Anda di halaman 1dari 22

39

BAB IV. LEMBAR DATA PEMILIHAN (LDP)


A. Lingkup Pekerjaan 1. Kelompok Kerja I Unit Layanan Pengadaan
Kabupaten Kepulauan Yapen pada Dinas Pekerjaan
Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kepulauan
Yapen
2. Alamat : Jl. Timor No. 03 Serui-Papua
3. Website : ---
4. Website LPSE : www.lpse.papua.go.id
5. Nama paket pekerjaan : Perencanaan Teknis
Jaringan Air Bersih Yerui dan Ansus
6. Uraian singkat pekerjaan : Perencanaan Teknis
Jaringan Air Bersih Yerui dan Ansus
7. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan : 30 (Tiga
Puluh) hari kalender.

B. Sumber Dana Pekerjaan ini dibiayai dari sumber pendanaan APBD


Tahun Anggaran 2018

C. Jenis Kontrak 1. Kontrak berdasarkan cara pembayaran :


Lumpsump

2. Kontrak berdasarkan pembebanan Tahun


Anggaran :
Tahun Tunggal

3. Kontrak berdasarkan sumber pendanaan :


APBD Tahun 2018

4. Kontrak berdasarkan jenis pekerjaan :


Jasa Konsultansi Badan Usaha

D. Pemberian Sebagaimana yang tercantum dalam aplikasi SPSE


Penjelasan
Dokumen
Pengadaan

E. Peninjauan Peninjauan Lapangan akan dilaksanakan pada :


Lapangan (apabila Hari : ---
diperlukan) Tanggal : ---
Waktu : ---s.d---
Tempat : ---

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Jasa Konsultansi Badan Usaha
Metode e-Seleksi Sederhana
(dengan Pascakualifikasi)
40

F. Mata Uang 1. Bentuk mata uang penawaran : Rupiah


Penawaran dan
Cara Pembayaran 2. Pembayaran dilakukan dengan cara : Bulanan
(monthly certificate)

G. Masa Berlaku Masa berlaku penawaran selama 60 (Enam Puluh) hari


Penawaran kalender sejak batas akhir pemasukan Dokumen
Penawaran.

H. Jadwal Pemasukan Sebagaimana yang tercantum dalam aplikasi SPSE


Dokumen
Penawaran

I. Batas Akhir Sebagaimana yang tercantum dalam aplikasi SPSE


Pemasukan
Penawaran
J. Pembukaan Sebagaimana yang tercantum dalam aplikasi SPSE
Penawaran
K. Evaluasi Teknis Bobot unsur-unsur pokok yang dinilai :
1. Unsur Pengalaman Perusahaan : 15%
a. Pengalaman perusahaan peserta harus dilengkapi
dengan referensi/kontrak sebelumnya, yang
menunjukkan kinerja perusahaan peserta yang
bersangkutan selama 10 (sepuluh) tahun terakhir
dan dapat dibuktikan kebenarannya dengan
menghubungi penerbit referensi/PPK/pemilik
pekerjaan.
b. Apabila tidak dilengkapi referensi atau kontrak
sebelumnya yang tidak dilengkapi dengan Berita
Acara Serah Terima Pekerjaan maka tidak dinilai.
c. Apabila dilengkapi referensi namun terbukti tidak
benar, maka penawaran digugurkan dan peserta
dikenakan Daftar Hitam.
d. Sub unsur pengalaman melaksanakan kegiatan
sejenis, dengan bobot sub unsur 40%, dan
ketentuan penilaian sub unsur :
Dihitung jumlah paket pengalaman perusahaan
pada pekerjaan yang sesuai. Jumlah paket
pengalaman perusahaan yang paling banyak
dijadikan pembanding untuk mendapatkan nilai.
Nilai yang diperoleh dikali dengan bobot sub
unsur. Rumusan penghitungan sebagai berikut:

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Jasa Konsultansi Badan Usaha
Metode e-Seleksi Sederhana
(dengan Pascakualifikasi)
41

Keterangan:
X = Nama perusahaan
NP = Nilai Pengalaman
JPP = Jumlah Pengalaman Perusahaan

e. Sub unsur pengalaman melaksanakan di lokasi


kegiatan, dengan bobot sub unsur 30%, dan
ketentuan penilaian sub unsur :
Dihitung jumlah paket pengalaman perusahaan
pada pekerjaan yang sesuai pada lokasi kegiatan
(Provinsi/Kabupaten/Kota). Jumlah paket
pengalaman perusahaan yang paling banyak di
lokasi kegiatan tersebut, dijadikan pembanding
untuk mendapatkan nilai. Nilai yang diperoleh
dikali dengan bobot sub unsur.
Rumusan penghitungan sebagai berikut:

Keterangan:
X = Nama perusahaan
NPL = Nilai Pengalaman di Lokasi
JPPL = Jumlah Pengalaman Perusahaan di
Lokasi

f. Sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas


utama1, dengan bobot sub unsur 15%, dan
ketentuan penilaian sub unsur :
i) Pengalaman sebagai lead firm :
Dihitung jumlah pengalaman menjadi lead
firm. Jumlah yang paling banyak, dijadikan
pembanding untuk mendapatkan nilai. Nilai
yang diperoleh dikali dengan 1/3 (satu per
tiga) bobot sub unsur.
Rumusan penghitungan sebagai berikut:

Keterangan:
X = Nama perusahaan
NPLF = Nilai Pengalaman sebagai Lead Firm
JPPL = Jumlah Pengalaman Perusahaan sebagai
Lead Firm

1
Fasilitas utama adalah peralatan utama yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Jasa Konsultansi Badan Usaha
Metode e-Seleksi Sederhana
(dengan Pascakualifikasi)
42

ii) Pengalaman mengelola kontrak:


Dihitung nilai kontrak tertinggi dari
pekerjaan yang sejenis. Nilai kontrak yang
tertinggi, dijadikan pembanding untuk
mendapatkan nilai. Nilai yang diperoleh
dikali dengan 1/3 (satu per tiga) bobot sub
unsur.

