Anda di halaman 1dari 23

MODUL

GIZI PADAIBU HAMIL

OLEH :

SITI FAJARENA

1
2

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami haturkan kehadirat Allah Yang Maha Esa atas karunia,

nikmat, serta limpahan rahmatNya atas terwujudnya Modul Gizi Pada Ibu Hamil,

Ibu Menyusui, Bayi dan Balita. Modul ini disusun atas dasar Tri Dharma

Perguruan Tinggi yang salah satunya yaitu Pengajaran. Besar harapan kami,

penyusunan Modul Gizi pada ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita ini dapat

bermanfaat bagi semua pihak. Akhir kata kamipun menyadari bahwa dalam

menyusun Modul Gizi ini tentunya ada kekurangan-kekurangannya, untuk itu

segala saran dan kritik yang bersifat membangun sangatlah kami harapkan demi

kebaikan kita bersama

Penyusun
3

DAFTAR ISI
Halaman Depan ……………………………………………………………… i
Kata Pengantar……………………………………………………………….. ii
Daftar Isi ....…..…………………………………………………………….... iii
Petunjuk Belajar Bagi Mahasiswa …………………………………………...
BAB I Gizi Ibu Hamil .....................................................................................
BAB II Gizi Ibu Menyusui..............................................................................
4

Petunjuk Belajar Bagi Mahasiswa

Agar dapat menguasai bahan ajar ini, maka mahasiswa diharapkan untuk

mengikuti petunjuk umum sebagai berikut :

a. Bacalah semua bagian dari modul ini dari awal sampai akhir

b. Pahami dengan sungguh – sungguh materi yang ada dalam modul ini

c. Buatlah ringkasan dari keseluruhan materi dari bahan ajar ini

d. Gunakan bahan pendukung lain baik berupa buku, jurnal maupun internet agar

dapat lebih memahami dan menguasai materi

e. Setelah mahasiswa paham dan menguasai materi, maka mahasiswa diwajibkan

untuk mengerjakan soal latihan

f. Kerjakan dengan format dan seksama latihan yang ada dalam lembar kerja

g. Lakukan diskusi kelompok dengan masing – masing anggota kelompok 5

orang, lalu siap untuk dipresentasikan pada pertemuan berikut


5

BAB I

GIZI PADA IBU HAMIL

A. Tujuan Umum :

Setelah mengikuti proses belajar peserta didik memahami pentingnya

gizi bagi bagi ibuhamil.

B. Tujuan Khusus :

Setelah menyelesaikan kegiatan belajar peserta didik mampu:

1. Menjelaskan kebutuhan gizi ibu hamil

2. Menjelaskan factor yang mempengaruhi gizi ibu hamil

3. Menyusun menu sesuai kebutuhan ibu hamil

C. MATERI

1. Kehamilan (Ibu hamil) Kehamilan dimulai dengan terjadinya konsepsi.

Konsepsi adalah bersatunya sel telur (ovum) dan sperma. Proses

kehamilan (gestasi) berlangsung selama 40 minggu atau 280 hari

dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir. Usia kehamilan sendiri

adalah 38 minggu, karena dihitung mulai dari tanggal konsepsi (tanggal

bersatunya sperma dengan telur) yang terjadi 2 minggu

setelahnya.fertilisasi pada manusia diawali dengan terjadinya

persetubuhan (koitus). Fertilisasi merupakan peleburan antara inti

spermatozoa dengan inti sel telur. Proses fertilisasi ini dapat terjadi di

bagian ampula tuba fallopi atau eterus

2. Perkembangan Kehamilan Kehamilan dibagi dalam triwulan, yaitu

trimester I (0-12 minggu), trimester II (12-28 minggu), trimester III (28-

40 minggu).
6

Di dalam tubuh seorang bumil terjadi proses pertumbuhan dan

perkembangan : Janin, Plasenta, uterus dll, serta bertambahnya jaringan Payudara

dan lemak yang dipersiapkan agar ibu mampu membuat ASI pasca melahirkan.

