Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI REPRODUKSI HEWAN

PERCOBAAN II

PENGAMATAN HISTOLOGI OVARIUM DAN TESTIS HEWAN

OLEH :

NAMA : RAMADAN

STAMBUK : F1D1 11 009

KELOMPOK : II (DUA)

ASISTEN : NIARTIN

PROGRAM STUDI BIOLOGI


JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
OKTOBER 2017
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Organ reproduksi pada Vertebrata terdiri dari gonad dengan saluran dan

kelenjar asesorinya. Ada dua macam gonad (disebut juga kelenjar (sel) kelamin

atau kelenjar biak) yaitu gonad yang menghasilkan sel kelamin betina (sel telur =

ovum) disebut ovarium (ova = sel telur; rium = tempat). Ovarium terdapat di

dalam tubuh hewan betina yang ditambatkan oleh mesenterium khusus pada

dinding tubuh (mesovarium). Ovarium di samping sebagai kelenjar biak, juga

sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon estrogen dan progesteron.

Gonad yang menghasilkan sel kelamin jantan atau spermatozoon, disebut

testis. Testis terdapat di dalam tubuh hewan jantan. Pada vertebrata rendah, testis

tersimpan di dalam rongga perut, dengan ditambatkan ke dinding tubuh oleh

mesenterium khusus (mesorchium). Pada vertebrata tinggi testis sudah

dikeluarkan dari rongga perut, disimpan pada bangunan khusus seperti kantong,

yang disebut skrotum. Seperti halnya ovarium, testis disamping sebagai kelenjar

biak, juga sebagai kelenjar endokrin, yang menghasilkan hormon testosteron.

Berdasarkan uraian diatas maka perlu dilakukan praktikum Pengamatan

Histologi Ovarium untuk mengetahui struktur histologu ovarium dan testis hewan

sebagai penghasil gamet.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada praktikum ini adalah bagaimana mengetahui

struktur histologi ovarium dan testis hewan sebagai pengahasil sel gamet ?
C. Tujuan Praktikum

Tujuan yang ingin dicapai pada praktikum ini adalah untuk mengetahui

struktur histologi ovarium dan testis hewan sebagai pengahasil sel gamet.

D. Manfaat Praktikum

Manfaat yang dapat diperoleh pada praktikum ini adalah mahasiswa dapat

mengetahui struktur histologi ovarium dan testis hewan sebagai pengahasil sel

gamet.
II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Testis

Testis merupakan organ kelamin jantan yang berfungsi sebagai tempat

sintesis hormon androgen (terutama testosteron) dan tempat berlangsungnya

proses spermatogenesis. Kedua fungsi testis ini menempati lokasi yang terpisah di

dalam testis. Biosintesis androgen berlangsung dalam sel Leydig di jaringan inter

tubuler, sedangkan proses spermatogenesis berlangsung dalam epitel tubulus

seminiferus (Syahrum, 1994).

Testis merupakan sepasang struktur berbentuk oval, agak gepeng dengan

panjang sekitar 4 cm dan diameter sekitar 2,5 cm. Bersama epididimis, testis

berada di dalam skrotum yang merupakan sebuah kantung ekstra abdomen tepat

di bawah penis. Dinding pada rongga yang memisahkan testis dengan

epididimis disebut tunika vaginalis. Tunika vaginalis dibentuk dari peritoneum

intra abdomen yang bermigrasi ke dalam skrotum primitif selama perkembangan

genitalia interna pria. Setelah migrasi ke dalam skrotum, saluran tempat

turunnya testis (prosesus vaginalis) akan menutup (Heffner & Schust, 2006).

Testis terdiri atas 900 lilitan tubulus seminiferus, yang masing-masing

mempunyai panjang rata-rata lebih dari 5 meter. Sperma kemudian dialirkan ke

dalam epididimis, suatu tubulus lain yang juga berbentuk lilitan dengan panjang

sekitar 6 meter. Epididimis mengarah ke dalam vas deferens, yang membesar ke

dalam ampula vas deferens tepat sebelum vas deferens memasuki korpus

kelenjar prostat. Vesikula seminalis, yang masing-masing terletak di sebelah

prostat, mengalir ke dalam ujung ampula prostat, dan isi dari ampula dan vesikula
seminalis masuk ke dalam duktus ejakulatorius terus melalui korpus kelenjar

prostat dan masuk ke dalam duktus uretra internus. Duktus prostatikus selanjutnya

mengalir dari kelenjar prostat ke dalam duktus ejakulatorius. Akhirnya, uretra

merupakan rantai penghubung terakhir dari sejumlah besar kelenjar uretra kecil

yang terletak di sepanjang dan bahkan lebih jauh lagi dari kelenjar bulbouretralis

(kelenjar Cowper) bilateral yang terletaak di dekat asak uretra (Guyton, 2007).

B. Ovarium

Organ endokrin berbentuk oval, terletak di dalam rongga peritoneum, sepasang

kiri-kanan. Dilapisi mesovarium, sebagai jaringan ikat dan jalan pembuluh darah dan

saraf. Terdiri dari korteks dan medula. Ovarium berfungsi dalam pembentukan dan

pematangan folikel menjadi ovum (dari sel epitel germinal primordial di lapisan terluar

epital ovarium di korteks), ovulasi (pengeluaran ovum), sintesis dan sekresi hormon-

hormon steroid (estrogen oleh teka interna folikel, progesteron oleh korpus luteum

pascaovulasi). Berhubungan dengan pars infundibulum tuba Falopii melalui perlekatan

fimbriae. Fimbriae “menangkap” ovum yang dilepaskan pada saat ovulasi. varium

terfiksasi oleh ligamentum ovarii proprium, ligamentum infundibulopelvicum dan

jaringan ikat mesovarium. Vaskularisasi dari cabang aorta abdominalis inferior terhadap

arteri renalis (Tenzer, 2003)


III. METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa, 22 Oktober 2016 pukul 13.00 -selesai

WITA. Bertempat di Laboratorium Zoologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan

Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Halu Oleo, Kendari.

B. Bahan Praktikum

Bahan yang digunakan pada praktikum ini dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Bahan dan kegunaan pada Pengamatan Histologi Ovarium dan Testis

No. Nama Alat Kegunaan

1. Preparat sediaan histologi testis Sebagai objek pengamatan

2. Preparat sediaan histologi ovarium Sebagai objek pengamatan

C. Alat Praktikum

Alat yang digunakan pada praktikum ini dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Alat dan kegunaan pada Pengamatan Histologi Ovarium dan Testis

No. Nama Alat Kegunaan

1. Mikroskop Untuk mengamati preparat histologi

2. Kamera Untuk mengambil gambar

D. Prosedur Kerja

Prosedur kerja pada praktikum ini adalah sebagai berikut:

1. Mempersiapkan semua alat dan bahan yaitu mikroskop dan preparat sediaan

histologi testis dan ovarium.


2. Mengamati preparat sediaan histologi testis dan ovarium dengan menggunakan

mikroskop.

3. Gambar dan memberi keterangan (terutama bagian dimana terjadi proses

gametogenesis).