Rumusan penghitungan sebagai berikut:

Keterangan :
X = Nama perusahaan
NPK = Nilai Pengalaman Kontrak
NK = Nilai Kontrak

iii)Ketersediaan fasilitas utama :


Bila fasilitas utama tersedia, dihitung dengan
rumusan sebagai berikut :

Keterangan :
X = Nama perusahaan
NFU = Nilai Fasilitas Utama

NFU bernilai 0 (nol) apabila :


(a) fasilitas utama yang dibutuhkan tidak
dicantumkan di dalam KAK.
(b) fasilitas utama yang dibutuhkan
dicantumkan di dalam KAK, namun tidak
diusulkan di dalam Penawaran Teknis.
(c) fasilitas utama yang dibutuhkan
dicantumkan di dalam KAK dan diusulkan
dalam Penawaran Teknis, namun tidak
memenuhi salah satu kriteria.

NFU bernilai 1 (satu) apabila :


Fasulitas utama yang diusulkan dalam
Penawaran Teknis memenuhi seluruh kriteria
dalam KAK.

iv) Nilai pengalaman manajerial dan fasilitas


utama = NPLF + NPK + NFU

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Jasa Konsultansi Badan Usaha
Metode e-Seleksi Sederhana
(dengan Pascakualifikasi)
43

g. Sub unsur kapasitas perusahaan dengan


memperhatikan jumlah tenaga ahli tetap, dengan
bobot sub unsur 15%, dan ketentuan penilaian
sub unsur :
Dihitung jumlah tenaga ahli tetap terbanyak
untuk kemudian dijadikan pembanding untuk
mendapatkan nilai. Nilai yang diperoleh dikali
dengan bobot sub unsur.
Rumusan penghitungan sebagai berikut:

Keterangan:
X = Nama perusahaan
KP = Kapasitas Perusahaan
JTAT = Jumlah Tenaga Ahli Tetap

h. [sub unsur lain yang dinilai dan dipersyaratkan].


Dihitung dengan jumlah unsur lain yang
dipersyaratkan yang tertinggi/terbanyak, untuk
kemudian dijadikan pembanding untuk
mendapatkan nilai. Nilai yang diperoleh dikali
dengan bobot sub unsur.

i. Total bobot seluruh sub unsur = 100 %


j. NILAI PENGALAMAN PERUSAHAAN = NP + NPL
+ Nilai Pengalaman Manajerial dan Fasilitas
Utama + KP + Nilai Sub Unsur Lainnya.

2. Unsur Pendekatan dan Metodologi : 25%


a. Sub unsur pemahaman atas jasa layanan yang
tercantum dalam KAK, dengan bobot sub unsur
40%, dan ketentuan penilaian sub unsur :
1) [apabila memberikan tanggapan dengan
sangat baik yang menggambarkan
pemahaman peserta atas jasa layanan yang
tercantum dalam KAK, diberi nilai 100
(seratus);
2) apabila memberikan tanggapan baik
menggambarkan pemahaman peserta atas jasa
layanan yang tercantum dalam KAK, diberi
nilai 80 (delapan puluh);
3) apabila memberikan tanggapan dengan cukup
baik yang menggambarkan pemahaman
peserta atas jasa layanan yang tercantum
dalam KAK, diberi nilai 60 (enam puluh);
4) apabila memberikan tanggapan yang kurang

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Jasa Konsultansi Badan Usaha
Metode e-Seleksi Sederhana
(dengan Pascakualifikasi)
44

menggambarkan pemahaman peserta atas jasa


layanan yang tercantum dalam KAK, diberi
nilai 40 (empat puluh);
5) apabila memberikan tanggapan yang sangat
kurang menggambarkan pemahaman peserta
atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK,
diberi nilai 20 (dua puluh);]
6) [sebutkan kriteria penilaian lain beserta
nilainya apabila ada]
7) Apabila peserta tidak memberikan tanggapan
atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK,
maka tidak diberikan nilai.
8) Nilai Sub Unsur Pemahaman Atas Jasa Layanan
Yang Tercantum dalam KAK = nilai yang
didapatkan X bobot sub unsur.
b. Sub unsur kualitas metodologi, dengan bobot sub
unsur 20%, dan ketentuan penilaian sub unsur :
1) ketepatan analisa yang disampaikan dan
langkah pemecahan yang diusulkan [sangat
baik, baik, cukup baik, kurang, sangat kurang]
sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, diberi
nilai : 15
2) konsistensi antara metodologi dengan rencana
kerja [sangat baik, baik, cukup baik, kurang,
sangat kurang] sesuai dengan tujuan yang
akan dicapai, diberi nilai: 15
3) apresiasi terhadap inovasi [sangat baik, baik,
cukup baik, kurang, sangat kurang] sesuai
dengan tujuan yang akan dicapai, diberi nilai :
10
4) dukungan data yang tersedia terhadap KAK
[sangat baik, baik, cukup baik, kurang, sangat
kurang] sesuai dengan tujuan yang akan
dicapai, diberi nilai: 10
5) uraian tugas [sangat baik, baik, cukup baik,
kurang, sangat kurang] sesuai dengan tujuan
yang akan dicapai, diberi nilai : 10
6) jangka waktu pelaksanaan [sangat baik, baik,
cukup baik, kurang, sangat kurang] sesuai
dengan tujuan yang akan dicapai, diberi nilai :
10
7) program kerja, jadwal pekerjaan, dan jadwal
penugasan [sangat baik, baik, cukup baik,
kurang, sangat kurang] sesuai dengan tujuan
yang akan dicapai, diberi nilai : 10
8) organisasi [sangat baik, baik, cukup baik,
kurang, sangat kurang] sesuai dengan tujuan
yang akan dicapai, diberi nilai : 10

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Jasa Konsultansi Badan Usaha
Metode e-Seleksi Sederhana
(dengan Pascakualifikasi)
45

