Anda di halaman 1dari 8

Jurnal POROS TEKNIK, Volume 4, No.

1, Juni 2012 : 34 - 40

PERENCANAAN PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN


AIR BERSIH IKK ALALAK
Muhammad Firdaus Jauhari (1)
(1)
Staf Pengajar Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Banjarmasin

Ringkasan
Seiring pertambahan jumlah penduduk serta peningkatan kualitas hidup, maka kebutuh-
an air minum semakin meningkat pula. PDAM Kabupaten Batola bertanggungjawab da-
lam penyediaan dan pelayanan air minum penduduk di Ibukota Kecamatan Alalak. Saat
ini pelayanan yang diberikan oleh PDAM masih rendah yaitu hanya 44,62%. Ber-
dasarkan Rencana Umum Tata Ruang Kawasan (RUTRK) Perkotaan Banjarmaskuala
disebutkan pada tahun 2019 target pelayanan air bersih adalah 90%. Target pelayanan
tersebut dengan komposisi 80% dilayani oleh sambungan rumah tangga dan 20% di-
layani oleh kran umum. Karena itu perlu dilakukan pengembangan sistem penyediaan air
bersih. Untuk melakukan pengembangan diperlukan suatu evaluasi yang dapat mem-
berikan penilaian terhadap beberapa aspek yang berhubungan dengan kondisi eksisting
sistem distribusi air minum. Evaluasi dan pengembangan ini memberikan usulan alter-
natif penanganan serta merencanakan pengembangan sistem penyediaan air bersih
Ibukota Kecamatan Alalak. Pengembangan jaringan dilakukan dengan memindah Intake
di Sungai Martapura Kecamatan Sungai Tabuk dan membangun jaringan transmisi se-
panjang 15300,6 m dan pipa yang digunakan adalah PVC dengan diameter 500 mm. Pe-
ningkatan persentase pelayanan di Kecamatan Alalak dilakukan dengan pengembangan
jaringan distribusi secara bertahap dalam 10 tahun mendatang.
Kata Kunci : Evaluasi, pengembangan, penyediaan air bersih, jaringan transmisi

1. PENDAHULUAN sumber air baku berasal dari Sungai Andai (Ala-


lak), yang pada musim kemarau panjang cen-
Kabupaten Barito Kuala memiliki nilai stra- derung asin karena mudah terinterusi air laut,
tegis bagi propinsi Kalimantan Selatan dimana sehingga harus menghentikan produksi sekitar
wilayah ini termasuk kedalam poros BANJAR- 4-6 jam / hari selama 4-6 bulan dalam waktu 1
MASKUALA yang memiliki lingkup wilayah kota tahun.
Banjarmasin, Kabupaten Banjar, Kota Banjarba- Seiring dengan rencana PDAM Kabupaten
ru, dan Kabupaten Barito Kuala. Berdasarkan Barito Kuala untuk memperluas daerah pela-
pada Rencana Umum Tata Ruang Kawasan yanannya, mengusulkan bahwa untuk menam-
(RUTRK) Perkotaan Banjarmaskuala untuk ta- bah keandalan sistem, perlu dikaji alternatif
hun 1999 - 2019, pada tahun 2019 target sumber air baku, dan diputuskan mengambil
pelayanan air bersih adalah 90%. Target pela- sumber air baku yang baru dari Sungai Tabuk di
yanan tersebut dengan komposisi 80% dilayani wilayah Kabupaten Banjar. Hal ini tentunya
oleh sambungan rumah tangga dan 20% dila- harus disikapi dan diantisipasi lebih dini, meli-
yani oleh kran umum. Hal tersebut tentunya puti upaya pencarian alternatif untuk sumber air
menjadi tantangan berat bagi pemerintah dan baku, analisa terhadap perkembangan dan per-
PDAM pada khususnya. Secara faktual pela- tumbuhan penduduk daerah sebagai dasar pro-
yanan melalui jaringan perpipaan di Kecamatan yeksi kebutuhan air bersih dimasa mendatang,
Alalak, masih terbatas. Pada bulan November sampai dengan perencanaan pengembangan
2009 cakupan pelayanan hanya sampai 44,62 jaringan yang dapat diterapkan. Studi ini ber-
% dari jumlah penduduk di kecamatan Alalak, sifat konseptual atas permasalahan yang diper-
yang hanya tersebar pada 4 desa dari 18 desa / kirakan timbul di sektor air bersih khususnya
kelurahan yang ada (PDAM unit IKK Alalak, PDAM pada kurun waktu 10 tahun, sehingga
2009). Kondisi ini seiring dengan kecendrungan tentu akan tetap diperlukan tinjauan, penyesu-
sebagian besar penduduk di Kabupaten Barito aian serta penajaman untuk penyempurnaan-
Kuala yang menyebar tidak merata sehingga nya.
tidak semua penduduk dapat terjangkau oleh Tujuan dari penelitian ini adalah Meramal-
jaringan perpipaan PDAM. kan kapasitas yang harus tersedia untuk ke-
Kapasitas produksi existing sampai bulan butuhan air bersih sampai tahun 2019 dan
Nopember 2009 adalah 55 liter/detik dengan merencanakan pengembangan suplai air baku
Perencanaan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Bersih IKK Alalak ………… (Muhammad Firdaus Jauhari)

