Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

LATIHAN SENAM PELVIC PADA PESERTA DENGAN


“INKONTINENSIA URINE ”

Dosen Pengampu : Ns. Priyanto, M.Kep., Sp.KMB

Oleh:

Ni Komang Suarni

010114A077

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NGUDI WALUYO UNGARAN

TAHUN AJARAN 2016


SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topic : Inkontinensia
Sub topic : Senam Pelcic
Waktu : 30 menit
Hari/Tanggal : Rabu/ 15 Juni 2016
Tempat : Aula Kampus Stikes Ngudi Waluyo
Sasaran : Peserta dengan Inkontinensia Urine

A. Tujuan:

1. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan selama 1x30 menit di harapkan peserta dengan
inkontinensia mampu memahami tentang latihan senan velpic
2. Tujuan Khusus
Setelah dierikan penyuluhan 1x30 menit pendidikan kesehatan di harapkan
peserta mampu :
a. Menjelaskan Pengertian senam pelvic.
b. Mnenjelsakn Tujuan dari senam pelvic.
c. Menjelaksna Manfaat dari senam pelvic.
d. Menjelaskan Langkah-langkah senam pelvic
e. Menjelaskan factor pendukung senam kegel dengan benar.
B. .Kegiatan Belajar Mengajar

Tahap Keg.Penyuluhaan Keg.Peserta Media/Alat Waktu


Pengajar

Pendahuluan 1. Mengucapkan 1. Mejawab salam Leaflet dan 5


salam Laptop/Lcd menit
2. Memperkenalkan 2. Mendengarkan
Diri dan
memperhatikan
3. Mengali 3. Menjawab
Pengetahuan pertanyaan
peserta tentag
senam velpic
4. Menjekaskan 4. Mendengarkan
tujuan dan
memperhatikan
5. Membuat kontrak 5. Menyetujui
waktu kontrak waktu
Penyajian 11.Menjelaskan tentang 1. Mendengarka 20
dan menit
a. .Pengertian, Tujuan ,
memperhatika
dan Manfaat dari
n
Senam Pelvic
b. Mengajarkan Cara
melakukan Senam
Pelvic

2.Memberikan kesempatan 2. .Aktif


bertanya bertanya

3.Menjawab pertanyaan
3. Mendengarkan
peserta
Penutup 1. Menyimpulkan 1. Mendengarkn 5
materi dan menit
2. Mengevaluasi peserta memperhatika
atas penjelasan yang n
disampaikan dan 2. Menjawab
penyuluh pertanyaan
menanyakan materi yang
yang disuluh diberikan
3. Menutup acara 3. Menjawab
pemelajaran salam

C. Materi (Terlampir)

D Media
1. Leaflet
2. Flip Chart

D. Metode

Dalam promosi kesehatan ini metode yang digunakan adalah:

1 Ceramah
2 Diskusi
E. Setting Tempat

Ns. Priyanto, M.Kep., Sp.KMB

Keterangan:

Penyaji :

Peserta :

Observer :

Fasilitator :

F Evaluasi

a. Evaluasi Struktur
1. Satuan pengajar sudah siap satu hari sebelum dilaksanakannya kegiatan
2. Alat dan tempat siap sebelum kegiatan dilaksanakan.
3. Struktur organisasi atau pembagian peran sudah dibentuk sebelum
kegiatan dilaksanakan.
4. Penyuluh sudah siap sebelum kegiatan dilaksanakan.
b. Evaluasi Proses
1. Alat dan tempat bisa digunakan sesuai rencana
2. Masyarakat mau atau bersedia untuk melakukan kegiatan yang telah
direncanakan

c. Evaluasi Hasil
1. Peserta mampu menyebutkan pengertian, tujuan dan manfaatnya dari senam
pelvic
2. Peserta mampu melakukan senam pelvic
LAMPIRAN MATERI

