Anda di halaman 1dari 27

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

( RPP )
1. Identitas sekolah
Mata Pelajaran : Matematika.
Kelas / Semester : VII / 1
Pertemuan ke - : 1
2. Standar Kompetensi :
1. Bilangan : Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya
dalam pemecahan masalah.

3.Kompetensi Dasar : Melakukan operasi hitung bilangan bulat

4.Indikator :
1. Memberikan contoh bilangan bulat.
2. Menyatakan sebuah besaran sehari-hari yang menggunakan bilangan negatif
3. Menentukan letak bilangan bulat pada garis bilangan.

5.Tujuan pembelajaran.
1. Siswa dapat memberikan contoh minimal 5 bilangan bulat (tekun,
teliti,kretaivitas, kerjasama)
2. Menyatakan sebuah besaran sehari-hari yang menggunakan bilangan negatif
3. Siswa dapat menentukan letak suatu bilangan bulat pada garis bilangan.
( tekun, teliti,kretaivitas, kerjasama)

6. Materi ajar.
Bilangan bulat.
1.Pengertian Bilangan Bulat dan lambangnya
Pada bangku sekolah Dasar telah diperkenalkan macam-macam bilangan antara
lain :
- Bilangan Asli ( A ) anggotanya : 1,2,3,4,5,...
- Bilangan Cacah ( C ) anggotanya : 0,1,2,3,4,...
- Bilangan Prima anggotanya : 2,3,5,7,...
Sekarang di SMP akan diperkenalkan bilangan Bulat ( B ) yang
anggotanya : ,...,-3,-2,-1,0,1,2,3,...... Jadi anggota bilangan bulat dapat
dikelompokan menjadi 3 yaitu:
- Bilangan Bulat positif : 1,2,3,4,....
- Bilangan Bulat Negatif: -1,-2,-3,-4,-5,....
- Bilangan tidak positif dan tidak negatif yaitu 0 ( nol ).
Bilangan bulat dapat digambarkan pada garis bilangan seperti pada gambar
berikut: Nol
Bilangan bulat negatif Bilangan bulat positif

· · · · · · · · · · ·
-5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5
Untuk mengukur suhu di bawah titik beku air ( 00C), maka skala termometer
perlu diperpanjang ke bawah. Misal: suhu 50 C di bawah titik beku air, ditulis
-50 C, 10 0C di bawah 00 C ditulis -100 C.
Untuk suhu di atas titik beku air, tanda ”+” tidak perlu ditulis. Misal: 15 0 C
diatas titik beku air, cukup ditulis 150 C.

2.Hubungan antara dua bilangan Bulat


Perhatikan garis bilangan di bawah ini!
· · · · · · · · · · ·
-5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5
Pada garis bilangan letak 1 disebelah kiri 5, maka 1 < 5.
Pada garis bilangan letak 1 disebelah kanan -3 maka 1 > -3.
Dari contoh di atas dapat disimpulkan:
Pada garis bilangan yang horisontal, berlaku:
a. Jika a terletak disebelah kanan b, maka a > b
b. Jika a terletak disebelah kiri b, maka a < b.
7.Alokasi waktu : 2X40 menit

8. Metodologi pembelajaran.
 Model : Pembelajaran Kooperatif tipe STAD
 Metode : Diskusi, Tanya jawab, penugasan, penemuan.
9. Langkah-langkah kegiatan.

1. Kegiatan Awal ( 10 menit )


 Apersepsi :
1. Disampaikan kegunaan menguasai bilangan bulat dengan menunjukkan
cara membaca sebuah termometer. Mengaitkan materi yang akan
dipelajari dengan pengetahuan awal dengan cara mengajukan pertanyaan.
2. Siswa diingatkan kembali tentang himpunan bilangan asli dan bilangan
cacah.
Kegiatan inti.
 Dengan metode tanya jawab dibahas tentang cara menulis suhu di atas atau
di bawah nol derajat secara bereksplorasi.
 Dengan metode tanya jawab siswa dibahas hasil dari satu bilangan cacah
jika dikurangkan dengan satu bilangan cacah lain yang lebih besar secara
bereksplorasi. ( kreatif, tekun, rajin)
 Dengan metode tanya jawab dibahas cara menggambar garis
bilangan.secara kolaborasi
 Siswa dibimbing oleh Guru dibahas tentang himpunan bilangan bulat dan
lambangnya serta lawan dari suatu bilangan bulat.secara eksplorasi
 Guru membagi kelompok diskusi sebanyak 6 kelompok masing- masing
kelompok terdiri dari 4-5 orang ( kerjasama )secara elaborasi
 Dalam Kelompok Siswa berdiskusi memecahkan masalah dan mengerjakan
LKS ( terlampir ) secara kolaborasi ( kerjasama )
 Siswa mendiskusikan tentang mengurutkan bilangan bulat (kreatif)
 Dengan tanya jawab dibahas hasil diskusi kelompok dibimbing oleh guru
secara elaborasi.
 Dari sebagian kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya
secara konfirmasi. ( kerjasama)
 Guru mencatat keaktifan siswa baik secara individu maupun kelompok baik
dalam memberikan jawaban ataupun bertanya.secara elaborasi
 Guru memberi penghargaan kepada kelompok yang terbaik.
 Secara individu siswa mengerjakan latihan. ( terlampir )

Penutup. ( 10 menit )
 Siswa membuat rangkuman dibimbing oleh guru secara konfirmasi.
 Siswa dan guru melakukan refleksi secara konfirmasi.
 Guru memberikan PR untuk soal yang belum selesai dijawab.

10. Penilaian.
Teknik penilaian : test.
Bentuk Instrumen : Pertanyaan lisan dan tertulis
Instrumen.
1. Tulislah lima bilangn bulat yang lebih dari -3 dan kurang dari 10
2. Temperatur (suhu) ruangan pada siang hari adalah 250 C . Berapa derajatkah
suhu ruangan itu jika suhu naik 3o C .
3. Letakkanlah bilangan -2, 0, dan 3 pada garis bilangan berikut
         
5
4. Suhu manakah yang lebih tinggi -80 atau -50
5.Sisipkanlah lambang > atau < di antara pasangan bilangan 4 dan -5.
6.Susunlah deretan bilangan 4, -16,-9 dalam urutan naik dan sisipkanlah lambang <,
sehingga menjadi kalimat benar.

NO KUNCI JAWABAN SKOR


1. -2,-1,0,1,2 atau 4
-1,0, 1, 2, 3 atau
0, 1, 2, 3, 4 atau
1, 2, 3, 4, 5 atau
2, 3, 4, 5, 6 atau
3, 4, 5, 6, 7, atau
4, 5, 6, 7, 8,
2. 250C + 30C = 280C 2
2.
2
  -2  0  3   

3. Pada garis bilangan dengan arah vertkal, -50 terletak di sebelah 5
atas -80, maka suhu yang leih tinggi adalah -50
4. Pada garis bilangan mendatar, 4 terletak di sebelah kanan -5, maka
4 > -5 3
5. Deretan bilangan dalam urutan naik adalah -16, -9, 4 3
Disisipi lambang < menjadi : -16 < -9 < 4 2
Jumlah Skor Total 22

11. Alat dan sumber belajar.


•Matematika 1: Konsep dan Aplikasinya: untuk Kelas VI SMP/MTs I/Dewi
Nuharini, Tri Wahyuni; Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan
Nasional, 2008.
• Lembar Kegiatan Siswa ( LKS ), dan penggaris.

