Anda di halaman 1dari 89

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tuntutan terhadap luaran kesehatan yang baik semakin gencar dan menjadi
perhatian masyarakat luas. Kompleksitas sutau penyakit seringkali melibatkan
beberapa profesi dalam penanganan seorang pasien. Agar tercapai luaran yang
baik maka diperlukan suatu kerja tim (Interprofesional Practice) yang baik pula.
Selain itu ada beberapa argumen dan penelitian yang menunjukkan bahwa
perbaikan Interprofesional Practice berkaitan dengan moral kerja dan kepuasan
yang lebih tinggi pada profesi kesehatan (Barr et al, 2005, Day et al 2006,
DeLoach 2003, Reeves et al 2008). Kegagalan kerjasama interprofesi disebabkan
oleh kakunya batas profesi, kurang memahami peran profesi lain, komunikasi
yang kurang baik dan koordinasi kerja tim yang masih lemah (Pethybridge 2004,
Reeves 2004, Skjorshammer 2001). Pada awal tahun 1988, World Health
Organization berkolaborasi sebagai mahasiswa, maka mereka cenderung
bekerjasama lebih efektif dalam tim klinik atau tugas tertentu.

Interprofesional Education (IPE) merupakan salah satu bentuk pembelajaran


bagi mahasiswa untuk berkoordinasi diantara berbagai profesi untuk menangani
suatu masalah. Menurut WHO Interprofesional Education (IPE) “occurs when
two or more professions learn about, from and with each other to enable effective
collaboration and improve health outcomes”(WHO,2010). Di dalam IPE
(Interprofessional Education) pasien/klien/komunitas menjadi “center” dari
penerapan IPE. Pengalaman ini sangat penting diberikan kepada mahasiswa
sehingga nantinya akan terbentuk Interprofessional Practice yang lebih baik dan
dapat menjawab tantangan di dunia kerja dalam menangani berbagai
permasalahan kesehatan. Untuk itu, maka perlu untuk mengembangkan program
IPE pada mahasiswa di lingkungan Politeknik Kesehatan Denpasar. Dengan
semakin bertambahnya informasi dan pengetahuan mengenai Interprofessional
Education (IPE) di kalangan akademisi Politeknik Kesehatan Denpasar, dan

1
semakin tingginya keinginan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, maka
sangat dibutuhkan adanya tindakan nyata penerapan IPE.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu wujud Tri Dharma
Perguruan Tinggi dengan pemberian pengalaman belajar dan bekerja kepada para
mahasiswa tentang penerapan dan pengembangan ilmu dan teknologi di luar
kampus. Dalam KKN mahasiswa belajar mengaitkan antara dunia akademik-
teoritik dengan dunia empirik-prastis bagi pemecahan permasalahan masyarakat
agar masyarakat mampu memberdayakan dirinya untuk menolong diri mereka
sendiri (to help people to help themselves).

Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiswa merupakan proses dalam


memberikan kesempatan pengalaman hidup di tengah masyarakat untuk
memahami dan menghayati kompleksitas permasalahan hidup, belajar
merumuskan pilihan pemecahannya dan belajar mendampingi upaya peningkatan
kualitas kehidupan masyarakat. Sedangkan bagi masyarakat sebagai wilayah dan
sasaran pengabdian masyarakat Perguruan Tinggi, KKN diharapkan memberikan
pencerahan dan pemberdayaan agar mereka dapat menolong dirinya sendiri untuk
peningkatan kualitas kehidupannya.

Penyelenggaraan KKN diharapkan dapat menjadi akselerasi peningkatan


sinergitas dan harmonisasi hubungan institusional antara Perguruan dan
masyarakat untuk peningkatan performa pembangunan. Oleh karena itu,
penyelengaraan KKN Interprofessional oleh Poltekkes Denpasar, merupakan
komitmen Poltekkes Denpasar dalam pelaksanaan dharma pengabdian kepada
masyarakat.

Kegiatan KKN IPE tahun 2018 yang melibatkan seluruh jurusan dan program
studi diselenggarakan di 4 Kabupaten di Provinsi Bali. Pemilihan lokasi ini
didasarkan pada Visi dan Misi Poltekkes Denpasar yang dalam kegiatan ini
ditekankan pada kegiatan penguatan upaya kesehatan di tingkat keluarga melalui
pendekatan keluarga sehat. Kegiatan KKN yang terstruktur ini diharapkan dapat
memberikan pengalaman kolaborasi yang baik bagi dosen dan mahasiswa
sekaligus dapat memberikan kontribusi bagi efektifnya pemecahan masalah
kesehatan yang ada di masyarakat.

2
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan pada uraian latar belakang diatas, mahasiswa merumuskan
masalah sesuai dengan 12 indikator keluarga sehat, yakni :
1. Apakah keluarga telah mengikuti Keluarga Berencana ?
2. Apakah ibu bersalin di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) ?
3. Apakah bayi mendapat imunisasi dasar lengkap ?
4. Apakah bayi diberi ASI eksklusif selama 6 bulan ?
5. Apakah pertumbuhan balita dipantau 6 bulan ?
6. Apakah penderita TB paru berobat sesuai standar ?
7. Apakah penderita hipertensi berobat secara teratur ?
8. Apakah terdapat masyarakat yang mengalami gangguan jiwa berat yang
diobati/tidak ditelantarkan ?
9. Apakah ada anggota keluarga yang merokok ?
10. Apakah keluarga memiliki/memakai air bersih ?
11. Apakah keluarga memiliki/memakai jamban sehat ?
12. Apakah anggota keluarga menjadi anggota JKN/askes ?

C. Tujuan
1. Tujuan Umum

Setelah melaksanakan KKN, mahasiswa diharapkan mempunyai


pengalaman dan ketrampilan dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan
teknologi secara interdisipliner sehingga mampu melakukan komunikasi
interprofesional, kerjasama sebagai tim kesehatan dan manajemen konflik.

2. Tujuan Khusus
a. Menerapkan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
b. Melakukan kerja sama dalam tim.
c. Melakukan orientasi lapangan untuk mengenal kondisi wilayah.
d. Melakukan identifikasi permasalahan kesehatan yang ada di
masyarakat.
e. Melakukan pengumpulan data kesehatan di masya.rakat.
f. Melakukan pengolahan data kesehatan di masyarakat.
g. Melakukan analisis prioritas masalah kesehatan di masyarakat.

3
h. Menyusun rencana pemecahan kesehatan di masyarakat.
i. Melaksanakan kegiatan pemecahan masalah kesehatan di masyarakat
j. Menyusun laporan kegiatan pemecahan masalah kesehatan di
masyarakat.

D. Manfaat
Kegiatan KKN IPE tahun 2018 yang melibatkan seluruh jurusan dan
program studi diselenggarakan di 4 Kabupaten di Provinsi Bali. Kegiatan
KKN yang terstruktur ini diharapkan dapat memberikan pengalaman
kolaborasi yang baik bagi dosen dan mahasiswa sekaligus dapat memberikan
kontribusi bagi efektifnya pemecahan masalah kesehatan yang ada di
masyarakat.

4
BAB II

KAJIAN TEORI

A. Keluarga Berencana
1. Pengertian Keluarga Berencana
Keluarga berencana adalah usaha untuk mengukur jumlah dan
jarak anak. Agar mencapai hal tersebut maka dibuatlah beberapa cara
atau alternative untuk mencegah ataupun menunda kehamilan. Cara-
cara tersebut diantaranya termasuk kontrasepsi atau pencegahan
kehamilan dan perencanaan keluarga .
Keluarga berencana merupakan salah satu pelayanan kesehatan
prenvetif yang paling dasar dan utama bagai wanita. Meskipun tidak
selalu diakui demikian, peningkatan dan perluasan KB merupakan
salah satu usaha untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu
yang sedemikian tinggi akibat kehamilan yang dialami oleh wanita.
Banyak wanita yang harus menentukan pemilihan alat kontrasepsi
yang sulit.
2. Pengertian Kontrasepsi
Kontrasepsi berasal dari kata kontra yaitu mencegah dan konsepsi
yang berarti penemuan antara sel sperma dan sel telur yang
mengakibatkan kehamilan. Kontrasepsi merupakan upaya mencegah
ovulasi, melumpuhkan sperma atau mencegah penemuan sel telur dan
sel sperma. Metode kontrasepsi bekerja dengan dasar mencegah sel
sperma laki-laki mencapai dan membuahi sel telur wanita atau
mencegah sel telur yang telah dibuahi untuk berimplantasi dan
berkembang di dalam rahim.
3. Kontrasepsi Menggunakan Metode Sederhana
Metode sederhana digunakan pada masa subur atau minggu subur
yang dapat diperhitungkan dan diajarkan. Metode KB sederhana
adalah metode KB yang digunakan tanpa bantuan d ari orang lain.

5
a. Metode sederhana tanpa alat kontrasepsi alamiah
1) Metode kalender
Metode ini digunakan prinsip pantang berkala, yaitu tidak
melakukan masa subur istri. Untuk menentukan masa subur
istri digunakan 3 patokan yaitu Ovulasi terjadi 14 hari kurang
lebih sebelum haid yang akan datang, sperma dapat hidup
selama 48 jam setelah ejakulasi, ovum dapat hidup 24 jam
setelah ovulasi. Apabila konsepsi ingin dicegah koitus harus
dihindari sekurang – kurangnya selama tiga hari ( 72 jam ),
yaitu 48 jam sebelum ovulasi dan 24 jam setelah ovulasi.
Metode ini hanya digunakan pada wanita yang daur
menstruasinya teratur.
2) Koitus interuptus ( senggama terputus )
Cara kerjanya adalah dengan cara mengeluarkan alat
kelamin pria (penis) sebelum ejakulasi sehingga sperma tidak
masuk kedalam vagina dan kehamilan dapat dicegah. Manfaat
dari metode ini yaitu tidak mengganggu produksi ASI, tidak
ada efek samping, dapat digunakan setiap waktu, tidak
membutuhkan biaya, meningkatkan keterlibatan pria dalam
KB dan memungkinkan hubungan lebih dekat dan pengertian
yang sangat dekat antar pasangan.
b. Metode sederhana dengan alat
1) Kondom
Prinsipnya yaitu menghalangi masuknya sperma kedalam
vagina sehingga pertumbuhan dapat dicegah. Secara teoritis
kegagalan kondom hanya terjadi jika kondom tersebut sobek
karena kurang hati-hati, pelumas kurang, atau karena tekanan
pada waktu ejakulasi. Keuntungan dari penggunaan kondom
yaitu murah, mudah didapat, tidak memerlukan pengawasan,
dan mengurangi kemungkinan penyakit menular kelamin.
Pada jumlah kecil kasus tersebut terdapat alergi terhadap
kondom karet. Terdapat 2 model kondom yaitu :

6
a) Kondom untuk pria
Kondom untuk pria merupakan bahan karet (lateks)
polioretan (plastic) atau bahan yang sejenis yang kuat,
tipis dan elastis. Benda tersebut ditarik menutupi penis
yang sedang ereksi untuk menampung semen selama
ejakulasi dan mencegah sperma masuk kedalam vagina.
Selaput kondom yang tebuat dari bahan alami sebagai alat
untuk mencega kehamilan.
b) Kondom untuk wanita ( Diafragma )
Terbuat dari lapisan poliuretan tipis dengan cincin
dalam yang fleksibel dan dapat digerakan pada ujung yang
tertutup yang dimasukan kedalam vagina, dan cincin yang
kaku lebih besar pada ujung yang lebih terbuka dibagiaan
depan yang tetap berada didalam vagina dan terlindungi
intoitus. Kondom wanita hanya memiliki satu ukuran dan
tidak perlu dipasang oleh pemberi pelayanan kesehatan
professional. Kondom tersebut harus dilumasi terlebih
dahulu dan tersedia sekaligus pelumas tambahan. Pelumas
dapat digunakan bersa dengan pemakaian kondom.
c) Spermidisa
Spermidesa adalah bahan kimiawi (biasanya
nonoksinol) yang digunakan untuk menonaktifkan atau
membunuh sperma. Dikemas dalam bentuk aerosol
(busa), tablet vaginal, suposutaria, atau dissolvable film
dan krim. Cara kerjanya adalah dengan cara menyebabkan
sel sperma terpecah, memperlambat pergerakan sperma
dan menurunkan kemampuan pembuahan disel telur.
4. Kontrasepsi Menggunakan Metode Modern
a. Kontrasepsi hormonal pil
Konterepsi hormonal pil telah mengalami penelitian
panjang, sehingga sebagian besar wanita dapat menerima tanpa

7
kesulitan, dengan partun menstruasi normal serta durasi antara 4-6
hari. Disamping durasi 4-6 hari masih terdapat partun menstruasi
wanita yaitu wanita tergolong durasi menstruasi kurang dari 4 hari,
memerlukan pil KB dengan efek estrogen tinggi dan wanita dengan
durasi menstruasi lebih dari 6 hari memerlukan pil KB dengan efek
estrogen rendah
1) Keuntungan memakai pil KB :
a) Bila meminum pil KB sesuai dengan aturan maka
kemungkinan akan berhasil 100 %.
b) Dapat dipakai untuk beberapa macam masalah seperti
ketegangan menjelang menstruasi, pendarahan menstruasi
yang tidak teratur, nyeri saat menstruasi, pengobatan
penyakit endrometriosis.
c) Dapat meningkatkan libido.
2) Kerugian memakai pil KB
a) Harus diminum secara teratur. Dalam waktu panjang
menekan fungsi ovarium.
b) Berat badan bertambah.
c) Rambut rontok.
d) Mual sampai muntah.
e) Mempengaruhi fungsi hati dan ginjal.
b. KB Suntik
Metode suntikan KB telah menjadi gerakan keluarga
berencana nasional serta peminatnya semakin bertambah.
Tinnginya peminat suntikan KB oleh karenanya aman, sederhana,
efektif, tidak menimbulkan gangguan dan dapat digunakan paska
persalinan. Ada tersedia dua jenis alat kontrasepsi suntikan yang
mengandung progestin yaitu sebagai berikut :
1) Keuntungan menggunakan KB suntik :
a) Pemberiaanya sederhana setiap 8-12 minggu
b) Tingkat efektifitas tinggi
c) Hubungan seksual dcengan menggunakan KB bebas

8
d) Pengawasan medis yang ringan
e) Dapat dipakai paska persalinan, paska keguguran ,paska
menstruasi
f) Tidak mengganggu laktasi dan tumbuh kembang bayi
2) Kerugian suntik KB yaitu pendaraha yang tidak menentu,
terjadi amonera yang berkepanjangan dan masih terjadi
kemungkinan hamil.
c. KB Suntik
Implant KB dikenalkan di sejak 1982 dan dapat diterima
masyarakat Indonesia sehingga Indonesia merupakan Negara
terbesar pemakai implant KB. Susuk KB disebut alat KB bawah
kulit (AKBK). Kini sedang diuji coba implant KB satu kapsul yang
disebut implanon. Teknik pemasangan impalant KB adalah
sebangai berikut :
Rekayasa tempat pemasangan dengan tepat seperti pada
kipas terbuka tempat pemasangan di lengan kiri atas, dipatrirasa
dengan lidokail 2% dibuat insisi kecil, sehingga trocar masuk.
Trocar ditusukan subcutan sampai batasnya kapsul dimasukan
kedalam trocar, dan didorong dengan digunakan alat pendorong
sampai terasa tertahan untuk menempatkan kapsul, trocar ditarik
keluar untuk meyakinkan bahwa kapsul telah ditempatnya alat
pendorong dimasukan sampai terasa tidak ada tertahan. Setelah 6
kapsul dipasang bekas insisi ditutup dengan tensoplas (band aid).
1) Keuntungan menggunakan KB implant
a) Dipasang selama 5 tahun
b) Kontrol medis ringan
c) Dapat dilayani didaerah perdesaan
d) Penyulit medis tidak terlalu tinggi
e) Biaya ringan
2) Kerugian metode KB implant
a) Menimbulkan gangguan mestruasi yang tidak teratur
b) Berat badan bertambah

9
c) Menimbulkan ketegangan payudara
d. Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR)
1) Mekanisme kerja
Sampai sekarang belum ada orang yang yakin dengan
bagaimana mekanisme kerja AKDR dan mencegah kehamilan.
Ada yang berpendapat bahwa AKDR sebagai benda asing yang
menimbulkan reaksi radang setempat, dengan sebutan leokosit
yang dapat melarutkan blaskosit atau sperma. Mekanisme kerja
AKDR yang diteliti lewat tembaga mungkin berbeda. Tembaga
dalam konsentrasi kecil yang dikeluarkan kedalam rongga
uterus selain menimbulkan reaksi radang seperti AKDR biasa,
juga menghambat khasiat anhidrase karbon dan fosfotase
alkalin. AKDR yang mengeluarkan hormone juga menimbulkan
lendir serviks sehingga menghalangi sperma.
2) Waktu pemasangan AKDR
Bidan harus merasa yakin bahwa klien tidak hamil dan
bebas dari inveksi vagina atau uterus saat akan memasang
AKDR. Beberapa dokter lebih suka memasa AKDR selama
pasien mengalami priode menstruasi. Melakukan pemasangan
AKDR selama menstruasi dalam menghilangkan resiko
pemasangan AKDR kedalam uterus yang dalam keadaan hamil,
namun klien lebih rentan terkena infeksi. Selain itu, bila ada
waktu menunggu yang terlalu lama atau pasien tidak menyukai
pemberi pelayanan kesehatan melakukan pemeriksaan dan
prosedur pelvic selama menstruasi , klien tersebut akan kembali
lagi. Pada kenyataannya, pemasangan AKDR dilakukan dalam
masa-masa menstruasi. Namun bidan harus bener-benar yakin
tentang riwayat hubungan seksual dan penggunaan alat
kontrasepsi klien sebelum membuat keputusan untuk memasang
AKDR pada saat menstruasi atau beberapa hari kemudian.
Angka kejadian AKDR terlepas spontan lebih rendah bila
AKDR tidak dipasang saat menstruasi.

10
3) Keuntungan :
a) Sebagai kontrasepsi efektifitasnya tinggi, sangat efektif
b) AKDR dapat efektif segera setelah pemasangan
c) Metode jangka panjang (10 tahun proteksi dari CuT 380 A
dan tidak perlu diganti)
d) Sangat efektif karena tidak perlu mengingat
e) Tidak mempengaruhi hubungan seksual
f) Tidak ada efek samping hormonal
g) Tidak mempengaruhi volume ASI
h) Dapat segera dipasang setelah melahirkan atau abortus
(apabila tidak ada inveksi )
i) Dapat digunakan samapai menoupose (satu tahun atau lebih
dari haid terakhir)
j) Tidak ada interaksi dengan obat
k) Membantu pencegahan kehamilan ektopik
4) Kerugian :
a) Efek samping yang umum terjadi adalah perubahan siklus
haid (umumnya pada 3 bulan pertama dan akan berkurang
setelah 3 bulan) haid lebih lama dan banyak pendarahan
yang keluar atau spoting haid lebih sakit
b) Komplikasi lain merasa sakit dan kejang selama tiga sampai
lima hari setelah pemasangan pendarahan berat pada waktu
haid diantaranya menyebabkan anemia pervorasi di dinding
uterus (sangat jarang apabila pemasangan benar)
c) Tidak mencegah IMS termasuk HIV/AIDS
d) Tidak baik digunakan pada wanita yang IMS atau suka
berganti pasangan
e) Penyakit radang panggul terjadi sesudah perempuan dengan
IMS degan memakai AKDR. PRP dapat menyebabkan
invertilitasi
f) Prosedur medis, termasuk pemeriksaan pelvis diperlukan
dalam pemasangan AKD. Sering kali perempuan merasa

11
takut karena ketika dipasang akan sedikit nyeri dan
pendarahan.
g) Klien tidak dapat melepas AKDR dengan sendiri. Petugas
terlatih yang harus melepasnya
h) Tidak mencegah kehamilan ektopik, fungsinya untuk
mencegah kehamilan normal
5. Pelayanan Kontrasepsi Dengan Metode Operasi
a) Tubektomi ( metode operasi wanita )
Tobektomi pada wanita adalah tindakan yang dilakukan pada
kedua saluran telur wanita yang mengakibatkan orang yang
bersangkutan tidak memiliki keturunan lagi. Kontrasepsi ini
digunakan untuk jangka waktu panjang.
b) Vasektomi ( metode operasi pria )
Merupakan suatu metode kontrasepsi operatif minor pada pria yang
sangat aman, sederhana dan efektif, memerlukan waktu yang
sangat singkat dan tidak memerlukan anestesi umum.

