Anda di halaman 1dari 8

Program Studi D-III Kebidanan Universitas Pasir Pengaraian

Jln.Tuanku Tambusai, Desa Rambah Kec. Rambah Hilir, Kab. Rokan Hulu, Riau
Kode Pos. 28557

JOB SHEET

NAMA PEKERJAAN : Pengangan Atonia Uteri


UNIT : Kegawatdaruratan
WAKTU : -

OBJEKTIF

1. Setelah membaca job sheet dan melakukan praktikum diharapkan mahasiswa mampu
melakukan penanganan kegawatdarutan atonia uteri dengan cara Kompresi Bimanual
Internal (KBI), Kompresi Bimanual Eksterna (KBE) dan Kompresi Bimanual Aorta
2. Setelah membaca job sheet dan melakukan praktikum diharapkan mahasiswa mampu
menyiapkan alat-alat untuk melakukan Kompresi Bimanual Internal (KBI), Kompresi
Bimanual Eksterna (KBE) dan Kompresi Bimanual Aorta
3. Setelah membaca job sheet dan melihat demonstrasi diharapkan mahasiswa mampu
melakukan Kompresi Bimanual Internal (KBI), Kompresi Bimanual Eksterna (KBE) dan
Kompresi Bimanual Aorta.

REFERENSI

1. James R Scott, et al. Danforth buku saku obstetric dan ginekologi. Alih bahasa TMA
Chalik. Jakarta: Widya Medika, 2002.
2. Obstetri fisiologi, Bagian Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran Unversitas
Padjajaran Bandung, 1993.
3. Mochtar, Rustam. Sinopsis obstetrik. Ed. 2. Jakarta: EGC, 1998.
4. Manuaba, Ida Bagus Gede. Ilmu kebidanan, penyakit kandungan dan keluarga
berencana. Jakarta: EGC, 1998.

DASAR TEORI

Atonia uteri terjadi jika uterus tidak berkontraksi dalam 15 detik setelah dilakukan
rangsangan taktil (pemijatan) fundus uteri. Perdarahan postpartum dengan penyebab uteri
Program Studi D-III Kebidanan Universitas Pasir Pengaraian
Jln.Tuanku Tambusai, Desa Rambah Kec. Rambah Hilir, Kab. Rokan Hulu, Riau
Kode Pos. 28557

tidak terlalu banyak dijumpai karena penerimaan gerakan keluarga berencana makin
meningkat (Manuaba & APN).
Faktor – faktor predisposisi Atonia uteri meliputi :

1. Regangan rahim yang berlebihan dikarenakan Polihidramnion, kehamilan kembar,


makrosemia atau janin besar
2. Persalinan yang lama : Persalinan yang lama dimaksud merupakan persalinan yang
memanjang pada kala satu dan kala dua yang terlalu lama (prawirahardjo, 2008).
3. Persalinan yang terlalu cepat atau persalinan spontan
4. Persalinan yang diinduksi atau dipercepat dengan oksitosin
5. Multiparitas yang sangat tinggi
6. Ibu dengan usia yang terlalu muda dan terlalu tua serta keadaan umum ibu yang jelek,
anemis, atau menderita penyakit menahun. Terjadinya peningkatan kejadian atonia
uteri sejalan dengan meningkatnya umur ibu yang diatas 35 tahun dan usia yang
seharusnya belum siap untuk dibuahi. Hal ini dapat diterangkan karena makin tua
umur ibu, makin tinggi frekuensi perdarahan yang terjadi (Prawirihardjo, 2006).
7. Jarak kehamilan yang dekat (kurang dari dua tahun).
8. Bekas operasi Caesar.
9. Pernah abortus (keguguran) sebelumnya. Bila terjadi riwayat persalinan kurang baik,
ibu sebaiknya melahirkan dirumah sakit, dan jangan di rumah sendiri.
10. Dapat terjadi akibat melahirkan plasenta dengan memijat dan mendorong uterus
kebawah sementara uterus belum terlepas dari tempat implannya atau uterus

TANDA DAN GEJALA ATONIA UTERI

Tanda dan gejala yang selalu ada pada perdarahan postpartum akibat Atonia Uteri adalah :

1. Perdarahan segera setelah anak lahir


2. Pada palpasi, meraba Fundus Uteri disertai perdarahan yang memancur dari jalan
lahir.
3. Perut terasa lembek atau tidak adanya kontraksi
4. Perut terlihat membesar (Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan
Neonatal, 2002).

DIAGNOSA ATONIA UTERI

Pada setiap perdarahan setelah anak lahir, perlu dipikirkan beberapa kemungkinan karena
penanganannya berbeda, jika dengan melalui perabaan melalui dinding perut, fundus uteri
terasa keras dan darah yang keluar berwarna merah segar, dapatlah dikatakan pada umumnya
perdarahan itu disebabkan oleh laserasi atau robekan pada salah satu tempat dijalan lahir. Jika
perabaan fundus uteri terasa lembek dan laserasi telah disingkirkan, maka pada umumnnya
perdarahan ini disebabkan oleh Atonia uteri (Diro, 2009).
Program Studi D-III Kebidanan Universitas Pasir Pengaraian
Jln.Tuanku Tambusai, Desa Rambah Kec. Rambah Hilir, Kab. Rokan Hulu, Riau
Kode Pos. 28557

PETUNJUK BAGI MAHASISWA

1. Baca dan pelajari lembar kerja dengan baik.


2. Siapkan alat-alat yang dibutuhkan dan susun secara ergonomis.
3. Ikuti petunjuk yang ada pada job sheet.
4. Bekerja secara hati-hati dan teliti.
5. Tanyakan pada dosen bila terdapat hal-hal yang kurang dimengerti atau dipahami.
6. Laporkan hasil kerja setelah selesai melakukan latihan

KESELAMATAN KERJA

1. Patuhi prosedur pekerjaan.


2. Bertindak lembut dan hati-hati pada saat melakukan tindakan.
3. Letakkan peralatan pada tempat yang terjangkau oleh petugas.
4. Perhatikan teknik septik dan antiseptik.

