Anda di halaman 1dari 9

A.

DINDING SEL TUMBUHAN


Sel terdiri dari organel-organel sel yang masing-masing memiliki tugas
khusus. Salah satu organel sel yang memiliki tugas yang tak kalah penting
tersebut adalah Dinding sel. Salah satu ciri yang membedakan antara sel hewan
dan sel tumbuhan adalah adanya dinding sel. Dinding sel merupakan sebuah
membran yang terbentuk pada bagian luar dari membran sel yang berperan
sangat penting dalam membentuk struktur sel yang kaku, memberi kekuatan dan
perlindungan kepada sel terhadap tekanan mekanik.

Dinding sel adalah struktur di luar membran plasma yang membatasi


ruang bagi sel untuk membesar. Dinding sel merupakan ciri khas yang dimiliki
tumbuhan, bakteri, fungi (jamur), dan alga, meskipun struktur penyusun dan
kelengkapannya berbeda. Hewan dan protista kebanyakan tidak memiliki dinding
sel.
.

1. Fungsi Dinding Sel


Dinding sel memiliki berbagai fungsi diantaranya
a. Mempertahankan/menentukan bentuk sel.
b. Mendukung dan memberi kekuatan secara mekanik (memungkinkan tanaman
untuk tumbuh tinggi, dll).
c. Mencegah membran sel pecah dalam medium hipotonik atau tekanan turgor.
d. Mengontrol laju dan arah pertumbuhan sel serta mengatur isi sel.
e. Bertanggung jawab pada struktur bentuk tumbuhan dan mengontrol
morfogenesis tanaman.
f. Memiliki peran metabolisme.
g. Memberi perlindungan fisik dari serangan serangga dan pathogen.
h. Penyimpanan karbohidrat yang merupakan salah satu komponen dinding
selyang dapat digunakan kembali dalam proses metabolisme lainnya. Jadi, di
satu sisi dinding sel berfungsi sebagai gudang penyimpanan untuk karbohidrat.

1
i. Sebagai produk ekonomis, dimana dinding sel sangat penting untuk
menghasilkan produk-produk seperti kertas, serat, serat kayu,sumber energy,
papan dan bahkan sebagai bahan dasar dalam produk makanan diet kita.
j. Tabung untuk trasportasi jarak jauh.
k. Kegiatan fisiologis dan biokimia pada dinding sel berperan untuk komunikasi
antar sel-sel.

2. Komponen Dinding Sel Tumbuhan


Komponen utama dinding sel tumbuhan adalah polisakarida yang terdiri atas
tiga tipe utama yaitu Selulosa, Hemiselulosa, Polisakarida pektat.

Gambar 1. Struktur Dinding Sel Tumbuhan


a. Selulosa
Selulosa adalah polimer lurus yang terdiri atas unit-unit glukosa yang
membentuk rantai yang saling berhubungan melalui ikatan glikosida. Satu
molekul selulosa terdiri atas 8.000-15.000 unit glikosa. Dalam satu mikrofibril,
setiap rantai glukosa membentuk ikatan hidrogen dengan rantai glukosa yang
ada didekatnya sehingga secara struktural mikrofibril menjadi lebih stabil.
b. Hemiselulosa
Hemiselulosa merupakan molekul heteropolimer yang bercabang-cabang.
Keberadaannya terdiri atas berbagai macam gula dan asam uronat, gula
heteropolimer pentosa (arabinosa, xylosa), heksosa (manosa dan galaktosa)
c. Pektin

2
Pektin adalah suatu famili dari polisakarida dan memiliki struktur yang sangat
bervariasi. Satu ciri utama yang dimilikinya adalah adanya gugus asam yang
disebabkan oleh adanya residu asam glukoronat dan galaktoronat.. Pektin
mempunyai struktur yang sangat bervariasi dengan ciri utama adanya gugus
asam yang merupakan residu asam glukoronat dan galaktoronat
d. Protein Non Struktural
Dinding sel tumbuhan juga mengandung komponen-komponen non
polisakarida, yaitu berupa protein-protein struktural yang kaya dengan hidroksi
prolin yaitu sekitar 25%. Diduga bahwa, fungsi dari protein tersebut adalah dalam
pengorganisasian dinding sel.
e. Lignin dan Kutin
Selain itu, terdapat plastik biologi, yaitu lignin dan kutin. Lignin biasanya
mengisi dinding sekunder dan menyebabkan dinding menjadi kaku. Lignin
dibentuk dari hasil polimerisasi prekuersor lignin. Lignin berfungsi sebagai bahan
pengisi dinding sel. Kutin biasanya terdapat pada permukaan dinding sel dan
berfungsi agar permukaan sel resisten terhadap dehidrasi dan juga sebagai
proteksi sel terhadap luka.
f. Mikrofibril
Kurang lebih 40-70 tantai molekul selulosa terdapat dalam kelompok-
kelompok yang sejajar membentuk mikrofibril. Mikrofibril-mikrofibril saling
berkelompok membentuk mikrofibril dengan diameter ± 0,5 ¡1 dan tampak dengan
mikroskop cahaya. Di dalam dinding sel, mikrofibril dilapisi oleh hemiselulosa
yang selanjutnya dihubungkan ke hemiselulosa lain oleh pektin dan polisakarida
lain