BERAT PRODUK KEHAMILAN NORMAL

PRODUK KEHAMILAN BERAT (+/-) dalam g

Bayi 3000-3500

Placenta 450

Cairan amnion 900

Uterus 1100

Jaringan payudara 1400

Volume darah 1500-1800 ml

Jaringan cadangan ibu 1800-3600

TOTAL 10-12,7 KG

Pertumbuhan dan perkembangan produk kehamilan tersebut akan

menyebabkan hal seperti : BB BUMIL bertambah dan kebutuhan gizi lebih besar

dari ibu tidak hamil. Kurangnya asupan zat gizi berdampak negatif pada ibu dan

bayi. Terbukti ketika kelaparan melanda eropa saat PD II terjadi peningkatan :

- Angka ketidaksuburan : (50% wanita usia subur tidak haid)

- angka abortus spontan

- Angka stillbirth, BBLR dan malformasi kongenital

Faktor yg mempengaruhi outcome kehamilan :

1. Asupan zat gizi makanan ibu

2. Status gizi ibu pra hamil (gizi-kurang atau gizi-lebih)


7

3. Penambahan BB selama hamil

4. Ibu dalam fase pertumbuhan (remaja), dan

5. Jumlah janin per kehamilan

6. Gizi-kurang pra hamil dan kurang asupan gizi saat hamil beresiko

terjadinya abortus, stillbirth dan BBLR

7. Obesitas saat pra hamil beresiko :sulit hamil dan bila terjadi kehamilan,

maka bumil beresiko menderita hipertensi dan DM

8. Remaja hamil beresiko mendapat bayi dengan BBLR

9. Kehamilan kembar beresiko mendapat bayi dengan BBLR

Untuk mencegah outcome kehamilan yang buruk adalah dengan

memberi asupan gizi yang adekuat (tidak lebih dan tidak

kurang).bahwasanya asupan gizi sudah adekuat nampak dari pertambahan

bb ibu selama kehamilan (lihat tabel berikut)

PENAMBAHAN BB YG DI REKOMENDASIKAN

BMI TOTAL TAMBAHAN TAMBAHAN


PRA TAMBAHAN BB BB
HAM BB TRIMESTER I PER MG TM
(kg) II,
(kg) III (kg)

< 18,5 12,5 – 18 2,3 0,5


18,5 -23 11.5-16 1,6 0,4
23-27 7,0 – 11,5 0,9 0,3
> 27 6,0

Perubahan fisiologis bumil

Perubahan fisiologi (setelah trimester II ) tersebut adalah :

1. Volume plasma yg naik 40-50% menyebabkan :

- anemia (walaupun produksi RBC : naik 33%)


8

- kadar protein plasma turun

- pembesaran ginjal karena ginjal harus bekerja keras

2. Perubahan pada sistim kardio vaskuler dan paru

- adanya tumbuh-kembang kebutuhan o2 naik, dan akibatnya adalah:

- Cardiac output naik jantung membesar 12%

- Vasodilatasi perifer tek. Diastolik turun edema

- Paru harus bekerja lebih keras

- Basal metabolic rate naik 15-20 %

3. Saluran Pencernaan

Di awal kehamilan nafsu makan turun kemudian nafsu makan naik, daya

serap usus meningkat, gerakan usus melambat, transit time bertambah

regurgitasi dan konstipasi.

4. Placenta tumbuh dan berkembang plasenta berfungsi untuk :

Menghasilkan hormon-hormon pengatur pertumbuhan janin serta jaringan

ibu dan persiapan laktasi. Untuk pertukaran zat gizi dan O2 dengan waste

product dan CO2 antara janin dan ibu Oleh karena kebutuhan zat gizi bumil

lebi besar dari ibu tak hamil, maka bumil memerlukan tambahan asupan zat

gizi dari makanannya.

