Anda di halaman 1dari 34

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kurikulum, proses pembelajaran, dan penilaian merupakan komponen penting


dalam program pembelajaran disamping komponen-komponen yang lain. Komponen
tersebut saling terkait antara satu dengan yang lain. Kurikulum berisi Standar
Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang menjadi landasan program pembelajaran.
Proses pembelajaran merupakan upaya untuk mencapai Kompetensi Dasar yang
dirumuskan dalam kurikulum. Sementara itu, kegiatan penilaian dilakukan untuk
mengukur dan menilai tingkat pencapaian Kompetensi Dasar. Penilaian juga
digunakan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam proses pembelajaran,
sehingga dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan, dan perbaikan proses
pembelajaran yang telah dilakukan. Oleh sebab itu kurikulum yang baik dan proses
pembelajaran yang benar perlu di dukung oleh sistem penilaian yang baik, terencana
dan berkesinambungan.

Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional


pasal 58 ayat 1 dinyatakan bahwa, evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh
pendidik untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar peserta didik
secara berkesinambungan. Dengan demikian, pada hakikatnya penilaian terhadap
pembelajaran peserta didik dimulai dan dititikberatkan pada penilaian hasil belajar
oleh pendidik di kelas. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 pasal 63
ayat (1) Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri
atas: a) penilaian hasil belajar oleh pendidik; b) penilaian hasil belajar oleh satuan
pendidikan; dan c) penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. Selanjutnya dalam pasal
64 ayat (1) dijelaskan bahwa, penilaian hasil belajar oleh pendidik sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 63 ayat 1 butir a) dilakukan secara berkesinambungan untuk

1
memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar dalam bentuk ulangan
harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas.

Penilaian hasil belajar oleh pendidik digunakan untuk (a) menilai pencapaian
kompetensi peserta didik; (b) bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar; dan
(c) memperbaiki proses pembelajaran.

Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta
kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui:

a. Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai


perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik;

b. Ujian, ulangan, dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta


didik.

Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
diukur melalui ulangan, penugasan, dan atau bentuk lain yang sesuai dengan
karakteristik materi yang dinilai.

Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui


pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan
afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik.

Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan
dilakukan melalui:

a. Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai


perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik;

b. Ulangan, dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik.

2
Penilaian hasil belajar oleh pendidik tidak dapat dipisahkan dari Standar Kompetensi
dan Kompetensi Dasar yang diajarkan serta metode pembelajaran yang digunakan.
Oleh sebab itu sebelum penilaian dilaksanakan diperlukan kecermatan dalam analisis
kompetensi dasar, pemilihan materi, penyusunan indikator yang representatif
menjabarkan secara utuh tuntutan standar isi, sampai dengan pemilihan dan
penyusunan alat penilaian. Agar guru-guru di lapangan mempunyai gambaran yang
jelas maka disusunlah Pedoman Penilaian untuk Sekolah Dasar.

3
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian

Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk


menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Berdasarkan pada PP. Nomor 19
tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan bahwa penilaian pendidikan pada
jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas:

a. Penilaian hasil belajar oleh pendidik;

b. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan;

c. Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah.

Setiap satuan pendidikan selain melakukan perencanaan dan proses pembelajaran,


juga melakukan penilaian hasil pembelajaran sebagai upaya terlaksananya proses
pembelajaran yang efektif dan efisien.

Berdasarkan pada PP. Nomor 19 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 64


ayat (1) dijelaskan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara
berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar
dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan
ulangan kenaikan kelas. Selanjutnya, ayat (2) menjelaskan bahwa penilaian hasil
belajar oleh pendidik digunakan untuk (a) menilai pencapaian kompetensi peserta
didik; (b) bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar; dan (c) memperbaiki
proses pembelajaran.

Dalam rangka penilaian hasil belajar (rapor) pada semester satu penilaian dapat
dilakukan melalui ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester,

4
dan dilengkapi dengan tugas-tugas lain seperti pekerjaan rumah (PR), proyek,
pengamatan dan produk.

Hasil pengolahan dan analisis nilai tersebut digunakan untuk mengisi nilai rapor
semester satu. Pada semester dua penilaian dilakukan melalui ulangan harian,
ulangan tengah semester, ulangan kenaikan kelas dan dilengkapi dengan tugas-tugas
lain seperti PR, proyek, pengamatan dan produk. Hasil pengolahan dan analisis nilai
tersebut digunakan untuk mengisi nilai rapor pada semester dua.

B. Tujuan dan Fungsi Penilaian Hasil Belajar

1. Tujuan Penilaian Hasil Belajar

a. Tujuan Umum :

1) menilai pencapaian kompetensi peserta didik;

2) memperbaiki proses pembelajaran;

3) sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan belajar siswa.

b. Tujuan Khusus :

1) mengetahui kemajuan dan hasil belajar siswa;

2) mendiagnosis kesulitan belajar;

3) memberikan umpan balik/perbaikan proses belajar mengajar;

4) penentuan kenaikan kelas;

5) memotivasi belajar siswa dengan cara mengenal dan memahami diri dan
merangsang untuk melakukan usaha perbaikan.

