Anda di halaman 1dari 5

Program Studi S1-Teknobiomedik

Fakultas Sains dan Teknologi

PERCOBAAN ELEKTROMIOGRAM

Evlyn Anggraini Santoso (081311733017)


Dosen: Franky , ST, MT.
Tanggal Percobaan: 21/03/2016
TME304-Praktikum Instrumentasi Biomedis
Laboratorium Instrumentasi Medik Universitas Airlangga

Abstrak

Telah dilakukan praktikum tentang electrocardiogram, dimana pada percobaan ini


bertujuan untuk mengukur dan memahami fungsi masing-masing bagian dalam rangkaian
instrumentasi EMG. Elektromigrafi (EMG) adalah teknik untuk memeriksa dan merekam
aktivitas sinyal otot.EMG dilakukan dengan instrument bernama elektromiograf untuk
menghasilkan rekaman yang bernama elektromiogram. Di dalam EMG terdapat beberapa
rangkaian yang dapat mendukung proses kerja dari alat tersebut, rangkaian tersebut diantara
lain adalah : rangkaian Lead Fail Detector, rangkaian Baseline Restoration, dan rangkaian
isolasi. Perlu dilakukan pengecekan dan pemeriksaan terhapad komponen maupun rangkaian
yang terdapat pada EMG

Kata kunci : EMG,

1. PENDAHULUAN merekam dan menganalisis sinyal


Elecromiorafi (EMG) adalah teknik myoelectric. Selain sebagai sinyal input pada
untuk memeriksa dan merekan aktivitas suatu kontroler, EMG juga
sinyal otot. Elektromiogram digunakan digunakansebagai terapi kelumpuhan,
untuk mendeteksi potensial listrik yang fisioterapi, penelitian medis dan pengukuran
dihasilkan oleh sel otot ketika otot ini aktif aktifitas otot olahragawan [1].
dan ketika sedang beristirahat.
Electromyogram dapat diukur 2. STUDI PUSTAKA
dengan dua cara, secara invasive yaitu 2.1 Pengambilan Sinyal EMG
dengan memasukkan elekroda jarum pada Proses pengambilan sinyal EMG
otot yang akan diukur dan secara non pada umumnya dapat dilakukan dengan
invasive yaitu meletakkan elektroda pada menggunakan elektroda. Elektroda
permukaan kulit. merupakan alat yang berfungsi mengubah
Electromyograph (EMG) merupakan arus dari ion tubuh menjadi arus elektron.
salah satu dari sinyal biologis yang pada Elektroda digunakan untuk
umumnya digunakan sebagai sinyal input menangkap sinyal EMG dan juga sebagai
kontroler berbagai aplikasi dikarenakan grounding yang ditempelkan pada daerah
sinyal tersebut merupakan refleksi dari yang memiliki resistansi tubuh yang kecil.
tingkat aktivitas otot. Electromyogram Peletakkan elektroda dapat langsung
merupakan metode yang digunakan untuk
Program Studi S1-Teknobiomedik
Fakultas Sains dan Teknologi

ditempelkan pada bagian otot yang ingin off nya, sehingga sinyal tersebut tidak akan
diperiksa. terbaca oleh rangkaian berikutnnya.
Pada proses pengambilan sinyal Notch filter Berfungsi untuk
elektromyografi, elektroda ditempatkan menghilangkan sinyal yang memiliki
berdasarkan bipolar configuration. Bipolar frekuensi 50 Hz (PLN). Sedangkan Low
configuration digunakan untuk pass filter Berfungsi sebagai penyaring
mendapatkan sinyal EMG dengan (menghilangkan) sinyal listrik yang
menggunakan dua elektroda surface dan memiliki frekuensi diatas frekuensi cut off
satu elektroda sebagai referensi [2]. nya.

