Anda di halaman 1dari 11

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

KONSEP MIX DESAIN BETON MUTU TINGGI

BIDANG KEGIATAN
PKM - ARTIKEL ILMIAH

Diusulkan Oleh :
STEVI E. MAKAHANAP
NIM. 11012016

POLITEKNIK NEGERI MANADO


KOTA MANADO
2012
HALAMAN PENGESAHAN

1. Judul kegiatan : Konsep Desain beton mutu


Tinggi
2. Bidang Kegiatan : PKM – AI
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Stevi E. Makahanap
b. NIM : 11 012 016
c. Jurusan : Teknik Sipil
d. Universitas : Politeknik Negeri Manado
e. Alamat : Jl. Politeknik, Kairagi II,
Manado
f. Alamat Email stevymakahanap@ymail.com
4. Anggota pelaksana kegiatan :
5. Dosen Pendamping :
a. Nama Lengkap dan Gelar :Febriane Makalew,ST.,MUDD
b. NIP : NIP.19710221 199803 2 005
c. Alamat Rumah dan No HP :

Manado, April 2011

Dosen Pembimbing Pelaksana Kegiatan

Febriane Makalew,ST.,MUDD Stevi E. Makahanap


NIP. 19680711 199403 2 002 NIM. 11012016
KONSEP MIX DESAIN BETON MUTU TINGGI
Oleh : Stevy E. Makahanap

ABSTRAK

Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan bangunan yang

diperlukan untuk berbagai jenis aktivitas manusia, meningkat pula kebutuhan

waktu yang diperlukan sehingga hal ini sangat berpengaruh terhadap nilai dari

suatu proyek konstruksi. Hal ini menyebabkan semua elemen yang tergabung

dalam suatu proyek mencari jalan keluar untuk menghasilkan beton dengan

mutu yang layak tapi bisa dikerjakan dengan waktu yang cukup cepat.Oleh

sebab itu dipakaila beton mutu tinggi dengan menggunakan bahan tambah.

Metode yang dipakai pada penulisan karya ilmiah ini adalah metode studi

literatur pengembangan.Pengertian Beton Mutu Tinggi Normal (NSC), Mutu Tinggi

(HSC) dan Mutu Sangat Tinggi (VHSC) . Klasifikasi beton menurut kekuatannya dibagi

menjadi tiga, yakni beton mutu normal (NSC) yang berkekuatan antara 200-500 kg/cm2,

beton mutu tinggi (HSC) yang berkekuatan 500-800kg/cm2, dan beton mutu sangat

tinggi (VHSC) yang berkekuatan lebih dari 800 kg/cm2.Di Indonesia, produksi beton

untuk bangunan dan perumahan didominasi oleh beton dengan kekuatan 200-500

kg/cm2. Untuk beton tersebut bisa kita jumpai di pabrik precast dan balok-balok beton

praktekan

Kata kunci : Beton mutu Tinggi, Konsep desain. Pengerjaan dan perawatan
CONCRETE MIX DESIGN CONCEPT OF HIGH QUALITY
By: Stevy E. Makahanap

ABSTRACT

With the increasing need for building the necessary for different types of
human activity increases, so the need of time is required and this affects the value
of a construction project. This causes all of the elements incorporated in a project
to find solutions to produce concrete with a decent quality but can be done with
enough time for it use Strenght high quality concrete with added material.
The method used in the writing of this scientific work is the literature study
method pengembangan.Pengertian Normal High Quality Concrete (NSC), High
Quality (HSC) and Quality Very High (VHSC). Classification according to the
strength of concrete is divided into three, namely normal quality concrete (NSC)
with a magnitude of between 200-500 kg/cm2, high quality concrete (HSC) with a
magnitude of 500-800kg/cm2, and very high quality concrete (VHSC) with a
magnitude of more of 800 kg/cm2.Di Indonesia, the production of concrete for
residential buildings and dominated by the concrete with a strength of 200-500
kg/cm2. For the concrete can be encountered in precast factories and blocks of
concrete practice
Key words: High quality concrete, the design concept. Commissioning and
maintenance

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kebutuhan akan mutu beton yang baik dengan waktu pengerjaan yang relative
singkat menjadi factor utama penyebab timbulnya beton mutu tinggi dengan
menggunakan bahan tambah, disebut sebagai beton mutu tinggi dikarenakan kuat
tekannya yang lebih tinggi dari kuat tekan beton normal diatas rata-rata. Selain itu
untuk menjamin kekuatan dari suatu struktur beton dan meminimalisir
kemungkinan rusak oleh bahaya gempa bumi dan bencana alam lainnya, serta
perhitungan tentang biaya yang murah dalam perawatan juga menjadi penentu
dibuatnya suatu konstruksi dengan memakai beton mutu tinggi

Batasan Masalah

Ruang lingkup pembahasan karya ilmiah ini adalah “ konsep desain beton
mutu tinggi “ oleh sebab itu hal yang menjadi focus pada pembuatan karya ilmiah
ini adalah membahas tentang bagaimana membuat konsep desain beton mutu
tinggi, proses pengerjaan sampai dengan perawatan beton sehingga menghasilkan
beton dengan kuat tekan yang direncanakan.