5
2. Fungsi Penilaian Hasil Belajar

Fungsi penilaian hasil belajar sebagai berikut.

a. Bahan pertimbangan dalam menentukan kenaikan kelas.

b. Umpan balik dalam perbaikan proses belajar mengajar.

c. Meningkatkan motivasi belajar siswa.

d. Evaluasi diri terhadap kinerja siswa.

C. Prinsip-prinsip Penilaian Hasil Belajar

Dalam melaksanakan penilaian hasil belajar, pendidik perlu memperhatikan


prinsip-prinsip penilaian sebagai berikut:

1. Valid/sahih

Penilaian hasil belajar oleh pendidik harus mengukur pencapaian kompetensi


yang ditetapkan dalam standar isi (standar kompetensi dan kompetensi dasar) dan
standar kompetensi lulusan. Penilaian valid berarti menilai apa yang seharusnya
dinilai dengan menggunakan alat yang sesuai untuk mengukur kompetensi.

2. Objektif

Penilaian hasil belajar peserta didik hendaknya tidak dipengaruhi oleh


subyektivitas penilai, perbedaan latar belakang agama, sosial-ekonomi, budaya,
bahasa, gender, dan hubungan emosional.

6
3. Transparan/terbuka

Penilaian hasil belajar oleh pendidik bersifat terbuka artinya prosedur


penilaian, kriteria penilaian dan dasar pengambilan keputusan terhadap hasil belajar
peserta didik dapat diketahui oleh semua pihak yang berkepentingan.

4. Adil

Penilaian hasil belajar tidak menguntungkan atau merugikan peserta


didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku,
budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.

5. Terpadu

Penilaian hasil belajar oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang
tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.

6. Menyeluruh dan berkesinambungan

Penilaian hasil belajar oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi


dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau
perkembangan kemampuan peserta didik.

7. Bermakna

Penilaian hasil belajar oleh pendidik hendaknya mudah dipahami, mempunyai


arti, bermanfaat, dan dapat ditindaklanjuti oleh semua pihak, terutama guru, peserta
didik, dan orangtua serta masyarakat.

8. Sistematis

Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berencana dan bertahap
dengan mengikuti langkah-langkah baku.

7
9. Akuntabel

Penilaian hasil belajar oleh pendidik dapat dipertanggungjawabkan, baik dari


segi teknik, prosedur, maupun hasilnya.

10. Beracuan kriteria

Penilaian hasil belajar oleh pendidik didasarkan pada ukuran


pencapaian kompetensi yang ditetapkan.

D. Jenis dan Teknik Penilaian Hasil Belajar

1. Jenis Penilaian Hasil belajar

Penilaian hasil belajar dapat diklasifikasi berdasarkan cakupan kompetensi yang


diukur dan sasaran pelaksanaannya.

a. Jenis Penilaian Berdasarkan Cakupan Kompetensi yang Diukur

Sebagaimana dijelaskan dalam PP. Nomor 19 tahun 2005 bahwa penilaian hasil
belajar oleh pendidik terdiri atas ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan
akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas.

1). Ulangan Harian

Ulangan harian merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik secara


periodik untuk menilai/mengukur pencapaian kompetensi setelah menyelesaikan satu
kompetensi dasar (KD) atau lebih. Ulangan Harian merujuk pada indikator dari setiap
KD. Bentuk Ulangan harian selain tertulis dapat juga secara lisan, praktik/perbuatan,
tugas dan produk. Frekuensi dan bentuk ulangan harian dalam satu semester
ditentukan oleh pendidik sesuai dengan keluasan dan kedalaman materi.

8
Sebagai tindak lanjut ulangan harian, yang diperoleh dari hasil tes tertulis,
pengamatan, atau tugas diolah dan dianalisis oleh pendidik. Hal ini dimaksudkan agar
ketuntasan belajar siswa pada setiap kompetensi dasar lebih dini diketahui oleh
pendidik. Dengan demikian ulangan ini dapat diikuti dengan program tindak lanjut
baik remedial atau pengayaan, sehingga perkembangan belajar siswa dapat segera
diketahui sebelum akhir semester.

Dalam rangka memperoleh nilai tiap mata pelajaran selain dengan ulangan
harian dapat dilengkapi dengan tugas-tugas lain seperti PR, proyek, pengamatan
dan produk. Tugas-tugas tersebut dapat didokumentasikan dalam bentuk portofolio.
Ulangan harian ini juga berfungsi sebagai diagnosis terhadap kesulitan belajar siswa.

2). Ulangan Tengah Semester

Ulangan tengah semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik


untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9
minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan tengah semester meliputi seluruh
indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut. Bentuk Ulangan
Tengah Semester selain tertulis dapat juga secara lisan, praktik/perbuatan, tugas dan
produk.