Mengetahui Tanah Grogot, Agustus 2013


Kepala SMP Negeri 2 Tanah Grogot Guru Mata Pelajaran

Agus Wintoro, S.Pd,M.Pd Pawi, S.Pd,M.Pd


NIP. 19730519 199702 1 002 NIP.19690506199501 1002
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
1. Identitas Sekolah
Mata Pelajaran : Matematika.
Kelas / Semester : VII / 1
Pertemuan ke - : 2

2. Standar Kompetensi :
1. Bilangan : Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya
dalam pemecahan masalah.
3. Kompetensi Dasar : Melakukan operasi hitung bilangan bulat
4. Indikator :
1. Menentukan hasil operasi penjumlahan pada bilangan bulat
2. Menentukan hasil operasi penngurangan pada bilangan bulat
5. . Tujuan penbelajaran.
1. Siswa dapat menentukan hasil operasi hitung penjumlahan bilangan bulat.
( tekun dan teliti , kreatif)
2. Siswa dapat menentukan hasil operasi hitung pengurangan bilangan bulat ( tekun
dan teliti, kreatif )
6.. Materi ajar.
a. Bilangan bulat.
1.Penjumlahan
Untuk menentukan hasil penjumlahan bilangan bulat dapat digunakan garis
bilngan.
a.Contoh : 2 + ( -6 )

         
-6 -5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3
Bergerak dari nol 2 satuan ke kanan,kemudian dialnjutkan 6 satuan kekiri, maka
berhenti pada bilangan -4. jadi 2 + ( -6 ) = -4

b. -5 + 3

         
-6 -5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3
Bergerak dari nol 5 satuan kekiri, dilanjutkan 3 satuan kekanan, maka berhenti
pada bilangan -2. jadi -5 + 3 = -2

c. -2 + ( -3 )

         
-6 -5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3
Bergeraklah dari nol 2 satuan kekiri, dialnjutkan 3 satuan kekiri lagi, maka
berhenti pada bilangan -5. Jadi -3 + (-4) = -7

Apabila penjumlahan di atas tidak menggunakan garis bilangan, dapat


dilakukan pengerjaan sebagai berikut:

1.a. 4 + ( -7) = - ( 7 – 4 ) = 3 Jadi a + (-b) = - (b-a), untuk b>a.


b. -5 + 3 = - ( 5 – 3 ) = -2 Jadi –a + b = - (a – b ), untuk a>b
c. -4 + 6 = + ( 6 – 4 ) = + 2 Jadi –a + b = + ( b – a ), untuk b>a
d. -3 + ( -4) = -( 3 +4 ) = -7 Jadi –a + ( -b) = - ( a + b )
2.Sifat-sifat penjumlahan Bilangan Bulat
Operasi penjumlahan bilangan bulat mempunyai beberapa sifat yaitu:
a. Sifat Komutatif ( pertukaran )
1. 8 + (-5) = 3, -5 + 8 = 3, jadi 8 + (-5) = -5 + 8
2. -3 + (-4) = -7 , -4 + (-3) = -7, jadi -3 +(-4) = -4 + (-3)
Dari contoh di atas dapat disimpulkan bahwa:
Untuk sebarang bilangan bulat a dan b berlaku a + b = b + a, sifat ini
disebut sifat komutatif.

b. Sifat Assosiatif ( pengelompokkan )


[3 + (-8)] + 4 = -5 + 4 = -1, 3 + [(-8) + 4] = 3 + (-4) = -1
Maka, [3 + (-8)] + 3 = 3 + [(-8) + 4]
Dari contoh di atas dapat disimpulkan bahwa:
Untuk sebarang bilangan a, b, dan c berlaku ( a + b ) + c = a + (b + c ), sifat
ini disebut sifat assosiatif
c. Sifat tertutup
-10 + 15 = 5, -10 dan 15 bilangan bulat, dan 5 juga bilangan bulat.
Contoh di atas menunjukkan bahwa penjumlahan bilanganbulat selalu
menghasilkan bilangan bulat, maka penjumlahan bilangan bulat bersifat
tertutup.
Untuk sebarang bilangan a, b berlaku a + b = c , sifat ini disebut sifat
tertutuf
d.Unsur identitas pada penjumlahan
0 + 3 = 3 ; 8 + 0 = 8, dengan demikian bahwa 0 di tambah dengan suatu
bilanhan atau suatu bilangan ditambah dengan 0 mengahsilkan bilangan itu
sendiri.
Untuk sebarang bilangan bulat a, berlaku a + 0 = 0 + a, maka 0 disebut
unsur identitas ( netral ) pada penjumlahan
e. Invers jumlah atau lawan suatu bilangan
5 lawan dari -5 atau -5 lawan dari 5, maka
Lawan dari a adalah –a atau lawan dari –a adalah a.
5 + (-5) = 0 atau -5 + 5 = 0, maka
Untuk sebarang bilangan bulat a berlaku: a + (-a) = - a + a = 0
2.Pengurangan
Perhatikan contoh berikut:

6 - 3 =3 dapat diubah menjadi 6 + (-3 ) = 3

6 - ( -2 ) = 8 dapat diubah menjadi 6 + 2 = 8

Dari contoh di atas diperoleh bahwa mengurangi dengan suatu bilangan


sama artinya menambah dengan lawanya.

Untuk sebarang bilangan bulat a dan b berlaku:


a – b = a + (-b) -a – (-b) = -a + b
a – (-b)= a + b -a – b = -a + (-b)
7.Alokasi waktu : 2X40 menit

8. Metodologi pembelajaran.
 Model : Pembelajaran Kooperatif tipe STAD
 Metode : Diskusi, Tanya jawab, penugasan, penemuan.
9. Langkah-langkah kegiatan.
1. Kegiatan Awal
 Apersepsi : Mengingat kembali tentang operasi bilangan di SD.
 Motivasi : Pentingnya materi ini untuk memahami materi selanjutnya dan
manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari
Kegiatan inti.
 Secara eksplorasi Guru menjelaskan cara melakukan operasi penjumlahan
dengan menggunakan garis bilangan.
 Guru menjelaskan cara melakukan operasi penjumlahan tanpa menggunakan
garis bilangan. Secara eksplorasi
 Guru menjelaskan cara melakukan operasi pengurangan tanpa menggunakan
garis bilangan, yaitu mengurangkan suatu bilangan bulat sama artinya
menjumlahkan bilangan tersebut dengan lawannya.secara eksplorasi
 Guru mempersilahkan siswa untuk bergabung pada kelompoknya masing-
masing secara kolaborasi.
 Guru membagikan LKS untuk setiap kelompok secara elaborasi
 Guru mengarahkan cara kerja atau prosedur pengerjaannya.secara
konfirmasi
 .Dalam Kelompok Siswa berdiskusi memecahkan masalah dan mengerjakan
LKS ( terlampir ) secara eksplorasi, konfirmasi dan elaborasi
 Dengan tanya jawab dibahas hasil diskusi kelompok dibimbing oleh
guru.secara kolaborasi
 Dari sebagian kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya
secara konfirmasi.
 Guru mencatat keaktifan siswa baiksecara individu maupun kelompok baik
dalam memberikan jawaban ataupun bertanya.secara elaborasi
 Guru memberi penghargaan kepada kelompok yang terbaik.
 Secara individu siswa mengerjakan latihan. ( terlampir )

Penutup.
 Siswa membuat rangkuman dibimbing oleh guru secara konfirmasi
 Siswa dan guru melakukan refleksi.secara konfirmasi
 Guru memberikan PR untuk soal yang belum selesai dijawab.

