Anda di halaman 1dari 5

Apakah Anda ingin bergabung dengan Facebook?

Daftar
Daftar

STCWAMANDEMEN 2010 MANILA


6 April 2012 pukul 12:34

SEMINAR NASIONAL SOSIALISASI IMPLEMENTASI STCWAMANDEMEN 2010


MANILA

KATA PENGANTAR

Konferensi diplomatik negara anggota Konvensi STCW, yang diselenggarakan di


Manila Filipina, pada tanggal 21-25 Juni 2010, telah mengadopsi beberapa perubahan
mendasar terhadap Konvensi STCW dan STCW Code. Maksud dari amandemen-
amandemen tersebut (dikenal sebagai Amandemen Manila) adalah untuk
meningkatkan standar profesionalisme dari para pelaut serta untuk meningkatkan
keselamatan pelayaran, keamanan dan perlindungan terhadap lingkungan
laut.<p> </p>Amandemen-amandemen tersebut memperbarui standard kompetensi
untuk mengakomodir teknologi terbaru, memperkenalkan persyaratan dan metodologi
baru untuk diklat dan sertifikasi, serta meningkatkan mekanisme untuk menjalankan
ketentuan-ketentuan dalam konvensi STCW oleh administrasi Negara Bendera (Flag
State) dan Negara Pelabuhan (Port State), serta menjelaskan secara spesifik
persyaratan-persyaratan yang berkaitan ketentuan jam kerja dan istirahat,
pencegahan penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan alkohol, serta standard medical
fitness bagi para pelaut.<p> </p>Bahan sosialisasi ini dimaksudkan untuk memberikan
informasi atas persyaratan-persyaratan inti dari Manila Amandemen, untuk
membantu komunitas maritim Indonesia guna mempersiapkan diri guna menghadapi
perubahan-perubahan yang diperlukan sesuai ketentuan Amandemen Manila
tersebut.<p> </p><p>Jakarta, 30 November 2011</p><p>Tim
Penyusun</p><p>DAFTAR ISI</p><p>i. Kata pengantar</p><p>ii. Daftar
isi</p><p>I. Program Implementasi STCW 2010 Amandments 2010 Manila</p><p>II.
Pelaksanaan Diklat Kepelautan</p><p>A. Mulai, 1 Januari 2012</p><p>B. Mulai, 1
Januari 2013</p><p>C. Mulai, 1 Juli 2013</p>D. Mulai 1 Januari 2014<p> </p>iii.
Lampiran – lampiran<p> </p><p>I. PROGRAM IMPLEMENTASI KONVENSI
INTERNASIONAL TENTANG STANDARDS PELATIHAN, SERTIFIKASI DAN
DINAS JAGA UNTUK PELAUT 1978 (STCW CONVENTION) dan STCW CODE -
AMANDEMEN 2010, MANILA, DI INDONESIA</p><p>A. KETENTUAN WAKTU
TRANSISI IMPLEMENTASI AMANDEMEN MANILA</p><p>1. Amandemen
Manila pada STCW 2010 akan mulai diberlakukan pada tanggal 1 Januari 2012. Bagi
para pelaut yang memulai diklat pada atau setelah tanggal 1 Juli 2013 harus sudah
memenuhi persyaratan amandemen Manila. Para pelaut pemegang sertifikat
kompetensi (COC) dan sertikat keterampilan (COP) yang dikeluarkan sesuai dengan
ketentuan konvensi STCW amandemen 1995, diberikan batas waktu sampai 31
Desember 2016 untuk memenuhi ketentuan dalam Amandemen Manila.</p><p>2.
Sertifikat Kompetensi Republik Indonesia yang dikeluarkan berdasarkan peraturan
saat ini (Konvensi STCW amandemen 1995) akan dapat direvalidasi sampai dengan 31
Desember 2016. Sertifikat-sertifikat tersebut akan diberikan perpanjangan/endorsment
melebihi 1 Januari 2017 setelah pemegang sertifikat memenuhi persyaratan dalam
Amandemen Manila. Detail dari diklat tambahan yang memungkinkan pemegang
sertifikat yang dikeluarkan berdasarkan ketentuan konvensi STCW amandemen 1995
untuk dapat memenuhi ketentuan STCW 2010 amandemen Manila dapat dilihat pada
lampiran.</p><p>3. Ketentuan waktu transisi berdasarkan STCW aturan I/15 Manila
Amandemen hanya diberlakukan untuk diklat tambahan dan pengeluaran sertifikat
pelaut. Ketentuan lain yang telah ditetapkan oleh konvensi harus sudah
diimplementasikan pada tanggal 1 Januari 2012.</p><p>“ Until</p><p>B.
