Anda di halaman 1dari 16

NILAI WAKTU UANG DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN JANGKA PANJANG

Di dalam pengambilan keputusan jangka panjang, nilai waktu uang memegang peranan
penting. Uang Rp 100 sekarang berbeda nilainya dengan Rp 100 yang akan diterima satu tahun
kemudian. Jika seeorang disuruh memilih apakah uang Rp 100 lebih baik diterima sekarang atau
setahun kemudian, maka ia tentu akan memilih menerima uang tersebut sekarang. Jika ia
menerimanya sekarang, ia akan dapat menanamkannya untuk memperoleh pendapatan bunga
selama setahun. Dengan demikian setahun kemudian ia akan menerima uang Rp 100 ditambah
pendapatan bunga setahun atas investasinya tersebut. Jika tingkat bunga majemuk 24% setahun,
investasi Rp 100 sekarang akan menjadi Rp 124 setahun kemudian. Jadi uang sebesar Rp 100
sekarang sama dalam nilai waktu dengan Rp 124 setahun kemudian pada tingkat bunga 24%.
Begitu juga Rp 100 setahun kemudian sama dengan Rp 80,65 (Rp 100 + 1,24) sekarang, karena
Rp 80,65 ditambah bunga 24% sama dengan Rp 100. Ini merupakan inti nilai waktu uang ( time
value of money).
Oleh karena itu, seorang akan lebih menyukai menerima uang segera daripada ditunda
kemudian dan ia akan mau menukarkan sejumlah uangnya sekarang dengan jumlah yang sama
pada masa yang akan datang. Ia akan memegang prinsip bahwa jumlah uang yang akan datang
harus lebih daripada jumlah yang sekarang.
Nilai Rp 100 yang diinvestasikan sekarang pada tingkat bunga majemuk 24% per tahun,
akan bertambah pada akhir setiap tahun selama 5 tahun disejikan pada Gambar 3.3
Tahun Perhitungan Nilai Investasi
0 Rp 100,00
1 Rp 100,00 + 0,24 (Rp 100,00) 124,00
2 Rp 124,00 + 0,24 (Rp 124,00) 153,76
3 Rp 153,76 + 0,24 (Rp 153,76) 190,66
4 Rp 190,66 + 0,24 (Rp 190,66) 236,42
5 Rp 236,42 + 0,24 (Rp 236,42) 293,16
Gambar 3.3 Nilai Akhir Investasi
Nilai investasi pada tahun ke-n, dengan tingkat bunga sebesar I dihitung dengan rumus :
In = I0 ( 1 + I )n
In = Investasi pada tahun ke-n.
I0 = Investasi pada tahun ke-0.
i = Tingkat bunga
n = Jangka waktu
Untuk pengambilan keptusan investasi semua arus kas yang diperkirakan akan diterima dan
dikeluarkan selama umur investasi harus dinyatakan nilainya pada nilai tahun ke-0, dengan kata
lain harus dihitung nilai tunainya (present value) agar dapat diperbandingkan. Rumus
perhitungan nilai tunai sebagai berikut :
1
NT = AK x(1+𝑖)𝑛
NT = Nilai Tunai i = Tingkat Bunga
AK = Arus Kas n = Jangka Waktu
MANFAAT INFORMASI AKUNTANSI DIERENSIAL DALAM PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
Setelah diuraikan secara mendalam pengertian biaya diferensial, berikut ini akan diuraikan
manfaat informasi akuntansi diferensial dalam pengambilan keputusan jangka pendek berikut ini
:
1. Membeli atau membuat sendiri ( make or buy decision ).
2. Menjual atau memproses lebih lanjut produk ( sell or process further).
3. Menghentikan atau melanjutkan produksi produk tertentu atau kegiatan usaha suatu
bagian perusahaan ( stop or continue product line).
4. Menerima atau menolak pesanan khusus ( special order decision ).

Membeli atau Membuat Sendiri ( Make or Buy Decision )