B. Antenatal Care

Dalam melaksanakan pelayanan ANC, ada 10 standar pelayanan


yang harus dilakukan oleh bidan atau tenaga kesehatan yang dikenal
dikenal dengan sebutan 10 T. Pelayanan asuhan standar minimal 10 T
yaitu (Depkes RI, 2009)

1. Timbang berat badan dan ukur tinggi badan


2. Pemeriksaan tekanan darah
3. Nilai status gizi (ukur lingkar lengan atas)
4. Tentukan presentasi janin dan DJJ
5. Pemeriksaan puncak Rahim (tinggi fundus uteri)
6. Skrining status imunisasi tetanus (TT)
7. Pemberian tablet zat besi minimal 90 tablet selama kehamilan
8. Tes laboraturium
9. Tatalaksana Kasus

12
10. Temu Wicara (Konseling) termasuk perencanaan persalinan dan
pencegahan komplikasi serta kb pasca persalinan.
Untuk menghindari risiko komplikasi pada kehamilan dan
persalinan, anjurkan setiap ibu hamil untuk melakukan kunjungan
antenatal komprehensif yang berkualitas minimal 4 kali, termasuk minimal
1 kali kunjungan diantar suami/pasangan atau anggota keluarga, sebagai
berikut, Trimester I jumlah kunjungan 1 kali (Sebelum minggu ke 16),
Trimester II, 1 kali (Antara minggu ke 24-28), Trimester III 2 kali (Antara
minggu 30-32 dan antara minggu 36-38). Selain itu, anjurkan ibu untuk
memeriksakan diri ke dokter setidaknya 1 kali untuk deteksi kelainan
medis secara umum. Untuk memantau kehamilan ibu, gunakan buku KIA.
Buku diisi setiap kali ibu melakukan kunjungan antenatal, lalu berikan
kepada ibu untuk disimpan dan dibawa kembali pada kunjungan
berikutnya. Berikan informasi mengenai perencanaan persalinan dan
pencegahan komplikasi (P4K) kepada ibu. Anjurkan ibu mengikuti Kelas
Ibu.
1. Melengkapi Riwayat Medis
a. Pada kunjungan pertama, lengkapi riwayat medis ibu seperti tertera
pada tabel di bawah ini.
b. Pada kunjungan berikutnya, selain memperhatikan catatan pada
kunjungan sebelumnya, tanyakan keluhan yang dialami ibu selama
kehamilan berlangsung.
2. Melengkapi Pemeriksaan Fisik Umum
a. Pemeriksaan fisik umum pada kunjungan pertama:
1) Tanda vital (tekanan darah, suhu badan, frekuensi nadi,
frekuensi napas)
2) Berat badan
3) Tinggi badan
4) Lingkar lengan atas (LILA)
5) Muka : apakah ada edema atau terlihat pucat
6) Status generalis atau pemeriksaan fisik umum lengkap
meliputi: kepala, mata, higiene mulut dan gigi, karies, tiroid,

13
jantung, paru, payudara (apakah terdapat benjolan, bekas
operasi di daerah areola, bagaimana kondisi puting), abdomen
(terutama bekas operasi terkait uterus), tulang belakang,
ekstremitas (edema, varises, refleks patella), serta kebersihan
kulit
b. Pemeriksaan fisik umum pada kunjungan berikutnya:
1) Tanda vital (tekanan darah, suhu badan, frekuensi nadi,
pernafasan napas)
2) Berat badan
3) Edema
4) Pemeriksaan terkait masalah yang telah teridentifikasi pada
kunjungan sebelumnya
3. Melengkapi Pemeriksaan Fisik Obstetri
1) Pemeriksaan Fisik Obstetri Pada Kunjungan Pertama
a) Tinggi fundus uteri (menggunakan pita ukur bila usia
kehamilan >20 minggu
b) Vulva/perineum untuk memeriksa adanya varises,
kondiloma, edema, hemoroid, atau kelainan lainnya
c) Pemeriksaan dalam untuk menilai: serviks, uterus, adneksa,
kelenjar bartholin, kelenjar skene, dan uretra (bila usia
kehamilan <12 minggu)
d) Pemeriksaan inspekulo untuk menilai: serviks, tanda-tanda
infeksi, dan cairan dari ostium uteri
2) Pemeriksaan fisik obstetri pada setiap kunjungan berikutnya:
a) Pantau tumbuh kembang janin dengan mengukur tinggi
fundus uteri. Sesuaikan dengan grafik tinggi fundus (jika
tersedia).
b) Palpasi abdomen menggunakan manuver
(1) Leopold I : menentukan tinggi fundus uteri dan bagian
janin yang terletak di fundus uteri (dilakukan sejak awal
trimester I)

14
(2) Leopold II : menentukan bagian janin pada sisi kiri dan
kanan ibu (dilakukan mulai akhir trimester II)
(3) Leopold III : menentukan bagian janin yang terletak di
bagian bawah uterus (dilakukan mulai akhir trimester
II)
(4) Leopold IV : menentukan berapa jauh masuknya janin
ke pintu atas panggul (dilakukan bila usia kehamilan
>36 minggu)
c) Auskultasi denyut jantung janin menggunakan fetoskop
atau doppler (jika usia kehamilan > 16 minggu)
3) Melakukan Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan penunjang untuk ibu hamil meliputi pemeriksaan
laboratorium (rutin maupun sesuai indikasi) dan pemeriksaan
ultrasonografi)
a) Lakukan pemeriksaan laboratorium rutin (untuk semua ibu
hamil) pada kunjungan pertama
(1) Kadar hemoglobin
(2) Golongan darah ABO dan rhesus
(3) Tes HIV: ditawarkan pada ibu hamil di daerah epidemic
meluas dan terkonsentrasi, sedangkan di daerah epidemi
rendah tes HIV ditawarkan pada ibu hamil dengan IMS
dan TB
(4) Rapid test atau apusan darah tebal dan tipis untuk
malaria: untuk ibu yang tinggal di atau memiliki
riwayat bepergian ke daerah endemik malaria dalam 2
minggu terakhir
b) Lakukan pemeriksaan laboratorium sesuai indikasi:
(1) Urinalisis (terutama protein urin pada trimester kedua
dan ketiga) jika terdapat hipertensi
(2) Kadar hemoglobin pada trimester ketiga terutama jika
dicurigai anemia

15
(3) Pemeriksaan sputum bakteri tahan asam (BTA): untuk
ibu dengan riwayat defisiensi imun, batuk > 2 minggu
atau LILA < 23,5 cm
(4) Tes sifilis
(5) Gula darah puasa

c) Lakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG).


(1) Pada awal kehamilan (idealnya sebelum usia kehamilan
15 minggu) untuk menentukan usia gestasi, viabilitas
janin, letak dan jumlah janin, serta deteksi abnormalitas
janin yang berat
(2) Pada usia kehamilan sekitar 20 minggu untuk deteksi
anomali janin
(3) Pada trimester ketiga untuk perencanaan persalinan
4) Memberikan Suplement dan Pencegahan Penyakit
a) Beri ibu 60 mg zat besi elemental segera setelah
mual/muntah berkurang, dan 400 μg asam folat 1x/hari
sesegera mungkin selama kehamilan.
(1) Catatan : 60 mg besi elemental setara 320 mg sulfas
ferosus.
(2) Efek samping yang umum dari zat besi adalah
gangguan saluran cerna (mual, muntah, diare,
konstipasi).
(3) Tablet zat besi sebaiknya tidak diminum bersama
dengan teh atau kopi karena mengganggu penyerapan.
(4) Jika memungkinkan, idealnya asam folat sudah mulai
diberikan sejak bulan sebelum hamil (saat perencanaan
kehamilan).
b) Di area dengan asupan kalsium rendah, suplementasi
kalsium 1,5-2 g/ hari dianjurkan untuk pencegahan
preeklampsia bagi semua ibu hamil, terutama yang
memiliki risiko tinggi (riwayat preeklampsia di kehamilan

16
sebelumnya, diabetes, hipertensi kronik, penyakit ginjal,
penyakit autoimun, atau kehamilan ganda)
c) Pemberian 75 mg aspirin tiap hari dianjurkan untuk
pencegahan preeklampsia bagi ibu dengan risiko tinggi,
dimulai dari usia kehamilan 20 minggu
d) Beri ibu vaksin tetanus toksoid (TT) sesuai status
imunisasinya. Pemberian imunisasi pada wanita usia subur
atau ibu hamil harus didahului dengan skrining untuk
mengetahui jumlah dosis (dan status) imunisasi tetanus
toksoid (TT) yang telah diperoleh selama hidupnya.
Pemberian imunisasi TT tidak mempunyai interval (selang
waktu) maksimal, hanya terdapat interval minimal antar
dosis TT.
5) Memberikan Materi Konseling, Informasi, dan Edukasi
Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) wajib dimiliki oleh setiap
ibu hamil, karena materi konseling dan edukasi yang perlu
diberikan tercantum di buku tersebut.
a) Persiapan persalinan, termasuk :
(1) Siapa yang akan menolong persalinan
(2) Dimana akan melahirkan
(3) Siapa yang akan membantu dan menemani dalam
persalinan
(4) Kemungkinan kesiapan donor darah bila timbul
permasalahan
(5) Metode transportasi bila diperlukan rujukan
(6) Dukungan biaya
b) Pentingnya peran suami atau pasangan dan keluarga
selama kehamilan dan persalinan
c) Tanda-tanda bahaya yang perlu diwaspadai:
(1) Sakit kepala lebih dari biasa
(2) Perdarahan per vaginam
(3) Gangguan penglihatan

17
(4) Pembengkakan pada wajah/tangan
(5) Nyeri abdomen (epigastrium)
(6) Mual dan muntah berlebihan
(7) Demam
(8) Janin tidak bergerak sebanyak biasanya
d) Pemberian makanan bayi, air susu ibu (ASI) eksklusif, dan
inisiasi menyusu dini (IMD)
e) Penyakit yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan
janin misalnya hipertensi, TBC, HIV, serta infeksi menular
seksual lainnya.
f) Perlunya menghentikan kebiasaan yang berisiko bagi
kesehatan, seperti merokok dan minum alkohol.
g) Program KB terutama penggunaan kontrasepsi pascasalin
h) Informasi terkait kekerasan terhadap perempuan
6) Identifikasi Komplikasi dan Melakukan Rujukan
Untuk kehamilan dengan kondisi kegawatdaruratan yang
membutuhkan rujukan segera :
a) Rujuk segera ke fasilitas kesehatan terdekat di mana
tersedia pelayanan kegawatdaruratan obstetri yang sesuai.
b) Sambil menunggu transportasi,berikan pertolongan awal
kegawatdaruratan, jika perlu berikan pengobatan.
c) Mulai berikan cairan infus intravena
d) Temani ibu hamil dan anggota keluarganya
e) Bawa obat dan kebutuhan-kebutuhan lain
f) Bawa catatan medis atau kartu kesehatan ibu hamil, surat
rujukan, dan pendanaan yang cukup
C. Imunisasi
1. Pengertian Imunisasi
Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu
penyakit dengan memasukkan sesuatu kedalam tubuh agar tubuh
tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya
bagi seseorang.

18
2. Tujuan Pemberian Imunisasi
a. Untuk mencegah terjadinya infeksi tertentu
b. Apabila terjadi penyakit tidak akan terlalu parah dan dapat
mencegah gejala yang dapat menimbulkan cacat atau kematian.
3. Syarat Pemberian Imunisasi
a. Bayi dalam keadaan sehat
b. Bayi umur 0-11 bulan
4. Macam-macam Imunisasi
Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu
penyakit dengan memasukkan sesuatu kedalam tubuh agar tubuh tahan
terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya bagi
seseorang diantaranya adalah :
a. BCG
1) Dapat memberikan kekebalan terhadap penyakit tuberkolosis
(TBC). Kekebalan yang diperoleh anak tidak mutlak 100%,
jadi kemungkinan anak akan menderita penyakit TBC ringan,
akan tetapi terhindar dari TBC berat-ringan.
2) Tempat penyuntikan : pada lengan kanan atas.
3) Kontra indikasi :
Anak yang sakit kulit atau infeksi kulit ditempat penyuntikan
dan anak yang telah menderita penyakit TBC.
4) Efek samping
Setelah 2-3 minggu pada tempat penyuntikan akan terjadi
pembengkakan kecil berwarna merah kemudian akan menjadi
luka dengan diameter 10 mm.
b. DPT (Diphteri, Pertusis, Tetanus)
Dapat memberikan kekebalan terhadap penyakit dipteri, pertusis, tetanus.
1) Tempat penyuntikan : Di paha bagian luar
2) Kontra indikasi :
Panas diatas 38º C
2) Efek samping :

19
Terjadi pembengkakan dan rasa nyeri pada tempat penyuntikan
disertai demam ringan selama 1-2 hari, demam tinggi, kejang
dan syok berat.
c. Hepatitis B
Dapat memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit hepatitis
1) Tempat penyuntikan : Di paha bagian luar
2) Kontra indikasi : tidak ada
d. Polio
Dapat memberikan kekebalan terhadap penyakit polio
1) Cara pemberian : Diteteskan langsung kedalam mulut 2 tetes
2) Kontra indikasi:
Anak menderita diare berat dan anak sakit panas
e. Campak
Dapat memberi kekebalan terhadap penyakit campak.
1) Tempat penyuntikan : Pada lengan kiri atas
2) Kontra indikasi :
a) Panas lebih dari 38ºC
b) Anak yang sakit parah
c) Anak yang menderita TBC tanpa pengobatan
d) Anak yang defisiensi gizi dalam derjat berat Riwayat kejang
demam
3) Efek samping :
a) Panas lebih dari 38ºC
b) Kejang yang ringan dan tidak berbahaya pada hari ke 10-12
c) Dapat terjadi radang otak dalam 30 hari setelah penyuntikan
tetapi kejadian ini jarang terjadi.
5. Faktor yang Berkaitan Dengan Pengetahuan Ibu Terhadap Imunisasi
Dasar Lengkap
a. Umur
Umur adalah usia individu yang terhitung mulai saat
dilahirkan sampai saat berulang tahun. Semakin cukup umur tingkat
kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam

20
berfikir dan bekerja. semakin bertambah usia ibu maka tingkat
pengetahuan semakin tinggi.

b. Pendidikan
Pendidikan berarti bimbingan yang diberikan oleh seseorang
terhadap perkembangan orang lain menuju kearah suatu cita-cita
tertentu. Jadi semakin tinggi pendidikan seseorang, maka akan
semakin mudah untuk memahami sesuatu.
c. Paritas
Paritas adalah jumlah anak yang pernah di lahirkan baik
lahir hidup maupun lahir mati. Paritas wanita akan sangat
berpengaruh terhadap kesehatan wanita, karena semakin tinggi
paritas ibu maka akan semakin meningkat pengetahuan ibu.

D. ASI Eksklusif
1. Pengertian ASI Eksklusif
ASI Eksklusif adalah makanan pertama, utama dan terbaik bagi
bayi, yang bersifat alamiah (Dwi Sunar Prasetyo:2009). ASI Eksklusif
menurut WHO adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan cairan lain baik
susu formula, air putih, air jeruk ataupun makanan tambahan lain yang
diberikan saat bayi baru lahir sampai berumur 6 bulan.
ASI eksklusif adalah pemberian ASI selama 6 bulan tanpa
tambahan cairan lain, seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, dan air
putih, serta tanpa tambahan makanan padat, seperti pisang, bubur susu,
biskuit, bubur nasi, dan nasi tim, kecuali vitamin dan mineral dan obat
(Roesli, 2000). Selain itu, pemberian ASI eksklusif juga berhubungan
dengan tindakan memberikan ASI kepada bayi hingga berusia 6 bulan
tanpa makanan dan minuman lain, kecuali sirup obat. Setelah usia bayi 6
bulan, barulah bayi mulai diberikan makanan pendamping ASI, sedangkan
ASI dapat diberikan sampai 2 tahun atau lebih (Prasetyono, 2005).
ASI adalah satu jenis makanan yang mencukupi seluruh unsur
kebutuhan bayi baik fisik, psikologi, sosial maupun spiritual. ASI

21
mengandung nutrisi, hormon, unsur kekebalan pertumbuhan, anti alergi,
serta anti inflamasi. Nutrisi dalam ASI mencakup hampir 200 unsur zat
makanan (Hubertin, 2004).
2. Pengelompokan ASI
ASI dikelompokan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut:
a. ASI stadium I adalah kolostrum. Kolostrum adalah cairan yang
pertama disekresi oleh kelenjar payudara dari hari ke-1 sampai hari
ke-4. Kolostrum sangat baik untuk mengeluarkan “meconium”
yaitu air ketuban dan cairan lain yang tertelan masuk perut bayi
saat proses persalinan. Jumlah (volume) kolostrum berkisar 150-
300 cc per hari.
b. ASI Stadium II adalah ASI peralihan yang keluar setelah
kolostrum sampai sebelum menjadi ASI yang matang. ASI ini
diproduksi pada hari ke-4 sampai hari ke-10.
c. ASI stadium III adalah ASI matur. ASI yang disekresi dari hari ke-
10 sampai seterusnya.
3. Manfaat ASI Eksklusif
Menyusui bayi dapat mendatangkan keuntungan bagi bayi, ibu,
keluarga, masyarakat, dan negara. Sebagai makanan bayi yang paling
sempurna, ASI mudah dicerna dan diserap karena mengandung enzim
pencernaan. Beberapa manfaat ASI sebagai berikut :
a. Untuk Bayi
Ketika bayi berusia 0-6 bulan, ASI bertindak sebagai
makanan utama bayi, karena mengandung lebih dari 60%
kebutuhan bayi, ASI memang terbaik untuk bayi manusia
sebagaimana susu sapi yang terbaik untuk bayi sapi, ASI
merupakan komposisi makanan ideal untuk bayi, pemberian ASI
dapat mengurangi resiko infeksi lambung dan usus, sembelit serta
alergi, bayi yang diberi ASI lebih kebal terhadap penyakit dari
pada bayi yang tidak mendapatkan ASI, bayi yang diberi ASI lebih
mampu menghadapi efek penyakit kuning, pemberian ASI dapat
semakin mendekatkan hubungan ibu dengan bayinya. Hal ini akan

22
berpengaruh terhadap kemapanan emosinya di masa depan, apabila
bayi sakit, ASI merupakan makanan yang tepat bagi bayi karena
mudah dicerna dan dapat mempercepat penyembuhan, pada bayi
prematur, ASI dapat menaikkan berat badan secara cepat dan
mempercepat pertumbuhan sel otak, tingkat kecerdasan bayi yang
diberi ASI lebih tinggi 7-9 poin dibandingkan bayi yang tidak
diberi ASI ( Roesli, 2000 ).
b. Untuk Ibu
Isapan bayi dapat membuat rahim menciut, mempercepat
kondisi ibu untuk kembali ke masa prakehamilan, serta
mengurangi resiko perdarahan, lemak yang ditimbun di sekitar
panggul dan paha pada masa kehamilan akan berpindah ke dalam
ASI, sehingga ibu lebih cepat langsing kembali, resiko terkena
kanker rahim dan kanker payudara pada ibu yang menyusui bayi
lebih rendah dari pada ibu yang tidak menyusui, menyusui bayi
lebih menghemat waktu, karena ibu tidak perlu menyiapkan botol
dan mensterilkannya, ASI lebih praktis lantaran ibu bisa berjalan-
jalan tanpa membawa perlengkapan lain, ASI lebih murah dari
pada susu formula, ASI selalu steril dan bebas kuman sehingga
aman untuk ibu dan bayinya, ibu dapat memperoleh manfaat fisik
dan emotional ( Dwi Sunar, 2009 ).
c. Untuk Keluarga
Tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk membeli
susu formula, botol susu, serta peralatan lainnya, jika bayi sehat,
berarti keluarga mengeluarkan lebih sedikit biaya guna perawatan
kesehatan, penjarangan kelahiran lantaran efek kontrasepsi dari
ASI eksklusif, jika bayi sehat berarti menghemat waktu keluarga,
menghemat tenaga keluarga karena ASI selalu tersedia setiap saat,
keluarga tidak perlu repot membawa berbagai peralatan susu ketika
bepergian ( Roesli, 2005 ).
4. Cara Pemberian ASI yang Benar
a. Cuci tangan yang bersih dengan sabun.

