Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH BAHASA INDONESIA

“Mampu mengomunikasikan ide melalui tujuan berbahasa Indonesia


(karangan dikatakan ilmiah, ciri-ciri bahasa ilmiah).”
Dosen Pembimbing
Mukminin,S.Pd.,MA

Kelompok 7 (S1 KEPERAWATAN)


PENYUSUN :
 Aan Anisyah K U (151001001)
 Ahmad Sobha Rizki A (151001003)
 Alifia Rahma Nadlifah (151001004)
 Desi Anjarsari (151001008)
 Mahda Fanindha W (151001022)
 Shinta Lukita Kirana P (151001039)
 Tita Heni Febrianti (151001041)
 Lutfi Pangesti (151001069)
 Oktafia Indah L Dewi (151001078)
 Rozaq Aldy (151001082)
 Tina Oktafiana (151001086)

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pemkab


Jombang
Tahun Ajaran 2015/2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karuni, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah Bhs Indonesia
tentang mampu mengkomunikasikan ide melalui tulisan berbahasa indonesia (karangan
dikatakan ilmiah, ciri-ciri bahasa ilmiah). Dan juga kami berterima kasih kepada Bapak
Mukminin, S.Pd., MA selaku dosen mata kuliah Bhs Indonesia STIKES PEMKAB
JOMBANG yang telah memberikan tugas ini kepada kami.

Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan kita mengenai karangan dikatakan ilmiah dan ciri-ciri bahasa ilmiah. Kami
juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari
kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan
makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang
sempurna tanpa saran yang membangun.

Semoga makalah sederhana ini dapat di pahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang
yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang
kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di
masa depan.

Jombang, 28 September 2015

Penyusun
DAFTAR ISI

BAB 1 : PENDAHULUAN ....................................................................... ...... 1-2


1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
1.3 Rumusan Masalah

BAB 2 : PEMBAHASAN ................................................................................ 3-9


2.1 Karangan Dikatakan Ilmiah
2.2 Ciri-Ciri Bahasa Karya Ilmiah

BAB 3 : PENUTUP ................................................................................ 10


3.1 Daftar Pustaka
BAB 1 : PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Karya ilmiah lazim juga disebut karangan ilmiah. Lebih lanjut, Brotowidjoyo
menjelaskan karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta
dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Karya ilmiah dapat juga
berarti tulisan yang didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang
tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun
bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/keilmiahannya (Susilo,
M. Eko, 1995:11).
Karya ilmiah atau dalam bahasa Inggris (scientific paper) adalah laporan tertulis dan
publikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh
seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang
dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Terdapat berbagai jenis karangan
ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel
jurnal yang pada dasarnya semua itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan.
Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah biasa
dijadikan acuan (referensi) ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian
selanjutnya. Isi (batang tubuh) sebuah karya ilmiah harus memenuhi syarat metode
ilmiah. Menurut John Dewey ada 5 langkah pokok proses ilmiah, yaitu (1) mengenali
dan merumuskan masalah, (2) menyusun kerangka berpikir dalam rangka penarikan
hipotesis, (3) merumuskan hipotesis atau dugaan hasil sementara, (4) menguji hipotesis,
dan (5) menarik kesimpulan.
Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan
karya ilmiah, seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Yang disebut
terakhir umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil tetapi dilakukan cukup
mendalam. Sementara itu makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan
simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya
ilmiah yang ditulis pakar-pakar dalam bidang tertentu yang dipelajari. Penyusunan
laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan
kemampuan menyusun laporan penelitian. Dalam beberapa hal, ketika mahasiswa
melakukan praktikum, ia sebetulnya sedang melakukan verifikasi terhadap proses
penelitian yang telah dikerjakan ilmuwan sebelumnya. Kegiatan praktikum didesain pula
untuk melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian. Karya ilmiah haruslah
menggunakan bahasa yang baku, menggunakan kata atau istilah yang non figurative,
menggunakan kalimat-kalimat efektif, menghindari bentuk prosa persuna atau
pengakuan demgan tujuan untuk menjaga objektivitas, mengutamakan keterpaduan dan
keruntutan isi.

1.2 TUJUAN
1. Mengetahui pengertian karya ilmah.
2. Mengetahui macam-macam karya ilmiah.
3. Mengetahui bahasa yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah dengan benar.

