pemicuan kontraksi otot.RE halus berfungsi dalam berbagai
macam proses metabolisme, trmasuk sintesis lipid, metabolisme karbohidrat, dan
menawarkan obat dan racun”RE berfungsi sebagai alat transportasi zat-zat di dalam sel itu
sendiri”.
Jaring-jaring endoplasma adalah jaringan keping kecil-kecil yang tersebar bebas di antara
selaput selaput di seluruh sitoplasma dan membentuk saluran pengangkut bahan. Jaring-
jaring ini biasanya berhubungan dengan ribosom (titik-titik merah) yang terdiri dari protein
dan asam nukleat, atau RNA. Partikel-partikel tadi mensintesis protein serta menerima
perintah melalui RNA tersebut (Time Life, 1984).jadi fungsi RE adalah mendukung sintesis
protein dan menyalurkan bahan genetic antara inti sel dengan sitoplasma.

Fungsi Retikulum Endoplasma

Menjadi tempat penyimpan Calcium, bila sel berkontraksi maka calcium akan dikeluarkan
dari RE dan menuju ke sitosol
• Memodifikasi protein yang disintesis oleh ribosom untuk disalurkan ke kompleks golgi dan
akhirnya dikeluarkan dari sel.(RE kasar)
• Mensintesis lemak dan kolesterol, ini terjadi di hati(RE kasar dan RE halus)
• Menetralkan racun (detoksifikasi) misalnya RE yang ada di dalam sel-sel hati.
• Transportasi molekul-molekul dan bagian sel yang satu ke bagian sel yang lain (RE kasar
dan RE halus)

G. Ribosom

Ribosom ialah organel kecil dan padat dalam selyang berfungsi sebagai tempat sintesis
protein. Ribosom berdiameter sekitar 20 nm serta terdiri atas 65% RNA ribosom (rRNA) dan
35% protein ribosom (disebut Ribonukleoprotein atau RNP). Organel ini menerjemahkan
mRNA untuk membentuk rantai polipeptida (yaitu protein) menggunakan asam amino yang
dibawa oleh tRNA pada proses translasi. Di dalam sel, ribosom tersuspensi di dalam sitosol
atau terikat pada retikulum endoplasma kasar, atau pada membran inti sel.

H. Sentriol

Sentriol merupakan organel tak bermembran yang hanya ditemukan pada sel hewan. Organel
ini berukuran kecil , jumlahnya sepasang dan letaknya dekat membrane inti dalam posisi
tegak lurus antar keduanya. Organel ini akan memisah satu sama lain untuk membentuk
gelendong pembelahan pada saat terjadi pembelahan sel. Sentorom merupakan wilayah yang
terdiri dari dua sentriol (sepasang sentriol) yang terjadi ketika pembelahan sel, dimana
nantinya tiap sentriol ini akan bergerak ke bagian kutub-kutub sel yang sedang membelah.
Pada siklus sel di tahapan interfase, terdapat fase S yang terdiri dari tahap duplikasi
kromoseom, kondensasi kromoson, dan duplikasi sentrosom.

Terdapat sejumlah fase tersendiri dalam duplikasi sentrosom, dimulai dengan G1 dimana
sepasang sentriol akan terpisah sejauh beberapa mikrometer. Kemudian dilanjutkan dengan S,
yaitu sentirol anak akan mulai terbentuk sehingga nanti akan menjadi dua pasang sentriol.
Fase G2 merupakan tahapan ketika sentriol anak yang baru terbentuk tadi telah memanjang.
Terakhir ialah fase M dimana sentriol bergerak ke kutub-kutub pembelahan dan berlekatan
dengan mikrotubula yang tersusun atas benang-benang spindel.

I. Badan Golgi

Badan Golgi (disebut juga aparatus Golgi, kompleks Golgi atau diktiosom) adalah organel
yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan
mikroskop cahaya biasa. Organel ini terdapat hampir di semua sel eukariotik dan banyak
dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal. Setiap sel
hewan memiliki 10 hingga 20 badan Golgi, sedangkan sel tumbuhan memiliki hingga ratusan
badan Golgi. Badan Golgi pada tumbuhan biasanya disebut diktiosom.
Badan Golgi ditemukan oleh seorang ahli histologi dan patologi berkebangsaan Italia yang
bernama Camillo Golgi.
beberapa fungsi badan golgi antara lain :

1. Membentuk kantung (vesikula) untuk sekresi. Terjadi terutama pada sel-sel kelenjar
kantung kecil tersebut, berisi enzim dan bahan-bahan lain.

2. Membentuk membran plasma. Kantung atau membran golgi sama seperti membran
plasma. Kantung yang dilepaskan dapat menjadi bagian dari membran plasma.

3. Membentuk dinding sel tumbuhan

4. Fungsi lain ialah dapat membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk
memecah dinding sel telur dan pembentukan lisosom.

5. Tempat untuk memodifikasi protein

6. Untuk menyortir dan memaket molekul-molekul untuk sekresi sel

7. Untuk membentuk lisosom

J. Lisosom

Lisosom adalah organel sel berupa kantong terikat membran yang berisi enzim hidrolitik
yang berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler pada berbagai keadaan. Lisosom
ditemukan pada tahun 1950 oleh Christian de Duve dan ditemukan pada semua sel eukariotik.
Di dalamnya, organel ini memiliki 40 jenis enzim hidrolitik asam seperti protease, nuklease,
glikosidase, lipase, fosfolipase, fosfatase, ataupun sulfatase.

Semua enzim tersebut aktif pada pH 5. Fungsi utama lisosom adalah endositosis, fagositosis,
dan autofagi.
EndositosisEndositosis ialah pemasukan makromolekul dari luar sel ke dalam sel melalui
mekanisme endositosis, yang kemudian materi-materi ini akan dibawa ke vesikel kecil dan
tidak beraturan, yang disebut endosom awal.

Beberapa materi tersebut dipilah dan ada yang digunakan kembali (dibuang ke sitoplasma),
yang tidak dibawa ke endosom lanjut. Di endosom lanjut, materi tersebut bertemu pertama
kali dengan enzim hidrolitik. Di dalam endosom awal, pH sekitar 6. Terjadi penurunan pH
(5) pada endosom lanjut sehingga terjadi pematangan dan membentuk lisosom.

AutofagiProses autofagi digunakan untuk pembuangan dan degradasi bagian sel sendiri,
seperti organel yang tidak berfungsi lagi. Mula-mula, bagian dari retikulum endoplasma kasar
menyelubungi organel dan membentuk autofagosom. Setelah itu, autofagosom berfusi
dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (atau endosom
lanjut). Proses ini berguna pada sel hati, transformasi berudu menjadi katak, dan embrio
manusia.
Fagositosis
Fagositosis merupakan proses pemasukan partikel berukuran besar dan mikroorganisme
seperti bakteri dan virus ke dalam sel. Pertama, membran akan membungkus partikel atau
mikroorganisme dan membentuk fagosom. Kemudian, fagosom akan berfusi dengan enzim
hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (endosom lanjut).

K. Mitokondria

Mitokondria (mitochondrion’, plural: mitochondria’) atau kondriosom (chondriosome) adalah


organel tempat berlangsungnya fungsi respirasi sel makhluk hidup. Respirasi merupakan
proses perombakan atau katabolisme untuk menghasilkan energi atau tenaga bagi
berlangsungnya proses hidup. Dengan demikian, mitokondria adalah “pembangkit tenaga”
bagi sel.
Mitokondria merupakan salah satu bagian sel yang paling penting karena di sinilah energi
dalam bentuk ATP [Adenosine Tri-Phosphate] dihasilkan.

Mitokondria mempunyai dua lapisan membran, yaitu lapisan membran luar dan lapisan
membran dalam. Lapisan membran dalam ada dalam bentuk lipatan-lipatan yang sering
disebut dengan cristae. Di dalam Mitokondria terdapat ‘ruangan’ yang disebut matriks,
dimana beberapa mineral dapat ditemukan. Sel yang mempunyai banyak Mitokondria dapat
dijumpai di jantung, hati, dan otot.

Keberadaan mitokondria didukung oleh hipotesis endosimbiosis yang mengatakan bahwa


pada tahap awal evolusi sel eukariot bersimbiosis dengan prokariot (bakteri) [Margullis,
1981]. Kemudian keduanya mengembangkan hubungan simbiosis dan membentuk organel
sel yang pertama. Adanya DNA pada mitokondria menunjukkan bahwa dahulu mitokondria
merupakan entitas yang terpisah dari sel inangnya.

Hipotesis ini ditunjang oleh beberapa kemiripan antara mitokondria dan bakteri. Ukuran
mitokondria menyerupai ukuran bakteri, dan keduanya bereproduksi dengan cara membelah
diri menjadi dua. Hal yang utama adalah keduanya memiliki DNA berbentuk lingkar. Oleh
karena itu, mitokondria memiliki sistem genetik sendiri yang berbeda dengan sistem genetik
inti. Selain itu, ribosom dan rRNA mitokondria lebih mirip dengan yang dimiliki bakteri
dibandingkan dengan yang dikode oleh inti sel eukariot [Cooper, 2000].
Secara garis besar, tahap respirasi pada tumbuhan dan hewan melewati jalur yang sama, yang
dikenal sebagai daur atau siklus Krebs.

L. Badan Mikro (Peroksisom & Glioksisom)

Peroksisom adalah kantong yang memiliki membran tunggal. Peroksisom berisi berbagai
enzim dan yang paling khas ialah enzim katalase. Katalase berfungsi mengkatalisis
perombakan hydrogen peroksida (H2O2). Hidrogen peroksida merupakan produk metabolism
sel yang berpotensi membahayakan sel. Peroksisom juga berperan dalam perubahan lemak
menjadi karbohidrat. Peroksisom terdapat pada sel tumbuhan dan sel hewan. Pada hewan,
peroksisom banyak terdapat di hati dan ginjal, sedang pada tumbuhan peroksisom terdapat
dalam berbagai tipe sel.
Glioksisom hanya terdapat pada sel tumbuhan, misalnya pada lapisan aleuron biji padi-
padian. Aleuron merupakan bentuk dari protein atau kristal yang terdapat dalam vakuola.
Glioksisom sering ditemukan di jaringan penyimpan lemak dari biji yang berkecambah.
Glioksisom mengandung enzim pengubah lemak menjadi gula. Proses perubahan tersebut
menghasilkan energi yang diperlukan bagi perkecambahan.

Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

Sel Hewan

1. tidak memiliki dinding sel

2. tidak memiliki plastida

3. memiliki lisosom

4. memiliki sentrosom

5. timbunan zat berupa lemak dan glikogen

6. bentuk tidak tetap

7. pada hewan tertentu memiliki vakuola, ukuran kecil, sedikit

Sel Tumbuhan

1. memiliki dinding sel dan membran sel

2. umumnya memiliki plastida

3. tidak memiliki lisosom

4. tidak memiliki sentrosom

5. timbunan zat berupa pati

6. bentuk tetap

7. memiliki vakuola ukuran besar, banyak

Transpor lewat membran

Transpor lewat membran dibedakan atas:

1. Transpor pasif, tanpa bantuan energi dari sel (difusi dan osmosis)

2. Transpor aktif, dengan menggunakan energi dari sel (endositosis, eksositosis dan pompa
natrium kalium).

Mekanisme Transpor Melalui M0embran

Setiap sel yang hidup harus selalu memasukkan materi yang diperlukan dan membuang sisa-
sisa metabolismenya. Untuk mempertahankan konsentrasi ion-ion di dalam sitoplasma, sel
juga selalu memasukkan dan mengeluarkan ion-ion tertentu. pengaturan keluar masuknya
materi dari dan menuju ke dalam sel sangat dipengaruhi oleh permeabilitas membran.

Bagian dalam lapisan lipid bilayer bersifat hidrofobik, sehingga tidak dapat ditembus oleh
molekul-molekul polar dan substansi yang larut dalam air. Transpor materi-materi yang rarut
dilam air dan bermuatan diperankan oleh protein integral membran. Transpor molekul –
molekul kecil .

1. Transpor Molekul – Molekul Kecil

Pengangkutan molekul-molekul kecil melalui membran dilakukan secara pasif (transpor


pasif) maupun secara aktif (transpor aktif). Kedua macam transpor ini dilakukan secara
terpadu untuk mempertahankan kondisi intraseluler agar tetap konstan.

a) Transpor pasif

Dapat berlangsung karena adanya perbedaan konsentrasi larutan di antara kedua sisi
membran. Pada transpor pasif tidak rnemerlukan energi rnetabolik. Transpor pasif dibedakan
menjadi tiga, yaitu difusi sederhana (simple diffusion), difusi dipermudah atau difasilitasi
(facilitated diffusion), dan osmosis.

l) Mekanisme difusi

Difusi merupakan proses perpindahan atau pergerakan molekul zat atau gas dari konsentrasi
tinggi ke konsentrasi rendah. Difusi melalui membran dapat berlangsung melalui tiga
mekanisme, yaitu difusi sederhana (simple difusion),d ifusi melalui saluran yang terbentuk
oleh protein transmembran (simple difusion by chanel formed), dan difusi difasilitasi
(fasiliated difusion).

Difusi sederhana melalui membrane berlangsung karena molekul -molekul yang berpindah
atau bergerak melalui membran bersifat larut dalam lemak (lipid) sehingga dapat menembus
lipid bilayer pada membran secara langsung. Membran sel permeabel terhadap molekul larut
lemak seperti hormon steroid, vitamin A, D, E, dan K serta bahan-bahan organik yang larut
dalam lemak, Selain itu, memmbran sel juga sangat permeabel terhadap molekul anorganik
seperti O,CO2, HO, dan H2O. Beberapa molekul kecil khusus yang terlarut dalam serta ion-
ion tertentu, dapat menembus membran melalui saluran atau chanel. Saluran ini terbentuk
dari protein transmembran, semacam pori dengan diameter tertentu yang memungkinkan
molekul dengan diameter lebih kecil dari diameter pori tersebut dapat melaluinya. Sementara
itu, molekul – molekul berukuran besar seperti asam amino, glukosa, dan beberapa garam –
garam mineral , tidak dapat menembus membrane secara langsung, tetapi memerlukan
protein pembawa atau transporter untuk dapat menembus membrane.

Proses masuknya molekul besar yang melibatkan transforter dinamakan difusi difasilitasi.

2) Mekanisme Difusi dan Difasilitasi

Difusi difasiltasi (facilitated diffusion) adalah pelaluan zat melalui membran plasrna yang
melibatkan protein pembawa atau protein transforter. Protein transporter tergolong protein
transmembran yang memliki tempat perlekatan terhadap ion atau molekul vang akan
ditransfer ke dalam sel. Setiap molekul atau ion memiliki protein transforter yang khusus,
misalnya untuk pelaluan suatu molekul glukosa diperlukan protein transforter yang khusus
untuk mentransfer glukosa ke dalam sel.

Protein transporter untuk grukosa banyak ditemukan pada sel-sel rangka, otot jantung, sel-sel
lemak dan sel-sel hati, karena sel – sel tersebut selalu membutuhkan glukosa untuk diubah
menjadi energy.

3) Mekanisme osmosis

Osmosis adalah proses perpindahan atau pergerakan molekul zat pelarut, dari larutan yang
konsentrasi zat pelarutnya tinggi menuju larutan yang konsentrasi zat pelarutya rendah
melalui selaput atau membran selektif permeabel atau semi permeabel. Jika di dalam suatu
bejana yang dipisahkan oleh selaput semipermiabel, jika dalam suatu bejana yang dipisahkan
oleh selaput semipermiabel ditempatkan dua Iarutan glukosa yang terdiri atas air sebagai
pelarut dan glukosa sebagai zat terlarut dengan konsentrasi yang berbeda dan dipisahkan oleh
selaput selektif permeabel, maka air dari larutan yang berkonsentrasi rendah akan bergerak
atau berpindah menuju larutan glukosa yang konsentrainya tinggi melalui selaput permeabel.
jadi, pergerakan air berlangsung dari larutan yang konsentrasi airnya tinggi menuju kelarutan
yang konsentrasi airnya rendah melalui selaput selektif permiabel. Larutan vang konsentrasi
zat terlarutnya lebih tinggi dibandingkan dengan larutan di dalam sel dikatakan .

Sebagai larutan hipertonis. sedangkan larutan yang konsentrasinya sama dengan larutan di
dalam sel disebut larutan isotonis. Jika larutan yang terdapat di luar sel, konsentrasi zat
terlarutnya lebih rendah daripada di dalam sel dikatakan sebagai larutan hipotonis.

Apakah yang terjadi jika sel tumbuhan atau hewan, misalnya sel darah merah ditempatkan
dalam suatu tabung yang berisi larutan dengan sifat larutan yang berbeda-beda? Pada larutan
isotonis, sel tumbuhan dan sel darah merah akan tetap normal bentuknya. Pada larutan
hipotonis, sel tumbuhan akan mengembang dari ukuran normalnya dan mengalami
peningkatan tekanan turgor sehingga sel menjadi keras. Berbeda dengan sel tumbuhan, jika
sel hewan/sel darah merah dimasukkan dalam larutan hipotonis, sel darah merah akan
mengembang dan kemudian pecah /lisis, hal irri karena sei hewan tidak memiliki dinding sel.
Pada larutan hipertonis, sel tumbuhan akan kehilangan tekanan turgor dan mengalami
plasmolisis (lepasnya membran sel dari dinding sel), sedangkan sel hew’an/sel darah merah
dalam larutan hipertonis menyebabkan sel hewan/sel darah merah

mengalami krenasi sehingga sel menjadi keriput karena kehilangan air.

b. Transpor aktif

Pada transpor aktif diperlukan adanya protein pembawa atau pengemban dan memerlukan
energi metabolik yang tersimpan dalam bentuk ATP. selama transpor aktif, molekul diangkut
melalui gradien konsentrasi. Transpor aktif dibedakan menjadi dua, yaitu transpor aktif
primer dan sekunder.

Transpor aktif primer secara langsung berkaitan dengan hidrolisis ATP yang akan
menghasilkan energi untuk transpor ini. contoh transpor aktif primer adalah pompa ion Na-
dan ion K+. Konsentrasi ion K+ di dalam sel lebih besar dari pada di luar sel, sebaliknya
konsentrasi ion Na+ diluar sel lebih besar daripada di dalam sel.
Untuk mempertahankan kondisi tersebut, ion-ion Na- dan K+ harus selalu dipompa melawan
gradien konsentrasi dengan energi dari hasil hidrolisis ATP. Tiga ion Na+ dipompa keluar
dan dua ion K+ dipompa ke dalam sel. Untuk hidrolis ATP diperlukan ATP-ase yang
merupakan suatu protein transmembran yang berperan sebagai enzim.