9) kebutuhan fasilitas penunjang [sangat baik,


baik, cukup baik, kurang, sangat kurang]
sesuai dengan tujuan yang akan dicapai,
diberi nilai : 10
10) apabila peserta tidak menyajikan maka tidak
diberikan nilai.
11) [sebutkan kriteria penilaian lain beserta
nilainya apabila ada]
12) ketentuan kriteria penilaian :
sangat baik = 100
baik = 80
cukup baik = 60
kurang = 40
sangat kurang = 20
13) Nilai Sub Unsur Kualitas Metodologi = Nilai
rata-rata komponen sub unsur x Bobot Sub
Unsur.
c. Sub unsur hasil kerja (deliverable), dengan bobot
sub unsur 10%, dan ketentuan penilaian sub
unsur :
1) penyajian analisis dan gambar-gambar kerja2
[sangat baik, baik, cukup baik, kurang, sangat
kurang]sesuai dengan tujuan yang akan
dicapai, diberi nilai : 40
2) penyajian spesifikasi teknis dan perhitungan
teknis2 [sangat baik, baik, cukup baik, kurang,
sangat kurang] sesuai dengan tujuan yang
akan dicapai, diberi nilai : 30
3) penyajian laporan-laporan [sangat baik, baik,
cukup baik, kurang, sangat kurang] sesuai
dengan tujuan yang akan dicapai, diberi nilai :
30
4) [sebutkan kriteria penilaian lain beserta
nilainya apabila ada]
5) apabila peserta tidak menyajikan maka tidak
diberikan nilai.
6) ketentuan kriteria penilaian :
sangat baik = 100
baik = 80
cukup baik = 60
kurang = 40
sangat kurang = 20
7) Nilai Sub Unsur Hasil Kerja (deliverable) =
Nilai rata-rata komponen sub unsur x Bobot
Sub Unsur.
d. Sub unsur gagasan baru yang diajukan oleh
peserta untuk meningkatkan kualitas keluaran
2
dipersyaratkan untuk konsultan konstruksi

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Jasa Konsultansi Badan Usaha
Metode e-Seleksi Sederhana
(dengan Pascakualifikasi)
46

yang diinginkan dalam KAK, dengan bobot sub


unsur 30%, dan ketentuan penilaian sub unsur :
1) [apabila gagasan baru yang diajukan oleh
peserta sangat baik, diberi nilai 100 (seratus);
2) apabila gagasan baru yang diajukan oleh
peserta baik, diberi nilai 80 (delapan puluh);
3) apabila gagasan baru yang diajukan oleh
peserta cukup baik, diberi nilai 60 (enam
puluh);
4) apabila gagasan baru yang diajukan oleh
peserta kurang, diberi nilai 40 (empat puluh);
5) apabila gagasan baru yang diajukan oleh
peserta sangat kurang, diberi nilai 20 (dua
puluh);]
6) [sebutkan kriteria penilaian lain beserta
nilainya apabila ada]
7) Apabila peserta tidak mengajukan gagasan
baru untuk meningkatkan kualitas keluaran
yang diinginkan dalam KAK, maka tidak
diberikan nilai.
8) Nilai Sub Unsur Gagasan Baru Yang Diajukan
Oleh Peserta Untuk Meningkatkan Kualitas
Keluaran Yang Diinginkan dalam KAK = nilai
yang didapatkan X bobot sub unsur .
e. [sub unsur lain yang dinilai dan dipersyaratkan].
f. Total bobot seluruh sub unsur = 100 %
g. NILAI PENDEKATAN DAN METODOLOGI = Total
NILAI seluruh sub unsur X bobot unsur
Pendekatan dan Metodologi.

3. Unsur Kualifikasi Tenaga Ahli : 60%


a. Sub unsur tingkat pendidikan, dengan bobot sub
unsur 30%, dan ketentuan penilaian sub unsur :
1) Tingkat pendidikan:
a) ≥ tingkat pendidikan yang disyaratkan
dalam KAK, diberi nilai : 100 (seratus);
b) < tingkat pendidikan yang disyaratkan
dalam KAK, diberi nilai : 0 (nol).
2) Nilai Sub Unsur Tingkat Pendidikan = Nilai
yang didapatkan X bobot sub unsur tingkat
pendidikan.
b. Sub unsur pengalaman kerja profesional seperti
yang disyaratkan dalam KAK, dengan bobot sub
unsur 50%, dan ketentuan penilaian sub unsur :
1) dukungan referensi :
(a) apabila melampirkan referensi dan dapat
dibuktikan kebenarannya dengan
menghubungi penerbit referensi, maka

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Jasa Konsultansi Badan Usaha
Metode e-Seleksi Sederhana
(dengan Pascakualifikasi)
47

pengalaman kerja diberi nilai 100 (seratus);


(b) apabila tidak dilengkapi referensi maka
tidak diberi nilai 0 (nol);
(c) apabila melampirkan referensi namun
terbukti tidak benar, maka penawaran
digugurkan dan peserta dikenakan Daftar
Hitam.
2) perhitungan bulan kerja tenaga ahli, yang
dihitung berdasarkan ketentuan yang
tercantum dalam IKP, :
(i) lingkup pekerjaan :
(a)sesuai, diberi nilai : 100 (seratus)
(b) menunjang/terkait, diberi nilai :
100 (seratus)
(c)lingkup pekerjaan yang :
i. sesuai adalah : Team Leader
ii. menunjang/terkait adalah :
Inspektor
(ii) posisi :
a) sesuai, diberi nilai : 100 (seratus)
b) tidak sesuai, diberi nilai : 0 (nol)
c) posisi yang :
i. sesuai adalah : Ahli Sipil/Arsitektur
ii. tidak sesuai adalah : ---
(iii) perhitungan bulan kerja X nilai lingkup
pekerjaan X nilai posisi = jumlah bulan
kerja profesional
(iv) nilai total seluruh jumlah bulan kerja
profesional dibagi angka 12 = jangka
waktu pengalaman kerja profesional
(v) nilai jangka waktu pengalaman kerja
profesional :
a) memiliki ≥ ____ tahun pengalaman
kerja profesional pada KAK, diberi
nilai 100 (seratus);
b) memiliki < ____ tahun pengalaman
kerja profesional pada KAK, diberi
nilai 50 (lima puluh);
3) Nilai Sub Unsur Pengalaman Kerja Profesional
= Nilai Jangka Waktu Pengalaman Kerja
Profesional X Bobot Sub Unsur.
c. Sub unsur sertifikat keahlian/profesi3, dengan
bobot sub unsur 15%, dan ketentuan penilaian
sub unsur :
1) memiliki, diberi nilai : 100 (seratus).
2) tidak memiliki, diberi nilai : 0 (nol).
3
Sertifikat keahlian/profesi dipersyaratkan untuk keahlian konsultan yang sudah memiliki
organisasi profesi.