Sebagai tindak lanjut ulangan tengah semester, nilai ulangan tersebut diolah
dan dianalisis oleh pendidik. Hal ini dimaksudkan agar ketuntasan belajar siswa dapat
diketahui sedini mungkin. Dengan demikian ulangan ini dapat diikuti dengan
program tindak lanjut baik remedial atau pengayaan, sehingga kemajuan belajar siswa
dapat diketahui sebelum akhir semester.

3). Ulangan Akhir Semester

Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk
mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester satu. Cakupan
ulangan akhir semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua

9
KD pada semester satu. Ulangan akhir semester dapat berbentuk tes tertulis, lisan,
praktik/perbuatan pengamatan, tugas, produk.

Sebagai tindak lanjut ulangan akhir semester adalah mengolah dan


menganalisis nilai ulangan akhir semester. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui
ketuntasan belajar siswa. Dengan demikian ulangan ini dapat diikuti dengan program
tindak lanjut baik remedial atau pengayaan, sehingga kemajuan belajar siswa dapat
diketahui sebelum akhir tahun pelajaran.

4). Ulangan Kenaikan Kelas

Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di


akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir
semester genap. Cakupan ulangan kenaikan kelas meliputi seluruh indikator yang
merepresentasikan KD pada semester tersebut. Ulangan kenaikan kelas dapat
berbentuk tes tertulis, lisan, praktik/perbuatan, pengamatan, tugas dan produk.

Sebagai tindak lanjut ulangan kenaikan kelas adalah mengolah dan


menganalisis nilai ulangan kenaikan kelas. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui
ketuntasan belajar siswa. Dengan demikian ulangan ini dapat diikuti dengan program
tindak lanjut baik remedial atau pengayaan, sehingga kemajuan belajar siswa untuk
hal-hal yang bersifat esensial dapat diketahui sedini mungkin sebelum menamatkan
sekolah.

b. Jenis Penilaian Berdasarkan Sasaran

Berdasarkan sasarannya, penilaian hasil belajar dapat diklasifikasi atas penilaian


individual dan penilaian kelompok.

1. Penilaian individual

10
Penilaian individual adalah penilaian yang dilakukan untuk menilai
pencapaian kompetensi atau hasil belajar secara perorangan. Penilaian individual
perlu memperhatikan nilai universal seperti: disiplin, jujur, tekun, cermat, teliti,
tanggungjawab, rendah hati, sportif, etos kerja, toleran, sederhana, bebas, antusias,
kreatif, inisiatif, tanggap dan peduli dan lain-lain.

2. Penilaian kelompok

Penilaian kelompok adalah penilaian yang dilakukan untuk menilai


pencapaian kompetensi atau hasil belajar secara kelompok. Penilaian kelompok perlu
memperhatikan nilai universal seperti: kerjasama, menghargai pendapat orang lain,
kedamaian, cinta dan kasih sayang, toleran, dan lain-lain.

2. Teknik Penilaian

Penilaian hasil belajar dapat menggunakan berbagai teknik penilaian sesuai


dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai. Ditinjau dari tekniknya, penilaian
dibagi menjadi dua yaitu tes dan non tes.

a. Teknik Tes

Teknik tes merupakan teknik yang digunakan melaksanakan tes berupa pertanyaan
yang harus dijawab, pertanyaan yang harus ditanggapi atau tugas yang harus
dilaksanakan oleh orang yang di tes. Dalam hal tes hasil belajar yang hendak diukur
adalah kemampuan peserta didik dalam menguasai pelajaran yang disampaikan
meliputi aspek pengetahuan dan keterampilan.

Berdasarkan alat pelaksanaannya secara garis besar alat penilaian dengan teknik
tes dapat dikelompokkan sebagai berikut :

1). Tes Tertulis

11
Tes tertulis adalah suatu teknik penilaian yang menuntut jawaban secara
tertulis, baik berupa pilihan maupun isian. Tes tertulis dapat digunakan pada
ulangan harian atau ulangan tengah dan akhir semester atau ulangan kenaikan kelas.
Tes tertulis dapat berbentuk pilihan ganda, menjodohkan, benar-salah, isian singkat,
atau uraian (essay).

Contoh-contoh tes tertulis sebagai berikut.

1) Pilihan ganda (Ilmu Pengetahuan Alam kelas IV)

Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan terjadinya perubahan wujud cair > padat > cair
; cair > gas > cair; padat > gas.

Indikator : mendeskripsikanb proses perubahan wujud dari padat ke cair


atau sebaliknya.

Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c atau d di depan jawaban yang benar!

Air didinginkan sampai di bawah 0˚ Celcius akan ….

a. mengembun

b. mendidih

c. membeku

d. menguap

2) Pilihan ganda (Pendidikan Kewarganegaraan kelas IV/2)

Kompetensi Dasar : Mengenal lembaga-lembaga negara dalam susunan pemerintahan


tingkat Pusat seperti MPR, DPR, Presiden, MA, MK dan BPK

Indikator : Menjelaskan tugas BPK.

12
Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c atau d di depan jawaban yang benar!