STANDARD MEDIS PELAUT</p><p>Persyaratan medis untuk pelaut telah direvisi
dalam amandemen tersebut. Sertifikat Medis untuk pelaut harus diterbitkan sesuai
dengan ketentuan pada seksi A-I/9 dan B-I/9 dari STCW amandemen Manila, dan
harus memiliki validitas 2 tahun, atau 1 tahun untuk pelaut berusia 18 tahun. Jika
validitas sertifikat medis berakhir pada tengah pelayaran, maka sertifikat medis dapat
di perpanjang sampai dengan pelabuhan berikutnya.</p><p>Berdasarkan ketentuan
transisi, sertifikat medis yang dikeluarkan kepada pelaut berdasarkan ketentuan
aturan saat ini atau STCW amandemen 1995 akan tetap berlaku sampai dengan habis
tanggal masa berlakunya sebagaimana tertera pada sertifikat atau untuk maksimum
periode 5 tahun sejak tanggal dikeluarkannya, tetapi tidak boleh melewati tanggal 31
Desember 2016.</p><p>C. JAM KERJA DAN JAM ISTIRAHAT</p><p>1. Para
perwira dan rating yang melaksanakan tugas jaga navigasi atau jaga kamar mesin,
atau anak buah kapal lainnya yang diberi tugas berkaitan dengan keselamatan,
pencegahan polusi, dan keamanan harus diberikan periode istirahat, sebagai
berikut:</p><p>a. Minimum 10 jam istirahat dalam periode waktu 24 jam.</p><p>b.
77 jam istirahat dalam 7 hari periode.</p><p>c. Jam istirahat dapat dibagi menjadi
tidak lebih dari 2 periode, yang mana salah satunya harus berdurasi sedikitnya selama
6 jam dan interval waktu antara periode yang berlangsung secara terus menerus tidak
boleh melampui 14 jam.</p>d. Pengurangan jam istirahat menjadi 70 jam istirahat
dalam periode 7 hari diperbolehkan untuk waktu yang tidak melampaui 2 minggu
berturut-turut.<p> </p><p>2. Nakhoda harus menempatkan pengumuman yang
memuat pembagian jam kerja di atas kapal, yang berisikan informasi jadual
kerja/istirahat harian selama berlayar dan selama di pelabuhan, pada tempat yang
mudah terlihat dan diakses di atas kapal, dalam bahasa yang dipergunakan di atas
kapal dan dalam bahasa Inggris, untuk memudahkan bagi semua anak buah
kapal.</p><p>Dokumentasi waktu istirahat harian harus terpelihara dengan baik dan
ditandatangani oleh nahkoda, atau perwira yang ditunjuk oleh nahkoda. Salinan dari
catatan jam istirahat dan jadual berkenaan krew kapal, yang sepatutnya disyahkan
oleh nahkoda atau perwira yang diberi kewenangan oleh nahkoda, harus diberikan
juga kepada crew yang bersangkutan.</p><p>Perusahaan pelayaran
direkomendasikan untuk menggunakan format standar dalam menyiapkan tabel
pengaturan jam kerja dan jadual jam jaga dan record dari jam istirahat untuk
memperlihatkan kesesuaian dengan persyaratan dalam STCW. Perusahaan pelayaran
disarankan untuk menggunakan petunjuk dari IMO/ILO (IMO/ILO Guidelines for the
Development of Tables of Seafarers Shipboard Working Arrangements and Formats of
Records of Seafarers Hours of Work and Rest) untuk mengatur jam kerja dan jam
istirahat. Dokumentasi dari record ini harus disimpan di atas kapal dalam masa
setidaknya 2 tahun untuk memungkinkan monitoring dan verifikasi pemenuhan
peraturan Seksi A-VIII/1.</p>Perusahaan pelayaran harus menyatakan prosedur
untuk mempersiapkan jam jaga tersebut dan pencatatan jam istirahat harian ke dalam
sistem manajemen keselamatannya (Safety Management System). Ketentuan ini harus
sudah mulai diimplementasikan pada tanggal 1 Januari 2012.<p> </p><p>D.
PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN ALKOHOL</p><p>Nahkoda, perwira, dan
anak buah kapal lainnya pada saat melaksanakan tugas jaga anjungan dan kamar
mesin, atau tugas lain yang berkaitan dengan keselamatan, keamanan, dan pencegahan