Tranpor aktif sekunder merupakan transpor pengangkutan gabungan yaitu pengangkutan ion-
ion bersama dengan pengangkutan molekul lain

BAB II LANDASAN TEORI

A. Definisi Mikroskop
Mikroskop adalah alat untuk memperoleh bayangan yang besar dari benda yang
kecil yang tidak terlihat oleh mata, sehingga dapat dilihat dan diamati susunannya
(Nusani Blog). Jadi mikroskop adalah alat yang digunakan untuk melihat benda yang
bersifat mikroskopis.

B. Bagian- bagian Mikroskop


a. Statif

Adalah bagian tempat memasang bagian-bagian yang lainya. Seperti:

 Kaki. Umumnya berbentuk V atau U


 Tiang . merupakan pendukung optik dan terpasang diatas kaki.
 Meja benda, terbuat dari logam pipih berbentuk bulat atau segi empat.
Ditengahnya terdapat lubang untuk meneruskan cahaya yang dipantulkan dari
cermin. Pada meja terdapat dua penjepit untuk menahan preparat.
 Pengatur kasar, berfungsi untuk mengatur jarak tepat antara objek dan
objektif
 Pengatur halus, berguna untuk memperjelas bayangan yang telah diperoleh
melalui pengaturan kasar.
B. Optik

Optik berfungsi untuk memperbesar bayangan dari ukuran benda yang


sesungguhnya. Bagian ini terdiri dari sebuah pembuluh dan dua buah lensa okuler
dan objektif.

o Lensa okuler, fungsinya untuk memperbesar bayangan dan memproyeksikan ke


retina mata. Lensa okuler terletak di ujung optik yang menghadap kemata.
o Lensa objektif, fungsinya untuk memperbesar objek dan memproyeksikan
bayangan ke arah lensa okuler. Lensa okuler terletak dibagian ujung tubus yang
menghadap ke meja benda.

o Diafragma, fungsinya untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk dengan jalan
mengatur besar atau kecilnya lubang yang dilalui cahaya. Dibagian bawah
diafragma biasanya terdapat tempat untuk memasang gelas filter yang
diperlukan bila cahaya yang digunakan adalah cahaya buatan seperti cahaya
listrik.

o Kondensor, fungsinya untuk memproyeksikan sinar untuk menyinari objek yang


akan diamati. Kondensor ini terbuat dari konvergen yang berfungsi untuk
memusatkan cahaya, sehingga preparat dapat dilihat dengan jelas.

c. Alat Penerangan

terdapat dibawah meja dan terdiri dari cermin (miror) yang berfungsi untuk
menerangkan dan memantulkan cahaya sehingga menerangi preparat. Cermin terdiri
dari cermin datar dan cermin cekung.

Bebarapa petunjuk sewaktu memakai mikroskop

1. setiap memulai atau selesai menggunakan mikroskop, harus diperiksa rerlebih dahulu
alat-alatnya, apakah lengkap atau tidak. Kemudain tempat dan alat harus
dibersihkan.

2. pakailah cahaya matahari karena lebih menguntungkan daripada cahaya buatan. Jika
praktikum didalam ruangan, dimana cahaya berasal dari satu arah maka sebaiknya
menggunakan cermin cekung.

3. jika menggunakan preparat yang basah, harus dijaga agar kedudukan meja selalu
mendatar agar cairannya tidak mengalir kelur. Tetapi apabila yang digunakan adalah
preparat awetan maka posisi meja bias dibuat miring.

BAB III HASIL PRAKTIKUM

I. PRAKTIKUM KE : 1

II. TANGGAL PRAKTIKUM : 10 September 2009

III. JUDUL PRAKTIKUM : CARA PENGGUNAAN MIKROSKOP

IV. TUJUAN PRAKTIKUM : Untuk Mengenal Dan Mengetahui Cara Menggunakan


Mikroskop

V. ALAT DAN BAHAN :


Mikroskop, tanaman pacar air, silet, air dan larutan…

VI. LANGKAH KERJA


1. Persiapan

§ Pilih tempat kerja yang terang dan situasi bekerja yang bersih.

§ Bersihkan kaca lensa mikroskop dengan kain yang lembut sehingga tidak
menimbulkan goresan pada lensa.

§ Siapkan preparat yang akan diamati :

 Rendam tanaman pacar air dalam larutan… selama kurang lebih 10 menit.
 Iris tipis bagian tanaman yang paling dekat dengan akar secara melintang
dan membujur, usahakan setipis mungkin.
 Letakkan irisan tanaman pada kaca objek dan tetesi dengan sedikit air, lalu
tutup dengan kaca penutup objek.
2. Pelaksanaan

Atur penerangan

o Menggunakan objek perbesaran 10x.

o Memutar pengtur kasar sehingga objektif bergerak keatas.

o Memutar cermin sedemikian rupa sehingga bidang penglihatan nampak


seterang-terangnya.

o Mengatur diafragma

o Memasang preparat, diletakan tepat diatas lubang meja.

o Jepit dengan penjepit preparat.

o Melihat preparat dengan lensa okuler.

o menurunkan objektif serendah mungkin, dengan hati-hati jangan sampai


objektifnya terhimpit oleh kaca preparat yang akibatnya akan merusak preparat
dan pecah.

o memasang salah satu mata pada okuler dan yang satunya tetap dibuka.
diusahakan melihat dengan keadaan kedua mata terbuka, jangan biasakan
memejamkan atau menutup salah satu mata karana hal tersebut dapat
menimbulkan kesilindrisan pada mata.

o memutar pengatur kasar sehingga objektif bergerak ke atas, sambil diamati


sampai gambarnya nampak.

o Mengganti objektif dengan perbesaran yang lebih besar. Perbesaran bayangan


dapat dihitung dengan mengalikan perbesaran objektif dan perbesaran okulernya.
o Memperjelas gambar dengan memutar pengatur halus.

o Menggambar hasil pengamatan yang didapat.

3. Pengakhiran

o mengambil preparat dari mikroskop.

o membersihkan semua alat dan mikroskop, terutama pada lensa mikroskop dengan
tujuan menghindari kerusakan pada lensa yang disebabkan oleh jamur.

o menyimpan semua alat yang telah digunakan kedalam tempatnya semula.

Scribd
Upload a Document
vakuola baw a
Search Documents
Explore

 Sign Up
 |
 Log In

/ 9

Download this Document for Free


LAPORAN
PRAKTIKUM BIOLOGI
PENGAMATAN SEL TUMBUHAN

KELAS XI IPA 2
SMA NEGERI 3 TEMANGGUNG
2007/2008

2
s
m
a
r
t
t
i
e
n.b
l
o
g
s
p
o
t
.
c
o
m
I. TUJUAN PENELITIAN
1. Mengenal susunan sel pada Allium cepa, Rhoeo dishcolor, danManihot
utilisum.
2. Mengetahui bagian-bagian sel tumbuhan.
3. Mengetahui susunan dan letak dinding sel, cytoplasma, nucleus, dan
plastida dalam satu sel
4. Mengetahui perbedaan antara sel yang menyusun Allium cepa, Rhoeo
dishcolor, dan Manihot utilisum
II. DASAR TEORI
1. Sebuah sel adalah suatu unit fungsional dan structural terkecil makhluk
hidup yang dapat menopang kehidupan.
2. sel
pada
tumbuhan
setidaknya
memiliki
dinding
sel,
protoplasma(cytoplasma, nucleus), vakuola sentral, dan plastida.
3. sel tumbuhan yang menyusun benang sari memiliki sifat dinamik sepeti
gejala aliran protoplasma atau siklosis.
4. plastida merupakan organel-organel terbesar pada sel tumbuhan yang jelas
terlihat di bawah mikroskop sederhana.
III. ALAT
1. Mikroskop cahaya
2. Deg glass
3. penutup deg glass
4. silet
IV. BAHAN
1.Allium cepa / bawang merah

2.Rhoeo dishcolor / bunga pikno

3.Manihot utilisum / gabus

5. tissue
6. pipet
7. air

3
s
m
a
r
t
t
i
e
n.b
l
o
g
s
p
o
t
.
c
o
m
V. CARA KERJA
A. Bawang merah
1. sediakan deg glass yang bersih,kemudian beri setetes air bersih
menggunakan pipet.

2. belah bawang merah menjadi dua menggunakan tangan sehingga tinggal satu lapisan yang tidak terbelah,

ambil dan letakkan lapisan tersebut ke atas deg glass kemudian tutup dengan kaca penutup.

3. letakkan sediaan di bawah mikroskop, periksa dengan perbesaran


sedang.
B. Bunga pikno
1. sediakan deg glass yang bersih, kemudian beri setetes air bersih
menggunakan pipet.
2. ambil sehelai serabut benang sari, letakkan ke atas deg glass kemudian
tutup dengan kaca penutup.
3. letakkan sediaan di bawah mikroskop, periksa dengan perbesaran
sedang.
C. Gabus
1. sediakan deg glass yang bersih kemudian beri setetes air bersih
menggunakan pipet.
2. sayat gabus (bagian tengah dari batang ketela pohon) setipis mungkin
(hampir tansparan).
3. letakkan sayatan gabus ke atas deg glass kemudian tutup dengan kaca
penutup.
4. letakkan sediaan di bawah mikroskop, periksa dengan perbesaran
sedang.
4
s
m
a
r
t
t
i
e
n.b
l
o
g
s
p
o
t
.
c
o
m
VI. DATA
1.Allium cepa
2.Rhoeo dishcolor
3. Manihot utilisium
5
s
m
a
r
t
t
i
e
n.b
l
o
g
s
p
o
t
.
c
o
m
VII. PEMBAHASAN
1.
Allium cepa
Dinding sel

Cytoplasma

Nucleus

Plastida

Vakuola
sentral
2.
Rhoeo dishcolor
2.Rhoeo dishcolor
Dinding sel
Cytoplasma
Plastida
nukleus
Dalam sel yang

membentuk benang sari

terjadi aliran

protoplasma, segenap

sitoplasma beredar

sekeliling sel menyapu

berbagai organel

bersamanya sehingga

organel-organel tersebut

tampak tidak begitu jelas.

Dinding sel pada Allium cepa (sel dewasa/isi yang hidup) hanya merupakan dinding sel primer

yang terlihat sangat tipis dan diselimuti oleh lamella tengah tanpa ada dinding sel sekunder. Dinding

primer sangat tipis karena tersusun atas selulosa dan hemiselulosa sehingga luas permukaan dan

ketebalannya tidak statis.

Susunan dinding selnya seperti pada dinding sel bawang merah karena
kedua macam sel sama sama sel dewasa yang yang protoplasnya masih hidup.
Pada sel ini tak tampak pigmen di vakuola sentralnya.

pengamatan sel tumbuhan


Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document

Info and Rating


Follow
fthnnbht3607

Share & Embed

Related Documents

PreviousNext

1.

p.

p.

p.

2.

p.
p.

p.

3.

p.

p.

p.
4.

p.

p.

p.

5.

p.
p.

p.

6.

p.

p.

p.
7.

p.

p.

p.

8.

p.

p.
p.

9.

p.

p.

p.

10.
p.

p.

p.

11.

p.

p.
p.

12.

p.

p.

p.

13.

p.
p.

p.

14.

p.

p.
p.

15.

p.

p.

More from this user

PreviousNext

1.

3 p.
38 p.

9 p.

2.

8 p.

4 p.

2 p.
3.

2 p.

1 p.

1 p.

4.

18 p.

Recent Readcasters

Add a Comment
iimannawatileft a comment

sangat bagus!
08 / 29 / 2011

Antie Nak Mamahleft a comment

TENGARTII
03 / 07 / 2011

fahmikurniawanleft a comment

Bagus!
09 / 16 / 2010

Erlina Michileft a comment

erlinadani@yahoo.com
07 / 31 / 2010

kiki_blueprinceleft a comment

rizki
05 / 05 / 2010
Upload a Document
vakuola baw a
Search Documents

 Follow Us!
 scribd.com/scribd
 twitter.com/scribd
 facebook.com/scribd

 About
 Press
 Blog
 Partners
 Scribd 101
 Web Stuff
 Support
 FAQ
 Developers / API
 Jobs
 Terms
 Copyright
 Privacy

Copyright © 2011 Scribd Inc.


Language:

Biologi sel adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang sel. Sel sendiri adalah
kesatuan structural dan fungsional makhluk hidup dimana keberadaannya sangat berpengaruh
terhadap kepribadian dan tingkah laku dari masing masing makhluk hidup

Teori-teori tentang sel

- Robert Hooke (Inggris, 1665) meneliti sayatan gabus di bawah mikroskop. Hasil
pengamatannya ditemukan rongga-rongga yang disebut sel (cellula)
- Hanstein (1880) menyatakan bahwa sel tidak hanya berarti cytos (tempat yang berongga),
tetapi juga berarti cella (kantong yang berisi)
- Felix Durjadin (Prancis, 1835) meneliti beberapa jenis sel hidup dan menemukan isi dalam,
rongga sel tersebut yang penyusunnya disebut “Sarcode”
- Johanes Purkinje (1787-1869) mengadakan perubahan nama Sarcode menjadi Protoplasma
- Matthias Schleiden (ahli botani) dan Theodore Schwann (ahli zoologi) tahun 1838
menemukan adanya kesamaan yang terdapat pada struktur jaringan tumbuhan dan hewan.
Mereka mengajukan konsep bahwa makhluk hidup terdiri atas sel . konsep yang diajukan
tersebut menunjukkan bahwa sel merupakan satuan structural makhluk hidup.
- Robert Brown (Scotlandia, 1831) menemukan benda kecil yang melayang-layang pada
protoplasma yaitu inti (nucleus)
- Max Shultze (1825-1874) ahli anatomi menyatakan sel merupakan kesatuan fungsional
makhluk hidup
- Rudolf Virchow (1858) menyatakan bahwa setiap cel berasal dari cel sebelumnya (omnis
celulla ex celulla)

Macam Sel Berdasarkan Keadaan Inti

a. sel prokarion, sel yang intinya tidak memiliki membran, materi inti tersebar dalam
sitoplasma (sel yang memiliki satu system membran. Yang termasuk dalam kelompok ini
adalah bakteri dan alga biru
b. sel eukarion, sel yang intinya memiliki membran. Materi inti dibatasi oleh satu system
membran terpisah dari sitoplasma. Yang termasuk kelompok ini adalah semua makhluk hidup
kecuali bakteri dan alga biru

Struktur sel prokariotik lebih sederhana dibandingkan struktur sel eukariotik. Akan tetapi, sel
prokariotik mempunyai ribosom (tempat protein dibentuk) yang sangat banyak. Sel
prokariotik dan sel eukariotik memiliki beberapa perbedaan sebagai berikut :

Sel Prokariotik
- Tidak memiliki inti sel yang jelas karena tidak memiliki membran inti sel yang dinamakan
nucleoid
- Organel-organelnya tidak dibatasi membran
- Membran sel tersusun atas senyawa peptidoglikan
- Diameter sel antara 1-10mm
- Mengandung 4 subunit RNA polymerase
- Susunan kromosomnya sirkuler

Sel Eukariotik
- Memiliki inti sel yang dibatasi oleh membran inti dan dinamakan nucleus
- Organel-organelnya dibatasi membran
- Membran selnya tersusun atas fosfolipid
- Diameter selnya antara 10-100mm
- Mengandungbanyak subunit RNA polymerase
- Susunan kromosomnya linier

Macam Sel Berdasarkan Keadaan Kromosom dan Fungsinya

a. Sel Somatis, sel yang menyusun tubuh dan bersifat diploid


b. Sel Germinal. sel kelamin yang berfungsi untuk reproduksi dan bersifat haploid

Bagian-bagian Sel

- Bagian hidup(komponen protoplasma), terdiri atas inti dan sitoplasma termasuk cairan dan
struktur sel seperti : mitokondria, badan golgi, dll
- Bagian mati (inklusio), terdiri atas dinding sel dan isi vakuola

mari kita bahas masing-masing bagian satu per satu

a Dinding sel

Dinding sel hanya terdapat pada sel tumbuhan. Dinding sel terdiri daripada selulosa yang
kuat yang dapat memberikan sokongan, perlindungan, dan untuk mengekalkan bentuk sel.
Terdapat liang pada dinding sel untuk membenarkan pertukaran bahan di luar dengan bahan
di dalam sel.
Dinding sel juga berfungsi untuk menyokong tumbuhan yang tidak berkayu.

Dinding sel terdiri dari Selulosa (sebagian besar), hemiselulosa, pektin, lignin, kitin, garam
karbonat dan silikat dari Ca dan Mg.

b. Membran Plasma
Membran sel merupakan lapisan yang melindungi inti sel dan sitoplasma. Membran sel
membungkus organel-organel dalam sel. Membran sel juga merupakan alat transportasi bagi
sel yaitu tempat masuk dan keluarnya zat-zat yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan oleh sel.
Struktur membran ialah dua lapis lipid (lipid bilayer) dan memiliki permeabilitas tertentu
sehingga tidak semua molekul dapat melalui membran sel.

Struktur membran sel yaitu model mozaik fluida yang dikemukakan oleh Singer dan
Nicholson pada tahun 1972. Pada teori mozaik fluida membran merupakan 2 lapisan lemak
dalam bentuk fluida dengan molekul lipid yang dapat berpindah secara lateral di sepanjang
lapisan membran. Protein membran tersusun secara tidak beraturan yang menembus lapisan
lemak. Jadi dapat dikatakan membran sel sebagai struktur yang dinamis dimana komponen-
komponennya bebas bergerak dan dapat terikat bersama dalam berbagai bentuk interaksi
semipermanen Komponen penyusun membran sel antara lain adalah phosfolipids, protein,
oligosakarida, glikolipid, dan kolesterol.

Salah satu fungsi dari membran sel adalah sebagai lalu lintas molekul dan ion secara dua
arah. Molekul yang dapat melewati membran sel antara lain ialah molekul hidrofobik (CO2,
O2), dan molekul polar yang sangat kecil (air, etanol). Sementara itu, molekul lainnya seperti
molekul polar dengan ukuran besar (glukosa), ion, dan substansi hidrofilik membutuhkan
mekanisme khusus agar dapat masuk ke dalam sel.