Tambahan energi :

Bumil usia dewasa dg status gizi pra-hamil baik dan aktifiitas fisik ringan, pada :

1. Trimester I hampir tak perlu tambahan

2. Tambahan pada TR II 300-350 KKAL/hari

3. Tambahan pada TR III 450-500 KKAL/hari


9

Kebutuhan protein :

1. Pra hamil 0,8/ kg bb/ hari

2. tambahan protein bagi bumil 25 g/hari

3. Tambahan beberapa vitamin dan mineral bagi bumil nampak pada tabel

berikut.

TABEL KEBUTUHAN ENERGI, PROTEIN DAN VITAMIN YG


LARUT DALAM LEMAK IBU HAMIL

KEBUTUHAN PRA HAMIL HAMIL


Energi (kcal) Tergantung BB +0 trimester I

+340 trimester II

+452 trimester III

Protein 0,8/KgBB +25

Vitamin A 700 770 (>18 th)

(μgRE) 5 750 (≤ 18 th)

Vitamin D 15 15

(μg)* AI 90 90 (>18 th)

Vitamin E (mg 75 ( ≤18 th)

α -TE)Vitamin

K (μg)
10

TABEL KEBUTUHAN VITAMIN YANG LARUT AIR IBU HAMIL


KEBUTUHAN PRA HAMIL HAMIL
Vitamin C (mg) 75 85 (> 18 th)
Thiamin (mg) 1.1 80 ( ≤18 th)
Riboflavin (mg) 1.1 1.4
Niacin (mg NE) 14 1.4
Vitamin B(μg) 1.3 18
Folat (μ g) 400 1.9
Vitamin B(μg) 2.4 600
Biotin (μ g)*AI 30 2.6
As. Pantotenat 5 30
(mg)*AIKolin (mg)* AI 425 6

TABEL KEBUTUHAN MINERAL IBU HAMIL


KEBUTUHAN PRA HAMIL HAMIL
Kalsium (mg)* AI 1000 1000 (>18 th)
1300 (≤ 18 th)
Fosfat (mg) 700 700(>18 th)
1250 ( ≤18 th)
Magnesium (mg) 310 350 (>18 th)
400 ( ≤18 th)
Fluoride (mg)* AI 3 3
Besi (mg) 18 27
Seng (mg) 8 11 (>18 th)
12 ( ≤18 th)

Iodine (μg) 150 220


Selenium (μg) 55 60
Masalah dan komplikasi kehamilan yang berhubungan dengan nutrisi :

1. Masalah saluran cerna

2. Berat badan lahir rendah (bblr)

3. Gestational diabetes

4. Hipertensi

5. Neural tube defect (NTD)

6. Anemia defisiensi Fe, B12 dan Folat

Masalah saluran cerna BU-MIL:


1. Enek dan Muntah

2. Heartburn
11

3. Konstipasi

1. a). ENEK DAN MUNTAH

Diatasi dengan :

- makan dg porsi kecil tapi sering

- hindari bau yang merangsang

- minum sedikit setelah makan

- minum di antara waktu makan cukup

- makanan sarapan harus mudah dicerna (dari tepung dan gula)

b) HEARTBURN (CAIRAN LAMBUNG NAIK KE ATAS)

diatasi dg cara makan ditambah dengan :

- jangan berbaring pasca makan

- ketika tidur posisi kepala di atas

- hindari makanan yang merangsang (asam, pedes, lemak , kopi dll)

c) Konstipasi terjadi karena :

- gerakan usus melambat (TR II dan III)


- makanan kurang serat tambah serat
- kurang minum dan kurang olahraga perbanyak minum dan lakukan
olahraga (ringan)
2). BBLR :
Bisa karena lahir belum waktu atau gangguan pertumbuhan
- penyebab: kurang makan,ibu remaja, merokok, infeksi, hipertensi, BMI pra-
hamil
kurang
- bayi dengan BBLR lebih beresiko untuk mendapat penyakit dan kematian.
3) GESTATIONAL DIABETES MELITUS = GDM (glukosa > 140 mg / 100 cc

darah)

- GDM berkaitan dengan : obesitas pra- hamil, umur, famili ada yang DM
12

- Komplikasi GDM : hipertensi, lahir seksio, pada hamil berikutnya GDM

berulang,

pasca lahir ibu menderita DM dan bayi lahir dengan BB besar.


