Anda di halaman 1dari 15

MIND MAP CASE HISTOLOGI KULIT

1. Reveiw case Kulit terbagi menjadi tiga bagian yaitu epidermis,


2. Histologi kulit dermis dan subcutan.
3. Tipe eflorisensi
1. Epidermis
4. Mekanisme gatal
 Stratified squamous keratinized epithelium.
5. Mekansime nyeri
6. Parasitologi  Sarcoptes Scabies
Lapisan
a. Morfologi  4 Lapisan : pada kulit tipis (stratum corneum,
b. Life style granulosum, spinosum, dan basale).
7. Mikrobiologi  Staphylococcus aureus  5 lapisan pada kulit tebal (stratum corneum,
a. Karakteristik lucidum, granulosum, spinosum, dan basale).
b. Morfologi
c. Faktor virulensi a. Stratum Corneum (horny layer)
8. Scabies (all about)  Merupakan lapisan epidermis yang paling luar.
9. Pyoderma  Terdiri dari 15-20 lapisan gepeng, terdapat sel
a. Definisi keratosit yang sudah mati.
b. Klasifikasi b. Stratum Lucidum
10. Furuncle (all about)  Terletak antara stratum corneum dan stratum
11. PP obat permethrin 5% granulosum.
12. PP erytromisin  Hanya terlihat pada kulit tebal.
13. Patomekansime  terdapat sel gepeng
14. BHP IIMC c. Stratum Granulosum (granular layer)
 Terdiri dari 3-5 lapisan sel polygonal gepeng
dengan sitoplasma berisi keratohyaline granules.
 Granules ini berisi lipid yang berfungsi sebagai  Terdapat Melanocyte :
epidermal barrier untuk mencegah hilangnya air  Melanocytes memproduksi melanin pigment
dari kulit. untuk memberikan warna pada kulit.
d. Stratum Spinosum (spinous layer)  Terdapat (tactile) Merkel cell :
 Lapisan epidermis yang paling tebal  merupakan sel yang berfungsi sebagi
 Tersusun dari sel-sel polyhedral hingga sel-sel mechanoreceptors.
gepeng 2. Dermis
 Memiliki central nuclei dengan nucleoli dan  Dermis merupakan jaringan ikat untuk menyokong
cytoplasm aktif memproduksi keratin filament. epidermis serta berikatan dengan subcutaneous
 Sel stratum spinosum juga mengandung lamellar tissue (hypodermis).
granules.  Pada lapisan dermis terdapat hair follicles,sebaceous
 Terdapat Dendritic (Langerhans) cell : gland, sweat gland, blood vessels, lymphatic vessels,
 Merupakan antigen-presenting cell yang berperan dan nerves.
dalam respon imun  Permukaan dermis sangat irregular dan memiliki
e. Stratum Basale (basale layer/germinativum) dermal papillae.
 Merupakan lapisan epidermis yang paling dalam. Dermis terdiri dari 2 lapisan, yaitu :
 Terdiri dari sel columnar atau cuboid basofilik 1) Papillary Layer
yang berada di atas basement membrane. Merupakan lapisan dermis yang paling superficial,
 Terdapat keratinocyte : berhubungan langsung dengan epidermis tapi
 Keratinocytes memproduksi keratin untuk dipisahkan oleh basement membrane.
perlindungan dari mechanical stress. 2) Reticular Layer (deeper)
 Keratinocyets yang baru bergerak keatas  Juga terdapat elastic fiber yang berperan untuk
dan berdiferensiasi membentuk spinous elastisitas kulit.
layer.  Lapisan ini juga terdapat beberapa struktur sweat
gland, hair follicles, arrector muscle of hair, dan
sebaceous glands.
3. Subcutaneous 3. Lesi Terpalpasi bermasa liquid
Subcutaneous layer terdiri dari loose connective a. Vesikel, lesi penonjolan berisi cairan dengan
tissue yang mengikat kulit dengan organ sekitar yang diameter < 0.5 cm
mengandung fat cells. b. Bula, Vesikel dengan diameter > 0.5 cm
c. Pustula, elevasi kecil pada kulit (epidermis)
EFLORESENSI yang berisi pus
d. Abscess, akumulasi purulent yang terlokalisir
Lesi Primer (timbul pada kulit yang masih utuh)
di dalam dermis atau jaringan subkutan
1. Lesi Flat berbatas dan terjadi perubahan warna
a. Makula, bercak kecil yang rata dengan ukuran 4. Lesi Terpalpasi Semisolid
< 0.5 cm a. Cyst, lubang berkapsul atau sac yang dilapisi
b. Patch, bercak rata berukuran > 0.5 cm dengan lapisan epitel yang berisi cairan atau
material semisolid
2. Lesi Terpalpasi bermasa solid
a. Papule, lesi solid dengan ukuran < 0.5 cm Lesi Sekunder (timbul pada kulit yang sudah tidak
b. Plaque, lesi superfisial yang menonjol dan utuh)