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Jasa Konsultansi Badan Usaha
Metode e-Seleksi Sederhana
(dengan Pascakualifikasi)
48

3) [sebutkan kriteria penilaian lain beserta


nilainya apabila ada]
4) Nilai Sub Unsur Sertifikat Keahlian/Profesi =
nilai yang didapatkan X bobot sub unsur
sertifikat keahlian/profesi.
d. Sub unsur lain-lain yang dibutuhkan dalam KAK,
dengan bobot sub unsur 5%, dan ketentuan
penilaian sub unsur :
1) penguasaan bahasa asing [apabila
dibutuhkan], diberi nilai : 100 (seratus) atau
dinilai secara proporsional sesuai dengan
banyaknya sub unsur yang dinilai;
2) penguasaan bahasa setempat [apabila
dibutuhkan], diberi nilai : 100 (seratus) atau
dinilai secara proporsional sesuai dengan
banyaknya sub unsur yang dinilai ;
3) penguasaan Bahasa Indonesia bagi konsultan
asing [apabila dibutuhkan], diberi nilai : 100
(seratus) atau dinilai secara proporsional
sesuai dengan banyaknya sub unsur yang
dinilai ;
4) aspek pengenalan (familiarity) atas tata-cara,
aturan, situasi, dan kondisi (custom) setempat,
diberi nilai : 100 (seratus) atau dinilai secara
proporsional sesuai dengan banyaknya sub
unsur yang dinilai ;
5) [sebutkan kriteria penilaian lain beserta
nilainya apabila ada]
6) Nilai Sub Unsur Lain-Lain = total nilai yang
didapatkan X bobot sub unsur lain-lain.
e. Total bobot seluruh sub unsur = 100 %.
f. Total NILAI seluruh sub unsur = NILAI 1 (SATU)
ORANG TENAGA AHLI.
g. [apabila tenaga ahli yang dinilai lebih dari 1
(satu) maka setiap tenaga ahli harus diberi
bobot]Bobot tenaga ahli :
1) Tenaga Ahli 1 (Team Leader), diberi bobot =
60%
2) Tenaga Ahli 2 (Ahli Sipil/Arsitektur diberi
bobot = 40%
3) dan seterusnya
h. Nilai 1 (Satu) Orang Tenaga Ahli X bobot tenaga
ahli = NILAI tenaga ahli
i. Total NILAI seluruh tenaga ahli X bobot unsur
Kualifikasi Tenaga Ahli = NILAI KUALIFIKASI
TENAGA AHLI.

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Jasa Konsultansi Badan Usaha
Metode e-Seleksi Sederhana
(dengan Pascakualifikasi)
49

4. Nilai Evaluasi Teknis = NILAI PENGALAMAN


PERUSAHAAN + NILAI PENDEKATAN DAN
METODOLOGI + NILAI KUALIFIKASI TENAGA AHLI

5. Ambang batas nilai teknis (passing grade) = 70%

L. Jadwal Tahapan Sebagaimana yang tercantum dalam aplikasi SPSE


Pemilihan

M. Pembukaan Sebagaimana yang tercantum dalam aplikasi SPSE


Penawaran

N. Evaluasi Biaya Sebagaimana yang tercantum dalam aplikasi SPSE

O. Unit Biaya Unit biaya personil berdasarkan satuan waktu dihitung


Personil sebagai berikut:
Berdasar-kan
Satuan Waktu 1 (satu) bulan : 25 (Dua Puluh Lima) hari kerja
1 (satu) hari kerja: 7 (Tujuh) jam kerja

P. Sanggahan dan 1. Sanggahan disampaikan melalui aplikasi SPSE


Pengaduan 2. Tembusan sanggahan dapat disampaikan di luar
aplikasi SPSE (offline) ditujukan kepada :
a. PPK Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang Kabupaten Kepulauan Yapen
b. KPA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang Kabupaten Kepulauan Yapen
c. APIP Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat
3. Pengaduan disampaikan di luar aplikasi SPSE
(offline) ditujukan kepada Kementerian Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat

Q. Jaminan Uang 1. Nilai Jaminan Uang Muka sebesar 20% dari nilai
Muka kontrak
2. Jaminan Uang Muka ditujukan kepada PPK
Bidang Penataan Ruang dan Sumber Daya Air
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Kabupaten Kepulauan Yapen
3. Jaminan Uang Muka dicairkan dan disetorkan
pada Kas Daerah

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Jasa Konsultansi Badan Usaha
Metode e-Seleksi Sederhana
(dengan Pascakualifikasi)
50

BAB V. LEMBAR DATA KUALIFIKASI (LDK)


A. Lingkup Kualifikasi Nama Pokja ULP: Kelompok Kerja I Unit Layanan
Pengadaan Kabupaten Kepulauan Yapen pada Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten
Kepulauan Yapen