4). Hipertensi karena kehamilan

Tekanan darah >140/90 mmhg

Pre eklampsia : no 1+ proteinuria

Eklampsia : no.2+ kejang-kejang

Pengaturan makan hipertensi kehamilan :

Asupan energi dan garam sekitar normal-minimal

Pemberian tambahan ca tak bermanfaat

Pemberian mg sulfat mencegah eklampsia dan preeklampsia

Diperkirakan pemberian antioksidan (vit.e, c dan karotin) bermanfaat

5.) NEURAL TUBE DEFECT (NTD),

Seperti : anencephaly, meningocele, dll

70-80 % dapat dicegah dengan pemberian as. Folat 600 mikrogram di awal

Trimester I

6.) ANEMIA DEFISIENSI

Hb < 11 mg/100 ml ANEMIA

Mengatasinya :

Menambah asupan besi (diberikan dalam dosis terbagi), B12 dan Folat, disertai

dengan

asupan energi dan protein yang adekuat


13

Bahan makanan dan makanan yang dianjurkan:

1. Sumber Karbohidrat : beras, kentang, bihun, mie,

roti, makaroni, krackers, dll.

2. Sumber Protein : ayam, ikan, daging, telur, hati, keju,

susu, kacang -kacangan, tahu, tempe.

3. Sumber Vitamin dan Mineral : sayur dan buah berwarna

yang segar.

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

1. Makan lebih banyak dari sebelum hamil agar

penambahan berat badan sesuai dengan umur

kehamilan.

2. Bagi ibu yang terlalu gemuk , kurangi porsi

makanan sumber energi dari lemak dan karbohidrat.

3. Bila ibu terlalu kurus tambahkan porsi makanan sumber

energi dan protein.

4. Usahakan konsumsi makanan dengan porsi kecil

tapi sering.

5. Untuk menghindari penimbunan cairan/edema

perhatikan penggunaan garam dalam makanan dan minuman agar tidak

berlebihan.

Makanan /minuman yang tidak dianjurkan Bagi bumil :

1. Alkohol , karena berakibat :

- Janin menderita sindroma alkohol.

- tumbuh kembang janin dan bayi terganggu


14

- berkaitan dg : abortus spontan, abruptio plasenta, dan BBLR

2. Cafein pada semester I dapat menyebabkan abortus spontan

3. Aspartam tidak boleh diberikan pada bumil dengan phenyl ketonuria

4. Merokok dan narkoba berpengaruh buruk terhadap janin

5. Karena dampaknya belum diketahui hati-hati dengan obat tradisional (jamu)

Pemberian nutrisi pd bumil harus dapat :


Menumbuh-kembangkan bayi dg optimal

Menyelesaikan fase tumbuh kembang bumil remaja

Mengantisipasi perubahan fisiologis ibu

Memperbaiki status gizi bumil

Menumbuhkembangkan plasenta

Membuat kondisi ibu siap melahirkan dan menyusui

Kebutuhan Dasar Ibu Hamil Sesuai dengan Tahap Perkembangan


Kebutuhan Dasar Ibu Hamil Sesuai dengan Tahap Perkembangan menurut Ari

Sulistiawaty, 2009 yaitu:

1. Kebutuhan energi

a. Protein

Jumlah protein yang diperlukan oleh ibu hamil adalah 85 gram

perhari. Defisiensi protein dapat menyebabkan kelahiran prematur, anemi

dan edema.

b. Kalsium

Kebutuhan kalsium ibu hamil adalah 1,5 kg per hari. Kalsium

dibutuhkan untuk pertumbuhan janin, terutama bagi perkembangan otot dan


15

rangka.Defisiensi kalsium dapat mngakibatkan riketsia pada bayi atau

osteomalasia.

c. Zat Besi

Diperlukan asupan zat besi pada ibu hamil adalah 30 mg per hari

terutama pada trimester kedua. Defisiensi kekurangan zat besi pada ibu

hamil dapat menyebabkan anemia.

d. Asam Folat

Asam folat yang dibutuhkan oleh ibu hamil sebesar 400 mikro gram

per hari. Kekurangan asam folat dapat menyebabkan anemia megaloblastik

pada ibu hamil.

