Anda di halaman 1dari 4

Keseimbangan Energi

Kalori (Energi) MASUK = Kalori (Energi) KELUAR

Keseimbangan energi penting untuk mempertahankan berat badan yang sehat. Keseimbangan
energi juga berarti menyesuaikan semua makanan dan minuman ke dalam gaya hidup sehat
yang aktif, termasuk mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan beraneka ragam
dalam jumlah yang mencukupi kebutuhan, serta melakukan aktivitas fisik secara teratur.

Keseimbangan energi menggambarkan hubungan antara kalori (energi) yang dikonsumsi dari
makanan dan minuman dan kalori (energi) yang dibakar oleh tubuh. Bagi sebagian besar
orang, bila kalori (MASUK) = kalori (KELUAR), berat badan akan tetap stabil, suatu kondisi
yang diinginkan oleh setiap orang dewasa dengan berat badan yang sehat. Bila asupan
melampaui pengeluaran secara terus-menerus, maka berat badan akan naik. Sebaliknya, bila
kalori yang dibakar lebih banyak secara terus-menerus dibanding yang dikonsumsi, maka
terjadi penurunan berat badan.

Walaupun keseimbangan energi mungkin terlihat seperti sebuah hal yang sederhana, namun
kesehatan jangka panjang membutuhkan pengelolaan secara aktif pada kedua sisi persamaan
energi tersebut di atas. Hal ini mencakup pemahaman akan kebutuhan energi tubuh, antara
lain diantaranya dampak aktivitas fisik pada tubuh serta mengetahui tentang kandungan
kalori makanan dan minuman. Perbaikan perilaku dalam pengendalian porsi dan mengatur
jumlah kalori dalam makanan untuk membantu mengelola asupan energi juga sama
pentingnya. Penelitian mengisyaratkan bahwa keputusan kecil sehari-hari, seperti
memutuskan berapa banyak yang akan dimakan dan diminum, naik tangga atau elevator, dan
bahkan keputusan untuk memantau berat badan atau tidak, semua ini dapat berdampak besar
pada pengelolaan berat badan dan kesehatan seiring dengan berjalannya waktu.
Cara Menghitung Kebutuhan Energi.
Kebutuhan energi seseorang ditentukan oleh beberapa faktor. Pertama adalah usia. Beda usia
beda pula kebutuhan energinya. Pada masa anak-anak hingga remaja akhir kebutuhan
energinya cenderung lebih tinggi hal ini karena energi tersebut dibutuhkan untuk
pertumbuhan. Yang kedua yaitu jenis kelamin. Jenis kelamin pun menentukan berapa
kebutuhan gizi seorang. Karena adanya perbedaan sifat hormonal maupun perbedaan otot
antara laki-laki dan perempuan sehingga mempengaruhi metabolisme dalam tubuh dan
tentunya akan menyebabkan kebutuhan gizi yang berbeda.

Faktor ketiga, aktifitas fisik. Makin banyak aktivitas fisik yang dilakukan berarti semakin
besar pula energi yang dibutuhkan. Sebaliknya semakin sedikit aktivitas seseorang maka
tingkat kebutuhan energinya juga semakin kecil. Faktor keempat yaitu kondisi fisiologis
tertentu misalnya hamil dan menyusui. Ibu hamil dan ibu menyusui membutuhkan energi
lebih banyak dari daripada ibu dengan kondisi fisik normal.

Berikut ini cara menghitung kebutuhan energi menggunakan Angka Metabolisme Basal
(AMB) dan aktifitas fisik.

Rumus untuk orang sehat adalah AMB x Faktor Aktifitas

Rumus untuk orang sakit adalah AMB x Faktor Aktifitas x Faktor Stress

Angka Metabolisme Basal

Angka Metabolisme Basal (AMB) atau Basal Metabolic Rate (BMR) adalah jumlah energi
yang dikeluarkan untuk aktivitas vital tubuh pada waktu istirahat. Energi tersebut dibutuhkan
untuk mempertahankan fungsi vital tubuh seperti denyut jantung, bernapas, pemeliharaan
tonus otot, pengaturan suhu tubuh, metabolisme makanan, sekresi enzim, sekresi hormon,
transmisi elektrik pada otot dan lain-lain.Untuk menghitung AMB tersebut menggunakan
Rumus Harris Benedict. Rumus ini membedakan antara laki-laki dan perempuan.
Laki-laki : 66 + (13,7 x BB) + (5 x TB) – (6,8 x U)

Perempuan : 655 + (9,6x BB) + (1,8 x TB) – (4,7 x U)

Keterangan :

BB : Berat badan dalam Kg

TB : Tinggi badan dalam Cm

U : Usia dalam Tahun

Faktor Aktifitas Fisik

Aktifitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang meningkatkan pengeluaran tenaga dan energi
sehingga menyebabkan pembakaran energi. Energi yang diperlukan untuk aktifitas fisik
bervariasi menurut tingkat intensitas dan lama melakukan aktifitas fisik, makin tinggi energi
yang diperlukan.

Aktifitas fisik di rumah sakitGambar di samping adalah faktor aktifitas berdasarkan berat
ringannya.

Faktor Stres atau Trauma

Pengali faktor stress/trauma hanya digunakan untuk menghitung kebutuhan orang sakit. Stres
atau trauma yang dialami oleh orang sakit akan meningkatkan kebutuhan energinya untuk
cepat pulih dari kondisinya. Gambar di samping adalah faktor stres berbagai jenis
stress/trauma dan jenis aktifitas di rumah sakit.

Contoh cara perhitungan kebutuhan energi

Syifa adalah perempuan dari dua bersuadara. Saat ini tinggi badan Syifa adalah 155 cm dan
berat badannya 49 kg. Dia sehat dan sangat jarang sakit. Bulan ini Syifa tepat berusia 21
tahun. Kesehariannya Syifa aktif kuliah dan organisasi. Hal inilah yang membuatnya menjadi
perempuan yang cerdas dan berwawasan luas. Tentukan berapa energi yang dibutuhkan oleh
Syifa agar tetap dapat sehat dan melakukan aktifitasnya setiap hari dengan baik.

Jawab

BB : 49 Kg

TB : 155 cm

U : 21 tahun

F.A* : 1,7 (lihat tabel)

*Faktor Aktifitas

Pertama tentukan AMB

Rumus Harris Benedict untuk AMB Perempuan

AMB Perempuan : 655 + (9,6 x BB) + (1,8 x TB) – (4,7 x U)

: 655 + (9,6 x 49) + (1,8 x 155) – (4,7 x 21)

: 655 + (470,4) + (279) – (98,7)

: 1503,1 Kal

Kedua Tentukan Energi

Rumus kebutuhan energi untuk orang sehat

Energi = AMB x Faktor Aktifitas

= 1503,1 x 1,7

= 2.555,27 Kal

Jadi energi yang dibutuhkan oleh Syifa adalah 2.555,27 Kal