Pemeriksa Keuangan Negara dilakukan oleh lembaga ….

a. Dewan Perwakilan Rakyat

b. Badan Pemeriksa Keuangan

c. Mahkamah Agung

d. Mahkamah Konstitusi

3) Menjodohkan (Ilmu Pengetahuan Alam)

Kompetensi Dasar: Menjelaskan cara makhluk hidup menyesuaikan diri dengan


lingkungan atau melindungi diri dari musuhnya.

>Pasangkan pernyataan pada lajur kiri dengan huruf di depan jawaban pada kotak
sebelah kanan, sehingga menjadi pasangan yang sesuai dan benar!

No Pernyataan Jawaban Pilihan Jawaban


a. mengeluarkan bau

1. Cara beladiri kerbau b. menanduk

c. merubah warna kulit


2. Cara beladiri cicak
d. memutuskan ekor

3. Cara beladiri bunglon

13
4) Bentuk Isian (contoh Pendidikan Kewarganegaraan kelas V/1 )

Kompetensi Dasar : Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik


Indonesia

Indikator : Menjelaskan bahwa Negara Kesatuan Republik

Indonesia merupakan Negara maritim.

>Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!

Contoh Negara Indonesia mempunyai wilayah lautan yang lebih luas sehingga
disebut negara ....

5) Bentuk Uraian (contoh Pendidikan Kewarganegaraan kelas VI/1)

Kompetensi Dasar : Menjelaskan proses Pemilu dan Pilkada

Indikator : Menyebutkan syarat-syarat sebagai pemilih dalam Pemilu

>Kerjakanlah soal-soal di bawah ini sesuai perintah!

Tuliskan empat syarat sebagai pemilih dalam Pemilu!

2). Tes Lisan

Tes lisan adalah teknik penilaian hasil belajar yang pertanyaan dan
jawabannya atau pernyataannya atau tanggapannya disampaikan dalam bentuk lisan
dan spontan. Tes jenis ini memerlukan daftar pertanyaan dan pedoman pensekoran.

14
3). Tes Praktik/Perbuatan

Tes praktik/perbuatan adalah teknik penilaian hasil belajar yang menuntut


peserta didik mendemontrasikan kemahirannya atau menampilkan hasil belajarnya
dalam bentuk unjuk kerja. Tes praktik/perbuatan dapat berupa tes identifikasi, tes
simulasi dan tes petik kerja. Tes identifikasi dilakukan untuk mengukur kemahiran
mengidentifikasi sesuatu hal berdasarkan fenomena yang ditangkap melalui alat
indera. Tes simulasi digunakan .untuk mengukur kemahiran bersimulasi
memperagakan suatu tindakan. Tes petik kerja digunakan untuk mengukur kemahiran
mendemonstrasikan pekerjaan yang sesungguhnya.

Contoh tes praktik/perbuatan dapat berupa kegiatan tes untuk mengukur


kemahiran berpidato, menari, menyanyi, melukis, menggambar, berolahraga,
bercerita, membaca puisi, menulis dan lain-lain. Tes kinerja diukur dengan
menggunakan bentuk instrumen lembar observasi.

Contoh format tes praktik/perbuatan sebagai berikut :

Lembar tes praktik/perbuatan

Indikator: Kemampuan membaca puisi


Tanggal :..........................................

Aspek yang dinilai


Jumlah
No. Nama Penghayatan Pelafalan & Intonasi Penampilan Rata-rata
skor

Rentan Nilai 0-40 0-40 0-40

15
Keterangan :

Kolom 1, Nomor = Nomor urut siswa

Kolom 2, Nama = Nama siswa

Kolom 3, Penghayatan = Penghayatan isi puisi yang dibaca (


mimik gerak tangan, gerak tubuh )

Kolom 4, pelafalan dan pengintonasian = Penggunaan lafal dan intonasi

Kolom 5, Penampilan = Kostum, sopan santun, penggunaan


peraga.

Kolom 6, Jumlah Skor = Merupakan jumlah dari kolom 3,


4 dan 5

Kolom 7, Rata-rata Skor = Merupakan hasil rata-rata dari


jumlah skor dibagi aspek yang dinilai.

b. Teknik Nontes

Teknik nontes merupakan teknik penilaian untuk memperoleh gambaran terutama


mengenai karakteristik, sikap, atau kepribadian. Selama ini teknik nontes kurang
digunakan dibandingkan teknis tes. Dalam proses pembelajaran pada umumnya
kegiatan penilaian mengutamakan teknik tes. Hal ini dikarenakan lebih berperannya
aspek pengetahuan dan keterampilan dalam pengambilan keputusan yang dilakukan
guru pada saat menentukan siswa. Seiring dengan berlakunya kurikulum tingkat
satuan pendidikan (KTSP) yang didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi
dasar maka teknik penilaian harus disesuaikan dengan:

16
- kompetensi yang diukur;

- aspek yang akan diukur, pengetahuan, keterampilan atau sikap;

- kemampuan siswa yang akan diukur;

- sarana dan prasarana yang ada.

Teknik penilaian nontes dapat dikelompokkan sebagai berikut:

1). Pengamatan/observasi

Pengamatan/observasi adalah teknik penilaian yang dilakukan oleh pendidik


dengan menggunakan indera secara langsung. Observasi dilakukan dengan cara
menggunakan instrumen yang sudah dirancang sebelumnya.