rn
yang baru untuk IKK Alalak. Penelitian ini diha- Pn = Po . e
rapkan dapat memberikan alternatif pemecahan Dimana :
permasalahan yang ada saat ini pada sistem Pn = Jlh. penduduk akhir tahun ke-n
distribusi air minum, serta memberikan sum- Po = Jlh penduduk awal tahun yang ditinjau
bangan pemikiran dalam rangka peningkatan e = Angka Eksponensial (2,71828)
pelayanan dan rencana pengembangan jaring- r = Angka pertumbuhan penduduk
an pada PDAM Kab. Batola. n = Periode tahun yang ditinjau
Perkembangan jumlah penduduk menurut
2. TINJAUAN PUSTAKA metode geometrik menggunakan persamaan
sebagai berikut (Muliakusuma, 2000: 254) :
n
Sigit Setiyo Pramono (Jurnal : Pendekatan Pn = Po (1+r)
sistem pengelolaan air bersih di Indonesia.
2002) dalam makalahnya menyebutkan PDAM Kebutuhan Air Bersih
sebagai perusahaan daerah yang bertanggung Tujuan jangka pendek PDAM cukup jelas,
jawab dalam penyediaan air bersih di suatu wi- yaitu membuat sistem lebih dapat diandalkan,
layah mengalami penurunan kinerja untuk mela- dan meningkatkan pelayanan terhadap pendu-
kukan usaha penyediaan air bersih. Hal terse- duk yang dilayani. Rencana PDAM dalam me-
but diakibatkan oleh kesalahan kebijakan sektor ngembangkan sistem penyediaan air bersih,
air bersih yang terpusat oleh pemerintahan ma- meliputi sumber-sumber air baku, instalasi pe-
sa lampau. Salah satunya adalah mengadakan ngolahan air, reservoir, ukuran dan pemasang-
program-program peningkatan air bersih yang an pipa baik sistem transmisi maupun distribusi
bersifat seragam. Kebijakan ini bertentangan dan lain-lain. Pengembangan tersebut diperhi-
dengan sifat unik yang dimiliki oleh setiap tungkan terhadap perkiraan berapa jumlah air
PDAM. Sifat unik tersebut, yaitu perbedaan yang dibutuhkan, dimana sumber air yang da-
kondisi lingkungan fisik/alam dan perbedaan pat dimanfaatkan serta didistribusikan dan bila-
kondisi lingkungan sosial. mana semua sistem secara sinergis dapat me-
layani keperluan masyarakat.
Analisa Perkembangan Penduduk Kebutuhan air dihitung berdasarkan stan-
Aliran produksi dalam proses perakitan dan dar dan parameter kebutuhan air serta proyeksi
produksi pada umumnya dibagi menjadi be- pada tahun-tahun yang akan datang (s.d. tahun
berapa kelompok elemen kerja ke dalam sta- 2019). Proyeksi penduduk ini dihitung berda-
siun-stasiun kerja yang berbeda. Tiap-tiap sta- sarkan jumlah penduduk yang akan dilayani
siun kerja mempunyai beban kerja dan waktu dari keseluruhan jumlah penduduk yang berada
opersi yang berbeda pula, sehingga kelancaran dalam lingkup daerah perencanaan.
dan kemungkinan mencapai target produksi se- Jumlah pemakaian air bersih pada suatu
makin bertambah besar karena masalah ini. sistem distribusi air bersih tidak sama setiap
Data kependudukan adalah merupakan sa- jam, maupun setiap hari antara satu hari de-
lah satu faktor terpenting dalam proses suatu ngan hari lainnya. Hal ini dikarenakan kebutuh-
rencana, mengingat bahwa setiap perencanaan an masyarakat terhadap air bersih yang ber-
ditujukan untuk kepentingan penduduk itu sen- beda-beda yang ditentukan dari pemakaian air
diri. Peningkatan jumlah penduduk juga akan tersebut.
berpengaruh terhadap kebutuhan fasilitas, mi-
salnya peningkatan pelayanan air bersih.
Dalam menghitung jumlah kebutuhan air
bersih bagi penduduk terlebih dahulu harus me-
ngetahui jumlah penduduk yang akan dilayani.
Untuk mengetahui jumlah penduduk IKK Alalak,
terlebih dahulu perlu ditinjau pertumbuhan pen-
duduk saat ini dan proyeksi jumlah penduduk
pada masa mendatang yaitu dengan menggu-
nakan data-data tahun sebelumnya. Dari ana-
lisa ini digunakan sebagai dasar perhitungan
kebutuhan air bersih sampai tahun 2019. Ada 2
metode umum yang dapat digunakan dalam Gambar 1. Fluktuasi Pemakaian Air Harian
memproyeksikan perkembangan penduduk un-
tuk tahun-tahun yang akan datang, yaitu : Kebutuhan air harian maksimum dan ke-
Metode Eksponensial dan Metode Geometrik. butuhan air pada jam puncak dihitung berda-
Perkembangan jumlah penduduk menurut sarkan kebutuhan air harian rata-rata dengan
metode eksponensial menggunakan persamaan menggunakan pendekatan sebagai berikut (Dit-
sebagai berikut (Muliakusuma, 2000: 254) : jen Cipta Karya DPU, 1994):
Jurnal POROS TEKNIK, Volume 4, No. 1, Juni 2012 : 34 - 40