23
b. Perah sedikit ASI dan oleskan disekitar putting
c. Duduk dan berbaring dengan santai.
d. Bayi diletakkan menghadap ke ibu dengan posisi sanggah seluruh
tubuh bayi, jangan hanya leher dan bahunya saja, kepala dan tubuh
bayi lurus, hadapkan bayi ke dada ibu, sehingga hidung bayi
berhadapan dengan puting susu.
e. Dekatkan badan bayi ke badan ibu, menyetuh bibir bayi ke puting
susunya dan menunggu sampai mulut bayi terbuka lebar.
f. Segera dekatkan bayi ke payudara sedemikian rupa sehingga bibir
bawah bayi terletak di bawah puting susu.

E. Pemantauan Tumbuh Kembang Balita


1. Pengertian Tumbuh Kembang
Pertumbuhan (growth) adalah suatu ukuran kematangan fisik. Hal
ini ditandai dengan peningkatan ukuran tubuh dan organ-organ yang
berbeda.Oleh karena itu, pertumbuhan bisa diukur dalam satuan
sentimeter atau meter dan kilogram (Suraj, 2004).
Perkembangan (development) merupakan bertambahnya
kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks
dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari
proses pematangan (Riyadi, 2009).
2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan Ibu Tentang Tumbuh
Kembang Anak.
Pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang anak dapat dipengaruhi
oleh beberapa faktor diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Umur
Umur adalah variabel yang selalu diperhatikan didalam
penyelidikan epidemiologi. Angka-angka kesakitan maupun
kematian, hampir semua keadaan menunjukkan hubungan dengan
umur. Umur merupakan salah satu hal yang penting dalam
mempengaruhi seseorang. Hal ini sesuai dengan pendapat Hurlock
(2002) yang menyatakan bahwa semakin tinggi umur seseorang

24
semakin tinggi pula tingkat pengetahuanya, ini diperoleh dari
pengalamannya dan ini akan berpengaruh terhadap apa yang
dilakukan oleh seseorang.

b. Pendidikan
Pendidikakan adalah proses tumbuh kembang seluruh
kemampuan dan perilaku manusia melalui pengajaran, sehingga
dalam penelitian itu perlu dipertimbangkan umur dan proses
belajar. Tingkat pendidikan juga merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi persepsi seseorang untuk lebih menerima ide-ide
dan teknologi yang baru, semakin meningkat pendidikan seseorang
maka akan bertambah pengalaman yang mempengaruhi wawasan
dan pengetahuannya. Adapun tujuan yang hendak dicapai melalui
pendidikan adalah untuk mengubah pengetahuan (pengertian,
pendapat, konsep-konsep), sikap dan persepsi serta menanamkan
tingkah laku atau kebiasaan baru (Notoatmodjo, 2007).
c. Pekerjaan
Pekerjaan merupakan suatu kegiatan atau aktivitas
seseorang untuk memperoleh penghasilan guna memenuhi
kebutuhan hidupnya sehari-hari. Pekerja atau karyawan adalah
mereka yang bekerja pada orang lain, institusi maupun perusahaan,
dengan menerima upah atau gaji baik berupa uang atau barang.
Sedangkan lapangan pekerjaan atau jabatan adalah jenis pekerjaan
yang dilakukan atau ditugaskan kepada seseorang (Notoatmodjo,
2007).
3. Ciri-Ciri Tumbuh Kembang Anak
Menurut Hidayat (2008) dalam pertumbuhan dan perkembangan
anak, terdapat berbagai ciri khas yang membedakan komponen satu
dengan yang lain. Proses pertumbuhan anak memiliki ciri-ciri sebagai
berikut:

25
a. Dalam pertumbuhan akan terjadi perubahan ukuran dalam hal
bertambahnya ukuran fisik, seperti berat badan, tinggi badan,
lingkar kepala, lingkar lengan, lingkar dada dan yang lainnya.
b. Dalam Pertumbuhan dapat terjadi perubahan proporsi yang dapat
terlihat pada proporsi fisik atau organ manusia yang muncul mulai
dari masa konsepsi hingga dewasa.
c. Pada pertumbuhan dan perkembangan, hilang ciri-ciri lama yang
ada selama pertumbuhan, seperti hilangnya kelenjar timus, gigi
susu atau hilangnya refleks tertentu.
Proses Perkembangan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. Perkembangan selalu melibatkan proses pertumbuhan yang diikuti
dari perubahan fungsi, seperti perkembangan sistem reproduksi
akan diikuti perubahan pada fungsi alat kelamin.
b. Perkembangan memilki pola yang konstan yaitu perkembangan
dapat terjadi dari daerah kepala kedaerah kaki.
c. Perkembangan memiliki tahap yang berurutan mulai dari
melakukan hal yang sederhana sampai melakukan hal yang
sempurna.
d. Perkembangan setiap individu memiliki kecepatan pencapaian
yang berbeda.
e. Perkembangan dapat menentukan pertumbuhan tahap selanjutnya,
dimana tahapan perkembangan harus dilewati tahap demi tahap.
4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Anak
Menurut Riyadi (2009) setiap orang tua akan mengharapkan
anaknya tumbuh dan berkembang secara sempurna tanpa mengalami
hambatan apapun.Namun ada banyak faktor yang mempengaruhi
proses tersebut antara lain yaitu :
a. Faktor Herediter
Herediter atau faktor keturunan merupakan faktor yang
tidak dapat diubah. Melalui instruksi genetik yang terkandung di
dalam sel telur yang telah dibuahi dapat menentukan kualitas dan

26
kuantitas pertumbuhan, yang termasuk dalam faktor genetik ini
adalah jenis kelamin, suku atau ras (Riyadi, 2009).
b. Faktor Lingkungan
Menurut Hidayat (2005) faktor lingkungan merupakan
faktor yang memegang peranan penting dalam menentukan
tercapai atau tidaknya potensi yang sudah dimiliki. Yang termasuk
dalam faktor lingkungan ini meliputi lingkungan perinatal yaitu
lingkungan saat dalam kandungan dan lingkungan postnatal yaitu
lingkungan setelah bayi lahir.
c. Lingkungan Perinatal
Merupakan lingkungan dalam kandungan, mulai dari
konsepsi sampai lahir yang meliputi pada waktu ibu hamil,
lingkungan mekanis seperti zat kimia, penggunaan obat-obatan,
alkohol atau kebiasaan merokok ibu selama kehamilan.
d. Lingkungan Posnatal
Selain faktor lingkungan perinatal terdapat juga lingkungan
setelah lahir yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak
diantaranya adalah sebagai berikut :
1) Budaya Lingkungan
Budaya lingkungan dalam hal ini adalah budaya di
masyarakat yang mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan anak. Budaya lingkungan dapat menentukan
bagaimana seseorang atau masyarakat mempersepsikan pola
hidup sehat.
2) Sistem Sosial Ekonomi
Status sosial ekonomi juga dapat mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak dengan keluarga
yang memiliki sosial ekonomi tinggi tentunya pemenuhan
kebutuhan gizi cukup baik dibandingkan anak dengan keluarga
yang memiliki status sosial ekonomi rendah. Demikian juga
dengan status pendidikan keluarga, misalnya tingkat
pendidikan rendah akan sulit untuk menerima arahan dalam

27
pemenuhan gizi dan mereka sering tidak mau atau tidak
meyakini pentingnya pemenuhan gizi atau pentingnya
pelayanan kesehatan lain yang menunjang tumbuh kembang
anak
3) Nutrisi
Nutrisi adalah salah satu komponen yang paling penting
dalam menunjang keberlangsungan proses pertumbuhan dan
perkembangan.
5. Beberapa Keterampilan Yang Perlu Diperhatikan Pada Perkembangan
Anak
Dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, orang tua sebaiknya
memperhatikan perkembangan anak sejak dini. Kesiapan orang tua
akan sangat mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya. Dunia
anak adalah dunia bermain, dimana dalam kehidupan anak-anak
sebagian besar waktunya dihabiskan dengan bermain.
Oleh karena itu seorang ibu diharapkan dapat menstimulasi anak
dengan beberapa keterampilan sebagai berikut:
a. Meningkatkan keterampilan motorik kasar anak.
Dengan permainan dapat meningkatkan kemampuan anak dalam
menggunakan otot-otot besar pada tangan, kaki dan tubuh.
b. Meningkatkan keterampilan motorik halus anak.
Dengan beberapa permainan, anak dapat melatih keterampilan dan
kordinasi ototnya.
c. Merangsang kepekaan Sensorik
Beberapa permainan dapat merangsang kepekaan panca indra anak.
d. Menonjolkan keterampilan sosial
Melalui permainan dapat mengasah kemampuan sikecil dalam
berinteraksi dengan orang lain.
e. Mendorong ketarampilan berbahasa
Permainan akan membantu mengembangkan

28
kemampuan anak untuk berbagai informasi, mengekspresikan
emosi, serta memperoleh pengertian dari orang dan lingkungan di
sekitarnya.

F. Tuberkulosis (TBC)
1. Pengertian TBC
Tuberkulosis (TBC atau TB) adalah suatu penyakit infeksi yang
disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Bakteri ini merupakan
bakteri basil yang sangat kuatsehingga memerlukan waktu lama untuk
mengobatinya. Bakteri ini lebih sering menginfeksi organ paru-paru
dibandingkan bagian lain tubuh manusia.
2. Penyebab Penyakit TBC
Penyakit TBC adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh
bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Bakteri ini berbentuk batang
dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam
(BTA). Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh Robert Koch pada tanggal
24 Maret 1882, sehingga untuk mengenang jasanya bakteri tersebut diberi
nama baksil Koch. Bahkan, penyakit TBC pada paru-paru kadang disebut
sebagai Koch Pulmonum (KP). Bakteri Mikobakterium tuberkulosa.

3. Kuman TBC

Penyakit Tuberkulosis Paru (TB Paru) disebabkan oleh kuman TBC


(Mycobacterium tuberculosis) yang sebagian kuman TBC menyerang
paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lain. Kuman ini berbentuk
batang, mempunyai sifat khusus yaitu tahan terhadap asam pada
pewarnaan. Oleh karena itu disebut pula sebagai Basil Tahan Asam
(BTA). Kuman TBC cepat mati dengan sinar matahari langsung, tetapi
dapat bertahan hidup beberapa jam di tempat yang gelap dan lembab

4. Cara Penularan TBC

29
Penyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan
bakteri Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita
TBC batuk, dan pada anak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari
penderita TBC dewasa. Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul di
dalam paru-paru akan berkembangbiak menjadi banyak (terutama pada
orang dengan daya tahan tubuh yang rendah), dan dapat menyebar melalui
pembuluh darah atau kelenjar getah bening.
Oleh sebab itulah infeksi TBC dapat menginfeksi hampir seluruh
organ tubuh seperti: paru-paru, otak, ginjal, saluran pencernaan,
tulang, kelenjar getah bening, dan lain-lain, meskipun demikian organ tubuh yang
paling sering terkena yaitu paru-paru. SaatMikobakterium tuberkulosa
berhasil menginfeksi paru-paru, maka dengan segera akan tumbuh koloni
bakteri yang berbentuk globular (bulat). Biasanya melalui serangkaian
reaksi imunologis bakteri TBC ini akan berusaha dihambat melalui
pembentukan dinding di sekeliling bakteri itu oleh sel-sel paru.
5. Gejala TBC

Gejala penyakit TBC dapat dibagi menjadi gejala umum dan gejala
khusus yang timbul sesuai dengan organ yang terlibat. Gambaran secara
klinis tidak terlalu khas terutama pada kasus baru, sehingga cukup sulit untuk
menegakkan diagnosa secara klinik.

a. Gejala Sistemik/Utama
Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya
dirasakan malam hari disertai keringat malam.
1) Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan
bersifat hilang timbul.
2) Penurunan nafsu makan dan berat badan.
3) Batuk-batuk lebih dari 2 minggu (batuk berdahak)
4) Perasaan tidak enak (malaise), lemah.
b. Gejala Khusus

30
1) Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena, bila terjadi
sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru -
paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar,
akan menimbulkan suara "mengi", suara nafas melemah yang
disertai sesak.
2) Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat
disertai dengan keluhan sakit dada.
3) Bila mengenai tulang, maka akan terjadi gejala seperti infeksi
tulang yang pada suatu saat dapat membentuk saluran dan
bermuara pada kulit diatasnya, pada muara ini akan keluar cairan nanah.
4) Pada anak –
anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut
sebagai meningitis (radang selaput otak), gejalanya adalah demam
tinggi, adanya penurunan kesadaran dan kejang – kejang.
6. Pencegahan TBC
a. Saat batuk seharusnya menutupi mulutnya, dan apabila batuk lebih
dari 3 minggu, merasa sakit di dada dan kesukaran bernafas segera
dibawa kepuskesmas atau ke rumah sakit.
b. Saat batuk memalingkan muka agar tidak mengenai orang
lain.
c. Membuang ludah di tempat yang tertutup, dan apabila ludahnya
bercampur darah segera dibawa kepuskesmas atau ke rumah sakit.
d. Mencuci peralatan makan dan minum sampai bersih setelah
digunakan oleh penderita.
e. Bayi yang baru lahir dan anak-anak kecil harus diimunisasi
dengan vaksin BCG. Karena vaksin tersebut akan memberikan
perlindungan yang amat bagus.
7. Pengobatan TBC
a. Jenis Obat
1) Isoniasid
2) Rifampicin
3) Pirasinamid

31
4) Streptomicin
b. Prinsip Obat
Obat TB iberikan dalam bentuk kombinasi dari
beberapa jenis, dalam jumlah cukup dan dosis tepat selama 6-8
bulan,supaya semua kuman dapat dibunuh. Dosis tahap
intensif dan dosis tahap lanjutan ditelan dalam dosis
tunggal,sebaiknya pada saat perut kosong. Apabila paduan obat
yangdigunakan tidak adekuat, kuman TB akan berkembangmenjadi
kuman kebal. Pengobatan TB diberikan dalan 2 Tahap yaitu:

1) Tahap intensif
Pada tahap intensif penderita mendapat obat (minumobat)
setiap hari selama 2 - 3 bulan.
2) Tahap lanjutan
Pada tahap lanjutan penderita mendapat obat (minumobat) tiga
kali seminggu selama 4 – 5 bulan.
8. Efek Samping Obat
Beberapa efek samping yang mungkin muncul akibat mengkonsumsi obatTB
bervariasi mulai dari ringan hingga berat. Efek samping ringan dapat berupa
berubahnya warna urine menjadi kemerahan yang diakibatkan oleh rifampisin.
Efek samping lainnya dapat berupa nyeri sendi, tidak ada nafsu
makan, mual, kesemutan dan rasa terbakar di hati, gatal dan
kemerahan dikulit gangguan keseimbangan hingga kekuningan
(ikterus). Jika pasien merasakan hal-hal tersebut, pasien harus
segera berkonsultasi dengan dokter untuk memperoleh penanganan lebih
lanjut, fase lanjutan. Dalam beberapa kasus pengobatan bisa berlangsung hingga
delapan bulan.

G. HIPERTENSI
1. Pengertian Hipertensi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi, adalah meningkatnya tekanan
darah atau kekuatan menekan darah pada dinding rongga di mana

32
darah itu berada. Tekanan Darah Tinggi (hipertensi) adalah suatu
peningkatan tekanan darah di dalam arteri. (Hiper artinya
Berlebihan,Tensi artinya tekanan/tegangan; jadi, hipertensi adalah
Gangguan sistem peredaran darah yang menyebabkan kenaikan
tekanan darah diatas nilai normal.
Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami.
Bayi dan anak-anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh
lebih rendah daripada dewasa. Tekanan darah juga dipengaruhi oleh
aktivitas fisik, dimana akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas
dan lebih rendah ketika beristirahat. Tekanan darah dalam satu hari
juga berbeda, paling tinggi di waktu pagi hari dan paling rendah pada
saat tidur malam hari.
2. Klasifikasi Hipertensi
a. Klasifikasi Hipertensi (berdasarkan penyebabnya) yaitu
1) Hipertensi primer (hipertensi idiophatik), dimana penyebabnya
tidak diketahui dengan pasti. Dikatakan juga bahwa hipertensi
ini adalah dampak dari gaya hidup seseorang dan faktor
lingkungan.
2) Hipertensi secundary, adalah hipertensi yang terjadi akibat dari
penyakit dari penyakit lain misalnya kelainan pada ginjal atau
keruskanan dari sistem hormon.
b. WHO mengklasifikasikan hipertensi berdasarkan ada tidaknya
kelainan pada organ tubuh lain, yaitu :
1) Hipertensi tanpa kelainan pada organ tubuh lain.
2) Hipertensi dengan pembesaran jantung.
3) Hipertensi dengan kelainan pada organ lain di samping jantung.
c. Klasifikasi hipertensi berdasarkan tingginya tekanan darah yaitu :
1) Hipertensi borderline : tekanan darah antara 140/90 mmHg
dan 160/95 mmHg.
2) Hipertensi ringan : tekanan darah antara 160/95 mmHg dan
200/110 mmHg.