polusi tidak diperbolehkan mengkonsumsi alkohol yang akan melampui batas
kandungan alkohol dalam darah (BAC-Blood Alcohol Level) lebih besar dari 0.05%
atau kandungan 0.25 mg/l dalam nafasnya.</p><p>Perusahaan pelayaran harus
menetapkan prosedur berdasarkan manajemen keselamatan kapal untuk mencegah
penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan terlarang di atas kapal.</p><p>E.
PERUBAHAN-PERUBAHAN PENTING PADA DIKLAT PELAUT</p>Amandemen
STCW Manila telah mengamandemen persyaratan berkaitan dengan rating dan
perwira, termasuk ketentuan sertifikasi baru untuk perwira dan rating. Penjelasan
lebih detil sebagai berikut:<p> </p><p>1. Pendidikan dan Pelatihan Berkaitan
Keselamatan dan Keamanan</p><p>a. Basic Safety Training (Diklat Dasar
Keselamatan) telah ditingkatkan kontennya dengan memasukkan modul untuk
memberikan perhatian lebih pada pencegahan polusi terhadap lingkungan laut,
komunikasi yang efektif dan human relationship di atas kapal. Setiap pelaut pemegang
sertifikat ini diwajibkan untuk setiap 5 (lima) tahun sekali untuk mengikuti diklat
pembaruan dengan tujuan mempertahankan standard kompetensi.</p><p>b. Semua
pelaut dipersyaratkan untuk mengikuti diklat keterampilan berkaitan dengan
pengenalan dan kesadaran terhadap keamanan sesuai dengan ketentuan pada seksi A-
VI/6 paragraf 1-4 pada STCW Code.</p>Untuk pelaut yang didesain untuk menangani
tugas keamanan juga harus memenuhi ketentuan kompetensi sebagaimana tertera pada
seksi A-VI/6 paragraf 6–8 pada STCW Code. Batas waktu persyaratan pemenuhan
sertifikat dimaksud sampai dengan tanggal 1 Januari 2014.<p> </p><p>2. Pendidikan
dan Pelatihan untuk Perwira dan Rating Dek</p>Terdapat perubahan pada tabel
spesifikasi yang memuat standard minimum kompetensi untuk sertifikasi sebagai
perwira dek dengan topik baru, seperti halnya pengoperasian dari Electronic Chart
Display and Information System (ECDIS), leadership, team working skills, dan
manajerial skills. Level jabatan baru untuk rating dek dikenal sebagai Able-Seafarer
Deck, dengan spesifikasi standar kompetensi untuk dapat disertifikasi sebagai Able
Seafarer Deck pada tabel II/5 STCW Code.<p> </p><p>3. Pendidikan dan Pelatihan
untuk Perwira dan Rating Mesin</p>Terdapat perubahan skema diklat baru untuk
perwira mesin dan perubahan tabel standar minimum kompetensi untuk perwira
mesin, dengan memasukkan topik baru, meliputi leadership dan team-working skills,
dan managerial skills. Diperkenalkan level jabatan baru untuk perwira dan rating
mesin meliputi Able-Seafarer Engine, Electro-tehnical rating, dan Perwira Electro-
Technical.<p> </p><p>4. Pendidikan dan Pelatihan Khusus Untuk Personil Yang
Bekerja Di Kapal Tanker</p>Persyaratan minimum untuk pelatihan dan kualifikasi
bagi nahkoda, perwira, dan rating untuk kapal tanker minyak, bahan kimia dan gas
telah direvisi. Pemegang sertifikat keahlian sebagai perwira deck atau perwira mesin
dipersyaratkan untuk menjaga kompetensi untuk bekerja di atas kapal setiap interval 5
(lima) tahun sekali. Sertifikat keterampilan dan endorsment yang berkaitan dengan
kapal tanker yang diterbitkan berdasarkan STCW 1995 akan tetap diakui sampai
dengan sebelum 1 Januari 2017.<p> </p><p>F. TANGGUNG JAWAB DARI
PERUSAHAAN PELAYARAN</p><p>1. Perusahaan pelayaran memiliki tanggung
jawab untuk memastikan bahwa:</p><p>a. Pelaut yang bekerja di atas kapalnya telah
menerima diklat penyegaran dan pembaruan (updating) menurut ketentuan STCW
Amandemen 2010;</p><p>b. Jumlah kru di atas kapal cukup memenuhi untuk
