Anda di halaman 1dari 10

BAHAN AJAR

Mata Kuliah : Asuhan Kebidanan I (Kehamilan)


Pertemuan ke : I (pertama)
Dosen : .................
Materi : Konsep Dasar anemia dalam Kehamilan

a. Pengertian Anemia

Anemia merupakan suatu keadaan adanya penurunan kadar hemoglobin,

hematokrit dan jumlah eritrosit dibawah normal. Pada penderita anemia, lebih sering

disebut kurang darah, kadar sel darah merah (Hemoglobin/Hb) dibawah normal.

Penyebabnya bisa karena kurangnya zat gizi untuk pembentukan darah, Misalnya zat
besi, asam folat dan vitamin B12. Tetapi yang sering terjadi adalah anemia karena
kekurangan zat besi.
Anemia adalah keadaan tubuh yang kekurangan hemoglobin. Kadar Hb normal

adalah 12-16% dari sel darah merah. Jumlah sel darah merah normal 5 juta/mm3.

Pada penderita anemia, Kadar Hb kurang dari normal.

Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin di

bawah 11 gr% pada trimester I dan III atau kadar <10,5 gr% pada trimester II.

Anemia lebih sering di jumpai dalam kehamilan keperluan akan zat-zat makanan

bertambah dan terjadi pula perubahan dalam darah dan sumsum tulang. Sebagian

besar anemia dalam kehamilan disebabkan oleh defisiensi besi dan perdarahan akut,

bahkan tidak jarang keduanya saling berinteraksi.


Pada saat hamil, jumlah darah yang ada terpakai untuk kebutuhan ibu dan janin,

maka otomatis volume darah jadi berkurang. Di awal kehamilan sampai pertengahan

semester kedua, pembuluh darah ibu hamil cenderung melebar. Sering kali volume

darah yang tersedia tidak cukup untuk mengisi ruang-ruang kosong pembuluh darah

yang melebar. Akibatnya, terjadi tekanan darah rendah.

Kejadian anemia pada ibu hamil harus selalu di waspadai mengingat anemia

dapat meningkatakan resiko kematian ibu, Angka prematuritas, BBLR, dan angaka

kematian bayi. Oleh karena itu, Sebaiknyalah seorang ibu mengenali gejala anemia

pada kehamilan agar dapat segera mengambil tindakan untuk mencegah anemia

semakin parah. (16)

b. Etiologi

Etiologi anemia, meliputi

1) Asupan zat besi yang berkurang pada jenis makanan yang mengandung pemberian

Fe, muntah berulang pada bayi dan pemberian makanan tambahan yang tidak

sempurna.

2) Kehilangan/pengeluaran besi berlebihan pada perdarahan saluran cerna kronis

3) Kebutuhan energi dan zat besi yang meningkat oleh karena pertumbuhan pada bayi,

anak, remaja, dan ibu hamil.

c. Tanda-tanda klinis

Gejala atau tanda-tanda yang dapat dilihat menurut Adalah:


1) Letih,mengantuk, malaise

2) Limbung, lemah

3) Sakit kepala

4) Lidah licin

5) Kulit pucat, bantalan kuku jari pucat

6) Membran mukosa pucat, misal: konjungtiva

7) Kehilangan nafsu makan, mual, muntah.

d. Batasan anemia

Batasan anemia adalah sebagai berikut:

1) Tidak anemia Hb >11 gr%

2) Anemia Ringan Hb 9-10gr%

3) Anemia sedang Hb 7-8gr%

4) Anemia Berat Hb <7 gr%

e. Gejala

Gejala anemia pada ibu hamil diantaranya adalah cepat lelah, Sering pusing,

Mata berkunang-kunang, malaise, lidah luka, nafsu makan turun (anoreksia),

konsentrasi hilang, napas pendek (pada anemia parah), dan keluhan mual muntah

lebih hebat pada kehamilan muda.

Tanda-tanda anemia yang klasik:


1) Peningkatan kecepatan denyut jantung karena tubuh berusaha memberi oksigen lebih

banyak ke jaringan.

2) Peningkatan kecepatan pernapasan karena tubuh berusaha menyediakan lebih banyak

oksigen kepada darah.

3) Pusing, akibat berkurangnya darah ke otak.