33
3) Hipertensi moderate : tekanan darah antara 200/110 mmHg
dan 230/120 mmHg.
4) Hipertensi berat : tekanan darah antara 230/120 mmHg dan
280/140 mmHg.
3. Penyebab Hipertensi
Ada 2 macam hipertensi, yaitu esensial dan sekunder.
Beberapa penyebab hipertensi, antara lain :
a. Keturunan
Faktor ini tidak bisa dikendalikan. Jika seseorang memiliki
orang tua atau saudara yang memiliki tekanan darah tinggi, maka
kemungkinan ia menderita tekanan darah tinggi lebih besar.
Statistik menunjukkan bahwa masalah tekanan darah tinggi lebih
tinggi pada kembar identik daripada yang kembar tidak identik.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ada bukti gen yang
diturunkan untuk masalah tekanan darah tinggi.
b. Usia
Faktor ini tidak bisa dikendalikan. Penelitian menunjukkan
bahwa seraya usia seseorang bertambah, tekanan darah pun akan
meningkat. Anda tidak dapat mengharapkan bahwa tekanan darah
Anda saat muda akan sama ketika Anda bertambah tua. Namun
Anda dapat mengendalikan agar jangan melewati batas atas yang
normal.
d. Garam
Faktor ini bisa dikendalikan. Garam dapat meningkatkan
tekanan darah dengan cepat pada beberapa orang, khususnya bagi
penderita diabetes, penderita hipertensi ringan, orang dengan usia
tua, dan mereka yang berkulit hitam.
e. Kolesterol
Faktor ini bisa dikendalikan. Kandungan lemak yang
berlebih dalam darah Anda, dapat menyebabkan timbunan
kolesterol pada dinding pembuluh darah. Hal ini dapat membuat

34
pembuluh darah menyempit dan akibatnya tekanan darah akan
meningkat. Kendalikan kolesterol Anda sedini mungkin.
f. Obesitas/Kegemukan
Faktor ini bisa dikendalikan. Orang yang memiliki berat
badan di atas 30 persen berat badan ideal, memiliki kemungkinan
lebih besar menderita tekanan darah tinggi.
g. Stres
Faktor ini bisa dikendalikan. Stres dan kondisi emosi yang
tidak stabil juga dapat memicu tekanan darah tinggi.
h. Rokok
Faktor ini bisa dikendalikan. Merokok juga dapat
meningkatkan tekanan darah menjadi tinggi. Kebiasan merokok
dapat meningkatkan risiko diabetes, serangan jantung dan stroke.
Karena itu, kebiasaan merokok yang terus dilanjutkan ketika
memiliki tekanan darah tinggi, merupakan kombinasi yang sangat
berbahaya yang akan memicu penyakit-penyakit yang berkaitan
dengan jantung dan darah.
i. Kafein
Faktor ini dikendalikan. Kafein yang terdapat
pada kopi, teh maupun minuman cola bisa menyebabkan
peningkatan tekanan darah.
j. Alkohol
Faktor ini bisa dikendalikan. Konsumsi alkohol secara
berlebihan juga menyebabkan tekanan darah tinggi.
k. Kurang Olahraga
Faktor ini bisa dikendalikan. Kurang olahraga dan bergerak
bisa menyebabkan tekanan darah dalam tubuh meningkat.
Olahraga teratur mampu menurunkan tekanan darah tinggi Anda
namun jangan melakukan olahraga yang berat jika Anda
menderita tekanan darah tinggi.
4. Tanda dan Gejala Hipertensi
a. Sakit pada bagian belakang kepala.

35
b. Leher terasa kaku.
c. Kelelahan.
d. Mual.
e. Sesak napas.
f. Gelisah.
g. Muntah.
h. Mudah tersinggung.
i. Sukar tidur.
j. Pandangan jadi kabur karena adanya kerusakan pada otak, mata,
jantung, dan ginjal
5. Pencegahan Hipertensi
a. Memeriksa tekanan darah secara teratur.
b. Menjaga berat badan ideal.
c. Mengurangi konsumsi gara m
d. Jangan merokok.
e. Berolahraga secara teratur.
f. Hidup secara teratur
g. Mengurangi stress.
h. Jangan terburu-buru.
i. Menghindari makanan berlemak.

H. Bahaya Merokok
1. Pengertian Rokok
Rokok adalah slinder dari kertas berukuran panjang aatara 70
hingga 120mm (bervariasi tergantung negaranya) dengan diameter
sekitar 10mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah.
Rokok dibakar salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar
asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya.
Rokok merupakan produk yang berbahaya & adiktif (menimbulkan
ketergantungan). Di dalam rokok terdapat 4000 bahan kimia berbahaya
yang 69 diantaranya merupakan zat karsinogenik (dapat menimbulkan

36
kanker). Zat-zat berbahaya yang terkandung didalam rokok antara lain
: tar, karbon monoksida, sianida, arsen, formalin, nitrosamine dll.
2. Jenis-jenis perokok
Berdasarkan jenisnya perokok dibedakan menjadi :
a. Perokok aktif
Mereka telah terbiasa dan nyata menghisap rokok dan menanggung
sendiriakibatnya.
b. Perokok pasif
Mereka sebenarnya tidak merokok namun karena ada orang lain
yang merokok didekatnya maka ia terpaksa harus ikut menghisap
asap rokok dengan segala akibatnya.
3. Bahaya yang di Timbulkan Akibat Merokok
a. Kanker Paru
Diketahui sekitar 90 persen kasus kanker paru diakibatkan
oleh rokok. Hal ini karena asap rokok akan masuk secara inhalasi
ke dalam paru-paru. Zat dari asap rokok ini akan merangsang sel di
paru-paru menjadi tumbuh abnormal. Diperkirakan 1 dari 10
perokok sedang dan 1 dari 5 perokok berat akan meninggal akibat
kanker paru.
b. Kanker Kandung Kemih
Kanker kandung kemih terjadi pada sekitar 40 persen
perokok. Studi menemukan kadar tinggi dari senyawa 2-
naphthylamine dalam rokok menjadi karsinogen yang mengarah
pada kanker kandung kemih.
c. Kanker Payudara
Perempuan yang merokok lebih berisiko mengembangkan
kanker payudara. Hasil studi menunjukkan perempuan yang mulai
merokok pada usia 20 tahun dan 5 tahun sebelum ia hamil pertama
kali berisiko lebih besar terkena kanker payudara.
d. Kanker Serviks

37
Sekitar 30 persen kematian akibat kanker serviks
disebabkan oleh merokok. Hal ini karena perempuan yang
merokok lebih rentan terkena infeksi oleh virus menular seksual.
e. Kanker Kerongkongan
Studi menemukan bahwa asap rokok merusak DNA dari
sel-sel esofagus sehingga menyebabkan kanker kerongkongan.
Sekitar 80 persen kasus kanker esofagus telah dikaitkan dengan
merokok.
f. Kanker Pencernaan
Meskipun asap rokok masuk ke dalam paru-paru, tapi ada
beberapa asap yang tertelan sehingga meningkatkan risiko kanker
gastrointestinal (pencernaan).
g. Kanker Ginjal
Ketika seseorang merokok, maka asap yang mengandung
nikotin dan tembakau akan masuk ke dalam tubuh. Nikotin
bersama dengan bahan kimia berbahaya lainnya seperti
karbonmonoksida dan tar menyebabkan perubahan denyut jantung,
pernapasan sirkulasi dan tekanan darah. Karsinogen yang disaring
keluar dari tubuh melalui ginjal juga mengubah sel DNA dan
merusak sel-sel ginjal. Perubahan ini mempengaruhi fungsi ginjal
dan memicu kanker.
h. Kanker Mulut
Tembakau adalah penyebab utama kanker mulut. Diketahui
perokok 6 kali lebih besar mengalami kanker mulut dibandingkan
dengan orang yang tidak merokok, dan orang yang merokok
tembakau tanpa asap berisiko 50 kali lipat lebih besar.
i. Kanker Tenggorokan
Asap rokok yang terhirup sebelum masuk ke paru-paru
akan melewati tenggorokan, karenanya kanker ini akan berkaitan
dengan rokok.
j. Serangan Jantung

38
Nikotin dalam asap rokok menyebabkan jantung bekerja
lebih cepat dan meningkatkan tekanan darah. Sedangkan karbon
monoksida mengambil oksigen dalam darah lebih banyak yang
membuat jantung memompa darah lebih banyak. Jika jantung
bekerja terlalu keras ditambah tekanan darah tinggi, maka bisa
menyebabkan serangan jantung.
4. Cara Mengatasi agar Terhindar Rokok
Banyak yang mengatakan berhenti merokok sangat sulit. Ada yang
mengatakan lebih baik berhenti makan daripada berhenti merokok.Hal
itu terjadi karena merokok sudah di anggap lumrah dalam kehidupan
sehari-hari. Padahal, mereka juga menyadari dalam asap rokok
mengandung 4.000 zat kimia yang sangat berbahaya untuk kesehatan
dirinya dan keluarga.
Berikut cara mengatasi agar terhindar dari rokok.
a. Ganti permen nikotin dengan permen karet atau permen mints
sehingga menghilangkan aroma rokok pada mulut. Hilangnya
rasa rokok pada mulut akan membuat kita melupakan rokok
untuk seterusnya.
b. Buatlah kegiatan lain untuk mengisi waktu luang. Misal
sehabis makan, kita bisa mengunyah permen atau makanan
penutup. Saat ngeblog, kita bisa makan kudapan. Saat antre
kendaraan, kita bisa browsing atau membaca buku. Tidak
mudah memang, tetapi bila dilakukan dengan tekad penuh
maka akan mudah untuk dilakukan.
c. Berolahraga dan minum cukup air akan membantu kita
melupakan rokok. Aktivitas ini akan membuat tubuh kita
tambah sehat dan membantu mengeluarkan toksin serta zat
beracun lain dari tubuh. Olahraga bisa dilakukan dilingkungan
yang banyak orang sehingga kita juga bisa bergaul.
d. Jauhi material terkait rokok. Jauhi segala macam material
(bahan) yang menggugah selera merokok seperti korek api,
asbak. Karena jika benda-benda tesebut berada di sekitar,

39
bukan tidak mungkin akan memicu kembali gairah untuk
merokok.
e. Berpikir positif
Pikiran memegang peranan vital dalam mewujudkan tujuan dan
cita-cita seseorang. Tanamkan selalu dibenak bahwa kita
mampu dan bisa untuk melepaskan godaan-godaan merokok.

I. Jaminan Kesehatan Negara (JKN)


1. Pengertian JKN
JKN ( Jaminan Kesehatan Nasional ) adalah program pemerintah yang
bertujuan memberikan kepastian jaminan kesehatan yang menyeluruh bagi
seluruh rakyat Indonesia untuk dapat hidup sehat, produktif dan sejahtera,
serta merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SISN) yang
diselenggarakan dengan menggunakan mekanisme asuransi kesehatan sosial
yang bersifat wajib (mandatory) berdasarkan undang – undang No.40 Tahun
2004 tentang SISN dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar
kesehatan masyarakat yang layak yang diberikan kepada setiap orang yang
telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah

2. Prosedur Pendaftaran Anggota JKN

40
3. Cara Menambahkan Anggota Keluarga Yang Belum Memiliki
Kartu JKN-KIS
a Mengisi daftaran isian peserta penambahan anggota keluarga
(Formulir 4A) secara lengkap dan wajib mendaftar seluruh
anggota keluarga yang terdaftar di dalam kartu Kartu Keluarga
(kecuali yang sudah terdaftar, dibuktikan dengan menunjukan
Fotocopy Kartu JKN-KIS) yang ditandatangai dan ditempel foto
3x4 untuk peserta diatas usia 5 tahun.
b Melampirkan Kartu JKN-KIS anggota keluarga yang sudah
didaftarkan
c Menandatangani dan menyetujui surat pernyataan tata cara
pendaftaran peserta
d Asli/Fotocopy Kartu Keluarga.
e Asli/Fotocopy KTP/Akte kelahiran bagi anak yang belum
mempunyai KTP
f Buku Tabungan BNI/BRI/Mandiri/BTN (Asli/Fotocopy, minimal
atas nama salah satu peserta yang tertera dalam Kartu Keluarga)
g Pendaftaran wajib dilakukan oleh salah satu yang tertera dalam
Kartu Keluarga. Berkas pendukung lain sesuai ketentuan BPJS
Kesehatan.
4. Cara Pendaftaran Bayi Dalam Kandungan Peserta
Mandiri/Perorangan
a Mengisi daftaran isian peserta penambahan anggota keluarga
(Formulir 4A)
b Asli/Fotocopy Kartu JKN-KIS orang tua.
c Asli/Fotocopy KTP orang tua.
d Asli/Fotocopy Kartu Keluarga orang tua.
e Menyerahkan surat keterangan dokter atau bidan jejaring yang
bekerjasama dengan BPJS Kesehatan yang memuat :

41
1) Deteksi adanya denyut jantung bayi.
2) Usia bayi dalam kandungan.
3) Hari perkiraan lahir bayi (HPL)
f Menandatangani persetujuan untuk mematuhi syarat dan ketentuan
yang berlaku.
g Pendaftaran Bayi yang dalam kandungan selambat – lambatnya 14
hari sebelum kelahiran bayi.
h Pencetakan kartu bayi dapat dilakukan setelah kelahiran bayi.
5. Besaran Iuran Peserta JKN-KIS
Besaran iuran sesuai dengan kemampuan membayar dan ruang kelas
perawatan yang dipilih oleh peserta.
a. Ruang Perawatan Kelas I : Rp 80.000/orang/bulan.
b. Ruang Perawatan Kelas II : Rp 51.000/orang/bulan.
c. Ruang Perawatan Kelas III : Rp 25.500/orang/bulan.

J. Sarana Air Bersih


1. Pengertian Air Bersih
Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari dan akan
menjadi air minum setelah dimasak terlebih dahulu. Sebagai batasannya, air
bersih adalah air yang memenuhi persyaratan bagi sistem penyediaan
airminum. Adapun persyaratan yang dimaksud adalah persyaratan dari
segikualitas air yang meliputi kualitas fisik, kimia, biologi dan radiologis,
sehinggaapabila dikonsumsi tidak menimbulkan efek samping (Ketentuan
Umum Permenkes No.416/Menkes/PER/IX/1990.
Air merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi kelangsungan
hidup manusia, tanpa air tidak akan ada kehidupan di bumi. Sedangkan yang
dimaksud air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-
haridan akan menjadi air minum setelah dimasak terlebih dahulu. Sebagai
batasannya air bersih adalah air yang memenuhi persyaratan bagi sistem
penyediaan air minum.Adapun persyaratan yang dimaksud adalah persyaratan
dari segi kualitas air yang meliputi kualitas fisik, kimia,biologi dan
radiologis,sehingga apabila dikonsumsi tidak menimbulkan efek samping

42
2. Persyaratan dalam penyediaan air bersih
a) Persyaratan Kualitas
Persyaratan kualitas menggambarkan mutu atau kualitas dari air baku air
bersih. Persyaratan ini meliputi persyaratan fisik, persyaratan kimia,
persyaratan biologis dan persyaratan radiologis. Syarat-syarat tersebut
berdasarkan Permenkes No.416/Menkes/PER/IX/1990 dinyatakan bahwa
persyaratan kualitas air bersih adalah sebagai berikut
1) Syarat- Syarat Fisik
Syarat-syarat fisik yang menjadi kiteria dalam penyediaan air bersih yaitu
tidak berbau. Air yang berbau selain tidak estetis juga tidak akan
disukai oleh masyarakat. Bau air dapat memberi petunjuk akan kualitas air.
Air tidak berasa, dalam artian air yang bersih biasanya tidak memberi
rasa/tawar. Air yang tidak tawar dapat menunjukkan kehadiran berbagai
zat yang dapat membahayakan kesehatan. Syarat air berikutnya yaitu tidak
berwarna Air sebaiknya tidak berwarna untuk alasan estetis dan untuk
mencegah keracunan dari berbagai zat kimia maupun mikroorganisme yang
berwarna.Warna dapat disebabkan adanya tannin dan asam humat yang
terdapat secara alamiah di air rawa, berwarna kuning muda, menyerupai
urin, oleh karenanya orang tidak mau menggunakannya. Selain itu, zat
organik ini bila terkena khlor dapat membentuk senyawa-senyawa
khloroform yang beracun. Warna pun dapat berasal dari buangan
industri.(Oktaviari, 2005)
Kekeruhan air disebabkan oleh zat padat yang tersuspensi, baik yang
bersifat anorganik maupun yang organik. Zat anorganik, biasanya berasal
dari lapukan batuan dan logam, sedangkan yang organik dapat berasal
dari lapukantanaman atau hewan. Buangan industri dapat juga merupakan
sumber kekeruhan. Syarat penyediaan air bersih diharapka tindak melebihi
batas kekeruhan.(Trisnawulan,2007)
Suhu air sebaiknya sejuk atau tidak panas terutama agar tidak terjadi
pelarutan zat kimia yang ada pada saluran/pipa yang dapat
membahayakan kesehatan, menghambat reaksi-reaksi biokimia didalam
saluran/pipa, mikroorganisme patogen tidak mudah berkembang biak.

43
Jumlah zat padat terlarut biasanya terdiri atas zat organik, garam
anorganik, dan gas terlarut. Bila bertambah maka kesadahan akan naik
pula.Selanjutnya, efek ataupun kesadahan terhadap kesehatan tergantung
pada spesies kimia penyebab masalah tersebut.
2) Syarat-Syarat Kimia
Dari segi parameter kimia, air yang baik adalah air yang tidak
tercemar secara berlebihan oleh zat-zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan
antara lain air raksa (Hg), alumunium (Al), arsen (As), barium (Ba), besi
(Fe), flourida (F),tembaga (Cu), derajat keasaman (pH), dan zat kimia
lainnya. Kandungan zat kimia dalam air bersih yang digunakan sehari-
hari hendaknya tidak melebihi kadar maksimum yang diperbolehkan
seperti tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor
416/Menkes/Per/IX/1990. Penggunaan air yang mengandung bahan kimia
beracun dan zat-zat kimia yang melebihi ambang batas berakibat tidak baik
bagi kesehatan dan material yang digunakan manusia.
3) Syarat-Syarat Mikrobiologis
Sumber-sumber air di alam pada umumnya mengandung bakteri. Jumlah
dan jenis bakteri berbeda sesuai dengan tempat dan kondisi yang
mempengaruhinya. Oleh karena itu air yang digunakan untuk keperluan
sehari-hari harus bebas dari bakteri patogen. Bakteri golongan coli tidak
merupakan bakteri golongan patogen, namum bakteri ini merupakan indikator
dari pencemaran air oleh bakteri patogen (Ita, 2009)
b) Persyaratan Kuantitas
Syarat kuantitas air bersih artinya air bersih harus memenuhi standar
yang disebut standar kebutuhan air. Standar kebutuhan air adalah
kapasitas air yang dibutuhkan secara normal oleh manusia untuk
memenuhi hajat hidupnya sehari-hari. Standar kebutuhan air
diperhitungkan berdasarkan pengamatan pemakaian air bersih dalam
kehidupan sehari-hari para konsumen. Kuantitas air bersih harus dapat
dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih pada masa sekarang
dan masa mendatang. Standar kebutuhan air ada dua macam yaitu
1) Standar kebutuhan non domestik

44
Standar kebutuhan air non domestik yaitu kebutuhan air bersih di
luar
keperluan rumah tangga. Kebutuhan air non domestik antara lain penggunaan
komersial dan industri penggunaan umum seperti sekolah, rumah sakit dan
fasilitas lainnya.
2) Standar Kebutuhan Domestik
Standar kebutuhan air domestik yaitu kebutuhan air bersih yang digunakan
pada tempat-tempat hunian pribadi untuk memenuhi hajat hidup sehari-hari,
seperti pemakaian air untuk minum, mandi, dan mencuci. Satuan yang dipakai
adalah liter/orang/hari.
Sumber-Sumber Air
Menurut Permenkes No.416/Menkes/PER/IX/1990.sumber-sumber air antara
lain:
a Air Hujan
Air hujan bersifat korosif karena mengandung zat-zat yang terdapat di
udara seperti NH3, CO2 agresif, ataupun SO2. adanya konsentrasi SO2
yang tinggi di udara yang bercampur dengan air hujan akan menyebabkan
terjadinya hujan asam (acid rain).Dari segi kuantitas, air hujan tergantung
pada besar kecilnya curah hujan. Sehingga hujan tidak mencukupi untuk
persediaan umum karena jumlahnya berfluktuasi. Begitu pula bila dilihat
dari segi kontinuitasnya, air hujan tidak dapat diambil secara terus
menerus, karena tergantung pada musim
b Mata Air
Dari segi kualitas, mata airadalah sangat baik bila dipakai sebagai air baku,
karena berasal dari dalam tanah yang muncul ke permukaan tanah akibat
tekanan, sehingga belum terkontaminasi oleh zat-zat pencemar. Dari segi
kuantitasnya, jumlah dan kapasitas mata air sangat terbatas sehingga hanya
mampu memenuhi kebutuhan sejumlah penduduk tertentu. Begitu pula bila
mata air tersebut terus-menerus di ambil maka semakin lama akan habis
c Air Permukaan
Air permukaan biasanya biasanya dipergunakan sebagai bahan baku air
bersih. Di daerah hulu pemenuhan kebutuhan air secara kuantitas dan kualitas

45
dapat disuplai oleh air sungai, tetapi di daerah hilir pemenuhan
kebutuhanair sudah tidak dapat disuplai secara kualitas lagi karena pengaruh
lingkungan seperti sedimentasi serta kontaminasi oleh zat-zat pencemar seperti
Total Suspended Oil (TSS) yang berpengaruh pada kekeruhan,serta limbah
industri.
d Air Tanah
Air tanah banyak mengandung garam dan mineral yang terlarut pada
waktu air melalui lapisan tanah. Air tanah biasanya mempunyai
kualitas yang baik karena zat-zat pencemar air tetahanoleh lapisan tanah.
Bila ditinjau darikedalaman air tanah maka air tanah dibedakan menjadi air
tanah dangkal dan air tanah dalam. Air tanah dangkal mempunyai
kualitas lebih rendah dibanding kualitas air tanah dalam. Hal ini
disebabkan air tanah dangkal lebih mudah terkontaminasi dari luar danfungsi
tanah sebagai penyaring lebih sedikit.

