Anda di halaman 1dari 28

Laporan Praktikum Kimia Dasar

Pengenalan Alat Dan Teknik Dasar Bekerja Di


Laboratorium

Nama : Rico Apriyandi


NIM :J1A117004
Kelompok :3 (Tiga)

Program Studi Teknologi Hasil Pertanian


Fakultas Teknologi Pertanian
Universitas Jambi
2017
Selasa, 26 September 2017
I. Tujuan
1. Mengetahui alat-alat yang umum digunakan dilaboratorium
2. Mengetahui kegunaan alat-alat tersebut
3. Mengetahui dan dapat melakukan teknik teknik dasar bekerja di laboratorium

II. Landasan Teori


Alat laboratorium kimia merupakan benda yang digunakan dalam kegiatan
di laboratorium kimia yang dapat dipergunakan berulang–ulang. Bahan di
laboratorium kimia merupakan zat kimia yang digunakan dalam kegiatan di
laboratorium kimia yang bersifat habis pakai. Bahan kimia ada yang padat, cair
maupun gas.(staffnew.2009)

Alat alat laboratorium

1. Beaker Glass / Gelas beaker / Gelas Piala

Fungsi : sebagai penampung sample / bahan sementara, atau bisa digunakan


sebagai penyimpan zat sementara.
2. Gelas Ukur

Fungsi : Alat ukur volume, untuk sampel bahan cair dengan ketelitian rendah.

3. Corong Gelas

Fungsi :
 Sebagai alat bantu untuk memindah / memasukkan larutan ke wadah /
tempat yang mempunyaai dimensi pemasukkan sampel bahan kecil.
 Sebagai alat bantu dalam melakukan penyaringan, yaitu sebagai tempat
meletakkan kertas saring
4. Pengaduk Kaca

Fungsi :
 Untuk membantu menghomogenkan larutan
 Alat bantu mengalirkan larutan kedalam corong ketika memindah atau
ketika menyaring larutan

5. Rubber bulb / karet penghisap / filler

Fungsi : Membantu mengambil larutan kimia yang berbahaya dengan cara


disambungkan dengan pipet ukur atau pipet volume.

6. Pipet Volume / Pipet Gondok

Fungsi : Mengambil bahan dan mengukur volume larutan hanya satu skala ukuran
dengan ketelitian tinggi ( ketelitian lebih tinggi dibanding pipet ukur )
7. Pipet Ukur

Fungsi : Mengambil larutan dan mengukur volume larutan pada berbagai skala /
ukuran dengan ketelitian tinggi.

8. Pipet Droping / Pipet Tetes

Fungsi : Mengambil bahan dalam jumlah sedikit / tetesan tidak ada skala ukuran
volume pada alat ini.
9. Labu Ukur / Labu Takar / Labu Alas Datar

Fungsi :
 Membuat suatu larutan dengan volume yang diketahui secara teliti
 Mengencerkan larutan sampai volume tertentu dengan ketelitian yang
tinggi.

10. Batang Pengaduk Ujung Spiral

Fungsi : Menghomogenkan larutan kimia


11. Spatula Stainlessteel

Fungsi : Mengambil bahan kimia padat

12. Lampu Spirtus dari Logam

Fungsi : Alat pembakar yang terbuat dari logam atau pemanas dengan bahan
bakar spirtus.
13. Erlenmeyer

Fungsi :
 Mengukur volum bahan kimia cair dengan ketelitian rendah
 Sebagai tempat menampung bahan kimia untuk sementara
 Tempat menghomogenkan larutan atau media.
 Tempat untuk menyimpan media pada pengujian mikro
 Digunakan untuk menampung titran pada saat tetrasi
 Tempat menyimpan media pada analisa mikrobiologi

14. Cawan Porselin

Fungsi :
 Mereaksikan zat kimia pada suhu tinggi
 Tempat mengarangkan bahan yang kemudian sekaligus tempat untuk
mengabukkan bahan
 Menguapkan bahan dengan cara dipanaskan baik pemanasan langsung
maupun tidak langsung
15. Neraca analitik

Fungsi : Menimbang alat ,bahan dengan ketelitian 0,0001gr dan kapasitas


maksimum 210 gr
16. Kasa Asbes

Fungsi : Sebagai landasan pada saat pemanasan langsung, agar pemanasan lebih
merata.