Keputusan membeli atau membuat sendiri dihadapi oleh manajemen terutama dalam
perusahaan yang produknya terdiri dari berbagai komponen dan yang memproduksi berbagai
jenis produk. Tidak selamanya komponen yang membentuk suatu produk harus diproduksi
sendiri oleh perusahaan, jika memang pemasok luar dapat memasok komponen tersebut dengan
harga yang lebih murah daripada biaya untuk memproduksi sendiri komponen tersebut. Oleh
karena itu, salah satu pemicu timbulnya pertimbangan umtuk membeli atau memproduksi sendiri
adalah penawaan harga dari pemasok luar untuk suatu komponen produk yang berada di bawah
biaya produksi sendiri komponen tersebut. Pertimbangan untuk membeli atau membuat sendiri
dapat juga timbul sebagai akibat adanya taksiran penghematan biaya jika suatu komponen yang
sebelumnya dibeli dari pemasok luar direncanakan akan dibuat sendiri oleh perusahaan.
Berbagai alternaif yang kemungkinan dihadapi oleh manajemen dalam pengambilan
keputusan membeli atau membuat sendiri dapat dilihat pada Gambar 3.5
Keputusan membeli atau membuat sendiri dapat dibagi menjadi dua macam :
a. Keputusan membeli atau membuat sendiri yang dihadapi oleh perusahaan yang
sebelumnya memproduksi sendiri produknya, kemudian mempertimbangkan akan
membeli produk tersebut dari pemasok luar.
b. Keputusan membelii atau membaut sendiri yang dihadapi oleh perusahaan yang
sebulumnya membeli produk tertentu dari pemasok luar, kemudian mempertimbangkan
akan memproduksi sendiri produk tersebut.
Keputusan membeli atau membuat sendiri tipe pertama umumnya merupakan keputusan
manajemen jangka pendek, yang tidak menyangkut investasi jangka panjang . Dua kemungkinan
yang dihadapi oleh manajemen dalam pengambilan keputusan ini :
a. Fasilitas yang digunakan untuk memproduksi tidak dapat dimanfaatkan jika produk
dihentikan produksinya karena manajemen memilih alternatif membeli dari luar. Untuk
pengambilan keputusan, manajemen perlu memperitungkan pengorbanan dan manfaat
dari pemilihan alternatif membeli atau membuat sendiri. Jika perusahaan sebelumnya
membuat sendiri kemudian mempertimbangkan akan membeli dari luar, manfaat dari
pemilihan alternatif membeli dari luar adalah besarnya biaya diferensial yang berupa
biaya yang terhindarkan (avoidable cost) jika kegiatan membuat sendiri dihentikan.
Pengorbanan dari pemilihan alternatif membeli dari luar adalah sebesar biaya diferensial
yang berupa biaya yang dikeluarkan untuk membeli produk dari pemasok luar. Jika
manfaat lenih besar dari pengorbanan, alternatif membeli dari luar lebih menguntungkan
jika dipilih. Sebaliknya, jika manfaat lenih kecil dari pengobanan, alternatif membeli dari
luar sebaiknya tidak dipilih.

Fasilitas yang digunakan untuk membuat dihentikan


Perusahaan sekarang pemakaiannya
membuat dan mempertim- Biaya diferensial berupa biaya terhindarkan A
bangkan akan membeli Biaya diferensial berupa harga beli dari pemasok luar B
dari pemasok luar Keputusan :
(outsourcing) Jika A > B , alternatif membeli dapat dipilih
Jika A < B, alternatif membeli tidak dapat dipilih
Fasilitas yang digunakan untuk membuat dapat
disewakan atau dioperasikan untuk kegiatan bisnis
yang lain
Biaya diferensial berupa biaya terhindarkan A
Mambuat Pendapatan diferensial B
atau Biaya diferensial berupa harga beli C
Membeli? Keputusan:
Jika (A+B) > C, alternatif membeli dapat dipilih
Jika (A+B) < B, alternatif membeli tidak dapat dipilih

Tidak diperlukan tambahan fasilitas produksi


Biaya diferensial : harga beli yang dapat dihindari A
Perusahaan sekarang Biaya diferensial : biaya untuk membuat B
membeli dari pemasok
luar dan Keputusan :
mempertimbangkan Jika A > B, alternatif membuat dapat dipilih.
akan membuat sendiri Jika A < B, alternatif memuat tidak dapat dipilih.
(in-house sourcing)
Diperlukan tambahan fasilitas produksi
Biaya diferensial : harga beli yang dapat dihindari A
Biaya dierensial berupa biaya untuk membuat B
Aktiva diferensial berupa investasi dalam fasilitas C
Keputusan :
Jika selama umur ekonomis fasilitas produksi jumlah nilai
tunai (A – B ) > C, alternative membuat sendiri dapat
dipilih.
Gambar 3.5 Berbagai Kemngkinan Alternatif dalam Keputusan Membeli atau Membuat
Sendiri

b. Fasilitas yang digunakan untuk memproduksi dapat dianfaatkan untuk usaha lain yang
mendatangkan laba, jika produk dihentikan produksinya, karena manajemen memilih
alternatif membeli dari luar. Dalam pengambilan keputusan ini, di samping manajemen
memertimbangkan biaya diferensial, perlu pula mempertimbangkan pendapatan
diferensial sebagai hasil pemanfaatan fasilitas yang dihentikan pemakaiannya dalam
bisnis lain. Jika perusahaan sebelumnya membuat sendiri kemudian mempertimbangkan
akan membeli dari luar, manfaat dari pemilihan alternatif membeli dari luar adalah
besarnya biaya diferensial yang berupa biaya yang terhindarkan ( avoidable cost) jika
kegiatan membuat sendiri dihentikan dan pendapatan diferensial dari pemanfaatan
fasilitas dalam usaha bisnis lain. Pengorbanan dari pemilihan alternatif membeli dari luar
adalah sebesar biaya diferensial yang berupa biaya yang dikeluarkan untuk membeli
produk dari pemasok luar. Jika manfaat lebih besar dari pengorbanan, alternative
membeli dari luar lebih menguntungkan jika dipilih. Sebaliknya jika manfaat lebih kecil
dari pengorbanan, alternatif membeli dari luar sebaiknya tidak dipilih.