Latihan soal

1. Jelaskan perubahan fisiologis pada ibu hamil!

2. Jelaskan kebutuhan gizi ibu hamil berdasarkan trimester!

3. Jelaskan dampak kekurangan gizi pada kehamilan!

4. Jelaskan akibat gangguan gizi ibu hamil pada pertumbuhan janin


16

DAFTAR PUSTAKA

Almatsier S, Soetardjo S, Soekatri M. Gizi Seimbang Dalam Daur Kehidupan.

Jakarta: Gramedia Pustaka Utama; 2011

Kemenkes RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41

Tahun 2014 Tentang Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta : Menteri

Kesehatan RI; 2014

Soetjiningsih . Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: Buku Kedokteran EGC; 1995

Yulia Y, 2015. Gizi Ibu Hamil Berdasarkan Trimester Kehamilan. Diakses dari

http://hamil.co.id/nutrisi-ibu-hamil/gizi-ibu-hamil-berdasarkan-

trimester-kehamilan.

Williamson C. Maternal nutrition guidance : keeping the proportions [Electronic

version]. RCM Midwives. 2006;9(9):346-9


17

BAB II
GIZI PADA IBU MENYUSUI
Tujuan Umum :

Setelah mengikuti proses belajar peserta didik memahami pentingnya gizi bagi ibu

menyusui

dan bayi yang disuusuinya.

Tujuan Khusus :

Setelah menyelesaikan kegiatan belajar peserta didik mampu:

1. Menjelaskan nutrisi ibu menyusui

2. Menjelaskan keuntungan ibu memberikan ASI

3. Menjelaskan pesan gizi seimbang ibu menyusui

MATERI

1. Nutrisi Ibu Menyusui

Gizi Seimbang untuk ibu menyusui harus memenuhi kebutuhan bagi

dirinya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan bayi dan anak. Dengan

demikian maka kebutuhan zat gizi ibu menyusui lebih banyak dari kebutuhan

zat gizi ibu yang tidak menyusui. Konsumsi pangannya tetap harus

beranekaragam dan seimbang dalam jumlah dan proporsinya. Selama

menyusui, ibu harus menambah jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi

yaitu untuk mencukupi kebutuhan ibu sendiri dan kebutuhan untuk

memproduksi ASI. Bila makanan ibu sehari-hari tidak cukup mengandung zat

gizi yang dibutuhkan, misalnya sel lemak sebagai sumber energi dan zat besi

sebagai zat untuk pembentukkan sel darah merah, maka kebutuhan zat-zat

tersebut dalam produksi ASI untuk memenuhi kebutuhan bayi akan diambil

dari persediaan yang ada didalam tubuh ibu. Berbeda


18

dengan sel lemak dan zat besi kebutuhan bayi akan vitamin B dan vitamin C

yang dipenuhi melalui produksi ASI tidak dapat diambil dari persediaan yang ada

dalam tubuh ibu, melainkan harus dipenuhi dari konsumsi pangan ibu setiap hari.

Keuntungan Ibu memberikan ASI Menurut Roesli ( 2000 ) dalam Mengenal Asi

Eksklusif keuntungan ibu memberikan ASI yaitu :

a. Mengurangi Perdarahan setelah Melahirkan Apabila bayi disusui segera setelah

dilahirkan maka kemungkinan terjadinya perdarahan setelah melahirkan (post

partum) akan berkurang. Hal ini dikarenakan pada ibu menyusui terjadi

peningkatan.

b. Mengurangi terjadinya anemia Mengurangi kemungkinan terjadinya

kekurangan darah atau anemia karena zat besi. Menyusui mengurangi

perdarahan.