Alamat Pokja ULP: Jl. Timor No. 03 Serui-Papua

Website: ---

Website LPSE: www.lpse.papua.go.id

Nama paket pekerjaan: Perencanaan Teknis Jaringan


Air Bersih Yerui dan Ansus

B. Persyaratan 1. Peserta harus memiliki surat izin usaha :


Kualifikasi a. Sertifikat Badan Usaha (SBU) Klasifikasi
Bidang Usaha : Perencana Rekayasa (RE
103) Jasa Desain Rekayasa untuk Pekerjaan
Teknik Sipil Air
b. Surat Ijin Tempat Usaha (SITU)
c. Ijin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) Bidang Jasa
Konsultan
d. Tanda Daftar Perseroan (TDP)

2. Akta Pendirian Badan Usaha beserta


perubahannya (bila ada);

3. Salah satu dan/atau semua pengurus dan badan


usahanya tidak masuk dalam daftar hitam;

4. Isian Fomulir Kualifikasi;

5. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Badan Usaha;

6. SPT Tahunan Tahun Terakhir;

7. KTP dan NPWP Pimpinan Perusahaan;

8. Memiliki Tenaga Ahli pada bidang yang


dikerjakan

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Jasa Konsultansi Badan Usaha
Metode e-Seleksi Sederhana
(dengan Pascakualifikasi)
51

9. Memperoleh paling sedikit 1 (satu) pekerjaan


sebagai penyedia jasa konsultansi dalam kurun
waktu 4 (empat) tahun terakhir, baik di
lingkungan pemerintah maupun swasta
termasuk pengalaman subkontrak (dibuktikan
dengan melampirkan rekaman kontrak);

10. Memiliki pengalaman pada pekerjaan sejenis,


dengan total bobot penilaian sebesar 100%
terdiri dari :
a. Unsur Pengalaman Perusahaan : 15%
b. Unsur Pendekatan dan Metodologi : 25%
c. Unsur Kualifikasi Tenaga Ahli : 60%.

11. Memiliki kemampuan menyediakan fasilitas /


peralatan / perlengkapan untuk melaksanakan
pekerjaan Jasa Konsultansi ini;

12. Surat Pernyataan bermeterai bahwa badan usaha


yang bersangkutan dan manajemennya tidak
dalam pengawasan pengadilan, tidak bangkrut
dan tidak sedang dihentikan kegiatan usahanya;

13. Neraca perusahaan tahun terakhir;

14. Rekening Koran;

15. Semua Tenaga di dalam persyaratan kualifikasi


dihadirkan pada saat pembuktian kualifikasi.

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Jasa Konsultansi Badan Usaha
Metode e-Seleksi Sederhana
(dengan Pascakualifikasi)
52

BAB VI. KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)


Perencanaan Teknis Jaringan Air Bersih Yerui dan Ansus

Uraian Pendahuluan1

1. Latar Belakang 1. Pendahuluan


Dalam menghadapi tantangan dan situasi yang semakin
kompleks di era desentralisasi saat ini Dinas Pekerjaan
Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kepulauan Yapen
harus mampu menjalankan tugas pokok dan fungsinya
dalam memberikan pelayanan infrastruktur umum bagi
masyarakat dengan optimal. Oleh karena itu dibutuhkan
sarana-prasarana pendukung yang dapat menunjang
upaya tersebut

Pembangunan Jaringan Air Bersih dimaksudkan untuk


melengkapi dan menyempurnakan sarana-prasarana
kepada masyarakat dan memperkuat fungsi pengamanan.
Agar kegiatan pembangunan berjalan lancar sesuai yang
direncanakan dan agar mencapai tepat mutu dan tepat
waktu, untuk itu diperlukan kegiatan pengawasan
konstruksi secara intensif.

2. Dasar Hukum
1) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54
Tahun 2010, Nomor 35 Tahun 2011 (Perubahan
Pertama), Nomor 70 Tahun 2012 (Perubahan
Kedua), Nomor 172 Tahun 2014 (Perubahan Ketig,
dan Nomor 4 Tahun 2014 (Perubahan Keempat)
tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
2) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 84
Tahun 2012 tentang Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah Dalam Rangka Percepatan Pembangunan
Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat
3) Pedoman Standar Minimal Tahun 2018 tentang Biaya
Langsung Personil dan Biaya Langsung Non Personil
untuk kegiatan Jasa Konsultansi

3. Gambaran Umum
Lokasi Pembangunan Jaringan Air Bersih berada di Distrik
Yerui dan Kelurahan Ansus, Kabupaten Kepulauan Yapen,
Propinsi Papua

1 Uraian Pendahuluan memuat gambaran secara garis besar mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan.

Standar Dokumen Pengadaan


Jasa Konsultansi Badan Usaha
(dengan Pascakualifikasi)
53

2. Maksud dan Maksud kegiatan ini adalah sebagai kegiatan perencanaan


Tujuan teknis untuk menjaga kualitas pekerjaan konstruksi.

Tujuan dari kegiatan perencanaan teknis ini adalah agar


pelaksanaan Pembangunan Jaringan Air Bersih dapat
mencapai mutu/kualitas, tepat dana dan tepat waktu.
Tersusunnya laporan dokumen teknis perencanaan yang
mampu menjadi panduan monitoring kegiatan
Pembangunan Jaringan Air Bersih di lokasi yang
direncanakan.

3. Sasaran 1. Tersedianya dokumen perencanaan teknis untuk


penanganan/pelaksanaan fisik
2. Tersedianya dokumen pengadaan termasuk dokumen
analisa harga satuan, spesifikasi teknik dan gambar
rencana sebelum jadwal penanganan/pelaksanaan fisik.

4. Lokasi Distrik Yerui dan Kelurahan Ansus, Kabupaten Kepulauan


Pekerjaan Yapen, Propinsi Papua

5. Sumber Pekerjaan ini dibiayai dari sumber pendanaan: APBD OTSUS


Pendanaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten
Kepulauan Yapen dengan nilai HPS : Rp 100.000.000,00 yang
dilaksanakan melalui jasa konsultan pengawasan.