 Kebutuhan air maksimum = 1,15 x Dasar-dasar Hidrolika Perpipaan


kebutuhan air rata-rata Hukum Kontinuitas
 Kebutuhan air puncak = 1,56 x Air yang mengalir terus menerus di dalam
kebutuhan air rata-rata pipa yang mempunyai luas penampung A (m2)
dan kecepatan aliran v (m/det) akan memiliki
Kebutuhan Domestik debit yang sama pada setiap penampangnya.
Kebutuhan domestik merupakan kebutuhan Dalam persamaan hukum kontiunitas ada-
air bersih untuk rumah tangga. Jumlah kebutuh- lah sebagai berikut :
an berdasarkan pada banyaknya penduduk, Q = A1 . V1 = A2 . V2
prosentase yang diberi air dan cara pembagian Dengan :
3
air yaitu sambungan kran umum pada rumah Q = debit yang mengalir (m / det )
2
penduduk. Jadi semakin luas wilayah yang ha- A1 = luas penampang pada potongan 1 (m )
rus dilayani, semakin besar pula kebutuhan air V1 = kecepatan aliran pada potongan 1 (m/det)
2
bersih digunakan pada masyarakat. Hal ini da- A2 = luas penampang pada potongan 2 (m )
pat dilihat pada kota-kota metropolitan yang V2 = kecepatan aliran pada potongan 2 (m/det)
mempunyai tingkat kebutuhan air bersih yang Secara singkat dapat dikatakan bahwa pa-
tinggi. da sebuah pipa, kecepatan aliran berbanding
Berdasarkan kebijakan pembangunan air terbalik dengan luas penampangnya. Pada hu-
bersih, maka kebutuhan air pada suatu kota di- kum kontinuitas, debit yang masuk pada suatu
dasarkan pada besarnya jumlah penduduk yang pipa sama dengan debit yang keluar.
dilayani dikalikan dengan tingkat pelayanan/ ke-
butuhan penduduk per kapita sesuai dengan Hukum Bernoulli
klasifikasi kategori kota dengan mempertim- Energi air merupakan salah satu dasar da-
bangkan kebutuhan untuk non domestik seperti lam hidrolika perpipaan, dan untuk hal tersebut
sosial, komersial, industri dan sektor lainnya. perlu dipahami apa yang dumaksud dengan e-
nergi air, serta hubungannya dengan pangaliran
Kebutuhan non Domestik di dalam pipa. Karena energi didefinisikan seba-
Kebutuhan non domestik atau kebutuhan gai kemampuan sesuatu untuk melakukan ker-
air bersih untuk non rumah tangga dapat diarti- ja.
kan besarnya kebutuhan untuk keperluan sosi- Air juga memiliki bentuk energi. Diantaranya
al, seperti sekolah, tempat ibadah, rumah sakit, adalah energi kecepatan, energi ketinggian, dan
asrama dan untuk keperluan komersial, seperti energi tekanan. Bentuk-bentuk energi ini sangat
industri, hotel pelayanan jasa umum dan pela- penting untuk dipelajari karena menunjang da-
buhan. Besarnya tingkat kebutuhan untuk non- lam pengolahan sarana air bersih yang mana
rumah tangga tergantung dari kategori kotanya, kita dapat memperhitungkan energi yang ada.
untuk kategori kota I, II dan III besarnya harus
ditetapkan berdasarkan hasil survey kota yang
bersangkutan atau berdasarkan Master Plan
kota tersebut. Sedangkan untuk kategori kota IV
kebutuhan air bersih untuk non rumah tangga
ditetapkan  20 – 30 % dari kebutuhan rumah
tangga dan untuk kategori kota V besarnya  10
– 20 dari kebutuhan rumah tangga.