17. Segitiga Porselin

Fungsi : Sebagai tempat meletakkan alat ketika melakukan pemanasan langsung


18. Botol Semprot

Fungsi : Tempat untuk Menyimpan Aquades

19. Piknometer

Fungsi : Untuk mengukur massa jenis zat cair.

20. Tangkrus

Fungsi : Untuk mengambil alat / bahan dari oven ( kondisi Panas)


21. Mortar pastle

Fungsi : Untuk Menghaluskan Bahan.

22. Corong Pisah

Fungsi : Memisahkan larutan berdasarkan perbedaan densitas / massa jenis suatu


zat

23. Spatula porselin

Fungsi : Mengambil bahan Kimia

24. Corong butchner


Fungsi : Digunakan sebagai alat bantu pada proses penyaringan, biasa
dikombinasikan dengan erlenmeyer berpancur yang dihubungkan dengan pompa
vakum, dan dibagian atas dikombinasikan dengan kertas saring
25. Gelas jar

Fungsi : Sebagai bejana yang digunakan untuk menjenuhkan eluen pada pengujian
zat warna

26. desikator / eksikator

Fungsi : 1. Digunakan sebagi tempat untuk mendinginkan alat / bahan.


2. Menyerap uap air setelah pengeringan

27. kuvet dan rak kuvet

Fungsi Rak kuvet untuk meletakkan kuvet


Fungsi kuvet adalah sebagai wadah standar yang akan diuji menggunakan
spektrofotometer
28. Tanur

Fungsi : Untuk mengabukan bahan / sampel

29. Termometer

Fungsi : untuk mengukur suhu / panas suatu zat


30. Labu destilasi

Fungsi: Untuk destilasi larutan.


31. Buret

Fungsi: Digunakan untuk titrasi, tapi pada keadaan tertentu dapat pula digunakan
untuk mengukur volume suatu larutan.

32. Kondensor

Fungsi: Untuk destilasi larutan.


Lubang lubang bawah tempat air masuk, lubang atas tempat air keluar.

33. Kawat Nikrom

Fungsi: untuk uji nyala dari beberapa zat.


34. Pipa kapiler atau kaca kapiler

Fungsi: Untuk mengalirkam gas ke tempat tertentu dan digunakan pula dalam
penentuan titik lebur suatu zat.

35. Gelas arloji

Fungsi:
 Sebagai penutup saat melakukan pemanasan terhadap suatu bahan kimia
 Untuk menimbang bahan-bahan kimia
 Untuk mengeringkan suatu bahan dalam desikator.

36. Hot hands

Fungsi: Untuk memegang peralatan gelas yang masih dalam kondisi panas.

37. Klem dan statif

Fungsi: Sebagai penjepit, misalnya:


• Untuk menjepit soklet pada proses ekstraksi
• Menjepit buret dalam proses titrasi
• Untuk menjepit kondensor pada proses destilasi

38. Ring

Fungsi: Untuk menjepit corong pemisah dalam proses pemisahan dan untuk
meletakan corong pada proses penyaringan.

39. Clay triangle

Fungsi: Untuk menahan wadah, misalnya krus pada saat pemanasan ataau corong
pada waktu penyaringan.

40. Kaca mata pengaman

Fungsi: Untuk melindungi mata dari bahan yang menyebabkan iritasi. Dan
melindungi dari percikan api, uap logam, serbuk debu, kabut dan zat-zat kimia
yang meletup ketika dilakukan pemanasan, misalnya H2SO4.
41. Pemanas spiritus

Fungsi: Untuk membakar zat atau memmanaskan larutan.

42. Pemanas atau pembakar bunsen

Fungsi: Untuk memanaskan larutan dan dapat pula digunakan untuk sterilisasi
dalam proses suatu proses.

43. Hot plate

Fungsi: Untuk memanaskan larutan. Biasanya untuk larutan yang mudah terbakar.
44. Oven

Fungsi: Untuk mengeringkan alat-alat sebelum digunakan dan digunakan untuk


mengeringkan bahan yang dalam keadaan basah.

45. Inkubator

Fungsi: Digunakan untuk fermentasi dan menumbuhkan media pada pengujian


secara mikrobiologi.

46. Rotavapor

Fungsi: Untuk memisahkan zat dari suatu campuran. Misalnya untuk memisahkan
pelarut n-heksana yang digunakan untuk megektraksi minyak dari suatu bahan.
47. Cawan petri

Fungsi: Digunakan untuk membiakkan sel. Cawan petri selalu berpasangan, yang
ukurannya agak kecil sebagai wadah dan yang lebih besar merupakan tutupnya

48. PH meter

Fungsi: Digunakan untuk mengukur tingkat keasaman dari suatu zat.