6. Nama dan Nama : YOSEF HORTEN, SST


Organisasi NIP : 19650207 198903 1 014
Pejabat Pangkat/Golongan : Pembina (IV/a)
Pembuat Satuan Kerja : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Komitmen Ruang Kabupaten Kepulauan Yapen

Data Penunjang2

7. Data Dasar Sebelum memulai kegiatan pekerjaan, konsultan harus


mengadakan konsultasi terlebih dahulu dengan
Pengguna Jasa/Pejabat Pembuat Komitmen/Pejabat
Pelaksana Teknis Kegiatan, yaitu untuk mendapatkan
konfirmasi mengenai data jalan yang akan ditangani
beserta utilitasnya. Adapun data-data yang diperlukan
sebelum melaksanakan pekerjaan sebagai berikut :
a. Data-data dokumen
FS/Studi/perencanaan/inventory terdahulu
b. Data lokasi untuk membantu proses selanjutnya
c. Usulan-usulan teknis lain dari sumber-sumber yang
dapat dipercaya.
d. Data-data sekunder lainnya yang diperlukan dan
dianggap penting

2 Data penunjang terdiri dari data yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan.

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Jasa Konsultansi Badan Usaha
Metode e-Seleksi Sederhana
(dengan Pascakualifikasi)
54

8. Standar Teknis Dalam kegiatan seperti yang dimaksud pada KAK ini,
Konsultan harus memperhatikan persyaratan-
persyaratan serta ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
1. Persyaratan Umum Pekerjaan
Setiap bagian dari kegiatan harus dilaksanakan
secara benar dan tuntas dan memberikan hasil yang
telah ditetapkan dan diterima dengan baik oleh
Pengguna Jasa/Pejabat Pembuat Komitmen.
2. Persyaratan Obyektif
Pelaksanaan pekerjaan pengaturan dan pengamanan
yang obyektif untuk kelancaran pelaksanaan, baik
yang menyangkut macam, kualitas dan kuantitas dari
setiap bagian pekerjaan.
3. Persyaratan Fungsional
Kegiatan pelaksanaan pekerjaan harus dilaksanakan
dengan profesionalisme dan tanggung-jawab yang
tinggi sebagai Konsultan.
4. Persyaratan Prosedural
Penyelesaian administrasif sehubungan dengan
pelaksanaan tugas/pekerjaan di lapangan harus
dilaksanakan sesuai dengan prosedur-prosedur dan
peraturan - peraturan yang berlaku.
5. Kriteria Lain-lain
Selain kriteria umum di atas, untuk berlaku pula
ketentuan-ketentuan seperti standar, pedoman, dan
peraturan yang berlaku, antara lain ketentuan yang
diberlakukan untuk pekerjaan kegiatan yang
bersangkutan, yaitu Surat Perjanjian Pelaksanaan
Pekerjaan (Kontrak), dan ketentuan-ketentuan lain
sebagai dasar perjanjiannya.
Adapun standar teknis dalam melaksanakan kegiatan
konsultansi menggunakan daftar referensi teknis sebagai
dasar pelaksanaan sesuai dengan aturan yang berlaku
pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat.

9. Studi-Studi Pengalaman kerja suatu perusahaan dalam bidang yang


Terdahulu sama akan berpengaruh terhadap kinerja suatu
perusahaan dalam mengembangkan suatu karya
perencanaan, sehingga menghasilkan karya
perencanaan yang optimal dan dapat dipertanggung
jawabkan secara teknis profesional.

10. Referensi Hukum Dalam melaksanakan pekerjaan, penyedia jasa berdasar


pada referensi hukum : Pedoman, kriteria, referensi
hukum dan standart yang digunakan dalam
menyelesaikan pekerjaan ini adalah yang berlaku di
Indonesia secara umum dan khusus

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Jasa Konsultansi Badan Usaha
Metode e-Seleksi Sederhana
(dengan Pascakualifikasi)
55

Ruang Lingkup

11. Lingkup Pekerjaan a. Survey Pendahuluan ( Reconnaissance Survey )


Pekerjaan Survey Pendahuluan ini meliputi
peninjauan lapangan terhadap ruas jalan dan
bangunan pelengkap, penentuan lokasi dan relokasi
jika dianggap perlu dan sebagainya. Semua hasil
survei pendahuluan harus dilaporkan dalam bentuk
laporan survei pendahuluan lengkap dengan foto.

b. Pekerjaan Perencanaan Teknis


Pekerjaan ini meliputi pengukuran topografi, desain,
perhitungan volume dan biaya pelaksanaan,
pembuatan spesifikasi, dokumen tender, laporan -
laporan dan semua pekerjaan lain yang diperlukan
untuk mencapai tujuannya seperti tersebut akan
diuraikan secara detail dalam syarat-syarat dan
uraian pekerjaan ini.
1. Pengukuran Topografi
Pengukuran topografi dilakukan sepanjang lokasi
as bangunan pelengkap baru dengan mengadakan
tambahan pengukuran detail pada tempat yang
memerlukannya atau pemindahan lokasi
bangunan pelengkap sehingga memungkinkan
didapat alinyemen as jalan yang sesuai dengan
standar yang dikehendaki.
Jenis pengukuran ini meliputi pekerjaan sebagai
berikut :
a). Pengukuran titik horizontal dan vertikal;
b). Pengukuran situasi jalan dan bangunan
pelengkap;
c). Pengukuran penampang memanjang dan
melintang;
d). Perhitungan dan penggambaran peta.
e). Pengukuran ditempat alinyemen bangunan
pelengkap.
2. Penyelidikan dan Penggambaran Peta
Kegiatan yang dilakukan adalah mengadakan
peninjauan dan penyelidikan terhadap semua data
tanah dan material di sepanjang lokasi kegiatan
tersebut, yang akan dilakukan berdasarkan survei
langsung di lapangan.
3. Perhitungan Rencana
Dalam fase perencanaan ini, Konsultan wajib
melaksanakan proses sebagai berikut :
a). Penyusunan konsep detail perencanaan untuk
selanjutnya dimintakan persetujuan pengguna
jasa.
b). Pembuatan perencanaan akhir, dilakukan
setelah konsep tersebut butir a, mendapat
persetujuan pengguna jasa dengan
mencantumkan koreksi–koreksi dan saran