Contoh 4
PT Yogyakarta berusaha dalam bidang perakitan, Suku cadang A dari produk rakitannya selama
ini diproduksi sendiri dalam pabriknya. Kebutuhan suku cadang tersebut berjumlah 100.000
buah setahun. Biaya produksi suku cadang A disajikan pada Gambar 3.6. perusahaan tersebut
menerima tawaran dari perusahaan lain untuk membeli suku cadang A tersebut dengan harga
Rp25 per buah. Ditinjau dari biaya, manajemen puncak perusahaan perlu mempertimbangkan
keputusan membeli suku cadang tersebut atau tetap memproduksi sendiri.
Per buah 100.000 buah

Biaya bahan baku Rp 5 Rp 500.000


Biaya tenaga kerja variable 10 1.000.000
Biaya overhead pabrik variable 3 300.000
Biaya overhead pabrik tetap terhindarkan
(avoidable fixed factory overhead) 4 400.000
Biaya overhead pabrik tetap bersama (joint
Fixed factory overhead) 5 500.000

Jumlah biaya produksi Rp 27 Rp 2.700.000

Gambar 3.6 Biaya Produksi Penuh (Full Costs Of Production) Suku Cadang A

Misalnya, di dalam pengambilan keputusan fasilitas-fasilitas untuk memproduksi suku cadang A


tersebut dianggap tetap menganggur jika alternatif membeli dari luar dipilih. Dalam pengambilan
keputusan ini informasi biaya yang perlu dipertimbangkan adalah biaya diferensial yang berupa
“biaya terhindarkan (avoidable costs) jika produksi suku cadang A dihentikan dan biaya yang
dikeluarkan untuk pengadaan suku cadang A dari pemasok luar.”
Meskipun secara sepintas dari data tersebut diatas lebih menguntungkan bagi PT Yogyakarta
untuk membeli suku cadang dari luar, karena harga beli dari luar (Rp 25 per buah) lebih rendah
RP2 per buah bila dibandingkan jika membuat sendiri (Rp27 per buah), tetapi jawabannya tidak
selalu demikian. Dalam pengambilan keputusan ini perlu dibandingkan antara biaya terhindarkan
dengan harga jika membeli dari luar. Jika biaya terhindarkan (merupakan penghematan biaya)
lebih besar dari harga jika membeli dari luar (merupakan pengoebanan), alternatif membeli dari
luar dapat dipilih, begitu sebaliknya jika harga beli dari luar lebih tinggi dari biaya terhindarkan,
alternatif memproduksi sendiri lebih baik dipilih.
Dari contoh tersebut di atas, biaya difernsial yang dipertimbangkan disajikan pada Gambar 3.7.
dari data tersebut jelas bahwa alternatif tetap memproduksi sendiri yang menguntungkan, karena
jka membeli dari luar pengorbanan yang dikeluarkan adalah Rp25 per buah sedangkan
penghematan yang diperoleh (berupa biaya terhindarkan) hanya sebesar Rp22 per buah.

Manfaat:
Biaya Diferensial (Biaya Terhindarkan)
Biaya-biaya variabel (biaya bahan baku, biaya tenaga
kerja variabel dan biaya overhead variabel) Rp 18
Biaya tetap terhindarkan 4
Jumlah biaya terhindarkan jika membeli dari luar Rp 22
Pengorbanan:
Biaya diferensial
Harga beli jika membeli dari luar 25

Kerugian jika membeli dari luar Rp 3

Contoh 5
Dalam Contoh 4 fasilitas yang digunakan untuk memproduksi suku cadang A tetap menganggur
jika suku cadang A dibeli dari luar. Bilamana fasilitas tersebut dapat dipakai dalam aktivitas
produksi lain yang menghasilkan laba atau dapat disewakan kepada pihak luar maka dalam hal
ini terdapat biaya kesempatan dalam membuat sendiri suku cadang A tersebut. Jika misalnya
fasilitas tersebut tidak digunakan untuk memproduksi suku cadang A dapat disewakan kepada
pihak luar dengan pengahasilan sewa sebesar Rp400.000 per tahun.