1.3 RUMUSAN MASALAH


1. Bagaimana bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah ?
2. Bagaimana mencari macam-macam bentuk karya tulis ilmiah ?
BAB 2 : PEMBAHASAN

2.1 KARANGAN DIKATAKAN ILMIAH

“Karangan ilmiah merupakan suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai
dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam
bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang
bersantun bahasa dan isisnya dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya/
keilmiahannya.”—EkoSusilo, M. 1995:11

Tujuan dari pembuatan karangan ilmiah, antara lain :

 Memberi penjelasan
 Memberi komentar atau penilaian
 Memberi saran
 Menyampaikan sanggahan
 Membuktikan hipotesa

Karya ilmiah adalah suatu karya dalam bidang ilmu pengetahuan (science) dan teknologi
yang berbentuk ilmiah. Suatu karya dapat dikatakan ilmiah apabila proses perwujudannya
lewat metode ilmiah. Jonnes(1960) memberikan ketentuan ilmiah, antara lain dengan sifat
fakta yang disajikan dan metode penulisannya.

Bila fakta yang disajikan berupa fakta umum yang obyektif dan dapat dibuktikan
benar tidaknya serta ditulis secara ilmiah, yaitu menurut prosedur penulisan ilmiah, maka
karya tulis tersebut dapat dikategorikan karya ilmiah, sedangkan bilamana fakta yang
disajikan berupa data pribadi yang subyektif dan tidak dapat dibuktikan benar tidaknya serta
tidak ditulis secara ilmiah, karya tulis tersebut termasuk karya tulis non ilmiah.

Bentuk Karya Ilmiah

Pada prinsipnya semua karya ilmiah yaitu hasil dari suatu kegiatan ilmiah. Dalam hal ini
yang membedakan hanyalah materi, susunan , tujuan serta panjang pendeknya karya tulis
ilmiah tersebut,. Secara garis besar, karya ilmiah di klasifikasikan menjadi dua, yaitu karya
ilmiah pendidikan dan karya ilmiah penelitian.

1. Karya Ilmiah Pendidikan


Karya ilmiah pendidikan digunakan tugas untuk meresume pelajaran, serta sebagai
persyaratan mencapai suatu gelar pendidikan. Karya ilmiah pendidikan terdiri dari:

a. Paper (Karya Tulis).


Paper atau lebih populer dengan sebutan karya tulis, adalah karya ilmiah berisi ringkasan
atau resume dari suatu mata kuliah tertentu atau ringkasan dari suatu ceramah yang diberikan
oleh dosen kepada mahasiswanya.
Tujuan pembuatan paper ini adalah melatih mahasiswa untuk mengambil intisari dari mata
kuliah atau ceramah yang diajarkan oleh dosen, penulisan paper ini agak di perdalam dengan
beberapa sebab antara lain, Bab I Pendahuluan , Bab II Pemaparan Data, Bab III Pembahasan
atau Analisisdan Bab IV Penutup yang terdiri dari kesimpulan dan saran.

b. Pra Skripsi
Pra Skripsi adalah karya tulis ilmiah pendidikan yang digunakan sebagai persyaratan
mendapatka gelar sarjana muda. Karya ilmiah ini disyaratkan bagi mahasiswa pada jenjang
akademik atau setingkat diploma 3 ( D-3).
Format tulisannya terdiri dari Bab I Pendahuluan (latar belakang pemikiran, permasalahan,
tujuan penelitian atau manfaat penelitian dan metode penelitian). Bab II gambaran umum
(menceritakan keadaan di lokasi penelitian yang dikaitkan dengan permasalahan penelitian),
Bab III deskripsi data (memaparkan data yang diperoleh dari lokasi penelitian). Bab IV
analisis (pembahasan data untuk menjawab masalah penelitian). Bab V penutup (kesimpulan
penelitian dan saran)

c. Skripsi
Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan
pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta- fakta
empiris-objektif baik berdasarkan peneliian langsung (observasi lapangan ) maupun
penelitian tidak langsung (study kepustakaan)skripsi ditulis sebagai syarat mendapatkan gelar
sarjana S1. Pembahasan dalam skripsi harus dilakukan mengikuti alur pemikiran ilmiah yaitu
logis dan emperis.

d. Thesis
Thesis adalah suatu karya ilmiah yang sifatnya lebih mendalam dari pada skripsi, thesis
merupakan syarat untuk mendapatkan gelar magister (S-2).
Penulisan thesis bertujuan mensinthesikan ilmu yng diperoleh dari perguruan tinggi guna
mempeluas khazanah ilmu yang telah didapatkan dari bangku kuliah master, khazanah ini
terutama berupa temuan-temuan baru dari hasil suatu penelitian secara mendalam tentang
suatu hal yangmenjadi tema thesis tersebut.

e. Disertasi
Disertasi adalah suatu karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat
dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta akurat dengan analisis terinci. Dalil yang
dikemukakan biasanya dipertahankan oleh penulisnya dari sanggahan-sanggahan senat guru
besar atau penguji pada sutu perguruan tinggi, desertasi berisi tentang hasil penemuan-
penemuan penulis dengan menggunakan penelitian yang lebih mendalam terhadap suatu hal
yang dijadikan tema dari desertasi tersebut, penemuan tersebut bersifat orisinil dari penulis
sendiri, penulis desertasi berhak menyandang gelar Doktor.

