Anda di halaman 1dari 2

Nama : Andri Setiawan

NIM : 13214085

Teknik Elektro Dalam Menghadapi Perubahan Iklim

Perubahan iklim merupakan kondisi ketika iklim yang berubah akibat suhu global rata-rata
meningkat. Peningkatan emisi gas rumah kaca tersebut di atmosfer, khususnya CO2, telah
memerangkap suhu panas di atmosfer bumi. Hal tersebut berdampak pada sistem cuaca global
yang menyebabkan segala sesuatu mulai dari curah hujan yang tak terduga hingga gelombang
panas yang ekstrim. Bumi telah melalui periode pemanasan dan pendinginan yang terkait dengan
perubahan iklim berkali-kali. Hal yang saat ini menjadi perhatian utama dan disetujui oleh para
ilmuwan adalah bahwa proses pemanasan yang terjadi jauh lebih cepat daripada yang telah
dilakukan sebelumnya, dan bahwa pemanasan yang cepat disebabkan oleh peningkatan tingkat
emisi buatan manusia. Bahkan sekarang United Nations Environment Programme (UNEP)
mencatat Indonesia merupakan negara yang paling rentan di Asia terhadap perubahan iklim.

Perubahan iklim merupakan permasalahan yang serius. Sebagai manusia yang bergantung pada
lingkungan alam sekitar, untuk melanjutkan keberlangsungan hidup, kita perlu melakukan adaptasi
dan mitigasi terhadap perubahan iklim yang ada. Adaptasi dan mitigasi dapat dilakukan dengan
mengandalkan, memanfaatkan dan mengimplementasikan ilmu-ilmu yang sudah dipelajari baik
secara formal dan informal. salah satunya yaitu teknik elektro.

Pada keilmuan teknik elektro sendiri, terdapat banyak hal yang dapat dilakukan dalam adaptasi
dan mitigasi terhadap perubahan iklim ini. Salah satu penyebab adanya perubahan iklim sendiri
yaitu penggunan bahan bakar fosil yang berlebih sehingga menghasilkan jumlah CO2 yang banyak
yang berakibat pada meningkatnya suhu di bumi. Untuk sekarang ini, para ilmua teknik elektro
yang bekerja sama dengan keilmuan yang lain sedang mengembangkan teknologi kendaraan
dengan menggunakan bahan bakar non fosil. Hal ini tentunya sangat berguna karena dapat
mengurangi produktifitas Co2.
Untuk saat ini, pembangkit listrik di indonesia masih didominasikan oleh batu bara sebagai bahan
bakar pembangkit. Seperti yang kita ketahui batubara merupakan batuan fosil yang hasil
pembakaranya menghasilkan gas CO2 yang tentunya berbahaya jika jumlahnya melebihi batas.
Oleh karena itu, dengan keilmuan elktro yang dimiliki, para ilmuan mengembangkan teknologi
solar panel (PV) yang mengandalkan panas sinar matahari untuk dikonversi menjadi energi listrik
yang pastinya ramah lingkungan. Langkah ini menjadi salah satu cara yang efektif untuk
mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.