10. Penilaian.
Teknik penilaian : test.
Bentuk Instrumen : Pertanyaan lisan dan tertulis
Instrumen.
1. Dengan menggunakan garis bilangan tentukan penjumlahan berikut:
a. -5 + 8 b. 7 + ( -2 )
c. 5 + ( -9 ) d. -6 + ( -4 )

2.Tanpa menggunakan garis bilangan, tentukan hasil dari penjumlahan berikut;


a. -50 + (-35) b. 80 + (-55)
c. -64 + 30 d. -50 + 45 + (-25)
3.Dengan menggunakan garis bilangan tentukan pengurangan berikut:
a. 6 – 4 b. 4 – ( -2 )
c. -2 – 3 d. -3 – ( -5 )

4. Tanpa menggunakan garis bilangan , tentukan hasil pengurangan bilangan


berikut:
a. 8 – 12 b. -12 – (-5)
c. -12 – 10 d. 10 – 8 – (-6)

NO KUNCI JAWABAN SKO


R
1.
a. ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ 5
-5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6

b. • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • 5
- 7 -6 - 5 – 4 - 3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6 7
c.
• • • • • • • • • • • • • • • • 5
-5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6 7

d. • • • • • • • • • • • • • • • • 5
-11 -10 -9 -8 -7- 6 – 5 - 4- 3- 2- 1 0 1 2 3 4

2. a. -50 + (-35) = - 85 2
b. 80 + (-55) = 25 2
c. -64 + 30 = -34 2
d. -50 + 45 + (-25) = -5 + ( -25 ) = -30 2
3.
5
a. ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙
-5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6

5
b. • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •
- 7 -6 - 5 – 4 - 3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6 7

c. 5
• • • • • • • • • • • • • • • •
-5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6 7

5
d. • • • • • • • • • • • • • • • •
-11 -10 -9 -8 -7- 6 – 5 - 4- 3- 2- 1 0 1 2 3 4

4. a. 8 – 12 = 8 + ( -12 ) = -5 2
b. -12 – (-5) = -12 + 5 = -7 2
c. -12 – 10 = -12 + (-10) = -22 2
d. 10 – 8 – (-6) = 10 + (-8) + 6 = 2 +6 = 8 2

Total 56

11. Alat dan sumber belajar.


•Matematika 1: Konsep dan Aplikasinya: untuk Kelas VI SMP/MTs I/Dewi
Nuharini, Tri Wahyuni; Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan
Nasional, 2008.
• Lembar Kegiatan Siswa ( LKS ), dan penggaris.

Mengetahui Tanah Grogot, Agustus 2013


Kepala SMP Negeri 2 Tanah Grogot Guru Mata Pelajaran

Agus Wintoro, S.Pd,M.Pd Pawi, S.Pd,M.Pd


NIP. 19730519 199702 1 002 NIP. 19690506 199501 1002
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
1. Identitas Sekolah
Mata Pelajaran : Matematika.
Kelas / Semester : VII / 1
Pertemuan ke - : 3

2. Standar Kompetensi :
1.Bilangan: Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya
dalam pemecahan masalah.
3. Kompetensi Dasar : Melakukan operasi hitung bilangan bulat
4. Indikator :
1. Menentukan hasil perkalian pada bilangan bulat( tekun dan teliti)
2. Menentukan hasil pembagian bilangan bulat( tekun dan teliti)
3. Menentukan hasil campuran +,-,x, dan : bilangan bulat.( inovatif )

5. Tujuan penbelajaran.
1.siswa dapat menentukan hasil operasi perkalian pada bilangan bulat
2.Siswa dapat menentukan hasil operasi pembagian pada bilangan bulat
3.Siswa dapat menentukan hasil campuran +,-,x, dan : bilangan bulat.

6. Materi ajar.
a. Bilangan bulat.
3.Perkalian Bilangan Bulat
Arti perkalian dua bilangan bulat : 5 x 3 = 3 +3 + 3 + 3 + 3
axb=b+b+b+b+b

Sebanyak a kali

 Perkalian bilangan positif X bilangan bulat negatif = bilangan positif


Contoh : 2 x 3 = 6
 Perkalian bilangan positif X bilangan bulat negatif = bilangan bulat negatif
Contoh : 2 x ( -3 ) = -6
 Perkalian bilangan bulat negatif x bilangan bulat positif = bilangan bulat
negatif
Contoh : -2 x 3 = -6
 Perkalian bilangan bulat negatif x bilangan bulat negatif = bilangan bulat
positif
Contoh : -2 x ( -3 ) = 6

Sifat-Sifat Perkalian Bilangan Bulat


1. Sifat komutatif ( pertukaran )
Untuk sebarang bilangan a dan b berlaku : a x b = b x a

2. Sifat Assosiatif ( pengelompokan )


Untuk sebarang bilangan bulat a, b, dan c berlaku : ( a x b ) x c = a x ( b x c )

3. Sifat tertutup
Hasil kali dua bilangan bulat adalah bilangan bulat juga: Untuk sebarang
bilangan bulat a, b, dan c berlaku a x b = c

4. Unsur Identitas.
Untuk sebarang bilangan bulat a, b, dan c berlaku : a x 1 = 1 x a, maka 1
disebut unsur identitas ( netral ) perkalian.
5. Perkalian dengan nol
Untuk sebarang bilangan bulat a, maka berlaku: a x 0 = 0 x a = 0
4.Pembagian Bilangan Bulat
a.Pembagian sebagai operasi kebalikan dari perkalian
Bila kita dihadapkan pada masalah a x 6 = 42, berapakah nilai a? Untuk
menjawab masalah di atas ada dua cara kerangka berpikir, yaitu:
a. bilangan manakah jika dikali 6 menghasilkan 42?
b. berapakah nilai 42 : 6?
Ternyata dari dua kerangka berpikir di atas menghasilkan jawaban yang sama
yaitu 7, yang berbeda caranya saja.
Yang pertama menggunakan perkalian, dan yang kedua menggunakan
pembagian.
Jadi, 42 : 6 = 7 sama artinya dengan 7 x 6 = 42.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa:
Pembagian merupakan opersi kebalikan dari perkalian.
a:b=c c x b = a ; Operasi kebalikan disebut juga invers perkalian

b.Pembagian Bilangan Bulat


Bertolak dari pengertian pembagian adalah operasi kebalikan dari perkalian, maka
dapat ditentukan hasil pembagian dua bilangan bulat.
Contoh :
1. 16 : (-2 ) = 8 sebab -8 x ( -2 ) = 16
2. -30 : 5 = -6, sebab -6 x 5 = -30
3. -45 : ( -15 ) = 3; sebab 3 x ( -15 ) = -45
Dari contoh-contoh di atas dapat disimpulkan bahwa :
 Bilangan bulat positif dibagi bilangan bulat negatif adalah bilangan bulat
negatif
 Bilangan bulat negatif dibagi bilangan bulat positif adalah bilangan bulat
negatif.
 Bilangan bulat negatif dibagi bilangan bulat negatif adalah bilangan bulat
positif.

c.Pembagian dengan Nol


Perhatikan contoh berikut!
1. 8 : 4 = 2, sebab 2 x 4 = 8
2. 15 : 0 = ......., apakah ada bilangan yang dikalikan nol mengahsilkan 15?
Ternyata tidak ada satupun bilangan yang dikalikan nol menghasilkan 15.
Berdasarkan contoh di atas dapat disimpulkan bahwa:
Untuk sebarang bilangan bulat a, berlaku: a: 0 tidak terdefinisikan.
7. Alokasi waktu : 2X40 menit
8. Metodologi pembelajaran.
 Model : Pembelajaran Kooperatif tipe STAD
 Metode : Diskusi, Tanya jawab, penugasan, penemuan.
9. Langkah-langkah kegiatan.