Apabila kondisinya seperti itu, maka jika PT Yogyakarta membeli suku cadang A dari luar
terdapat biaya kesempatan sebesar Rp400.000, yaitu jumlah penghasilan yang dikorbankan
karena pemilihan alternatif tetap membuat sendiri suku cadang A. biaya kesempatan harus ikut
dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan membeli atau membuat sendiri, meskipun dalam
hal ini tidak ada pengeluaran kas. Informasi yang digunakan sebagai dasar untuk pengambilan
keputusan disajikan pada Gambaar 3.8.
Jumlah Biaya Jika :

Biaya
Membuat Sendiri Membeli Diferensial

Biaya suku cadang A Rp 2.200.000 Rp 2.500.000 Rp 300.000


Biaya kesemaptan (hasil sewa) 400.000 - 400.000

Jumlah biaya diferensial Rp 2.600.000 Rp 2.500.000 Rp 700.000

Gambar 3.8 Informasi Biaya Diferensial untuk Pengambilan Keputusan Membuat Sendiri atau
Membeli dengan Mempertimbangkan Biaya Kesempatan

Dari data tersebut di atas ternyata PT Yogyakarta lebih baik membeli suku cadang A dari
pemasok luar.

Contoh lain adalah pengambilan keputusan mengganti atau tetap memakai mesin yang
sekarang digunakan. Jika biaya operasi mesin lama Rp100.000 per bulan, sedangkan biaya
operasi mesin baru Rp75.000 per bulan, maka penghematan biaya Rp25.000 per bulan tersebut
merupakan biaya kesempatan bagi alternatif tetap menggunakan mesin lama.
Salah satu bentuk biaya kesempatan adalah imputed cost. Biaya ini kenyataannya tidak
terjadi dalam transaksi pertukaran tetapi masih relevan dalam keputusan tertentu. Sebaga contoh,
sebagian kas digunakan untuk menaikkan tingkat sediaan barang dagangan. Biaya yang
sesungguhnya terjadi adalah harga beli barang dagangan, biaya angkut, biaya asuransi. Karena
kas tersebut tidak berasal dari pinjaman, perusahaan tidak membayar biaya bunga. Tetapi karena
kas tersebut akan menghasilkan pendapatan jika ditanamkan dalam kegiatan lain, maka
pendapatan bunga yang dikorbankan karena memilih alternatif menaikkan sediaan, merupakan
imputed cost yang harus dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan penambahan tingkat
sediaan.
Keputusan membeli atau membuat sendiri tipe kedua merupakan keputusan manajemen
jangka panjang karena kemungkinan menyangkut investasi dana dalam jumlah yang besar untuk
pengadaan mesin dan perlengkapan produksi.
Dua kemungkinan yang dihadapi oleh manajemen dalam pengambilan keputusan ini :
a. Keputusan membuat sendiri tidak akan memerlukan tambahan fasilitas produksi, karena
manajemen dapat memanfaatkan kapasitas yang masih menganggur dari mesin dan
ekuipmen yang telah dimiliki sebelumnya. Jika perusahaan sebelumnya membeli dari
luar dan kemudian mempertimbangkan akan membuat sendiri, mafaat dai pemilihan
alternatif membuat sendiri adalah besarnya biaya diferensial yang berupa biaya
terhindarkan ( avoidable cost ) sebagai akibat membeli produk dari pemasok luar.
Pengorbanan dari pemilihan alternatif membuat sendiri adalah sebesar biaya diferensial
yang berupa biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi sendiri produk tersebu. Jika
manfaat lebih besar dari pengorbanan, alternatif membuat sendiri lebih menguntungkan
jika dipilih. Sebaliknya jika manfaat lebih kecil dari pengorbanan, alternatif membuat
sendiri sebaiknya tidak dipilih.
b. Keputusan membuat sendiri akan mengakibatkan manajemen memerlukan tambahan
investasi dalam mesin dan ekuipmen. Jika perusahaan sebelumnya membeli dari luar dan
kemudian mempertimbangkan akan membuat sendiri, serta memerlukan mesin dan
ekuipmen untuk memproduksi sendiri, manfaat dari pemiliahan alternatif membuat
sendiri adalah besarnya biaya diferensial yang berupa biaya terhindarkan (avoidable cost)
sebagai akibat membeli produk dari pemasok luar. Pengorbanan dari pemilihan alternatif
membuat sendiri adalah sebesar biaya diferensial yang berupa biaya yang dikeluarkan
untuk memproduksi sendiri prosuk tersebut. Manfaat bersih yang diperoleh dibandingkan
dengan besarnya investasi dalam mesin dan ekuipmen ( aktiva penuh ) untuk
memutuskan apakah mafaat nersih yang diperoleh sebanding dengan investasi yang akan
dilakukan. Karena keputusan ini menyangkut jangka waktu maka mengukur manfaat dan
pengorbanan harus diperhitungkan nilai waktu uang.