Banyaknya molekul yang masuk dan keluar membran menyebabkan terciptanya lalu lintas
membran. Lalu lintas membran digolongkan menjadi dua cara, yaitu dengan transpor pasif
untuk molekul-molekul yang mampu melalui membran tanpa mekanisme khusus dan transpor
aktif untuk molekul yang membutuhkan mekanisme khusus.

Transpor pasif

Transpor pasif merupakan suatu perpindahan molekul menuruni gradien konsentrasinya.


Transpor pasif ini bersifat spontan. Difusi, osmosis, dan difusi terfasilitasi merupakan contoh
dari transpor pasif. Difusi terjadi akibat gerak termal yang meningkatkan entropi atau
ketidakteraturan sehingga menyebabkan campuran yang lebih acak. Difusi akan berlanjut
selama respirasi seluler yang mengkonsumsi O2 masuk. Osmosis merupakan difusi pelarut
melintasi membran selektif yang arah perpindahannya ditentukan oleh beda konsentrasi zat
terlarut total (dari hipotonis ke hipertonis). Difusi terfasilitasi juga masih dianggap ke dalam
transpor pasif karena zat terlarut berpindah menurut gradien konsentrasinya.

Contoh molekul yang berpindah dengan transpor pasif ialah air dan glukosa. Transpor pasif
air dilakukan lipid bilayer dan transpor pasif glukosa terfasilitasi transporter. Ion polar
berdifusi dengan bantuan protein transpor.

Transpor aktif

Transpor aktif merupakan kebalikan dari transpor pasif dan bersifat tidak spontan. Arah
perpindahan dari transpor ini melawan gradien konsentrasi. Transpor aktif membutuhkan
bantuan dari beberapa protein. Contoh protein yang terlibat dalam transpor aktif ialah channel
protein dan carrier protein, serta ionophore.

Yang termasuk transpor aktif ialah coupled carriers, ATP driven pumps, dan light driven
pumps. Dalam transpor menggunakan coupled carriers dikenal dua istilah, yaitu simporter
dan antiporter. Simporter ialah suatu protein yang mentransportasikan kedua substrat searah,
sedangkan antiporter mentransfer kedua substrat dengan arah berlawanan. ATP driven pump
merupakan suatu siklus transpor Na+/K+ ATPase. Light driven pump umumnya ditemukan
pada sel bakteri. Mekanisme ini membutuhkan energi cahaya dan contohnya terjadi pada
Bakteriorhodopsin.

c. Mitokondria

Mitokondria adalah tempat di mana fungsi respirasi pada makhluk hidup berlangsung.
Respirasi merupakan proses perombakan atau katabolisme untuk menghasilkan energi atau
tenaga bagi berlangsungnya proses hidup. Dengan demikian, mitokondria adalah
“pembangkit tenaga” bagi sel.

Mitokondria banyak terdapat pada sel yang memilki aktivitas metabolisme tinggi dan
memerlukan banyak ATP dalam jumlah banyak, misalnya sel otot jantung. Jumlah dan
bentuk mitokondria bisa berbeda-beda untuk setiap sel. Mitokondria berbentuk elips dengan
diameter 0,5 µm dan panjang 0,5 – 1,0 µm. Struktur mitokondria terdiri dari empat bagian
utama, yaitu membran luar, membran dalam, ruang antar membran, dan matriks yang terletak
di bagian dalam membran [Cooper, 2000].

Membran luar terdiri dari protein dan lipid dengan perbandingan yang sama serta
mengandung protein porin yang menyebabkan membran ini bersifat permeabel terhadap
molekul-molekul kecil yang berukuran 6000 Dalton. Dalam hal ini, membran luar
mitokondria menyerupai membran luar bakteri gram-negatif. Selain itu, membran luar juga
mengandung enzim yang terlibat dalam biosintesis lipid dan enzim yang berperan dalam
proses transpor lipid ke matriks untuk menjalani ?-oksidasi menghasilkan Asetil KoA.

Membran dalam yang kurang permeabel dibandingkan membran luar terdiri dari 20% lipid
dan 80% protein. Membran ini merupakan tempat utama pembentukan ATP. Luas permukaan
ini meningkat sangat tinggi diakibatkan banyaknya lipatan yang menonjol ke dalam matriks,
disebut krista [Lodish, 2001]. Stuktur krista ini meningkatkan luas permukaan membran
dalam sehingga meningkatkan kemampuannya dalam memproduksi ATP. Membran dalam
mengandung protein yang terlibat dalam reaksi fosforilasi oksidatif, ATP sintase yang
berfungsi membentuk ATP pada matriks mitokondria, serta protein transpor yang mengatur
keluar masuknya metabolit dari matriks melewati membran dalam.

Ruang antar membran yang terletak diantara membran luar dan membran dalam merupakan
tempat berlangsungnya reaksi-reaksi yang penting bagi sel, seperti siklus Krebs, reaksi
oksidasi asam amino, dan reaksi ?-oksidasi asam lemak. Di dalam matriks mitokondria juga
terdapat materi genetik, yang dikenal dengan DNA mitkondria (mtDNA), ribosom, ATP,
ADP, fosfat inorganik serta ion-ion seperti magnesium, kalsium dan kalium

d. Lisosom

Lisosom adalah organel sel berupa kantong terikat membran yang berisi enzim hidrolitik
yang berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler pada berbagai keadaan. Lisosom
ditemukan pada tahun 1950 oleh Christian de Duve dan ditemukan pada semua sel eukariotik.
Di dalamnya, organel ini memiliki 40 jenis enzim hidrolitik asam seperti protease, nuklease,
glikosidase, lipase, fosfolipase, fosfatase, ataupun sulfatase. Semua enzim tersebut aktif pada
pH 5. Fungsi utama lisosom adalah endositosis, fagositosis, dan autofagi.
- Endositosis ialah pemasukan makromolekul dari luar sel ke dalam sel melalui mekanisme
endositosis, yang kemudian materi-materi ini akan dibawa ke vesikel kecil dan tidak
beraturan, yang disebut endosom awal. Beberapa materi tersebut dipilah dan ada yang
digunakan kembali (dibuang ke sitoplasma), yang tidak dibawa ke endosom lanjut. Di
endosom lanjut, materi tersebut bertemu pertama kali dengan enzim hidrolitik. Di dalam
endosom awal, pH sekitar 6. Terjadi penurunan pH (5) pada endosom lanjut sehingga terjadi
pematangan dan membentuk lisosom.

- Proses autofagi digunakan untuk pembuangan dan degradasi bagian sel sendiri, seperti
organel yang tidak berfungsi lagi. Mula-mula, bagian dari retikulum endoplasma kasar
menyelubungi organel dan membentuk autofagosom. Setelah itu, autofagosom berfusi
dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (atau endosom
lanjut). Proses ini berguna pada sel hati, transformasi berudu menjadi katak, dan embrio
manusia.

- Fagositosis merupakan proses pemasukan partikel berukuran besar dan mikroorganisme


seperti bakteri dan virus ke dalam sel. Pertama, membran akan membungkus partikel atau
mikroorganisme dan membentuk fagosom. Kemudian, fagosom akan berfusi dengan enzim
hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (endosom lanjut).

e. Badan Golgi

Badan Golgi (disebut juga aparatus Golgi, kompleks Golgi atau diktiosom) adalah organel
yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan
mikroskop cahaya biasa. Organel ini terdapat hampir di semua sel eukariotik dan banyak
dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal. Setiap sel
hewan memiliki 10 hingga 20 badan Golgi, sedangkan sel tumbuhan memiliki hingga ratusan
badan Golgi. Badan Golgi pada tumbuhan biasanya disebut diktiosom.

Badan Golgi ditemukan oleh seorang ahli histologi dan patologi berkebangsaan Italia yang
bernama Camillo Golgi.

beberapa fungsi badan golgi antara lain :

1. Membentuk kantung (vesikula) untuk sekresi. Terjadi terutama pada sel-sel kelenjar
kantung kecil tersebut, berisi enzim dan bahan-bahan lain.
2. Membentuk membran plasma. Kantung atau membran golgi sama seperti membran
plasma. Kantung yang dilepaskan dapat menjadi bagian dari membran plasma.
3. Membentuk dinding sel tumbuhan
4. Fungsi lain ialah dapat membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk
memecah dinding sel telur dan pembentukan lisosom.
5. Tempat untuk memodifikasi protein
6. Untuk menyortir dan memaket molekul-molekul untuk sekresi sel
7. Untuk membentuk lisosom

f. Retikulum Endoplasma

RETIKULUM ENDOPLASMA (RE) adalah organel yang dapat ditemukan di seluruh sel
hewan eukariotik.
Retikulum endoplasma memiliki struktur yang menyerupai kantung berlapis-lapis. Kantung
ini disebut cisternae. Fungsi retikulum endoplasma bervariasi, tergantung pada jenisnya.
Retikulum Endoplasma (RE) merupakan labirin membran yang demikian banyak sehingga
retikulum endoplasma melipiti separuh lebih dari total membran dalam sel-sel eukariotik.
(kata endoplasmik berarti “di dalam sitoplasma” dan retikulum diturunkan dari bahasa latin
yang berarti “jaringan”).

Ada tiga jenis retikulum endoplasma:


RE kasar Di permukaan RE kasar, terdapat bintik-bintik yang merupakan ribosom. Ribosom
ini berperan dalam sintesis protein. Maka, fungsi utama RE kasar adalah sebagai tempat
sintesis protein. RE halus Berbeda dari RE kasar, RE halus tidak memiliki bintik-bintik
ribosom di permukaannya. RE halus berfungsi dalam beberapa proses metabolisme yaitu
sintesis lipid, metabolisme karbohidrat dan konsentrasi kalsium, detoksifikasi obat-obatan,
dan tempat melekatnya reseptor pada protein membran sel. RE sarkoplasmik RE
sarkoplasmik adalah jenis khusus dari RE halus. RE sarkoplasmik ini ditemukan pada otot
licin dan otot lurik. Yang membedakan RE sarkoplasmik dari RE halus adalah kandungan
proteinnya. RE halus mensintesis molekul, sementara RE sarkoplasmik menyimpan dan
memompa ion kalsium. RE sarkoplasmik berperan dalam pemicuan kontraksi otot.

g. Nukleus

Inti sel atau nukleus sel adalah organel yang ditemukan pada sel eukariotik. Organel ini
mengandung sebagian besar materi genetik sel dengan bentuk molekul DNA linear panjang
yang membentuk kromosom bersama dengan beragam jenis protein seperti histon. Gen di
dalam kromosom-kromosom inilah yang membentuk genom inti sel. Fungsi utama nukleus
adalah untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol aktivitas sel dengan
mengelola ekspresi gen. Selain itu, nukleus juga berfungsi untuk mengorganisasikan gen saat
terjadi pembelahan sel, memproduksi mRNA untuk mengkodekan protein, sebagai tempat
sintesis ribosom, tempat terjadinya replikasi dan transkripsi dari DNA, serta mengatur kapan
dan di mana ekspresi gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri

h. Plastida

Plastida adalah organel sel yang menghasilkan warna pada sel tumbuhan. ada tiga macam
plastida, yaitu :
- leukoplast : plastida yang berbentuk amilum(tepung)
- kloroplast : plastida yang umumnya berwarna hijau. terdiri dari : klorofil a dan b (untuk
fotosintesis), xantofil, dan karoten
- kromoplast : plastida yang banyak mengandung karoten

i. Sentriol (sentrosom)

Sentorom merupakan wilayah yang terdiri dari dua sentriol (sepasang sentriol) yang terjadi
ketika pembelahan sel, dimana nantinya tiap sentriol ini akan bergerak ke bagian kutub-kutub
sel yang sedang membelah. Pada siklus sel di tahapan interfase, terdapat fase S yang terdiri
dari tahap duplikasi kromoseom, kondensasi kromoson, dan duplikasi sentrosom.

Terdapat sejumlah fase tersendiri dalam duplikasi sentrosom, dimulai dengan G1 dimana
sepasang sentriol akan terpisah sejauh beberapa mikrometer. Kemudian dilanjutkan dengan S,
yaitu sentirol anak akan mulai terbentuk sehingga nanti akan menjadi dua pasang sentriol.
Fase G2 merupakan tahapan ketika sentriol anak yang baru terbentuk tadi telah memanjang.
Terakhir ialah fase M dimana sentriol bergerak ke kutub-kutub pembelahan dan berlekatan
dengan mikrotubula yang tersusun atas benang-benang spindel.

j. Vakuola

Vakuola merupakan ruang dalam sel yang berisi cairan (cell sap dalam bahasa Inggris).
Cairan ini adalah air dan berbagai zat yang terlarut di dalamnya. Vakuola ditemukan pada
semua sel tumbuhan namun tidak dijumpai pada sel hewan dan bakteri, kecuali pada hewan
uniseluler tingkat rendah.

fungsi vakuola adalah :


1. memelihara tekanan osmotik sel
2. penyimpanan hasil sintesa berupa glikogen, fenol, dll
3. mengadakan sirkulasi zat dalam sel

Perbedaan Sel Hewan dan Tumbuhan

1. Sel Hewan :
* tidak memiliki dinding sel
* tidak memiliki butir plastida
* bentuk tidak tetap karena hanya memiliki membran sel yang keadaannya tidak kaku
* jumlah mitokondria relatif banyak
* vakuolanya banyak dengan ukuran yang relatif kecil
* sentrosom dan sentriol tampak jelas

2. Sel Tumbuhan
* memiliki dinding sel
* memiliki butir plastida
* bentuk tetap karena memiliki dinding sel yang terbuat dari cellulosa
* jumlah mitokondria relatif sedikit karena fungsinya dibantu oleh butir plastida
* vakuola sedikit tapi ukurannya besar
* sentrosom dan sentriolnya tidak jelas

Mikroskop
Sabtu, 07 Maret 2009
Pengenalan Mikroskop

PRAKTIKUM I

TOPIK : Pengenalan Mikroskop

TUJUAN : Untuk mengenali bagian-bagian mikroskop, memahami

kegunaan mikroskop dan terampil menggunakan


mikroskop.

HARI/TANGGAL : Selasa, 02 Oktober 2007

TEMPAT : Laboratorium Biologi jurusan PMIPA FKIP

UNLAM Banjarmasin.

I. ALAT DAN BAHAN

Alat yang dipergunakan dalam pengenalan mikroskop ini adalah :

1. Mikroskop cahaya monokuler dan binokuler.

2. Kaca benda, kaca penutup, pinset, pipet tetes, kuas dan lain-lain.

Bahan yang dipergunakan dalam pengenalan mikroskop ini adalah air dan preparat.

II. CARA KERJA

Cara kerja dalam pengenalan mikroskop adalah sebagai berikut :

1. Menyiapkan alat dan bahan.

2. Mengamati mikroskop lengkap dengan bagian-bagiannya.

3. Menggambar mikroskop dan memberi keterangan.

4. Mengamati hasil pengamatan.

III. DASAR TEORI

Mikroskop adalah keahlian menggunakan mikroskop yaitu peralatan yang didesain untuk
memperbesar gambaran objek atau specimen yang berukuran kecil. Mikroskop membantu
mikrobiologis dalam mempelajari dan mendapatkan informasi tentang ciri-ciri organisme.

Mikroskop pertama kali dikembangkan pada abad ke-16 yang menggunakan lensa
sederhana untuk mengatur cahaya biasa. Pertama kali perbesaran terbatas kira-kira 10 kali dari
ukuran objek sebenarnya. Setelah mengalami perbaikan akhirnya perbesaran bisa mencapai 270
sampai 400 kali.
Penemu sel dalam susunan organisme adalah bersamaan dengan munculnya pemakaian
mikroskop, yaitu Mikroskop Cahaya ( mikroskop yang sering digunakan dalam biologi ), okuler baik
yang berlensa tunggal atau dikenal dengan nama Mikroskop Monokuler maupun yang berlensa
ganda atau yang dikenal dengan nama Mikroskop Binokuler. Sesungguhnya untuk meneliti sejarah
pemakaian mikroskop dengan perbaikan-perbaikan yang sangat sulit.

Dapat dianggap bahwa penemuan alat-alat optik yang pertama adalah sudah merupakan
pangkal penemuan dari mikroskop. Penggunaan sifat-sifat optik suatu permukaan yang melengkung
sudah dilakukan oleh Euclid ( 3000SM ), Ptolemy ( 127-151 ), dan oleh Alhazan pada awal abad ke-
11, tetapi pemakaian praktis alat pembesaran optik belum dilakukan. Baru pada abad ke-16,
Leonardo da Vinci dan Maurolyco mempergunakan lensa untuk melihat benda-benda yang kecil.

Kakak beradik pembuat kaca mata bangsa Belanda yang bernama Zachary dan Francis
Jansen pada tahun 1590 menemukan pemakaian dua buah lensa cembung dalam sebuah tabung.
Penemuan ini dianggap sebagai prototip dari mikroskop. Tahun 1610 Galileo dengan kombinasi
beberapa lensa yang dipasang dalam sebuah tabung timah untuk pertama kalinya berhasil
digunakan sebagai sebuah mikroskop sederhana.

Tahun 1632-1723, Anthony van Lauwenhoek dapat membuat lensa-lensa dengan


perbesaran yang memuaskan untuk melihat benda-benda yan kecil. Walaupun demikian terdapat
keterbatasan kemampuan sebuah mikroskop dalam daya urainya. Hal tersebut terlihat jelas dalam
sebuah rumus yang ditemukan oleh Abbe pada abad yang lalu.

Rumus Abbe : d =

Dari keterbatasan daya urai sebuah mikroskop,


apabila dianalisis dengan menggunakan rumus Abbe, ternyata tidak terlalu dipengaruhi oleh lensa
mikroskop, melainkan dipengaruhi oleh panjang gelombang cahaya yang dipakai. Pada awal abad ke-
17 telah ditemukan mikroskop dengan bentuk lensa tunggal. Cara menggunakan mikroskop ini
adalah dengan meletakkan objek yang diperiksa pada ujung jarum dan sisi lain lensa dibawa kedekat
mata. Dengan menekan atau mengendorkan jarum didepan lensa, maka akan diperoleh titik
fokusnya.
Setelah kemajuan dalam bidang teknologi maka bermuncullanlah berbagai tipe mikroskop
modern. Mikroskop modern meliputi mikroskop cahaya, mikroskop ultraviolet, mikroskop fluerense,
mikroskop elektron, dan mikroskop akustik.

