Anda di halaman 1dari 4

Tugas

WAWASAN KEMARITIMAN

Oleh :

DICKY CANDRA SURYA


P3D116003

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK ELEKTRONIKA


UNIVERSITAS HALUOLEO
KENDARI
2017
POTENSI KEMARITIMAN YANG ADA DI
PULAU MUNA

Kabupaten Muna adalah salah satu daerah otonom tingkat II dari 12


kabupaten Kota yang ada di Sulawesi Tenggara. Jumlah Penduduk kabupaten
Muna saat ini adalah 227.595 jiwa yang tersebar di 23 Kecamatan dan 237 Desa/
Kelurahan. Di pulau Muna terdapat beberapa potensi kemaritiman berupa
pariwisata dimana terdapat banyak pantai yang tersebar di berbagai kecamatan.
Beberapa potensi kemaritiman yang ada di pulau muna adalah sebagai berikut :

A. Pantai Napabale

Salah satu daerah wisata yang cukup potensial di wilayah Kabupaten Muna
untuk dikembangkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang
cukup potensial dari sektor pariwisata adalah pantai Napabale. Napabale sangat
indah dan tenang, terletak bersebelahan dengan pantai laut lepas, berair asin dan
dihubungkan oleh suatu terowongan berpenampang 16 meter persegi dengan laut
lepas. Sebuah terowongan dengan penampang 16 meter persegi menghubungkan
mangkuk porselin yang berair jernih dan hijau kebiruan ini dengan laut lepas.
Bongkahan-bongkahan batu karang berselimutkan pepohonan hijau mencuat di
permukaan air, melingkari sekeliling danau berair asin ini. Di air jernih dan sejuk
ini, wisatawan dapat memuaskan hobi berenang. Jika wisatawan senang berperahu,
tukang perahu yang ada disekitar danau siap mengantar wisatawan berkeliling
menikmati panorama danau, lalu ke pantai laut lepas melalui terowongan karang.
Sebelum air pasang menutupi mulut terowongan, wisatawan sudah harus kembali
berada di danau.

Pantai Napabale ini sering dikunjungi wisatawan, apalagi hari libur. Di sinilah
tempat orang untuk menyejukkan hatinya menikmati keindahanya. Selain
pemandiannya, Napabale yang terletak di Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna itu
memiliki potensi wisata yang cukup banyak untuk dikembangkan. Bagi pengunjung
yang hanya menikmati wisata danaunya sangat tidak puas kalau tidak mengunjungi
hamparan pasir di balik gunung danau tersebut. Sebab di bagian itu terdapat pantai
yang berpasir.

B. Pantai Meleura

Pantai meleura merupakan objek wisata pantai yang terletak di Desa


Lakarinta Kecamatan Lohia Kabupaten Muna. Untuk mncapai lokasi trsebut dapat
ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda 2 dan 4 dengan jarak tempuh 18
km kurang lebih 15 menit untuk sampai di tmpat ini.

Dipantai meleura kita dapat menikmati indahnya alampantai dengan udara


yang sejuk dari polusi serta akan membuat setiap orang yang berkunjung merasa
damai dan nyaman. Disekitar pantai Meleura terdapat gua tempat pengintaian para
pejuang zaman dulu yang berfungsi mengintai stiap musuh yang dating, dan saat
initelah dijadikan tempat pengistrahatan para pengunjung yang dating bahkan ada
yang menginap. Sesuatu yang unik di pantai ini banyak terdapat gugusan pulau kecil
yang bentuknya menyerupai jamur.

Dengan adanya potensi wisata diatas, perlibatan partisipasi masyarakat dalam


pariwisata di Pantai Napabale, Danau Motonuno dan pantai meleura masih minim.
Survei pendahuluan yang telah dilakukan menunjukan bahwa potensi yang dimiliki
oleh banyak objek-objek wisata Danau tersebut adalah keindahan panorama danau
dan kealamian lingkungan. Berdasarkan hal tersebut maka perlu ada usaha untuk
mengidentifikasi kembali potensi-potensi objek wisata pantai tersebut sehingga
dapat di munculkan sesuai kemampuan daerah dalam hal sumber daya, sumber
dana, dan kemampuan perencanaan serta pengolaan.

C. Sumberdaya Perikanan

Secara ekologis, pulau-pulau kecil di Kabupaten Muna berasosiasi dengan


mangrove, lamun dan terumbu karang. Dengan demikian di kawasan pulau-pulau
kecil Kabupaten Munamemiliki spesies-spesies yang menggunakan mangrove,
lamun, dan terumbu karang sebagai habitatnya. Spesies-spesies tersebut antara lain
berbagai jenis ikan ekonomis penting seperti ikan kerapu, ikan napoleon, teripang,
kepiting bakau, kepiting rajungan dan lain-lain. Selain itu, di pulau-pulau kecil
Kabupaten Muna juga terdapat ikan belanak, krustasea, moluska, ikan baronang,
dan rumput laut. Komoditas ini merupakan komoditas spesifik pulau-pulau kecil
Kabupaten Muna, dimana ciri utama komoditas tersebut memiliki sifat penyebaran
yang bergantung pada mangrove, lamun, dan terumbu karang sehingga
keberlanjutan stoknya sangat dipengaruhi oleh kelestarian mangrove, lamun, dan
terumbu karang

D. Energi Kelautan

Dengan luas wilayah laut Kabupaten Muna yang mencapai 2.559,4 kilometer
persegi, prospek dan potensi energi kelautan cukup strategis sebagai energi
alternatif untuk mengantisipasi berkurangnya minyak bumi dan sumber energi
migas lainnya. Sumberdaya kelautan yang dapat digunakan untuk pengelolaan
pulau-pulau kecil di Kabuaten Muna adalah Konversi Energi Panas
Samudera/Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC), Ombak dan Pasang
Surut.