Kehilangan Air
Kehilangan air merupakan kehilangan air
pada pipa distribusi dan tidak termasuk kategori
pemakaian air akan tetapi dalam perencanaan-
nya harus diperhitungkan. Kehilangan air dibagi
menurut kejadiannya, yaitu : (Ditjen Cipta Kar-
ya Direktorat Air Bersih, 1987: 28) Gambar 2. Garis Tekan Hidraulis
 Kehilangan air fisik adalah kehilangan air
yang terjadi akibat adanya lubang atau re- Bila pada persamaan kekekalan energi, di-
tak pada pipa distribusi serta sambungan perhitungkan kehilangan tinggi tekan, maka
yang tidak benar. persamaan Bernoulli menjadi :
 Kehilangan non teknis adalah kehilangan + h1 + = + h2 + + HL
air yang disebabkan oleh kesalahan non
teknis seperti admininstrasi yang tidak Dengan :
tertib, pencurian air, pembacaan meter V1 = kecepatan aliran pada titik 1 (m/det)
yang tidak benar. V2 = kecepatan aliran pada titik 2 (m/det)
Perencanaan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Bersih IKK Alalak ………… (Muhammad Firdaus Jauhari)

2
g = percepatan gravitasi (m/det ) ngan diketahuinya kebutuhan tersebut, maka
h1 = ketinggian pada titik 1 dari garis dasar dapat dianalisa besar permasalahan yang akan
yang ditinjau (m) terjadi apabila tidak dilakukan peningkatan ka-
h2 = ketinggian pada titik 2 dari garis dasar pasitas instalasi yang harus dipasang untuk
yang ditinjau (m) mencukupi kebutuhan. Konsep yang dikem-
2
p1 = tekanan pada titik 1 (kg/m ) bangkan dalam peningkatan kapasitas dan ca-
2
p2 = tekanan pada titik 2 (kg/m ) kupan layanan ini dapat digunakan sebagai da-
3
γw = berat jenis air (kg/m ) sar perencanaan pengembangan sistem penye-
HL = kehilangan tinggi tekan (m) diaan air bersih di IKK Alalak nantinya untuk
jangka waktu ke depan.
4. HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambaran Studi
Berdasarkan hasil survey awal, produksi
existing dengan sumber air baku berasal dari
Sungai Andai (Alalak), yang pada musim ke-
marau panjang cenderung asin karena mudah
terinterusi air laut, sehingga harus menghenti-
kan produksi sekitar 4-6 jam / hari selama 4-6
bulan dalam waktu 1 tahun. Dilain pihak PDAM
juga berusaha meningkatkan tingkat layanan
sampai 90%, dari kondisi sekarang yang baru
44,62%. Apabila pengembangan dilakukan de-
ngan tetap memanfaatkan sumber (intake) yang
ada, maka akan sangat membebani unit pro-