3
(a) (b)
Gambar 8. Dinding sel primer (a), Dinding sel sekunder (b)

Pada dinding primer, mikrofibril tersebar dalam suatu matriks , bersifat lentur,
dan memanjang bersama-sama dengan pemanjangan protoplasma, kadar
hemiselulosa tinggi dan hemiselulosa relatif rendah. Dinding primer merupakan
struktur yang pertama kali diletakkan pada lamella tengah. Pada dinding
sekunder, mikrofibrilnya tersusun sejajar, kaku dan tidak dapat memanjang,
kadar hemiselulosa relatif rendah dan selulosanya lebih banyak.
Dinding sekunder dibentuk setelah sel mencapai ukuran yang maksimum.
Dinding sekunder merupakan suatu struktur multilamella yang terdiri atas tiga
lapisan yang disebut S1, S2, dan S3. Mikrofibril pada lapisan ini terle-tak sejajar
tetapi menurut arah yang berbeda pada lapisan yang berbeda.

Membran sel
Membran sel adalah lapisan penghambat selektif yang dapat berfungsi
untuk menjadi dinding pemisah antara sel individu dengan kompartemen selular.
Membran sel memiliki sifat yang dinamis, bekerja secara berkala dan terus-
menerus terbentuk dan mengalami degradasi. Vesikel membran akan bergerak
pada organel sel dan bagaian permukaan sel. Membran sel tidak mampu untuk
menurunkan komponen yang terdapat pada membran sehingga menyebabkan
penyakit pada penyimpanan lisosomal.
Membran sel memiliki dua lapisan fosfolipid. Molekul fosfolipid dilengkapi dengan
kepala yang disebut sebagai permukaan hidrofilik sedangkan bagian yang
dianggap sebagai ekor disebut sebagai hidrofobik. Susunan lapisan – lapisan
membran fosfolipid tersusun dengan rapi sehingga daerah kepala berada di
bagian luar.
Pada bagian dalam atau permukaan internal membran plasma terdapat bagian
ekor yang tersusun sangat dekat pada area pusat membran. Membran sel
tersusun sebagian besar atas protein. Molekul protein berada di dalam rangkaian
lapisan fosfolipid. Fungsi dari membran sel berdasarkan strukturnya yakni akan
melindingi sel dari lingkungan di luar.

4
Fungsi Membran Sel
 Fungsi utama dari membran sel adalah sebagai gerbang untuk penutup atau
pelindung untuk sel.
 Membran sel berfungsi untuk mengamankan bagian sitoskeleton. Sitoskeleton
terdiri atas protein dan berada pada bagian sitoplasma. Sitoskeleton akan
memberikan bentuk dan struktur pada sel secara
 Membran sel berfungsi untuk melayani sel dalam melekatkan matriks bagaian
ekstraselular sel. Matriks merupakan bahan eksternal dengan sifat non hidup.
Matriks memungkinkan pembentukan kelompok pada
 Sel-sel yang akan dikelompokkan dapat diamati dari ada atau tidaknya membran
sel. Transportasi molekul pada organel sel adalah salah satu fungsi penting bagi
membran sel. Membran sel memiliki sifat semipermeabel yang mampu
mengontrol setiap pergerakan keluar masuk berbagai komponen. Gerakan pada
membran sel merupakan energi sel yang bersifat pasif.
 Molekul-molekul pada protein dapat ditemukan pada membran plasma sebagai
penerima sinyal dari selain dan dari lingkungan eksternal. Sinyal pada membran
sel tersebut akan diubah menjadi pesan atau impuls yang kemudian harus
diteruskan ke organel sel
 Molekul protein yag terdapat pada membran plasma akan membentuk enzim
yang berguna untuk reaksi metabolisme.
Fungsi membran sel yang utama yakni menjadi lalu lintas membran digolongkan
menjadi dua cara.
 Transpor pasif atau pergerakan spontan yakni difusi dan osmosis. Difusi adalah
pergerakan yang terjadi pada molekul yang berasal dari konsentrasi tinggi atau
hipertonis ke konsentrasi rendah atau hipotonis. Osmosis adalah pergerakan
pelarut yang melintasi membran selektif dengan arah perpindahan berbeda
dengan konsentrasi zat terlarut.
 Transpor aktif memiliki arah perpindahan yang melawan gradien konsentrasi.
Molekul bergerak dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi. Pada proses
transpor aktif membutuhkan bantuan energi, Energi akan berfungsi sebagai
pemelihari konsentrasi molekul kecil yang ada di dalam sel terhadap lingkungan.