Contoh aspek yang diamati pada pelajaran Matematika:

· ketelitian;

· kecepatan kerja;

· kerjasama;

· kejujuran.

Contoh aspek yang diamati pada pelajaran Bahasa Indonesia

· kerapian dan kebenaran tulisan;

· kesantunan berbahasa;

· kecermatan berbahasa.

Contoh aspek yang diamati pada pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan;

· kedisiplinan;

17
· tanggung jawab;

· kerjasama;

· inisiatif;

· toleransi;

· kebersihan dan kerapihan.

2). Penugasan

Penilaian dengan penugasan adalah suatu teknik penilaian yang menuntut


peserta didik melakukan kegiatan tertentu di luar kegiatan pembelajaran di kelas.
Penilaian dengan penugasan dapat diberikan dalam bentuk individual atau
kelompok. Penilaian dengan penugasan dapat berupa tugas atau proyek.

Tugas

Tugas adalah kegiatan yang dilakukan oleh siswa secara terstruktur di luar
kegiatan kelas, misalnya tugas membuat ringkasan cerita, menulis puisi, menulis
cerita, mengamati suatu obyek, dan lain-lain. Hasil pelaksanaan tugas ini bisa berupa
hasil karya, seperti: karya puisi, cerita; bisa pula berupa laporan, seperti: laporan
pengamatan.

Pelaksanaan pemberian tugas perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1) Banyaknya tugas setiap mata pelajaran diusahakan agar tidak memberatkan


siswa karena memerlukan waktu untuk istirahat, bermain, belajar mata pelajaran lain,
bersosialisasi dengan teman, dan lingkungan sosial lainnya.

2) Jenis dan materi pemberigan tugas harus didasarkan kepada tujuan


pembemberian tugas yaitu untuk melatih siswa menerapkan atau menggunakan hasil
pembelajarannya dan memperkaya wawasan pengetahuannya. Materi tugas dipilih

18
yang esensial sehingga siswa dapat mengembangkan keterampilan hidup yang sesuai
dengan bakat, minat, kemampuan, perkembangan, dan lingkungannya.

3) Diupayakan pemberian tuga dapat mengembangkan kreatifitas dan rasa


tanggung jawab serta kemandirian.

3). Proyek

Proyek adalah suatu tugas yang melibatkan kegiatan perancangan,


pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu.

Contoh proyek antara lain: melakukan pengamatan pertumbuhan dan


perkembangan tanaman, percobaan foto sintesis tumbuhan dan perkembangan
tanaman, mengukur tinggi pohon dan lebar sungai menggunakan klinometer.

Contoh keterampilan yang dinilai dalam pelaksanaan suatu proyek

1. Tahap Persiapan : kemampuan membuat perencanaan,

merancang kegiatan, dan mengembangkan suatu ide.

2. Tahap Produksi : kemampuan memilih dan menggunakan bahan,

peralatan, dan langkah-langkah kerja.

3. Tahap Pelaporan : kemampuan melaporkan hasil pelaksanaan proyek,

kendala yang dihadapi, kelengkapan dan keruntutan

laporan.

No. Nama Persiapan Pelaksanaan Pelaporan Nilai Akhir

0 – 20 0 – 40 0 – 40

19
1. Mirna Sari Dewi 18 35 37 80

4). Produk

Penilaian produk adalah suatu penilaian terhadap keterampilan menghasilkan


suatu produk dalam waktu tertentu sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan baik
dari segi proses maupun hasil akhir.

Tahap-tahap penilaian produk

1) Tahap Persiapan, meliputi: penilaian terhadap kemampuan peserta didik dalam


hal merencanakan, menggali dan mengembangkan gagasan serta mendesain produk

2) Tahap Pembuatan, meliputi: penilaian terhadap kemampuan peserta didik dalam


menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik

3) Tahap Hasil, meliputi penilaian terhadap kemampuan peserta didik membuat


produk sesuai kegunaan dan kriteria yang telah ditentukan

Contoh Produk Pendidikan Kewarganegaraan (Kelas V/1)

Kompetensi Dasar : Memberikan contoh peraturan perundang-undangan tingkat


pusat dan daerah, seperti pajak, anti korupsi, lalu lintas,
larangan merokok.

Indikator : Membuat rambu lalu lintas -

Tugas : Siswa dibentuk dalam kelompok, setiap kelompok lima orang.


Kelompok bertugas untuk membuat sebuah produk salah satu rambu lalu lintas

(1) Tahap Persiapan

20
a. Kelompok menyediakan alat-alat untuk membuat rambu lalu lintas misal
kertas, triplek, kayu, lem, cat, pewarna, penggaris, dan sebagainya.

b. Kelompok membagi tugas sesuai rencana memproduk rambu lalu lintas (semua
anggota kelompok mempunyai beban tugas masing-masing)

(2) Tahap pembuatan

a. Masing-masing anggota kelompok mengerjakan tugasnya

b. Menggabungkan hasil kerja individu untuk menjadi sebuah produk rambu lalu
lintas

c. Merapikan, memperindah hasil produk rambu lalu lintas.