berukuran > 0.5 cm 1. Kehilangan permukaan kulit


c. Nodule, lesi solid, berbentuk bundar dengan a. Erosi : Kehilangan lapisan superfisial
ciri menonjol dan terletak lebih dalam dan epidermis, permukaan lesi tampak basah
lebih kokoh dari papule dengan diameter > 0.5 tetapi tidak berdarah
cm b. Ulcer : Kehilangan epidermis & dermis yang
d. Wheal, Edema lokal kulit dengan daerah lesi yang lebih dalam, dapat mengalami perdarahan &
sedikit tidak teratur, relatif bersifat sementara pembentukan jaringan parut.
& superfisial
c. Fisura : Kehilangan permukaan kulit secara MEKANISME GATAL
linear pada epidermis atau dermis
Gatal adalah Sensasi tidak nyaman pada kulit
2. Material pada permukaan kulit
yang memicu reflex untuk menggaruk.
a. Krusta : endapan serum, pus, atau darah yang
mengering Pada keadaan inflamasi akan menstimulus sel mast

b. Scale : serpihan tipis jaringan epidermis yang


Release histamine
mengalami eksfoliasi
Berikatan dengan reseptor H1 di free nerve ending
Lesi Tersier (Spesial)
mechanoreceptive tipe C
a. Telangiectasia : Dilatasi kapiler pada
superficial dermis yang terlihat jelas, terang, Menuju dorsal root ganglion di spinal cord
tidak berdenyut.
Bersinaps dengan secondary neuron di lamina 1
b. Komedo : Dilatasi infundibulum folikel
rambut yang tersumbat oleh keratin dan lipid
Menyilang di spinothalamic tract
c. Milia : cyst yang kecil terdiri dari keratin
yang berlamela Menuju thalamus
d. Kanalikuli : Terowongan kecil tempatnya
parasit. Menuju somoatosensory cortex untuk persepsi gatal

Koaktivasi ipsilateral premotor area shg muncul


keinginan untuk menggaruk
MEKANISME NYERI SARCOPTES SCABIEI
1. Morfologi
Nyeri  suatu perasaan ketidaknyamanan yang
 TELUR
terlokalisasi disuatu bagian tubuh tertentu.
 Oval ( P= 0,1-0,15 mm)
 Menetas 3-4 hari
Stimulus Suhu Kimiawi  LARVA
mekanik  Memiliki 3 pasang kaki
 Selama 3-4 hari
Merangsang nocireceptor pada sensory nerve fibers  NYMPH
yaitu  Memiliki 4 pasang kaki
 Selama 4-7 hari
A delta fibers (Fast pain) dan C fibers (slow pain)  ADULT
 Bulat ( betina p= 0,3-0,45 mm dan l=0,25-
Menuju dorsal horn dari spinal cord
0,35 mm. jantan lebih kecil)
 Stadium infektif dan diagnostiknya adalah
Dari spinal cord melewati 2 pathway
kutu dewasa
2. Life cycle
(fast-pain) (slow pain)
neospinothalamic tract Paleospinothalamic tract  Sarcoptes scabiei mengalami 4 siklus hidup yaitu
telur  larva  nymph  dewasa.
Ke thalamus bersinaps Menuju brainstem Skabies betina bertelur sebanyak 2-3 telur per hari
(menetas dalam 3-4 hari) di terowongan di bawah kulit
Ke somatosensory cortex (untuk persepsi nyeri)
Setelah menetas, larva bermigrasi ke permukaan kulit
dan bersembunyi kedalam stratum korneum,
membentuk short burrow yg disebut moulting pouch.
Stapilococcus aureus
Larva berkembang dalam 3-4 hari yang kemudian 1. Morfologi :
menjadi nymph. a. bakteri gram (+)
b. bentuk bulat
kemudian menjadi dewasa (jantan dan betina). c. berbentuk seperti buah anggur
2. Faktor virulensi :
Perkawinan terjadi setelah jantan menembus molting a. Eksotoksin alfa dan beta
pouch betina. b. Koagulase
c. Katalase
Perkawinan hanya terjadi sekali d. Lemosidin : toxin yang dapat membunuh wbc