2.4 Elektroda
Suatu komponen yang berfungsi
sebagai tranasduser (pengubah besaran lain
menjadi besaran listrik), sehingga kelistrikan
Gambar 1. Bipolar electrode configuration otot (biopotensial) dapat terekam oleh alat.
Sensor elektroda yang dibutuhkan untuk
2.2 Differential Amplifier merekam biopotensial tubuh dapat
digolongkan atas sensor elektroda
Differential amplifier merupakan
terpolarisasi dan tidak terpolarisasi, namun
amplifier yang digunakan untuk mencari
pada umumnya sesnor elektroda memiliki
selisih tegangan dari dua sinyal yang masuk.
sifat diantara kedua jenis tersebut. sensor
Tegangan Output merupakan tegangan
elektroda yang digunakan pada EMG
tunggal yang mengacu pada ground
memiliki beberapa jenis, yaitu surface
biasanya disebut single-ended-voltage.
elektrode dan needle elektrode.
2.3 Filter
3. METODOLOGI
Filter merupakan penyaring yang
Percobaan elektromiogram ini
berfungsi menyaring frekuensi yang
menggunakan seperangkat elektromiogram,
diinginkan dan merdeam frekuensi yang
tetapi tidak beserta elektroda, karena
tidak diinginkan. Pada umunya filter terdiri
percobaaan elektromiogram ini bertujuan
dari filter aktif dan filter pasif. Filter aktif
untuk memahami fungsi masing-masing
merupakan gabungan transistor dan Op-
bagian dalam rangkaian instrumentasi EMG,
Amp. Filter aktif dapat dirancang
sehingga tidak menggunakan praktikan
menggunakan Low Pass Filter, High Pass
sebagai orang coba yang diukur kelistrikan
Filter, Band Pass Filter dan Band Stop
ototnya. Percobaan ini dimulai dengan
Filter[5].
menganalisis bagian EMG dari awal
High pass filter adalah Suatu
rangkaian sampai rangkaian paling akhir
rangkaian yang berfungsi sebagai penyaring
sebelum masuk ke display element.
(menghilangkan) sinyal listrik yang
memiliki frekuensi dibawah frekuensi cut
Program Studi S1-Teknobiomedik
Fakultas Sains dan Teknologi

maupun kegagalan sistem lainnya. Pada


rangkaian proteksi terdapat rangkaian filter
. yang memiliki fungsi untuk melindungi
4. HASIL DAN ANALISIS rangkaian dari frekuensi tinggi atau yang
Pada praktikum EMG ini tidak tidak diinginkan. Pada rangkaian proteksi
dilakukan pengukuran potensial listrik otot terdapat dioda, dimana dioda memiliki
oleh orang coba, hanya dilakukan fungsi untuk membatasi tegangan yang
pengecekan dan pemahaman rangkaian dan masuk.
komponen yang terdapat pada EMG. Kemudian terdapat rangkaian
Pada umumnya rangkaian EMG Instrument Amplifier, yaitu komponen yang
terdiri dari elektroda, amplifier, filter, dan berfungsi memberikan penguatan pada
ADC, pada perangkat EMG yang telah sinyal listrik yang terekam oleh elektroda.
dibongkar ketika praktikum didalamnya Pada proteksi frekuensi bertujuan
terdapat beberapa rangkaian yaitu : agar sinyal yang masuk dapat dibaca dan
1. Rangkaian Lead Fail Detector bagus, pada proteksi tegangan, untuk
Fungsi dari rangkaian Lead Fail melindungi agar alat tidak mudah rusak.
Detector adalah seperangkat instrument 3. Rangkaian Baseline Restoration
yang bertugas mendeteksi apabila terdapat
elektroda yang terlepas. Jadi ketika dalam
pemeriksaan dan terdapat elektroda yang
terlepas dari tubuh pasien maka Lead Fail
Detector akan memberikan alarm berupa
tanda LED yang menyala. Berikut adalah
gambar rangkaian Lead Fail Detector :

