Anda di halaman 1dari 9

MIND MAP ABDOMINAL REGIONS

1. Regio abdoment
2. Anatomi hepar + vaskularisasi
3. Termoregulasi
4. Fever
5. Parasitologi (E. Histolitika)
a. Morfologi
b. Faktor virulensi
c. Siklus hidup
6. Clinical science
a. Hepatic amebiasis (all about)
7. PATOMEKANSIME ANATOMI HEPAR
8. BHP IIMC 1. Definisi : kelenjar terbesar, organ ke 2 terbesar
2. Morfologi: berat kurang lebih 1500 gram atau 2,5% dari
“Berbuatlah yang terbaik pada titik dimana kamu berdiri, total beratu tubuh.
itulah sesungguhnya sikap yang realistis” 3. Tofografi : ada di right upper quadrant, setinggi kosta 7 –
Ayi Abdul Basith - 10100113058 11 di sisi kanan
4. Vaskularisasi TERMOREGULASI (di case 1)
FEVER (di case 1)

PARASITOLOGI
Entamoeba histolytica

1. KARAKTERISTIK DAN MORFOLOGI

a. Tropozoit
5. Drainase  Bentuk: amorphous

 Diameter: 15-30µm

 Nucleus: granular ring dengan kromatin di perifer

 Karyosom (anak inti): central

 Ektoplasma: pseudopodia

 Obligate fermenter dan fakultatif patogen

 Tidak memiliki mitokondria tetapi memiliki mitosome 


metabolisme anaerob

b. Cyst

 Bentuk: spherical

 Diameter: 12-15µm
 Nucleus: immature uninucleate cyst  binucleate cyst  3. SIKLUS HIDUP
mature quadrinucleate cyst (kalo udah matur punya 4 nuclei
karena mengalami 2x replikasi nucleus tanpa pembelahan sel)

2. FAKTOR VIRULENSI

a. Adhesion  Gal/GalNAc lectin

b. Modulin  Protease dan komplemen regulating factor

c. Invasion  Amoebaspore

d. Impedin  Cystein protease

Stadium diagnosis: tropozoit dan mature cyst (ditemukan di feses)

Stadium infektif: mature cyst

Transmisi: fecal-oral
Makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh mature cyst AMEBIASIS
(quadinucleated cyst/4 nucleus) termakan dan terminum oleh manusia.
1. DEFINISI
Kemudian, makanan tersebut melalui GI tract menuju ke small intestine. Di
small intestine terjadi ekistasi (hancurnya dinding cyst) dan rilis tropozoit, Suatu infeksi yang disebabkan akibat parasitic intestinal protozoa
kemudian migrasi ke large intestine. Di large intestine tropozoit mengalami Entamoeba histolytica
multiplikasi secara binary fission dan menjadi immature cyst (uninucleate
2. EPIDEMIOLOGI
cyst) atau mengalami enkistasi (pembentukan dinding cyst dari chitin dan
terdapat chromatoid bodies di sitoplasma) dan mengalami 2 kali replikasi  Negara tropis dan berkembang
nucleus tanpa pembelahan sel/binary fission sehingga menjadi binucleate
 10% populasi dunia terinfeksi E. histolytica
cyst kemudian menjadi mature cyst (quadrinucleate cyst).
 Sekitar 50 juta/tahun dengan kematian 100.000/tahun
Entamoeba histolytica memakan sel debris dan bakteri usus. Tropozoit di
large intestine dapat berkembang menjadi intestinal disease dan atau 3. FAKTOR RESIKO
extraintestinal disease. Sedangkan mature cyst dan beberapa tropozoit
 Sosioekonomi yang rendah
terbuang Bersama feses.
 Homoseksual

 Immunodefisiensi

 Sanitasi yang buruk

 Pergi ke daerah endemic dan menetap selama lebih dari satu bulan

4. ETIOLOGI

Entamoeba histolytica
5. KLASIFIKASI mukosa dan menyebar di lapisan submucosa dan membunuh sel
hostnya sehingga gambarannya menjadi flask-shaped.