Tujuan Penulisan

Memaparkan konsep desain beton mutu tinggi serta proses pengerjaan dan
perawatan untuk menghasilkan beton yang memiliki kuat tekan seperti yang
direncanakan.

Sistematika Penulisan

Karya tulis ini memaparkan tentang bagaimana merencanakan dan mengerjakan /


proses pembuatan beton mutu tinggi dengan menggunakan bahan tambah, yang
dimana sistematika penulisannya dengan memakai atau berdasar pada sumber –
sumber dari media cetak yang ditambah dengan pengetahuan dari penulis serta
mengabungkanya.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Konsep Desain Campuran Beton Mutu Tinggi

Sebelum kita menggunakan beton mutu tinggi sebagai elemen suatu konstruksi,

kita harus mempertimbangkan beberapa hal, yakni tuntutan kebutuhan, keuangan, serta

proporsi campuran yang akan digunakan. Oleh karena itu, kita harus tahu beberapa

bahan-bahan untuk membuat beton mutu tinggi.

Bahan Dasar HSC dan VHSC

Pada dasarnya bahan beton untuk beton HSC dan VHSC hampir sama dengan

beton normal, yakni pasta (semen), agregat kasar (batu pecah), agregat halus (pasir) dan

air. Akan tetapi untuk memudahkan pengerjaan, membatasi jumlah volume rongga yang
akan mempengaruhi kekuatan suatu beton tersebut. Maka digunakan bahan kimia

tambahan dan bahan mineral tambahan tertentu dalam campuran beton, yaitu

Superplastisizer (SP)/water reducer, fly ash (abu terbang), dan silica fume ( mikro silika).

Namun, baru-baru ini teah dikembangkan pula nano silica.

Agregat

Agregat terbagi atas dua, yakni agregat halus dan agregat kasar.Biasanya untuk

membuat beton kita memakai batu pecah dan pasir yang mempunyai peran terhadap

kekuatan beton.Sifat-sifat agregat tersebut dapat mempengaruhi sifat-sifat beton, antara

lain keawetan, kekuatan, susut dan rangkak, koefisien muai panas, konduktivitas, berat

jenis modulus elastisitas, dan biaya.Biasanya untuk membuat HSC dan VHSC, ada

persyaratan yang harus terpenuhi, yakni ASTM C33.

Selain itu, karena agregat merupakan bahan utama yang mendominasi campuran

beton (60-80%), maka kita juga perlu memperhatikan mengenai syarat-syarat agregat

yang baik.Misalkan mengenai bentuk, grading, surface, texture, mineralogi, dan

kekerasannya.

Bahan Tambahan Mineral

Silica Fume dan Nano Silica

Silika fume merupakan material yang terdiri dari partikel halus dengan diameter

rata-rata 1 mikrometer. Material ini merupakan hasil sampingan dari produksi silicon dan

ferro silicon dan mempunyai kandungan silicon dioxyde yang tinggi. Berat jenis relatif

silica fume umumnya berkisar antara 2,2-2,5.

Karena tingkat kehalusan dan kandungan silikanya yang cukup tinggi, silica fume

termasuk material pozzolanik yang sangat reaktif. Sehingga pengunaan untuk silica fume

dalam campuran beton berkisar antara 5-15% kandungan semen portland. Silica fume
bereaksi secara pozzolanik dengan lime (Ca(OH)2) selama hidrasi dengan semen untuk

membentuk senyawa kalsium silikat hidrat (CSH).

Kegunaan silika fume secara geometrical adalah kemampuannya mengisi rongga-

rongga diantara bahan pasta ( grain of cement)(, dan mengakibatkan membaiknya

distribusi ukuran pori dan berkurangnya total volume pori. Namun kenyataan di lapangan,

ternyata penggunaan silika fume memiliki kekurangan. Beton yang mengandung silika

fume mempunyai kecenderungan yang meningkat bahwa beton tersebut akan mengalami

retak susut. Untuk itu kita bisa gunakan beberapa trik, yakni salahsatunya adalah beton

silica fume yang masih segar harus secepatnya diberi perlindungan agar penguapan air

yang cepat dapat dicegah. Penggunaan silica fume dapat menghasilkan beton yang kedap,

awet dan berkekuatan tinggi.

Lalu tentang nano silika, tak jauh berbeda dengan silica fume.Hanya saja

ukurannya yang sangat kecil (nanometer), membuat reaksi yang diharapkan menjadi lebih

cepat, sehingga membuat waktu pengerjaan menjadi lebih cepat pula.Dan ukuran

distribusi yang terisi menjadi lebih baik, sehingga kekuatannya menjadi lebih

besar.Pengembangan nano silika di Indonesia saat ini hanya masih beberapa.