(3) Tahap pemajangan

a. Mempresentasikan proses produk rambu lalu lintas

b. Menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang proses produksi

c. Memajang produk di kelas

No. Nama Persiapan Produksi Pemajangan Nilai Akhir

0 – 20 0 – 50 0 – 30
1. Kelompok 15 45 30 90
I
2. 20 50 30 100
Kelompok
II

21
E. PENGOLAHAN, ANALISIS DAN PELAPORAN HASIL BELAJAR

1. Pengolahan Hasil Belajar

Contoh pengolahan hasil belajar yang diperoleh dari ulangan harian, sebagai berikut:

1. Nilai ulangan harian diperoleh dari hasil tes lisan atau tertulis dan dari
pengamatan atau tes praktik/perbuatan.

2. Hasil Ulangan harian yang diperoleh dari tes lisan, tertulis, dan tes
praktik/perbuatan, setelah dikoreksi perlu diberi nilai (skor) 1-100 dengan diberi
catatan dan komentar.

3. Cara menghitung nilai tes tertulis dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.

a. Pilihan Ganda, setiap soal diberi skor 1

b. Menjodohkan, setiap soal diberi skor 1

c. Isian, setiap soal diberi skor 2

d. Uraian, setiap soal diberi skor sesuai bobot soal. (Pada contoh di bawah ini,
skor soal uraian ditetapkan 3)

Contoh hasil pekerjaan tes Ali dalam mata pelajaran IPS sebagai berikut.

No Bentuk Soal Jumlah skor Skor Skor Keterangan


Soal Maksimal Perolehan
1 Pilihan 25 1 25 15
Ganda

22
2 Menjodohkan 10 1 10 8
3 Isian 10 2 20 12
4 Uraian 5 3 15 12
Jumlah 70 47

2. Analisis Penilaian Hasil Belajar

Hasil penilaian belajar dianalisis untuk mendapatkan umpan balik tentang


berbagai komponen dalam proses pembelajaran. Analisis hasil penilaian dilakukan
dengan memperhatikan nilai yang diperoleh siswa pada ulangan harian (tes tertulis,
lisan, praktik/perbuatan dan sikap, tugas, produk), ulangan tengah semester(tes
tertulis, lisan, praktik/perbuatan dan sikap, tugas dan produk), ulangan akhir
semester (tes tertulis, lisan, praktik/perbuatan dan sikap, tugas dan produk), dan
ulangan kenaikan kelas (tes tertulis, lisan, praktik/perbuatan dan sikap, tugas dan
pruduk).

Analisis untuk ulangan harian dan tengah semester ditekankan untuk


memperoleh informasi tentang latar belakang dan faktor penyebab mengapa siswa
memperoleh nilai kurang. Bagi anak yang memperoleh nilai kurang dari batas nilai
minimal ketuntasan belajar akan diberi remedial, sedang bagi anak yang nilainya
telah mencapai batas ketuntasan akan diberikan pengayaan.

Analisis untuk ulangan akhir semester, ulangan harian dan tengah semester
untuk menentukan nilai di rapor semester satu. Sedangkan analisis ulangan kenaikan
kelas, nilai ulangan harian, dan tengah semester dipergunakan untuk menentukan
nilai rapor semester dua dan kenaikan kelas. Selain itu analisis dilakukan untuk
mengetahui ketuntasan belajar.

23
3. Langkah-langkah menentukan KKM

Menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan mempertimbangkan


tingkat kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas kompetensi, serta
kemampuan sumber daya pendukung meliputi warga sekolah, sarana dan prasarana
dalam penyelenggaraan pembelajaran. Satuan pendidikan diharapkan meningkatkan
kriteria ketuntasan belajar secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan
ideal.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menentukan KKM adalah sebagai berikut:

1. Hitung jumlah Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran setiap kelas!

2. Tentukan kekuatan/nilai untuk setiap aspek/komponen, sesuaikan dengan


kemampuan masing-masing aspek:

a. Aspek Kompleksitas:

Semakin komplek (sukar) KD maka nilainya semakin rendah tetapi semakin


mudah KD maka nilainya semakin tinggi.

b. Aspek Sumber Daya Pendukung

Semakin tinggi sumber daya pendukung maka nilainya semakin tinggi.

c. Aspek intake

Semakin tinggi kemampuan awal siswa (intake) maka nilainya semakin tinggi.

3. Jumlahkan nilai setiap komponen, selanjutnya dibagi 3 untuk menentukan KKM


setiap KD!

4. Jumlahkan seluruh KKM KD, selanjutnya dibagi dengan jumlah KD untuk


menentukan KKM mata pelajaran!

24
5. KKM setiap mata pelajaran pada setiap kelas tidak sama tergantung pada
kompleksitas KD, daya dukung, dan potensi siswa.