Mikroskop cahaya

Mikroskop ini menggunakan cahaya putih biasa untuk melihat mikroorganisme. Cahaya dapat
dilewatkan secara langsung melalui objek atau disekitar tepi objek. Polarisasi cahaya dengan
melewatkan cahaya biasa melalui dua filter dapat digunakan untuk melihat bagian-bagian objek
lebih jelas. Mikroskop cahaya membantu mikroskopis dalam melihat perbesaran objek secara
langsung dengan mata.

Mikroskop cahaya dan memperbesar objek hingga 1000 kali dari ukuran sebenarnya. Mikroskop
cahaya menggunakan satu lensa atau lebih lensa untuk mengatur pemusatan cahaya. Mikroskop
cahaya sederhana menggunakan satu lensa sedangkan mikroskop cahaya kompleks ( compound light
microscope ) menggunakan dua set lensa. Mikroskop cahaya, berlensa okuler tungga dikenal dengan
nama Mikroskop Monokuler sedangkan yang berlensa okuler ganda dikenal dengan nama
Mikroskop Binokuler.

Mikroskop ultraviolet ( UV )

Mikroskop UV menggunakan sinar UV dengan panjang gelombang lebih pendek dari cahaya
putih untuk melihat organisme. Mikroskop UV dapat melihat objek yang lebih kecil dari objek yang
terlihat oleh mikroskop cahaya. Bayangan yang dihasilkan tercatat pada film fotografi, sehingga
mikroskopis tidak melihat bayangan objek secara langsung. Perbesaran yang mungkin dengan
mikroskop UV kira-kira sama dengan perbesaran mikroskop cahaya.

Mikroskop fluoresen

Mikroskop fluoresen juga menggunakan UV. Penggunaan mikroskop ini melibatkan


pemakain zat warna fluoresen untuk mewarnai objek. Pewarnaan akan mempermudah kita dalam
mendeteksi dan mengidentifikasi tipe sel tertentu. Mikroskop fluoresen membantu mikroskopis
melihat objek secara langsung dan dapat memperbesar objek hingga 1000 kali ukuran sebenarnya.

Mikroskop elektron
Mikroskop elektron pertama kali dibuat oleh Knoll dan Rusha pada tahun 1932.
perkembangan Mikroskop elektron tergantung pada teknologi memperoleh panjang gelombang
yang sangat pendek dengan meningkatkan tegangan listrik. Hal tersebut memberikan harapan besar
untuk kemajuan penelitian dibidang ilmu pengetahuan biologi seluler. Ada dua jenis Mikroskop
elektron, yaitu mikroskop elektro transisi dan mikroskop elektron scanning yang mempunyai
keuntungan yaitu diperoleh bayangan tiga dimensi dengan memberikan gambaran kontur
permukaan jaringan atau struktur dalam sel.

Mikroskop akustik

Mikroskop ini menggunakan komputer untuk menganalisis gelombang suara untuk malihat
objek. Mikroskop akustik menghasilkan bayangan objek secara elektronik pada layar televisi.
Mikroskop ini dapat memperbesar objek sampai 5000 kali ukuran sebenarnya.

IV. HASIL PENGAMATAN

A.

Gambar mikroskop monokuler menurut literatur


Sumber : Image,
2007

Keterangan:

1. Lensa okuler 7. Objektif daya tinggi


2. Tabung 8. Objektif daya rendah
3. Penyesuaian kasar 9. Penjepit
4. Penyesuaian halus 10. Pentas
5. Lengan
6. Ganggang putar

V. ANALISIS DATA

1. Bagian mekanis

Mikroskop monokuler khas dengan memperlihatkan sifat-sifat optik dan mekanik. Bagian ini
bersifat sekunder.Bagian mekanis dari mikroskop ini terdiri atas :

1.1 Kaki/dasar atau basis.


Dapat berbentuk tapal kuda, persegi atau bentuk yang lain.

1.2 Pilar, lengan dan engsel.

Di atas kaki terdapat pilar, diatas pilar terdapat lengan. Bagian pilar dan lengan
dihubungkan oleh engsel penggerak yang berfungsi untuk mengatur kedudukan mikroskop
sesuai dengan yang dikehendaki.

1.3 Meja benda

Merupakan tempat untuk meletakkan benda/spesimen yang akan diamati. Pada bagian
tengah meja terdapat lubang yang berfungsi untuk meluruskan cahaya yang dipantulkan dari
cermin.

1.4 Tabung

Untuk memisahkan lensa onjektif dari lensa okuler.

1.5 Penjepit

Digunakan untuk menjepit kaca benda agar tidak bergerak pada saat

diletakkan diatas meja/panggung.

1.6 Penyesuaian halus dan kasar

Untuk menaikkan dan menurunkan lensa objektif sehingga dapat

memfokuskan spesimen.

1.7 Kerangka

Untuk menyangga semua bagian mikroskop.

2. Bagian optik

Bagian ini terdiri atas cermin, lensa objektif, lensa okuler. Alat-alat tersebut merupakan bagian
utama atau primer dari sebuah mikroskop.

2.1 Cermin
Pada setiap mikroskop selalu dilengkapi cermin dengan permukaan ganda yaitu permukaan
datar dan cekung. Cermin pada mikroskop digunakan untuk memantulkan cahaya ke arah
spesimen ( kadang-kadang sebagai gantinya digunakan sumber cahaya didalam ). Permukaan
datar digunakan apabila cahaya yang ada banyak sedangkan cekung untuk cahaya yang
kurang, sebab cermin cekung selain memantulkan cahaya juga mengumpulkan cahaya lebih
dahulu.

2.2 Lensa objektif

Lensa objektif letaknya dekat dengan sediaan, biasanya terdapat 2,3


atau lebih lensa dipasang sekaligus pada revolver yang akan diputar. Jika ingin mengubah
posisi lensa maka revolver yang diputar. Pada umumnya dijumpai mikroskop dengan 3 lensa
objektif yaitu daya rendah, daya tinggi dan imersi minyak. Lensa terakhir adalah yang berdaya
tertinggi dia antara ketiganya dan digunakan khusus untuk mengamati bakteri. Yang
dinamakan lensa objektif berdaya tinggi sebenarnya berdaya menengah karena tidak
memerlukan minyak, lazim disebut tinggi-kering. Jika diperhatikan pada batang lensa objektif
tertera angka yang perlu untuk dipahami. Misalnya pada lensa objektif dengan kekuatan
perbesaran 40X tertera. Plan 40/0,65

160/0,17

Keterangan :

Plan : Plan akromatis merupakan tipe lensa objektif yang dapat

mengoreksi abersi kromatis dua warna dan warna spektrum lain

tidak dapat difokuskan secara sama, dapat menghasilkan bayangan

datar yang tajam.

40 : Menunjukkan kemampuan lensa untuk membesarkan bayangan.

0,65 : Numerical Aperture ( NA ), angka yang menunjukkan kemampuan

lensa menghimpun cahaya.


160 : Menunjukkan panjang tabung dalam ukuran milimeter.

0,17 : Menunjukkan tebalnya kaca penutup yang cocok digunakan pada

pembesaran tersebut.

1.3 Lensa okuler

Terletak pada bagian atas tabung dan berdekatan dengan mata apabila seseorang
mengamati objek dengan mikroskop. Lensa okuler dibuat dalam berbagai perbesaran yang
berbeda, yaitu 5X, 10X, 15X. ( X berarti berapa kali ukuran sebenarnya ), namun lazim dipakai
10X.

Pada lensa okuler sering tampak hitam menuju pusat pandangan, yang dimaksud sebagai
penunjuk yang sesungguhnya suatu tambahan saja. Perbesaran total sebuah mikroskop dapat
diperoleh dengan mengalihkan angka-angka pada lensa objektif dan lensa okuler yang
digunakan. Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel di bawah ini !

4X 10X 40X
Lensa objektif NA 0.10 0.25 0.65
WD 34.70 7.63 0.53
5X 20X 50X 200X
Lensa okuler 10X Pembesaran total 40X 100X 400X
15X 60X 150X 600X

Bila dikehendaki perbesaran yang lebih kuat lagi 1000X keatas agar mendapat bayangan
yang baik diperlukan minyak emirse yang diletakkan diantara ujung lensa objektif terpakai
dengan permukaan kaca penutup preparat mikroskopis sehingga tidak terdapat udara.

VI. KESIMPULAN

1. Mikroskop yaitu peralatan yang didesain untuk memperbesar gambaran objek atau specimen yang
berukuran kecil.

2. Mikroskop mempunyai bagian mekanis dan bagian optik, yaitu :

1) Bagian mekanis
a. Kaki/dasar atau basis.

b. Pilar, lengan dan engsel.

c. Meja benda

d. Tabung

e. Penjepit

f. Penyesuaian halus dan kasar

g. Kerangka

2) Bagian optik

a. Cermin

b. Lensa objektif

c. Lensa okuler

VII. DAFTAR PUSTAKA

Volk dan Wheeler. 1993. Mikro biologi dasar. Jakarta: Erlangga.

Noorhidayati dan Wahidah A, Siti. 2007. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Banjarmasin.

Ramli, Djaki dan Noorhidayati. 1998. Penuntun Praktikum Biologi Umum. PMIPA Unlam.
Banjarmasin.

Nasir, M. 1993. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Depdikbud. Yogyakarta.

Dwijosoeputro. 1994. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta : Gramedia.

Syamsuri, Istamar. 2006. Sains Biologi. Jakarta: Erlangga.

Image. www.google.co.id. 1 Oktober 2007

Sumarwan dkk. 2000. Sains Biologi. Jakarta: Erlangga.

Syamsuri, Istamar. 2004. Sains Biologi. Jakarta : Erlangga.


Diposkan oleh viablogger di 17:34 0 komentar

Beranda

biologi
Senin, 02 November 2009
mikroskop

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI 1

I. Praktikum ke : 1

II . Tanggal Praktikum : 16 Oktober 2009

III. Judul Percobaan : Cara Menggunakan Mikroskop

IV. Tujuan Praktikum : Untuk mengenal dan mengetahui cara menggunakan


mikroskop

V. LANDASAN TEORI

Antony Van Leuwenhoek orang yang pertama kali menggunakan mikroskop walaupun
dalam bentuk sederhana pada bidang mikrobiologi. Kemudian pada tahun 1600 Hans dan Z
Jansen telah menemukan mikroskop yang lebih maju dengan nama mikroskop ganda.
Mikroskop berasal dari kata mikro yang berarti kecil dan scopium (penglihatan). Mikroskop
adalah suatu benda yang berguna untuk memberikan bayangan yang diperbesar dari benda-
benda yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop terdiri dari beberapa
bagian yang memiliki fungsi tersendiri.

Mikroskop pada prinsipnya terdiri dari beberapa lensa antara lain yaitu lensa cembung
yaitu sebagai lensa objektif (dekat dengan benda) dan lensa okuler (dekat dengan mata). Baik
objektif maupun okuler dirancang untuk perbesaran yang berbeda. Lensa objektif biasanya
dipasang pada roda berputar, yang disebut gagang putar. Setiap lensa objektif dapat diputar
ke tempat yang sesuai dengan perbesaran yang diinginkan. Sistem lensa objektif memberikan
perbesaran mula-mula dan menghasilkan bayangan nyata yang kemudian diproyeksikan ke
atas lensa okuler. Bayangan nyata tadi diperbesar oleh okuler untuk menghasilkan bayangan
maya yang kita lihat.Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk
menerangi objek dan lensa-lensa mikroskop yang lain.

Mikroskop memiliki diafragma yang berfungsi untuk mengatur banyaknya cahaya yang
masuk dengan jalan mengatur besar atau kecilnya lubang yang dilalui cahaya. Di baguan
bawah diafrgma sering terdapat perlengkapan untuk memasang gelas filter yang diperlukan
bila bekerja dengan cahaya buatan, misalnya cahaya listrik.

Selain lensa, mikroskop juga memiliki statif.Statif adalah bagian yang merupakan
tempat memasang bagian-bagian lainnya, yang terdiri dari:

1. Kaki yang umumnya berbentuk V atau U.


2. Tiang merupakan pendukung optik dan terpasang di atas kaki. Tiang dan kaki
dihubungkan sendi nikli natrijoint sehingga kedudukan optic dapat diubah-ubah. Pada
tiang terdapat dua macam sekrup : sekrup kasar untuk menaikkan dan menurunkan
tubus, tubus halus untuk memperjelas bayangan.
3. meja benda yang berfungsi untuk meneruskan cahaya yang dipantulkan dari cermin.
Pada meja terdapat dua alat penjepit berguna untuk menahan preparat. Selain itu ada
mikroskop yang mempunyai sekrup untuk menggeser ke kiri dan ke kanan atau maju
mundur.
4. Pengatur kasar berguna untuk mengatur ketinggian nase piese, yang berfungsi untuk
mengatur jarak tepat antar lensa objektif dan objek.

5. Pengatur halus berfungsi untuk memperjelas bayangan yang telah diperoleh melalui
pengatur kasar.

Secara keseluruhan bagian-bagian mikroskop adalah:

1. Lensa Okuler
untuk memperbesar benda yang dibentuk oleh lensa objektif
2. Tabung Mikroskop
Untuk mengatur fokus, dapat dinaikkan dan diturunkan

3. Tombol pengatur fokus kasar


Untuk mencari fokus bayangan objek secara cepat sehingga tabung mikroskop turun atau
naik dengan cepat

4. Tombol pengatur fokus halus


Untuk memfokuskan bayangan objek secara lambat, sehingga tabung mikroskop turun atau
naik dengan lambat

5. Revolver
Untuk memilih lensa obyektif yang akan digunakan

6. Lensa Objektif
Untuk menentukan bayangan objektif serta memperbesar benda yang diamati. Umumnya ada
3 lensa objektif dengan pembesaran 4x, 10x, dan 40x.

7. Lengan Mikroskop
Untuk pegangan saat membawa mikroskop

8. Meja Preparat
Untuk meletakkan objek (benda) yang akan diamati

9. Penjepit Objek Glass


Untuk menjepit preparat di atas meja preparat agar preparat tidak bergeser.

10. Kondensor
Merupakan lensa tambahan yang berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk dalam
mikroskop

11. Diafragma
Berupa lubang-lubang yang ukurannya dari kecil sampai selebar lubang pada meja objek.
Berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang akan masuk mikroskop

12. Reflektor/cermin
Untuk memantulkan dan mengarahkan cahaya ke dalam mikroskop. Ada 2 jenis cermin, yaitu
datar dan cekung. Bila sumber cahaya lemah, misalkan sinar lampu, digunakan cermin
cekung tetapi bila sumber cahaya kuat, misalnya sinar matahari yang menembus ruangan,
gunakan cermin datar.

13. Kaki Mikroskop


Untuk menjaga mikroskop agar dapat berdiri dengan mantap di atas meja.

VI. Alat dan BAhan

1. Mikroskop
2. Preparat

VII. Cara Kerja

1. persiapan

a. Pilih tempat bekerja yang tenang dan sitiasi bekerja yang bersih.

b. Bersihkan kaca lensa mikroskop dengan kain yang lembut, sehingga tidak
menimbulkan goresan pada lensa.

c. Siapkan preparat yang diamati.

2. Pelaksanaan

a. Atur penerangan

b. Gunakan objektif perbesaran 10x

c. Putar penngatur kasar sehingga objekrif bergerak ke atas.

d. Putar cermin sedemikian rupa sehingga bidang penglihatan nampak seterang-


terangnya.

e. Atur diafragma.
f. Pasang preparat, letakkan tepat di atas lubang meja.

g. Jepit dengan penjepit preparat.

h. Lihat preparat melalui lensa okuler.

i. Turunkan objektif serendah mungkin, tetapi hati-hati jangan sampai objektifnya


berhimpit dengan kaca preparat yang akibatnya akan merusak preparat dan pecah.

j. pasang mata kiri pada okuler dan mata kanan terbuka, jangan biasakan
memejamkan atau menutup satu mata karena hal ini akan menimbulkan silindris
matamu.

k. Diputar pengatur kasar, sehingga objektif bergerak ke atas, sambil diamati sampai
nampak gambar.

l. Ganti objektif perbasaran 10x dengan objektif perbesaran yang lebih besar.

3. Pengakhiran

a. Ambil preparat dari mikroskop.

b. bersihkan semua alat dan mikroskop dengan tujuan menghindari kerusakan lensa
yang disebabkan oleh jamur.

c. Simpan mikroskop ke tempat semula.

VIII. Beberapa Petunjuk Sewaktu Memakai Mikroskop

1.Setiap memulai atau selesai menggunakan meikroskop, harus diperiksa terlebih dahulu
alat-alat, apakah lengkap atau tidak. Kemudian tempat bekerja dan alat-alat harus
dibersihkan.

2. Pakailah cahaya matahari sebab lebih menguntungkan daripada cahaya buatan, jika
praktikum di dalam ruangan dimana cahaya berasal dari satu arah, sebaiknya
menggunakan cermin cekung.
3. Jika menggunakan preparat basah, harus dijaga supaya kedudukan meja selalu
mendatar agar cairan tidak mengalir ke luar, tetapi jika yang digunakan itu preparat
awetan (abadi) meja bias dibuat miring letaknya.

4. Cara melihat benda dengan menggunakan mikroskop: pertama tubus diturunkan


sampai lensa objektif berjalan beberapa milliliter di atas preparat dengan jalan melihat
dari samping. Sesudah itu, putar sekrup kasar sehingga tubus bergerak ke atas secara
lambat sampai gambar terlihat lebih jelas. Jika belum jelas, atur diafragma dan
kondensor agar bayangan menjadi jelas benar.

IX. Hasil Pengamatan

GAMBAR MIKROSKOP

X. ANALISIS DATA

1. Lensa okuler berfungsi untuk memperbesar bayangan dan memproyeksikan ke retina mata.

2. Tubus(tabung okuler) berfungsi untuk menghubungkan antara lensa okuler dan lensa
objektif.

3. Revolver berfungsi untuk memutar lensa objektif agar mempermudah untuk mengamati
benda.

4. Lensaobjektif berfungsi untuk memperbesar objek dan memproyeksikan bayangan kearah


lensa okuler.

5. Lengan ststif merupakan pendukung optik dan terpasang di atas kaki.

6. Penjepit berfungsi untuk menjepit preparat.

7. Meja benda berfungsi untuk meneruskan cahaya yang dipantulkan dari cermin.
8. Diafragma berfungsi untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk dengan jalan
mengatur besar atau kecilnya lubang yang dilalui cahaya.

