Anda di halaman 1dari 18

ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PT SEMEN TONASA

OLEH:

ANDI REZKY ANANDA AMALIA (A021171006)

DEPARTEMEN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS HASANUDDIN

2018
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan dunia usaha yang semakin pesat, menimbulkan
persaingan antar perusahaan. Perusahaan akan melakukan berbagai hal
untuk tetap mempertahankan eksistensinya dan memperoleh keuntungan.
Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu menawarkan saham kepada
public yang disebut perusahaan go public. Perusahaan juga perlu
mempratikkan etika bisnis. Etika bisnis merupakan penerapan tanggung
jawab sosial perusahaan. Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang
sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan
memiliki daya saing yang tinggi. Salah satu perusahaan go public yaitu
PT.Semen Tonasa. PT.Semen Tonasa menerapkan etika bisnis dan
tanggung jawab sosial dalam mempertahankan eksistensinya.
B. Rumusan Masalah
1. Apa itu perusahaan go public?
2. Apa itu etika bisnis?
3. Apa itu tanggung jawab sosial?
4. Bagaimana profil PT Semen Tonasa?
5. Bagaimana etika bisnis PT Semen Tonasa?
6. Bagaimana tanggung jawab sosial PT Semen Tonasa?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui perusahaan go public
2. Untuk mengetahui etika bisnis
3. Untuk mengetahui tanggung jawab sosial
4. Untuk mengetahui profil PT Semen Tonasa
5. Untuk mengetahui etika bisnis PT Semen Tonasa
6. Untuk mengetahui tanggung jawab sosial PT Semen Tonasa
BAB II
PEMBAHASAN
A. PERUSAHAAN GO PUBLIC
Menurut Tandelilin go public atau penawaran umum merupakan kegiatan
yang dilakukan emiten untuk mejual sekuritas kepada masyarakat,
berdasarkan tata cara yang diatur oleh undang-undang dan peraturan
pelaksanaannya. Perusahaan Go Public adalah perusahaan yang
melakukan kegiatan penawaran saham kepada masyarakat (publik). Dengan
menawarkan saham kepada publik, maka perusahaan tersebut akan tercatat
di bursa menjadi perusahaan publik / terbuka.

B. ETIKA BISNIS
Etika bisnis merupakan cara melakukan kegiatan bisnis yang mencakup
seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, dan juga
masyarakat. Etika bisnis juga disebut sebagai penerapan tanggung jawab
sosial dalam suatu perusahaan. Tujuan etika bisnis bagi pengusaha adalah
untuk mendorong kesadaran moral dan memberikan batasan-batasan bagi
para pengusaha atau pelaku bisnis untuk menjalankan good business dan
tidak melakukan monkey business atau dirty business.

C. TANGGUNG JAWAB SOSIAL


Tanggung jawab sosial merupakan komitmen usaha untuk bertindak secara
etis, beroperasi secara legal dan berkontribusi untuk meningkatkan kualitas
hidup dari karyawan, komunitas lokal, dan komunitas luas. Konsep tanggung
jawab sosial melibatkan tanggung jawab antara pemerintah, perusahaan, dan
komunitas masyarakat setempat yang bersifat aktif dan dinamis. Hal yang
harus digarisbawahi adalah tanggung jawab sosial merupakan cara
membangun kemakmuran ekonomi. Artinya perusahaan tidak terus menerus
mengejar skala ekonomi yang besar dalam menjaga ketahanan bisnis,
namun harus peduli akan keseimbangan lingkungan sekitar khususnya
masyarakat.