1. Kegiatan Awal ( 10 menit )


 a)Apersepsi : Mengingat kembali tentang operasi penjumlahan bilangan
bulat yang telah dipelajari terdahulu
Melalui contoh-contoh penjumlahan bilangan bulat yang sejenis, misalnya:
a. 2 +2 + 2 =
b. 3 +3+3 + 3 = 12
c. -2 +(-2) +(-2 ) +(-2 )=-8
d. -5 +(-5 ) = -10
 b.Motivasi : Pentingnya materi ini untuk memahami materi selanjutnya dan
manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya ketika
sedang sakit, berobat ke dokter lalu dalam di dalam obat tertulis
cara meminum obat misalnya 3 X 1 atau 1 X 3. Ke dua tulisan
tersebut jumlah nya sama akan tetapi cara pelaksnaanatau
penggunaannya berbeda.
a)Apersepsi : Mengingat kembali tentang operasi perkalian bilangan bulat
a. 4 X 2 = 8
b. 5 X ( -2 ) = -10
c. a x 6 = 42, berapakah nilai a?. Untuk menjawab masalah
tersebut ada dua cara kerangka berpikir, yaitu: ( a) Bilangan
manakah jika dikali 6 menghasilkan 42?; ( b ) Berapakah nilai 42
: 6?.
Ternyata dari dua kerangka berpikir di atas menghasilkan
jawaban yang sama, yaitu 7, yang pertama menggunakan
perkalian, dan yang ke dua menggunkan pembagian.
b)Motivasi : Pentingnya materi ini untuk memahami materi selanjutnya dan
manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari
Kegiatan inti. ( 60 menit )
 Guru menjelaskan cara melakukan operasi perkalian pada bilangan bulat.
secara eksplorasi
 Guru menjelaskan cara melakukan operasi pembagian pada bilangan bulat
secara eksplorasi
 Guru menjelaskan cara melakukan operasi campuran +,-,x, dan bilangan
bulat secara eksplorasi
 Guru mempersilahkan siswa untuk bergabung pada kelompoknya masing-
masing. Secara kolaborasi
 Guru membagikan LKS untuk setiap kelompok (terlampir) secara elaborasi
 Guru mengarahkan cara kerja atau prosedur pengerjaannya.secara elaborasi
 Dalam Kelompok Siswa berdiskusi memecahkan masalah dan mengerjakan
LKS secara kolaborasi
 Masing-masing kelompok menuliskan hasil diskusinya di papan tulis.secara
konfirmasi
 Dengan tanya jawab dibahas hasil diskusi kelompok dibimbing oleh
guru.secara kolaborasi, konfirmasi dan elaborasi
 Dari sebagian kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya.
secara kolaborasi, konfirmasi dan elaborasi
 Guru mencatat keaktifan siswa baiksecara individu maupun kelompok baik
dalam memberikan jawaban ataupun bertanya.
 Guru memberi penghargaan kepada kelompok yang terbaik.
 Secara individu siswa mengerjakan latihan.(terlampir)

Penutup.
 Siswa membuat rangkuman dibimbing oleh guru. Secara konfirmasi
 Siswa dan guru melakukan refleksi.secara konfirmasi
 Guru memberikan PR untuk soal yang belum selesai dijawab.

10. Penilaian.
Teknik penilaian : test.
Bentuk Instrumen : Pertanyaan lisan dan tertulis
Instrumen.
1. Tentukan hasil perkalian-perkalian berikut:
a. 8 x ( -6 ) b. -4 x 9
c. -7 x ( -8 ) d. -3 x 0
2. Tentukan hasil dari :
a. [-6 x (-4 ) ] x ( -2 )
b. ( -8 x 2 ) x ( -4 )
3. Tentukan hasil dari :
a. 72 : 8 b. -9 : 3
c. -30 : ( -5 ) d. 6 : 0
e. 0: ( -100 )
4. Tentukan hasil dari :
a. -8 x ( -7 + 19 )
b. -25 x [ -11 + 9 – ( -18 )]
NO KUNCI JAWABAN SKOR
1. a. 8 x ( -6 ) = -48 2
b. -4 x 9 = -36 2
c. -7 x ( -8 ) = 56 2
d. -3 x 0 =0 2

2. a. [-6 x (-4 ) ] x ( -2 ) 1
= 24 x ( -2 ) 2
= -48 2
b. ( -8 x 2 ) x ( -4 ) 1
= -16 x ( -4 ) 2
= 64 2
3. a. 72 : 8 = 9  9 x 8 = 72 2
b. -9 : 3 = -3  -3 x 3 = -9 2
c. -30 : ( -5 ) = 6  6 x ( -5 ) = -30 2
d. 6 : 0 = tak terdefinisi 2
e. 0: ( -100 ) = 0  0 x ( -100 ) = 0 2

4. a. -8 x ( -7 + 19 ) 2
= -8 x 12 2
= -96 1
b. -25 x [ -11 + 9 – ( -18 )] 2
= -25 x [ -11 + 9 + 18 ] 2
= -25x 6 1
= -150
Jumlah Skor 38

11. Alat dan sumber belajar.


•Matematika 1: Konsep dan Aplikasinya: untuk Kelas VI SMP/MTs I/Dewi
Nuharini, Tri Wahyuni; Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan
Nasional, 2008.
• Lembar Kegiatan Siswa ( LKS ), dan penggaris

Mengetahui Tanah Grogot, Agustus 2013


Kepala SMP Negeri 2 Tanah Grogot Guru Mata Pelajaran

Agus Wintoro, S.Pd,M.Pd Pawi, S.Pd,M.Pd


NIP. 19730519 199702 1 002 NIP.19690506199501 1002
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
1. Identitas Sekolah
Mata Pelajaran : Matematika.
Kelas / Semester : VII / 1
Pertemuan ke - : 4

2. Standar Kompetensi :
1.Bilangan:Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam
pemecahan masalah.
3. Kompetensi Dasar : Melakukan operasi hitung bilangan bulat
4. Indikator :
1. Pembulatan pada bilangan bulat
2. Menaksir hasil perkalian dan pembagian suatu bilangan bulat

5. Tujuan penbelajaran.
1. Siswa dapat membulatkan suatu bilangan bulat ( kreatif, tekun, teliti)
2.Siswa dapat menaksir hasil perkalian dan pembagian suatu bilangan
bulat( kretaif, teliti, inovatif)
6. Materi ajar.
5. Pemblatan Bilangan Bulat
Untuk melakukan pembulatan bilangan bulat ke puluhan terdekat, maka yang
harus deperhatikan adalah sebagai berikut:
58 lebih dekat dengan 60, maka 58 dibulatkan menjadi 60, atau 58≈60. Tanda ≈
dibaca mendekati.
273 memiliki angka 73 yang lebih dekat 70, maka 273 dibulatkan ke puluhan
terdekat menjadi 270, atau 273≈270.
Dari uraian diatas, maka pembulatan bilangan-bilangan ke puluhan terdekat
dapat dilakukan dengan aturan berikut:
 Untuk membulatkan bilangan ke puluhan terdekat, perhatikan angka
satuannya.
 Jika angka satuannya kurang dari 5, maka angka satuan tersebut dihilangkan
 Jika angka satuannya 5 atau lebih dari 5, maka angka satuan tersebut
dibulatkan ke atas menjadi 1 puluhan
6. Menaksir hasil peralian dan pembagian pada bilangan bulat
Hasil pembulatan pada bilangan blat dapat digunakan untuk mengetahui
perkiraan atau menentukan taksiran dari hasil suatu perhitungan. Dalam hal ini,
taksiran dapat digunakan sebagai acuan atau pembanding dalam menentukan
kebenaran dari hasil suatu perhitungan.
7. Alokasi waktu : 2X40 menit
8. Metodologi pembelajaran.
 Model : Pembelajaran Kooperatif tipe STAD
 Metode : Diskusi, Tanya jawab, penugasan, penemuan.
9. Langkah-langkah kegiatan.