9. Kondensor berfungsi untuk memproyeksikan sinar yang berguna untuk menyinari objek
yang diamati.

10.Bonggol pengatur kondensor berfungsi untuk mengatur kondensor.

11.Tombol lampu berfungsi untuk menghidupkan dan menghidupkan lampu.

12.Kaki mikrosko berfungsi sebagai tumpuan bagian-bagian mikroskop agar dapat berdiri.

V1. PEMBAHASAN

Mikroskop merupakan alat untuk memperoleh bayangan yang besar dari benda yang
kecil yang tidak terlihat dengan mata, sehingga dapat dilihat dan diamati susunanny. Jadi
mikroskop merupakan alat untuk melihat benda yang bersifat mikroskopis.

Perbesaran minimum untuk mikroskop yang kami gunakan pada percobaan ini adalah 10x,
sedangkan perbearan maksimumnya adalah 400x.

Lensa- lensa pada mikroskop tidak boleh digosok dengan keras untuk menghindari adanya
goresan pada lensa, pada penggunaannya mikroskop biologi berbeda dengan mikroskop
stereo, mikroskop biologi dapat digunakan untuk mengamati benda-benda yang relative kecil
dan mempunyai perbesaran hingga 1000x, sedangkan mikroskop stereo digunakan untuk
mengamati benda yang relatif besar dan mempunyai perbesaran 7 sampai 30x.

Untuk menghitung perbesaran suatu objek kita bisa mengalikan perbesaran lensa objektif
dengan perbesaran pada lensa okuler,mikroskop harus disimpan pada tempat yang bersih dan
kering agar tidak terjadi kerusakan yang disebabkan oleh jamur atau benda-benda lainnya.
Saat kita membawa mikroskop tidak boleh dalam keadaan miring atau terbalik, karena itu
bias manyebabkan kerusakan pada lensa.

Mikroskop bekerja secara sistematis dan terhubung antara bagian yang satu dengan
yang lainnya.Saat lampu dinyalakan, maka sinar akan diproyeksikan oleh kondensor menuju
meja benda,denga adanya sinar tersebut kita bias melihat objek yang kita amati, banyak
sedikitnya sinar yang masuk bias diatur oleh diafragma dengan cara mengatur besar atau
kecilnya lubang yang dilalui cahaya, jika benda yang kita amati berwarna gelap maka kita
membutuhkan cahaya yang labeh banyak, sebaliknya jika benda yang kita amati berwarna
terang atau transparan maka kita membutuhkan lebih sedikit cahaya.

Setelah itu bayangan dari benda akan diperbesar oleh lensa objektif , lalu lensa objrktif aakan
memproyeksikan bayangan kea rah lensa okuler malalui tubus.Pada lensa okuler bayangan
akan diperbesar sesuai dengan perbasaran yang telah kita atur lalu memproyeksikannya ke
retina mata, dengan cara inilah mikroskop bekerja sehingga kita bias mengamati benda-benda
yang kecil/ renik.

Pertanyaan

1. Berapa perbesaran minimum objektif untuk mikroskop biologi yang anda gunakan?
2. Apa sebabnya lensa-lensa tidak boleh digosok dengan kasar?
3. Apa bedanya mikroskop biologi dengan mikroskop stereo dalam hal penggunaannya?
4. Bagaimana cara menghitung perbesaran suatu objek?
5. Jelaskan bagaiman cara menyimpan mikroskop dengan baik?
6. Jelaskan cara membawa mikroskop dengan baik?
7. Mengapa tempat penyimpanan mikroskop diberi lampu penerangan listrik.

Jawaban

1. Perbesaran minimum yang digunakan adalah 10x.


2. Agar tidak menimbulkan goresan pada lensa.
3. Mikroskop biologi pada umumnya digunakan untuk mengamati benda yang bersifat
mikroskopis, sedangkan mikroskop stereo pada umumnya digunakan untuk
mengamati benda-benda yang relatif besar.
4. Dapat dihitung dengan cara mengalikan perbesaran lensa objektif dan lensa okuler.
5. Cara menyimpan mikroskop adalah dengan meletakkan mikroskop pada tempat yang
terang dan bersih agar tidak terkontaminasi oleh bakteri-bakteri yang berada di sekitar
mikroskop tersebet.
6. Cara membawa mikroskop yang baik adalah mikroskop lurus atau sejajar dengan
dada, tidak boleh dalam keadaan miring atau terbalik karena pada mikroskop terdapat
lensa-lensa yang sangat rentan.
7. Tempat penyimpanan mikroskop diberi penerangan supay tempat tersebut tidak
lembab, karena jika tempat tersebut lembab maka akan ditumbuhi jamur yang akana
menyebabkan lensa mikroskop tersebut rusak.

1X. KESIMPULAN

Dari percobaan yang telah kami lakukan dapat disimpukan bahwa:

1. Mikroskop adalah alat untuk memperoleh bayangan yang besar dari benda yang kecil
yang tidak bias diihat leh mata telanjang.
2. Lensa-lensa pada mikroskop tidak boleh digosok terlalu keras agar melindungi
mikroskop dari goresan.
3. Cara membawa mikroskop tidak boleh miring atau terbalik.
4. mikroskop harus diletakkan pada tempat yang bersih dan kering.
5. Sebelum menggunakan mikroskop dan setelah selesai menggunakannya lensa
mikroskop harus dibersihkan.
DAFTAR PUSTAKA

Tim Dosen Biologi Umum.2009.Panduan Praktikum Biologi Umum. Indralaya: FKIP


UNSRI (halaman 1-6)

Nasir, Mochamad,M.Sc.1993. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Yogyakarta: Fakultas


Biologi UGM (halaman 1-7)

Annisa.2007. Mikroskop. http//www.annisanfushies.weblog.com. diakses pada tanggal 16


Oktber 2009

Diposkan oleh ismi ariningsih di 21:06

0 komentar:

Poskan Komentar
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Langgan: Poskan Komentar (Atom)

Pengikut
Arsip Blog
Mengenai Saya
 ▼ 2009 (3)
o ► Desember (1)
o ▼ November (2)
 mikroskop
 laporan praktikum

ismi ariningsih

indralaya city, sumatera selatan,


Indonesia

Lihat profil lengkapku

Template Picture Window. Diberdayakan oleh Blogger.

Mikroskop cahaya
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa

Bagian-bagian dari mikroskop cahaya: 1. lensa okuler, 2. lensa objektif, 3. lensa objektif yang
lain, 4. pengatur fokus, 5. pengatur fokus secara halus, 6. papan letak objek/sampel/preparat
yang dilihat, 7. sumber cahaya, 8. kondensor cahaya, 9. penjepit sampel

Mikroskop cahaya atau dikenal juga dengan nama "Compound light microscope" adalah
sebuah mikroskop yang menggunakan cahaya lampu sebagai pengganti cahaya matahari
sebagaimana yang digunakan pada mikroskop konvensional. Pada mikroskop konvensional,
sumber cahaya masih berasal dari sinar matahari yang dipantulkan dengan suatu cermin datar
ataupun cekung yang terdapat dibawah kondensor. Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari
luar kedalam kondensor.

Daftar isi
[sembunyikan]

 1 Jenis lensa
 2 Cara kerja
 3 Preparasi sediaan
 4 Lihat pula
 5 Pranala luar

[sunting] Jenis lensa


Mikroskop cahaya menggunakan tiga jenis lensa, yaitu lensa obyektif, lensa okuler, dan
kondensor.

Lensa obyektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop sedangkan
penggunaan lensa okuler terletak pada mikroskop bisa berbentuk lensa tunggal (monokuler)
atau ganda (binokuler). Pada ujung bawah mikroskop terdapat tempat dudukan lensa obyektif
yang bisa dipasangi tiga lensa atau lebih. Di bawah tabung mikroskop terdapat meja
mikroskop yang merupakan tempat preparat.

Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk menerangi obyek dan
lensa-lensa mikroskop yang lain.

[sunting] Cara kerja


 Lensa obyektif berfungsi guna pembentukan bayangan pertama dan menentukan
struktur serta bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir serta
berkemampuan untuk memperbesar bayangan obyek sehingga dapat memiliki nilai
"apertura" yaitu suatu ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan
daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan
sebagai dua benda yang terpisah.

 Lensa okuler, adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung
berdekatan dengan mata pengamat, dan berfungsi untuk memperbesar bayangan yang
dihasilkan oleh lensa obyektif berkisar antara 4 hingga 25 kali.

 Lensa kondensor, adalah lensa yang berfungsi guna mendukung terciptanya


pencahayaan pada obyek yang akan dilihat sehingga dengan pengaturan yang tepat
maka akan diperoleh daya pisah maksimal.

Jika daya pisah kurang maksimal maka dua benda akan terlihat menjadi satu dan
pembesarannyapun akan kurang optimal.

[sunting] Preparasi sediaan


Persiapan preparat di dalam mikroskop cahaya terbagi menjadi dua jenis, yaitu :
 Preparat Non-permanen, yang dapat diperoleh dengan menambahkan air pada sel
hidup di atas kaca objek, kemudian diamati di bawah mikroskop.
 Preparat permanen, yang dapat diperoleh dengan melakukan fiksasi yang bertujuan
untuk membuat sel dapat menyerap warna, membuat sel tidak bergerak, mematikan
sel, dan mengawetkannya.
 Tahap selanjutnya, yaitu pembuatan sayatan, yang bertujuan untuk memotong
sayatan hingga setipis mungkin agar mudah diamati di bawah mikroskop. preparat
dilapisi dengan monomer resin melalui proses pemanasan karena pada umumnya
jaringan memiliki tekstur yang lunak dan mudah pecah setelah mengalami fiksasi,
kemudian dilanjutkan dengan pemotongan menggunakan mikrotom. Umumnya mata
pisau mikrotom terbuat dari berlian karena berlian tersusun dari atom karbon yang
padat. Oleh karena itu, sayatan yang terbentuk lebih rapi. Setelah dilakukan
penyayatan, dilanjutkan dengan pewarnaan, yang bertujuan untuk memperbesar
kontras antara preparat yang akan diamati dengan lingkungan sekitarnya. Setiap
pewarna mengikat molekul yang memiliki kespesifikan tertentu, contohnya :
Hematoksilin, yang mampu mengikat asam amino basa (lisin dan arginin) pada
berbagai protein, dan eosin, yang mampu mengikat molekul asam (DNA dan rantai
samping pada aspartat dan glutamat).

http://id.wikipedia.org/wiki/Mikroskop_cahaya

Mikroskop
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Mikroskop Compound dibuat oleh John Cuff pada 1750

Mikroskop (bahasa Yunani: micros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah alat untuk
melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar. Ilmu yang mempelajari
benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti
sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata.

Daftar isi
[sembunyikan]

 1 Jenis-jenis mikroskop
 2 Struktur mikroskop
 3 Pembesaran
 4 Sifat bayangan
 5 Pranala luar

[sunting] Jenis-jenis mikroskop


Mikroskop digital yang bisa tersambung dengan komputer

Jenis paling umum dari mikroskop, dan yang pertama diciptakan, adalah mikroskop optis.
Mikroskop ini merupakan alat optik yang terdiri dari satu atau lebih lensa yang memproduksi
gambar yang diperbesar dari sebuah benda yang ditaruh di bidang fokal dari lensa tersebut.

Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibagi menjadi dua, yaitu, mikroskop cahaya dan
mikroskop elektron. Mikroskop cahaya sendiri dibagi lagi menjadi dua kelompok besar, yaitu
berdasarkan kegiatan pengamatan dan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan.
Berdasarkan kegiatan pengamatannya, mikroskop cahaya dibedakan menjadi mikroskop
diseksi untuk mengamati bagian permukaan dan mikroskop monokuler dan binokuler untuk
mengamati bagian dalam sel. Mikroskop monokuler merupakan mikroskop yang hanya
memiliki 1 lensa okuler dan binokuler memiliki 2 lensa okuler. Berdasarkan kerumitan
kegiatan pengamatan yang dilakukan, mikroskop dibagi menjadi 2 bagian, yaitu mikroskop
sederhana (yang umumnya digunakan pelajar) dan mikroskop riset (mikroskop dark-field,
fluoresens, fase kontras, Nomarski DIC, dan konfokal).

[sunting] Struktur mikroskop


Ada dua bagian utama yang umumnya menyusun mikroskop, yaitu:

 Bagian optik, yang terdiri dari kondensor, lensa objektif, dan lensa okuler.
 Bagian non-optik, yang terdiri dari kaki dan lengan mikroskop, diafragma, meja
objek, pemutar halus dan kasar, penjepit kaca objek, dan sumber cahaya.

[sunting] Pembesaran
Tujuan mikroskop cahaya dan elektron adalah menghasilkan bayangan dari benda yang
dimikroskop lebih besar. Pembesaran ini tergantung pada berbgai faktor, diantaranya titik
fokus kedua lensa( objektif f1 dan okuler f2, panjang tubulus atau jarak(t) lensa objektif
terhadap lensa okuler dan yang ketiga adalah jarak pandang mata normal(sn). Rumus:

[sunting] Sifat bayangan


Baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa cembung. Secara garis
besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan sementara yang mempunyai sifat semu,
terbalik, dan diperbesar terhadap posisi benda mula-mula, lalu yang menentukan sifat
bayangan akhir selanjutnya adalah lensa okuler. Pada mikroskop cahaya, bayangan akhir
mempunyai sifat yang sama seperti bayangan sementara, semu, terbalik, dan lebih lagi
diperbesar. Pada mikroskop elektron bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti
gambar benda nyata, sejajar, dan diperbesar. Jika seseorang yang menggunakan mikroskop
cahaya meletakkan huruf A di bawah mikroskop, maka yang ia lihat adalah huruf A yang
terbalik dan diperbesar

http://id.wikipedia.org/wiki/Mikroskop

Susunan Mikroskop Mikroskop adalah alat optik untuk mengamati benda- benda yang sangat
kecil, misalnya rambut, bakteri, dan selsehingga tampak jelas. Mikroskop sederhana terdiri
daridua buah lensa positif (cembung). Lensa positif yang berdekatan dengan mata disebut
lensa okuler. Lensa ini berfungsi sebagai lup. Lensa positif yang berdekatan dengan
bendadisebut lensa objektif.Jarak titik api lensa objektiflebih kecil dari padajarak titik api
lensa okuler. Cara Menggunakan Mikroskop Benda yang akan diamati diletakkan di antara F
dan 2F dari lensa objektif. Bayangan yang dihasilkan bersifat nyata, diperbesar, dan terbalik.
Bayangan ini akan menjadi bendabagi lensa okuler. Sifat bayangan yang yang dihasilkan
lensa okulerini adalah maya, diperbesar, dan terbalik dari pertama. Bayangn ini merupakan
bayangan akhir dari mikroskop yang kita lihat. Perkembangan Mikroskop Suatu objek yang
diamati di bawah mikroskopdapat diabadikan dengan kamera. Biaasanya mikroskop
majemuk yang mempunyai dua lensa okuler dilengkapiengan bagian lensa untuk kamera.
Teknologi hasil karya manusia setiap waktu selalu mengalami perkembangan. Mikroskop
sederhana dan beberapa mikroskop optik lainnya hanya mampu memperbesar benda dari
sekitar 100-1000 kali, sedangkan teknologi mikroskop elektron dapat menghasilakn
perbesaran hingga 1.000.000 kali. Berdasarkan sistem pencahayaannya mikroskop dibagi
menjadi dua yaitu mikroskop optikdan mikroskop bukan optik. a. Mikroskop optik, yaitu
mikroskop yang proses perbesaran benda menggunakan cahaya biasa (cahaya tampak). Jenis-
jenis mikroskop optik antara lain mikroskop majemuk, mikroskop binokuler (dua lensa
okuler), mikroskop binokuler stereoskopi yang menghasilkan gambar 3 dimensi, dan
mikroskop ultraviolet. b. Mikroskop bukan optik, yaitu mikroskop yang memperbesar benda
dengan bantuan radiasi panjang gelombang sinar pendek. Contohnya mikroskop sinar- X,
mikroskop ion, dan mikroskop elektron. Dari ketiga jenis mikroskop bukan optik, mikroskop
elektron paling banyak digunakan. Melalui mikroskop elektrondapat dipelajari pola- pola sel
hewan, tumbuhan, dan bakteri. Mikroskop elektron juga digunakan dalam mengan

Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/physics/1672308-mikroskop/#ixzz1ZipYjanu
http://id.shvoong.com/exact-sciences/physics/1672308-mikroskop/
Bagian-bagian Mikroskop dan Fungsinya
Juli 12, 2010 oleh sulistyaindriani

Mikroskop adalah alat yang di gunakan untuk melihat, atau mengenali benda-benda renik
yang terlihat kecil menjadi lebih besar dari aslinya.

berikut adalah bagian-bagian mikroskop beserta fungsinya:

LENSA OKULER, yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk
membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif

LENSA OBJEKTIF, lensa ini berada dekat pada objek yang di amati, lensa ini membentuk
bayangan nyata, terbalik, di perbesar. Di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk
menentukan perbesaran lensa objektif.

TABUNG MIKROSKOP (TUBUS), tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus dan
menghubungan lensa objektif dengan lensa okuler.

MAKROMETER (PEMUTAR KASAR), makrometer berfungsi untuk menaik turunkan


tabung mikroskop secara cepat.

MIKROMETER (PEMUTAR HALUS), pengatur ini berfungsi untuk menaikkan dan


menurunkan mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer.

REVOLVER, revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara
memutarnya.

REFLEKTOR, terdiri dari dua jenis cermin yaitu cermin datar dan cermin cekung. Reflektor
ini berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin ke meja objek melalui lubang yang
terdapat di meja objek dan menuju mata pengamat. Cermin datar digunakan ketika cahaya
yang di butuhkan terpenuhi, sedangkan jika kurang cahaya maka menggunakan cermin
cekung karena berfungsi untuk mengumpulkan cahaya.

DIAFRAGMA, berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.

KONDENSOR, kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini
dapat putar dan di naik turunkan.

MEJA MIKROSKOP, berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan di amati.

PENJEPIT KACA, penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar
tidak mudah bergeser.

LENGAN MIKROSKOP, berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop.

KAKI MIKROSKOP, berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop.


SENDI INKLINASI (PENGATUR SUDUT), untuk mengatur sudut atau tegaknya
mikroskop.