K. Jamban Keluarga
1 Pengertian Jamban Keluarga
Jamban merupakan fasilitas atau sarana pembuangan tinja. Menurut
Kusnoputranto (1997), pengertian jamban keluarga adalah suatu bangunan
yang digunakan untuk membuang dan mengumpulkan kotoran sehingga
kotoran tersebut tersimpan dalam suatu tempat tertentu dan tidak menjadi
penyebab suatu penyakit serta tidak mengotori permukaan. Sedangkan
pengertian lain menyebutkan bahwa pengertian jamban adalah pengumpulan
kotoran manusia disuatu tempat sehingga tidak menyebabkan bibit penyakit
yang ada pada kotoran manusia dan mengganggu estetika.
2 Jenis-Jenis Jamban
Jenis jamban keluarga. Menurut Azwar (1990), terdapat beberapa jenis
jamban, antara lain :
a Jamban cubluk (Pit Privy): adalah jamban yang tempat penampungan
tinjanya dibangun dibawah tempat injakan atau dibawah bangunan
jamban. Fungsi dari lubang adalah mengisolasi tinja sedemikian rupa
sehingga tidak dimungkinkan penyebaran dari bakteri secara langsung ke

46
pejamu yang baru. Jenis jamban ini, kotoran langsung masuk ke jamban
dan tidak terlalu dalam karena akan menotori air tanah, kedalamannya
sekitar 1,5-3 meter (Mashuri, 1994).
b Jamban Empang (Overhung Latrine): Adalah jamban yang dibangun diatas
empang, sungai ataupun rawa. Jamban model ini ada yang kotorannya
tersebar begitu saja, yang biasanya dipakai untuk makanan ikan, ayam.
c Jamban Kimia (Chemical Toilet): Jamban model ini biasanya dibangun
pada tempat-tempat rekreasi, pada transportasi seperti kereta api dan
pesawat terbang dan lain-lain. Disini tinja disenfeksi dengan zat-zat kimia
seperti caustic soda dan pembersihnya dipakai kertas tissue (toilet paper).
Sedangkan jamban kimia ada dua macam, yaitu tipe lemari (commode
type), dan tipe tangki (tank type). Jamban kimia sifatnya sementara, karena
kotoran yang telah terkumpul perlu di buang lagi.
d Jamban Leher Angsa (Angsa Trine): Jamban leher angsa merupakan
jamban leher lubang closet berbentuk lengkungan, dengan demikian akan
terisi air gunanya sebagai sumbat sehingga dapat mencegah bau busuk
serta masuknya binatang-binatang kecil. Jamban model ini adalah model
yang terbaik yang dianjurkan dalam kesehatan lingkungan.

3 Syarat-Syarat Jamban Sehat


Menurut Depkes RI (2004), terdapat beberapa syarat Jamban Sehat,
antara lain :
a Tidak mencemari sumber air minum, letak lubang penampung berjarak
10-15 meter dari sumber air minum.
b Tidak berbau dan tinja tidak dapat dijamah oleh serangga maupun tikus.
c Cukup luas dan landai/miring ke arah lubang jongkok sehingga tidak
mencemari tanah di sekitarnya.
d Mudah dibersihkan dan aman penggunannya.
e Dilengkapi dinding dan atap pelindung, dinding kedap air dan
berwarna.
f Cukup penerangan
g Lantai kedap air

47
h Ventilasi cukup baik
i Tersedia air dan alat pembersih.

L. Gangguan Jiwa
1. Pengertian Gangguan Jiwa
Gangguan jiwa menurut Yosep (2007) adalah kumpulan dari
keadaan – keadaan yang tidak normal, baik yang berhubungan dengan
fisik, maupun dengan mental.
2. Penyebab Umum Gangguan Jiwa
Sumber penyebab gangguan jiwa dipengaruhi oleh factor-faktor pada
ketiga unsur yang terus-menerus saling mempengaruhi(Yosep,2007)
yaitu :
a. Faktor – factor somatic (somatogenik) atau organobiologis
1) Neroanatomi
2) Nerofisiologi
3) Nerokimia
4) Tingkat kematangan dan perkembangan organic
b. Faktor – faktor psikologik (psikogenik) atau psikoedukatif
1) Interaksi ibu-anak: norma(rasa percaya dan rasa aman) atau
abnormal bedasarkan kekurangan, distorsi, dan keadaan yang
terputus(perasaan tak percaya dan kebimbangan)
2) Peranan ayah
3) Persaingan antara saudara kandung
4) Intelegensi
5) Hubungan dalam keluarga, pekerjaan, permainan dan
masyarakat
6) Kehilangan yang menngakibatkan kecemasan, depresi, rasa
malu atau rasa salah
7) Konsep diri, pengertian identitas diri sendiri lawan peranan
yang tidak menentu
8) Keterampilan, bakat, dan kreatifitas
9) Pola adaptasi dan pembelaan sebagai reaksi terhadap bahaya

48
10) Tingkat perkembangan emosi
c. Faktor-faktor sosio-budaya(sosiogenik) atau sosiokultural
1) Kestabilan keluarga
2) Pola mengasuh anak
3) Tingkat ekonomi
4) Perumahan : perkotaan lawan pedesaan
3. Gejala Umum Gangguan Jiwa
Gejala umum yang muncul pada seseorang yang mengalami
gangguan mental (Sundari,2005) adalah :
a. Keadaan Fisik
Gejala fisik dapat dirasakan oleh orang yang bersangkutan,
kadang-kadang dapat diketahui oleh orang lain. Beberapa contoh
sebagai berikut :
1) Suhu badan berubah
Orang normal rata-rata mempunyai suhu badan sekitar 37 C, bila
demam suhu badan berubah. Pada orang yang sedang mengalami
gangguan mental meskipun secara fisik tidak terkena penyakit
kadangkala mengalami perubahan suhu. Seorang anak yang ditinggal
tugas keluar kota oleh ayahnya suhu tubuhnya naik, ketika ayah pulang
kembali normal.
2) Denyut nadi menjadi cepat
Nadi berdenyut berirama, terjadi sepanjang hayat. Kalau
menghadapi kejadian yang tidak menyenangkan, seorang dapat
mengalami denyut nadi semakin cepat, dengan memeriksa nadi
pergelangan tangan.
3) Berkeringat banyak
Orang yang dipermalukan di depan umum, perasaannya
terpukul.karena menahan amarah, malu, keringat bercucuran sehingga
sibuk menyeka keringatnya yang keluar.
4) Nafsu makan berkurang
Orang yang sedang terganggu mentalnya kadang gairah makan
terganggu, bahkan ada yang hilang terhadap semua makanan atau

49
beberapa jenis makanan tertentu. Kalu berlarut-larut berat badan
menurun yang berdampak pada kesehatan fisik.
5) Gangguan system organ dalam tubuh
Kesimbangan system organ berdampak pada adanya ketenangan.
Sebaliknya bila terjadi gangguan mental, misalnya kesedihan yang
bertubi-tubi, tiba-tiba napasnya sesak dan batuk tidak berdahak, hal ini
terjadi berlarut-larut pada system organ paru-paru meskipun tidak ada
tanda-tanda penyakit medis. Tekanan darah tinggi,sakit jantung dan
lain-lainnya.
b. Keadaan mental
Orang yang normal mempunyai kemampuan berpikir teratur, dapat
menarik kesimpulan secara sehat. Bagi orang yang sedang mengalami
kekecewaan yang mendalam. Kemampuan berpikir menjadi kacau
karena diselingi rangsangan-rangsangan lain. Bila berpikir secara baik
akan memakan waktu yang lama. Nampak adanya tanda-tanda :
1) Ilusi, yang bersangkutan mengalami salah tangkap dalam
mengindera
2) Halusinasi, yang bersangkutan mengalami khayalan tanpa ada
rangsang
3) Obsesi, diliputi pkiran atau perasaan yang terus- menerus,
biasanya mengenai hal yang tidak menyenangkan
4) Kompulsi, mengalami keragu-raguan mengenai sesuatu yang
dikerjakan hingga terjadi perbuatan yang srupa berulang kali.
5) Fobia, mengalami ketakutan yang sangat terhadap sesuatu
kejadian tanpa mengetahui lagi penyebabnya
6) Delusi, mengalami sesuatu yang tidak sesuai dengan
kenyataan, pengalaman, sebab pikirannya kurang sehat
c. Keadaan emosi
Emosi merupakan bagian dari perasaan yang bergejolak,
sehingga dapat disaksikan. penampakan itu berupa perubahan
tingkah laku, sikap sedih atau sebaliknya gembira.
1) Sering merasa sedih

50
2) Nampak gejala emosinya merendah, merasa tidak berguna,
mengalami kehilangan minat dan gairah
3) Sering merasa tegang
4) Tidak dapat santai/rileks, maka harus beristirahat. Bila
ketegangan memuncak, Nampak tangannya bergetar, gelisah
dan akhirnya lesu.
5) Sering merasa girang
6) Bila berbicara, tertawa sulit dihentikan, bahkan menyanyi dan
menari-nari tidak mengingat tempat dan waktu

51
BAB III
METODE PENELITIAN

A. Kerangka Pemecahan Masalah

Masalah
Intervensi
1. Rokok
1. Promosi
2. JKN
Kesehatan
3. Hipertensi
2. Advokasi kepada Evaluasi Perubahan
4. KB
pemangku Perilaku 10 KK
5. ASI Eksklusif
kebijakan terkait bermasalah
6. Jamban
masalah yang ada
7. Pemantauan
Tumbuh
Kembang Balita

52
B. Realisasi Pemecahan Masalah
Tabel 5. Pelaksanaan Rencana Tindak Lanjut Masalah di Banjar Anggar Kasih Tahun 2018
Tanggal/ Alat dan Pihak yang
NO Masalah Rencana Kegiatan Tempat Sasaran
Waktu Bahan Terlibat
Memberikan promosi 18, 19 dan Rumah Seluruh Leaflet Mahasiswa
kesehatan berupa penyuluhan 20 Februari keluarga keluarga Jurusan
Dari 10 KK
tentang risiko, komplikasi dan 2018 yang Analis
yang
cara untuk berhenti merokok. terkait Kesehatan
bermasalah,
1. seluruh KK
(100%) adalah
perokok aktif

Memberikan promosi 18, 19 dan Rumah Seluruh Leaflet Mahasiswa


Berdasarkan
kesehatan berupa penyuluhan 20 Februari keluarga keluarga Jurusan
hasil survey
pada 10 KK tentang penggunaan, manfaat 2018 yang Keperawatan
dan cara mendapatkan kartu terkait Gigi
yang
2. bermasalah, jaminan kesehatan nasional.
sebanyak 9
KK (90%)
belum
memiliki JKN.

53
Tanggal/ Alat dan Pihak yang
NO Masalah Rencana Kegiatan Tempat Sasaran
Waktu Bahan Terlibat
a. Memberikan promosi 18, 19 dan Rumah Seluruh Leaflet Mahasiswa
kesehatan berupa 20 Februari keluarga keluarga Jurusan
penyuluhan tentang tanda 2018 yang Keperawatan
terkait
gejala, faktor risiko,
komplikasi, cara
Berdasarkan
pencegahan, dan
hasil survey
pada 10 KK pengendalian hipertensi.
yang b. Memberikan promosi
bermasalah, kesehatan tentang
masih ada makanan dan minuman
3. keluarga yang
yang dapat menurunkan
tidak
mengonsumsi tekanan darah serta
obat hipertensi melakukan demonstrasi
secara teratur cara membuat minuman
yaitu sebanyak yang dapat menurunkan
6 KK (60%).
hipertensi.
c. Melakukan tindakan
asuhan keperawatan
komplementer
(acupressure dan bekam)

54
Tanggal/ Alat dan Pihak yang
NO Masalah Rencana Kegiatan Tempat Sasaran
Waktu Bahan Terlibat
Berdasarkan Memberikan konseling dan 19 dan 20 Rumah Seluruh Leaflet Mahasiswa
hasil survey promosi kesehatan berupa Februari Keluarga keluarga Kebidanan
pada 10 KK manfaat dan efek samping 2018 yang
yang dari penggunaan alat terkait
bermasalah,
kontrasepsi.
masih ada
keluarga yang
4. tidak
menggunakan
kontrasepsi
yaitu sebanyak
4 KK (40%)
tidak
menggunakan
kontrasepsi.
Berdasarkan Memberikan promosi 18 Februari Rumah Seluruh Leaflet Mahasiswa
hasil survei kesehatan berupa penyuluhan 2018 Keluarga keluarga Jurusan Gizi
masih ada bayi tentang pemberian dan yang
yang tidak di manfaat ASI eksklusif terkait
berikan ASI
Eksklusif,
5.
sehingga
persentase
bayi yang
tidak
mendapat ASI
Ekslusif

55
Tanggal/ Alat dan Pihak yang
NO Masalah Rencana Kegiatan Tempat Sasaran
Waktu Bahan Terlibat
sebanyak 2
KK (20%) dari
10 KK yang
bermasalah.

Berdasarkan Memberikan promosi 18 Februari Rumah Seluruh Leaflet Mahasiswa


hasil survey kesehatan berupa penyuluhan 2018 Keluarga keluarga Jurusan Gizi
pada 10 KK tentang pentingnya yang
yang pemantauan tumbuh kembang terkait
bermasalah,
balita.
masih ada
balita yang
6.
tidak
melakukan
pemantauan
tumbuh
kembang yaitu
sebanyak 1
KK (10%).

56
Tanggal/ Alat dan Pihak yang
NO Masalah Rencana Kegiatan Tempat Sasaran
Waktu Bahan Terlibat
a. Memberikan promosi 18 Februari Rumah Seluruh Leaflet Mahasiswa
kesehatan berupa 2018 Keluarga keluarga Jurusan
Berdasarkan penyuluhan tentang yang Kesehatan
hasil survey terkait Lingkungan
upaya peningkatan
pada 10 KK
cakupan kepemilikan dan
yang
bermasalah, pemanfaatan jamban
7. masih ada keluarga
keluarga yang b. Melakukan advokasi
tidak memiliki kepada pemangku
jamban, yaitu
kebijakan terkait
sebanyak 1
KK (10%). pembuatan jamban sehat
pada KK yang tidak
memiliki jamban.

57
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Banjar Anggarkasih, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten


Gianyar, Provinsi Bali merupakan banjar yang menjadi tempat kegiatan Praktik
KKN IPE mahasiswa semester VI & VIII Poltekkes Denpasar. Banjar
Anggarkasih mempunyai lua 98,4 Ha terletak membujur dari timur ke barat.
Adapun batas-batas wilayah dari Banjar Anggarkasih antara lain:
- Sebelah utara : Banjar Penulisan
- Sebelah timur : Banjar Medahan
- Sebelah selatan : Banjar Medahan
- Sebelah barat : Tukad Pakerisan
Fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah terdiri dari Puskesmas Pembantu
dan Banjar Anggarkasih juga memiliki 6 orang kader. Upaya Kesehatan
Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang ada di Banjar Anggarkasih terdiri dari
1 Posyandu, 1 Puskesmas Pembantu, dan 1 Lembaga Swadaya Masyarakat.

a. Data Demografi
1. Distribusi Penduduk Berdasarkan Data yang Disurvey
Penduduk berdasarkan usia dan gender pada kelompok usia 0-12 bulan
terdapat 3 orang laki-laki dan 3 orang perempuan. Pada kelompok usia 13-59
bulan terdapat 18 orang laki-laki dan 18 orang perempuan. Pada kelompok usia 5-
7 tahun terdapat 25 orang laki-laki dan 20 orang perempuan. Pada kelompok usia
8-15 tahun terdapat 87 orang laki-laki dan 83 orang perempuan. Pada kelompok
usia16-56 tahun terdapat 430 orang laki-laki dan 414 orang perempuan. Pada
kelompok usia >56 tahun terdapat 138 orang laki-laki dan 133 orang perempuan.
Secara demografis/kependudukan dapat dilihat bahwa dari 1372 jiwa yang
telah disurvey dengan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 701 orang dari 1372
jiwa dan jumlah perempuan 671 orang dari 1372 jiwa.

58
Diagram 1. Distribusi Penduduk Berdasarkan Kelompok usia di Banjar
Anggarkasih, Desa Medahan, Tahun 2018

450
400
350
300
250
200 Laki
Perempuan
150
100
50
0
0-12 13-59 5-7 8-15 16 56 >56
bulan bulan tahun tahun tahun tahun

Diagram 1. Distribusi Penduduk Berdasarkan Kelompok Usia di Banjar Anggarkasih,


Desa Medahan Tahun 2018

2. Distribusi Penduduk Berdasarkan Pendidikan di Banjar Anggarkasih, Desa


Medahan Tahun 2018
Dari data tingkat perkembangan pendidikan yang diperoleh menunjukkan
bahwa pada tahun 2018 jumlah penduduk yang tidak pernah masuk sekolah atau
belum sekolah pada tahun 2018 sebanyak 182 orang (14.6%), penduduk yang
tidak tamat SD/sederajat pada tahun 2018 sebanyak 132 orang (10.6%), penduduk
yang tamat SD/sederajat pada tahun 2018 sebanyak 262 orang (21%), penduduk
yang tamat SLTP/sederajat pada tahun 2018 sebanyak 174 orang (13.9%),
penduduk yang tamat SLTA/sederajat pada tahun 2018 sebanyak 403 orang
(32.3%), penduduk yang tamat D1/D2/D3 pada tahun 2018 sebanyak 85 orang
(6.8%), penduduk yang tamat Perguruan Tinggi pada tahun 2018 sebanyak 10
orang (0.8%), sedangkan sisanya yang berjumlah 124 tidak termasuk dalam
kategori dikarenakan usianya belum diatas 5 tahun.