duksi yang memproses pengolahan air karena
sifat air baku yang masih belum layak, dan mu-
dah terinterusi pada saat perubahan musim.
Untuk mengantisipasi masalah yang timbul
di sektor air bersih ini dan mencapai sasaran
yang telah ditetapkan. Direncanakan pengem-
bangan sistem yang difokuskan untuk mening-
katkan kapasitas dan memperluas daerah pela-
yanan. Diusulkan bahwa untuk menambah ke-
andalan sistem perlu dikaji alternatif sumber air
baku yang lebih baik, dengan memperhatikan
berbagai aspek yang meliputi pengembangan
unit air baku dan unit transmisi, yang secara Gambar 3. Metode Perkiraan Kebutuhan Air
bertahap meningkatkan unit produksi dan unit Bersih
pelayanan. Adanya alternatif sumber air baku
yang baru juga diharapkan meningkatan kuali- Untuk mengetahui besarnya kebutuhan air
tas air olahan yang sesuai dengan standar yang pada wilayah studi, maka perlu dihitung dulu
disyaratkan. perkiraan jumlah penduduk daerah tersebut
Pendekatan metodologis digunakan untuk sampai dengan tahun yang ditinjau yaitu 2019.
menghitung kebutuhan air bersih masa yang Dengan cara memproyeksikan pertumbuhan
akan datang lewat pendekatan terhadap data jumlah penduduk yang ada sampai dengan
PDAM. Seperti diketahui PDAM memiliki data tahun tersebut.
jumlah dan kategori pelanggan, yang kemudian Jika debit dianggap konstan sebesar 170
disimplikasikan untuk perhitungan proyeksi ke- liter/detik dan air dipompa selama 24 jam, maka
butuhan air dalam bentuk sambungan rumah air yang dapat dialirkan dalam 1 hari adalah:
tangga, hidran umum, dan jumlah sambungan Qperhari = 170 x 3600 x 24 = 14.688.000 lt/ hari
non domestik. Masing-masing kategori pelang- Qper jam = = 612.000 lt/jam
gan dihitung konsumsi pemakaian airnya, lalu
diproyeksikan untuk mendapatkan total kebu- Kebutuhan air tiap orang direncanakan se-
tuhan air yang harus diproduksi dalam jangka besar 130 l/orang/hari. Dengan demikian jumlah
10 tahun yang akan datang menyikapi perkem- penduduk yang dapat dilayani sebesar :
bangan penduduk di daerah perencanaan.
Berdasarkan proyeksi kebutuhan air bersih, P= = 112.985 jiwa.
lalu dianalisa kebutuhan air bersih yang harus Asumsi yang digunakan untuk mengevalu-
disediakan pada setiap tahun ke depan. De- asi variasi debit pembebanan menggunakan
Jurnal POROS TEKNIK, Volume 4, No. 1, Juni 2012 : 34 - 40