1. Kegiatan Awal ( 10 menit )


 Apersepsi : Mengingat kembali tentang perkalian bilangan bulat.
 Motivasi : Pentingnya materi ini untuk memahami materi selanjutnya dan
manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari
Kegiatan inti.(60 menit)
 Guru menjelaskan cara membulatkan padat bilangan bulat.secara eksplorasi
 Guru menjelaskan cara menaksir perkalian dan pembagian suatu bilangan
bulat secara eksplorasi
 Guru mempersilahkan siswa untuk bergabung pada kelompoknya masing-
masing.secara kolaborasi
 Guru membagikan LKS untuk setiap kelompok secara elaborasi
 Guru mengarahkan cara kerja atau prosedur pengerjaannya.secara
kolaborasi
 Dalam Kelompok Siswa berdiskusi memecahkan masalah dan mengerjakan
LKS ( terlampir ) secara kolaborasi, konfirmasi dan elaborasi
 Masing-masing kelompok menuliskan hasil diskusinya di papan tulis.secara
konfirmasi
 Dengan tanya jawab dibahas hasil diskusi kelompok dibimbing oleh
guru.secara konfirmasi
 Dari sebagian kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja
kelompoknya.secara konfirmasi
 Guru mencatat keaktifan siswa baiksecara individu maupun kelompok baik
dalam memberikan jawaban ataupun bertanya.secara elaborasi
 Guru memberi penghargaan kepada kelompok yang terbaik.
 Secara individu siswa mengerjakan latihan. ( terlampir )
Penutup.
 Siswa membuat rangkuman dibimbing oleh guru.secara konfirmasi
 Siswa dan guru melakukan refleksi.secara konfirmasi
 Guru memberikan PR.
10. Penilaian.
Teknik penilaian : test.
Bentuk Instrumen : Pertanyaan lisan dan tertulis
Instrumen.

1. Tentukan hasil pembulatan ke puluhan terdekat untuk bilangan-bilangan


berikut:
a. 84 b.236
2. Tentukan pendekatn/taksiran hasil perhitungan berikut ke angka puluhan
terdekat
a. 17 x 12 b. 252 : 14
3. Tentukan pendekatn/taksiran hasil perhitungan berikut ke angka ratusan
a. 132 x 184 b. 1.531 : 292

NO KUNCI JAWABAN SKOR


1. a. 84 → angka satuanya 4 dihilangkan, sehingga menadi 80 2

b. 236 →angka satuanya 6 →dibulatkan mejadi 1 puluhan, maka 2


236 dibulatkan menjadi 240
2. a. 17 x 12 = 20 x 10 ≈ 200 2
b. 252 : 14 ≈ 250 : 10 ≈ 25 2
3. a. 132 x 184 ≈ 100 x 200 ≈ 2000 2
b. 1.531 : 292≈ 1500 : 300 ≈ 5 2
5. Jumlah Skor 12

11. Alat dan sumber belajar.


•Matematika 1: Konsep dan Aplikasinya: untuk Kelas VI SMP/MTs I/Dewi
Nuharini, Tri Wahyuni; Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan
Nasional, 2008.
• Lembar Kegiatan Siswa ( LKS )

Mengetahui Tanah Grogot, Agustus 2013


Kepala SMP Negeri 2 Tanah Grogot Guru Mata Pelajaran

Agus Wintoro, S.Pd,M.Pd Pawi, S.Pd,M.Pd


NIP. 19730519 199702 1 002 NIP.19690506199501 1002
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
1. Identitas Sekolah
Mata Pelajaran : Matematika.
Kelas / Semester : VII / 1
Pertemuan ke - : 5

2. Standar Kompetensi :
1.Bilangan:Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam
pemecahan masalah.
3. Kompetensi Dasar : Melakukan operasi hitung bilangan bulat
4. Indikator :
1.Kelipatan Suatu Bilangan Bulat Positif
2.Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari Dua Bilangan atau Lebih
3. Faktor Suatu Bilangan dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB)
4. Menentukan KPK dan FPB dari Dua Bilangan atau Lebih dengan Memfaktorkan
5. Tujuan penbelajaran.
1. Siswa dapat menentukan Kelipatan Suatu Bilangan Bulat Positif (kreatif)
2. Siswa dapat menentukan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari Dua
3. Siswa dapat menentukan Faktor Suatu Bilangan dan Faktor Persekutuan
Terbesar (FPB) ( tekun, kreatif, teliti )
4. Siswa dapat menentukan KPK dan FPB dari Dua Bilangan atau Lebih dengan
memfaktorkan ( tekun, kreatif, teliti )
6. Materi ajar.
1. Kelipatan Suatu Bilangan Bulat Positif
Jika k anggota A = 1, 2, 3, ... maka kelipatan-kelipatan dari k adalah semua hasil
kali k dengan setiap anggota A.
Misalnya, kelipatan 3 sebagai berikut.
1 x3=3
2 x3=6
3 x3=9
4 x 3 = 12
... .......
Bilangan asli kelipatan 3 dapat ditulis sebagai 3, 6, 9, 12, ...

2. Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari Dua Bilangan atau Lebih

Bilangan kelipatan 3 adalah 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27, 30, ...
Bilangan kelipatan 4 adalah 4, 8, 12, 16, 20, 24, 28, ...
Bilangan kelipatan 3 dan 4 adalah 12, 24, ...
Bilangan terkecil yang merupakan kelipatan persekutuan dari 3 dan 4 adalah 12.
Bilangan 12 dalam hal ini disebut Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari 3
dan 4.

Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari p dan q, dengan p, q anggota


himpunan bilangan asli adalah bilangan terkecil anggota himpunan bilangan asli
yang habis dibagi oleh p dan q.

3. Faktor Suatu Bilangan dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB)


Perhatikan perkalian bilangan berikut.
1x8=8
2x4=8
Bilangan 1, 2, 4, dan 8 disebut faktor dari 8.
Sekarang perhatikan perkalian berikut.
1x2=2
1x3=3
1x5=5
1x7=7
Bilangan-bilangan 2, 3, 5, dan 7 masing-masing hanya mempunyai dua faktor,
yaitu 1 dan dirinya sendiri. Bilangan-bilangan seperti ini disebut bilangan
prima.
Bilangan prima adalah bilangan yang tepat mempunyai dua faktor, yaitu 1 dan
dirinya sendiri.
Faktor dari suatu bilangan asli k adalah suatu bilangan asli yang apabila
dikalikan dengan bilangan asli lain hasilnya sama dengan k .

a. Tentukan semua faktor dari 25.


Penyelesaian:
1 x 25 = 25
5 x 5 = 25
Semua faktor dari 25 adalah 1, 5, dan 25.

b. Tentukan semua faktor dari 30.


Penyelesaian:
1x 30 = 30; 2 x15 = 30; 3 x 10 = 30; 5 x 6 = 30
Karena 1, 2, 3, 5, 6, 10, 15, dan 30 habis membagi 30 dan tidak ada bilangan
lain yang habis membagi 30 maka semua faktor dari 30 adalah 1, 2, 3, 5, 6,
10, 15, dan 30.
Dari contoh a dan b di atas diperoleh bahwa
– faktor dari 25 adalah 1, 5, dan 25;
– faktor dari 30 adalah 1, 2, 3, 5, 6, 10, 15, dan 30.
Tampak bahwa 1 dan 5 merupakan faktor dari 25 dan 30.
Selanjutnya, 1 dan 5 disebut faktor persekutuan dari 25 dan 30.
Karena 5 merupakan faktor terbesar, maka 5 disebut faktor persekutuan
terbesar (FPB) dari 25 dan 30. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan
sebagai berikut.

Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari dua bilangan adalah bilangan asli terbesar yang
merupakan faktor persekutuan kedua bilangan tersebut.