D. PROFIL PT SEMEN TONASA


PT Semen Tonasa adalah produsen semen terbesar di Kawasan Timur
Indonesia yang menempati lahan seluas 715 hektar di Desa Biringere,
Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep. Perseroan yang memiliki
kapasitas terpasang 5.980.000 ton semen per tahun ini, mempunyai empat
unit pabrik, yaitu Pabrik Tonasa II, III, IV dan V. Keempat unit pabrik tersebut
menggunakan proses kering dengan kapasitas masing-masing 590.000 ton
semen pertahun untuk Unit II dan III, 2.300.000 ton semen per tahun untuk
Unit IV serta 2.500.000 ton semen untuk Unit V.
PT. Semen Tonasa telah memproduksi serta menjual semen di dalam
negeri dan mancanegara sejak tahun 1968. Proses produksi bermula dari
kegiatan penambangan tanah liat dan batu kapur di kawasan tambang tanah
liat dan pegunungan batu kapur sekitar pabrik hingga pengantongan semen
zak di packing plant. Proses produksi secara terus menerus dipantau oleh
satuan Quality Control guna menjamin kualitas produksi.
Lokasi pabrik yang berada di Sulawesi Selatan merupakan daerah
strategis untuk mengisi kebutuhan semen di daerah Indonesia Bagian Timur.
Dengan didukung oleh jaringan distribusi yang tersebar dan diperkuat oleh
sembilan unit pengantongan semen yang melengkapi sarana distribusi
penjualan, telah menjadikan perseroan sebagai pemasok terbesar di
kawasan tersebut. Unit pengantongan semen berlokasi di Palu, Banjarmasin,
Bitung, Kendari, Ambon dan Mamuju serta di Makassar, Bali, dan Samarinda.
Sarana pendukung operasi lainnya yang berkontribusi besar terhadap
pencapaian laba perusahaan adalah utilitas Pembangkit listrik Tenaga Uap
(PLTU) dengan kapasitas 2 X 25 MW dan 2 X 35 MW yang berlokasi di Desa
Biringkassi, Kabupaten Pangkep, sekitar 17 km dari lokasi pabrik.
Pendapatan utama perseroan adalah hasil penjualan Semen Portland
(OPC), Semen non OPC yaitu Tipe Komposit (PCC), tersebar di wilayah
Sulawesi, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Disamping
itu, penjualan ekspor juga dilakukan jika terjadi kelebihan produksi setelah
pemenuhan pasar dalam negeri.
Sejak 15 September 1995 Perseroan terkonsolidasi dengan PT Semen
Indonesia (Persero) Tbk. yang sebelumnya bernama PT Semen Gresik
(Persero) Tbk. dan sekarang menjadi perusahaan induk dari Perseroan.
Berbagai terobosan strategi dan program kerja dalam meningkatkan kinerja
Perseroan secara terintegrasi terus dipacu untuk mewujudkan visi perseroan
menjadi produsen semen yang terefisien dan mempunyai keunggulan yang
kompetitif diantara para produsen semen lainnya.

Perseroan telah menyelesaikan pembangunan pabrik Semen Tonasa


Unit V yang beroperasi dengan kapasitas 2.500.000 ton pertahun dengan
dukungan Power Plant 2 X 35 MW dengan pembiayaan proyek tersebut
bersumber dari dana sendiri dan kredit pembiayaan sindikasi perbankan
nasional.

Sasaran utama Perseroan adalah meningkatkan nilai perusahaan


kepada para pemegang saham dan pemangku kepentingan dengan strategi
yang berfokus pada kegiatan bisnis utama. Perseroan juga berkomitmen
untuk mempertahankan kekuatan finansialnya dengan manajemen likuiditas
yang sehat. Perseroan juga terus melakukan inovasi kerja dalam operasional
perusahaan.

Perseroan menggunakan volume produksi, penjualan, laba bersih


setelah pajak, ebitda serta ratio keuangan sebagai indikator kunci kinerja.
Lebih dari dua dekade, perseroan dalam menjalankan bisnisnya didukung
oleh perusahaan afiliasi yang berlokasi di sekitar perusahaan dengan bidang
bisnis yang saling berhubungan dengan bisnis utama perseroan. Lebih dari
dua dekade, perseroan dalam menjalankan bisnisnya didukung oleh
perusahaan afiliasi yang berlokasi di sekitar perusahaan dengan bidang
bisnis yang saling berhubungan dengan bisnis utama perseroan. PT Prima
Karya Manunggal merupakan perusahaan yang variatif dalam
mengembangkan bidang usahanya. Selain sebagai penyedia jasa konstruksi
dan pengangkutan darat untuk semen PT Prima Karya Manunggal juga
sebagai distributor produk perseroan. Untuk kegiatan pengangkutan darat
bahan mentah dan barang jadi, perseroan mendapat dukungan dari PT
EMKL Topabiring sejak Juli 1989. Sedangkan kegiatan strategis perusahaan
dalam rangka pengangkutan semen curah melalui laut, PT Pelayaran Tonasa
Lines telah setia mendistribusikan produk perseroan ke unit pengantongan
yang tersebar di berbagai lokasi sejak Februari 1989.