4) Terasa lelah karena meningkatnya oksigenasi berbagai organ termasuk otot jantung

dan rangka.

5) Kulit pucat karena berkurangnya oksigenasi.

6) Mual akibat penurunan aliran darah saluran cerna dan susunan saraf pusat.

7) Penurunan kualitas rambut dan kulit,

Apabila sel darah putih dan trombosit juga terkena, maka gejala-gejala

bertambah dengan:

1) Perdarahan dan mudahnya timbul memar

2) Infeksi berulang.

3) Luka kulit dan selaput lendir yang sulit sembuh.

Berikut adalah tingkatan anemia:

1) Stadium 1

Kehilangan zat besi melebihi asupannya, sehingga menghabiskan cadangan dalam

tubuh, terutama di sumsum tulang. Kadar ferritin (protein yang menampung zat besi)

dalam darah berkurang secara progresif.

2) Stadium 2
Cadangan zat besi yang telah berkurang tidak dapat memenuhi kebutuhan untuk

pembentukan sel darah merah, sehingga sel darah merah yang dihasilkan jumlahnya

lebih sedikit.

3) Stadium 3

Mulai terjadi anemia. Pada awal stadium ini, sel darah merah nampak normal, tetapi

jumlahnya lebih sedikit. Kadar hemoglobin dan hematokrit menurun.

4) Stadium 4

Sumsum tulang berusaha untuk menggantikan kekurangan zat besi dengan

mempercepat pembelahan sel dan menghasilkan sel darah merah dengan ukuran yang

sangat kecil (mikrositik), yang khas untuk anemia karena kekurangan zat besi.

5) Stadium 5

Dengan semakin memburuknya kekurangan zat besi dan anemia, maka akan timbul

gejala-gejala karena kekurangan zat besi dan gejala-gejala karena anemia semakin

memburuk. (15)

f. Pencegahan

Mengkonsumsi makan yang bergizi adalah hal yang penting, tetapi terkadang

hal ini tidak cukup. Oleh karenanya, sudah menjadi hal umum bila wanita hamil

selalu diberi suplemen tambahan yang mengandung zat besi oleh dokter. Selain itu,

pengaturan usia ibu saat hamil ataupun jarak antara kehamilan juga merupakan hal

yang penting, karena dari hasil penelitian menunjukan saat terbaik bagi wanita untuk

terjadi kehamilan adalah pada usia antara 20 hingga 35 tahun. Karena apabila hamil
pada usia kurang dari 20 tahu atau lebih dari 35 tahu akan meningkatkan risiko

terjadinya anemia bagi calon ibu. Ibu yang mengalami kehamilan lebih dari 4 kali

juga dapat meningkatkan risiko mengalami anemia, demikian juga apabila jarak

antara dua kehamilan kurang dari 2 tahun dapat juga meningkatkan risiko terjadinya

anemia.

Untuk mencegahnya anemia, ibu hamil disarankan untuk menambah jumlah

darah melalui pasokan makanan yang mengandung zat besi, asam folat, dan vitamin

B12. Oleh karena itu, Ibu hamil dianjurkan mengkonsumsi makanan yangdapat

membentuk sel-sel darah merah seperti hati, ikan teri, daging merah, kacang-

kacangan, sayuran berwarna hijau, kuning telur, dan buah-buahan. Ibu hamil juga

dianjurkan untuk vitamin C, daging ayam, dan ikan untuk memudahkan penyerapan

zat besi.

Selain diatasi melalui pola makan yang tepat, efek buruk anemia selama

kehamilan juga bidsa diatasi dengan berusaha melancarkan peredaran darah,

diantaranya dengan cara:

1) Lakukan olah tubuh ringan seperti yoga, jalan kaki atau senam,

2) Jangan bangkit tiba-tiba dari posisi tidur atau duduk, tetapi lakukan perlahan

3) Jangan berdiri terlalu lama

4) Jangan terlalu sering berada di keramaian atau suasana bising dan hiruk pikuk,

5) Jika anda ibu bekerja, ambialah waktu untuk beristirahat denagan menyelonjorkan

kaki

6) Konsumsi cairan yang cukup.