Contoh 6

PT X berusaha dalam bidang perakitan. Suku cadang A dari produk rakitannya selama ini dibeli
dari pemasok luar dengan harga Rp35 per satuan. Kebutuhan suku cadang tersebut berjumlah
100.000 ssatan setahun. Manajemen perusahaan tersebut mempertimbangkan untuk
memproduksi sendiri suku cadang tersebut,. Taksiran biaya produksi suku cadang A jika
diproduksi sendiri disajikan pada Gambar 3.9.

Untuk memproduksi suku cadang tersebut perusahaan tidak memerlukan tambahan fasilitas
produksi karena dapat memanfaatkan fasilitas produksi yang telah ada dan yang kapasitasnya
belum digunakan sepenuhnya.

Dalam pengambilan keputusan ini informasi biaya yang perlu dipertimbangkan adalah biaya
difernsial yang berupa “biaya terhindarkan (avoidable costs) jika pembelian suku cadang A dari
pemasok luar dihentikan dan biaya produksi jika suku cadang tersebut diproduksi sendiri.”
Per Buah 100.000 Satuan
Biaya bahan baku Rp 5 Rp 500.000
Biaya tenaga kerja variabel 10 1.000.000
Biaya overhead pabrik variabel 3 300.000
Biaya overhead pabrik tetap terhindarkan
9 900.000
(avoidable fixed factory overhead)
Rp 27 Rp 2.700.000
Jumlah biaya produksi

Gambar 3.9 Taksiran Biaya Produksi Suku Cadang A


Dari contoh ini, biaya diferensial yang dipertimbangkan disajikan pada Gambar 3.10. Dari data
tersebut jelas kelihatan bahwa alternatif memproduksi sendiri yang menguntungkan, karena jika
membeli dari luar pengorbanan yang dikeluarkan adalah Rp35 per satuan atau Rp 3.500.000 per
tahun, sedangkan taksiran biaya produksi jika suku cadang tersebut dibuat sendiri hanya sebesar
Rp27 per buah atau Rp2.700.000 per tahun.

Per Satuan Total

Manfaat:
Baiya Diferensial ( Biaya Terhindarkan )
Harga beli jika membeli dari luar Rp35 Rp3.500.000

Pengorbanan :
Biaya diferensial
Taksiran biaya produksi suku cadang A 27 2.700.000

Keuntungan jika memproduksi sendiri Rp12 Rp1.200.000

Gambar 3.10 Biaya Diferensial yang Dipertimbangkan dalam Pengambilan Keputusan Membeli
atau Membuat sendiri

Contoh 7
Misalkan dalam contoh 6 di atas PT X memerlukan tambahan mesin dan ekuipmen untuk
memproduksi suku cadang A yang sebelumnya dibeli dari pemasok luar. Jumlah investas dalam
fasiltas produksi diperkirakan Rp 2.500.000 dengan taksiran umur eknomis 3 tahun. Manajemen
puncak telah menetapkan target kembalian investasi (return on investment) untuk setiap usulan
investasi sebesar 30%.

Pertanyaan yang timbul adalah : “Apakah penghematan yang dihasilkan dari produksi sendiri
suku cadang A sebesar Rp12 per satuan atau Rp1.200.000 per tahun tersebut memadai jika
dibandingkan dengan besarnya investasi sebesar Rp2.500.000?” Untuk pengambilan keputusan,
informasi yang dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan disajikan pada Gambar 3.11.

Jumlah Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3


Penghematan biaya Rp 1.200.000 Rp 1.200.000 Rp 1.200.000
Discount factor 0,769230769 0,591715976 0,455166135
Nilai tunai Rp2.179.334 Rp 923.076 Rp 710.059 Rp 546.199

Gambar 3.11 Informasi Biaya Diferensial untuk Pengambilan Keputusan Membuat Sendiri atau
Membeli dengan Mempertimbangkan Biaya Kesempatan

Dari data tersebut di atas ternyata PT X lebih baik tetap membeli suku cadang A dari pemasok
luar daripada memproduksinya sendiri, karena nilai tunai penghematan biaya selama umur
ekonomis mesin Rp2.179.334 lebih rendah dari investasi yang diperkirakan akan dilakukan
(Rp2.500.000).

Membeli atau Membuat Sendiri dalam Lingkungan Manufaktur Maju

Dalam lingkungan manufaktur maju, JIT manufacturing system melakukan berbagai


perubahan dengan perancangan kembali dan penyederhanaan proses manufaktur. Sebagai
akibatnya , banyak biaya yang semula berupa biaya bergabung ( common costs ), dalam
lingkungan manufaktur maju diubah menjadi biaya langsung yang dapat dirunut dengan mudah
ke produk. Dengan demikian, akan dapat dengan mudah diidentifikasi baya langsung yang
relevan untuk dipertimbangkan dalam keputusan membeli atau membuat sendiri suatu produk.
Di samping itu, dengan semakin tingginya persentase non-volume-related costs dari total biaya
produk, keputusan membeli atau membuat sendiri harus mempertimbangkan jenis biaya tersebut
dalam menghitung biaya terhindarkan ( avoidable cots ).

