Anda di halaman 1dari 10

TUGAS IMUNOBIOLOGI

STRUKTUR IMONUGLOBULIN

OLEH :

RAMADAN

F1D1 11 009

PROGRAM STUDI BIOLOGI


JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2018
Fungsi dan Struktur Imunoglobulin
Imunoglobulin atau antibodi adalah sekelompok glikoprotein yang terdapat dalam serum
atau cairan tubuh pada hampir semua mamalia. Imunoglobulin termasuk dalam famili
glikoprotein yang mempunyai struktur dasar sama, terdiri dari 82-96% polipeptida dan 4-18%
karbohidrat. Komponen polipeptida membawa sifat biologik molekul antibodi tersebut. Molekul
antibodi mempunyai dua fungsi yaitu mengikat antigen secara spesifik dan memulai reaksi
fiksasi komplemen serta pelepasan histamin dari sel mast.

Imunoglobulin dibagi menjadi 5 kelompok dalam bentuk gammaglobulin (IgG, IgA,


IgM, IgD, IgE) dan dapat dipisahkan melalui proses elektroforesa. Bila seseorang terkontaminasi
dengan antigen, maka akan terjadi proses imunoglobulin (antibodi) dan dengan kontaminasi yang
lebih jauh dengan antigen yang sama akan terbentuk kekebalan.

Antigen merupakan protein dan permukaan polisakarida berbagai mikroba, jaringan cangkokan
yang tidak cocok, ataupun sel-sel darah yang ditransfusikan. Selain itu, antigen dapat pula
berwujud protein asing seperti racun lebah atau serbuk sari yang dapat menyebabkan alergi atau
hipersensitivitas.

Sebuah antigen mempunyai bagian pada permukaan suatu organisme atau substansi tertentu yang
dapat berikatan dengan antibodi. Bagian tersebut dinamakan epitop atau determinan antigenik.
Semua epitop tentu akan berikatan dengan antibodi yang sesuai. Sehingga permukaan bakteri,
misalnya, yang berperan sebagai antigen seluruhnya dapat ditutupi oleh banyak jenis antibodi.
Antibodi merupakan protein terdiri atas satu atau lebih molekul yang berbentuk huruf Y. Empat
rantai proteinnya disusun oleh ikatan sulfi da. Dua rantai berat yang identik merupakan batang
dan sebagian lengan Y. Sedangkan dua rantai ringan yang identik berada pada bagian lainnya.
Pada kedua molekul berbentuk Y terdapat daerah variable (V) rantai berat dan rantai ringan.
Dinamakan seperti itu karena pada bagian V memiliki urutan asam amino yang bervariasi dari
satu antibodi ke antibodi lainnya.

Umumnya antibodi terdiri atas sekelompok protein yang berada pada fraksi-fraksi globulin
serum. Fraksi-fraksi globulin serum ini dinamakan imunoglobulin atau disingkat Ig.
Imunoglobulin ini bermanfaat apabila di dalam tubuh terjadi reaksi imun. Manusia memiliki
beberapa tipe imunoglobulin dengan berbagai struktur. Adapun tipe-tipe imunoglobulin tersebut
meliputi imunoglobin M (IgM), imunoglobulin G (IgG), imunoglobulin A (IgA), imunoglobulin
D (IgD), dan imunoglobulin E (IgE).