(jantan mati) e. Enterotoxin


f. Lipase

Betina yang berisi telur akan meninggalkan molting


pouch dan berjalan di permukaan kulit (menggunakan
pulvilli untuk mempertahankan posisinya) sampai SCABIES
menemukan tempat yang cocok untuk membuat
1. Definisi : Penyakit kulit yang disebabkan oleh penetrasi
terowongan untuk bertelur.
dari kutu parasite Sarcoptes scabiei var. hominis
kedalam epidermis
Setelah bertelur akan mati. (betina hidup sekitar 1-2
2. Epidemiologi :
bulan)
a. Endemik di indoensia, afrika, mesir.
b. jumlah pria > wanita
c. terjadi pada daerah yang padat
3. Etiologi : Sarcoptes Scabei
4. Faktor Resiko :
a. Tempat tinggal overcrowded
b. satu lingkungan dengan penderita  Uji tinga : permukaan kulit di tetesi tinta hitam
c. Hygiene buruk: penggunaan barang bersama (baju, (sedikit ditekan)  tinta di cuci  kalau + akan
handuk, sprei, kasur) terlihat terowongan.
d. Multiple sex partner 7. Differensial diagnosis
a. Dermatitis kontak alergi
5. Gejala klinis :
b. Dermatitis atopok
Periode inkubasi
c. Pediikolosis korporis
 Terjadi selama 6-8 minggu sebelum gejala
8. Treatment :
muncul
 Tanda dan gejala :
 Tahap pertama muncul papul yang kecil, PP PERMETHRIN 5%
a. Krim Permethrin 5% diberikan satu kali selama 8-14
gatal, dan agak naik serta kemerahan
jam; diulangi 7 hari kemudian
 Gatal memburuk pada malam hari
 Lesinya di sela jari, lipat pergelangan b. Golong: Antiparasit
tangan, telapak tangan, siku, axila, skrotum, c. Moa : Permethrin bekerja dengan cara
penis, labia dan areola pada wanita. mengganggu polarisasi dinding sel syaraf
 Adanya terowongan parasit yaitu melalui ikatan dengan Natrium. Hal
6. Diagnosis : ini memperlambat repolarisasi dinding sel dan
 Cardinal sign akhirnya terjadi paralise parasite.
 Gatal saat malam
 Ditemukan terowongan pada lokasi predileksi
 Orang sekitar(teman/keluarga) mengalami hal
yang sama
 Ditemukannya kutu (tungu)
 Lab : uji KOH  kerokan kulit yang ada
terowongan (teteskan KOH 10%)  mikroskop
terdapat tungu dan telur
9. Komplikasi : 12. Patgen Patfis :
 Secondary Impetiginization (pyoderma)
Kontak dengan penderita scabies
 Lymphadenopathy
 Septicemia Terinfeksi S.scabiei pada permukaan kulit
 Crusted Scabies (Norwegian Scabies)
 Infeksi sekunder streptococcus pyogenes Betina mengeluarkan protease

10. Prevention : Degradas kulit dan membuat kanalikuli di stratum


 Keluarga yang dekat dengan penderita harus basale
diobati juga
 Sprei, sarung bantal, handuk, pakaian yang dipakai Menyimpan telur di stratum basalis
selama 5 hari kebelakang harus dicuci dan
Telur  Larva  Nymph  Dewasa (jantan mati
dikeringkan pada suhu yang panas karna kutu
setelah kopulasi)
dapat hidup selama 3 hari diluar kulit. Selain itu
juga bisa dimasukkan kedalam karung selama 4
Mengeluarkan scybala (feses)
hari kemudian dicuci dan dikeringkan pada suhu
yang panas.
Antigen
 Karpet dan ruangan di vacuum.