b. Extraintestinal disease

Merupakan lanjutan dari primary intestinal lesion yang melalui


pembuluh darah dari large intestine (cecal dan ascending colon)
menuju ke organ lain. Paling banyak ke liver melalui pembuluh
mesenteric kemudian ke hepatic portal vein. Gambaran awal lesi
adalah adanya small foci of necrosis kemudian meluas menjadi liver
abscess. Di central abscess tersebut ditemukan hepatosit yang lisis,
eritrosit, bile, lemak, dan material necrotic.

6. PATHOGENESIS (di halaman akhir)

7. PATOFISIOLOGI (dihalaman akhir)

8. SIGN DAN SYMPTOMS

Major organ: Masa inkubasi bulan sampai tahun.

 Colon  cecal dan sigmoidorectal a. Intestinal disease

 Liver Diare, dysentry, abdominal cramps, kembung, mual, anorexia,


demam, abdominal tenderness dan abdominal pain.
a. Intestinal disease
b. Etraintestinal disease
Biasanya bersifat asimptomatis kadang disertai dengan diare,
abdominal pain, abdominal cramps. Mengalami 3 nasib antara lain Onsentnya cepat atau bertahap, demam pada siang dan sore hari,
dapat sembuh sendiri dalam beberapa bulan, menjadi hepatomegaly, liver tenderness, pain di upper right quadrant,
persistent/kronik, dan berkembang menjadi invasive diseases. Jika anorexia, demam, ronchi dan rales, jaundice, meningkatnya level
berkembang menjadi invasive diseases maka akan timbul gejala fungsi liver.
atau simptomatis (<10%) dengan gambaran lesi awal area kecil
yang nekrosis dengan ulcer dan tepi yang meninggi pada lapisan
9. DIAGNOSIS  Infeksi protozoa: Balantidium coli

 Inflammatory Bowel Diseases

11. TREATMENT

3 golongan obat yang digunakan pada pengobatan amoebiasis:

a. Luminal amoebicides:

Mekanisme aksinya di lumen intestinal, tidak efektif di jaringan.


Contoh obatnya, diloxanide furoate, iodoquinol, paromomycin, dan
tetracycline.

b. Tissue amoebicides:

Mekanisme aksi di jaringan, efektif pada infeksi invasive dan


sistemik amebiasis, tidak efektif di lumen intestinal. Contoh
obatnya, emetine, dehydroemetin, dan chloroquine.

c. Mix luminal dan tissue amoebicides:

10. DIFFERENTIAL DIAGNOSIS Obat pilihan untuk mengobati amoebic colitis dan amoebic liver
abscess. Contoh obatnya, metronidazole, tinidazole, dan
 Infeksi bakteri: Escherichia coli, Shigella sp, vibrio.
ornidazole.
12. KOMPLIKASI

13. PROGNOSIS

Uncomplicated mortalitas <1%, complicated severe disease mortalitas


>1%, more severe illness terjadi pada anak, immunosuppress,
malnutrisi, pregnancy, dan postpartum.

14. CONTROL AND PREVENTION

 Menghindari kontaminasi makanan dan air dari cyst


 Edukasi kesehatan mengenai personal hygiene, sanitary disposal of Patogenesis – patofisiolgi HEPATIC AMOEBIASIS
feses, cuci tangan.

 Melindungi water supplies.

PATOMEKANSIME (punten,tidak beda jauh dengan patgen patfis )

BHP
 Kepatuhan antibiotic dan rehidrasi jika meminta untuk pulang paksa
 Penanganan makanan dan minuman dengan cara dimasak hingga 80-
100oC
 Higienitas diri dengan cara mencuci tangan
 Permenkes RI No.3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis
Masyarakat
IIMC

 Ar-Rum:41
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena
perbuatan manusia sendiri“