Contoh 8

PT X memproduksi sendiri suku cadang A yang merupakan salah satu komponen untuk
memproduksi produk akhir yang dijual di pasar. Perusahaan menerima penawaran harga suku
cadang A dari pemasok luar dengan harga Rp4,75 per unit, suatu harga penawaran yang berada
jauh di bawah biaya produksi PT X. Menurut catatan akuntansi biaya, perusahaan rata-rat
memproduksi 100.000 unit suku cadang A per tahun dengan rincian biaya seperti disajikan pada
Gambar 3.12.
Biaya bahan baku Rp 50.000
Biaya tenaga kerja 200.000
Biaya overhead pabrik variabel 80.000
Biaya overhead pabrik tetap :
Biaya tetap langsung :
Biaya suvervisi 50.000
Biaya sewa ekuipmen 70.000
Biaya tetap tidak langsung 300.000
Total biaya Rp750.000
Biaya per unit Rp750.000 + 100.000 Rp7,50

Gambar 3.12 Rincian Biaya Produksi Suku Cadang A

Dalam analisis membeli atau membuat sendiri bedasarkan akuntansi biaya tradisional, biaya
terhindarkan secara sederhana hanya diidentifikasikan berdasarkan besarnya biaya variabel dan
biaya tetap langsung. Biaya variabel dan biaya tetap langsung dianggap akan dapat dihindarkan
jika alternatif membeli suku cadang dari pemasok luar dipilih. Biaya tetap tidak langsung bukan
merupakan biaya diferensial, karena alternatif mana pun yang dipilih, tidak akan terpengaruh
oleh keputusan yang diambil. Sehingga pertimbangan membeli atau membuat sendiri dalam
akuntansi biaya konvensional mendasarkan atas analisis seperti yang disajikan pada Gambar
3.13.

Berdasarkan perbandingan biaya jika alternatif membuat sendiri dengan biaya yang harus
dikeluarkan untuk membeli tersebut ada Gambar 3.13, dapat disipulkan bahwa alternatif
membeli dari pemasok luar tidak menguntungkan, karena biaya yang dikeluarkan dalam
alternatif membeli lebih banyak Rp25.000 (Rp475.000-Rp450.000) jika dibandingkan dengan
bila alternatif membuat sendiri tetap dipertahankan.
Alternatif Alternatif
Membuat Membeli
Biaya bahan baku Rp 50.000 -
Biaya tenaga kerja 200.000 -
Biaya overhead pabrik variabel 80.000 -
Biaya overhead pabrik tetap :
Biaya tetap langsung :
Biaya inspeksi 50.000 -
Biaya sewa ekuipmen 70.000 -
Biaya membeli Rp 475.000
Biaya diferensial Rp 450.000 Rp 475.000
Gambar 3.13 analisis biaya diferensial alternatif membuat atau membeli dengan
pendekatan konvensional

Namun, dengan menggunakan pendekatan activity-based costing biaya dapat dirunut lebih
cermat ke produk, sehingga akuntansi biay dapat menyajika informasi biaya diferensial lebih
cermat sebagai dasar pengambilan keputusan membeli atau membuat sendiri. Jika misalnya
biaya yang dapat di runut ke suku cadang A dapat dihitung dengan cara yang lebih cermat
berdasarkan data tarif cost driver yang disajikan pada Gambar 3.14, maka konsumsi biaya
overhead pabrik oleh suku cadang A (misalnya listrik 30.000 kwh, inspeksi 5.000 jam,
penanganan bahan 2.000 jam, persiapan produksi, 6.000 jam, biaya rekayasa 10 order), maka
biay overhead yang dibebankan kepada suku cadang A disajikan pada Gambar 3.15.