2. Karya ilmiah Penelitian.

A. Makalah seminar.

1. Naskah Seminar
Naskah Seminar adalah karya ilmiah tang barisi uraian dari topik yang membahas suatu
permasalahan yang akan disampaikan dalam forum seminar. Naskah ini bisa berdasarkan
hasil penelitian pemikiran murni dari penulisan dalam membahas atau memecahkan
permasalahan yang dijadikan topik atau dibicarakan dalam seminar.

2. Naskah Bersambung
Naskah Bersambung sebatas masih berdasarkan ciri-ciri karya ilmiah, bisa disebut karya
tulis ilmiah. Bentuk tulisan bersambung ini juga mempunyai judul atau title dengan pokok
bahasan (topik) yang sama, hanya penyajiannya saja yang dilakukan secara bersambung, atau
bisa juga pada saat pengumpulan data penelitian dalam waktu yang berbeda.

B. Laporan hasil penelitian


Laporan adalah bagian dari bentuk karya tulis ilmiah yang cara penulisannya dilakukan
secara relatif singkat. Laporan ini bisa dikelompokkan sebagai karya tulis ilmiah karena
berisikan hasil dari suatu kegiatan penelitian meskipun masih dalam tahap awal.

C. Jurnal penelitian
Jurnal penelitian adalah buku yang terdiri karya ilmiah terdiri dari asal penilitian dan
resensi buku. Penelitian jurnal ini harus teratur continue dan mendapatkan nomor dari
perpustakaan nasional berupa ISSN (international standard serial number).

2.2 CIRI-CIRI BAHASA ILMIAH

Bahasa ilmiah merupakan bahasa yang digunakan dalam ragam bahasa resmi. Bahasa ilmiah
digunakan dalam penulisan wacana ilmiah. Menurut Hasan Alwi, dkk (1993:142), ciri-ciri
atau karakteristik bahasa ilmiah yang digunakan dalam wacana ilmiah adalah :

1. Menggunakan kata atau istilah yang non figurative


2. Menggunakan kalimat-kalimat efektif
3. Menghindari bentuk prosa persuna atau pengakuan demgan tujuan untuk menjaga
objektivitas
4. Mengutamakan keterpaduan dan keruntutan isi

Suatu wacana ilmiah dikatakan baik apabila memiliki 3 krtiteria seperti dibawah ini yakni :

1. Adanya kohesi atau kesatuan kohesi sebuah wacana dapat dicapai apabila semua
kalimat yang membangun paragraf dalam wacana itu secara bersama-sama
menyatakan sebuah maksud tunggal atau tema tunggal. Dengan kata lain, sebuah
wacana dikatakan memiliki kesatuan jika semua kalimat yang membangun paragraf
dalam wacama tersebut mendukumg sebuah pikiran utama. Dengan demikian, setiap
paragraf hanya mengandung sebuah pikiran utama atau satu pokok pikiran. Pikiran
utama atau pokok pikiran yang didukung sebuah paragraf biasanya ditempatkan
dalam sebuah kalimat topik atau kalimat pokok.
2. Adanya koheresi atau kepaduan koherensi wacana dapat dilihat dari kepaduan
hubungan antara kalimat-kalimat yang membentuk satu paragraf . Hubungan antara
ide-ide yang terdapat dalam paragraf baik ide pokok dan ide-ide penjelas hendaknya
mudah ditangkap oleh pembaca. Hal ini daoat di capai dengan cara mengungkapkan
gagasan secara teratur dan tidsk menyimpang dari gagasan utama. Kepaduan sebuah
paragraf dalam sebuah wacana dsapat dilakukan dengan cara mengulang bagian
kalimat yang dianggap penting.
3. Kelengkapan sebuah wacana dikatakan lengkap apabila terdiri paragraf pembuka,
paragraf penghubung, dan paragraf penutup.
Tidak semua karya yang ditulis secara sistematis dan berdasarkan fakta di lapangan
adalah sebuah karya ilmiah sebab karya ilmiah mempunyai ciri-ciri seperti berikut ini:
1. Objektif.
Keobjektifan ini menampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan
kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga setiap pernyataan atau simpulan yang
disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian,
siapa pun dapat mengecek (memverifikasi) kebenaran dan keabsahannya.
Kalimat Bahasa Indonesia ilmiah di katakan objektif bila mengungkapkan sesuatu
dalam keadaan sebenarnya, artinya tidak dipengaruhi oleh emosi pemakainya. Ciri objektif
bermakna bahwa Bahasa Indonesia ilmiah tidak boleh bersifat objektif, yakni mengemukakan
suatu pandangan dari sudut pribadi saja, tanpa mempertahankan sudut pandang orang lain
secara umum.