melaksanakan tugas berkaitan dengan keamanan kapal; dan</p><p>c. Tercipta
komunikasi lisan yang efektif setiap saat di atas kapalnya, sesuai dengan ketentuan
SOLAS Chapter V aturan 14.</p>2. Berdasarkan daftar sertifikat dan bukti dokumen
yang dipersyaratkan oleh Dirjen Hubla untuk di endorsed setiap 5 (lima) tahun sekali,
agar perusahaan pelayaran memperhatikan ketentuan perpanjangan, endorsment serta
perubahan nama sertifikat dan bukti dokumen berdasarkan amandemen Manila
tersebut.<p> </p><p>G. Perubahan Peraturan Perundang-undangan
Terkait</p>Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2000 tentang Kepelautan serta
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM. 43 tahun 2008 tentang Ujian Keahlian,
serta sertifikasi Kepelautan, serta peraturan pelaksanaan terkait lainnya akan direvisi
untuk memberikan dasar bagi implementasi STCW Amandemen Manila 2010. Agar
pihak yang terkait segera mengambil langkah yang diperlukan untuk
mengimplementasi perubahan terkait.<p> </p>II. PELAKSANAAN PROGRAM
DIKLAT KEPELAUTAN<p> </p>Mulai 1 Januari 2012<p> </p><p>1. Pelatihan
Keterampilan Keselamatan Dasar – Basic Safety Training (STCW Reg.VI/1-
4).</p><p>2. Pelatihan Keterampilan Sekoci Penyelamat dan Perahu Penolong selain
Perahu Penolong Cepat - Survival Craft & Rescue Boats Other Than Fast Rescue Boats
Training (STCW Reg. VI/2).</p><p>3. Pelatihan Keterampilan Perahu Penolong Cepat
- Fast Rescue Boats Training (STCW Reg. VI/2).</p><p>4. Pelatihan Keterampilan
Pemadaman Kebakaran Tingkat Lanjut - Advanced Fire Fighting Training (STCW
Reg. VI/3).</p><p>5. Pelatihan Keterampilan Pertolongan Pertama dan Penanganan
Medis - Medical First Aid and Medical Care Training (STCW Reg. VI/4).</p><p>6.
Pelatihan Keterampilan Pengendalian Massa - Crowd Management Training (STCW
Reg. V/2).</p><p>7. Pelatihan Keterampilan Penanganan Situasi Krisis Crisis -
Management and Human Behaviour Training (STCW Reg. V/2).</p><p>8. Pelatihan
Keterampilan Perwira Keamanan Kapal - Ship Security Officers Training (STCW
Table A-VI/5, B-VI/5).</p><p>9. Pelatihan Keterampilan Pengoperasian Electronic
Chart and Display System (ECDIS) ( STCW Tabel A-II/1 dan Tabel A-
III/1).</p><p>10. Pelatihan Keterampilan Bridge Resource Management (BRM) dan
Engine Resource Management (ERM) ( STCW Tabel A-II/1 dan Tabel A-
III/1).</p><p>11. Pelatihan Keterampilan untuk Rating yang melaksanakan Tugas jaga
navigasi atau jaga kamar mesin - Training for ratings duly certified to be part of a
navigational or Engine Room Watch (STCW Reg. II/4, III/4).</p><p>12. Pelatihan
Keterampilan untuk Rating yang melaksanakan tugas sebagai Able Seafarer - Training
for ratings duty certified as able seafarer deck, able seafarer engine (STCW Reg. II/5 ,
III/5).</p><p>13. Pelatihan Keterampilan Dasar Kapal Tanker Minyak dan Bahan
Kimia - Basic Training for oil & Chemical Tanker Cargo Operations (STCW Tabel A-
V/1-1-1).</p><p>14. Pelatihan Keterampilan Dasar Pengoperasian Kapal Tanker Gas -
Basic Training for Liquefied Gas Tanker Cargo Operations (STCW Tabel A-V/1-2-
1).</p><p>15. Pelatihan Keterampilan Lanjutan Pengoperasian Kapal Tanker Minyak
- Advanced Training for oil tanker cargo operations (STCW Tabel A-V/1-1-
2).</p><p>16. Pelatihan Keterampilan Lanjutan Pengoperasian Kapal Tanker Bahan
Kimia - Advanced Training for chemical tanker cargo operations (STCW Tabel A-V/1-
1-3).</p>17. Pelatihan Keterampilan Lanjutan Pengoperasian Kapal Tanker Gas -
Advanced Training for Gas tanker cargo operations (STCW Tabel A-V/1-2-