E. ETIKA BISNIS PERUSAHAAN PT SEMEN TONASA


1. Hubungan dengan Pemegang Saham (stakeholders)
Perusahaan memiliki komitmen untuk senantiasa menghormati dan
menjamin bahwa hak-hak pemegang saham, sesuai dengan Anggaran Dasar
Perusahaan, ketetapan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) serta
peraturan lain yang berlaku, dapat terpenuhi dengan baik secara transparan,
adil, tepat waktu dan lancar.
Hubungan dengan pemegang saham dapat terjalin dengan baik dan
memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, maka
perusahaan menertapkan kebijakan sebagai berikut:
a. Memberikan informasi material yang lengkap dan akurat mengenai
perusahaan kepada pemegang saham sesuai ketentuan/peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
b. Membuat mekanisme RUPS yang memungkinkan setiap pemegang
saham dapat hadir dalam RUPS dan memberikan suaranya sesuai
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
c. Menjamin agar setiap pemegang saham mendapatkan hak-haknya
sesuai ketentuan Anggaran Dasar Perusahaan, semua keputusan
yang diambil secara sah dalam RUPS serta peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
d. Memenuhi kewajiban dan melaksanakan tanggung jawabnya sesuai
Anggaran Dasar Perusahaan dan peraturan perundang-undangan
yang berlaku bagi setiap Pemegang Saham.
2. Hubungan dengan Karyawan
Perusahaan menganggap bahwa karyawan merupakan asset yang paling
penting dan berharga. Oleh karena itu Perusahaan akan memberikan kondisi
kerja yang baik dan aman, melindungi dari segala bentuk kemungkinan
membahayakan keselamatan dan kesehatan kerja, memberi hak kepada
karyawan untuk berserikat sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Perusahaan menerapkan sistem manajemen sumber daya manusia
berdasarkan nilai-nilai keterbukaan, adil dan bebas dari bias rencana adanya
perbeadaan suku, asal usul, jenis kelamin, agama da asal kelahiran serta
hal-hal yang terkait dengan kinerja karyawan. Untuk melaksanakan etika ini,
Perusahaan :
a. Menjadikan karyawan sebagai mitra strategis dalam mencapai tujuan
Perusahaan.
b. Menghormati dan memenuhi hak-hak karyawan sesuai dengan
Perjajnjian Kerja Bersama (PKB) yang telah disepakati dengan Serikat
Pekerja, serta ketentuan dan peraturan yang berlaku di perusahaan.
c. Memberikan keleluasaan untuk menyampaikan pikiran/pendapat yang
konstruktif.
d. Mendorong dan membantu karyawan untuk mengembangkan
pengetahuan dan keahlian yang relevan.
e. Melindungi hak karyawan untuk memilih atau tidak memilih menjadi
anggota Serikat Pekerja
f. Melaksanakan hubungan kerja sesuai dengan nilai-nilai etika dan
norma yang berlaku.
g. Melaksanakan survey kepuasan karyawan yang dilakukan secara
berkala untuk mengetahui sejauh mana kepuasan karyawan dalam
bekerja di perusahaan.
3. Hubungan dengan Pelanggan (Customer)
Perusahaan berusaha menjadi pilihan terbaik bagi pelanggannya.
Perusahaan mengutamakan kepuasan dan kepercayaan pelanggan yaitu
dengan usaha membina hubungan dan memberikan pelayanan dengan
kualitas prima, bermutu serta solusi yang inovatif kepada pelanggan.
Perusahaan akan berinteraksi dengan pelanggan secara langsung agar
dapat diketahui apa yang sebenarnya menjadi kebutuhan pelanggan dan
selanjutnya memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan.
Perusahaan mengutamakan kepuasan dan kepercayaan pelanggan dengan :
a. Memastikan produk yang diperdagangkan oleh perusahaan sesuai
dengan kontrak dan melalui penerapan sistem manajemen mutu dan
lingkungan.
b. Memastikan semua perjanjian bisnis dengan pelanggan dilakukan
secara adil berdasarkan kesetaraan dan sikap profeisonal.
c. Melakukan promosi yang berkesinambungan secara sehat, wajar,
jujur, tidak menyesatkan serta sesuai dengan norma-norma yang
berlaku.
d. Menyediakan dan mengelola media komunikasi dengan pelanggan
dan calon pelanggan sehingga memudahkan pelanggan
menyampaikan keluhan,
masukan serta menindaklanjutinya.
e. Melaksanakan survey kepuasan pelanggan yang dilakukan secara