Gambar 3. Rangkaian Baseline


Restoration
Rangkaian diatas merupakan
rangkaian Baseline Restoration yang
berfungsi sebagai pereset rangkaian secara
otomatis, sehingga apabila sinyal dalam
kondisi saturasi, maka sinyal akan
Gambar 2. Rangkaian Lead Fail Detector dikembalikan dalam posisi dasar
4. Rangkaian Isolasi
2. Rangkaian Proteksi dan Instrument Fungsi dari rangkaian isolasi adalah
Amplifier untuk melindungi pasien dari kemungkinan
Fungsi dari Rangkaian Proteksi dan tegangan tinggi yang tidak diharapkan,
Instrument Amplifier adalah untuk dengan cara mengisolasi rangkaian dengan
melindungi komponen-komponen komputer, yakni memisahkan ground
penyususn EMG, baik dari tegangan tinggi rangkaian dengan komputer. Terdapat IC
Program Studi S1-Teknobiomedik
Fakultas Sains dan Teknologi

pada rangkaian ini diaman didalamnya Digunakan 2 batrai pada perangkat


terdapat diode dan transistor, kegunaan IC EMG ini yang berfungsi sebagai sumber
ini adalah apabila ada tegangan tinggi atau tegangan DC. Fungsinya adalah sebagai
konsleting dari rangkaian, maka tidak akan back-up apabila sumber tegangan AC (PLN)
mengenai pasien yang sedang menggunakan mati atau terputus, maka masih ada sumber
EMG (terhubung dengan EMG). Terdapat tegangan cadangan agar alat (EMG) tetap
juga IC yang sama dimana didalamnya juga menyala dan sebagai pembatas agar tidak
terdapat transistor dan diode, yang terganggu oleh jala-jala listrik PLN (50Hz).
terhubung langsung pada ground yang tidak EMG memiliki ADC (Analog to
sama dengan ground pada rangkaian Digital Converter) karena sebagai fungsinya
lainnya. Dioda yang terhubung dengan untuk menghubungkan ke display element.
transistor dinamakan optocoupler Fungsi dari ADC adalah mengubah sinyal
Optocupler adalah suatu komponen analog (sinyal kontinyu) menjadi sinyal
yang terdiri dari dua bagian, yaitu pengirim digital. Prinsip kerjanya yaitu mengkonversi
(transmitter) dan penerima (receiver), sinyal analog ke dalam bentuk besaran yang
dimana terdapat bagian cahaya dan deteksi merupakan rasio perbandingan sinyal input
cahaya yang terpisah. Terdapa saklar dan tegangan referensi.
otomatis pada Optocupler yang merupakan
komponen penggandeng (coupling) antara
rangkaian input dan rangkaian output
menggunakan media cahaya (opto) sebagai
penghubung.
Peran transmitter pada EMG ini
adalah LED infra merah, dimana LED
terhubung dengan input atau rangkaian Gambar 4.Rangkaian Isolasi
kontrol. .
Untuk phototransistor (komponen
semikonduktor) sebagai receiver terhubung 5. KESIMPULAN
dengan output. Phototransistor bekerja saat  EMG berfungsi untuk mengukur
terkena cahaya. Cara kerja optocoupler yaitu kelistrikan otot tubuh.
arus listrik yang mengalir melalui IR LED  Memiliki beberapa bagian penting,
akan menyebabkan IR LED memancarkan seperti elektroda (transduser), pre-
sinyal cahaya infra merah. Intensitas cahaya amplifier (penguat), filter, rangkaian
yang terpancar bergantung pada jumlah arus proteksi, isolasi, dan display.
yang mengalir. Cahaya infra merah ini akan  Cara kerja EMG hampir mirip
dideteksi oleh phototransistor dan dengan alat-alat pengukur
menyebabkan terjadinya hubungan atau biopotensial tubuh lain, seperti ECG
switch ON pada phototransistor. Sehingga (Electrocardiogram) maupun EEG
pada rangkaian input tidak akan terhubung (Electroensephalongram), yang
dengan rangkaian output. membedakan diantara ketiganya
Program Studi S1-Teknobiomedik
Fakultas Sains dan Teknologi

hanya terletak pada penguatan yang


digunakan dan filter.

DAFTAR PUSTAKA

 Adel S. Sedra dan Kennet C. Smith,


Microelectronic Circuits, Oxford
University Press, USA, 1997.
 Ama, Fadli.,dkk. 2012. Pedoman
Praktikum Biomekanika dan
Biotransportasi. FSAINTEK:
Surabaya.
 http://teknikelektronika.com/pen
gertian-optocoupler-fungsi-
prinsip-kerja-optocoupler/
(11 April 2016, 22:50)