Anda di halaman 1dari 1

Pesatnya perkembangan teknologi berimbas ke seluruh industri, tak terkecuali

asuransi. Selain menciptakan efisiensi, pemasaran dengan memanfaatkan teknologi


digital diharapkan bisa mendongkrak bisnis.

Salah satu segmen yang didorong adalah asuransi mikro. Menurut Direktur
Pemasaran BRI Life, Fabiola N. Sondakh, pertumbuhan asuransi mikro perusahaan
terus mencatat kenaikan signifikan, baik dari jumlah peserta maupun premi yang
diperoleh.

Menurutnya, asuransi mikro merupakan salah satu produk unggulan BRI Life yang
menyasar segmen menengah ke bawah. Tahun lalu, premi asuransi mikro BRI Life
meningkat sebesar 31,83 persen dibandingkan perolehan premi pada 2016 (year
on year/yoy).
Demikian halnya dengan jumlah peserta asuransi mikro BRI Life juga ikut
meningkat, dari 2,2 juta pada 2016 menjadi 3 juta jiwa peserta di tahun lalu (yoy).

"Pencapaian ini tidak terlepas dari dukungan dan infrastruktur yang dimiliki oleh
perusahaan induk kami, Bank BRI," kata Fabiola, dalam keterangannya, Kamis, 29
Maret 2018.

Tiga menit
Upaya BRI Life berperan aktif menunjang program edukasi dan literasi keuangan
bagi masyarakat mikro yang dicanangkan Otoritas Jasa Keuangan adalah melalui
tayangan film pendek berdurasi 3 menit berjudul "Second Chance."

Film yang akan tayang pada akhir bulan ini secara serentak akan dipublikasi di
sejumlah media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram dan YouTube.

Direktur Operasional dan Teknologi Informasi BRI Life, Ansar Arifin, pernah bilang,
tengah memperbaharui total sistem infrastruktur IT.

Menurut rencana, pada kuartal I 2018, sistem IT baru ini sudah berjalan semua. "Kita
ingin menjadi life insurance digital. Jadi, kita ganti sistem IT dengan yang baru.
Apalagi induk kita punya satelit," ungkapnya.