5
Contoh molekul yakni coupled carries dan ATP driven pumps (transpor
Na+/K+ATPase).

Pada dinding sel ada bagian yang tidak menebal, yaitu bagian yang disebut
noktah. Melalui noktah ini terjadi hubungan antara sitoplasma satu dengan yang
lain yang disebut plasmodesmata. Plasmodesmata berupa juluran plasma, yang
berfungsi menjadi pintu keluar masuknya zat.
Plasodesmata
Plasmodesma (desmos:mengikat,jamak: plasmodesmata) merupakan
saluran penghubung antar sel tumbuhan atau dapat dikatakan sebagai media
komunikasi pada sel tumbuhan. Plasmodesmata terletak di antara dua dinding
sel tumbuhan dan berhubungan langsung dengan kedua RE halus masing-
masing sel. Plasmodesmata adalah saluran sempit yang bertindak sebagai
jembatan antar sel-sel sitoplasma untuk memfasilitasi komunikasi dan
transportasi bahan antara sel tumbuhan.
Sitoplasma lewat melintasi plasmodemata dan menghubungkan kandungan
hidup sel yang bersebelahan.[1] Ini akan menyatukan sebagian besar bagian
tumbuhan itu menjadi satu rangkaian hidup.[1] Membran plasma sel yang
bersebelahan bersambungan melalui plasmodesmata.[1] Air dan zat terlarut yang
berukuran kecil dapat lewat secara leluasa dari sel ke sel.[1] Cara transportasi
tersebut dinamakan simplas.[1] Dalam keadaan tertentu, molekul protein khusus
dan RNA dapat juga melakukan hal seperti itu.[1] Plasmodesmata telah dapat
dilihat sejak berabad-abad lalu, tetapi struktur rincinya baru dapat dipelajari
setelah berkembangnya mikroskop elektron.[2] Plasmodesmata tampak seperti
terowongan yang terjadi dari perluasan membran plasma dari sejumlah sel yang
bersebelahan dan berisi sebuah tabung berdiameter lebih kurang 40 nm. [2]

6
Gambar 10. Plasmodesmata

a. Struktur Plasmodesmata
Plasmodesmata terdiri dari 2 bagian, yaitu:
• Pori: terdiri dari lengan sitoplasma (CS) dan koneksi penghubung (SP).Materi
yang melewati pori adalah materi yang ditransfer ke sel lain tanpa membutuhkan
energi karena mengikuti gradien potensial (transpor pasif)
• Membran : terdiri dari desmotubul (D) dan tabung pusat (CR). Proses transportasi
materi yang terjadi pada bagian ini adalah transpor aktif yang melibatkan kerja
aktin dan myosin sebagai donor ATP.

Keterangan:
CW : Dinding sel
ER : Retikulum endoplasma
PM :Membran plasma
CS :Lengan sitoplasma
SP :koneksi penghubung
desmotubul dengan PM
D :Desmotubul
CR : Tabung pusat (berisi aktin dan
myosin)

Gambar 11. Struktur anatomi plasmodesmata

7
Plasmodesmata sebagai penghubung protoplas antarsel tumbuhan
Simplas
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Jalur apoplas dan simplas


Simplas adalah kontinum sitoplasma yang berhubungan oleh plasmodesmata
pada tumbuhan dan berfungsi untuk mengangkut air dan mineral dari akar ke
xilem.[1]Proses penyerapan air dan zat hara dalam akar tumbuhan dapat melalui
dua jalan, yaitu di luar pembuluh dan di dalam pembuluh.[2] Pengangkutan di luar
pembuluh terbagi menjadi apoplas dan simplas.[3] Simplas mencakup sitoplasma
semua sel tumbuhan dan vakuola.[2] Simplas merupakan satu unit karena
protoplas sel yang berdampingan saling berhubungan melalui plasmodesmata. [2]
bahan seperti glukosa dapat melewati plasmodesmata dari sel ke sel ribuan kali
lebih cepat daripada dengan menembus membran dan dinding sel.[2] Tapi partikel
yang lebih besar dari 10 nm tidak dapat melewati plasmodesmata.[2]
Apoplas
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

8
Jalur apoplas dan simplas
Apoplas adalah suatu kontinum tak hidup yang terbentuk melalui jalur
ekstraseluler yang disediakan oleh matriks kontinu dinding sel dan berfungsi
untuk mengangkut air dari akar ke xilem.[1] Definisi lainnya menyebutkan bahwa
apoplas adalah suatu sistem yang menyangkut antara dinding sel yang saling
berhubungan dengan unsur xilem berisi air.[2] Proses penyerapan air dan zat hara
dalam akar tumbuhan dapat melalui dua jalan, yaitu di luar pembuluh dan di
dalam pembuluh.[2] Pengangkutan di luar pembuluh terbagi menjadi apoplas dan
simplas.[3] Apoplas meliputi semua dinding sel pada korteks akar (kecuali dinding
endodermis dan eksodermis dengan pita Kaspariannya karena kedua jaringan
tersebut tidak permeabel terhadap air), semua trakeid dan pembuluh pada xilem,
semua dinding sel daun, floem, dan sel lain.[1] Kecuali pada pita Kaspari,
perambatan cairan dari bawah ke bagian atas tumbuhan dapat terjadi seluruhnya
melalui apoplas, terutama di xilem.[2]