Anda di halaman 1dari 1

Tetapi akhir-akhir ini influensa unggas memperoleh perhatian dunia ketika

ditemukan ada strain (turunan) dari subtipe H5N1 yang sangat patogen, yang
mungkin sudah muncul di China Selatan sebelum tahun 1997, menyerang ternak
unggas di seluruh Asia Tenggara dan secara tidak terduga melintasi batas antar
kelas (Perkins daan Swayne, 2003) ketika terjadi penularan dari burung ke mamalia
(kucing, babi, manusia). Meskipun bukan merupakan kejadian pertama (Koopmans
2004, Hayden and Croisier 2005), sejumlah kasus infeksi pada manusia akhir-akhir
ini, yang ditandai dengan gejala parah dan menimbulkan kematian telah
menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya pandemi infeksi virus
strain H5N1 (Klempner dan Saphiro 2004; Webster 2006). Ada sederetan bukti –
yang akan dibahas nanti – yang menunjukkan bahwa virus H5N1 telah mengalami
peningkatan potensi patogenik pada beberapa spesies mamalia. Oleh karena itu
dapat dipahami bahwa hal ini telah menibulkan kekhawatiran umum di seluruh dunia
(Kaye and Pringle 2005).

Influenza merupakan suatu penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang
dapat menimbulkan kematian. Virus influenza tipe A merupakan virus penyebab
influenza yang paling sering menyebabkan terjadinya pandemic influenza. Pandemi
influenza yang pertama terjadi adalah “Spanish Flu” yang disebabkan oleh virus
influenza A subtipe H1N1 pada tahun 1918 di Spanyol, yang kedua adalah “Asian
Flu” oleh virus H2N2 pada tahun 1957, dan yang ketiga adalah “Hong Kong Flu”
yang disebabkan oleh virus H3N2 pada tahun 1968. Pandemi influenza berikutnya
masih belum bisa diprediksi, namun dikhawatirkan terjadi pandemi baru oleh virus
H5N1.

2. Awadalla HI, El-Kholy NF. Human


pandemic threat by H5N1 (avian influenza).
African Journal of Microbiology Research.
2014;8(5):406-10.
3. Ramadhany R, Setiawaty V, Wibowo HA,
Lokida D. Proportion of infl uenza cases in
severe acute respiratory illness in Indonesia
during 2008-2009. Medical Journal of
Indonesia. 2010 Nov;19(4):264-267.