metode pendekatan penelitian corak fluktuasi titas. Debit sungai Barito relatif stabil sepanjang
kebutuhan air minum harian yang dilakukan Dit- tahun tidak terpengaruh oleh musim. Disamping
jen Cipta Karya Dep. PU. Jika debit per jam itu, alternatif ini pada masa yang akan datang
dikalikan load factor maka didapat bahwa debit dapat diarahkan untuk pelayanan air bersih bagi
yang paling besar berada pada pukul 08.00 Kecamatan Mandastana, yang menjadi pemba-
sebesar 954.720 liter/jam. tas antara Kecamatan Alalak dan Rantau Bada-
Dari perhitungan sebelumnya diketahui uh. Hal ini cukup baik mengingat belum mema-
jumlah penduduk yang dapat dilayani adalah dainya prasarana air bersih di Kecamatan Man-
sebesar 112.985 jiwa, berdasarkan perhitungan dastana.
air bersih daerah perencanaan didapat bahwa Namun, alternatif ini juga memiliki kele-
populasi terlayani 79.915 jiwa maka debit se- mahan yang patut dipertimbangkan. Air baku
besar 170 l/dt cukup untuk melayani sampai sungai Barito dari segi kualitas kadang terintrusi
2019. oleh air asin pada saat musim kemarau pan-
jang. Hal ini tentunya akan mengakibatkan air
Tabel 1. Proyeksi Jumlah Penduduk sampai baku tersebut sulit untuk diolah menjadi air ber-
Tahun 2019 sih yang layak untuk dikonsumsi. Pengolahan-
nya pun memerlukan biaya yang produksi yang
Jumlah Penduduk relatif besar. Disamping hal tersebut, alternatif
No Tahun ini juga memerlukan jaringan pipa transmisi
Eksponensial Geometri yang sangat panjang, yaitu ± 31 km. Jarak ter-
1 2009 48172 48172 sebut tentunya memerlukan kapasitas pompa
50673 50610 yang sangat besar, sehingga tidak mengun-
2 2010
tungkan dari segi energi dan biaya.
3 2011 53304 53172
4 2012 56072 55864 Alternatif II
5 2013 58983 58692 Air bersih diperoleh dengan melakukan in-
terkoneksi dengan pipa distribusi air bersih
6 2014 62046 61662
PDAM Bandarmasih. Dengan alternatif ini,
7 2015 65267 64784 berarti PDAM Kabupaten Barito Kuala membeli
8 2016 68656 68063 air bersih dari PDAM Bandarmasih.
9 2017 72221 71508 Pada alternatif II ini, kebutuhan air bersih
IKK Alalak diperoleh dengan melakukan interko-
10 2018 75971 75128 neksi dengan pipa distribusi PDAM Bandarma-
11 2019 79915 78931 sih. Alternatif ini pada dasarnya telah dikaji oleh
PDAM Kab. Batola dan Banjarmasin, lokasi titik
Altenatif Pengembangan Sistem Penyediaan interkoneksi direncanakan akan dilakukan pada
Air Bersih pipa distribusi yang berada di Jalan Brigjen Ha-
Rencana PDAM Kabupaten Barito Kuala san Basri, Banjarmasin. Alternatif ini memiliki
untuk memperluas daerah pelayanannya, me- beberapa keuntungan, antara lain jarak antara
ngusulkan bahwa untuk menambah keandalan titik interkoneksi relatif dekat yaitu ± 5 km. De-
sistem perlu dikaji alternatif alternatif sumber air ngan jarak tersebut tentunya kehilangan energy
baku. Suplai air bersih untuk Kecamatan Alalak aliran relatif kecil sehingga hanya memerlukan
sangat tergantung pada kondisi air baku Sungai kapasitas pompa yang relatif kecil.
Andai. Berdasarkan hasil survey, air baku Su- Namun, kelemahan alternatif ini adalah dari
ngai Andai hanya efektif dipakai selama 6 bulan segi sistem, dimana sistem penyediaan air ber-
dalam setahun. Adanya intrusi air asin dan pe- sih untuk IKK Alalak akan sangat bergantung
ngaruh keasaman yang tinggi selama 6 bulan pada PDAM Bandarmasih. Hal ini cukup riskan
menyebabkan air baku sulit untuk diolah. De- apabila suplai dari PDAM Bandarmasih menga-
ngan pertimbangan ini maka ada beberapa lami suatu masalah yang mengakibatkan ter-
alternatif yang diusulkan dikaji untuk mengatasi ganggunya suplai untuk Kecamatan Alalak. Se-
masalah ini, antara lain: lain itu harga air bersih dari PDAM Bandarmasih
lebih mahal dibandingkan dengan harga jual di
Alternatif I Kecamatan Alalak.
Sumber air baku diperoleh dari intake di Ke-
camatan Rantau Badauh, yaitu berupa air per- Alternatif III
mukaan Sungai Barito. Pada alternatif ini sum- Sumber air baku diperoleh dengan mencari
ber air baku berasal dari Sungai Barito, yang alternatif sumber air baku yang berdekatan de-
terletak di Kecamatan Rantau Badauh Kab. Ba- ngan wilayah studi. Dalam hal ini yaitu pada Su-
rito Kuala. Alternatif ini memiliki beberapa keun- ngai Martapura. Pada alternatif ini kebutuhan air
tungan salah satunya adalah dari segi kuan- baku untuk memenuhi kebutuhan IPA direnca-
Perencanaan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Bersih IKK Alalak ………… (Muhammad Firdaus Jauhari)