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Jasa Konsultansi Badan Usaha
Metode e-Seleksi Sederhana
(dengan Pascakualifikasi)
56

yang diberikan oleh pengguna jasa.


c). Semua perencanaan harus mengikuti
ketentuan-ketentuan yang berlaku.
(1). Konsep Detail Perencanaan
Dalam proses ini konsultan menentukan
semua kesimpulan hasil survei di
lapangan dari semua bagian hasil
perencanaan.
(2). Laporan Konsep Detail Perencanaan
Konsultan wajib membuat dan
menyampaikan kepada pengguna jasa
laporan yang berisi laporan kesimpulan
dan saran atas semua bagian perencanaan
(3). Kelengkapan - kelengkapan lainnya
berupa :
• Gambar lokasi bangunan pelengkap,
lengkap dengan nama jembatan dan
lokasinya.
• Simbol dan singkatan.
• Jadwal pelaksanaan dan perkiraan
kuantitas.
• Dan lain - lain yang dianggap perlu.
(4). Standar-standar dari bangunan pengaman
lainnya (bangunan penahan erosi dan
lain-lain).
4. Perhitungan Kuantitas/Volume Pekerjaan
Pelaksanaan Fisik
a). Penyusunan mata pembayaran pekerjaan (per
item) harus sesuai dengan spesifikasi yang
dipakai.
b). Perhitungan kuantitas/volume pekerjaan
harus dilakukan secara keseluruhan. Tabel
perhitungan harus mencakup lokasi dan
semua jenis mata pembayaran (pay item).
5. Perkiraan Biaya Pelaksanaan Fisik (Engineer’s
Estimate)
Supaya didapat perkiraan biaya yang tetap dan
sesuai maka konsultan/penyedia jasa harsus
melaksanakan :
a). Mengumpulkan harga satuan dasar upah,
bahan dan peralatan yang akan digunakan
dilokasi pekerjaan.
b). Menyiapkan laporan analisa harga satuan
pekerjaan untuk semua mata pembayaran
yang mengacu pada Panduan Analisa Harga
Satuan yang diterbitkan Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
c). Menyiapkan laporan perkiraan kebutuhan
biaya pekerjaan konstruksi.
6. Spesifikasi
a). Spesifikasi harus mengacu pada spesifikasi
yang berlaku di lingkungan Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Jasa Konsultansi Badan Usaha
Metode e-Seleksi Sederhana
(dengan Pascakualifikasi)
57

b). Bila diperlukan, tim harus menyusun


spesifikasi khusus untuk mata pembayaran
yang tidak tercakup dalam spesifikasi tersebut
diatas.
c). Penomoran untuk mata pembayaran yang baru
harus disetujui oleh Pengguna Jasa.
7. Penyerahan Konsep Detail Perencanaan.
Semua dokumen detail perencanaan sementara
meliputi :
a). Laporan - laporan.
b). Gambar - gambar rencana.
Harus sudah diserahkan kepada pengguna jasa
sesuai dengan jadwal waktu.
8. Perencanaan Akhir
a). Setiap revisi/variasi atas detail perencanaan
sementara yang dilakukan pengguna jasa
harus dimaksukkan ke dalam Final Design
melalui penelitian Konsultan.
b). Cetakan perencanaan akhir pada kertas
standar Kemterian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat harus diserahkan oleh
konsultan kepada pengguna jasa dalam waktu
yang telah ditetapkan.
Semua catatan dan perhitungan pada survei
lapangan dan perencanaan proyek ini harus
diserahkan kepada pengguna jasa

12. Keluaran3 Keluaran yang dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan ini


adalah:
a. Laporan Detail Desain
• Gambar Perencanaan Teknis (Desain) jalan dalam
ukuran kertas A3, agar dapat digunakan pada saat
penerapan di lapangan.
• Laporan Topografi yang didalamnya memuat
seluruh data pengukuran termasuk hasil
perhitungan serta foto dokumentasi;
b. Laporan Engineering Estimate yang berpedoman
pada Panduan Analisa Harga Satuan (PAHS) yang
dikeluarkan Kemterian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat.
c. Standar Dokumen Lelang yang berpedoman
Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan
Barang Jasa Pemerintah tentang Standar Dokumen
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah termasuk
didalamnya Spesifikasi Umum yang berpedoma pada
Spesifikasi Umum yang dikeluarkan oleh Kemterian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

3 Dijelaskan pula keterkaitan antara suatu keluaran dengan keluaran lain.

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Jasa Konsultansi Badan Usaha
Metode e-Seleksi Sederhana
(dengan Pascakualifikasi)
58

13. Peralatan, Material, 1) Laporan dan Data


Personil dan Tidak ada laporan dan data/informasi yang dapat
Fasilitas dari Pejabat dipakai referensi olah penyedia jasa.
Pembuat Komitmen 2) Akomodasi dan Ruang Kantor
Tidak ada akomodasi dan ruang kantor yang akan
disediakan oleh satuan kerja, penyedia jasa harus
menyediakan akomodasi dan ruangan kantor dengan
cara sewa/milik.
3) Staf Pengawas/ Pendamping
Pengguna jasa akan menugaskan staf pendamping
(counterpart) atau dalam rangka survey dalam
pelaksanaan jasa konsultansi.
4) Fasilitas yang disediakan oleh pengguna jasa
Pengguna Jasa tidak menyediakan fasilitas yang dapat
digunakan oleh penyedia jasa

14. Peralatan dan Penyedia Jasa diwajibkan untuk menyediakan segala


Material dari perlengkapan dan peralatan yang berkaitan dengan
Penyedia Jasa tugas perencanaan teknis.
Konsultansi Barang-barang yang harus disediakan oleh penyedia jasa
dengan cara sewa:
a. Akomodasi dan ruangan kantor
b. Kendaraan roda dua
c. Alat-alat kantor diantaranya Komputer dan printer
serta peralatan penunjang lainnya
d. Peralatan kerja lapangan/survey diantaranya alat
ukur serta peralatan penunjang lainnya
Selain kebutuhan di atas, penyedia jasa harus
menyediakan kebutuhan barang yakni : Alat tulis kantor
(ATK) termasuk bahan habis pakai yaitu meliputi alat
tulis kantor seperti kertas HVS dan alat tulis serta
komputer supplies yang terdiri dari flash disk/CD, kertas
dan tinta printer. Karena sifatnya yang habis pakai maka
digunakan sistem beli untuk pengadaannya. Selain itu
menyiapkan pula biaya foto copi.