4. Menentukan KPK dan FPB dari Dua Bilangan atau Lebih dengan
Memfaktorkan
Untuk menentukan KPK dan FPB dari dua bilangan atau lebih dengan terlebih
dahulu menentukan faktorisasi prima masing-masing bilangan itu.
Perkalian semua faktor-faktor prima dari suatu bilangan disebut faktorisasi
prima.
Penyelesaian:
36 = 22 x 32
40 = 23 x 5
Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari 36 dan 40 diperoleh dengan
mengalikan semua faktor. Jika ada faktor dengan bilangan pokok yang sama,
seperti 22 dan 23, pilih pangkat yang tertinggi yaitu 23. Jadi, KPK dari 36 dan 40 =
32 x 23 x 5= 360.
Adapun Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari 36 dan 40 diperoleh dengan
mengalikan faktor dengan bilangan pokok yang sama, dengan pangkat terendah.
Jadi, FPB dari 36 dan 40 = 22 = 4.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut.
– Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) diperoleh dengan cara mengalikan
semua faktor. Jika ada faktor dengan bilangan pokok yang sama, pilih pangkat
yang tertinggi.
– Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) diperoleh dengan cara mengalikan faktor
yang sama dengan pangkat terendah.
7. Alokasi waktu : 2X40 menit
8. Metodologi pembelajaran.
 Model : Pembelajaran Kooperatif tipe STAD
 Metode : Diskusi, Tanya jawab, penugasan, penemuan.
9. Langkah-langkah kegiatan.

1. Kegiatan Awal ( 10 menit )


 Apersepsi : Mengingat kembali tentang perkalian bilangan bulat.
 Motivasi : Pentingnya materi ini untuk memahami materi selanjutnya dan
manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari
Kegiatan inti.
 Guru menjelaskan cara menentukan Kelipatan Suatu Bilangan Bulat Positif
secara eksplorasi
 Guru menjelaskan menentukan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari
Dua secara eksplorasi
 Guru menelaskan cara menentukan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK)
dari Dua secara eksplorasi
 Guru menjelaskan cara menentukan KPK dan FBP dari dua bilangan atau
lebih dengan memfaktorkan secara eksplorasi
 Guru mempersilahkan siswa untuk bergabung pada kelompoknya masing-
masing.. secara kolaborasi
 Guru membagikan LKS untuk setiap kelompok secara elaborasi
 Guru mengarahkan cara kerja atau prosedur pengerjaannya.secara elaborasi
 Dalam Kelompok Siswa berdiskusi memecahkan masalah dan mengerjakan
LKS ( terlampir ) secara kolaborasi
 Masing-masing kelompok menuliskan hasil diskusinya di papan tulis.secara
konfirmasi
 Dengan tanya jawab dibahas hasil diskusi kelompok dibimbing oleh guru.
Secar kolaborasi
 Dari sebagian kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya.
Secara konfirmasi
 Guru mencatat keaktifan siswa baiksecara individu maupun kelompok baik
dalam memberikan jawaban ataupun bertanya.secara elaborasi
 Guru memberi penghargaan kepada kelompok yang terbaik.
 Secara individu siswa mengerjakan latihan. ( terlampir )

Penutup.
 Siswa membuat rangkuman dibimbing oleh guru secara konfirmasi.
 Siswa dan guru melakukan refleksi secara konfirmasi.
 Guru memberikan PR.

10. Penilaian.
Teknik penilaian : test.
Bentuk Instrumen : Pertanyaan lisan dan tertulis
Instrumen.
1. a. Tentukan semua kelipatan 4 dan 6 yang kurang dari 50.
b. Tentukan semua kelipatan persekutuan dari 4 dan 6 yang kurang dari
50.

2. Tentukan KPK dari pasangan bilangan berikut.


a. 5 dan 7 b. 12 dan 15

3.Tentukan faktor persekutuan dari bilangan- bilangan berikut. Kemudian, tentukan


FPB-nya. Dari 16 dan 24

4.Tentukan KPK dan FPB dari bilangan-bilangan berikut dengan cara memfaktorkan.
Dari 24, 36, dan 72
NO KUNCI JAWABAN SKOR
1. a. kelipatan 4 dan 6 kurang dari 50 adalah 2
4,8,12,16,20,24,28,32,36,40,44,48
6,12,18,24,30,36,42,48
b.kelipatan persekutuan dari 4 dan 6 yang kurang dari 50. 2
adalah 12,24,36
2. a. KPK dari 5 dan 7 adalah 35 2
b. KPK dari 12 dan 15 adalah 60 2
3. a. Faktor persekutuan dari bilangan- bilangan berikut. Kemudian,
tentukan FPB-nya. Dari 16 dan 24
16 = 1x2x4 x 4x8x 16 faktor sekutunya adalah 1,2,4,8 2
24 = 1 x2x 3x 4x 6 x8x 12 x 24
FPBdari 16 dan 24 adalah 8 2
4. KPK dan FPB dari24, 36, dan 72
24 = 23 x 3 1
36= 22 x 32 1
72= 23 x 32 1
KPK dan FPB 24, 36, dan 72 adalah 22 x 3 = 12 2
Jumlah Skor 17

11. Alat dan sumber belajar.


•Matematika 1: Konsep dan Aplikasinya: untuk Kelas VI SMP/MTs I/Dewi
Nuharini, Tri Wahyuni; Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan
Nasional, 2008.
• Lembar Kegiatan Siswa ( LKS ), dan penggaris

Mengetahui Tanah Grogot, Agustus 2013


Kepala SMP Negeri 2 Tanah Grogot Guru Mata Pelajaran

Agus Wintoro, S.Pd,M.Pd Pawi, S.Pd,M.Pd


NIP. 19730519 199702 1 002 NIP.19690506199501 1002
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
1. Identitas Sekolah
Mata Pelajaran : Matematika.
Kelas / Semester : VII / 1
Pertemuan ke - : 6
2. Standar Kompetensi :
1.Bilangan:Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam
pemecahan masalah.
3. Kompetensi Dasar : Melakukan operasi hitung bilangan bulat
4. Indikator :
1.Menentukan hasil kuadrat suatu bilangan bulat
2.Menentukan hasil akar kuadrat suatu bilangan bulat

5. Tujuan penbelajaran.
1.Siswa dapat menentukan hasil kuadrat suatu bilangan bulat ( tekun, kreatif, teliti )
2. Siswa dapat menentukan hasil akar kuadrat suatu bilangan bulat ( tekun, kreatif,
teliti )
6. Materi ajar.
Bilangan bulat.
6. Pemangkatan Bilangan Bulat
1. Pengertian Kuadrat suatu bilangan
Kuadrat suatu bilangan adalah perkalian berulang dengan bilangan yang sama.
Contoh :
a. 122 = 12 x 12
b. 153 = 15 x 15 x 15
c. ( -6) 4 = (-6) x (-6 ) x (-6 )x (-6 )
Pada 122, 12 disebut bilangan pokok atau dasar, 2 disebut eksponen atau
pangkat.
122 dibaca ” dua belas pangkat dua” atau ”dua belas kuadrat”
Untuk sebarang sebarang bilangan bulat a, kuadrat (pemangkatan didefinisikan
sebagai berikut:
a1 = a
a2 = a x a

2 faktor
3
a = a x a x a

3 faktor
a = a x a x a x a x …. X a

n faktor
2.Sifat-sifat Operasi pemangkatan Bilangan Bulat
a. Perkalian bilangan berpangkat
32 x 33= ( 3 x 3 ) x ( 3 x 3 x 3 )
=3x3x3x3x3
= 35 Jadi 32 x 33 = 3 2+ 3
= 3 2+3
Dari contoh diatas dapat dismpulkan bahwa : am x an = am + n
b. Pembagian Bilangan Berpangkat
25 2x2x2x2x2
5 3
2 :2 = = = 2 x 2 = 22 = 25-3
3
2 2x2x2
Dari contoh di atas dapat disimpulkan : am : an = am - n
c. Pemangkatan Bilangan Berpangkat
( 23 )2 = ( 2 x 2 x 2 ) x ( 2 x 2 x 2 )
= 26
= 23 x 2
Dari contoh di atas dapat disimpulkan : ( am ) n = am x n

7. Akar suatu bilangan Bulat


Contoh :
a. 4 x 4 = 42 = 16, maka 16 = 4
b. 7 x 7 = 72 = 49, maka 49 = 7
Kesimpulan :
Jika b = a, maka a2 = b
Jika 3 b = a, maka a3 = b
Untuk menentukan nilai kuadrat suatu bilangan bulat dilakukan dengan
cara:1. menghitung
2. memperkirakan
3. menggunakan kalkulator ( pengayaan )
4. tabel kuadrat ( pengayaan )
8. Akar Pangkat Tiga Bilangan Bulat
Contoh :
03 = 0 3
0 =0
3
1 =1 3
1 =1
3
2 =8 3
8 =2
3
3 = 27 3
27 = 3
a3 = b 3
b = a,
7. Alokasi waktu : 2X40 menit
8. Metodologi pembelajaran.
 Model : Pembelajaran Kooperatif tipe STAD
 Metode : Diskusi, Tanya jawab, penugasan, penemuan.
9. Langkah-langkah kegiatan.