nakan berasal dari debit Sungai Martapura, Pada dasarnya kapasitas instalasi harus le-
yang berada di desa Sungai Pinang Kec. Su- bih besar daripada kebutuhan yang ada. Na-
ngai Tabuk (Kab. Banjar). Alternatif ini memilki mun, pada kasus tertentu kapasitas instalasi
beberapa keuntungan, salah satunya dari segi dapat lebih kecil daripada kebutuhan yang di-
kuantitas. Debit Sungai Martapura relatif stabil perkirakan tetapi harus masih dalam batas yang
sepanjang tahun, walaupun di musim kemarau wajar. Kausu seperti ini dapat terjadi jika pe-
dan diperoleh informasi bahwa air sungai ter- nambahan kapasitas yang dilakukan dapat
sebut telah lama digunakan penduduk setempat menghasilkan suatu hal yang terlalu berlebihan
untuk dikonsumsi. Dari segi rasa, air baku juga (over design).
hampir tidak pernah asin, terkecuali pada mu- Selama periode perencanaan 2009-2019,
sim kemarau yang sangat panjang (>8 bulan). telah dianalisa kapasitas instalasi yang dapat
Namun kelemahan alternatif ini adalah ja- dapat diusulkan untuk memenuhi kebutuhan air
rak lokasi sumber air baku yang relatif jauh, ya- bersih pada periode tersebut. Hasil analisa da-
itu 15.300 m dari IPA Handil Bakti. Jarak ter- pat dilihat pada tabel berikut.
sebut tentunya memerlukan kapasitas pompa
yang besar, sehingga tidak menguntungkan dari Tabel 2. Usulan Kapasitas Instalasi Periode
segi energy, selain itu pipa transmisi yang di- 2009-2019
perlukan juga panjang.
Dari 3 alternatif diatas, berdasarkan hasil Kondisi T ahun
konsultasi dengan pihak PDAM diputuskan bah- No Kebutuhan Eksisting 2012 2015 2017 2019
wa alternatif III yang dipilih sebagai dasar pe-
2009 Instalasi Inst Inst Inst
rencanaan jaringan air bersih Kecamatan Alalak
dengan asumsi debit yang diperlukan selalu ter- 1 Kapasitas
55 80 110 140 170
sedia setiap saat dan tanpa batas. Namun me- Intake (l/de)
ngingat Sungai Tabuk juga digunakan sebagai
2 Kapasitas
sumber air baku bagi 2 PDAM lainnya, PDAM 55 80 110 140 170
Bandarmasih dan PDAM Kab. Banjar, maka al- IPA (l/dt)
ternatif I dan II patut juga diperhitungkan untuk 3 Kapasitas
55 80 110 140 170
menyuplai kebutuhan air bersih, mengatasi apa- Distribusi (l/dt)
bila terjadi masalah pada sumber air baku di
4 Kapasitas
Sungai Tabuk. 100 250 500 750 1000
Reservoir (m 3 )

Gambar 4. Alternatif Jalur Transmisi


Kecamatan Alalak

Evaluasi Sistem Penyediaan Air Bersih Ta-


hun 2009-2019
Berdasarkan proyeksi kebutuhan air bersih,
telah dianalisa kebutuhan air bersih yang harus
disediakan pada setiap tahun ke depan. De-
ngan diketahuinya kebutuhan tersebut, maka
dapat dianalisa kapasitas instalasi yang harus Gambar 5. Pengembangan Pipa Distribusi
dipasang untuk mencukupi kebutuhan. Kecamatan Alalak Tahun 2019
Jurnal POROS TEKNIK, Volume 4, No. 1, Juni 2012 : 34 - 40