//

http://blog.ub.ac.id/jeffry/2010/11/27/mikroskop/

Mikroskop adalah alat yang di gunakan untuk melihat, atau mengenali benda-benda renik
yang terlihat kecil menjadi lebih besar dari aslinya.

berikut adalah bagian-bagian mikroskop beserta fungsinya:

LENSA OKULER, yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk
membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif

LENSA OBJEKTIF, lensa ini berada dekat pada objek yang di amati, lensa ini membentuk
bayangan nyata, terbalik, di perbesar. Di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk
menentukan perbesaran lensa objektif.

TABUNG MIKROSKOP (TUBUS), tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus dan
menghubungan lensa objektif dengan lensa okuler.

MAKROMETER (PEMUTAR KASAR), makrometer berfungsi untuk menaik turunkan


tabung mikroskop secara cepat.
MIKROMETER (PEMUTAR HALUS), pengatur ini berfungsi untuk menaikkan dan
menurunkan mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer.

REVOLVER, revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara
memutarnya.

REFLEKTOR, terdiri dari dua jenis cermin yaitu cermin datar dan cermin cekung. Reflektor
ini berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin ke meja objek melalui lubang yang
terdapat di meja objek dan menuju mata pengamat. Cermin datar digunakan ketika cahaya
yang di butuhkan terpenuhi, sedangkan jika kurang cahaya maka menggunakan cermin
cekung karena berfungsi untuk mengumpulkan cahaya.

DIAFRAGMA, berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.

KONDENSOR, kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini
dapat putar dan di naik turunkan.

MEJA MIKROSKOP, berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan di amati.

PENJEPIT KACA, penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar
tidak mudah bergeser.

LENGAN MIKROSKOP, berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop.

KAKI MIKROSKOP, berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop.

SENDI INKLINASI (PENGATUR SUDUT), untuk mengatur sudut atau tegaknya


mikroskop.

http://sulistyaindriani.wordpress.com/2010/07/12/bagian-bagian-mikroskop-dan-fungsinya/

Mengenal bagian-bagian mikroskop dan


fungsinya
Posted by Bithdaddy

Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk melihat benda-benda mikroskopik/renik yang
tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Sebelum praktikum menggunakan mikroskop,
siswa harus paham bagian-bagian dan fungsi mikroskop. Artikel ini membahas mengenai
mengenal bagian-bagian mikroskop dan fungsinya.

Ada bermacam-macam jenis dan bentuk mikroskop. Mikroskop cahaya adalah mikroskop
paling sederhana yang dapat digunakan untuk memperbesar citra hingga puluhan kali.
Mikroskop elektron adalah mikroskop yang menghasilkan citra beresolusi tinggi hingga
ribuan kali.

Mengenal bagian-bagian mikroskop dan fungsinya


Mikroskop cahaya modern yang biasa digunakan di sekolah memiliki bagian utama berupa
lensa objektif yang letaknya dekat dengan obyek yang akan diamati. Lensa obyektif melekat
pada bagian yang disebut revolver. Revolver ini dapat diputar, dan berguna sebagai alat
pemindah lensa.

Jenis lensa yang lain adalah lensa okuler terletak dekat dengan mata pada saat mikroskop
digunakan. Lensa obyektif ada beberapa buah, dan memiliki pembesaran masing-masing 5X,
10X, 45X, dan 100X. Sedangkan lensa okuler hanya 1 buah atau 2 buah, dan mempunyai
pembesaran 5X, 10X, atau 15X. Kedua lensa pada mikroskop dihubungkan oleh suatu bagian
berbentuk tabung. Mikroskop yang memiliki sebuah lensa okuler, disebut
mikroskop monokuler. Mikroskop yang memiliki dua lensa okuler, dinamakan mikroskop
binokuler.

Mikroskop binokuler, monokuler, dan mikroskop elektron

Contoh image beresolusi tinggi hasil scanning mikroskop elektron bisa dilihat di sini.

Untuk mengatur jarak objek dengan lensa sehingga diperoleh bayangan yang jelas, lensa
objektif dapat dinaikkan menjauhi objek ataupun diturunkan mendekati objek. Untuk
menggerakkan lensa objektif ini digunakan bagian mikroskop yang disebut pemutar. Ada dua
macam pemutar yaitu pemutar halus dan pemutar kasar. Pemutar halus digunakan untuk
menggerakkan lensa objektif secara pelan, sedangkan pemutar kasar digunakan untuk
menggerakkan lensa objektif secara cepat.

Bagian-bagian mikroskop dan fungsinya

Berikut ini ditunjukkan bagian-bagian mikroskop.


 A. Lensa okuler = lensa yang dilihat/diintip
 B. Tabung mikroskop = bagian yang menghubungkan lensa okuler dengan lensa obyektif
 C. Revolver = pemutar yang digunakan untuk mengubah perbesaran lensa obyektif
 D. Lensa objektif perbesaran lemah
 E. Lensa objektif perbesaran kuat
 F. Meja mikroskop = tempat meletakkan specimen / preparat yang diamati
 G. Klip = penjepit object glass
 H. Kaki mikroskop
 I. Cermin = memantulkan cahaya pada lensa obyektif agar pengamatan preparat lebih jelas
 J. Diafragma = bagian yang digunakan untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk ke
lensa obyektif
 K. Lengan mikroskop atau pegangan
 L. Pemutar halus = bagian yang digunakan untuk menggerakkan (menjauhkan/mendekatkan)
lensa obyektif terhadap preparat secara pelan/halus
 M. Pemutar kasar = bagian yang digunakan untuk menggerakkan
(menjauhkan/mendekatkan) lensa obyektif terhadap preparat secara cepat

http://praktikumbiologi.blogspot.com/2011/06/mengenal-bagian-bagian-mikroskop-dan.html

LAPORAN PRAKTIKUM – PENGENALAN


MIKROSKOP Cahaya Beserta Fungsinya
Tujuan :

Mengenal bagian – bagian mikroskop cahaya beserta fungsinya

Mengenal cara penggunaan dan sifat mikroskop cahaya

Teori :
Mikroskop cahaya

Dari Wikipedia bahasa


Indonesia, ensiklopedia bebas

Mikroskop cahaya atau dikenal juga dengan nama “Compound light


microscope” adalah sebuah mikroskop yang menggunakan cahaya lampu
sebagai pengganti cahaya matahari sebagaimana yang digunakan pada mikroskop
konvensional.
Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih berasal dari sinar matahari
yang dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung yang terdapat dibawah
kondensor. Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam kondensor.

Jenis lensa

Mikroskop cahaya menggunakan tiga jenis lensa, yaitu lensa obyektif, lensa okuler, dan
kondensor.

Lensa obyektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop
sedangkan penggunaan lensa okuler terletak pada mikroskop bisa berbentuk lensa
tunggal (monokuler)
atau ganda (binokuler).
Pada ujung bawah mikroskop terdapat tempat dudukan lensa obyektif yang bisa
dipasangi tiga lensa atau lebih. Di bawah tabung mikroskop terdapat meja
mikroskop yang merupakan tempat preparat.

Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk


menerangi obyek dan lensa-lensa mikroskop yang lain.

Cara kerja

Lensa obyektif berfungsi guna pembentukan bayangan pertama dan


menentukan struktur

serta bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir serta
berkemampuan untuk memperbesar
bayangan obyek sehingga dapat memiliki nilai
“apertura” yaitu suatu ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang
akan menentukan
daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang
berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.

Lensa okuler, adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung
berdekatan dengan mata pengamat, dan berfungsi untuk memperbesar bayangan yang
dihasilkan oleh lensa obyektif berkisar antara 4 hingga 25 kali.

Lensa kondensor, adalah lensa yang berfungsi guna mendukung terciptanya


pencahayaan pada obyek yang akan dilihat sehingga dengan pengaturan yang tepat
maka akan diperoleh daya pisah maksimal.
Jika daya pisah kurang maksimal maka dua benda akan terlihat menjadi satu dan
pembesarannyapun akan kurang optimal.

Alat dan Bahan :

 Mikroskop cahaya monokuler


 Kaca benda (object glass) dan kaca penutup (cover glass)
 Pipet tetes
 Air
 Contoh preparat dengan huruf tertentu
 Kapas (Gossypium sp.)

Pelaksanaan
percobaan :

Pengamatan dengan preparat huruf

1. Menyiapkan terlebih dahulu preparat huruf, dalam kali ini kita menggunakan huruf A.

2. Lihat huruf tersebut dengan mikroskop pada perbesaran lemah atau yang paling kecil.

3. Kejelasannya di atur dengan menggunakan makrometer, hingga di peroleh hasil yang


dapat di
lihat.

4. Teliti dalam mikroskop dan mencoba untuk menemukan perbedaannya. Antara posisi
yang
sebenarnya dan posisi dalam mikroskop.

5. Dan gambar preparat huruf tersebut yang terlihat pada mikroskop perbesaran lemah di
kertas yang telah di siapkan.

6. Lalu, ganti dan bandingkan lagi dengan perbesaran yang sedang.

7. Mengatur ulang penataan preparat tersebut hingga menemukan kejelasan. Atau dapat di
sesuaikan dengan menggunakan micrometer untuk menyesuain fokus.

8. Dan lihat perbedaan yang muncul dari perbesaran kecil yang telah di lakukan dengan
perbesaran sedang ini.

9. Gambar ulang preparat huruf tersebut yang di lakukan dengan perbesaran sedang di
selembar kertas yang sama pada posisi yang berbeda.

Percobaan yang di lakukan dengan menggunakan kapas

1. Menyiapkan terlebih dahulu kapasnya. Tidak perlu banyak – banyak hanya sehelai saja.
2. Menetesi preparat kapas tersebut dengan air. Dan menutupnya dengan menggunakan
kaca
penutup yang telah di siapkan.

3. Amati terlebih dahulu dengan perbesaran lemah.

4. Temukan posisi kapas tersebut hingga terlihat jelas pada mikroskop dengan
menggunakan
mikrometer.

5. Gambar hasil tersebut pada kertas yang telah di persiapkan.

Hasil Pengamatan :

Huruf dengan perbesaran lemah (10 x 5) Huruf dengan perbesaran sedang (10 x
10)

Rambut kapas :

Perbesaran lemah (10 x 5)

Menjawab pertanyaan dari Diskusi :

1. Sebutkan dan jelaskan fungsi dari bagian – bagian mikroskop monokuler !

Jawab :
àBag. utk tangan : sehingga dapat dipindah- pindah

àLensa okuler :lensa


cembung ke-2 yg berada dekat dg mata

àLensa objektif :lensa cembung yg berhadapan


langgsung dg benda

àCermin :utk
menangkap cahaya

1. Bagaimana bayangan yang di hasilkan oleh mikroskop ?

Jawab:
Bay. yg dihasilkan lensa objektif hrs berada diantara lensa & titik
fokus lensa

Okuler sehingga lensa okuler


membentuk bayangan maya yg diperbesar

(terbalik&diperbesar)

1. Buatlah kesimpulan dari percobaan anda !


Jawab :
a) Benda-benda yg dilihat di mikroskop mengalami 2x pembesaran (lensa Objektif
& lensa okuler)

b) Benda-benda yg dilihat di
mikroskop (maya) sehingga yg terlihat jadi terbalik & lebih besar

c) Benda- benda dapat dilihat


lebih jelas lagi karena ada benda- benda yang tidak dpt dilihat oleh mata
telanjang (tanpa mikroskop).Ex: bakteri, rambut, kulit, dll.

Daftar pustaka:

Abdullah mikrajuddin ;Buku fisika SMA dan MA jilid 1 utk kelas x ; 2006; gelora aksara
pratama ß menjawab bagian-bagian mikroskop

http://id.Wikipedia.org/wiki/mikroskop_cahaya

leavingbio.net/…/cell%20structure.htm

Mikroskop cahaya
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Bagian-bagian dari mikroskop cahaya: 1. lensa okuler, 2. lensa objektif, 3. lensa objektif yang
lain, 4. pengatur fokus, 5. pengatur fokus secara halus, 6. papan letak objek/sampel/preparat
yang dilihat, 7. sumber cahaya, 8. kondensor cahaya, 9. penjepit sampel

Mikroskop cahaya atau dikenal juga dengan nama "Compound light microscope" adalah
sebuah mikroskop yang menggunakan cahaya lampu sebagai pengganti cahaya matahari
sebagaimana yang digunakan pada mikroskop konvensional. Pada mikroskop konvensional,
sumber cahaya masih berasal dari sinar matahari yang dipantulkan dengan suatu cermin datar
ataupun cekung yang terdapat dibawah kondensor. Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari
luar kedalam kondensor.

Daftar isi
[sembunyikan]

 1 Jenis lensa
 2 Cara kerja
 3 Preparasi sediaan
 4 Lihat pula
 5 Pranala luar

[sunting] Jenis lensa


Mikroskop cahaya menggunakan tiga jenis lensa, yaitu lensa obyektif, lensa okuler, dan
kondensor.
Lensa obyektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop sedangkan
penggunaan lensa okuler terletak pada mikroskop bisa berbentuk lensa tunggal (monokuler)
atau ganda (binokuler). Pada ujung bawah mikroskop terdapat tempat dudukan lensa obyektif
yang bisa dipasangi tiga lensa atau lebih. Di bawah tabung mikroskop terdapat meja
mikroskop yang merupakan tempat preparat.

Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk menerangi obyek dan
lensa-lensa mikroskop yang lain.

[sunting] Cara kerja


 Lensa obyektif berfungsi guna pembentukan bayangan pertama dan menentukan
struktur serta bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir serta
berkemampuan untuk memperbesar bayangan obyek sehingga dapat memiliki nilai
"apertura" yaitu suatu ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan
daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan
sebagai dua benda yang terpisah.

 Lensa okuler, adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung
berdekatan dengan mata pengamat, dan berfungsi untuk memperbesar bayangan yang
dihasilkan oleh lensa obyektif berkisar antara 4 hingga 25 kali.

 Lensa kondensor, adalah lensa yang berfungsi guna mendukung terciptanya


pencahayaan pada obyek yang akan dilihat sehingga dengan pengaturan yang tepat
maka akan diperoleh daya pisah maksimal.

Jika daya pisah kurang maksimal maka dua benda akan terlihat menjadi satu dan
pembesarannyapun akan kurang optimal.

[sunting] Preparasi sediaan


Persiapan preparat di dalam mikroskop cahaya terbagi menjadi dua jenis, yaitu :

 Preparat Non-permanen, yang dapat diperoleh dengan menambahkan air pada sel
hidup di atas kaca objek, kemudian diamati di bawah mikroskop.
 Preparat permanen, yang dapat diperoleh dengan melakukan fiksasi yang bertujuan
untuk membuat sel dapat menyerap warna, membuat sel tidak bergerak, mematikan
sel, dan mengawetkannya.
 Tahap selanjutnya, yaitu pembuatan sayatan, yang bertujuan untuk memotong
sayatan hingga setipis mungkin agar mudah diamati di bawah mikroskop. preparat
dilapisi dengan monomer resin melalui proses pemanasan karena pada umumnya
jaringan memiliki tekstur yang lunak dan mudah pecah setelah mengalami fiksasi,
kemudian dilanjutkan dengan pemotongan menggunakan mikrotom. Umumnya mata
pisau mikrotom terbuat dari berlian karena berlian tersusun dari atom karbon yang
padat. Oleh karena itu, sayatan yang terbentuk lebih rapi. Setelah dilakukan
penyayatan, dilanjutkan dengan pewarnaan, yang bertujuan untuk memperbesar
kontras antara preparat yang akan diamati dengan lingkungan sekitarnya. Setiap
pewarna mengikat molekul yang memiliki kespesifikan tertentu, contohnya :
Hematoksilin, yang mampu mengikat asam amino basa (lisin dan arginin) pada
berbagai protein, dan eosin, yang mampu mengikat molekul asam (DNA dan rantai
samping pada aspartat dan glutamat).

http://id.wikipedia.org/wiki/Mikroskop_cahaya

Mikroskop
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Mikroskop Compound dibuat oleh John Cuff pada 1750

Mikroskop (bahasa Yunani: micros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah alat untuk
melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar. Ilmu yang mempelajari
benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti
sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata.
Daftar isi
[sembunyikan]

 1 Jenis-jenis mikroskop
 2 Struktur mikroskop
 3 Pembesaran
 4 Sifat bayangan
 5 Pranala luar

[sunting] Jenis-jenis mikroskop

Mikroskop digital yang bisa tersambung dengan komputer

Jenis paling umum dari mikroskop, dan yang pertama diciptakan, adalah mikroskop optis.
Mikroskop ini merupakan alat optik yang terdiri dari satu atau lebih lensa yang memproduksi
gambar yang diperbesar dari sebuah benda yang ditaruh di bidang fokal dari lensa tersebut.

Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibagi menjadi dua, yaitu, mikroskop cahaya dan
mikroskop elektron. Mikroskop cahaya sendiri dibagi lagi menjadi dua kelompok besar, yaitu
berdasarkan kegiatan pengamatan dan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan.
Berdasarkan kegiatan pengamatannya, mikroskop cahaya dibedakan menjadi mikroskop
diseksi untuk mengamati bagian permukaan dan mikroskop monokuler dan binokuler untuk
mengamati bagian dalam sel. Mikroskop monokuler merupakan mikroskop yang hanya
memiliki 1 lensa okuler dan binokuler memiliki 2 lensa okuler. Berdasarkan kerumitan
kegiatan pengamatan yang dilakukan, mikroskop dibagi menjadi 2 bagian, yaitu mikroskop
sederhana (yang umumnya digunakan pelajar) dan mikroskop riset (mikroskop dark-field,
fluoresens, fase kontras, Nomarski DIC, dan konfokal).

