Anda di halaman 1dari 2

Jagung merupakan salah satu bahan pangan yang berpotensi untuk di-kembangkan

sebagai pangan lokal (Kamsiati dan Purwandari, 2006). Jagung selain sebagai bahan pangan
juga digunakan untuk pakan dan bahan baku industri. Kebutuhan jagung nasi-onal pada tiap
tahun meningkat secara signifikan seiring dengan pertambahan jumlah penduduk (Hermanto,
2008).
Jagung sebagai bahan pangan dapat memberikan nilai gizi dalam jumlah yang cukup
besar jikadibandingkan dengan biji-bijian lain. Secara umum, komponen dasar biji jagung
terdiri atas pati, protein, lemak, vitamin, mineral, dan bahan organik lain. Jagung dapat
menyumbangkan 15 - 56% total kalori.( Wulandari , 2016)
Jagung adalah tanaman rerumputan tropis yang sangat adaptif terhadap perubahan
iklim dan memiliki masa hidup 70-210 hari. Jagung dapat tumbuh hingga ketinggian 3 meter.
Jagung memiliki nama latin Zea mays. Tidak seperti tanaman biji-bijian lain, tanamn jagung
merupakan satu satunya tanaman yang bunga jantan dan betinanya terpisah (Belfield dan
Brown, 2008). Temperatur maksimal dari tanaman jagung mulai dari fase pertumbuhan dan
perkembangan adalah 18-32 derajat Celcius. Temperatur 35 derajat Celcius akan
menyebabkan kematian pada tanaman jagung. Suhu udara atau temperatur yang baik untuk
perkecambahan adalah 12 derajat Celcius, dan fase pertumbuhan adalah 21-30 derajat Celcius
(Rasyid,2016).
Jagung kaya akan komponen panganfungsional, termasuk serat pangan yang
dibutuhkan tubuh, asam lemak esensial, isoflavon, mineral (Ca, Ma, K, Na, P, dan Fe),
antosianin, betakaroten (provitamin A),komposisi asam amino esensial, dan lainnya (Mutiara
Sari, 2017)
Jagung merupakan komoditas palawija utama di Indonesia karena selain sebagai
bahan baku pangan manusia juga menjadi sumber pakan ternak dan bahan industri lainnya
(Kurniati, 2012). Sebagai bahan pangan, jagung mengandung 70% pati, 10% protein, dan 5%
lemak sedangkan untuk bahan baku pakan ternak 46% dari komposisinya berasal dari jagung
(Sudana, 2005).Keunggulan jagung dibandingkan komoditas pangan lain adalah kandungan
gizinya lebih tinggi dari beras(Sondakh ,2016)
Jagung manis sebagai bahan pangan dipanen saat masih muda, biasannya dikonsumsi
segar, dikalengkan dan dibekukan atau didinginkan (Klingman, 1965). Jagung manis
memiliki kandungan gula yang tinggi pada stadia masak susu dan permukaan kernel yang
menjadi transparan dan berkerut saat mengering, jagung ini termasuk tipe saccharata (Syukur
dan Rifianto, 2013). Jagung jenis gigi kuda memiliki permukaan kernel yang bening dan
keras, dengan biji mengandung banyak sari tepung (Johnson, 1991). Jagung jenis mutiara
(flint) memiliki biji keras dan licin, jagung jenis lokal Indonesia umumnya tipe jagung
mutiara. Pada jagung tipe everta atau jagung berondong sangat digemari masyarakat di
seluruh dunia untuk dikonsumsi sebagai snak/camilan. Jagung berondong memiliki banyak
tipe dan warna seperti jagung berondong kuning dan merah. Jagung berondong merah juga
disebut sebagai jagung berondong stroberi, banyak digemari karena keindahan warna merah
dan bentuknya seperti stroberi. Jagungberondong kuning memiliki biji yang lebih besar
daripada jagung berondong stroberi, sehingga lebih banyak dikomersialkan (Podojil, 2013).
(Fatmawati, 2017)