Anda di halaman 1dari 1

Proses Budidaya Salak Pondoh

1. Pemupukan. Pemupukan tanaman sorgum dilakukan dengan pupuk kandang maupun


pupuk buatan NPK dengan kebutuhan paling banyak akan nitrogen, dengan dosis pada
umumnya, 200 kg Urea, 50 kg KCl 50 kg KCl , dan 100 kg TSP (atau SP36).
2. Penyiangan. Rajin-rajinlah dalam menyiangi untuk membersihkan lahan sorgum dari
hama tanaman (gulma). Cabut atau cangkul tanaman pengganggu sampai seakar-akarnya.
3. Penggemburan. Penggemburan dilakukan dengan menggemburkan tanah di
sekitar tanaman salak pondoh dan menimbunkan tanah menjadi gundukan-gundukan di
pangkal salak pondoh dengan tujuan menguatkan batang tanaman.
4. Pengendalian hama dan penyakit. Pengendalian hama (serangga, dan lain-lain.) dan
penyakit untuk tindakan preventif. Sebagaimana pada proses penanaman tanaman
(budidaya, perkebunan, kehutanan, dan sebagainya) lainnya, rajin-rajinlah melakukan
penyemprotan insektisida dan pestisida, asal dosisnya sesuai anjuran serta tanpa
berlebihan dalam pelaksanaannya. Sorgum sudah siap panen sekitar 3 sampai 4 bulan,
sesuai varietasnya, dengan ciri umum daun menguning, biji pecah kalau digigit, dan
kadar tepung pada biji-bijinya telah mencapai maksimal.
5. Perlakuan pasca panen. Perlakuan pasca panen adalah dengan pengeringan, perontokan,
dan penyimpanan. Pengeringan dilakukan dengan menjemur hasil panen salak pondoh
selama lebih-kurang 60 jam sampai kadar airnya tinggal tersisa 10-12% supaya saat
disimpan tidak timbul jamur. Perontokan dilakukan secara modern menggunakan mesin
perontok sorgum maupun secara tradisional melalui proses pemukulan memakai kayu
hingga biji terlepas. Penyimpanan dilakukan di gudang yang kering dan tidak lembap
serta dengan bahan padat selain dari bahan besi, dan sebelumnya biji harus dalam
keadaan utuh, bersih, dan kering.