PERSIAPAN ALAT

1. Alat :
a. Alas bokong dan alas penutup perut
b. Tensimeter
c. Stetoskop.
b. Lampu sorot
c. Sarung tangan DTT/steril (4 pasang).
d. Kateter nelaton
e. Infus set
f. Spuit 5 cc
g. Larutan antiseptic.
h. Oksigen dan regulator 10,1 U/ml
i. Albocath 16 atau 18.
2. Obat-obatan esensial:
Program Studi D-III Kebidanan Universitas Pasir Pengaraian
Jln.Tuanku Tambusai, Desa Rambah Kec. Rambah Hilir, Kab. Rokan Hulu, Riau
Kode Pos. 28557

a. Analgesik (tramadol)
b. Oksitosin 20 IU
c. Ergometrin 0,20 mg/ml

NO LANGKAH KERJA & KEY GAMBAR


POINT
1 Informed consent
Key point
Menjelaskan kepada ibu tentang
prosedur yang akan dilakukan.
(Dengarkan keluhan klien) dan
membuat persetujuan tindakan medic
Persiapan Pasien:
1. Beritahu pada ibu dan keluarga apa
yang akan dikerjakan dan berikan
kesempatan untuk mengajukan
pertanyaan.
2. Pastikan posisi ibu litotomi.
Program Studi D-III Kebidanan Universitas Pasir Pengaraian
Jln.Tuanku Tambusai, Desa Rambah Kec. Rambah Hilir, Kab. Rokan Hulu, Riau
Kode Pos. 28557

2 Persipan alat dan Obat-Obatan


Key point
Siapkan alat di tempat yang mudah
dijangkau (susun secara ergonomis)

4 Persiapan penolong
Key point
Pastikan memakai APD

5 Cuci Tangan
Key point
Cuci tangan dengan 7 langkah

6 Penolong berdiri di ddepan ibu


masukan tangan secara obstetric (
dengan menyatukan kelima ujung jari
) kedalam introitus vagina ibu

7 Periksa vagina dan serviks


Pastikan tidak ada bekuan darah, jika
ada maka terlebih dahulu bekuan
darah yang tertinggal di dalam jalan
lahir.
Program Studi D-III Kebidanan Universitas Pasir Pengaraian
Jln.Tuanku Tambusai, Desa Rambah Kec. Rambah Hilir, Kab. Rokan Hulu, Riau
Kode Pos. 28557

8 Setelah tangan mencapai serviks maka


kepalkan jari-jari letakkan kepalan
tangan pada forniks anterior. Tekan
dinding anterior uteri (usahakan
seluruh dataran punggung jari telunjuk
hingga kelingking menyentuh fornik
anterior), sementara telapak tangan
lain pada abdomen, menekan dengan
kuat dinding belakang uterus kearah
kepalan tangan dalam
9 etap berikan tekanan pada uterus
dengan kedua tangan secara kuat
sampai perdarahan berhenti dan uterus
berkontraksi. Kompresi uterus ini
memberikan tekanan langsung pada
pembuluh darah di dalam dinding
uterus dan merangsang miometrium
untuk berkontraksi

10 Evaluasi Keberhasilan Tindakan:


1. Apabila uterus berkontraksi dan
perdarahan berkurang, pertahankan
tindakan KBI (tangan menekan
forniks anterior) selama 2 menit,
kemudian keluarkan tangan dari dalam
vagina secara perlahan, lakukan
pemantauan kala IV secara normal
pada ibu.

2. Apabila uterus berkontraksi tapi


perdarahan terus tidak berkurang cek
sebab perdarahan yang lain sperti
perlukaan perineum, vagina dan
serviks apakah ada laserasi di bagian
Program Studi D-III Kebidanan Universitas Pasir Pengaraian
Jln.Tuanku Tambusai, Desa Rambah Kec. Rambah Hilir, Kab. Rokan Hulu, Riau
Kode Pos. 28557

tersebut. Segera lakukan penjahitan


jika ditemukan laserasi

3. apabila uterus tidak berkontraksi


dalam waktu 5 menit, lanjutkan
langkah selanjutnya. Yaitu kompresi
bimanual eksternal

11 Tindakan berhasil:
Lakukan pengawasan kala IV:
1. Observasi perdarahan
2. Observasi kontraksi uterus
3. Kosongkan kandung kemih ibu
4. Pantau tanda-tanda vital ibu

12 Rapikan alat

13 Pastikan kenyamanan pasien dan


penuhi kebutuhan nutrisi dan cairan
pasien
Program Studi D-III Kebidanan Universitas Pasir Pengaraian
Jln.Tuanku Tambusai, Desa Rambah Kec. Rambah Hilir, Kab. Rokan Hulu, Riau
Kode Pos. 28557

14 Cuci Tangan
Key Point
Mencuci tangan hingga siku dengan
air dan sabun kemudian keringkan
Gunakan sabun dan dibawah air
mengalir.

15 Dokumentasi
Key Point
Lakukan pemantauan kala IV
Beritahu klien dan keluarga bahwa
tindakan selesai dilakukan

EVALUASI

1. Setiap mahasiswa melakukan redemonstrasi tindakan tersebut


2. Seluruh alat disiapkan dengan lengkap
3. Setiap langkah pekerjaan dilakukan secara urut, sesuai job sheet
4. Pembimbing menguji dan mengamati cara kerja mahasiswa dengan menggunakan daftar
tilik.