2. Netral.
Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-
kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu,
pernyataan-pernyataan yang bersifat mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca
perlu dihindarkan.
3. Sistematis.
Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola
pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan
cara demikian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya.
4. Logis.
Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau
deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif;
sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola
deduktif.
5. Menyajikan fakta (bukan emosi atau perasaan).
Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan
fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti
orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti orang
mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan.
6. Tidak Pleonastis
Maksudnya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat kata-katanya atau tidak
berbelit-belit (langsung tepat menuju sasaran).
7. Bahasa yang digunakan adalah ragam formal.
8. Lugas Dan Jelas
Lugas diartikan mengandung makna apa adanya ;gagasan jelas, tidak berbelit-belit mudah di
pahami, tidak diungkapkan dalam bentuk kiasan, dan tidak berbunga-bunga. Jelas berarti
gamblang, tegas, dan tidak meragukan.

9. Cendekia

Bahasa Indonesia bersifat cendikia artinya Bahasa Indonesia itu mampu digunakan secara
tepat untuk mengungkapkan hasil berpikir logis, yakni mampu membentuk pernyataan yang
tepat dan seksama. Hal ini sejalan dengan pendapat Soedradjad (2010) bahwa Bahasa yang
cendekia mampu membentuk pernyataan yang tepat dan seksama. Sehingga gagasan yang
disampaikan penulis dapat di terima secara tepat oleh pembaca.

10. Ringkas dan padat


11. Konsisten

Bahasa Indonesia berciri ilmiah berciri konsisten, artinya harus bersifat ajeg, taat asas,
selaras dan tidak berubah-ubah. Unsur-unsur Bahasa serupa pembentukan kata dan tata tulis
(penggunaan ejaan dan tanda-tanda baca) digunakan sesuai kaidah yang berlaku
konsisten.Penggunaan istilah dalam Bahasa Indonesia ilmiah juga perlu dilakukan secara taat
asas

12. Gagasan sebagai pangkal tolak

Gagasan menjadi pangkal tolak Bahasa Indonesia keilmuan. Oleh sebab itu kalimat-
kalimat Bahasa keilmuan berorientasi pada kalimat pasif, bukan kalimat aktif,
(Suparnodkk.(1994:2-14).

Syarat Karya Ilmiah

Berikut ini adalah syarat-syarat karya ilmiah :


1. Karya tulis ilmiah memuat gagasan ilmiah lewat pikiran dan alur pikiran.
2. Keindahan karya tulis ilmiah terletak pada bangun pikir dengan unsur-unsur yang
menyangganya.
3. Alur pikir dituangkan dalam sistematika dan notasi.
4. Karya tulis ilmiah terdiri dari unsur-unsur: kata, angka, tabel, dan gambar, yang
tersusun mendukung alur pikir yang teratur.
5. Karya tulis ilmiah harus mampu mengekspresikan asas-asas yang terkandungdalam
hakikat ilmu dengan mengindahkan kaidah-kaidah kebahasaan.
6. Karya tulis ilmiah terdiri dari serangkaian narasi (penceritaan), eksposisi (paparan),
deskripsi (lukisan) dan argumentasi (alasan).
BAB 3 : PENUTUP

3.1 DAFTAR PUSTAKA

 m.kompasiana.com/jokowiarto/ciri-ciri-bahasa-ilmiah_55018e97813311eb18fa8509
 http://www.slideshare.net/Coiem/karya-ilmiah-dan-non-ilmiah
 http://id.shvoong.com/how-to/writing/2222452-pengertian-ciri-dan-syarat-karya/
 http://skinhead4life-carigaragara.blogspot.com/2010/03/hakikat-karya-ilmiah-ciri-ciri
karya.html
 http://one.indoskripsi.com/node/1689
 http://id.wikipedia.org/wiki/Karya_ilmiah
 http://menulisbukuilmiah.blogspot.com/2008/10/karya-tulis-ilmiah-ciri-dan-
sikap.html
 http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090418142946AABdXER
 http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2009/07/karya-ilmiah-dan-non-ilmiah.html