Struktur Imunoglobulin

 Pada manusia dikenal 5 kelas imunoglobulin. Tiap kelas mempunyai perbedaan sifat
fisik, tetapi pada semua kelas terdapat tempat ikatan antigen spesifik dan aktivitas
biologik berlainan. Struktur dasar imunoglobulin terdiri atas 2 macam rantai polipeptida
yang tersusun dari rangkaian asam amino yang dikenal sebagai rantai H (rantai berat)
dengan berat molekul 55.000 dan rantai L (rantai ringan) dengan berat molekul 22.000.
Tiap rantai dasar imunoglobulin (satu unit) terdiri dari 2 rantai H dan 2 rantai L. Kedua
rantai ini diikat oleh suatu ikatan disulfida sedemikian rupa sehingga membentuk struktur
yang simetris. Yang menarik dari susunan imunoglobulin ini adalah penyusunan daerah
simetris rangkaian asam amino yang dikenal sebagai daerah domain, yaitu bagian dari
rantai H atau rantai L, yang terdiri dari hampir 110 asam amino yang diapit oleh ikatan
disulfid interchain, sedangkan ikatan antara 2 rantai dihubungkan oleh ikatan disulfid
interchain. Rantai L mempunyai 2 tipe yaitu kappa dan lambda, sedangkan rantai H
terdiri dari 5 kelas, yaitu rantai G (γ), rantai A (α), rantai M (μ), rantai E (ε) dan rantai D
(δ). Setiap rantai mempunyai jumlah domain berbeda. Rantai pendek L mempunyai 2
domain; sedang rantai G, A dan D masing-masing 4 domain, dan rantai M dan E masing-
masing 5 domain.
 Rantai dasar imunoglobulin dapat dipecah menjadi beberapa fragmen. Enzim papain
memecah rantai dasar menjadi 3 bagian, yaitu 2 fragmen yang terdiri dari bagian H dan
rantai L. Fragmen ini mempunyai susunan asam amino yang bervariasi sesuai dengan
variabilitas antigen. Fab memiliki satu tempat tempat pengikatan antigen (antigen binding
site) yang menentukan spesifisitas imunoglobulin. Fragmen lain disebut Fc yang hanya
mengandung bagian rantai H saja dan mempunyai susunan asam amino yang tetap.
Fragmen Fc tidak dapat mengikat antigen tetapi memiliki sifat antigenik dan menentukan
aktivitas imunoglobulin yang bersangkutan, misalnya kemampuan fiksasi dengan
komplemen, terikat pada permukaan sel makrofag, dan yang menempel pada sel mast dan
basofil mengakibatkan degranulasi sel mast dan basofil, dan kemampuan menembus
plasenta.

 Enzim pepsin memecah unit dasar imunoglobulin tersebut pada gugusan karboksil
terminal sampai bagian sebelum ikatan disulfida (interchain) dengan akibat kehilangan
sebagian besar susunan asam amino yang menentukan sifat antigenik determinan, namun
demikian masih tetap mempunyai sifat antigenik. Fragmen Fab yang tersisa menjadi satu
rangkaian fragmen yang dikenal sebagai F(ab2) yang mempunyai 2 tempat pengikatan
antigen.

Klasifikasi Imunoglobulin Klasifikasi imunoglobulin berdasarkan kelas rantai H. Tiap kelas


mempunyai berat molekul, masa paruh, dan aktivitas biologik yang berbeda. Perbedaan antar
subkelas lebih sedikit dari pada perbedaan antar kelas.

Imunoglobulin G (Ig G) disebut juga rantai – γ (gamma)

 Imunoglobulin G adalah divalen antigen. Antibodi ini adalah imunoglobulin yang paling
sering/banyak ditemukan dalam sumsum tulang belakang, darah, lymfe dan cairan
peritoneal. Ia mempunyai waktu paroh biologik selama 23 hari dan merupakan imunitas
yang baik (sebagai serum transfer). Ia dapat mengaglutinasi antigen yang tidak larut. IgG
adalah satu-satunya imunoglobulin yang dapat melewati plasenta.
 IgG mempunyai struktur dasar imunoglobulin yang terdiri dari 2 rantai berat H dan 2
rantai ringan L. IgG manusia mempunyai koefisien sedimentasi 7 S dengan berat molekul
sekitar 150.000. Pada orang normal IgG merupakan 75% dari seluruh jumlah
imunoglobulin.
 Imunoglobulin G terdiri dari 4 subkelas, masing-masing mempunyai perbedaan yang
tidak banyak, dengan perbandingan jumlahnya sebagai berikut: IgG1 40-70%, IgG2 4-
20%, IgG3 4-8%, dan IgG4 2-6%. Masa paruh IgG adalah 3 minggu, kecuali subkelas
IgG3 yang hanya mempunyai masa paruh l minggu. Kemampuan mengikat komplemen
setiap subkelas IgG juga tidak sama, seperti IgG3 > IgGl > IgG2 > IgG4. Sedangkan
IgG4 tidak dapat mengikat komplemen dari jalur klasik (ikatan C1q) tetapi melalui jalur
alternatif. Lokasi ikatan C1q pada molekul IgG adalah pada domain CH2.
 Sel makrofag mempunyai reseptor untuk IgG1 dan IgG3 pada fragmen Fc. Ikatan
antibodi dan makrofag secara pasif akan memungkinkan makrofag memfagosit antigen
yang telah dibungkus antibodi (opsonisasi). Ikatan ini terjadi pada subkelas IgG1 dan
IgG3 pada lokasi domain CH3.
 Bagian Fc dari IgG mempunyai bermacam proses biologik dimulai dengan kompleks
imun yang hasil akhirnya pemusnahan antigen asing. Kompleks imun yang terdiri dari
ikatan sel dan antibodi dengan reseptor Fc pada sel killer memulai respons sitolitik
(antibody dependent cell-mediated cytotoxicity = ADCC) yang ditujukan pada antibodi
yang diliputi sel. Kompleks imun yang berinteraksi dengan sel limfosit pada reseptor Fc
pada trombosit akan menyebabkan reaksi dan agregasi trombosit. Reseptor Fc memegang
peranan pada transport IgG melalui sel plasenta dari ibu ke sirkulasi janin.