Cost Driver Tarif Per Unit Cost


Driver
Biaya overhead pabrik
Unit-level :
Biaya tenaga listrik Kwh Rp 3
Batch-related:
Biaya inspeksi Jam inspeksi 15
Biaya penanganan bahan Frekuensi pindah 20
Biaya persiapan produksi Jam persiapan 10
Product-sustaining:
Biaya rekayasa Order rekayasa 2.500

Gambar 3.14 Cost Driver dan Tarif Per Cost Driver

Berdasarkan konsumsi biaya overhead berdasarkan pendekatan activity-based costing, biaya


yang dapat dihindari jika alternatif membeli dari pemasok luar dipilih dihitung kembali
berdasarkan data pada Gambar 3.14 dan Gambar 3.15. Hasil perhitungannya disajikan bersama
dengan biaya yang dikeluarkan jika alternatif membeli dipilih, seperti disajikan pada gambar
3.16.
Konsumsi Tarif Per Total Biaya
Cost Driver Cost Driver
Biaya overhead pabrik :
Unit-level :
Biaya tenaga listrik 30.000 kwh Rp 3 Rp 90.000
Batch-related:
Biaya inspeksi 5.000 jam 15 75.000
Biaya penanganan bahan 2.000 kali 20 40.000
Biaya persiapan produksi 6.000 jam 10 60.000
Product-sustaining:
Biaya rekayasa 10 2.500 25.000
Total biaya overhead pabrik Rp 290.000

Gambar 3.15 Perhitungan Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan kepada Suku Cadang A
Berdasarkan Activity-Based Costing
Alternatif Alternatif
Membuat Membeli
Biaya bahan baku Rp 50.000 -
Biaya tenaga kerja 200.000 -
Biaya overhead pabrik -
Unit-level :
Biaya tenaga listrik 90.000
Batch-related:
Biaya inspeksi 75.000
Biaya penanganan bahan 40.000
Biaya persiapan produksi 60.000
Product-sustaining:
Biaya rekayasa 25.000
Biaya sewa ekuipmen 70.000
Biaya membeli Rp 475.000
Biaya diferensial Rp 610.000 Rp 475.000
Gambar 3.16 Biaya Diferensial yang Dihitung dengan Pendekatan Activity-Based Costing untuk
Pengambilan Keputusan Membeli atau Membuat Sendiri

Berdasarkan perbandingan biaya jika alternatif membuat sendiri dengan biaya yang harus
dikeluarkan untuk membeli tersebut pada Gambar 3.16, dapat disimpulkan bahwa alternatif
membeli dari luar menguntungkan, karena biaya yang dikeluarkan untuk membeli lebih rendah
Rp 135.000 (Rp610.000- Rp475.000) jika dibandingkan dengan bila alternatif membuat sendiri
tetap dipertahankan.

Membeli atau Membuat Sendiri sebagai Keputusan Strategik

Dalam lingkungan kompetisi tingkat dunia, keputusan membeli atau membuat sendiri seringkali
diambil sebagai suatu keputusan strategik, sebagai bagian partnered relationship and focused
strategies.

Partnered Relationship and Focused Strategies

Untuk menghadapi persaingan tingkat dunia yang tajam, banyak perusahaan yang
melaksanakan perampingan operasi mereka dalam menghasikan customer value dengan
memfokuskan operasi internal mereka ke serangkaian aktivitas kunci penentu sukses bisnis
meraka. Aktivitas-aktivitas yang tidak penting diserahkan kepada pemasok luar untuk
mendapatkan manfaat seperti penghematan biaya, fleksibelitas, dan kesempatan untuk
menikmati teknoloogi muktahir. Sun Microsystem di U.S.A misalnya, sebuah perusahaan yang
unggul dalam pembuatan computer workstations, memusatkan aktivitasnya ke desain perangkat
keras dan perangkat luna computer buatannya, dan menyerahkan berbagai aktivitas lain dalam
matarantai proses penciptaan nilai dalam pembuatan komputer dan perangkat lunaknya pada
pemasok luar. Dengan demikian tidak ada satu pun karyawan Sun Microsystems yang tangannya
pernah menyentuh perangkat keras computer yang dihasilkannya, karena produksi dan distribusi
produk seluruhnya diserahkan kepada produsen dan distributor luar. Seluruh operasi Sun
Microsystem dipusatkan ke aktivitas desain perangkat keras dan perangkat lunak computer
buatannya. Sun Microsystems membangun kemitraan bisnis dengan para produsen perangkat
keras komputer dan para distributor produknya. Perusahaan-perusahaan seperti Sun
Microsystems ini seringkali dijuluki sebagai “intellectual holding companies.

Untuk memungkinkan suatu perussahaan mengkonsentrasikan secara penuh operasi


internalnya ke aktivitas kunci penentu sukses bisnisnya, perusahaan harus membentuk kemitraan
dengan pemasok luar. Strategi demikian disebut partnered relationship and focused strategies.
Penyerahan aktivitas tidak penting dalam proses penciptaan nilai ( value creating activity ) oleh
perusahaan kepada pemasok luar dikenal dengan istilah outsourcing.
Strategic Outsourcing
Strategic outsourcing dilaksanakan melalui tahap-tahap keputusan sebagaimana
dilukiskan pada Gambar 3.17.

Periksa value chain

Identifikasi aktivitas

Ya Apakah aktivitas Tidak


tersedia di luar

Sediakan di dalam
Apakah Ya (in-house sourcing)
pengendalian secara
absolute diprlukan?