Tentunya dengan menjaga tubuh tetap bugar dan pola makan yang tepat ini, maka

kesehatan ibu hamil pun akan terjaga dan kehamilan akan terasalebih menyenangkan.
(15)

g. Klasifikasi anemia dalam kehamilan

Klasifikasi anemia dalam kehamilan adalah sebagai berikut

1) Anemia Defisiensi Zat Besi

Adalah anemia yang terjadi akibat kekurangan zat besi dalam darah. Anemia ini

terjadi pada sekitar 62,3% pada kehamilan, merupakan anemia yang paling sering

dijumpai pada kehamilan. Hal ini disebabkan oleh kurang masuknya unsur zat besi

dan makanan karena gangguan resorpsi, gangguan penggunaan atau karena besi

keluar terlampau banyak dari badan, misalnya pada perdarahan. Keperluan besi

bertambah dalam kehamilan terutama pada trimester terakhir. (15)

Tanda dan gejala:

a) Rambut rapuh dan halus serta kuku tipis, rata dan mudah patah,

b) Lidah tampak pucat, licin, dan mengkilat berwarna merah daging, stomatitis an

gularis, pecah-pecah disertai kemerahan dan nyerisudut mulut. Pengobatannya

biasanya dengan memenuhi kebutuhan zat besi, misalnya dengan perbaikan pola

makan atau pemberian tablet besi.

2) Anemia Megaloblastik
Anemia ini terjadi pada sekitar 29% pada kehamilan. Biasanya disebabkan oleh

defisiensi asam folat, jarang sekali karena defisiensi vitamin B12. Hal itu erat

hubungannya dengan defisiensi makanan.

Gejala-gejalanya:

a) Malnutrisi

b) Glositis berat (Lidah meradang, nyeri)

c) Diare

d) Kehilangan nafsu makan

Pengobatannya:

a) Asam folik 15-30 mg per hari

b) Vitamin B12 3x1 tablet per hari

c) Sulfas ferosus 3x1 tablet perhari

d) Pada kasus berat dan pengobatan peroral hasilnya lamban sehingga dapat dilakukan

transfusi darah.

3) Anemia Hipoplastik

Adalah anemia yang disebabkan oleh sumsum tulang kurang mampu membuat

sel-sel darah baru. Untuk diagnostik diperlukan pemeriksaan diantaranya adalah

pemeriksaan fungsi eksternal, dan pemeriksaan retikulosi.

Anemia ini terjadi pada sekitar 8% kehamilan Etiologi anemia hipoplastik

karena kehamilan belum diketahui dengan pasti. Biasanya anemia hipoplastik karena

kehamilan, apabila wanita tersebut telah selesai masa nifas makan anemia akan
sembuh dengan sendirinya. Dalam kehamilan berikutnya biasanya ia mengalami

anemia hipoplastik lagi.

4) Anemia Hemolitik

Adalah anemia yang disebabkan penghancuran atau pemecahan sel darah merah

yang lebih cepat dari pada pembuatannya. Gejala utama adalah anemia dengan

kelainan-kelainan gambaran darah,kelelahan, kelemahan, serta gejala koplikasi bila

terjadi kelainan pada organ-organ vital.

Anemia ini terjadi pada sekitar 0,7% kehamilan. Pengobatannya tergantung pada

jenis anemia hemolitik serta penyebabnya. Bila disebabkan oleh infeksi, maka

infeksinya diberantas dan diberikan obat-obatan penambah darah.

Wanita dengan anemia hemolitik biasanya sulit untuk hamil. Apabila hamil,

Biasanya anemia menjadi berat. Sebaliknya, Mungkin pula kehamilan menyebabkan

krisis hemolitik pada wanita yang sebelum tidak menderita anemia. (16)

h. Pengaruh anemia

1) Terhadap kehamilan, persalinan, dan nifas

a) Dapat terjadi abortus

b) Partus prematurus

c) Atonia uteri

d) Partus lama

e) Afbrinogemia dan hipofibrinogenemia

f) Mudah terjadi infeksi


g) Ancaman decompensasi cordis (Hb <6 gr%)

h) Perdarahan Ante partum(1)

2) Pada hasil konsepsi

a) Kematian mudigah

b) Kematian perinatal

c) Prematuritas

d) Dapat terjadi cacat bawaan

e) Cadangan besi kurang

f) IUGR (Intrauterine Growth Retardation) (1)