15. Lingkup Penyedia jasa mempunyai hak dan kewenangan yang


Kewenangan meliputi :
Penyedia Jasa a. Membuat suatu laporan perencanaan teknis yang
sesuai dengan standar nasional Indonesia dan aturan
teknis yang ada sebagai bentuk pengembangan
sumber daya manusia;
b. Mendapat informasi dan konsultasi teknis dari
pengguna jasa;
c. Mendapatkan suatu kontrak yang jelas sesuai dengan
aturan konsultansi Indonesia;

16. Jangka Waktu 30 (Tiga Puluh) Hari Kalender


Penyelesaian
Pekerjaan

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Jasa Konsultansi Badan Usaha
Metode e-Seleksi Sederhana
(dengan Pascakualifikasi)
59

17. Personil Posisi Kualifikasi


Jumlah
Orang Bulan4
Tenaga Ahli:
Team Leader S1 Teknik 1 orang / 1
Sipil/Lingkungan bulan
/SKA Ahli Teknik
Lingkungan -
Madya

Ahli Teknik Air S1 Teknik 1 orang / 1


Bersih Pengairan / SKA bulan
Ahli SDA-Madya

Ahli Cost & Doc. S1 Teknik Sipil / 1 orang / 0,5


Spec. Engineer SKA Ahli Teknik bulan
Jalan - Madya

Tenaga Sub
Profesional:
CAD/CAM S1 Teknik Sipil 1 orang / 1
Operator bulan

Surveyor S1 Teknik Sipil / 1 orang / 0,5


Geodesi bulan

Tenaga Pendukung:
Sekretaris / Diploma Tiga 1 orang / 1
Administrasi bulan

18. Jadwal Tahapan Pekerjaan ini dapat dibagi dalam beberapa tahapan
Pelaksanaan proses, yaitu :
Pekerjaan a. Tahap Persiapan.
b. Tahap Pelaksanaan.
c. Tahap Penyerahan Laporan

Laporan
19. Laporan Rencana Kerja, Menyampaikan Kriteria Desain secara
Pendahuluan detail, Pengenalan Lokasi Awal, Organisasi Pelaksanaan
kegiatan, dan Jadwal pelaksanaan termasuk persiapan
survey.
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya : 4
(empat) hari sejak SPMK diterbitkan sebanyak 3 (tiga)
buku laporan.

4 Khusus untuk Metode Evaluasi Pagu Anggaran jumlah orang bulan tidak boleh dicantumkan.

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Jasa Konsultansi Badan Usaha
Metode e-Seleksi Sederhana
(dengan Pascakualifikasi)
60

20. Laporan Antara Laporan Antara memuat hasil sementara pelaksanaan


kegiatan yang merupakan rangkuman hasil
pengumpulan data sekunder maupun data primer, hasil
kajian terhadap data survei, konsep perencanaan,
progres kegiatan dan rencana selanjutnya.
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: 15 (tiga
puluh) hari sejak SPMK diterbitkan sebanyak 3 (tiga)
buku laporan.

21. Laporan Akhir Laporan Akhir memuat rangkuman seluruh kegiatan


yang telah dilakukan, berisi uraian pelaksanaan survey
pendahuluan, survey detail, pengolahan data, asumsi-
asumsi yang diambil, perhitungan perencanaan serta
rumus-rumusnya, perhitungan biaya, penentuan
pemakaian dokumen pengadaan, kriteria desain yang
diambil, kesimpulan dan rekomendasi.

Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: 30 (tiga


puluh) hari sejak SPMK diterbitkan sebanyak 8 (delapan)
buku laporan.
Disamping laporan dimaksud di atas, penyedia jasa
konsultansi harus melampirkan dokumentasi kegiatan
kegiatan sebanyak 3 (tiga) buku.

Hal-Hal Lain
22. Produksi dalam Semua Pekerjaan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini
Negeri harus dilakukan di dalam wilayah Negara Republik
Indonesia, dengan semaksimal mungkin memanfaatkan
produk dalam negeri (jika diperlukan penunjang),
kecuali ditetapkan lain pada angka 4 KAK dengan
pertimbangan keterbatasan kompetensi dalam negeri.

23. Persyaratan Jika kerjasama dengan penyedia jasa konsultansi lain


Kerjasama diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan jasa konsultansi
ini maka persyaratan berikut harus dipatuhi adalah
menggunakan lokasi kerja bersama dengan penyedia
yang lain (jika ada) dan pihak lainnya yang
berkepentingan atas lokasi kerja.

24. Pedoman Penyedia Jasa diwajibkan melaksanakan pengumpulan


Pengumpulan Data data lapangan sesuai persyaratan dan kaidah teknis
Lapangan maupun regulasi yang berlaku di bidang/layanan
pekerjaan konsultan pengawasan

25. Alih Pengetahuan Jika diperlukan, Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban


untuk menyelenggarakan pertemuan dan pembahasan
dalam rangka alih pengetahuan kepada personil satuan
kerja Pejabat Pembuat Komitmen.

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Jasa Konsultansi Badan Usaha
Metode e-Seleksi Sederhana
(dengan Pascakualifikasi)

Anda mungkin juga menyukai