A. Pengertian Senam Pelvic


Senam Kegel adalah suatu latihan otot dasar panggul Puboccoccygeus (pc )
atau pelvic floor muscle yang semula dipergunakan untuk terapi pada wanita dan
pria untuk mengembalikan fungsi sepenuhnya sesegera mungkin dan membantu
mencegah masalah atau prolaps urine jangka panjang.
B. Tujuan Latihan SenamPelvic
1. Latihan kegel dapat menguatkan otot-otot yang mengontrol alur dari urin. Pada
umumnya disarankan bagi pria atau wanita yang memiliki masalah
inkontinensia urin
2. Untuk wanita dapat mencegah prolaps uteri
3. Pada pria kegel berguna untuk mengatasi urge incontinence yaitu keinginan
berkemih yang sangat kuat sehingga tidak dapat mencapai toilet tepat pada
waktunya.
4. Pria juga dapat meningkatkan kemampuan mengontrol dan mengatasi ejakulasi
dini serta ereksi lebih lama.
C. Langkah-langkah Latihan Senam Pelvic
a. Latihan I
- Instruksikan klien untuk berkonsentrasi pada otot panggul.
- Minta klien berupaya untuk menghentikan aliran urine selama berkemih
dan kemudian memulainya kembali. Apabila klien masih terpasang
kateter, latihan dapat dilakukan dengan memberi klem pada selang urine
bag sehingga urine tertahan pada kandung kemih, didiamkan beberapa
lama, lalu dilepas jika kandung kemih sudah terasa penuh.
- Praktekan setiap kali berkemih.

Rasional : membantu klien untuk merasakan otot-otot anterior pada dasar


panggul dan mengajarkan teknik pengontrolan.

b. Latihan II
- Minta klien mengambil posisi duduk atau berdiri.
- Instruksikan klien untuk mengencangkan otot-otot di sekitar anus.

Rasional: membantu klien merasakan otot-otot posterior pada dasar panggul.


c. Latihan III
- Minta klien mengencangkan otot di bagian posterior dan kemudian
kontraksikan otot anterior secara perlahan sampai hitungan ke empat
- Kemudian minta klien merelaksasikan otot-otot secara keseluruhan.
- Ulangi latihan 4x/jam saat terbangun dari tidur selama 3 bulan.

Rasional: Meningkatkan pengontrolan otot panggul dan membantu relaksasi sfingter


selama berkemih

d. Latihan IV
- Apabila memungkinkan, ajarkan klien melakukan sit-ups yang
dimodifikasi (lutut ditekuk).

Rasional: Menguatkan otot-otot abdomen untuk pengontrolan kandung kemih.

 Langkah tersebut juga dapat dilakukan seperti berikut :


a. Pemanasan.

Kendurkan otot-otol perut, bokong dan paha atas se-rilek mungkin.


Untuk memastikan otot-otot tersebut rilek, letakkan kedua tangan di
atas perut. Jika perut tidak ikut bergerak ketika otot-otot dasar panggul
(PC) dikontraksi, berarti gerakan Anda benar.

b. Kontraksi.

Kontraksikan otot-otot PC Anda dengan menarik ke dalam dan keras


sekitar vagina, anus dan saluran kencing (uretra) seperti menahan air
seni. Tujuannya untuk menemukan letak otot PC. Untuk mudahnya
dapat melakukan latihan berikut: Ketika Anda ingin buang air kecil,
tahanlah aliran air seni, lalu lepaskan kembali. Lakukan beberapa kali
sehingga bisa merasakan benar letak otot PC lersebut.

c. Ulangan.

Setelah Anda mampu melakukan, mulailah berlatih sebanyak 10 kali


ulangan. Setiap kali kontraksi, tahan selama tiga hitungan. Kemudian
secara perlahan naikkan hitungan kontraksinya hingga Anda bisa
menahan selama 10-15 hitungan, dengan istirahat selama 10 detik
diantaranya. Jumlah optimum kira-kira 50-100 kali sepanjang hari, pagi,
siang, sore dan malam.

d. Variasi.