[sunting] Struktur mikroskop


Ada dua bagian utama yang umumnya menyusun mikroskop, yaitu:

 Bagian optik, yang terdiri dari kondensor, lensa objektif, dan lensa okuler.
 Bagian non-optik, yang terdiri dari kaki dan lengan mikroskop, diafragma, meja
objek, pemutar halus dan kasar, penjepit kaca objek, dan sumber cahaya.
[sunting] Pembesaran
Tujuan mikroskop cahaya dan elektron adalah menghasilkan bayangan dari benda yang
dimikroskop lebih besar. Pembesaran ini tergantung pada berbgai faktor, diantaranya titik
fokus kedua lensa( objektif f1 dan okuler f2, panjang tubulus atau jarak(t) lensa objektif
terhadap lensa okuler dan yang ketiga adalah jarak pandang mata normal(sn). Rumus:

[sunting] Sifat bayangan


Baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa cembung. Secara garis
besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan sementara yang mempunyai sifat semu,
terbalik, dan diperbesar terhadap posisi benda mula-mula, lalu yang menentukan sifat
bayangan akhir selanjutnya adalah lensa okuler. Pada mikroskop cahaya, bayangan akhir
mempunyai sifat yang sama seperti bayangan sementara, semu, terbalik, dan lebih lagi
diperbesar. Pada mikroskop elektron bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti
gambar benda nyata, sejajar, dan diperbesar. Jika seseorang yang menggunakan mikroskop
cahaya meletakkan huruf A di bawah mikroskop, maka yang ia lihat adalah huruf A yang
terbalik dan diperbesar

http://id.wikipedia.org/wiki/Mikroskop

Susunan Mikroskop Mikroskop adalah alat optik untuk mengamati benda- benda yang sangat
kecil, misalnya rambut, bakteri, dan selsehingga tampak jelas. Mikroskop sederhana terdiri
daridua buah lensa positif (cembung). Lensa positif yang berdekatan dengan mata disebut
lensa okuler. Lensa ini berfungsi sebagai lup. Lensa positif yang berdekatan dengan
bendadisebut lensa objektif.Jarak titik api lensa objektiflebih kecil dari padajarak titik api
lensa okuler. Cara Menggunakan Mikroskop Benda yang akan diamati diletakkan di antara F
dan 2F dari lensa objektif. Bayangan yang dihasilkan bersifat nyata, diperbesar, dan terbalik.
Bayangan ini akan menjadi bendabagi lensa okuler. Sifat bayangan yang yang dihasilkan
lensa okulerini adalah maya, diperbesar, dan terbalik dari pertama. Bayangn ini merupakan
bayangan akhir dari mikroskop yang kita lihat. Perkembangan Mikroskop Suatu objek yang
diamati di bawah mikroskopdapat diabadikan dengan kamera. Biaasanya mikroskop
majemuk yang mempunyai dua lensa okuler dilengkapiengan bagian lensa untuk kamera.
Teknologi hasil karya manusia setiap waktu selalu mengalami perkembangan. Mikroskop
sederhana dan beberapa mikroskop optik lainnya hanya mampu memperbesar benda dari
sekitar 100-1000 kali, sedangkan teknologi mikroskop elektron dapat menghasilakn
perbesaran hingga 1.000.000 kali. Berdasarkan sistem pencahayaannya mikroskop dibagi
menjadi dua yaitu mikroskop optikdan mikroskop bukan optik. a. Mikroskop optik, yaitu
mikroskop yang proses perbesaran benda menggunakan cahaya biasa (cahaya tampak). Jenis-
jenis mikroskop optik antara lain mikroskop majemuk, mikroskop binokuler (dua lensa
okuler), mikroskop binokuler stereoskopi yang menghasilkan gambar 3 dimensi, dan
mikroskop ultraviolet. b. Mikroskop bukan optik, yaitu mikroskop yang memperbesar benda
dengan bantuan radiasi panjang gelombang sinar pendek. Contohnya mikroskop sinar- X,
mikroskop ion, dan mikroskop elektron. Dari ketiga jenis mikroskop bukan optik, mikroskop
elektron paling banyak digunakan. Melalui mikroskop elektrondapat dipelajari pola- pola sel
hewan, tumbuhan, dan bakteri. Mikroskop elektron juga digunakan dalam mengan

Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/physics/1672308-mikroskop/#ixzz1ZipYjanu
http://id.shvoong.com/exact-sciences/physics/1672308-mikroskop/

Bagian-bagian Mikroskop dan Fungsinya


Juli 12, 2010 oleh sulistyaindriani

Mikroskop adalah alat yang di gunakan untuk melihat, atau mengenali benda-benda renik
yang terlihat kecil menjadi lebih besar dari aslinya.

berikut adalah bagian-bagian mikroskop beserta fungsinya:

LENSA OKULER, yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk
membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif

LENSA OBJEKTIF, lensa ini berada dekat pada objek yang di amati, lensa ini membentuk
bayangan nyata, terbalik, di perbesar. Di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk
menentukan perbesaran lensa objektif.

TABUNG MIKROSKOP (TUBUS), tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus dan
menghubungan lensa objektif dengan lensa okuler.

MAKROMETER (PEMUTAR KASAR), makrometer berfungsi untuk menaik turunkan


tabung mikroskop secara cepat.

MIKROMETER (PEMUTAR HALUS), pengatur ini berfungsi untuk menaikkan dan


menurunkan mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer.

REVOLVER, revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara
memutarnya.

REFLEKTOR, terdiri dari dua jenis cermin yaitu cermin datar dan cermin cekung. Reflektor
ini berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin ke meja objek melalui lubang yang
terdapat di meja objek dan menuju mata pengamat. Cermin datar digunakan ketika cahaya
yang di butuhkan terpenuhi, sedangkan jika kurang cahaya maka menggunakan cermin
cekung karena berfungsi untuk mengumpulkan cahaya.

DIAFRAGMA, berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.


KONDENSOR, kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini
dapat putar dan di naik turunkan.

MEJA MIKROSKOP, berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan di amati.

PENJEPIT KACA, penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar
tidak mudah bergeser.

LENGAN MIKROSKOP, berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop.

KAKI MIKROSKOP, berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop.

SENDI INKLINASI (PENGATUR SUDUT), untuk mengatur sudut atau tegaknya


mikroskop.

//

http://blog.ub.ac.id/jeffry/2010/11/27/mikroskop/

Mikroskop adalah alat yang di gunakan untuk melihat, atau mengenali benda-benda renik
yang terlihat kecil menjadi lebih besar dari aslinya.

berikut adalah bagian-bagian mikroskop beserta fungsinya:

LENSA OKULER, yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk
membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif
LENSA OBJEKTIF, lensa ini berada dekat pada objek yang di amati, lensa ini membentuk
bayangan nyata, terbalik, di perbesar. Di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk
menentukan perbesaran lensa objektif.

TABUNG MIKROSKOP (TUBUS), tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus dan
menghubungan lensa objektif dengan lensa okuler.

MAKROMETER (PEMUTAR KASAR), makrometer berfungsi untuk menaik turunkan


tabung mikroskop secara cepat.

MIKROMETER (PEMUTAR HALUS), pengatur ini berfungsi untuk menaikkan dan


menurunkan mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer.

REVOLVER, revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara
memutarnya.

REFLEKTOR, terdiri dari dua jenis cermin yaitu cermin datar dan cermin cekung. Reflektor
ini berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin ke meja objek melalui lubang yang
terdapat di meja objek dan menuju mata pengamat. Cermin datar digunakan ketika cahaya
yang di butuhkan terpenuhi, sedangkan jika kurang cahaya maka menggunakan cermin
cekung karena berfungsi untuk mengumpulkan cahaya.

DIAFRAGMA, berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.

KONDENSOR, kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini
dapat putar dan di naik turunkan.

MEJA MIKROSKOP, berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan di amati.

PENJEPIT KACA, penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar
tidak mudah bergeser.

LENGAN MIKROSKOP, berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop.

KAKI MIKROSKOP, berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop.

SENDI INKLINASI (PENGATUR SUDUT), untuk mengatur sudut atau tegaknya


mikroskop.

http://sulistyaindriani.wordpress.com/2010/07/12/bagian-bagian-mikroskop-dan-fungsinya/

Mengenal bagian-bagian mikroskop dan


fungsinya
Posted by Bithdaddy
Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk melihat benda-benda mikroskopik/renik yang
tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Sebelum praktikum menggunakan mikroskop,
siswa harus paham bagian-bagian dan fungsi mikroskop. Artikel ini membahas mengenai
mengenal bagian-bagian mikroskop dan fungsinya.

Ada bermacam-macam jenis dan bentuk mikroskop. Mikroskop cahaya adalah mikroskop
paling sederhana yang dapat digunakan untuk memperbesar citra hingga puluhan kali.
Mikroskop elektron adalah mikroskop yang menghasilkan citra beresolusi tinggi hingga
ribuan kali.

Mengenal bagian-bagian mikroskop dan fungsinya


Mikroskop cahaya modern yang biasa digunakan di sekolah memiliki bagian utama berupa
lensa objektif yang letaknya dekat dengan obyek yang akan diamati. Lensa obyektif melekat
pada bagian yang disebut revolver. Revolver ini dapat diputar, dan berguna sebagai alat
pemindah lensa.

Jenis lensa yang lain adalah lensa okuler terletak dekat dengan mata pada saat mikroskop
digunakan. Lensa obyektif ada beberapa buah, dan memiliki pembesaran masing-masing 5X,
10X, 45X, dan 100X. Sedangkan lensa okuler hanya 1 buah atau 2 buah, dan mempunyai
pembesaran 5X, 10X, atau 15X. Kedua lensa pada mikroskop dihubungkan oleh suatu bagian
berbentuk tabung. Mikroskop yang memiliki sebuah lensa okuler, disebut
mikroskop monokuler. Mikroskop yang memiliki dua lensa okuler, dinamakan mikroskop
binokuler.

Mikroskop binokuler, monokuler, dan mikroskop elektron

Contoh image beresolusi tinggi hasil scanning mikroskop elektron bisa dilihat di sini.

Untuk mengatur jarak objek dengan lensa sehingga diperoleh bayangan yang jelas, lensa
objektif dapat dinaikkan menjauhi objek ataupun diturunkan mendekati objek. Untuk
menggerakkan lensa objektif ini digunakan bagian mikroskop yang disebut pemutar. Ada dua
macam pemutar yaitu pemutar halus dan pemutar kasar. Pemutar halus digunakan untuk
menggerakkan lensa objektif secara pelan, sedangkan pemutar kasar digunakan untuk
menggerakkan lensa objektif secara cepat.

Bagian-bagian mikroskop dan fungsinya

Berikut ini ditunjukkan bagian-bagian mikroskop.


 A. Lensa okuler = lensa yang dilihat/diintip
 B. Tabung mikroskop = bagian yang menghubungkan lensa okuler dengan lensa obyektif
 C. Revolver = pemutar yang digunakan untuk mengubah perbesaran lensa obyektif
 D. Lensa objektif perbesaran lemah
 E. Lensa objektif perbesaran kuat
 F. Meja mikroskop = tempat meletakkan specimen / preparat yang diamati
 G. Klip = penjepit object glass
 H. Kaki mikroskop
 I. Cermin = memantulkan cahaya pada lensa obyektif agar pengamatan preparat lebih jelas
 J. Diafragma = bagian yang digunakan untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk ke
lensa obyektif
 K. Lengan mikroskop atau pegangan
 L. Pemutar halus = bagian yang digunakan untuk menggerakkan (menjauhkan/mendekatkan)
lensa obyektif terhadap preparat secara pelan/halus
 M. Pemutar kasar = bagian yang digunakan untuk menggerakkan
(menjauhkan/mendekatkan) lensa obyektif terhadap preparat secara cepat

http://praktikumbiologi.blogspot.com/2011/06/mengenal-bagian-bagian-mikroskop-dan.html

LAPORAN PRAKTIKUM – PENGENALAN


MIKROSKOP Cahaya Beserta Fungsinya
Tujuan :

Mengenal bagian – bagian mikroskop cahaya beserta fungsinya

Mengenal cara penggunaan dan sifat mikroskop cahaya

Teori :
Mikroskop cahaya

Dari Wikipedia bahasa


Indonesia, ensiklopedia bebas

Mikroskop cahaya atau dikenal juga dengan nama “Compound light


microscope” adalah sebuah mikroskop yang menggunakan cahaya lampu
sebagai pengganti cahaya matahari sebagaimana yang digunakan pada mikroskop
konvensional.
Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih berasal dari sinar matahari
yang dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung yang terdapat dibawah
kondensor. Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam kondensor.

Jenis lensa

Mikroskop cahaya menggunakan tiga jenis lensa, yaitu lensa obyektif, lensa okuler, dan
kondensor.

Lensa obyektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop
sedangkan penggunaan lensa okuler terletak pada mikroskop bisa berbentuk lensa
tunggal (monokuler)
atau ganda (binokuler).
Pada ujung bawah mikroskop terdapat tempat dudukan lensa obyektif yang bisa
dipasangi tiga lensa atau lebih. Di bawah tabung mikroskop terdapat meja
mikroskop yang merupakan tempat preparat.

Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk


menerangi obyek dan lensa-lensa mikroskop yang lain.

Cara kerja

Lensa obyektif berfungsi guna pembentukan bayangan pertama dan


menentukan struktur

serta bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir serta
berkemampuan untuk memperbesar
bayangan obyek sehingga dapat memiliki nilai
“apertura” yaitu suatu ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang
akan menentukan
daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang
berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.

Lensa okuler, adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung
berdekatan dengan mata pengamat, dan berfungsi untuk memperbesar bayangan yang
dihasilkan oleh lensa obyektif berkisar antara 4 hingga 25 kali.

Lensa kondensor, adalah lensa yang berfungsi guna mendukung terciptanya


pencahayaan pada obyek yang akan dilihat sehingga dengan pengaturan yang tepat
maka akan diperoleh daya pisah maksimal.
Jika daya pisah kurang maksimal maka dua benda akan terlihat menjadi satu dan
pembesarannyapun akan kurang optimal.

Alat dan Bahan :

 Mikroskop cahaya monokuler


 Kaca benda (object glass) dan kaca penutup (cover glass)
 Pipet tetes
 Air
 Contoh preparat dengan huruf tertentu
 Kapas (Gossypium sp.)

Pelaksanaan
percobaan :

Pengamatan dengan preparat huruf

1. Menyiapkan terlebih dahulu preparat huruf, dalam kali ini kita menggunakan huruf A.

2. Lihat huruf tersebut dengan mikroskop pada perbesaran lemah atau yang paling kecil.

3. Kejelasannya di atur dengan menggunakan makrometer, hingga di peroleh hasil yang


dapat di
lihat.

4. Teliti dalam mikroskop dan mencoba untuk menemukan perbedaannya. Antara posisi
yang
sebenarnya dan posisi dalam mikroskop.

5. Dan gambar preparat huruf tersebut yang terlihat pada mikroskop perbesaran lemah di
kertas yang telah di siapkan.

6. Lalu, ganti dan bandingkan lagi dengan perbesaran yang sedang.

7. Mengatur ulang penataan preparat tersebut hingga menemukan kejelasan. Atau dapat di
sesuaikan dengan menggunakan micrometer untuk menyesuain fokus.

8. Dan lihat perbedaan yang muncul dari perbesaran kecil yang telah di lakukan dengan
perbesaran sedang ini.

9. Gambar ulang preparat huruf tersebut yang di lakukan dengan perbesaran sedang di
selembar kertas yang sama pada posisi yang berbeda.

Percobaan yang di lakukan dengan menggunakan kapas

1. Menyiapkan terlebih dahulu kapasnya. Tidak perlu banyak – banyak hanya sehelai saja.
2. Menetesi preparat kapas tersebut dengan air. Dan menutupnya dengan menggunakan
kaca
penutup yang telah di siapkan.

3. Amati terlebih dahulu dengan perbesaran lemah.

4. Temukan posisi kapas tersebut hingga terlihat jelas pada mikroskop dengan
menggunakan
mikrometer.

5. Gambar hasil tersebut pada kertas yang telah di persiapkan.

Hasil Pengamatan :

Huruf dengan perbesaran lemah (10 x 5) Huruf dengan perbesaran sedang (10 x
10)

Rambut kapas :

Perbesaran lemah (10 x 5)

Menjawab pertanyaan dari Diskusi :

2. Sebutkan dan jelaskan fungsi dari bagian – bagian mikroskop monokuler !

Jawab :
àBag. utk tangan : sehingga dapat dipindah- pindah

àLensa okuler :lensa


cembung ke-2 yg berada dekat dg mata

àLensa objektif :lensa cembung yg berhadapan


langgsung dg benda

àCermin :utk
menangkap cahaya

2. Bagaimana bayangan yang di hasilkan oleh mikroskop ?

Jawab:
Bay. yg dihasilkan lensa objektif hrs berada diantara lensa & titik
fokus lensa

Okuler sehingga lensa okuler


membentuk bayangan maya yg diperbesar

(terbalik&diperbesar)

2. Buatlah kesimpulan dari percobaan anda !


Jawab :
a) Benda-benda yg dilihat di mikroskop mengalami 2x pembesaran (lensa Objektif
& lensa okuler)

b) Benda-benda yg dilihat di
mikroskop (maya) sehingga yg terlihat jadi terbalik & lebih besar

c) Benda- benda dapat dilihat


lebih jelas lagi karena ada benda- benda yang tidak dpt dilihat oleh mata
telanjang (tanpa mikroskop).Ex: bakteri, rambut, kulit, dll.