Imunoglobulin M disebut juga rantai –µ (mu)

 Imunoglobulin M ditemukan pada permukaan sel B yang matang. IgM mempunyai waktu
paroh biologi 5 hari, mempunyai bentuk pentamer dengan lima valensi. Imunoglobulin
ini hanya dibentuk oleh faetus. Peningkatan jumlah IgM mencerminkan adanya infeksi
baru atai adanya antigen (imunisasi/vaksinasi). IgM adalah merupakan aglutinin yang
efisien dan merupakan isohem- aglutinin alamiah. IgM sngat efisien dalam mengaktifkan
komplemen. IgM dibentuk setelah terbentuk T-independen antigen, dan setelah imunisasi
dengan T-dependent antigen.
 Imunoglobulin M merupakan 10% dari seluruh jumlah imunoglobulin, dengan koefisien
sedimen 19 S dan berat molekul 850.000-l.000.000. Molekul ini mempunyai 12% dari
beratnya adalah karbohidrat. Antibodi IgM adalah antibodi yang pertama kali timbul pada
respon imun terhadap antigen dan antibodi yang utama pada golongan darah secara
alami. Gabungan antigen dengan satu molekul IgM cukup untuk memulai reaksi kaskade
komplemen.
 IgM terdiri dari pentamer unit monomerik dengan rantai μ dan CH. Molekul monomer
dihubungkan satu dengan lainnya dengan ikatan disulfida pada domain CH4 menyerupai
gelang dan tiap monomer dihubungkan satu dengan lain pada ujung permulaan dan
akhirnya oleh protein J yang berfungsi sebagai kunci.

Imunoglobulin A (IgA) disebut juga rantai –α (alpha).

 Imunoglobulin A adalah antibodi sekretori, ditemukan dalam saliva, keringat, air mata,
cairan mukosa, susu, cairan lambung dan sebgainya. Yang aktiv adalah bentuk dimer
(yy), sedangkan yang monomer (y) tidak aktif. Jaringan yang mensekresi bentuk bentuk
dimer ini ialah sel epithel yang bertindak sebagai reseptor IgA, yang kemudian sel
tersebut bersama IgA masuk kedalam lumen.
 Imunoglobulin ini melindungi selaput mukosa dari serangan bakteri dan virus.
Ditemukan pula sinergisme antara IgA dengan lisozim dan komplemen untuk mematikan
kuman koliform. Juga kemampuan IgA melekat pada sel polimorf dan kemudian
melancarkan reaksi komplemen melalui jalan metabolisme alternatif.
 Tiap molekul IgA sekretorik berbobot molekul 400.000 terdiri atas dua unit polipeptida
dan satu molekul rantai-J serta komponen sekretorik. Sekurang-kurangnya dalam serum
terdapat dua subkelas IgA1 dan IgA2. Terdapat dalam serum terutama sebagai monomer
7S tetapi cenderung membentuk polimer dengan perantaraan polipeptida yang disintesis
oleh sel epitel untuk memungkinkan IgA melewati permukaan epitel, disebut rantai-J.
Pada sekresi ini IgA ditemukan dalam bentuk dimer yang tahan terhadap proteolisis
berkat kombinasi dengan suatu protein khusus, disebut Secretory Component yang
disintesa oleh sel epitel lokal dan juga diproduksi secara lokal oleh sel plasma.

Imunoglobulin D (Ig D) disebut juga rantai –δ (delta)

 Imunoglobulin D ini berjumlah sedikit dalam serum. IgD adalah penenda permukaan
pada sel B yang matang. IgD dibentuk bersama dengan IgM oleh sel B normal. Sel B
membentuk IgD dan IgM karena untuk membedakan unit dari RNA.
 Konsentrasi IgD dalam serum sangat sedikit (0,03 mg/ml), sangat labil terhadap
pemanasan dan sensitif terhadap proteolisis. Berat molekulnya adalah 180.000. Rantai δ
mempunyai berat molekul 60.000 – 70.000 dan l2% terdiri dari karbohidrat. Fungsi
utama IgD belum diketahui tetapi merupakan imunoglobulin permukaan sel limfosit B
bersama IgM dan diduga berperan dalam diferensiasi sel ini.