Stimulus mediator inflamasi (IL-1)


11. Prognosis
a. Apabila tidak di obati dapat terjadi crusted Aktivasi sel T (APC)
scabies
b. Apabila dilakukan Pengobatan permethrin 5% MHC II
cream  dapat sembuh 98% pada pasien.
Degranulasi sel mast
Release sitokin PYODERMA

a. Definisi : penyakit kulit yang disebabkan


Histamine IFN Gamma TNF alfa
stapylococcus aurus beta hemolitikus
b. Klasifikasi :
Pruritus Aktifasi Release Release
 Primer : Pada kulit normal
makrofag IL-8 PGE
1. kulit : imptigo
Digaruk dan Release TGF Vasodilatasi 2. folikel rambut : furunkel, karbunkel,
terjadi erosi alfa follikulitis
3. jari : paronychia
Proliferasi eritem 4. selulitis
fibroblast dan  sekunder : sudah ada penyakit sebelumnya.
kolagen 1. Pyoderma berhubungan dengan penyakit
sistemik
Papule dan 2. Job syndrom
nodule 3. Chronic granulomatus disease
4. Herpes simpleks
5. Dermatitis atopik
FURUNCLE X CARBUNCLE  Berukuran lebih besar dan sangat nyeri
dibandingkan furuncle, multiple pustule.
A. Definisi
 Perkembangan lesi adalah muncul celah ireguler
a. Furuncle: Suatu nodul hasil proses inflamasi yang
berwarna kuning-abu di bagian tengah lesi
berkembang di sekitar folikel rambut.
(tempat keluar pus).
b. Carbuncle: Suatu lesi infiltrasi yang lebih dalam dan
 Biasanya diikuti demam dan malaise.
merupakan kumpulan dari beberapa furuncle.
F. Predileksi : Bagian kulit yang berambut, sering
mengalami gesekan, dan berkeringat (leher, wajah,
B. Epidemiologi : Banyak terjadi pada anak-anak, remaja,
ketiak, dan bokong).
dan dewasa muda.
G. Diagnosis
C. Etiologi : stapilococcus aureus
 Status Dermatologi: Sesuai dengan gejala yang
D. Faktor Resiko :
telah disebutkan di atas.
 Higienitas rendah
 Pemeriksaan Lab:
 Hiperhidrosis
a. Gram stain: terdapat kokus gram positif
 Iklim (musim panas)
disertai leukosit PMN
 Defisiensi imunoglobulin
b. Kultur dan isolasi: terdapat infeksi S. aureus
 Penggunaan kortikosteroid
H. Differential Diagnosis
E. Gejala
 Cystic Acne
 Furuncle:
 Kerion
 Lesi berupa nodul kemerahan folikuloeksentrik
 Hidradenitis Suppurativa
berukuran 1-2 cm, keras, nyeri tekan, dan
I. Manajemen
terdapat central necrotic plug.
 Pembedahan:
 Dapat membesar hingga rupture, mengeluarkan
a. Insisi dan drainase dapat dilakukan sebagai
pus serta material nekrotik.
manajemen abses, furuncle, atau carbuncle.
 Gatal di sekitar lesi
 Antibiotik Sistemik:
 Carbuncle:
Penicillin > diberikan 7 hari secara IM
 Ciri lesi mirip dengan furuncle.
a. Penicillin G: 600.000-1,2 juta U b. Individu dengan diabetes memiliki resiko infeksi
b. Benzanthine: 600.000 U (<6 tahun) dan 1,2 berulang.
juta U (>7 tahun) K. Komplikasi
a. Invasi vascular dapat menimbulkan bacteremia
Aminopenicillin > diberikan 7-10 hari
b. Infeksi sekunder seperti endocarditis, abses
a. Ampicillin: 250-500 mg (4x1) abdominal viscera, abses otak, meningitis, septic
b. Amoxicillin + Clavulanic: 20 mg/kgBB/hari, arthritis, osteomyelitis
(3x1)

Penicillinase Resistant Penicillin > diberikan tiap 4 PP OBAT PERMETRIN 5%


jam (q4h) secara IV
1. Dosis : permetrin 5% cream 8 – 14 jam (evaluasi 7
a. Oxacillin: 1-2 g hari)
b. Nafcillin: 1-2 g 2. Relatif lebih aman dan rendah iritan untuk manusia
3. MOA : menganggu polarisasi dinding sel saraf parasit
Cephalosporin
dengan melalui ikatan dengan natrium 
a. Cefadroxil: 2x500-100 mg/hari memperlambat repolarisasi dinding sel
b. Cefixime: 200-400 mg/tiap 12 atau 24 jam
PP OBAT ERITROMISIN
Eritromisin > diberikan selama 10 hari
1. Merupakan makrolide generasi 1
a. Clarithromycin: 500 mg (2x1) 2. Dosis : clarithromycin 500 mg 2x1 selama 10 hari
b. Erythromycin Ethylsuccinate: 250-500 mg 3. MOA : eritromisin penetrasi ke membrane sel pada
(4x1) bakteri  berikatan dengan ribosom bakteri sub
J. Prognosis unit 50s secara reversible  sehingga pengikatan
a. Kebanyakan kasus sembuh setelah dilakukan RNA terhalang
insisi diikuti terapi antibiotik.
Patogenesis dan patofisiologi Furuncel + carbunkel

