Anda di halaman 1dari 2

Nama : Andri Setiawan

NIM : 13214085
Tugas IV ME4034 – Kebijakan Iklim

A. Pertanyaan Slide

1. Hasil Utama Kesepakatan COP23 di Jerman.


COP23 merupakan istilah lain yang digunakan untuk menyebut Conference of the Parties to
the United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) yang ke 23.
UNFCC sendiri merupakan sebuah komunitas/organisasi internasional yang dibentuk untuk
mendiskusikan cara menghadapi perubahan iklim yang terjadi di dunia. COP23 sendiri
dilaksanakan pada 13-14 November 2017 di Bonn, German. Ada beberapa kesepakatan yang
dihasilkan dari konferensi ini . Setelah dilakukan negosiasi sepanjang malam, dihasilkan
perkembangan yang sangat penting pada implementasi perjanjian paris, Talanoa Dialouge.
Talanoa Dialouge sendiri bertujuan untuk mendorong masyarakat global (menyatukan
kontribusi dari sektor ilmiah, industri dan masyarakat sipil) selama setahun kedepan untuk
melakukan sebuah tindakan yang lebih serius(ambisius) untuk mengatasi perbedaan tindakan
mitigasi iklim global. Talanoa sensidir merupakan sebuah ungkapan Fiji untuk sebuah
percakapan dimana terdapat banyak orang yang terlibat untuk memberikan ide gagasan dan
penyelesaian masalah. Dari COP23 dibuatlah sebua buku peraturan, yang merupakan
implementasi atau pelaksanaan dari Perjanjian Paris. Isi dari buku peraturan ini yaitu mengatur
bagaimana sebuah negara mengukur dan melaporkan emisi gas rumah kaca di negara mereka.

2. Visi dari COP24 yang akan diselenggarakan di Polandia


Salah satu tugas terpenting dari Sidang ke 24 Conference of the Parties to the United Nations
Framework Convention on Climate Change (COP24) adalah untuk menyusun dan mengadopsi
sebuah keputusan yang memastikan pelaksanaan penuh Perjanjian Paris, sesuai dengan
keputusan yang diadopsi di Paris (COP21) dan di Marrakesh (CMA1.1). Selain itu, COP24
akan memasukkan Dialog Fasilitator yang dimaksudkan untuk mendukung pelaksanaan
komitmen nasional. Dalam rangka KTT mengenai Iklim pada tahun 2018, Polandia ingin
menunjukkan bagaimana netralitas emisi gas rumah kaca, yaitu keseimbangan antara emisi
CO2 dan penyerapannya oleh tanah dan hutan, dapat dicapai.

B. Essay Inisiatif Internasional dalam melakukan adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan
iklim.
New Zealand Emission Trading Scheme (NZ ETS)

Perubahan iklim merupakan satu dari tantangan global yang kondisinya sangat kritis disaat ini.
peristiwa atau kejadian yang sudah terjadi saat ini, secara tegas telah menunjukan kerentanan
kita terhadap perubahan iklim. Dampak dari perubahan iklim akan berpengaruh pada banyak
hal seperti pertanian, dimana perubahan iklim akan berpengaruh pada tingkat keamanan
pangan, naiknya permukaan air laut, erosi di daerah pesisir pantai yang sangat cepat,
meningkatnya intensitas terjadinya bencana alam, punahnya spesies hewan dan tumbuhan, dan
penyebaran penyakit yang kini semakin banyak macamnya. Isu ini sangatlah penting untuk
diperhatikan oleh setiap penduduk di bumi ini. oleh karena itu dibutuhkan sebauh tindakan
untuk menghadapi perubahan iklim ini. Salah satu program atau rencana yang dibuat untuk
menghadapai perubahan iklim ini yaitu NZ ETS (New Zealand Emissions Trading Scheme).
NZ ETS merupakan salah satu program yang dibuat oleh pemerintah New Zealand dalam
rangka merespon dan melawan perubahan iklim yang terjadi saat ini. Tujuan dari NZ ETS ini
adalah untuk mendukung dan mendorong usaha global untuk mengurangi emisi gas rumah
kaca dengan membantu Selandia Baru untuk memenuhi kewajiban internasionalnya dan
mengurangi tingkat emisi di New Zealand. NZ ETS bekerja dengan memberikan harga pada
emisi gas rumah kaca. Pemberian harga pada emisi ini dimaksudkan untuk menciptakan
insentif finansial bagi bisnis untuk berinvestasi dalam teknologi dan praktik yang mengurangi
emisi. Hal ini juga untuk mendorong masyarakat untuk melakukan penanaman pohon dan akan
memberikan penghargaan berupa unit emisi Selandia Baru (NZU) saat pohon yang ditanam
tumbuh dan menyerap karbon dioksida. NZ ETS mewajibkan semua sektor ekonomi Selandia
Baru untuk melaporkan emisi mereka, kecuali emisi biologis yang dihasilkan dari sector
pertanian, untuk membeli dan menyerahkan unit emisi kepada Pemerintah untuk emisi
tersebut. Lebih dari separuh emisi gas rumah kaca Selandia Baru tercakup dalam kewajiban
penyerahan NZ ETS. Unit emisi mewakili satu metrik ton karbon dioksida, atau setara karbon
dioksida dari gas rumah kaca lainnya. Saat ini, satu-satunya unit emisi yang memenuhi syarat
di NZ ETS adalah Selandia Baru Unit (NZU).

Daftar Pustaka :

[1] COP23, https://cop23.com.fj/, Diakses pada Minggu, 18 February 2018 Pukul 16.50.
[2] Hasil Tujuh Hari Negosiasi COP23, http://ditjenppi.menlhk.go.id/index.php/berita-
ppi/2957-hasil-tujuh-hari-negosiasi-cop-23, Diakses pada Minggu, 18 February 2018
Pukul 17.00.
[3] New Zealand Emission Trading Scheme,
https://en.wikipedia.org/wiki/New_Zealand_Emissions_Trading_Scheme, Diakses pada
Minggu, 18 February 2018 Pukul 17.30.