ImunoglobulinE (IgE) disebut juga rantai –ε (epsilon)

 Imunoglobulin E ditemukan sedikit dalam serum, terutama kalau berikatan dengan mast
sel dan basophil secara efektif, tetapi kurang efektif dengan eosinpphil. IgE berikatan
pada reseptor Fc pada sel-sel tersebut. Dengan adanya antigen yang spesifik untuk IgE,
imunoglobulin ini menjadi bereaksi silang untuk memacu degranulasi dan membebaskan
histamin dan komponen lainnya sehingga menyebabkan reaksi anaphylaksis. IgE sangat
berguna untuk melawan parasit
 Didalam serum ditemukan dalam konsentrasi sangat rendah. IgE apabila disuntikkan ke
dalam kulit akan terikat pada Mast Cells dan Basofil. Kontak dengan antigen akan
menyebabkan degranulasi dari Mast Cells dengan pengeluaran zat amin yang vasoaktif.
IgE yang terikat ini berlaku sebagai reseptor yang merangsang produksinya dan
kompleks antigen-antibodi yang dihasilkan memicu respon alergi Anafilaktik melalui
pelepasan zat perantara.
 Pada orang dengan hipersensitivitas alergi berperantara antibodi, konsentrasi IgE akan
meningkat dan dapat muncul pada sekresi luar.
 Dihasilkan pada saat respon alergi seperti asma dan biduran. Peranan IgE belum terlalu
jelas.IgE berukuran sedikit lebih besar dibandingkan dengan molekul IgG dan hanya
mewakili sebagian kecil dari total antibodi dalam darah. Daerah ekor berikatan dengan
reseptor pada sel mast dan basofil dan, ketika dipicu oleh antigen, menyebabkan sel-sel
itu membebaskan histamine dan zat kimia lain yang menyebabkan reaksi alergi.
 Regio Fc dari IgE terikat pada reseptor pada permukaan sel mast dan basofil. IgE yang
terikat ini bertindak sebagai reseptor antigen yang menstimulasi produksinya sehingga
terbentuk kompleks antigen-antibodi yang memicu terjadinya respon alergi tipe cepat
(anafilaksis) melalui pelepasan mediator. Pada orang dengan hipersensivitas alergi yang
diperantarai antibodi tersebut, IgE meningkat dengan cepat dan IgE dapat terdapat pada
sekresi eksternal. IgE serum juga meningkat secara tipikal selama infeksi cacing.

Sifat-sifat fisika dari lima kelas utama immunoglobulin


Nama (WHO) IgG IgA IgM IgD IgE
Angka sedimentasi 7S,9S,
7S 19S 7S 8S
11S*
Berat molekul 160.000
150.000 dan 900.000 185.000 200.000
dimmer
Jumlah unit 4-
1 1, 2* 5 1 1
peptida dasar
Rantai berat (H) γ Α μ Δ ε
Rantai ringan κ, λ κ, λ κ, λ κ, λ κ, λ
Susunan molekul (α2κ2)1-2
γ2κ2 (α2λ2) 1-2 (μ2κ2)5 δ2κ2 ε 2κ2
γ2κ2 (α2κ2) 2S* (μ2λ2)5 δ2λ 2 (?) ε2λ 2
(α2λ2) 2S*
Valensi untuk
2 2, 4 10 2 2
mengikat antigen

Konsentrasi serum 17-450


8-16 1,4-4 0,5-2 0-0,4
normal (mg/ml) **
% imunoglobulin
80 13 6 0-1 0,002
total
% karbohidrat 3 8 12 13 12

* = bentuk dimmer dalam sekresi mempunyai komponen S


** = 1ng = 10-9 g
Sifat-sifat biologi lima kelas utama immunoglobulin manusia

IgG IgA IgM IgD IgE

Timbul pada
Ig terbanyak Aglutinin Terdapat pada
Ig utama dalam infeksi parasit,
Sifat utama dalam cairan efektif produksi permukaan
sekresi penyebab
tubuh dini reaksi imun limfosit bayi
atopic allergy
Ikatan + – + – –
komplemen

Tembus plasenta + – – – –

Melekat pada – – – – +
mast cell dan sel
basofil
Daya pelekatan + +/- – – –
pada makrofag
Antigen binding sites, tempat pengikatan antigen

Light chain, rantai ringan


Jembatan disulfida

Wilayah variabel pd rantai ringan

Wilayah variabel pd rantai berat

Rantai berat

wilayah konstan pada rantai ringan