Lakukan variasi untuk menghindari kebosanan dengan munggabungkan


latihan otot-otot PC dengan latihan pengencangan otot-otot lain di
sekitarnya, yaitu otot-otot perut, paha atas, dan otot bokong, dalam
posisi berdiri, duduk atau berbaring.

e. Catatan.
Latihan Kegel dengan menahan air seni, disarankan hanya dilakukan pada saat awal
berlatih. Gunanya untuk menemukan letak otot PC. Setelah itu sebaiknya jangan
dilakukan lagi karena akan mengganggu pola kencing Anda. Sebaiknya
berkonsultasi lebih dulu sebelum berlalih dan lakukan evaluasi dalam jangka waktu
tertentu
D. Manfaat Senam Pelvic
 Pada wanita
1. Latihan kegel dapat menguatkan otot –otot yang mengontrol alur dari urin (air
seni ). Pada umumnya di sarankan bagi pria ataupun wanita yang mengalami
inkontinensua urin ( tidak bisa menahan kencing ).
2. Untuk mencegah terjadinya penurunan rahim.
3. Senam kegel dapat mengencangkan otot vagina
4. Menjaga kebugaran tubuh
5. Mencegah ambaien atau wasir
6. Memudahkan proses persalinan normal
7. Mencegah terjadinya kematian ibu dengan hemoroid ( wasir )
 Pada pria
1. Kegel berguna untuk mengatasi keinginan berkemih yang sangat kuat dan
tidak bisa mencapai toilet tepat pada Wktunya.
2. Senam kegel berguna untuk meningkatkan kemampuan mengontrol dan
megatasi ejakulasi dini serta ereksi lebih lama.
3. Menjaga kebugaran tubuh
4. Mencegah ambaien atau wasir
E. Faktor pendukung senam Pelvic

Tindakan berikut dapat membantu klien yang menderita inkontinensia untuk


memperoleh kembali kontrol berkemihnya dan merupakan bagian dari perawatan
rehabilitatif serta restorasi.

a. Mempelajari latihan untuk menguatkan dasar panggul.


b. Memulai jadwal berkemih pada bangun tidur, setiap 2 jam sepanjang siang
dan sore hari, sebelum tidur, dan setiap 4 jam pada malam hari.
c. Menggunakan metode untuk mengawali berkemih (misalnya air mengalir dan
menepuk paha bagian dalam)
d. Menggunakan metode untuk relaks guna membantu pengosongan kandung
kemih secara total (misalnya membaca dan menarik nafas dalam).
e. Jangan pernah mengabaikan keinginan untuk berkemih (hanya jika masalah
klien melibatkan pengeluaran urine yang jarang sehingga dapat
mengakibatkan retensi).
f. Mengonsumsi cairan sekitar 30 menit sebelum jadwal waktu berkemih.
g. Hindari teh, kopi, alkohol, dan minuman berkafein lainnya.
h. Minum obat-obatan diuretic yang sudah diprogramkan atau cairan yang dapat
meningkatkan dieresis (seperti teh atau kopi) dini pada pagi hari.
i. Semakin memanjangkan atau memendekkan periode antar berkemih.
j. Menawarkan pakaian dalam pelindung untuk menampung urine dan
mengurangi rasa malu klien (bukan popok).
k. Mengikuti program pengontrolan berat tubuh apabila masalahnya adalah
obesitas.
Daftar Pustaka:

potter & perry.2005. Fundamental keperawatan vol: 2. Jakarta:EGC

Smith,C.M.,Miller J.M Milms B.L., Delancey JOL Ashton-Miller J.A., and


Antonakos C.L. 2009. Effect of pelvic muscle exercise on transient incontienc during
pregnancy and after brith. Obstet Gynecol; 191:406-12

Wyman, J.F. 2003 Treatmen of urinary incontinence in men and old women AJN ;
103 Suppl. 3; 2-35.

Repository.unhas.ac.id:4001/digilib/files/disk/1/--eddyarsyad-78-1-13-eddy-d.pdf