59
Adapun pengelompokan penduduk berdasarkan pendidikan di Banjar
Anggarkasih, Desa Medahan tahun 2018 tetera diagram berikut:

450 Tidak/Belum
400 Sekolah
350 Tidak Tamat SD
300
Tamat SD
250
200 Tamat
150 SLTP/Sederajat
100 Tamat
SLTA/Sederajat
50
Tamat D1/D2/D3
0
PENDIDIKAN

Diagram 2. Distribusi Penduduk Berdasarkan Pendidikan di Banjar Anggarkasih, Desa


Medahan Tahun 2018

3. Distribusi Penduduk Berdasarkan Pekerjaan di Banjar Anggarkasih, Desa


Medahan tahun 2018,
Penduduk Banjar Anggarkasih, Desa Medahan dikelompokan kedalam 9
kategori pekerjaan, yaitu: Tidak bekerja sebanyak 274 orang (21.5%); Sekolah
sebanyak 280 orang (21%); PNS/TNI/POLRI/BUMN/BUMD sebanyak 55 orang
(4.3%); Pegawai Swasta sebanyak 145 orang (11.4%); Wiraswasta/Pedagang/Jasa
sebanyak 217 orang (17%); Petani sebanyak 128 orang (10.1%); Nelayan
sebanyak 1 orang(0.1%); Buruh sebanyak 113 orang (8.9%); Lainnya sebanyak 60
orang (4.7%), sedangkan sisanya yang berjumlah 99 orang, tidak termasuk dalam
kategori dikarenakan usianya yang belum cukup untuk masuk kedalam kategori
tersebut. Adapun pengelompokan penduduk Banjar Anggarkasih, Desa Medahan
tahun 2018 berdasarkan pekerjaan tertera pada diagram berikut:

60
300 Tidak Bekerja

Sekolah
250
PNS/TNI/POLRI/B
200 UMN/BUMD
Pegawai Swasta

150
Wiraswasta/Pedaga
ng/Jasa
100 Petani

Nelayan
50
Buruh
0
Pekerjaan Lainnya

Diagram 3. Distribusi Penduduk Berdasarkan Pekerjaan di Banjar Anggarkasih, Desa


Medahan tahun 2018

Praktik KKN-IPE oleh mahasiswa Poltekkes Denpasar semester VI dan VIII


ini dilaksanakan mulai tanggal 5 Februari sampai dengan 24 Februari 2018.
Adapun kegiatan mahasiswa pada KKN-IPE di Banjar Anggarkasih, Desa
Medahan sebagai berikut:

A. Pembukaan dan Pembekalan


Pembekalan dilaksanakan sebelum kegiatan praktik lapangan dimulai.
Mahasiswa memperoleh pembekalan berupa materi-materi yang dibutuhkan
sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai. Tujuan dari pembekalan ini yaitu
setelah melaksanakan KKN, mahasiswa diharapkan mempunyai pengalaman dan
keterampilan dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara
interdisipliner sehingga mampu melakukan komunikasi interprofesional,
kerjasama sebagai tim kesehatan dan manajemen konflik. Pembekalan

61
dilaksanakan di Auditorium Politeknik Kesehatan Denpasar pada tanggal 17-19
Januari 2018 dan pembukaan dari pihak institusi dilaksanakan pada tanggal 1
Februari 2018 di Auditorium Politeknik Kesehatan Denpasar, dan pembukaan dari
pihak UPT Kesmas I Blahbatuh dilaksanakan pada tanggal 5 Februari 2018 di
UPT Kesmas I Blahbatuh.

B. Survey Keluarga Sehat


1. Data Survey Mawas Diri
Survey Keluarga Sehat dilaksanakan oleh 18 orang mahasiswa semester VI
dan VIII pada tanggal 5-24 Februari 2018 di Banjar Anggarkasih, Desa Medahan,
dengan responden yang diambil adalah 295 kepala keluarga.
Setelah data terkumpul selanjutnya diolah dan ditabulasi serta dianalisa dan
disusun berdasarkan 12 indikator kesehatan di Banjar Anggarkasih, Desa
Medahan.

2. 12 Indikator Kesehatan Masyarakat


a. Rekapitulasi Kesehatan Masyarakat
Setelah dilakukan Survey Keluarga Sehat dari tanggal 5-24 Februari 2018
yang telah mengkaji status kesehatan masyarakat berdasarkan 12 indikator
masyarakat sehat. Dapat dibuatkan rekapitulasi yang tertera pada tabel 1.

Tabel 1. Rekapitulasi 12 Indikator Keluarga Sehat


Banjar Anggarkasih
Jumlah
Ya Tidak
Keluarga Mengikuti KB 152 88
Ibu Hamil Melahirkan di
35 0
Fasyankes
Bayi Usia 0-11 bulan
diberikan imunisasi 16 1
lengkap
Pemberian ASI Eksklusif
13 4
Bayi 0-6 bulan
Pemantauan Pertumbuhan 23 2

62
Balita
Penderita TB Paru yang
0 0
Berobat Sesuai Standar
Penderita Hipertensi yang
22 35
Berobat Teratur
Tidak Ada Anggota
138 152
Keluarga yang Merokok
Sekeluarga Sudah Menjadi
180 115
Anggota JKN
Mempunyai dan
Menggunakan Sarana Air 0 0
Bersih
Menggunakan Jamban
288 7
Keluarga
Penderita Gangguan Jiwa
Berat Berobat dengan 1 1
Benar

63
LAPORAN MASALAH PRIORITAS DALAM SURVEY KELUARGA
SEHAT BANJAR ANGGARKASIH DESA MEDAHAN KABUPATEN
GIANYAR

1. Nama kk : TN. BG
Daftar masalah :
a. Merokok

Berdasarkan survey yang telah dilakukan di keluarga tn. Bg pada


kamis, 8 februari 2018 pukul 18.00 wita didapatkan data bahwa tn.bg
merokok di dalam lingkungan keluarga. Tn.bg mengatakan bahwa dirinya
merokok sejak dirinya duduk di bangku sma sampai saat ini. Biasanya
tn.bg merokok sebanyak 2 bungkus sehari. Tn.bg mengatakan dirinya
merasa lebih tenang setelah merokok. Hal tersebut yang membuat tn. Bg
terus merokok. Tapi ny. Ks, istri tn.bg mengatakan bahwa dulu tn.bg
pernah berhenti merokok selama 4 bulan namun tidak tahan merokok lagi
ketika melihat orang-orang di lingkungan sekitarnya merokok. Pada saat
survey keluarga sehat terlihat satu bungkus rokok yang ketika ditanya
mengenai siapa pemiliknya, tn.bg mengakui bahwa itu miliknya. Keluarga
tn. Bg juga memiliki 3 orang anak yang salah satunya masih berumur di
bawah 5 tahun.

Oleh sebab itu mahasiswa membuat beberapa intervensi yang


bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anggota keluarga tentang
risiko merokok terutama untuk anak-anak yang rentan menjadi perokok
pasif, komplikasi dan cara untuk berhenti merokok agar dapat
meningkatan derajat kesehatan keluarga. Intervensi yang digunakan untuk
mencapai tujuan dari indikator keluarga sehat ke-8 yaitu tidak ada anggota
keluarga yang merokok adalah memberikan promosi kesehatan berupa
penyuluhan tentang perokok aktif dan perokok pasif, risiko merokok,
komplikasi merokok dan cara untuk berhenti merokok.

64
Implementasi yang telah dilakukan oleh mahasiswa pada senin, 19
februari 2018 pukul 18.00 wita adalah memberikan penyuluhan mengenai
perokok aktif dan perokok pasif, risiko merokok, komplikasi merokok dan
cara untuk berhenti merokok. Pada saat pemberian penyuluhan tampak
keluarga sangat kooperatif dalam mendengarkan penjelasan dari
mahasiswa dan mengajukan pertanyaan mengenai cara efektif untuk
berhenti merokok yang dijawab oleh mahasiswa dengan menjelaskan
metode 21 challenge yaitu 21 hari untuk mengurangi rokok. Penyuluhan
berlangsung selama 15 menit yang di dalamnya sudah termasuk sesi tanya
jawab. Setelah dilakukan penyuluhan keluarga tn.bg mengatakan sudah
mengerti mengenai bahaya merokok dan cara mengurangi merokok.

b. Keluarga berencana

Berdasarkan survey yang telah dilakukan di keluarga tn. Bg pada


kamis, 8 februari 2018 pukul 18.00 wita didapatkan data bahwa keluarga
tn.bg mengalami masalah kesehatan pada indikator keluarga sehat ke-1
yaitu keluarga mengikuti program kb. Ny. Ks mengatakan bahwa dirinya
sudah 3 kali mengganti jenis kb diantaranya yaitu pada tahun 2001 ny.ks
menggunakan kb iud namun ny.ks mengalami masalah menstruasi yaitu
mens selama 1 bulan penuh. Tiga tahun kemudian ny.ks memutuskan
untuk mengganti kb iud menjadi kb pil namun ny.ks mengalami masalah
kesehatan seperti pusing dan telinga berdenging lalu setahun terakhir ini
ny.ks menggunakan kb suntik (1 bulan sekali).

Oleh sebab itu mahasiswa membuat beberapa intervensi yang


bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anggota keluarga tentang
pentingnya keluarga berencana. Intervensi yang digunakan untuk
mencapai tujuan tersebut adalah memberikan promosi kesehatan berupa
penyuluhan tentang penggunaan, manfaat, efek samping, indikasi dan
kontraindikasi dari penggunaan alat kontrasepsi.

Implementasi yang telah dilakukan oleh mahasiswa pada senin, 19


februari 2018 pukul 18.00 wita adalah memberikan penyuluhan tentang
penggunaan, manfaat, efek samping, indikasi dan kontraindikasi dari

65
penggunaan alat kontrasepsi. Pada saat pemberian penyuluhan tampak
keluarga sangat kooperatif dalam mendengarkan penjelasan dari
mahasiswa. Penyuluhan berlangsung selama 15 menit yang di dalamnya
sudah termasuk sesi tanya jawab. Setelah dilakukan penyuluhan keluarga
tn.bg mengatakan sudah mengerti mengenai program keluarga berencana.

c. Jkn (jaminan kesehatan nasional)

Berdasarkan survey yang telah dilakukan di keluarga tn. Bg pada


tanggal 9 februari 2018 pukul 18.00 wita didapatkan data bahwa keluarga
tn.bg tidak memiliki jaminan kesehatan nasional (jkn).tn.bg mengatakan
dirinya sudah mencoba untuk membuat asuransi kesehatan, namun proses
pembuatan asuransi di tempatnya tinggalnya menghabiskan waktu yang
sangat lama sehingga dirinya merasa lelah menunggu. Saat ini tn.bg
berencana membuat jaminan kesehatan yang baru. Tn. Bg menyadari
bahwa jkn adalah hal yang penting dan harus dimiliki.

Oleh sebab itu mahasiswa membuat beberapa intervensi yang


bertujuan untuk meningkatakan pengetahuan anggota keluarga tentang
pentingnya jkn bagi keluarga. Intervensi yang digunakan untuk mencapai
tujuan dari indikator keluarga sehat yang ke-9 yaitu sekeluarga sudah
menjadi anggota jkn adalah memberikan promosi kesehatan berupa
penyuluhan tentang penggunaan, manfaat dan cara mendapatkan kartu
jaminan kesehatan nasional.

Implementasi yang telah dilakukan oleh mahasiswa pada senin, 19


februari 2018 pukul 18.00 wita adalah memberikan penyuluhan tentang
penggunaan, manfaat dan cara mendapatkan kartu jaminan kesehatan
nasional. Pada saat pemberian penyuluhan tampak keluarga sangat
kooperatif dalam mendengarkan penjelasan dari mahasiswa. Penyuluhan
berlangsung selama 15 menit yang di dalamnya sudah termasuk sesi tanya
jawab. Setelah dilakukan penyuluhan keluarga tn.bg mengatakan sudah
mengerti mengenai manfaat dan cara mendapatkan kartu jaminan
kesehatan nasional (jkn).

66
2. Nama kk : TN. WK
Daftar masalah :
a. Merokok

Berdasarkan survey yang telah dilakukan di keluarga tn. Wk pada


kamis, 8 februari 2018 pukul 18.00 wita didapatkan data bahwa tn.wk
merokok di dalam lingkungan keluarga. Tn.bg mengatakan bahwa dirinya
merokok sejak dirinya duduk di bangku sma sampai saat ini. Biasanya
tn.bg merokok sebanyak 1 bungkus sehari. Tn.bg mengatakan dirinya
merasa lebih tenang setelah merokok. Hal tersebut yang membuat tn. Wk
terus merokok. Pada saat survey keluarga sehat terlihat satu bungkus
rokok yang ketika ditanya mengenai siapa pemiliknya, tn.wk mengakui
bahwa itu miliknya. Keluarga tn. Wk juga memiliki 2 orang cucu yang
masih berumur dibawah 5 tahun.

Oleh sebab itu mahasiswa membuat beberapa intervensi yang


bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anggota keluarga tentang
risiko merokok terutama untuk anak-anak yang rentan menjadi perokok
pasif, komplikasi dan cara untuk berhenti merokok agar dapat
meningkatan derajat kesehatan keluarga. Intervensi yang digunakan untuk
mencapai tujuan dari indikator keluarga sehat ke-8 yaitu tidak ada anggota
keluarga yang merokok adalah memberikan promosi kesehatan berupa
penyuluhan tentang perokok aktif dan perokok pasif, risiko merokok,
komplikasi merokok dan cara untuk berhenti merokok.

Implementasi yang telah dilakukan oleh mahasiswa pada senin, 19


februari 2018 pukul 18.00 wita adalah memberikan penyuluhan mengenai
perokok aktif dan perokok pasif, risiko merokok, komplikasi merokok dan
cara untuk berhenti merokok. Pada saat pemberian penyuluhan tampak
keluarga sangat kooperatif dalam mendengarkan penjelasan dari
mahasiswa dan mengajukan pertanyaan mengenai cara efektif untuk
berhenti merokok yang dijawab oleh mahasiswa dengan menjelaskan
metode 21 challenge yaitu 21 hari untuk mengurangi rokok. Penyuluhan
berlangsung selama 15 menit yang di dalamnya sudah termasuk sesi tanya

67
jawab. Setelah dilakukan penyuluhan keluarga tn.wk mengatakan sudah
mengerti mengenai bahaya merokok dan cara mengurangi merokok.

b. Keluarga berencana

Berdasarkan survey yang telah dilakukan di keluarga tn. Wk pada


kamis, 8 februari 2018 pukul 18.00 wita didapatkan data bahwa keluarga
tn.wk mengalami masalah kesehatan pada indikator keluarga sehat ke-1
yaitu keluarga mengikuti program kb. Ny. Wm mengatakan bahwa
dirinya sudah 3 kali mengganti jenis kb diantaranya yaitu pada saat
dirinya berumur 26 tahun dirinya menggunakan kb iud dan sudah 4 kali
melakukan pemasangan ulang karena ny.wk merasa kurang nyaman dan
perutnya terasa sakit. Dokter mengatakan terdapat infeksi kecil akibat
pemasangan kb tersebut sehingga ny. Wm memutuskan untuk mengganti
jenis kb pada umur 47 tahun dengan jenis kb suntik yang bertahan selama
1 tahun karena siklus menstruasinya tidak teratur. Sehinga ketika dirinya
berumur 48 tahun, dirinya mengganti jenis kb menjadi kb pil. Tapi
sayangnya ny.wm mengaku tidak meminum pil kbnya setiap hari.

Oleh sebab itu mahasiswa membuat beberapa intervensi yang


bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anggota keluarga tentang
pentingnya keluarga berencana. Intervensi yang digunakan untuk
mencapai tujuan tersebut adalah memberikan promosi kesehatan berupa
penyuluhan tentang penggunaan, manfaat, efek samping, indikasi dan
kontraindikasi dari penggunaan alat kontrasepsi.

Implementasi yang telah dilakukan oleh mahasiswa pada senin, 19


februari 2018 pukul 18.00 wita adalah memberikan penyuluhan tentang
penggunaan, manfaat, efek samping, indikasi dan kontraindikasi dari
penggunaan alat kontrasepsi. Pada saat pemberian penyuluhan tampak
keluarga sangat kooperatif dalam mendengarkan penjelasan dari
mahasiswa. Penyuluhan berlangsung selama 15 menit yang di dalamnya
sudah termasuk sesi tanya jawab. Setelah dilakukan penyuluhan keluarga
tn.wk mengatakan sudah mengerti mengenai program keluarga berencana.

68
c. Jkn (jaminan kesehatan nasional)

Berdasarkan survey yang telah dilakukan di keluarga tn. Wk pada


tanggal 9 februari 2018 pukul 18.00 wita didapatkan data bahwa keluarga
tn.wk tidak memiliki jaminan kesehatan nasional (jkn). Tn.wk
mengatakan dirinya sudah mencoba untuk membuat asuransi kesehatan,
namun proses pembuatan asuransi di tempatnya tinggalnya menghabiskan
waktu yang sangat lama sehingga dirinya merasa lelah menunggu. Saat ini
tn.wk berencana membuat jaminan kesehatan yang baru. Tn. Wk
menyadari bahwa jkn adalah hal yang penting dan harus dimiliki.

Oleh sebab itu mahasiswa membuat beberapa intervensi yang


bertujuan untuk meningkatakan pengetahuan anggota keluarga tentang
pentingnya jkn bagi keluarga. Intervensi yang digunakan untuk mencapai
tujuan dari indikator keluarga sehat yang ke-9 yaitu sekeluarga sudah
menjadi anggota jkn adalah memberikan promosi kesehatan berupa
penyuluhan tentang penggunaan, manfaat dan cara mendapatkan kartu
jaminan kesehatan nasional.

Implementasi yang telah dilakukan oleh mahasiswa pada senin, 19


februari 2018 pukul 18.00 wita adalah memberikan penyuluhan tentang
penggunaan, manfaat dan cara mendapatkan kartu jaminan kesehatan
nasional. Pada saat pemberian penyuluhan tampak keluarga sangat
kooperatif dalam mendengarkan penjelasan dari mahasiswa. Penyuluhan
berlangsung selama 15 menit yang di dalamnya sudah termasuk sesi tanya
jawab. Setelah dilakukan penyuluhan keluarga tn.wk mengatakan sudah
mengerti mengenai manfaat dan cara mendapatkan kartu jaminan
kesehatan nasional (jkn).

3. Nama kk : TN. WS
Daftar masalah :
a. Merokok

Berdasarkan survey yang telah dilakukan di keluarga tn. Ws pada


tanggal 09 februari 2018 pukul 18.00 wita didapatkan data bahwa tn. Ws

69
merokok di dalam lingkungan keluarga. Tn. Ws biasanya merokok setelah
makan dan saat berkumpul bersama dengan kerabatnya. Tn. Ws
mengatakan bahwa dirinya merokok sejak dirinya duduk di bangku sma
sampai saat ini. Biasanya tn. Ws merokok sebanyak 1 dalam 3 hari, selain
itu tn. Ws menggunaka tembakau yang dikuyah setiap hari. Tn. Ws sudah
pernah mencoba berhenti merokok pada tahun 1998 sampai dengan tahun
2000 hanya saja karena pengaruh teman kerjanya tn. Ws kembali
merokok. Dan sampai saat ini tn. Ws masih merokok dan menguyah
tembakau setiap hari.

