Anda di halaman 1dari 20

Adaptasi sel mengacu pada perubahan adaptif

sel sebagai respon adanya perubahan


lingkungan yang merugikan
Dalam beberapa kasus sebenarnya proses ini
merupakan respon fisiologis sel tubuh
5 tipe utama adaptasi sel :
1. Hipertrofi
2. Hiperplasi
3. Atrofi
4. Metaplasi
5. Displasia
Hipertrofi
Pembesaran jaringan atau organ karena
pembesaran sel
Berkaitan dengan rangsang
Contoh : pembesaran otot pada binaragawan

Hiperplasi
Pembesaran jaringan atau organ akibat
kenaikan jumlah absolut sel
Dapat berupa proses adaptasi terhadap
rangsang fisiologis maupun patologis
Contoh : pembesaran payudara pada ibu hamil
(fisiologis), pembesaran prostat pada laki-laki
usia lanjut (patologis)
Atrofi
Organ dalam masa perkembangan dapat
berkembang mencapai ukuran definitif, dapat
berfungsi, kemudian secara sekunder menyusut
karena sel-sel nya mengalami penyusutan
Sifat atrofi :
1. Fisiologis (contoh : organ thymus pada bayi
dan anak-anak akan mengalami atrofi seiring
pertumbuhan)
2. Patologis, penyebab :
 Iskemia kronik (contoh : atrofi otak pada
lanjut usia)
 Disuse atrophy (contoh : atrofi otot setelah
pemasangan gips)
CT Scan Otak CT Scan Otak
Normal Atrofi
Metaplasia
Perubahan pola diferensiasi menjadi sel
yang biasanya tidak ditemukan di daerah itu
Diferensiasi : proses di mana keturunan dari
sel-sel induk yang sedang membelah
meskipun memiliki informasi genetik total
yang sama namun dikhususkan untuk
mengekspresikan informasi genetik yang
berkaitan dengan tugas tertentu dari sel
tersebut
Kemungkinan besar proses metaplasi
bersifat reversibel
Contoh Metaplasi :
Pada serviks uteri (leher rahim) yang mengalami
iritasi kronis, maka epithel endotel serviks uteri
yang seharusnya berbentuk kolumner (batang)
akan menjadi gepeng berlapis. Perubahan ini
dikarenakan sifat fisik epithel gepeng berlapis
lebih kuat daripada kulomner.
Displasia

Kelainan di mana ukuran, bentuk, dan penampilan


sel menjadi abnormal disertai gangguan
pengaturan dalam sel
Pada displasia sel-sel yang mengalaminya
kehilangan kontrol sehingga tidak berkoordinasi
dengan sel-sel normal di sekitarnya
Displasia ringan kemungkinan besar reversibel
bila rangsang dapat dihilangkan
Pada beberapa kondisi rangsang tidak dapat
ditemukan dan perubahan secara progresif
menjadi semakin parah dan akhirnya
berkembang menjadi keganasan
Massa abnormal dari sel-sel yang
mengalami proliferasi
Berasal dari sel normal yang mengalami
perubahan neoplastik
Sel bersifat otonom, progresif, tidak
melakukan tujuan adaptif
Irreversibel

Dari sifat pertumbuhannya dapat dibedakan


menjadi :
1. Neoplasma jinak
2. Neoplasma ganas
Neoplasma Jinak
Proliferasi cenderung kohesif, meluas
dengan batas tegas
Berkapsul, mudah dipisahkan dari
jaringan normal
Pertumbuhan lamban, ekspansif
(mendesak), tidak menyebar
Diferensiasi baik
Neoplasma ganas
Progresif, invasif
Pola penyebaran tidak teratur, tidak
berkapsul
Metastasis (aliran darah, aliran limfa,
metastasis langsung lewat rongga
tubuh, implantasi via alat bedah)
Diferensiasi buruk (anaplastik)
Penyebab Neoplasma
 Faktor genetik
 Faktor lingkungan : agen kimia, agen fisik, dll
 Agen infeksi (contoh pada kanker serviks
akibat Human Papilloma Virus)

Aspek Klinis Yang Mengarah Pada Neoplasma


 Aspek klinis yang menetap (ex :suara serak
menetap, perdarahan BAB kronis dll)
 Adanya pertumbuhan massa abnormal
Diagnosa
Klinis
Laboratoris
Biopsy
Terapi :
Eksisi jaringan
Radioterapi (memaparkan sel
neoplasma dengan radiasi ionisasi)
Kemoterapi (memaparkan sel neoplasma
dengan zat sitotoksik)
Imunoterapi