49. Multimeter

Fungsi: Untuk mengukur kuat arus listrik atau hambatan. Misalnya untuk
mengukur kuat arus yang dihasilkan dari reaksi redoks dalam sel galvani.
50. Ozon Generator

Fungsi: Untuk membuat ozon dalam laboratorium dengan bahan dasar oksigen
(O2) murni

51. Lup

Fungsi: Kaca pembesar. Dapat digunakan untuk mengamati kenaikan atau


penurunan suhu pada termometer terutama termometer raksa yang tidak berwarna.

52. Botol reagen atau botol pereaksi

Fungsi: untuk menyimpan larutan bahan kimia atau sering juga di gunakan untuk
menyimpan indikator asam basa seperti fenolftalin.
53. Kaki tiga

Fungsi: sebagai penyangga pembakar spirtus.


54. Mikropipet

Fungsi: Memindahkan cairan dengan volume yang sangat kecil

55. Mikroskop

Fungsi: untuk melihat, atau mengenali benda-benda renik yang terlihat sangat
kecil menjadi lebih besar dari aslinya, sehingga kita bisa meng-identifikasi benda
tersebut dengan lebih tepat.
56. Neraca atau timbangan

Fungsi: Untuk menimbang massa suatu zat

Bahan bahan Di Laboratorium


1. Asam Sulfat (H2SO4)
Kegunaan:
1. Dalam teknik (pupuk buatan, asam chloride, asam sitrat, memurnikan minyak
tanah, zat-zat warna, peletus-peletus dll)
2. Dalam kimia orgaik (pembuatan ester-ester, eter-eter dll
3. Sebagai pengering di laboratorium
4. Sebagai pereaksi di laboratorium.

2. Asam Nitrat (HNO3)


Kegunaan:
1. Pada perindustrian kimia organic (zat-zat warna, zat-zat letus dsb)
2. Sebagai bahan dalam pembuatan pupuk buatan (Ca(NO3)2.NH4NO3 dsb)
3. Pada proses bilik – timbal
4. Di laboratorium digunakan sebagai pereaksi(sebagai asam pekat)
5. Sebagai air keras, digunakan untuk membuat agar tembaga menjadi lebih
keras.

3. Natrium Klorida (NaCl)


1. Dalam perindustrian kimia digunakan sebagai bahan untuk senyawa Na dan
Cl
2. Sebagai bahan untuk membuat sabun halus
3. Untuk tambahan makanan (7 – 10Kg/orang/tahun)
4. Sebagai bahan pengawet makanan

4.Kalium Hidroksida (KOH)


Kegunaannya :
1. Sebagai bahan untuk membuat sabun lunak
2. Sebagai bahan membuat kaca
3. Sebagai bahan untuk membyat senyawa kalium dan dalam kimia
organic
5.Natrium Sulfat (Na2SO3)

Kegunaanya:
1. Dalam fotograpi, sebagai pembangkit (sebagai pereaksi atau penyusut)
2. Sebagai bahan pemutih selulosa (kotoran dapat direaksikan)
3. Sebagai antichlor dalam perindustrian kertas dan tekstil

