Anda di halaman 1dari 1

Nama : Andri Setiawan

NIM : 13214085
Tugas 5 – ME4034 : Kebijakan Iklim

Intended Nationally Determined Contributions (INDCs)

Pada tahun 2015, lebih tepatnya dibulan Desember, dihasilkan sebuah kesepakatan bersama antar
negara diseluruh dunia mengenai kesepakatan iklim internasional yang tergabung dalam sebuah
konferensi U.N. Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) Conference of the Parties
(dikenal sebagai COP21) yang dilaksanakan di Paris. Untuk mengantisipasi kondisi bumi saat ini,
negara-negara yang tergabung dalam COP21 mengambil keputusan bersama untuk melakukan
tindakan pencegahan terhadap perubahan iklim oleh masing-masing negara. Kesepakatan ini
dikenal sebagai Intended Nationally Determined Contributions (INDCs). Tindakan iklim yang
disepakati pada INDCs ini sangat menentukan apakah dunia dapat mencapai tujuan jangka panjang
seperti yang dicanangkan pada Perjanjian Paris sebelumnya yaitu untuk mempertahankan
kenaikan suhu rata-rata global di bawah 2°C, dan melakukan upaya untuk membatasi kenaikan
menjadi 1,5°C, dan untuk mencapai emisi sebesar nol (bersih).
Peraturan mengenai tindakan antisipasi terhadap perubahan iklim, INDCs memberikan
sepenuhnya kepada masing-masing negara. Maksud dari peraturan INDCs ini yaitu masing-
masing negara dapat menentukan kontribusinya dalam konteks prioritas, situasi dan kemampuan
nasional mereka. Namun kebijakan-kebijakan yang diberlakukan harus sesuai dengan kerangka
kerja global berdasarkan Perjanjian Paris yang mendorong tindakan kolektif menuju masa depan
yang bebas karbon dan tahan terhadap perubahan iklim. INDCs menciptakan umpan balik yang
konstruktif antara pengambilan keputusan nasional dan internasional mengenai perubahan iklim.
INDCs adalah sarana utama bagi pemerintah untuk mengkomunikasikan secara internasional
langkah-langkah yang akan diambil untuk mengatasi perubahan iklim di masing-masing negara.
Melalui INDCs ini, dapat terlihat keseriusan masing-masing negara untuk mengurangi emisi,
dengan mempertimbangkan keadaan dan kemampuan domestiknya. Beberapa negara juga
membahas bagaimana akan beradaptasi dengan dampak perubahan iklim, dan dukungan apa yang
dibutuhkan dan atau yang akan diberikan (berbagi) dengan negara lain dengan tujuan negara
tersebut dapat mengadopsi langakh atau tindakan untuk mengurangi emisi karbon dan yang paling
penting dapat membangun ketahanan global terhadap perubahan iklim.
Pemerintah Indonesia sendiri ikut berperan aktif dalam menghadapi perubahan iklim ini. melalui
INDCs ini, Indonesia telah melakukan banyak tindakan dalam beradaptasi dan mitigasi terhadap
perubahan iklim. Berdasarkan Indonesia’s First Biennial Update Report (BUR) yang diserahkan
ke UNFCCC pada bulan Januari 2016, emisi gas rumah kaca nasional adalah 1,453 GtCO2e pada
tahun 2012 yang ternyata mengalami peningkatan sebesar 0,452 GtCO2e dari tahun 2000.
Penyebab utamanya adalah LUCF termasuk kebakaran hutan gambut (47,8%) dan energi (34,9%).
Karena Indonesia secara sukarela berjanji untuk mengurangi emisi sebesar 26% atas usahanya
sendiri, dan sampai 41% dengan dukungan internasional, dengan target perencanaan selesai pada
tahun 2020, Indonesia telah mengumumkan peraturan hukum dan kebijakan yang relevan,
termasuk rencana aksi nasional mengenai tindakan pengurangan emisi gas rumah kaca
sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (PERPRES) No. 61/2011 dan inventarisasi GRK
melalui Peraturan Presiden (PERPRES) No. 71 / 2011. Setelah tahun 2020, Indonesia
merencanakan sebuah tindakan yang baru dari sebelumnya terhadap pengurangan emisi.
Berdasarkan penilaian tingkat emisi terbaru, Indonesia telah menetapkan target pengurangan emisi
gas rumah kaca tanpa syarat sebesar 29% dan target pengurangan kondisional hingga 41% dengan
tindakan perencanaan yang sama seperti yang sebelumnya pada tahun 2030. (Sumber :
http://www4.unfccc.int/ndcregistry/PublishedDocuments/Indonesia%20First/First%20NDC%20I
ndonesia_submitted%20to%20UNFCCC%20Set_November%20%202016.pdf dan wikipedia)