Oleh karena itu mahasiswa melakukan beberapa intervensi yang


bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anggota keluarga tentang
risiko merokok terutama untuk anak-anak yang rentan menjadi perokok
pasif, komplikasi dan cara untuk berhenti merokok agar dapat
meningkatan derajat kesehatan keluarga. Intervensi yang digunakan untuk
mencapai tujuan dari indikator keluarga sehat ke-8 yaitu tidak ada anggota
keluarga yang merokok adalah memberikan promosi kesehatan berupa
penyuluhan tentang perokok aktif dan perokok pasif, risiko merokok,
komplikasi merokok dan cara untuk berhenti merokok.

Implementasi yang telah dilakukan oleh mahasiswa adalah


memberikan penyuluhan mengenai perokok aktif dan perokok pasif,
risiko merokok, komplikasi merokok dan cara untuk berhenti merokok.
Pada saat pemberian penyuluhan tampak keluarga sangat kooperatif
dalam mendengarkan penjelasan dari mahasiswa dan mengajukan
pertanyaan mengenai cara efektif untuk berhenti merokok yang dijawab
oleh mahasiswa dengan menjelaskan metode 21 challenge yaitu 21 hari
untuk mengurangi rokok. Penyuluhan berlangsung selama 15 menit yang
di dalamnya sudah termasuk sesi tanya jawab. Setelah dilakukan
penyuluhan keluarga tn. Ws mengatakan sudah mengerti mengenai
bahaya merokok dan cara mengurangi merokok.

70
b. Hipertensi

Berdasarkan survey yang telah dilakukan di keluarga tn. Ws pada


tanggal 9 februari 2018 pukul 18.00 wita didapatkan data bahwa ayah
tn.ws mengalami masalah kesehatan pada indikator kesehatan keluarga
yaitu hipertensi. Pada saat melakukan survey kesehatan didapatkan
tekanan darah ayah tn. Ws 150/100 mmhg. Tn. Ws mengatakan ayahnya
tidak selalu mengalami hipertensi, hanya saja pada saat ayahnya merasa
pusing dan kelelahan terkadang tekanan darah ayah tn. Ws meningkat. Tn.
Ws mengatakan ayahnya tidak mengkonsumsi obat secara teratur tetapi
tetap mengukur tekanan darah secara rutin di puskesmas.

Oleh karena itu mahasiswa melakukan beberapa intervensi yang


bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anggota keluarga tentang
hipertensi. Penyuluhan yang diberikan kepada tn. Ws mengenai tanda-
tanda hipertensi, penyebab hipertensi, pencegahan hipertensi, pola nutrisi
yang bisa dikonsumsi untuk keluarga yang mengalami hipertensi. Dalam
memberikan penyuluhan mahasiswa menggunakan leaflet sebagai media
untuk mempermudah keluarga dalam memahami informasi yang
diberikan.

c. Jaminan kesehatan masyarakat (jkn)

Berdasarkan survey yang telah dilakukan di keluarga tn. Ws pada


tanggal 9 februari 2018 pukul 18.00 wita didapatkan data bahwa tn. Ws
tidak memiliki jaminan kesehatan nasional (jkn). Tn. Ws mengatakan dulu
ia pernah menggunakan kartu indonesia sehat (kis) hanya saja pada saat
ayahnya masuk rumah sakit karena hipertensi kis nya tidak bisa digunakan
sehingga tn. Ws sempat berhenti menggunakan jaminan kesehatan. Saat ini
tn. Ws berencana membuat jaminan kesehatan yang baru. Tn. Ws
menyadari bahwa jkn adalah hal yang penting dan harus dimiliki.

Oleh sebab itu, mahasiswa melakukan beberapa intervensi yang


bertujuan untuk meningkatakan pengetahuan anggota keluarga tentang
pentingnya jkn bagi keluarga. Intervensi yang digunakan untuk mencapai

71
tujuan dari indikator keluarga sehat yang pertama yaitu semua kepala
keluarga anggota keluarga memiliki jkn. Intervensi yang diberikan oleh
mahasiswa kepada keluarga yaitu memberikan promosi kesehatan berupa
penyuluhan tentang penggunaan, manfaat dan cara mendapatkan kartu
jaminan kesehatan nasional.

4. Nama kk : TN. SP
Daftar masalah :
a. Merokok

Berdasarkan survey yang telah dilakukan di keluarga tn. Sp pada


tanggal 09 februari 2018 pukul 19.00 wita didapatkan data bahwa tn. Sp
merokok di dalam lingkungan keluarga. Tn. Sp mengatakan bahawa ia
merokok sejak duduk dibangku sma. Dalam sehari tn. Ws merokok 1
bungkus dalam sehari dan anaknya juga perokok aktif sejak duduk
dibangku sma. Anak tn. Ws merokok 1 bungkus dalam sehari. Tn. Ws dan
anaknya belum pernah mencoba untuk berhenti merokok. Tn. Ws
mengatakan merokok membuat dirinya merasa tenang, lebih rileks dan
menghilangkan rasa bosan saat bekerja.

Oleh karena itu mahasiswa melakukan beberapa intervensi yang


bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anggota keluarga tentang
risiko merokok terutama untuk anak-anak yang rentan menjadi perokok
pasif, komplikasi dan cara untuk berhenti merokok agar dapat
meningkatan derajat kesehatan keluarga. Intervensi yang digunakan untuk
mencapai tujuan dari indikator keluarga sehat ke-8 yaitu tidak ada anggota
keluarga yang merokok adalah memberikan promosi kesehatan berupa
penyuluhan tentang perokok aktif dan perokok pasif, risiko merokok,
komplikasi merokok dan cara untuk berhenti merokok.

Implementasi yang telah dilakukan oleh mahasiswa adalah


memberikan penyuluhan mengenai perokok aktif dan perokok pasif,
risiko merokok, komplikasi merokok dan cara untuk berhenti merokok.
Pada saat pemberian penyuluhan tampak keluarga sangat kooperatif
dalam mendengarkan penjelasan dari mahasiswa dan mengajukan

72
pertanyaan mengenai cara efektif untuk berhenti merokok yang dijawab
oleh mahasiswa dengan menjelaskan metode 21 challenge yaitu 21 hari
untuk mengurangi rokok. Penyuluhan berlangsung selama 15 menit yang
di dalamnya sudah termasuk sesi tanya jawab. Setelah dilakukan
penyuluhan keluarga tn. Sp mengatakan sudah mengerti mengenai bahaya
merokok dan cara mengurangi merokok.

b. Hipertensi

Berdasarkan survey yang telah dilakukan di keluarga tn. Sp pada


tanggal 9 februari 2018 pukul 19.00 wita didapatkan data bahwa tn. Sp
mengalami masalah kesehatan pada indikator kesehatan keluarga yaitu
hipertensi. Pada saat melakukan survey kesehatan didapatkan tekanan
darah tn. Sp 140/90 mmhg. Tn. Sp mengatakan bahwa dirinya tidak
selalu mengalami hipertensi, hanya saja pada saat ia merasa pusing dan
kelelahan saat bekerja sampai larut malam terkadang kepalanya terasa
sakit dan tekanan darahnya meningkat. Tn. Sp mengatakan bahwa ia tidak
mengkonsumsi obat secara teratur dan tidak mengukur tekanan darah
secara rutin di puskesmas.

Oleh karena itu mahasiswa melakukan beberapa intervensi yang


bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anggota keluarga tentang
hipertensi. Penyuluhan yang diberikan kepada tn. Sp mengenai tanda-
tanda hipertensi, penyebab hipertensi, pencegahan hipertensi, pola nutrisi
yang bisa dikonsumsi untuk keluarga yang mengalami hipertensi. Dalam
memberikan penyuluhan mahasiswa menggunakan leaflet sebagai media
untuk mempermudah keluarga dalam memahami informasi yang
diberikan.

c. Jaminan kesehatan masyarakat (jkn)

Berdasarkan survey yang telah dilakukan di keluarga tn. Sp pada


tanggal 9 februari 2018 pukul 18.00 wita didapatkan data bahwa tn. Sp
tidak memiliki jaminan kesehatan nasional (jkn). Tn. Sp mengatakan ia
dan keluarganya belum pernah menggunakan jaminan kesehatan nasional

73
karena tn. Sp malas untuk mengurusnya sendiri dan menunggu kepala
desa untuk memberikan jaminan kesehatan. Tn. Sp mengatakan bahwa
jaminan kesehatan sangat penting karena tn. Sp berencana ingin memiliki
anak lagi sehingga memudahkan tn. Sp untuk membayar biaya rumah
sakit.

Oleh sebab itu, mahasiswa melakukan beberapa intervensi yang


bertujuan untuk meningkatakan pengetahuan anggota keluarga tentang
pentingnya jkn bagi keluarga. Intervensi yang digunakan untuk mencapai
tujuan dari indikator keluarga sehat yang pertama yaitu semua kepala
keluarga anggota keluarga memiliki jkn. Intervensi yang diberikan oleh
mahasiswa kepada keluarga yaitu memberikan promosi kesehatan berupa
penyuluhan tentang penggunaan, manfaat dan cara mendapatkan kartu
jaminan kesehatan nasional

d. Keluarga berencana

Berdasarkan survey yang telah dilakukan di keluarga tn. Sp pada


tanggal 9 februari 2018 pukul 19.00 wita didapatkan data bahwa ny. Ww
tidak menggunakan kb karena ny. Ww berencana ingin menambah anak
lagi. Ny. Ww sempat menggunakan pil kb selama dua tahun namun
merasa dirinya tidak cocok dan sering lupa minum pil kb, sehingga ibu
memutuskan untuk berhenti menggunakan pil kb. Sampai saat ini ibu
masih bingung untuk menggunakan alat kontrasepsi yang tepat.

Oleh sebab itu, mahasiswa melakukan beberapa intervensi yang


bertujuan untuk meningkatakan pengetahuan anggota keluarga tentang
pentingnya keluarga berencana. Intervensi yang diberikan oleh mahasiswa
kepada keluarga yaitu memberikan promosi kesehatan berupa penyuluhan
tentang penggunaan, manfaat, efek samping, indikasi dan kontraindikasi
dari penggunaan alat kontrasepsi.

5. Nama kk : TN. NY
Daftar masalah :
a. Jkn

74
Berdasarkan survey yang telah dilakukan pada keluarga tn. Ny
pada tanggal 8 februari 2018 pukul 17.00 didapatkan data bahwa
keluarga tn. Ny belum memiliki jkn. Keluarga tn. Ny khususnya ny. M
(istri) mengatakan bahwa dirinya sudah sempat didata oleh pihak
banjar untuk mendapatkan rekomendasi penerimaan jkn. Namun,
setelah sekian lama keluarga tn. Ny tidak kunjung diberikan
konfirmasi tentang program jkn tersebut. Keluarga tn. Ny juga
mengatakan sejak saat itu tidak pernah menanyakan bagaiamana
kelanjutannya sampai sekarang.
Berdasarkan permasalahan jkn tersebut, maka dibuat sebuah
intervensi yaitu memberikan promosi kesehatan tentang jkn,
bagaimana alur proses jkn tersebut. Setelah intervensi dibuat, maka
dilakukan implementasi pada tanggal 19 februari 2018 dengan sasaran
seluruh anggota keluarga.
Setelah dilakukan penyuluhan selama 10 menit, keluarga tn. Ny
mengatakan akan segera mengurus sendiri jkn ke kantor kepengurusan
jkn.
b. Merokok
Selain tidak memiliki jkn, keluarga tn. Ny khususnya tn. Ea (anak)
dan tn. A (anak) memiliki kebiasaan merokok. Pada hari yang sama tn.
Ea dan tn. A mengatakan memiliki kebiasaan merokok sekitar 1
bungkus setiap harinya. Tn. Ea mengatakan sudah merokok sejak
masih sma begitu juga dengan tn. A yang melihat kakaknya merokok
akhirnya “ikut-ikutan” merokok.
Setelah didapatkan data tersebut, maka dibuat intervensi agar
keluarga tn. Ny khususnya tn. Ea dan tn. A mengetahui bahaya
merokok untuk kesehatan. Dilanjutkan dengan implementasi yang
dilakukan tanggal 19 februari 2018 pukul 17.00 dengan sasaran tn. Ea
dan tn. A. Dijelaskan oleh petugas tentang pengertian rokok, bahaya
rokok, kandungan rokok, zona aman rokok dll.

75
Setelah selesai diberikan penyuluhan tn. Ea dan tn. A mengatakan
sudah mengerti dengan penjelasan petugas dan dapat menyebutkan
kembali zona aman merokok yang sudah dijelaskan sebelumnya.
c. Hipertensi
Permasalahan lain yang ada di keluarga tn. Ny yaitu adanya salah
satu anggota keluarga yang didiagnosis hipertensi akan tetapi tidak
mengonsumsi obat secara teratur. Adalah ny. M, yang merupakan istri
dari tn. Ny mengatakan sudah didiagnosis hipertensi sejak sekitar 7
tahun yang lalu. Pada saat pengkajian tanggal 8 februari berdasarkan
hasil pengukuran tekanan darah didapatkan hasil 145/90 mmhg. Saat
pengkajian ny. M mengeluh nyeri pada tengkuk dan kebetulan saat itu
ny. M sedang tidak enak badan. Ny. M mengatakan salah satu faktor
yang membuat kondisinya drop adalah karena stress memikirkan
anaknya yang saat ini sedang terlibat hokum tentang kasus kecelakaan.
Pernah dikatakan oleh ny. M sekitar seminggu yang lalu kondisinya
sangat lemas dan hampir pingsan. Saat diperiksa dokter tekanan
darahnya 160/100 mmhg.
Setelah didapatkan data seperti diatas, maka disusun intervensi
tentang penanganan hipertensi yaitu promosi kesehatan tentang
penanganan hipertensi secara tepat. Kemudian dilakukan implementasi
pada tanggal 19 februari 2018 pukul 17.00 selama 15 menit dengan
sasaran ny. M. Sebelumnya dilakukan pemeriksaan tekanan darah pada
ny. M dan didapatkan hasil 140/90 mmhg.
Setelah implementasi selesai, ny. M mengatakan sudah memahami
tentang penanganan hipertensi dan akan dating ke dokter untuk
mengonsultasikan kondisinya.
d. Tidak melakukan pemantauan tumbuh kembang balita
Di keluarga tn. Ny juga terdapat seorang anak balita yang berumur 3
tahun yaitu an. G. Ibu an. G (ny. T) mengatakan sudah sekitar 1 tahun
tidak mengajak anaknya ke posyandu. Menurut ny. T hal ini terjadi
disebabkan oleh berbagai alasan sehingga anaknya sampai tidak diajak
ke posyandu antara lain seperti anaknya sedang tidur saat akan diajak

76
ke posyandu, tidak ada yang mengantar karena anggota keluarga
sedang bekerja dan lupa pada saat jadwal ke posyandu. Data subyektif
juga divalidasi oleh buku kms yang diperlihatkan oleh ny. T bahwa
memang benar an. G mendapatkan pemantauan tumbuh kembang 1
tahun yang lalu dengan hasil bb: 14 kg.
Berdasarkan permasalahan tersebut kami membuat sebuah intervensi
yaitu penyuluhan tentang pentingnya pemantauan tumbuh kembang
bagi balita. Setelah intervensi selesai maka selanjutnya dilakukan
implementasi pada tanggal 19 februari 2018 pukul 17.00 dengan
sasaran semua anggota keluarga tn. Ny. Implementasi berlangsung
selama 15 menit dengan media pendukung yaitu leaflet dan flayer
tentang pemantauan tumbuh kembang balita.
Selama implementasi berlangsung keluarga tn. Ny khususnya ny. T
memperhatikan penjelasan petugas dengan seksama. Setelah
penyuluhan selesai, petugas menanyakan kembali kepada keluarga
apakah sudah dimengerti dan ny. T mengatakan sudah mengerti dan
akan kembali mengajak an. G untuk mendapatkan pemantauan tumbuh
kembang balita.
6. Nama kk : TN. WS
Daftar masalah :
a. Jkn
Berdasarkan survey keluarga sehat yang dilakukan pada tanggal 7
februari 2018 pukul 18.00 wita dengan 12 indikator keluarga sehat,
maka didapatkan 3 masalah dalam keluarga tn. Ws yaitu tidak
memiliki jkn, tidak menggunakan alat kontrasepsi dan terdapat balita
yang tidak mendapatkan asi ekslusif. Tn. Ws mengatakan sudah
mengurus jkn yaitu bpjs tetapi terdapat kendala dari waktu karena tn
ws mengatakan sibuk bekerja. Maka dari itu tn. Ws sampai saat ini
belum memiliki jkn.
Dari persamasalahan tersebuat maka dibuat intervensi yaitu dengan
memberikan kie kepada semua anggota keluarga mengenai jkn,
bagaimana alur proses membuat jkn, dan pentingnya memiliki jkn.

77
Setelah dibuatkan intervensi maka pada tanggal 19 februari 2018
dilakukan implementasi dengan sasaran seluruh anggota keluarga.
Pada tanggal 20 februari 2018 dilakukan evaluasi yaitu didapatkan
keluarga tn ws sudah dalam proses membuat jkn.

b. Alat kontrasepsi
Dalam keluarga tn. Ws yaitu ny.kr tidak menggunakan alat
kontrasepsi setelah anak keduanya lahir yaitu sejak 7 bulan yang lalu.
Ny kr mengatakan tidak menggunakan alat kontrasepsi karena ny. Kr
memiliki trauma dengan alat kontrasepsi yaitu alat kontrasepsi suntik 1
bulan. Ny.kr mengatakan mendapatkan perdarahan yang sangat banyak
saat menggunakan alat kontrsepsi tersebut hingga badannya lemas dan
hampir pinsan.
Berdasarkan masalah tersebut maka dilakukan intervensi yaitu
dengan memberikan kie kepada ny. Kr dan suami mengenai macam-
macam kb, keuntungan dan kelemahan dari kb tersebut.
Pada tanggal 19 februari dilakukan implementasi kepada ny kr dan
suami dengan memberikan penyuluhan mengenai alat kontrasepsi
selama 15 menit. Setelah dilakukan implementasi tersebut maka
didapatkan evaluasi yaitu ny. Kr akan membicarakan masalah
kontrasepsi tersebut dengan suami terlebih dahulu, stelah mendapat
pilihan yang tepat ny kr bersedia pergi ke tenaga kesehatan.
c. Asi eksklusif
Didalam keluarga tn. Ws terdapat balita yang tidak mendapatkan
asi ekslusif. Ny. Kr mengatakan tidak memberikan asi ekslusif kepada
anaknya karena ia sibuk bekerja dan tidak sempat untuk memerah
asinya. Ny.kr mengatakan di tempat ia bekerja mendapat waktu
istirahat yang sangat kurang, sehingga ia tidak bias memerah asinya di
tempat kerja.