c. Menjarangkan kehamilan Menyusui merupakan cara kontrasepsi yang aman,

murah, dan cukup berhasil. Semala ibu memberi ASI Eksklusif dan belum

haid, 98% tidak akan hamil pada 6 bulan pertama setelah melahirkan dan 96%

tidak akan hamil sampai bayi berusia 12 bulan.

d. Mengecilkan rahim Kadar oksitosin ibu menyusui yang meningkat akan sangat

membantu rahim kembali ke ukuran sebelum hamil. Proses pengecilan ini akan

lebih

cepat dibandingkan pada ibu yang tidak menyusui

e. Lebih cepat langsing kembali Oleh karena menyusui memerlukan energy maka

tubuh akan mengambilnya dari lemak yang tertimbun selama hamil. Dengan

demikian berat badan ibu yang menyusui akan lebih cepat kembali ke berat

badan sebelum hamil


19

f. Mengurangi kemungkinan menderita kanker Pada ibu yang memberikan ASI

eksklusif, umumnya kemungkinan menderita kanker payudara dan indung telur

berkurang. Beberapa penelitian menunjukan bahwa menyusui akan mengurangi

kemungkinan terjadinya kanker payudara.

Pada umumnya bila semua wanita dapat melanjutkan menyusui sampai bayi

berumur 2 tahun atau lebih, diduga angka kejadian kanker payudata akan

berkurang sampai sekitar 25%. Beberapa penelitian menemukan juga bahwa

menyusui akan melindungi ibu dari penyakit kanker indung telur. Salah satu

dari penelitian ini menunjukan bahwa risiko terkena kanker indung telur. Salah

satu dari penelitian ini menunjukan bahwa risiko terkena kanker indung telur

pada ibu yang menyusui berkurang 20-25%.

g. Lebih ekonomis/murah Dengan memberi ASI berarti menghemat pengeluasan

untuk susu formula, perlengkapan menyusui, dan persiapan pembuatan minum

susu formula. Selain itu, pemberian ASI juga menhemat pengeluaran untuk

berobat bayi, misalnya biasa jasa dojter, biaya pembeliano obat-obatan, bahkan

mungkin biaya perawatan rumah sakit.

h. Tidak merepotkan dan hemat waktu Air Susu Ibu dapat dengan segera

diberikan pada bayi tanpa harus meyiapkan atau memasak air, juga tanpa harus

Modul Praktikum Gizi 13 mencucui botol, dan tanpa menunggu agar susu tidak

terlalu panas. pemberian susu botol akan lebih mereporkan terutama pada

malam hari. Apalagi kalau persediaan susu habis pada malam harim harus

repot mecari susu.

i. Portable dan praktis. Mudah dibawa kemana-mana sehingga saat bepergian

tidak perlu membawa berbagai alat untuk minum susu formula dan tidak perlu
20

membawa alat listrik untuk memasak atau mengangatkan susu. Air susu ibu

dapat diberikan dimana saja dan kapan saja dalam keadaan siap

dimakan/minum, serta sudu yang selalu tepat.

j. Memberi kepuasan bagi ibu Ibu yang berhasil memberikan ASI eksklusif akan

merasakan keuasan, kebangan dan kebagaian yang mendalam.

Memberi kepuasan bagi ibu Ibu yang berhasil memberikan ASI eksklusif akan

merasakan keuasan, kebangan dan kebagaian yang mendalam.