Tidak Sediakan di dalam


(in-house sourcing)

Benchmark apakah
Tidak perusahaan memiliki Ya
kemampuan tingkat
dunia?

Apakah merupakan Ya
Serahkan ke pemasok bagian dari strategi
luar (outsourcing) lain?

Tidak Sediakan di dalam


(in-house sourcing)
Serahkan ke pemasok
luar (outsourcing)

Gambar 3.17 Tahap-Tahap Outsourcing Decision Analysis


Periksa Value Chain dan Identifikasi Aktivitas
Value chain merupakan matarantai aktivitas yang harus dilalui untuk menghasilkan suatu produk
atau jasa. Sebagai contoh, pembuatan suatu produk dilaksanakan melalui matarantai aktivitas
penciptaan nilai ( value creating activities ) yang dilukiskan pada gambar 3. 18.

Product Product Inbound


Production Marketing Distribution Service
Concept Development Logistic

Information Order Fleet


Delivery
System Processing Maintenance

Dilaksanakan Diserahkan
Sendiri? Kepada Pemasok
Luar

Gambar 3.18 Pemeriksaan terhadap Value Chain dan Identifikasi Aktivitas


yang dapat Diserahkan Kepada Pemasok Luar

Melalui proses sebagaimana yang dilukiskan pada gambar 3.17, distribution merupakan
matarantai yang tersedia di luar dan diantara aktivias yang membentuk matarantai distribution,
fleet maintenance ridak merupakan aktivitas yang memerlukan pengendalian absolut dari
manajemen perusahaan. Dengan demikian aktivitas fleet maintenance memerlukan pertimbangan
lebih lanjut untuk dilaksanakan sendiri atau diserahkan kepada pemasok luar.
Benchmark Aktivitas
Untuk aktivitas yang menurut identifikasi dapat diserahkan kepada pemasok luar, pertanyaan
kunci strategik yang harus diajukan adalah apakah perusahaan dapat melaksanakan aktivitas
tersebut setingkat dengan yang dilaksanakan oleh organisasi terbaik di tingkat dunia? Ukuran-
ukuran produktivitas harus dikumpulkan untuk memperoleh gambaran factor-faktor kunci
penentu keberhasilan aktivitas ini yang mencakup : ketersediaan, ketepatan waktu, fleksibilitas,
kualitas, dan penghematan biaya. Jika ukuran-ukuran tersebut dibandingkan dengan ukuran yang
dihasilkan oleh organisasi tingkat dunia, dan ternyata ukuran yang diasilkan oleh perusahaan
jauh lebih rendah dari yang dihasilkan pemasok luar tersebut, maka aktivitas tersebut perlu
diserahkan kepada pemasok luar. Perusahaan perlu memusatkan operasinya hanya terhadap
aktivitas inti yang menunjang posisi kunci dalam persaingan.
Informasi Akuntansi Diferensial yang Dipertimbangkan dalam Strategic Outsourcing
Decision
Informasi akuntansi diferensial yang dipertimbangkan dalam strategic outsourcing
decision memiliki karakteristik sebagai berikut :
a. Mencakup multiyears differential accounting information.
b. Mencakup dampak pajak penghasilan terhadap keputusan.
c. Memperhitungkan nilai waktu uang.

Informasi Kualitatif yang Dipertimbangkan dalam Outsourcing Decision


Sebelum memutuskan untuk menyerahkan aktivitas tertentu kepaada pemasok luar,
informasi kualitatid yang perlu dipertimbangkan adalah : (1) keunggulan teknis, (2) fleksibilitas
dan (3) kesempatan untuk menghasilkan inovasi bersama. Dengan menyerahkan aktivitas
nonkritis kepada pemasok luar, perusahaan dapat berbagi keunggulan di bidang teknis seperti
keahlian dan skala ekonomi dengan pemasok. Perusahaan dapat memilih pemasok yang
menggunakan inovasi terakhir dan sistem penyerahan produk dan jasa yang mutakhir. Biaya
state-of-the-art processes dapat ditanggung bersama, sehingga costumer dapat memperoleh
manfaat dari teknologi mutakhir dengan biaya yang dapat tertanggung. Perusahaan yang
menyerahkan aktivita tidak kritisnya kepada pemasok luar tidak terikat dalam investasi masa
lalu. Terutama bagi perusahaan yang mengalami perubahan pesat, yang kelangsungan hidupnya
sangat tergantung pada perusahaan teknologi, fleksibilitas menjadi penentu keberhasilan
perusahaan dalam persaingan. Dengan membangun kemitraan dengan pemasok, perusahaan
dengan pemasoknya secara bersam-sama dapat melakukan inovai terhadap aktivitas tertentu
yang menjadi kepantingan bersama.