78
Berdasarkan masalah tersebut kami merencanakan intervensi yaitu
dengan memeberikan kie mengenai asi esklusif dan cara menyimpan
asi pada ibu bekerja.
Pada tanggal 19 februari dilakukan penyuluhan kepada seluruh
anggota keluarga dengan memberikan penyuluhan mengenai asi
ekslusif dan penyimpanan asi pada ibu bekerja. Setelah penyuluhan
tersebut didapatkan semua anggota keluarga paham dan dapat
mengulang penjelasan yang telah diberikan. Dan seluruh anggota
keluarga akan berusaha mendukung ny. Kr untuk membeikan asi
ekslusif kepada anaknya.
7. Nama kk : TN. NA
Daftar masalah :
a. Jaminan kesehatan nasional (jkn)
Berdasarkan survey yang telah dilakukan di keluarga tn. Na pada
tanggal 8 februari 2018 pukul 07.30 wita didapatkan data bahwa tn. Na
tidak memiliki jaminan kesehatan nasional (jkn). Tn. Na mengatakan tidak
memiliki dana untuk mengurus jkn dan melakukan pembayaran rutin
perbulannya nanti. Tn. Na mengatakan tidak perlu mengurus jkn karena
bukan kebutuhan saat ini. Dana yang dimiliki lebih dipergunakan untuk
hal yang lebih penting. Tn. Na malas untuk mengurusnya dan memerlukan
waktu yang lama.
Oleh sebab itu, mahasiswa melakukan beberapa intervensi yang
bertujuan untuk meningkatakan pengetahuan anggota keluarga tentang
pentingnya jkn bagi keluarga. Intervensi yang digunakan untuk mencapai
tujuan dari indikator keluarga sehat yang pertama yaitu semua kepala
keluarga anggota keluarga memiliki jkn. Intervensi yang diberikan oleh
mahasiswa kepada keluarga yaitu memberikan promosi kesehatan berupa
penyuluhan tentang penggunaan, manfaat dan cara mendapatkan kartu
jaminan kesehatan nasional. Setelah diberikan penyuluhan oleh petugas,
keluarga tn. Na memahami tentang manfaat jkn.
b. Merokok

79
Selain tidak memiliki jkn, keluarga tn. Na khususnya tn. Na memiliki
kebiasaan merokok. Pada hari yang sama tn. Na memiliki kebiasaan
merokok sekitar satu bungkus setiap harinya. Tn. Na mengatakan sudah
merokok sejak lama. Tn. Na mengatakan merasa tenang setelah merokok
dan beban terasa berkurang.

Setelah didapatkan data tersebut, maka dibuat intervensi agar keluarga


tn. Na khususnya tn. Na mengetahui bahaya merokok untuk kesehatan.
Dilanjutkan dengan intervensi yang dilakukan tanggal 18 februari 2018
pukul 19.00 dengan sasaran tn. Na. Dijelaskan oleh petugas tentang
pengertian rokok, bahaya rokok, kandungan rokok, zona aman rokok dan
lainnya.

Setelah selesai diberikan penyuluhan tn. Na mengatakan sudah


mengerti dengan penjelasan petugas dan dapat menyebutkan kembali zona
aman merokok yang sudah dijelaskan sebelumnya

c. Jamban
Berdasarkan survey yang telah dilakukan di keluarga tn. Na pada
tanggal 8 februari 2018 pukul 07.00 wita didapatkan data bahwa tn. Na
tidak memiliki jamban. Keluarga mengatakan bahwa tidak memiliki
jamban karena keterbatasan dana. Tempat untuk pembuatan jamban di
pekarangan rumah sudah tersedia, namun karena keterbatasan dana, maka
keluarga lebih memilih sungai sebagai penggantinya.
Setelah didapatkan data tersebut, maka dibuat intervensi agar keluarga
tn. Na memahami tentang manfaat pentingnya memiliki jamban. Intervensi
dilakukan dengan melakukan promosi kesehatan tentang manfaat jamban
pada keluarga dan melakukan advokasi dengan pemangku kebijakan
tentang program bedah jamban. Intervensi dilaksanakan pada tanggal 18
februari 2018 pukul 19.40 wita. Setelah selesai diberikan penyuluhan, tn.
Na mengatakan sudah mengerti dengan penjelasan petugas dan dapat
menyebutkan kembali pentingnya memiliki jamban.
8. Nama kk : TN. KS
Daftar masalah :

80
a. Jaminan kesehatan nasional (jkn)
Berdasarkan survey yang telah dilakukan di keluarga tn. Ks pada
tanggal 8 februari 2018 pukul 08.00 wita didapatkan data bahwa tn. Ks
tidak memiliki jaminan kesehatan nasional (jkn). Tn. Na mengatakan tidak
memiliki dana untuk mengurus jkn dan melakukan pembayaran rutin
perbulannya nanti. Tn. Ks mengatakan tidak perlu mengurus jkn karena
bukan kebutuhan saat ini. Dana yang dimiliki lebih dipergunakan untuk
hal yang lebih penting. Tn. Ks malas untuk mengurusnya dan memerlukan
waktu yang lama.
Oleh sebab itu, mahasiswa melakukan beberapa intervensi yang
bertujuan untuk meningkatakan pengetahuan anggota keluarga tentang
pentingnya jkn bagi keluarga. Intervensi yang digunakan untuk mencapai
tujuan dari indikator keluarga sehat yang pertama yaitu semua kepala
keluarga anggota keluarga memiliki jkn. Intervensi yang diberikan oleh
mahasiswa kepada keluarga yaitu memberikan promosi kesehatan berupa
penyuluhan tentang penggunaan, manfaat dan cara mendapatkan kartu
jaminan kesehatan nasional.
b. Merokok

Selain tidak memiliki jkn, keluarga tn. Ks khususnya tn. Ks memiliki


kebiasaan merokok. Pada hari yang sama tn. Ks memiliki kebiasaan
merokok sekitar satu bungkus setiap harinya. Tn. Ks mengatakan sudah
merokok sejak lama. Tn. Ks mengatakan meraasa tenang setlah merok dan
beban terasa berkurang.

Setelah didapatkan data tersebut, maka dibuat intervensi agar keluarga


tn. Ks khususnya tn. Ks mengetahui bahaya merokok untuk kesehatan.
Dilanjutkan dengan intervensi yang dilakukan tanggal 18 februari 2018
pukul 08.00 dengan sasaran tn. Ks. Dijelaskan oleh petugas tentang
pengertian rokok, bahaya rokok, kandungan rokok, zona aman rokok dan
lainnya.

81
Setelah selesai diberikan penyuluhan tn. Ks mengatakan sudah
mengerti dengan penjelasan petugas dan dapat menyebutkan kembali zona
aman merokok yang sudah dijelaskan sebelumnya

c. Hipertensi

Permasalahan lain yang ada di keluarga tn. Ks yaitu adanya salah satu
anggota keluarga yang didiagnosis hipertensi akan tetapi tidak
mengonsumsi obat secara teratur. Tn. Ks memiliki tekanan darah tinggi
yaitu 210/120 mmhg. Saat pengkajian tn. Ks tidak mengeluh apapun
selama memiliki tekanan darah tinggi. Tn. Ks mengatakan memiliki
tekanan darah tinggi karena sering begadang.

Setelah didapatkan data seperti diatas, maka disusun intervensi yaitu


promosi kesehatan tentang bahaya hipertensi. Setelah dilaksanakan
penyuluhan, tn. Ks mengerti bahaya hipertensi dan bagaimana cara
menurunkan hipertensi dengan pola makan yang sehat dan bergizi, rajin
berolah raga, istirahat yang cukup, mengurangi merokok, dan mengelola
stress. Tn. Ks juga mengatakan akan datang ke puskesmas untuk
mengobati hipertensinya.

9. Nama kk : TN. MJ
Daftar masalah :
a. Jaminan kesehatan nasional (jkn)
Berdasarkan survey yang telah dilakukan di keluarga tn. Mj pada
tanggal 9 februari 2018 pukul 08.00 wita didapatkan data bahwa tn. Mj
tidak memiliki jaminan kesehatan nasional (jkn). Tn. Mj mengatakan tidak
memiliki dana untuk mengurus jkn dan melakukan pembayaran rutin
perbulannya nanti. Tn. Mj mengatakan tidak perlu mengurus jkn karena
bukan kebutuhan saat ini. Dana yang dimiliki lebih dipergunakan untuk
hal yang lebih penting. Tn. Mj malas untuk mengurusnya dan memerlukan
waktu yang lama.
Oleh sebab itu, mahasiswa melakukan beberapa intervensi yang
bertujuan untuk meningkatakan pengetahuan anggota keluarga tentang
pentingnya jkn bagi keluarga. Intervensi yang digunakan untuk mencapai

82
tujuan dari indikator keluarga sehat yang pertama yaitu semua kepala
keluarga anggota keluarga memiliki jkn. Intervensi yang diberikan oleh
mahasiswa kepada keluarga yaitu memberikan promosi kesehatan berupa
penyuluhan tentang penggunaan, manfaat dan cara mendapatkan kartu
jaminan kesehatan nasional.
b. Merokok

Selain tidak memiliki jkn, keluarga tn. Mj khususnya tn. Mj memiliki


kebiasaan merokok. Pada hari yang sama tn. Mj memiliki kebiasaan
merokok sekitar satu bungkus setiap harinya. Tn. Mj mengatakan sudah
merokok sejak lama. Tn. Mj mengatakan meraasa tenang setlah merok dan
beban terasa berkurang.

Setelah didapatkan data tersebut, maka dibuat intervensi agar keluarga


tn. Mj khususnya tn. Mj mengetahui bahaya merokok untuk kesehatan.
Dilanjutkan dengan intervensi yang dilakukan tanggal 18 februari 2018
pukul 16.00 dengan sasaran tn. Mj. Dijelaskan oleh petugas tentang
pengertian rokok, bahaya rokok, kandungan rokok, zona aman rokok dan
lainnya.

Setelah selesai diberikan penyuluhan tn. Mj mengatakan sudah


mengerti dengan penjelasan petugas dan dapat menyebutkan kembali zona
aman merokok yang sudah dijelaskan sebelumnya.

c. Hipertensi

Permasalahan lain yang ada di keluarga tn. Mj yaitu adanya salah satu
anggota keluarga yang didiagnosis. Khususnya ny. Wm didiagnosis
hipertensi akan tetapi tidak mengonsumsi obat secara teratur. Ny. Wm
memiliki tekanan darah tinggi yaitu 200/100 mmhg. Saat pengkajian ny.
Wm mengeluh terkadang ia merasa sakit kepala.

Setelah didapatkan data seperti diatas, maka disusun intervensi yaitu


promosi kesehatan tentang bahaya hipertensi. Setelah dilaksanakan
penyuluhan, ny.wm mengerti bahaya hipertensi dan bagaimana cara
menurunkan hipertensi dengan pola makan yang sehat dan bergizi, rajin

83
berolah raga, istirahat yang cukup, mengurangi merokok, dan mengelola
stress. Ny.wm juga mengatakan akan datang ke puskesmas untuk
mengobati hipertensinya.

d. Asi esklusif

Selain masalah diatas,terdapat anggota keluarga yaitu bayi berumur


4 bulan tidak asi eksklusif .keluarga tn. Mj khususnya ibu bayi yaitu ny.n
mengatakan bahwa bayi n sudah 3 bulan dikarenakan bayi n tidak mau asi
karena putting payudara tidak keluar.ny.n mengatakan sudah memaksa
untuk menyusui bayi tetapi tetap tidak mau.

Pada saat survey keluarga sehat terlihat ada anggota keluarga


berumur 4 bulan dengan keadaan fisik sehat dengan berat badan 8 kg dan
tinggi badan 60 cm. Pada saat survey keluarga sehat terlihat ada botol
susu, dan setelah ditanyakan botol berisi susu formula bmt.

Setelah didapat data diatas , maka disusun intervensi yaitu


memberikan promosi kesehatan berupa penyuluhan tentang pentingnya asi
eksklusif dalam peningkatan capaian asi eksklusif pada hari minggu, 18
februari 2018 pukul 16.00 wita dengan menjelaskan manfaat asi bagi ibu
dan bayi dengan tujuan meningkatkan pengetahuan anggota keluarga
tentang tentang peningkatan capaian asi eksklusif .

10. Nama kk : TN. NN


Daftar masalah :
a. Jaminan kesehatan nasional (jkn)
Berdasarkan survey yang telah dilakukan di keluarga tn. Nn pada
tanggal 9 februari 2018 pukul 08.00 wita didapatkan data bahwa tn. Nn
tidak memiliki jaminan kesehatan nasional (jkn). Tn. Nn mengatakan tidak
memiliki dana untuk mengurus jkn dan melakukan pembayaran rutin
perbulannya nanti. Tn. Nn mengatakan tidak perlu mengurus jkn karena
bukan kebutuhan saat ini. Dana yang dimiliki lebih dipergunakan untuk
hal yang lebih penting. Tn. Nn malas untuk mengurusnya dan memerlukan
waktu yang lama.

84
Oleh sebab itu, mahasiswa melakukan beberapa intervensi yang
bertujuan untuk meningkatakan pengetahuan anggota keluarga tentang
pentingnya jkn bagi keluarga. Intervensi yang digunakan untuk mencapai
tujuan dari indikator keluarga sehat yang pertama yaitu semua kepala
keluarga anggota keluarga memiliki jkn. Intervensi yang diberikan oleh
mahasiswa kepada keluarga yaitu memberikan promosi kesehatan berupa
penyuluhan tentang penggunaan, manfaat dan cara mendapatkan kartu
jaminan kesehatan nasional.
b. Merokok

Selain tidak memiliki jkn, keluarga tn. Nn khususnya tn. Nn memiliki


kebiasaan merokok. Pada hari yang sama tn. Nn memiliki kebiasaan
merokok sekitar satu bungkus setiap harinya. Tn. Nn mengatakan sudah
merokok sejak lama. Tn. Nn mengatakan meraasa tenang setlah merok dan
beban terasa berkurang.

Setelah didapatkan data tersebut, maka dibuat intervensi agar keluarga


tn. Nn khususnya tn. Nn mengetahui bahaya merokok untuk kesehatan.
Dilanjutkan dengan intervensi yang dilakukan tanggal 19 februari 2018
pukul 16.00 dengan sasaran tn. Nn. Dijelaskan oleh petugas tentang
pengertian rokok, bahaya rokok, kandungan rokok, zona aman rokok dan
lainnya.

Setelah selesai diberikan penyuluhan tn. Nn mengatakan sudah


mengerti dengan penjelasan petugas dan dapat menyebutkan kembali zona
aman merokok yang sudah dijelaskan sebelumnya

c. Hipertensi

Permasalahan lain yang ada di keluarga tn. Nn yaitu adanya dua


anggota keluarga yang didiagnosis. Khususnya ny. Mc dan tn.nn
didiagnosis hipertensi akan tetapi tidak mengonsumsi obat secara teratur.
Tn. Nn memiliki tekanan darah tinggi yaitu 140/100 mmhg dan ny. Mc
memiliki tekanan darah 140/90. Saat pengkajian ny. Mc dan tn. Nn
mengeluh terkadang ia merasa sakit kepala.

85
Setelah didapatkan data seperti diatas, maka disusun intervensi yaitu
promosi kesehatan tentang bahaya hipertensi. Setelah dilaksanakan
penyuluhan, ny.mc dan tn. Nn mengerti bahaya hipertensi dan bagaimana
cara menurunkan hipertensi dengan pola makan yang sehat dan bergizi,
rajin berolah raga, istirahat yang cukup, mengurangi merokok, dan
mengelola stress. Ny. Mc dan tn. Nn juga mengatakan akan datang ke
puskesmas untuk mengobati hipertensinya.

86
BAB V
PENUTUP

A. SIMPULAN
1. Mahasiswa mampu melaksanakan dan memberikan asuhan kesehatan sesuai
dengan interprofesional masing-masing, secara berkesinambungan melalui proses
pendekatan keluarga kepada sepuluh keluarga yang memiliki masalah lebih dari
empat dari dua belas indikator keluarga sehat dan termasuk kategori keluarga
tidak sehat yang berada di daerah Banjar Anggar Kasih, Desa Medahan. Asuhan
dilakukan sesuai dengan kompetensi-kompetensi khusus yang diharapkan setiap
prodi, baik DIII maupun DIV di Banjar Anggar Kasih, Desa Medahan
berdasarkan langkah-langkah yang sudah ditetapkan.
2. Mahasiswa mampu melaksanakan kegiatan asuhan kesehatan interprofesional
melalui langkah-langkah yang dimulai dari Survey Dua Belas Indikator Keluarga
Sehat, Bimbingan Dengan Dosen Pembibing, Pertemuan Dengan Kepala dan
Petugas-petugas UPT Kesmas Blahbatuh 1, Menyusun Intervensi yang Akan
Dilaksanakan Kepada Sepuluh Keluarga Bermasalah, Melakukan Implementasi,
dan Diakhiri Dengan Monitoring dan Evaluasi.
3. Mahasiswa mampu merencakan kegiatan sesuai dengan masukan atau saran dari
Masyarakat, Kader, Petugas Puskesmas, Kepala Desa dan Dosen-dosen
Pembibing.
4. Mahasiswa mampu mengkoordinasikan asuhan sesuai dengan rencana yang telah
disusun bersama pihak yang bersangkutan berdasarkan prioritas masalah.
5. Mahasiswa mampu memberikan asuhan pada keluarga-keluarga yang bermasalah
tertentu sesuai dengan prioritas masalah.
6. Mahasiswa mampu membuat dan menyusun laporan kegiatan yang telah
dilakukan berdasarkan asuhan yang telah diberikan. Adapun masalah-masalah
yang ditemukan pada keluarga-keluarga yang bermasalah seperti Tidak
Mempunyai JKN, Ada Keluarga Yang Merokok, Keluarga Diagnosisi Hipertensi
Namun Tidak Diobati, Tidak Memiliki Jamban, dan Tidak Memberikan ASI
Ekslusif pada anak.

87
B. SARAN
1. Untuk Mahasiswa
a. Mahasiswa diharapkan lebih aktif memberikan asuhan kesehatan secara
interprofesional kepada keluarga-keluarga yang memiliki masalah sesuai
dengan pendekatan keluarga
b. Mahasiswa diharapkan mampu lebih baik di dalam mengaplikasikan
teori-teori masing-masing interprofesional yang sudah di pelajari di
kampus.
c. Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan komunikasi efektif antar
Interprofesional, Perangkat-perangkat Desa, Petugas UPT Kesmas serta
Masyrakat khususnya di lingkungan Banjar Anggar Kasih Desa Medahan.
d. Mahasiswa diharapkan dapat melakukan kordinasi yang baik dan efektif
dengan berbagai pihak di dalam pelaksanaan kegiatan.
e. Mahasiswa diharapkan mampu melakukan komunikasi efektif agar
mendapatkan kepercayaan masyarakat sehingga dapat memberikan asuhan
kesehatan sesuai dengan prioritas masalah yang ada di lingkungan Banjar
Anggar Kasih, Desa Medahan.
f. Mahasiswa diharapkan mampu menyusun laporan kegiatan sesuai dengan
bimbingan dari dosen, referensi dari buku dan teori-teori yang telah
diberikan.

2. Untuk Pihak Puskesmas


Pihak Puskesmas diharapkan untuk melanjutkan intervensi-intervensi
yang telah dilaksanakan para mahasiswa sehingga masyarakat mendapatkan
asuhan kesehatan secara berkesinambungan.

3. Untuk Masyarakat
Masyarakat diharapkan ikut serta berperan aktif dalam menjalankan
program-program kesehatan, mengaplikasikan prilaku hidup sehat, dan
membagikan informasi kesehatan kepada anggota keluarga agar tercipta
masyrakat sehat.
4. Untuk Kader
Kader diharapkan ikut serta di dalam program-program kesehatan,
membagikan informasi terbaru mengenai pola hidup sehat serta menjembatani

88
masyrakat dengan pihak tenaga kesehatan dalam rangka bersama-sama
membangun masyrakat sehat dengan germas.

89