Gambar 6. Wilayah Pelayanan Tahun 2019


Berdasarkan tabel 2, kapasitas intake ek- Pada tahun 2015 tingkat pelayanan PDAM
sisting 2009, yaitu sebesar 55 liter/detik masih IKK Alalak dapat melayani Desa Pulau Sugara
dapat melayani sampai pada tahun 2010 ka- dan Sei Pitung. Hal ini direncanakan dapat se-
pasitas sebesar 55 l/det tersebut tentunya harus makin meluas dengan mencakup penduduk di
didukung dengan penggunaan pompa intake desa Pulau Sewangi dan Panca Karya pada ta-
yang mampu mengalirkan debit tersebut secara hun 2016. Pada Tahun 2018, cakupan pelayan-
kontinu menuju unit pengolahan. Pemindahan an air bersih diharapkan dapat melayani pendu-
lokasi intake rencana yang baru yang di Desa duk di Desa Pulau Alalak dan Belandean Da-
Sungai Pinang tentunya membuat perubahan lam. Pada akhir tahun perencanaan 2019, ca-
pada pompa intake yang akan digunakan. kupan pelayanan PDAM IKK Alalak direncana-
Pada tahun 2015, dengan semakin mening- kan dapat meliputi seluruh Desa/Kelurahan
katnya rencana cakupan pelayanan, maka ka- yang ada, dengan cara menambah jaringan dis-
pasitas intake yang diperlukan adalah sebesar tribusi untuk kawasan Desa Belandean Muara
110 liter/detik. Kapasitas intake ini diprediksi dan Tanjung Harapan.
diprediksi masih mampu memenuhi kebutuhan
air bersih untuk Kecamatan Alalak sampai ta- 5. PENUTUP
hun 2016. Berdasarkan tabel pada tahun 2019
diusulkan penambahan kapasitas intake sebe- Kesimpulan
sar 60 liter /detik sehingga pada tahun tersebut Debit yang dialirkan oleh PDAM dari sum-
kapasitas menjadi 170 liter/detik. ber harus didesain naik kapasitasnya secara
bertahap untuk bisa memenuhi kebutuhan sam-
Evaluasi Daerah Pelayanan pai sebesar 170 liter/detik sesuai perencanaan
Daerah Pelayanan jaringan distribusi eksis- pada tahun 2019.
ting pada Kecamatan Alalak, hanya meliputi 4 Untuk melayani kebutuhan air bersih yang
desa. Desa / Kelurahan yang telah terjangkau bisa memenuhi syarat secara kualitas dan ku-
oleh jaringan distribusi antara lain Kelurahan antitas dalam jangka panjang, maka dikem-
Handil Bakti, Kelurahan Berangas, Desa Se- bangkan jaringan pipa transmisi baru Ø 500 mm
mangat Dalam dan Desa Sungai Lumbah. Pada sepanjang 15300,6 meter dengan sumber air
tahun 2014 diperkirakan cakupan layanan baku adalah Sungai Martapura, yang berada di
PDAM telah mencakup 10 Desa yang ada di desa Sungai Pinang Kec. Sungai Tabuk Kabu-
Kecamatan Alalak, yaitu Kel. Handil Bakti, paten Banjar.
Berangas, Berangas Barat, Desa Semangat Mengingat Sungai Tabuk juga digunakan
Dalam, Sei Lumbah, Berangas Timur, Sema- sebagai sumber air baku bagi 2 PDAM, PDAM
ngat Bakti, Tatah Mesjid, Beringin dan Sema- Bandarmasih dan PDAM Kab. Banjar, maka al-
ngat Karya. ternatif I dan II patut juga diperhitungkan untuk
menyuplai kebutuhan air bersih, mengatasi apa-
bila terjadi masalah pada sumber air baku di
Sungai Tabuk.

6. DAFTAR PUSTAKA

1. Anonim, (2009), Profil Perusahaan Daerah


Air Minum Kabupaten Barito Kuala 2009.
2. Anonim, (2009), Perusahaan Daerah Air
Minum Kabupaten Barito Kuala. Kondisi Pe-
layanan, Nopember 2009.
3. Anonim. (1987), Buku Utama Sistem Jaring-
an Pipa. DPUD Ditjen Cipta Karya Di-
rektorat Air Bersih.
4. Anonim, (2007), Buku Panduan Pengem-
bangan Air Minum. Direktorat Jenderal
Cipta Karya-Departemen PU.
5. Bappeda Batola, (2003), Rencana Tata
Ruang Wilayah (RTRW) Kab. Barito Kuala.
6. Priyantoro, Dwi. (1991), Hidrolika Saluran
Tertutup. Malang: Fakultas Teknik- Univer-
sitas Brawijaya.
.
₪ JPT © 2012 ₪

40