6. Kertas indicator

Fungsi : Menentukan pH / mengindentifikasi keasaman larutan/zat

7. Kertas saring

Fungsi : Menyaring larutan


Teknik teknik dasar bekerja di laboratorium
1. Teknik dasar membersihkan peralatan laboratorium
A. Cara Mencuci/Membersihkan Bahan Kimia Laboratorium Biasa
 Larutan yang larut air
Untuk larutan yang larut dalam air (misalnya natrium klorida atau
larutan sukrosa). Bilas 3-4 kali dengan air deionisasi kemudian simpan
peralatan gelas tadi.
 Larutan yang tidak larut air
Untuk larutan yang tidak larut air (misalnya, larutan dalam heksana
atau kloroform). Bilas 2-3 kali dengan etanol atau aseton, bilas 3-4 kali
dengan air deionisasi, lalu simpan. Dalam beberapa situasi pelarut lain
perlu digunakan untuk bilasan awal.
 Asam Kuat
Asam kuat (misalnya, konsentrat HCl atau H2SO4). Di dalam lemari
asam, dengan hati-hati bilas peralatan gelas air keran yang banyak.Lalu
bilas 3-4 kali dengan air deionisasi, kemudian simpan peralatan gelas tadi.
 Basa Kuat
Untuk basa kuat (misalnya, 6M NaOH atau konsentrat NH4OH). Di
bawah lemari asam, dengan hati-hati bilas peralatan gelas dengan air keran
yang banyak. Bilas 3-4 kali dengan air deionisasi, lalu simpan peralatan
gelas tadi.
 Asam Lemah
Asam lemah (misalnya, larutan asam asetat atau pengenceran asam
kuat seperti 0,1 M atau 1M HCl atau H2SO4). Bilas 3-4 kali dengan air
deionisasi sebelum menyimpannya.
 Basa Lemah
Basa lemah (misalnya, 0,1 M dan 1M NaOH atau NH4OH). Bilas
bersih dengan air keran untuk menghilangkan dasarnya, kemudian bilas 3-
4 kali dengan air deionisasi sebelum menyimpannya.

B. Mencuci Peralatan Gelas Spesial


 Peralatan gelas yang digunakan untuk Praktek Kimia Organik
Bilas peraltan gelas dengan pelarut yang sesuai. Gunakan air deionisasi
untuk isi larutan yang larut dalam air. Gunakan etanol larutan yang larut
dalam etanol, dilanjutkan oleh bilasan air deionisasi. Bilas dengan pelarut
lain yang diperlukan, diikuti oleh etanol dan air deionisasi. Jika gelas perlu
digosok, gosok dengan sikat menggunakan air sabun panas/hangat, bilas
dengan air keran, dilanjutkan oleh bilasan dengan air deionisasi.
 Buret
Cuci dengan air sabun panas, bilas dengan air keran, kemudian bilas
3-4 kali dengan air deionisasi. Pastikan pembilasan harus bersih. Burets
harus benar-benar bersih jika akan digunakan untuk praktek analisa
kuantitatif.
 Pipet dan Labu Ukur
Dalam beberapa kasus, kita mungkin perlu untuk merendam peralatan
gelas ini dengan air sabun untuk satu malam. Bersihkan pipet dan labu
ukur menggunakan air sabun bersuhu hangat. Peralatan gelas ini mungkin
perlu digosok dengan kuas. Bilas dengan air keran diikuti oleh 3-4 kali
bilasan dengan air deionisasi.

C. Mengeringkan atau Tidak Mengeringkan Peralatan Gelas


 Tidak Mengeringkan
Tidak disarankan untuk mengeringkan gelas dengan tisu atau dengan
tekanan udara (seperti dengan hairdryer) karena hal ini dapat
menimbulkan kotoran yang dapat mencemari larutan. Biasanya kita dapat
membiarkan gelas kering dengan sendirinya.

 Membilas dengan Pereaksi


Jika air bisa mempengaruhi konsentrasi larutan akhir yang akan kita
buat nantinya, bisa kita membilas peralatan gelas itu 3 kali dengan
larutan tertentu .

 Mengeringkan Peralatan gelas


Jika peralatan gelas akan digunakan segera setelah dicuci dan harus
kering, bilas 2-3 kali dengan aseton. Ini akan menghilangkan air dan akan
menguap dengan cepat. Meskipun bukan ide yang bagus untuk meniup
udara ke dalam gelas untuk mengeringkannya, kadang-kadang kita dapat
menerapkan metode vakum untuk menguapkan pelarut.

2. Teknik Dasar Menimbang


Cara menimbang
 Kalibrasi (nolkan) terlebih dulu neraca tersebut
 Letakkan zat di atas kaca arloji, gelas kimia, botol timbang, kertas saring
atau wadah yang sesuai dengan zat yang akan ditimbang
 Letakkan zat yang akan ditimbang pada bagian timbangan
 Baca nilai yang tertera pada layar monitor neraca
 Setelah digunakan, nolkan kembali neraca tersebut