2. Pesan Gizi Seimbang Ibu Menyusui

Biasakan Ibu menyusui perlu mengonsumsi aneka ragam pangan yang

lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan energi, protein dan zat gizi mikro

(vitamin dan mineral) karena digunakan untuk pemeliharaan kesehatan ibu dan

produksi ASI. Protein diperlukan juga untuk sintesis hormon prolaktin (untuk

memproduksi ASI) dan hormon oksitosin (untuk mengeluarkan ASI). Zat gizi

mikro yang diperlukan selama menyusui adalah zat besi, asam folat, vitamin A,

B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin), B6 (piridoksin), vitamin C, vitamin

D, iodium, zink dan selenium. Defisiensi zat gizi tersebut pada ibu

menyebabkan turunnya kualitas ASI. Kebutuhan protein selama menyusui

meningkat. Peningkatan kebutuhan ini untuk mempertahankan kesehatan

ibu.Sangat dianjurkan untuk mengonsumsi pangan sumber protein hewani

seperti ikan, susu

dan telur. Kebutuhan zat besi selama menyusui meningkat karena digunakan

untuk pembentukan sel dan jaringan baru. Selain itu zat besi merupakan unsur

penting dalam pembentukan hemoglobin pada sel darah merah. Kekurangan

hemoglobin disebut anemia dapat membahayakan kesehatan ibu dan


21

peningkatan risiko kematian. Ibu menyusui yang menderita anemia sebagai

akibat lanjut dari kekurangan zat besi selama masa kehamilan, juga disarankan

untuk mengonsumsi tablet tambah darah dengan konsultasi kepada ahli gizi

dan/atau dokter. Kebutuhan asam folat meningkat karena digunakan untuk

pembentukan sel dan sistem saraf termasuk sel darah merah. Sayuran hijau

seperti bayam dan kacang-kacangan banyak mengandung asam folat yang

sangat diperlukan pada masa menyusui. Untuk meningkatkan produksi ASI ibu

dianjurkan

untuk banyak mengonsumsi daun katuk dan daun torbangun (sayuran yang

banyak terdapat di daerah Sumatra Utara/Batak). Kebutuhan kalsium

meningkat pada saat menyusui karena digunakan untuk meningkatkan produksi

ASI yang mengandung kalsium tinggi. Apabila konsumsi kalsium tidak

mencukupi maka ibu akan mengalami pengeroposan tulang dan gigi karena

cadangan kalsium dalam tubuh ibu digunakan untuk produksi ASI. Sumber

kalsium yang baik adalah susu, yogurt, keju, ikan teri, kacang-kacangan, tahu

dan sayuran hijau. Penyerapan kalsium pada makanan akan lebih bagus apabila

ibu membiasakan diri berjemur dibawah sinar matahari pada pagi hari. Vitamin

C dibutuhkan oleh ibu menyusui, untuk membantu penyerapan zat besi yang

berasal dari pangan nabati, sedangkan vitamin D dibutuhkan untuk membantu

penyerapan kalsium. meningkat karena digunakan untuk pembentukan sel dan

jaringan baru. Selain itu zat besi merupakan unsur penting dalam pembentukan

hemoglobin pada sel darah merah. Kekurangan hemoglobin disebut anemia

dapat membahayakan kesehatan ibu dan peningkatan risiko kematian. Ibu

menyusui yang menderita anemia sebagai akibat lanjut dari kekurangan zat
22

besi selama masa kehamilan, juga disarankan untuk mengonsumsi tablet

tambah darah dengan konsultasi kepada ahli gizi dan/atau dokter. Kebutuhan

asam folat meningkat karena digunakan untuk pembentukan sel dan sistem

saraf termasuk sel darah merah. Sayuran hijau seperti bayam dan

kacangkacangan banyak mengandung asam folat yang sangat diperlukan pada

masa menyusui. Untuk meningkatkan produksi ASI ibu dianjurkan untuk

banyak mengonsumsi daun katuk dan daun torbangun (sayuran yang banyak

terdapat di daerah Sumatra Utara/Batak). kalsium yang baik adalah susu,

yogurt, keju, ikan teri, kacangkacangan, tahu dan sayuran hijau.

EVALUASI

1. Jelaskan nutrisi ibu menyusui!

2. Jelaskan keuntungan ibu memberikan ASI

3. Pesan gizi seimbang ibu menyusui


23

DAFTAR PUSTAKA

Kemenkes RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun

2014 Tentang Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta : Menteri

Kesehatan RI; 2014

Roesli U. Mengenal ASI Eksklusif Jakarta : Puspa Swara; 2000