Faktor resiko (imun turun, obesitas, DM, higenitas Histamin bradikinin fagositosis
buruk)
Gatal vasodilatasi merangsang sel jaringan
Skin demage arteriol noci reseptor mati
digaruk
Proteksi kulit menurun
Blodd flow nyeri membentuk
S. aureus masuk dan adhesi ke kulit melalui kapsul integritas meningkat pus di sentral
polisakarida yang terdapat pada bakteri kulit lesi
menurun heat, redness
Koagulase lipase toxin α,β Leukosidin
pustule tidak bisa
Koagulase bertahan degradasi sitotoksin resiko lesi meluas di drainase
fiber hidup di desmoglen terhadap infeksi Pustule pluque
sekitar lesi daerah PMN, sekunder KARBUNKEL lesi men-
folikel desmosom makrofage abses formation ebal dan
lesi keras rambut rusak keras
dan meluas
invasi ke rambut folikel
menekan saraf
(nerve ending) kolonisasi bakteri ↑

pain full dan FURNKEL


burnin
Respon inflamasi

Mengeluarkan sitokin mengeluarkan kemokin


BHP PATOMEKANSIME SCABIES
 Memberi edukasi mengenai personal hygiene (misalnya Mr. X
mencuci pakaian dan handuk)
FR
 Meningkatkan sanitasi lingkungan (overcrowding, keluarga terinfeksi scabies)

 Melakukan deteksi carrier yang bertujuan untuk
Transmisi :
mengobati semua anggota keluarga yang terkena Direct skin to skin contact
melalui fomites (bedding, clothing)
 Hindari kontak dengan penderita

 Hindari berbagi atau menggunakan pakaian dan handuk Sarcoptes scabiei var.hominis betina menempel pada
permukaan kulit melalui sucker-like puvilli
bersamaan ↓
Release enzim proteolitik untuk menghancurkan stratum
corneum
IIMC ↓
 QS. Al-Baqarah ayat 222 Membuat terowongan

“Sessungguhnya Allah menyukai orang yang bertaubat


Mengluarkan aktif pada deposit telut (2-3 egg)
dan menyucikan diri” skibala malam hari
 HR. Ahmad
Kanalikuli nocturnal larva migrasi ke
“Apabila (wabah penyakit menular) mewabah di suatu warna putih pruritus permukaan
- abu’’
negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Dan
Mite berkumpul Nymph
apabila dia mewabah di suatu negeri yang kalian
diujung
berada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dewasa (jantan, betina)
lesi papule pada
darinya”
axilla, skrotum bereproduksi
skin scraping: jantan mati, betina
+ oval ventrall mengandung telur
flattened mite
+ telur sirkulasi lagi
2- 4 minggu terpapar  fase ssensititasi
“ketika kamu mendekatkan dirimu kepadanya(Allah), kamu
Delayed type IV hypersensitivity jatuh cinta. Ketika kamu jatuh cinta, dia (Allah) akan
mengujimu dengan caranya (kesusahan, musibah,
Aktivasi Th1
kebahagian, dll). Itu tandanya Allah mengenalimu sebagai
TNF alfa IL – 8 IFN- γ IL 2 umat yang di bertaqwa. Insyaallah”

respon Kemotaksis aktivasi makrofage Proliferasi Muhammad Rachman Fadhillah - 10100113122


inflamasi neutrofil sel T
TGF alfa fagositosis
induksi NO histamin
proliferasi mati
“Hidup itu tidak semulus kulit Song Jong-ki dan tidak juga se
vasodilatasi gatal fibroblast dan
sad ending pilem Winter Sonata. Maka dari itu teruskanlah
kolagen
erytema untuk ikhtiar dan berdoa karna hasil Allah yang
menentukan”
papule, nodule Muhammad Arief Sumadilaga – 10100113123