2)<p> </p>Mulai 1 Januari 2013<p> </p><p>1. Pendidikan dan Pelatihan Updating
Untuk Perwira dan Rating Bagian Dek (STCW Reg. II/1, II/2, II/3).</p>2. Pendidikan
dan Pelatihan Updating Untuk Perwira dan Rating Bagian Mesin (STCW Reg. III/1,
III/2, III/3).<p> </p>Mulai 1 Juli 2013<p> </p><p>1. Pendidikan dan Pelatihan
Keahlian GMDSS Radio Operator (STCW Reg.IV/2).</p><p>2. Pendidikan dan
Pelatihan Keahlian Perwira Teknik Elektro (STCW Reg.III/6).</p><p>3. Pendidikan
dan Pelatihan untuk Rating Teknik Elektro (STCW Reg.III/7, Table A-III/7).</p><p>4.
Pelatihan Keterampilan Keselamatan Bagi personil yang bertugas untuk memberikan
pelayanan langsung kepada penumpang pada kapal penumpang trayek internasional –
“Safety Training for Personnel Providing Direct Service to Passengers in Passenger
Spaces” (STCW Reg. V/2).</p><p>5. Pelatihan Keterampilan Keselamatan
Penumpang, Keselamatan Penumpang dan Kekedapan Lambung – “Training in
Passenger Safety, Cargo Safety, and Hull Integrity” (STCW Reg.V/2).</p><p>6.
Pelatihan Keterampilan Kesadaran akan Keamanan – “Security Awareness Training”
(STCW Seksi A-VI/6, Table A-VI/6-1, B-VI/6).</p>7. Pelatihan Keterampilan untuk
Personil Petugas Keamanan di atas Kapal - Training For Designated Security Duties
(STCW Seksi A-VI/6, Tabel A-VI/6-2, B-VI/6).<p> </p>Mulai 1 Januari
2014<p> </p><p>1. Pelatihan Keterampilan Bagi Perwira dan Rating Yang
Bertanggung Jawab Menangani Muatan Kapal Yang Membawa Muatan Berbahaya
dan Beracun dalam bentuk curah padat – “Training for officers and ratings responsible
for cargo handling on ships carrying dangerous and hazardous substance in solid form
bulk” (STCW B-V/b).</p><p>2. Pelatihan Keterampilan Bagi Perwira dan Rating
Yang Bertanggung Jawab Menangani Muatan Kapal Yang Membawa Muatan
Berbahaya dan Beracun dalam bentuk kemasan – “Training for officers and ratings
responsible for cargo handling on ships carrying dangerous and hazardous substance in
package form” (STCW B-V/c).</p><p>3. Pelatihan Keterampilan bagi Nahkoda dan
Perwira Yang Melaksanakan Tugas jaga navigasi di atas kapal Suplai dan kapal yang
melaksanakan kegiatan penanganan berlabuh jangkar- “Training for Masters and
Officers in charge of a navigational watch on board supply vessels and vessels
performing anchor handling operations” (STCW Seksi B-V/e).</p>4. Pelatihan Untuk
Petugas yang mengoperasikan Sistem Posisi Dinamis - Training for personnel operating
dynamic positioning systems (STCW Seksi B-V/e).<p> </p>LAMPIRAN I –
BARCHART TANGGAL IMPLEMENTASI STCW amandemen 2010<p> </p>1
Januari 2012<p> </p><p> </p>1 Januari 2013<p> </p><p> </p>1 Juli
2013<p> </p><p> </p>1 Januari 2014<p> </p><p> </p><p>1 Januari 2017</p>STCW
Amandemen Manila mulai
diberlakukan<p> </p><p> </p><p> </p><p> </p><p> </p><p> </p><p> </p><p> </p>
<p> </p>Sertifikasi berdasarkan STCW 2010 untuk semua
pelaut<p> </p><p> </p><p> </p><p> </p><p> </p><p> </p><p> </p><p> </p><p> </p
><p> </p><p> </p><p> </p><p> </p><p> </p><p> </p><p> </p><p> </p><p> </p><p>
</p><p> </p><p> </p>Pelaksanaan Diklat Yang Baru Dilaksanakan sudah
berdasarkan standar baru STCW
2010<p> </p><p> </p><p> </p><p> </p><p> </p>Standar Pelatihan Baru Bersifat
Pilihan<p> </p><p> </p><p> </p><p> </p><p> </p><p> </p>Standar Pelatihan Baru
Bersifat Wajib diberlakukan<p> </p><p> </p><p> </p>Training dan Sertifikasi
berdasarkan STCW 1995 masih boleh
dilanjutkan<p> </p><p> </p><p> </p><p> </p><p> </p>Pelaksanaan Diklat Security
dan SertifikasinyaWajib Dilaksanakan berdasarkan standar STCW 2010