Keuntungan dan kerugian dari penggunaan silika fume :

1. Kekuatan tekan hancurnya lebih tinggi.2. Kekuatan tariknya lebih tinggi.

3. Rangkaknya lebih kecil.

4. Regangan yang terjadi kecil.

5. Susutnya kecil

6. Modulus Elastisnya tinggi

7. Ketahanan terhadap sulfat tinggi.

8. Ketahanan terhadap serangan klorida tinggi

9. Ketahanan terhadap keausan tinggi

10. Permeabilitas lebih kecil.

Kendala pada saat penggunaan silika fume :


1.pelaksanaan.

2. bahaya kesehatan kerja.

3. air entrainment.

4.plastic shrinkage (susut plastk)

5. quality control (pengendalian mutu)

Fly Ash

Abu terbang atau fly ash adalah hasil sampingan dari pembakaran batu bara pada

pembangkit listrik tenaga uap. Dapat digunakan sebagai bahan campuran untuk semen

karena kandungan mineralnya hampir sama dengan semen. Fly ash juga dapat digunakan

sebagai pengganti semen.Di Indonesia sendiri sudah banyak pembuatan beton yang

menggunakan fly ash karena harganya yang lebih murah dibanding semen.

Variasi pada sifat fisik fly ash sangat mempengaruhi sifat beton mutu tinggi yang

dihasilkan. Oleh karena itu, material fly ash yan akan digunakan untuk beton mutu tinggi

perlu dites terlebih dahulu di Labolatorium agar sifat keseragaman dan kesesuaiannya

dengan bahan lain dapat diketahui.

Bahan Tambahan Kimia

Terkadang jika kita sudah mencoba mencampur beberapa bahan dasar serta

mineral untuk memperkuat dan mempercepat proses pengerasan akan menimbulkan

dampak yang tertentu pada saat beton berumur muda ( 1-14 hari) atau biasa kita sebut

beton muda. Untuk itu kita memerlukan bahan tambahan kimia yang digunakan pada

industri beton dalam memperbaiki sifat beton muda. Beberapa bahan tambahan kimia

adalah water reducer (superplastisizer), air-entrainin agents, retarders dan accelerator.


Water Reducer (superplastisizer)

Penggunaan water reducer (superplstisizer) bertujuan unutuk mengurangi air

campuran sebesar 5-20%. . Hal ini mengakibatkan mengecilnya perbandingan faktor air

semen (dapat mencapai 0,25-0,40) yang dapat menimbulkan kerusakan pada beton mutu

tinggi karena terlalu encer. Water reducer ini juga bisa dikombinasikan dengan retarder

pada ready mix plent.Akan tetapi, kita perlu untuk meneliti kedua kandungan tersebut,

terutama dalam pengecoran di daerah yang cukup panas.

Accelerator

Umumnya, accelerator jarang digunakan sebagai bahan tambahan kimia pada

beton mutu tinggi.Accelerator mempunyai peran mempercepat pengerasan, di mana

pembukaan bekisting perlu dilakukan lebih awal.Akan tetapi, penggunaannya dapat

mempengaruhi pencapaian kekuatan beton pada kemudian hari.

Kesimpulan

Bahan campuran Admixture adalah bahan campuran yg sangat diperlukan dan

harus diperhatikan

Dalam pelaksanaan pekerjaan beton karenabahan – bahan campuran yg digunakan

banyak mempunyai fungsi yang baik untuk dapat mengubah sifat-sifat beton, atau pasta

semen agar menjadi cocok untuk pekerjaan tertentu, selain itu juga lebih ekonomis dalam

tujuan lain seperti penghematanenergi.

Sebelum kita menggunakan beton mutu tinggi sebagai elemen suatu konstruksi,

kita harus selalu memperhatikan hal-hal penting, yakni tuntutan kebutuhan, keuangan,

serta proporsi campuran yang akan digunakan. Oleh karena itu, kita harus tau beberapa

bahan-bahan untuk membuat beton mutu tinggi,


Dan bahan campuran beton yang sangat menentukan suatu mutu beton yang tinggi

ataupun tidak. Jadi dalam pencampuran diperlukan prosedur pengerjaan yang benar

menurut SNI T.15.1990.30 :

Baton yang digunakan harus memenuhi ketentuan :

 Kuat tekan ; < 10 Mpa,beton harus memakai campuran 1:2:3

 Kuat tkan ; s/d 20 Mpa,beton harus menggunakan pemakaran volume

 Kuat tekan ; > 20 Mpa,harus menggunakan pemakaran berat

Dengan demikian semakin banyaknya pemakaian beton di dalam industri

konstruksi, termasuk (jalan beton) maka semakin banyak pula usaha untuk membuatnya

semakin canggih dan semakin ekonomis. Namun, seiring meningkatnya industri beton,hal

ini juga berdampak pada lingkungan karena meningkatnya pemakaian energi untuk

produksi beton.

DAFTAR PUSTAKA

1) Direktorat Penyelidikan masalah bangunan DPU Cipta Karya, Peraturan Beton


Bertulang Indonesia 1971 N,I,-2 1979,
2) Mulyono, Try. Teknologi Beton. Yogyakarta : ANDI, 2004