Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Infeksi nosokomial merupakan salah satu penyakit akibat kerja di sarana kesehatan,

tingginya angka kejadian infeksi nosokomial mengindikasikan rendahnya kualitas mutu

pelayanan kesehatan. Infeksi nosokomial dapat diartikan sebagai infeksi yang diperoleh

seseorang selama di rumah sakit (RS) (Darmadi, 2008). Tenaga medis mempunyai

potensi besar untuk menciderai pasien, oleh sebab itu tenaga medis perlu memperhatikan

kebersihan tangan sebelum melakuakan tindakan terhadap pasien (Costy P, 2013).

Infekis nosokomial dapat berasal dari pasien, pengunjung, maupun petugas kesehatan

yang teribat dalam perawatan pasen seperti dokter, perawat, tenaga medis, oleh karena itu

untuk mencegah terjadinya infeksi nosokomial dapat di upayakan dari tindakan

pencegahan oleh semua individu yang kontak dengan pasen, baik itu sebelum maupun

sesudah kontak dengan pasien. Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), infeksi

nosokomial merupakan penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian di

dunia.

Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Rumah Sakit, menyatakan bahwah

“setiap pasen mempunyai hak memperole keamanan dan keselamatan dirinya selama

dalam perawatan di Rumah Sakit”. Sala satu poinnya menghindari adanya resiko infeksi

nosokomial di rumah sakit, yang mencega terjadi nya kerugian pada pasien yang

diakibatkan kesalahan dari petugas medis, paramedis, atau non medis (Dep Kes, 2013).

Salah satu cara untuk mengurangi infeksi nosokomial yaitu dengan cuci tangan.

Menurut pendapat Perry & Potter (2005), mencuci tangan salah satu kewajiban dari

tenaga kesehatan yaitu dengan mencuci tangan merupakan teknik dasar yang paling

penting dalam pencegahan dan pengontrolan infeksi nosokomial. Perawat dapat


memperhatikan apakah mereka sudah melakukan prosedur cuci tangan yang baik dan

benar, karena perawat adalah petugas kesehatan yang paling rentan menjadi perantara

terjadi infeksi (Nita,dkk 2012).

Cuci tangan menjadi salah satu langkah yang efektif untuk memutuskan rantai

transmisi infeksi, sehingga insidensi nosokomial dapat berkurang. Pencegahan dan

pengendalian infeksi mutlak harus dilakukan oleh perawat, dokter, dan seluruh orang

yang terlibat dalam perawatan pasien. Salah satu komponen standar kewaspadaan dan

usaha menurunkan infeksi nosokomial adalah menggunakan panduan kebersihan tangan

yang benar dan mengimplementasikan secara efektif (Joko, 2012).

Berdasarkan latar belakang di atas maka peneli tetarik untuk melakukan penelitian

dengan mengangkat judul “Hubungan Kepatuhan Perawat Pelaksana Melakukan Cuci

Tangan Terhadap Resiko Infeksi Nosokominaldi Rumah Sakit“

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang tela di kemukakan maka