3. Teknik Dasar membaca volume Larutan


Masukkan cairan yang akan diukur ke dalam tempat yang mau diukur misalnya
gelas ukur, lalu tepatkan dengan pipet tetes sampai skala yang diinginkan. Bagian
terpenting dalam membaca skala di gelas ukur tersebut adalah garis singgung
skala harus sesuai dengan meniskus cairan. Meniskus adalah garis lengkung
permukaan cairan yang disebabkan adanya gaya kohesi atau adhesi zat cair
dengan gelas ukur.
4. Teknik Dasar menggunakan Pipet Tetes.
 Cara mengambil larutan / reagen dengan cara menekan karet dibagian atas.
 Kemudian masukkan ujung pipet kedalam larutan / reagen yang akan
diambil, lepaskan karet penghisap dibagian atas saat ujung pipet sudah
berada di dalam larutan / reagen
 Angkat pipet, kemudian keluarkan perlahan dengan cara menekan kembali
karet sesuai yang dibutuhkan, larutan / reagen akan keluar perlahan berupa
tetesan

5. Teknik Dasar Menyaring

Cara Menyaring Larutan

1. Lipat kertas saring menjadi dua


2. Lipat lagi hingga berbentuk segitiga
3. Lalu buat menjadi kerucut
4. Masukkan kertas saring kedalam corong
5. Tuangkan cairan yang hendak disaring dengan perlahan-lahan jangan
sampai ada cairan yang tertuang atau meluap di luar kertas saring. Atau
bisa juga cairan yang akan disaring dituangkan melalui sebuah batang
pengaduk ke dalam corong dengan mengarahkan cairan pada sisi corong
dan tidak pada ujung kerucutnya.

6. Teknik Dasar menghirup bau zat

Yang perlu diingat jangan pernah menghirup gas atau uap senyawa secara
langsung! Gunakan tangan dengan mengibaskan bau sedikit sampel gas ke
hidung. Seperti gas-gas dan laruran yang memiliki asam yang kuat dan
diwajibkan menggunakan masker agar tidak terhirup langsung.

7.Teknik Dasar pemanasan Cairan.

A.Pemanasan cairan dalam tabung reaksi


 Jangan sampai mengarahkan mulut tabung reaksi kepada praktikan baik
diri sendiri maupun orang lain
 Jepit tabung reaksi pada bagian dekat dengan mulut tabung
 Posisi tabung ketika memanaskan cairan agak miring, aduk dan sesekali
dikocok
 Pengocokan terus dilakukan sesaat setelah pemanasan.

B. Pemanasan cairan dalam gelas kimia dan labu Erlenmeyer


Bagian bawah dapat kontak langsung dengan api sambil cairannya
digoyangkan perlahan, sesekali diangkat bila mendidih.
DAFTAR PUSTAKA:

 Artikel Materi. (2016,16 september). Gambar 59 Macam Alat Laboratorium dan


Fungsinya. Diperoleh 1 oktober 2017. Dari
http://www.artikelmateri.com/2016/09/gambar-macam-alat-laboratorium-dan-
fungsi-kegunaannya.html

 Bisa Kimia.(2014, 9 Oktober). Beberapa Cara Membersihkan Peralatan


Gelas Laboratorium.Diperoleh 2 Oktober 2017. Dari
https://bisakimia.com/2014/10/09/beberapa-cara-membersihkan-peralatan-gelas-
laboratorium/

 Chemistricks.(2016, 13 April). Beberapa dasar teknik laboratorium kimia yang


wajib diketahui.Diperoleh 2 Otober 2017. Dari
http://www.chemistricks.com/2016/04/beberapa-dasar-teknik-laboratorium.html

 Ilmu Laborat. (2015, 21 Agustus). Pengenalan Alat-alat Laboratorium Kimia


Dasar . Diperoleh 1 oktober 2017. Dari http://www.infolaborat.com/2015/08/alat-
dasar.html

 Ilmu sahid. (2016, 9 Agustus). Praktikum Kimia - Pengertian, Fungsi, dan Alat-
alat Laboratorium Terlengkap. Diperoleh 1 oktober 2017. Dari
http://www.ilmusahid.com/2016/08/praktikum-kimia-pengertian-fungsi-dan.html

 Info laborat.(2016, 26 April).Pipet tetes/pipet droping. Diperoleh 2 Oktober 2017.


Dari http://www.infolaborat.com/2016/04/pipet-tetes-pipet-droping.html

 Purwanti Widhy H, M.Pd.(2009, 22 Februari). ALAT DAN BAHAN KIMIA


DALAM LABORATORIUM IPA. Diperoleh 1 oktober. Dari
http://staffnew.uny.ac.id/upload/198307302008122004/pengabdian/plthn-
penggunaan-alat-lab.pdf