1. Kegiatan Awal ( 10 menit )


 Apersepsi : Mengingat kembali tentang perkalian bilangan bulat.
 Motivasi : Pentingnya materi ini untuk memahami materi selanjutnya dan
manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari
Kegiatan inti.

Guru menjelaskan cara menentukan pangkat dua atau kuadrat bilangan
bulat secara eksplorasi

Guru menjelaskan cara menentukan akar pangkat dua bilangan bulat
secara eksplorasi

Guru mempersilahkan siswa untuk bergabung pada kelompoknya
masing-masing.secara kolaborasi

Guru membagikan LKS untuk setiap kelompok secara elaborasi

Guru mengarahkan cara kerja atau prosedur pengerjaannya. Secara
kolaborasi

Dalam Kelompok Siswa berdiskusi memecahkan masalah dan
mengerjakan LKS ( terlampir )secara kolaborasi

Masing-masing kelompok menuliskan hasil diskusinya di papan tulis
secara konfirmasi

Dengan tanya jawab dibahas hasil diskusi kelompok dibimbing oleh
guru. Secara kolaborasi

Dari sebagian kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja
kelompoknya.secara konfirmasi

Guru mencatat keaktifan siswa baiksecara individu maupun kelompok
baik dalam memberikan jawaban ataupun bertanya.secara elaborasi

Guru memberi penghargaan kepada kelompok yang terbaik.

Secara individu siswa mengerjakan latihan. ( terlampir )

Penutup.
 Siswa membuat rangkuman dibimbing oleh guru secara konfirmasi
 Siswa dan guru melakukan refleksi. Secara konfirmasi
 Guru memberikan PR.

10. Penilaian.
Teknik penilaian : test.
Bentuk Instrumen : Pertanyaan lisan dan tertulis
Instrumen.
1. Hitunglah hasil pemangkatan berikut:
a. 102
b. (-5 ) 2
c. -72
d. 102 – 62 = ....
e. (10 -6 ) 2 = ....

2. Hitunglah !

22 x 23

36 : 32
3. Tentukan :
a. ( 32 ) 3 b. ( 23 ) 2
4. Dengan cara menghitung tentukan nilai dari :
a. √196

b. √216

NO KUNCI JAWABAN SKOR


2
1. a. 10 = 10 x10 2
= 100

b. (-5 ) 2 = (-5) x (-5 ) 2


= 25
2
c. -7 = -7 x (-7 ) 2
2. a. 22 x 23 = 22+3 2
= 25 2
= 32 1

b. 36 : 32 = 36-2 2
= 34 2
= 81 1
3. a. ( 3 ) = 32x3
2 3
2
= 36 2
= 729 1
b. ( 23 ) 2 = 23x2 2
=26 2
= 64 1
4.
a. √196 = 14 1
1 x 1=12 2
96 2
24x 4 = 96
0
3
c. √216 = 3√ 6 x 62 2
= 3√ 6 3 2
=6 1
5. Jumlah Skor 36

11. Alat dan sumber belajar.


•Matematika 1: Konsep dan Aplikasinya: untuk Kelas VI SMP/MTs I/Dewi
Nuharini, Tri Wahyuni; Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan
Nasional, 2008.
• Lembar Kegiatan Siswa ( LKS ), dan penggaris

Mengetahui Tanah Grogot, Agustus 2013


Kepala SMP Negeri 2 Tanah Grogot Guru Mata Pelajaran

Agus Wintoro, S.Pd,M.Pd Pawi, S.Pd,M.Pd


NIP. 19730519 199702 1 002 NIP.19690506199501 1002

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


( RPP )
1. Identitas Sekolah
Mata Pelajaran : Matematika.
Kelas / Semester : VII / 1
Pertemuan ke - : 7
2. Standar Kompetensi :
1.Bilangan : Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya
dalam pemecahan masalah.
3. Kompetensi Dasar : Melakukan operasi hitung bilangan bulat
4. Indikator :
1.Menentukan hasil pangkat tiga pada bilangan bulat
2.Menentukan hasil akar pangkat tiga pada bilangan bulat.
5. Tujuan penbelajaran.
1.Siswa dapat menentukan hasil pangkat tiga pada bilangan bulat( tekun, kreatif,
teliti )
2.siswa dapat menentukan hasil akar pangkat tiga pada bilangan bulat( tekun,
kreatif, teliti )
6. Materi ajar.
5. Pangkat tiga bilangan bulat
Di bagian depan telah dijelaskan bahwa operasi perpangkatan merupakan
perkalian berulang dengan unsur yang sama. Hal ini juga berlaku pada bilangan
berpangkat tiga.
a3 = a xa x a
Bentuk a3 disebut pangkat tiga dari a. Jika a = 2 maka a3 = 23 = 2 x2 x2 =8. Hal ini
dapat ditulis pula bahwa 3 8 = 2
dan dibaca akar pangkat tiga dari 8 = 2.
a3 = b sama artinya dengan 3 8 = b
8. Akar Pangkat Tiga Bilangan Bulat
Contoh :
03 = 0 3
0 =0
3
1 =1 3
1 =1
23 = 8 3
8 =2
3
3 = 27 3
27 = 3
a3 = b 3
b = a,
7. Alokasi waktu : 2X40 menit

8. Metodologi pembelajaran.
 Model : Pembelajaran Kooperatif tipe STAD
 Metode : Diskusi, Tanya jawab, penugasan, penemuan.
9. Langkah-langkah kegiatan.

1. Kegiatan Awal ( 10 menit )


 Apersepsi : Mengingat kembali tentang perkalian bilangan bulat.
 Motivasi : Pentingnya materi ini untuk memahami materi selanjutnya dan
manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari
Kegiatan inti.

Guru menjelaskan cara menentukan pangkat tiga bilangan bulat secara
eksplorasi

Guru menjelaskan cara menentukan akar pangkat dua bilangan bulat.
secara eksplorasi

Guru mempersilahkan siswa untuk bergabung pada kelompoknya
masing-masing.secara kolaborasi

Guru membagikan LKS untuk setiap kelompok secara elaborasi

Guru mengarahkan cara kerja atau prosedur pengerjaannya. Secara
kolaborasi

Dalam Kelompok Siswa berdiskusi memecahkan masalah dan
mengerjakan LKS ( terlampir )

Masing-masing kelompok menuliskan hasil diskusinya di papan tulis.
Secara konfirmasi

Dengan tanya jawab dibahas hasil diskusi kelompok dibimbing oleh
guru.secara kolaborasi

Dari sebagian kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja
kelompoknya.secar konfirmasi

Guru mencatat keaktifan siswa baiksecara individu maupun kelompok
baik dalam memberikan jawaban ataupun bertanya.secara ekspolrasi

Guru memberi penghargaan kepada kelompok yang terbaik.

Secara individu siswa mengerjakan latihan. ( terlampir )
Penutup.