Daftar pustaka:

Abdullah mikrajuddin ;Buku fisika SMA dan MA jilid 1 utk kelas x ; 2006; gelora aksara
pratama ß menjawab bagian-bagian mikroskop

http://id.Wikipedia.org/wiki/mikroskop_cahaya

leavingbio.net/…/cell%20structure.htm

Struktur dan fungsi sel


February 22, 2010 | In: ilmu

Struktur dan fungsi sel – Biologi sel adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang
sel. Sel sendiri adalah kesatuan structural dan fungsional makhluk hidup dimana
keberadaannya sangat berpengaruh terhadap kepribadian dan tingkah laku dari masing
masing makhluk hidup

Teori-teori tentang sel

- Robert Hooke (Inggris, 1665) meneliti sayatan gabus di bawah mikroskop. Hasil
pengamatannya ditemukan rongga-rongga yang disebut sel (cellula)
- Hanstein (1880) menyatakan bahwa sel tidak hanya berarti cytos (tempat yang berongga),
tetapi juga berarti cella (kantong yang berisi)
- Felix Durjadin (Prancis, 1835) meneliti beberapa jenis sel hidup dan menemukan isi dalam,
rongga sel tersebut yang penyusunnya disebut “Sarcode”
- Johanes Purkinje (1787-1869) mengadakan perubahan nama Sarcode menjadi Protoplasma
- Matthias Schleiden (ahli botani) dan Theodore Schwann (ahli zoologi) tahun 1838
menemukan adanya kesamaan yang terdapat pada struktur jaringan tumbuhan dan hewan.
Mereka mengajukan konsep bahwa makhluk hidup terdiri atas sel . konsep yang diajukan
tersebut menunjukkan bahwa sel merupakan satuan structural makhluk hidup.
- Robert Brown (Scotlandia, 1831) menemukan benda kecil yang melayang-layang pada
protoplasma yaitu inti (nucleus)
- Max Shultze (1825-1874) ahli anatomi menyatakan sel merupakan kesatuan fungsional
makhluk hidup
- Rudolf Virchow (1858) menyatakan bahwa setiap cel berasal dari cel sebelumnya (omnis
celulla ex celulla)

Macam Sel Berdasarkan Keadaan Inti

a. sel prokarion, sel yang intinya tidak memiliki membran, materi inti tersebar dalam
sitoplasma (sel yang memiliki satu system membran. Yang termasuk dalam kelompok ini
adalah bakteri dan alga biru
b. sel eukarion, sel yang intinya memiliki membran. Materi inti dibatasi oleh satu system
membran terpisah dari sitoplasma. Yang termasuk kelompok ini adalah semua makhluk hidup
kecuali bakteri dan alga biru

Struktur sel prokariotik lebih sederhana dibandingkan struktur sel eukariotik. Akan tetapi, sel
prokariotik mempunyai ribosom (tempat protein dibentuk) yang sangat banyak. Sel
prokariotik dan sel eukariotik memiliki beberapa perbedaan sebagai berikut :

Sel Prokariotik
- Tidak memiliki inti sel yang jelas karena tidak memiliki membran inti sel yang dinamakan
nucleoid
- Organel-organelnya tidak dibatasi membran
- Membran sel tersusun atas senyawa peptidoglikan
- Diameter sel antara 1-10mm
- Mengandung 4 subunit RNA polymerase
- Susunan kromosomnya sirkuler

Sel Eukariotik
- Memiliki inti sel yang dibatasi oleh membran inti dan dinamakan nucleus
- Organel-organelnya dibatasi membran
- Membran selnya tersusun atas fosfolipid
- Diameter selnya antara 10-100mm
- Mengandungbanyak subunit RNA polymerase
- Susunan kromosomnya linier

Macam Sel Berdasarkan Keadaan Kromosom dan Fungsinya

a. Sel Somatis, sel yang menyusun tubuh dan bersifat diploid


b. Sel Germinal. sel kelamin yang berfungsi untuk reproduksi dan bersifat haploid

Bagian-bagian Sel

- Bagian hidup(komponen protoplasma), terdiri atas inti dan sitoplasma termasuk cairan dan
struktur sel seperti : mitokondria, badan golgi, dll
- Bagian mati (inklusio), terdiri atas dinding sel dan isi vakuola

mari kita bahas masing-masing bagian satu per satu

a Dinding sel
Dinding sel hanya terdapat pada sel tumbuhan. Dinding sel terdiri daripada selulosa yang
kuat yang dapat memberikan sokongan, perlindungan, dan untuk mengekalkan bentuk sel.
Terdapat liang pada dinding sel untuk membenarkan pertukaran bahan di luar dengan bahan
di dalam sel.
Dinding sel juga berfungsi untuk menyokong tumbuhan yang tidak berkayu.

Dinding sel terdiri dari Selulosa (sebagian besar), hemiselulosa, pektin, lignin, kitin, garam
karbonat dan silikat dari Ca dan Mg.

b. Membran Plasma

Membran sel merupakan lapisan yang melindungi inti sel dan sitoplasma. Membran sel
membungkus organel-organel dalam sel. Membran sel juga merupakan alat transportasi bagi
sel yaitu tempat masuk dan keluarnya zat-zat yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan oleh sel.
Struktur membran ialah dua lapis lipid (lipid bilayer) dan memiliki permeabilitas tertentu
sehingga tidak semua molekul dapat melalui membran sel.

Struktur membran sel yaitu model mozaik fluida yang dikemukakan oleh Singer dan
Nicholson pada tahun 1972. Pada teori mozaik fluida membran merupakan 2 lapisan lemak
dalam bentuk fluida dengan molekul lipid yang dapat berpindah secara lateral di sepanjang
lapisan membran. Protein membran tersusun secara tidak beraturan yang menembus lapisan
lemak. Jadi dapat dikatakan membran sel sebagai struktur yang dinamis dimana komponen-
komponennya bebas bergerak dan dapat terikat bersama dalam berbagai bentuk interaksi
semipermanen Komponen penyusun membran sel antara lain adalah phosfolipids, protein,
oligosakarida, glikolipid, dan kolesterol.

Salah satu fungsi dari membran sel adalah sebagai lalu lintas molekul dan ion secara dua
arah. Molekul yang dapat melewati membran sel antara lain ialah molekul hidrofobik (CO2,
O2), dan molekul polar yang sangat kecil (air, etanol). Sementara itu, molekul lainnya seperti
molekul polar dengan ukuran besar (glukosa), ion, dan substansi hidrofilik membutuhkan
mekanisme khusus agar dapat masuk ke dalam sel.

Banyaknya molekul yang masuk dan keluar membran menyebabkan terciptanya lalu lintas
membran. Lalu lintas membran digolongkan menjadi dua cara, yaitu dengan transpor pasif
untuk molekul-molekul yang mampu melalui membran tanpa mekanisme khusus dan transpor
aktif untuk molekul yang membutuhkan mekanisme khusus.

Transpor pasif

Transpor pasif merupakan suatu perpindahan molekul menuruni gradien konsentrasinya.


Transpor pasif ini bersifat spontan. Difusi, osmosis, dan difusi terfasilitasi merupakan contoh
dari transpor pasif. Difusi terjadi akibat gerak termal yang meningkatkan entropi atau
ketidakteraturan sehingga menyebabkan campuran yang lebih acak. Difusi akan berlanjut
selama respirasi seluler yang mengkonsumsi O2 masuk. Osmosis merupakan difusi pelarut
melintasi membran selektif yang arah perpindahannya ditentukan oleh beda konsentrasi zat
terlarut total (dari hipotonis ke hipertonis). Difusi terfasilitasi juga masih dianggap ke dalam
transpor pasif karena zat terlarut berpindah menurut gradien konsentrasinya.
Contoh molekul yang berpindah dengan transpor pasif ialah air dan glukosa. Transpor pasif
air dilakukan lipid bilayer dan transpor pasif glukosa terfasilitasi transporter. Ion polar
berdifusi dengan bantuan protein transpor.

Transpor aktif

Transpor aktif merupakan kebalikan dari transpor pasif dan bersifat tidak spontan. Arah
perpindahan dari transpor ini melawan gradien konsentrasi. Transpor aktif membutuhkan
bantuan dari beberapa protein. Contoh protein yang terlibat dalam transpor aktif ialah channel
protein dan carrier protein, serta ionophore.

Yang termasuk transpor aktif ialah coupled carriers, ATP driven pumps, dan light driven
pumps. Dalam transpor menggunakan coupled carriers dikenal dua istilah, yaitu simporter
dan antiporter. Simporter ialah suatu protein yang mentransportasikan kedua substrat searah,
sedangkan antiporter mentransfer kedua substrat dengan arah berlawanan. ATP driven pump
merupakan suatu siklus transpor Na+/K+ ATPase. Light driven pump umumnya ditemukan
pada sel bakteri. Mekanisme ini membutuhkan energi cahaya dan contohnya terjadi pada
Bakteriorhodopsin.

c. Mitokondria

Mitokondria adalah tempat di mana fungsi respirasi pada makhluk hidup berlangsung.
Respirasi merupakan proses perombakan atau katabolisme untuk menghasilkan energi atau
tenaga bagi berlangsungnya proses hidup. Dengan demikian, mitokondria adalah
“pembangkit tenaga” bagi sel.

Mitokondria banyak terdapat pada sel yang memilki aktivitas metabolisme tinggi dan
memerlukan banyak ATP dalam jumlah banyak, misalnya sel otot jantung. Jumlah dan
bentuk mitokondria bisa berbeda-beda untuk setiap sel. Mitokondria berbentuk elips dengan
diameter 0,5 µm dan panjang 0,5 – 1,0 µm. Struktur mitokondria terdiri dari empat bagian
utama, yaitu membran luar, membran dalam, ruang antar membran, dan matriks yang terletak
di bagian dalam membran [Cooper, 2000].

Membran luar terdiri dari protein dan lipid dengan perbandingan yang sama serta
mengandung protein porin yang menyebabkan membran ini bersifat permeabel terhadap
molekul-molekul kecil yang berukuran 6000 Dalton. Dalam hal ini, membran luar
mitokondria menyerupai membran luar bakteri gram-negatif. Selain itu, membran luar juga
mengandung enzim yang terlibat dalam biosintesis lipid dan enzim yang berperan dalam
proses transpor lipid ke matriks untuk menjalani ?-oksidasi menghasilkan Asetil KoA.

Membran dalam yang kurang permeabel dibandingkan membran luar terdiri dari 20% lipid
dan 80% protein. Membran ini merupakan tempat utama pembentukan ATP. Luas permukaan
ini meningkat sangat tinggi diakibatkan banyaknya lipatan yang menonjol ke dalam matriks,
disebut krista [Lodish, 2001]. Stuktur krista ini meningkatkan luas permukaan membran
dalam sehingga meningkatkan kemampuannya dalam memproduksi ATP. Membran dalam
mengandung protein yang terlibat dalam reaksi fosforilasi oksidatif, ATP sintase yang
berfungsi membentuk ATP pada matriks mitokondria, serta protein transpor yang mengatur
keluar masuknya metabolit dari matriks melewati membran dalam.
Ruang antar membran yang terletak diantara membran luar dan membran dalam merupakan
tempat berlangsungnya reaksi-reaksi yang penting bagi sel, seperti siklus Krebs, reaksi
oksidasi asam amino, dan reaksi ?-oksidasi asam lemak. Di dalam matriks mitokondria juga
terdapat materi genetik, yang dikenal dengan DNA mitkondria (mtDNA), ribosom, ATP,
ADP, fosfat inorganik serta ion-ion seperti magnesium, kalsium dan kalium

d. Lisosom

Lisosom adalah organel sel berupa kantong terikat membran yang berisi enzim hidrolitik
yang berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler pada berbagai keadaan. Lisosom
ditemukan pada tahun 1950 oleh Christian de Duve dan ditemukan pada semua sel eukariotik.
Di dalamnya, organel ini memiliki 40 jenis enzim hidrolitik asam seperti protease, nuklease,
glikosidase, lipase, fosfolipase, fosfatase, ataupun sulfatase. Semua enzim tersebut aktif pada
pH 5. Fungsi utama lisosom adalah endositosis, fagositosis, dan autofagi.

- Endositosis ialah pemasukan makromolekul dari luar sel ke dalam sel melalui mekanisme
endositosis, yang kemudian materi-materi ini akan dibawa ke vesikel kecil dan tidak
beraturan, yang disebut endosom awal. Beberapa materi tersebut dipilah dan ada yang
digunakan kembali (dibuang ke sitoplasma), yang tidak dibawa ke endosom lanjut. Di
endosom lanjut, materi tersebut bertemu pertama kali dengan enzim hidrolitik. Di dalam
endosom awal, pH sekitar 6. Terjadi penurunan pH (5) pada endosom lanjut sehingga terjadi
pematangan dan membentuk lisosom.

- Proses autofagi digunakan untuk pembuangan dan degradasi bagian sel sendiri, seperti
organel yang tidak berfungsi lagi. Mula-mula, bagian dari retikulum endoplasma kasar
menyelubungi organel dan membentuk autofagosom. Setelah itu, autofagosom berfusi
dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (atau endosom
lanjut). Proses ini berguna pada sel hati, transformasi berudu menjadi katak, dan embrio
manusia.

- Fagositosis merupakan proses pemasukan partikel berukuran besar dan mikroorganisme


seperti bakteri dan virus ke dalam sel. Pertama, membran akan membungkus partikel atau
mikroorganisme dan membentuk fagosom. Kemudian, fagosom akan berfusi dengan enzim
hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (endosom lanjut).

e. Badan Golgi

Badan Golgi (disebut juga aparatus Golgi, kompleks Golgi atau diktiosom) adalah organel
yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan
mikroskop cahaya biasa. Organel ini terdapat hampir di semua sel eukariotik dan banyak
dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal. Setiap sel
hewan memiliki 10 hingga 20 badan Golgi, sedangkan sel tumbuhan memiliki hingga ratusan
badan Golgi. Badan Golgi pada tumbuhan biasanya disebut diktiosom.

Badan Golgi ditemukan oleh seorang ahli histologi dan patologi berkebangsaan Italia yang
bernama Camillo Golgi.

beberapa fungsi badan golgi antara lain :


1. Membentuk kantung (vesikula) untuk sekresi. Terjadi terutama pada sel-sel kelenjar
kantung kecil tersebut, berisi enzim dan bahan-bahan lain.
2. Membentuk membran plasma. Kantung atau membran golgi sama seperti membran
plasma. Kantung yang dilepaskan dapat menjadi bagian dari membran plasma.
3. Membentuk dinding sel tumbuhan
4. Fungsi lain ialah dapat membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk
memecah dinding sel telur dan pembentukan lisosom.
5. Tempat untuk memodifikasi protein
6. Untuk menyortir dan memaket molekul-molekul untuk sekresi sel
7. Untuk membentuk lisosom

f. Retikulum Endoplasma

RETIKULUM ENDOPLASMA (RE) adalah organel yang dapat ditemukan di seluruh sel
hewan eukariotik.

Retikulum endoplasma memiliki struktur yang menyerupai kantung berlapis-lapis. Kantung


ini disebut cisternae. Fungsi retikulum endoplasma bervariasi, tergantung pada jenisnya.
Retikulum Endoplasma (RE) merupakan labirin membran yang demikian banyak sehingga
retikulum endoplasma melipiti separuh lebih dari total membran dalam sel-sel eukariotik.
(kata endoplasmik berarti “di dalam sitoplasma” dan retikulum diturunkan dari bahasa latin
yang berarti “jaringan”).

Ada tiga jenis retikulum endoplasma:


RE kasar Di permukaan RE kasar, terdapat bintik-bintik yang merupakan ribosom. Ribosom
ini berperan dalam sintesis protein. Maka, fungsi utama RE kasar adalah sebagai tempat
sintesis protein. RE halus Berbeda dari RE kasar, RE halus tidak memiliki bintik-bintik
ribosom di permukaannya. RE halus berfungsi dalam beberapa proses metabolisme yaitu
sintesis lipid, metabolisme karbohidrat dan konsentrasi kalsium, detoksifikasi obat-obatan,
dan tempat melekatnya reseptor pada protein membran sel. RE sarkoplasmik RE
sarkoplasmik adalah jenis khusus dari RE halus. RE sarkoplasmik ini ditemukan pada otot
licin dan otot lurik. Yang membedakan RE sarkoplasmik dari RE halus adalah kandungan
proteinnya. RE halus mensintesis molekul, sementara RE sarkoplasmik menyimpan dan
memompa ion kalsium. RE sarkoplasmik berperan dalam pemicuan kontraksi otot.

g. Nukleus

Inti sel atau nukleus sel adalah organel yang ditemukan pada sel eukariotik. Organel ini
mengandung sebagian besar materi genetik sel dengan bentuk molekul DNA linear panjang
yang membentuk kromosom bersama dengan beragam jenis protein seperti histon. Gen di
dalam kromosom-kromosom inilah yang membentuk genom inti sel. Fungsi utama nukleus
adalah untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol aktivitas sel dengan
mengelola ekspresi gen. Selain itu, nukleus juga berfungsi untuk mengorganisasikan gen saat
terjadi pembelahan sel, memproduksi mRNA untuk mengkodekan protein, sebagai tempat
sintesis ribosom, tempat terjadinya replikasi dan transkripsi dari DNA, serta mengatur kapan
dan di mana ekspresi gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri

h. Plastida
Plastida adalah organel sel yang menghasilkan warna pada sel tumbuhan. ada tiga macam
plastida, yaitu :
- leukoplast : plastida yang berbentuk amilum(tepung)
- kloroplast : plastida yang umumnya berwarna hijau. terdiri dari : klorofil a dan b (untuk
fotosintesis), xantofil, dan karoten
- kromoplast : plastida yang banyak mengandung karoten

i. Sentriol (sentrosom)

Sentorom merupakan wilayah yang terdiri dari dua sentriol (sepasang sentriol) yang terjadi
ketika pembelahan sel, dimana nantinya tiap sentriol ini akan bergerak ke bagian kutub-kutub
sel yang sedang membelah. Pada siklus sel di tahapan interfase, terdapat fase S yang terdiri
dari tahap duplikasi kromoseom, kondensasi kromoson, dan duplikasi sentrosom.

Terdapat sejumlah fase tersendiri dalam duplikasi sentrosom, dimulai dengan G1 dimana
sepasang sentriol akan terpisah sejauh beberapa mikrometer. Kemudian dilanjutkan dengan S,
yaitu sentirol anak akan mulai terbentuk sehingga nanti akan menjadi dua pasang sentriol.
Fase G2 merupakan tahapan ketika sentriol anak yang baru terbentuk tadi telah memanjang.
Terakhir ialah fase M dimana sentriol bergerak ke kutub-kutub pembelahan dan berlekatan
dengan mikrotubula yang tersusun atas benang-benang spindel.

j. Vakuola

Vakuola merupakan ruang dalam sel yang berisi cairan (cell sap dalam bahasa Inggris).
Cairan ini adalah air dan berbagai zat yang terlarut di dalamnya. Vakuola ditemukan pada
semua sel tumbuhan namun tidak dijumpai pada sel hewan dan bakteri, kecuali pada hewan
uniseluler tingkat rendah.

fungsi vakuola adalah :


1. memelihara tekanan osmotik sel
2. penyimpanan hasil sintesa berupa glikogen, fenol, dll
3. mengadakan sirkulasi zat dalam sel

Perbedaan Sel Hewan dan Tumbuhan

1. Sel Hewan :
* tidak memiliki dinding sel
* tidak memiliki butir plastida
* bentuk tidak tetap karena hanya memiliki membran sel yang keadaannya tidak kaku
* jumlah mitokondria relatif banyak
* vakuolanya banyak dengan ukuran yang relatif kecil
* sentrosom dan sentriol tampak jelas

2. Sel Tumbuhan
* memiliki dinding sel
* memiliki butir plastida
* bentuk tetap karena memiliki dinding sel yang terbuat dari cellulosa
* jumlah mitokondria relatif sedikit karena fungsinya dibantu oleh butir plastida
* vakuola sedikit tapi ukurannya besar
* sentrosom dan sentriolnya tidak jelas