CONTOH

MATA PELAJARAN : IPS

KELAS : IV

Jumlah KD 10

STANDAR KOMPETENSI KOMPLEK SUMBER DAYA INT KETU


KOMPETEN DASAR SITAS PENDUKUNG AK NTAS
SI Pendidik Sarana E AN KD
*)
Prasara (PO (%)
na**) TE
NSI

SIS-
WA
)
40 -100 40-100 40-100 40-
100
1. Memaham Membaca 80 70 70 60 70
i sejarah, peta lingkungan
kenampakan setempat
alam, dan (kabupaten/kota,
keragaman provinsi) dengan
suku bangsa menggunakan
di lingkungan skala sederhana
kabupaten/ Mendeskrips 70 70 70 60 66
ikan
kota dan kenampakan
provinsi alam di
lingkungan
kabupaten/kota
dan provinsi
serta
hubungannya
dengan
keragaman
sosial dan

25
budaya
Menunjukka 60 70 70 60 63
n jenis dan
persebaran
sumber daya
alam serta
pemanfaatan-nya
untuk kegiatan
ekonomi di
lingkungan
setempat
Menghargai 70 80 70 70 72
keragaman suku
bangsa dan
budaya setempat
(kabupaten/kota,
provinsi)
Menghargai 70 80 70 70 72
berbagai
peninggalan
sejarah di
lingkungan
setempat
(kabupaten/kota,
provinsi) dan
menjaga
kelestariannya
Meneladani 60 80 70 60 67
kepahlawanan
dan patriotisme
tokoh-tokoh di
lingkungannya
2. Mengenal 2.1. 80 80 70 70 75
sumber daya Mengenal penti
alam, kegiatan ngnya koperasi
ekonomi, dan dalam
kemajuan meningkatkan
teknologi di Mengenal
lingkungan aktivitas
kabupaten/ ekonomi yang
berkaitan dengan
kota sumber daya
dan provinsi alam dan potensi
lain di daerahnya

26
2.2. Mengenal 80 80 70 70 75
pentingnya
koperasi dalam
meningkatkan
kesejahteraan
masyarakat
2.3. Mengenal 70 70 70 70 70
perkembang an
teknologi
produksi,
komunikasi, dan
transportasi serta
pengalaman
menggunakanny
2.4. Mengenal 60 70 70 60 65
permasalahan
sosial di
daerahnya
Jumlah 10 KD 695
KKM IPS Kelas IV 695 : 10 = 69,5

Keterangan

*) Pendidik : Evaluasi terhadap kemampuan diri sendiri

**) Sarana prasarana : Alat Peraga, Media, Buku Teks, lingkungan

Rentang nilai antara 40 – 100, merupakan nilai yang dapat ditentukan oleh sekolah
untuk menentukan berapa besar kekuatan untuk masing-masing aspek/komponen.

Rentang Nilai:

80-100 : Tinggi

60-79 : Sedang

40-59 : Rendah

27
4. Tindak Lanjut

Tindak lanjut diberikan sebagai suatu tindakan terhadap analisis hasil


penilaian Tindak lanjut yang diberikan antara lain melalui remedial, dan pengayaan.
Contoh, jika kriteria minimal ketuntasan belajar yang ditetapkan oleh sekolah untuk
mata pelajaran tertentu 75%, maka siswa yang pencapaian kompetensinya kurang dari
75%, perlu mendapatkan remedial untuk indikator-indikator yang belum dikuasai.
Sebaliknya bila seorang anak sudah mencapai kompetensi 75%, maka anak tersebut
perlu mendapatkan pengayaan.

Tindak lanjut remedial dan pengayaan dilakukan atas dasar analisis hasil
evaluasi perorangan. Pendidik juga perlu melakukan analisis pencapaian kompetensi
kelas, dan menemukan sebab-sebab yang mempengaruhi ketidaktercapaian
ketuntasan minimal yang telah ditetapkan. Misalnya, kurangnya jam belajar yang
tersedia, kurangnya sarana prasarana, suasana belajar yang kurang kondusif dan
sebagainya yang bisa ditindaklanjuti dengan kebijakan sekolah maupun pemerintah
daerah.

5. Unsur Penilaian Hasil Belajar

Hasil dari setiap kegiatan penilaian hasil belajar dicantumkan dalam buku daftar
nilai.

Unsur penilaian hasil belajar yang dicantumkan dalam buku daftar nilai adalah
sebagai berikut:

a. Ulangan Harian

b. Ulangan Tengah Semester

c. Tugas (seperti Penugasan, produk, pengamatan)

d. Ulangan Akhir Semester

28
e. Ulangan Kenaikan Kelas

6. Pembulatan Nilai Akhir.

Penulisan nilai pada rapor diisi angka skala 100 tanpa desimal.

Contoh: 75

Aturan pembulatan sebagai berikut:

a. Apabila kurang dari 0,5 dibulatkan ke bawah,

contoh: 66,45 dibulatkan menjadi 66.

b. Apabila 0,5 atau lebih dibulatkan ke atas,

contoh: 75,5 dibulatkan menjadi 76.

75,6 dibulatkan menjadi 76.