Siswa membuat rangkuman dibimbing oleh guru secara konfirmasi

Siswa dan guru melakukan refleksi. Secara konfirmasi

Guru memberikan PR.
10. Penilaian.
Teknik penilaian : test.
Bentuk Instrumen : Pertanyaan lisan dan tertulis
Instrumen.
5. Hitunglah hasil pemangkatan berikut:
a. 102
b. (-5 ) 2
c. -72
d. 102 – 62 = ....
e. (10 -6 ) 2 = ....

6. Hitunglah !

22 x 23

36 : 32
7. Tentukan :
a. ( 32 ) 3 b. ( 23 ) 2
8. Dengan cara menghitung tentukan nilai dari :

a. √196

b. 3√216

NO KUNCI JAWABAN SKOR


1. a. 102 = 10 x10 2
= 100
b. (-5 ) 2 = (-5) x (-5 ) 2
= 25
2
c. -7 = -7 x (-7 ) 2
2. a. 22 x 23 = 22+3 2
= 25 2
= 32 1

b. 36 : 32 = 36-2 2
= 34 2
= 81 1
3. a. ( 3 ) = 32x3
2 3
2
= 36 2
= 729 1
b. ( 23 ) 2 = 23x2 2
=26 2
= 64 1
4.
a. √196 = 14 1
1 x 1=12 2
96 2
24x 4 = 96
0
3
c. √216 = 3√ 6 x 62 2
= 3√ 6 3 2
=6 1
5. Jumlah Skor 36

11. Alat dan sumber belajar.

•Matematika 1: Konsep dan Aplikasinya: untuk Kelas VI SMP/MTs I/Dewi


Nuharini, Tri Wahyuni; Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan
Nasional, 2008.
• Lembar Kegiatan Siswa ( LKS ), dan penggaris.

Mengetahui Tanah Grogot, Agustus 2013


Kepala SMP Negeri 2 Tanah Grogot Guru Mata Pelajaran

Agus Wintoro, S.Pd,M.Pd Pawi, S.Pd,M.Pd


NIP. 19730519 199702 1 002 NIP.19690506199501 1002

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


( RPP )
1. Identitas Sekolah
Mata Pelajaran : Matematika.
Kelas / Semester : VII / 1
Pertemuan ke - : 8
2. Standar Kompetensi :
1.Bilangan : Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya
dalam pemecahan masalah.
3. Kompetensi Dasar : Melakukan operasi hitung bilangan bulat
4. Indikator :
1. Menentukan hasil operasi hitung campuran pada bilangan bulat
2. Menggunakan operasi hitung pada bilangan bulat dalam menyelesaikan masalah.
5. Tujuan penbelajaran.
1.Siswa dapat Menentukan hasil operasi hitung campuran pada bilangan
bulat( tekun, kreatif, teliti )
2. Siswa dapat Menggunakan operasi hitung pada bilangan bulat dalam
menyelesaikan masalah. ( tekun, kreatif, teliti )

6. Materi ajar.
a.Operasi Hitung Campuran Pada Bilangan Bulat
Dalam menyelesaikan operasi hitung bilangan bulat, terdapat dua hal yang perlu
kalian perhatikan, yaitu
1. tanda operasi hitung;
2. tanda kurung.
Apabila dalam suatu operasi hitung campuran bilangan bulat terdapat tanda
kurung, pengerjaan yang berada dalam tanda kurung harus dikerjakan terlebih
dahulu.
Apabila dalam suatu operasi hitung bilangan bulat tidak terdapat tanda kurung,
pengerjaannya berdasarkan sifat-sifat operasi hitung berikut.
1. Operasi penjumlahan (+) dan pengurangan (–) sama kuat, artinya operasi yang
terletak di sebelah kiri dikerjakan terlebih dahulu.
2. Operasi perkalian (x) dan pembagian (:) sama kuat, artinya operasi yang terletak
di sebelah kiri dikerjakan terlebih dahulu.
3. Operasi perkalian (x) dan pembagian (:) lebih kuat daripada operasi penjumlahan
(+) dan pengurangan (–), artinya operasi perkalian (x) dan pembagian (:)
dikerjakan terlebih dahulu daripada operasi penjumlahan (+) dan pengurangan
(–).
b. Penggunaan Operasi Hitung Bilangan Bulat Untuk Menyelesaikan Masalah

7.Alokasi waktu : 2X40 menit

8. Metodologi pembelajaran.
 Model : Pembelajaran Kooperatif tipe STAD
 Metode : Diskusi, Tanya jawab, penugasan, penemuan.
9. Langkah-langkah kegiatan.

1. Kegiatan Awal ( 10 menit )


 Apersepsi : Mengingat kembali tentang penjumlahan, pengurangan,
perkaliandan pembagian bilangan bulat.
 Motivasi : Pentingnya materi ini untuk memahami materi selanjutnya dan
manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari
Kegiatan inti.

Guru menjelaskan cara melakukan operasi campuran bilangan bulat
secara eksplorasi.

Guru menjelaskan cara peggunaan operasi hitung pada bilangan bulat
untuk menyelesaikan masalah secara eksplorasi

Guru mempersilahkan siswa untuk bergabung pada kelompoknya
masing-masing. Secara kolaborasi

Guru membagikan LKS untuk setiap kelompok

Guru mengarahkan cara kerja atau prosedur pengerjaannya secara
kolaborasi

Dalam Kelompok Siswa berdiskusi memecahkan masalah dan
mengerjakan LKS ( terlampir )

Masing-masing kelompok menuliskan hasil diskusinya di papan tulis
secara konfirmasi

Dengan tanya jawab dibahas hasil diskusi kelompok dibimbing oleh
guru secara kolaborasi

Dari sebagian kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja
kelompoknya.secara konfirmasi

Guru mencatat keaktifan siswa baiksecara individu maupun kelompok
baik dalam memberikan jawaban ataupun bertanya.

Guru memberi penghargaan kepada kelompok yang terbaik.

Secara individu siswa mengerjakan latihan. ( terlampir )
Penutup.

Siswa membuat rangkuman dibimbing oleh guru secara konfirmasi

Siswa dan guru melakukan refleksi secara konfirmasi

Guru memberikan PR.

10. Penilaian.
Teknik penilaian : test.
Bentuk Instrumen : Pertanyaan lisan dan tertulis
Instrumen.
Tentukan hasil dari operasi hitung berikut ini.
a. 24 + 56 x 42 – 384 : 12
b. 28 x(364 + 2.875) : (9.756 – 9.742)
c. 80 : ((11 – 7) x 4))
d. (–8 + 5) x 36 : (6 – 9))

NO KUNCI JAWABAN SKOR


1. a. 24 + 56 x 42 – 384 : 12
= 24 + (56 x42) – (384 : 12) 2
= 24 + 2.352 – 32 2
= 2.376 – 32
= 2.344
2
b. 28 x (364 + 2.875) : (9.756 – 9.742) 2
= 28 x 3.239 : 14
= 90.692 : 14 = 6.478

c. 80 : ((11 – 7) x (–4)) 2
= 80 : (4 x (–4)) 2
= 80 : (–16)
= –5

d. (–8 + 5) x (36 : (6 – 9)) 2


= –3 x(36 : (–3)) 2
= –3 x ( -12 )
= 36
5. Jumlah Skor 16

11. Alat dan sumber belajar.


•Matematika 1: Konsep dan Aplikasinya: untuk Kelas VI SMP/MTs I/Dewi
Nuharini, Tri Wahyuni; Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan
Nasional, 2008.
• Lembar Kegiatan Siswa ( LKS ), dan penggaris.
Mengetahui Tanah Grogot, Agustus 2013
Kepala SMP Negeri 2 Tanah Grogot Guru Mata Pelajaran

Agus Wintoro, S.Pd,M.Pd Pawi, S.Pd,M.Pd


NIP. 19730519 199702 1 002 NIP.19690506199501 1002