Contoh Pengolahan nilai Rapor

Semester I

Bentuk/Jenis Tulis Lisan Praktik/ Rata-rata

perbuatan
Ulangan harian HT1: 80 75 HL1: 60 60 HP1: 65 65 67
HT2: 75 HL2: 60 HP2: -
HT3: 70 HL3: - HP3: -
UTS TS: 70 TL: 60 TP: 60 63
UAS AS: 65 AL: - AP: 70 68
Tugas P1: 70 68 68

29
P2: 75
P3: 60
Nilai Rapor

Nilai rapor Semester I dibulatkan menjadi: 67.

Keterangan:

HT : Nilai ulangan harian dalam bentuk tes tulis

HL : Nilai ulangan harian dalam bentuk tes lisan

HP : Nilai ulangan harian dalam bentuk tes praktik/perbuatan.

TS : Nilai ulangan tengah semester (UTS) dalam bentuk tes tulis

TL : Nilai ulangan tengah semester (UTS) dalam bentuk tes lisan

TP : Nilai ulangan tengah semester (UTS) dalam bentuk tes praktik/perbuatan.

AS : Nilai ulangan akhir semester (UAS) dalam bentuk tes tulis

AL : Nilai ulangan akhir semester (UAS) dalam bentuk tes lisan

AP : Nilai ulangan akhir semester (UAS) dalam bentuk tes praktik/perbuatan.

P : Nilai tugas (dapat diperoleh dari nilai penugasan, pengamatan atau produk)

Pengolahan nilai Rapor

Semester II

Bentuk/Jenis Tulis Lisan Praktik/ Rata-rata

perbuatan

30
Ulangan harian HT1: 80 72 HL1: 80 75 HP1: 65 65 71
HT2: 60 HL2: 70 HP2: -
HT3: 75 HL3: - HP3: -
UTS TS: 70 TL: 75 TP: 60 68
UKK AS: 75 AL: 70 AP: 75 73
Tugas P1: 70 70 70
P2: 75
P3: 65
Nilai Rapor

Nilai rapor dibulatkan menjadi: 71.

Pendidik dapat melakukan pembobotan pada jenis ulangan atau tugas tertentu.
Misalnya memberikan bobot 2 pada UAS atau memberikan bobot 2 pada UKK ,
maka formulasi penilaian di atas menjadi:

Nilai rapor semester I:

Nilai ini dibulatkan menjadi: 67.

Nilai rapor semester 2:

Nilai ini dibulatkan menjadi: 71.

Catatan :

Langkah-langkah pengolahan nilai yang menggambarkan kompetensi masing-masing


mata pelajaran dilaksanakan dengan prinsip tertib, transparan, dan akuntabel dengan
mempertimbangkan unsur-unsur penilaian di atas. Sehingga nilai yang dicantumkan
dalam rapor menggambarkan realitas penguasaan kompetensi.

31
7. Kriteria Kenaikan Kelas

Siswa dinyatakan naik kelas ke tingkat di atasnya bila memenuhi persyaratan


sebagai berikut:

1. Jumlah mata pelajaran yang belum tuntas tidak boleh lebih dari 25% dari
jumlah mata pelajaran yang diajarkan di kelasnya masing-masing.
2. Memiliki nilai minimal baik pada aspek kepribadian
3. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran pada dua semester pada kelas
yang diikuti.

CATATAN:

Sekolah dapat menetapkan kriteria kenaikan kelas dengan jumlah mata pelajaran
yang belum tuntas lebih dari 25 % atau kurang dari 25%, atas pertimbangan tertentu.

32
BAB VI

PENUTUP

Penilaian merupakan bagian penting dari sistem pembelajaran di sekolah.


Penilaian merupakan suatu alat ukur untuk mengumpulkan berbagai informasi secara
berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil belajar mengajar yang
telah dilaksanakan.

Penilaian hasil belajar siswa yang dilakukan pendidik dapat dijadikan umpan
balik proses pembelajaran baik bagi pendidik untuk memperbaiki cara dan strategi
mengajar maupun bagi siswa untuk memperbaiki cara belajar.

Penilaian yang dilakukan oleh guru harus memperhatikan kompetensi yang


diukur, metode pembelajaran yang digunakan, sarana prasarana yang tersedia serta
kemampuan siswa. Selain itu teknik penilaian manapun yang digunakan guru perlu
diinformasikan secara terbuka baik kepada siswa maupun orang tua siswa.

Hasil analisis penilaian bahkan dapat pula digunakan sebagai masukan bagi
peningkatan mutu pendidikan secara umum oleh pengambil keputusan termasuk
kepala sekolah, dinas pendidikan dan komite sekolah. Sehingga dapat dilakukan
perencanaan program pembelajaran selanjutnya yang lebih baik.

33
DAFTAR PUSTAKA

Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah


Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Tingkat SD/MI

https://simpelpas.wordpress.com/2012/12/.../mekanisme-pelaksanaan-ulangan-dan-
ujian-ktsp

Peraturan Mendiknas No. 22, 23, 24 Tahun 2006 dan No. 6 Tahun 2007

Pedoman Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di SD


Standar Kompetensi Lulusan SD

34