berkala untuk mengetahui sejauh mana indeks kepuasan pelanggan
dalam berhubungan dengan perusahaan.
4. Hubungan dengan Pesaing (Competitor)
Perusahaan memandang dan menempatkan pesaing sebagai pemacu
untuk terus meningkatkan diri sehingga mampu bersaing dalam kompetisi
bisnis. Perusahaan menjunjung tinggi etika bisnis dan berkompetisi secara
sehat dan fair dengan para pesaing (competitor). Prinsip utama yang
dijalankan oleh Perusahaan dalam melakukan persaingan usaha yang sehat,
yaitu :
a. Mendorong sikap saling menghargai antar pesaing.
b. Melakukan inovasi-inovasi seiring perkembangan bisnis yang semakin
ketat dan terbuka.
c. Menegedepankan keunggulan produk, pelayanan dan harga.
d. Menjadikan perusahaan lainnya sebagai pembanding untuk
meningkatkan kinerja Perusahaan.
e. Menghindari praktek monopoli dan persaingan suaha yang tidak sehat.
f. Tidak melakukan kegiatan dalam bidang pemasaran, pembelian,
perjanjian, maupun kerjasama yang bertentangan dengan ketentuan
dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
g. Bersikap teliti dan berterus terang dalam berinteraksi dengan
komsumen serta memberikan keterangan yang benar mengenai
kualitas, aspek-aspek dan ketersediaan barang dan jasa Perusahaan.
h. Melakukan penelitian pasar (market research) untuk mengetahui posisi
persaingan.
5. Hubungan dengan Pemasok (Supplier)
Perusahaan senantiasa menjaga dan kerjasama dengan
pemasok/rekanan yang didasari sikap profesionalisme, kesetaraan,
kepercayaan dan saling menghormati. Perusahaan melakukan komunikasi
yang baik dengan pemasok termasuk menindaklanjuti keluhan dan
keberatan. Jalinan komunikasi dilaksanakan secara jujur dan efektif dengan
tetap menjaga kerahasiaan data dan informasi perusahaan menjalin
kerjasama dengan menyediakan barang/jasa dengan
menerapkan kaidah sebagai berikut :
a. Melaksanakan pengadaaan barang/jasa secara fair dan transparan.
b. Memberikan kesempatan yang sama pada semua pemasok dan calon
pemasok.
c. Memenuhi hak-hak pemasok sesuai perjanjian tertulis yang telah
disepakati.
d. Menghormati pemasok sebagai hubungan yang independen dan
bebas dari unsur paksaan dan kolusi.
e. Menjaga hubungan baik dengan pemasok yang memiliki track record
yang baik dan menjatuhkan sanksi terhadap pemasok yang
melakukan pelanggaran.
f. Melaksanakan survey atau pengukuran kepuasan pemasok dalam
hubungan dengan Perusahaan.
6. Hubungan dengan Kreditur
Perusahaan membina hubungan dengan para kreditur berdasarkan
komitmen, kepercayaan, kejujuran, saling menghormati, serta memberi
kesempatan yang sama bagi pera kreditur. Perusahaan senantiasa menjaga
reputasi dalam penggunaan dana-dana yang bersumber dari kreditur.
Prinsip-prinsip yang ditekankan dalam hubungan dengan kreditur, yaitu :
a. Menyediakan informasi yang aktual, akurat dan dapat dipercaya bagi
kreditur dan calon kreditur.
b. Memilih Kreditur berdasarkan aspek kredibilitas dan bonafiditas yang
dapat dipertanggungjawabkan.
c. Melakukan analisa resiko dan manfaat sebelum melakukan ikatan
perjanjian kerjasama.
d. Menerima pinjaman yang diikat melalui perjanjian yang sah dengan kla
usul perjanjian yang mengedepankan prinsip kewajaran (fairness).
e. Memenuhi hak-hak Kreditur sesuai perjanjian tertulis yang telah
disepakati dan mengupayakan tingkat pengembalian secara optimal
untuk menjaga kepercayaan kreditur.
f. Memberikan informasi secara terbuka tentang penggunaan dana untuk
meningkatkan kepercayaan kreditur.
7. Hubungan dengan Mitra Bisnis
Hubungan dengan mitra bisnis dan calon mitra bisnis dilakukan secara
profesioanal, serta dan saling menguntungkan dengan mematuhi prinsip-
prinsip sebagai berikut :
a. Memastikan kredibilitas dan reputasi calon mitra bisnis sebelum
melakukan perikatan bisnis.
b. Mengungkapkan informasi yang bersifat materiil dan relevan, sesuai
dengan kebutuhan kerjasama bisnis dengan tetap saling menjaga
kerahasiaan informasi.
c. Menghargai, saling percaya dan memupuk kebersamaan dengan mitra
bisnis.
d. Memenuhi hak-hak mitra kerja sesuai dengan perjanjian kerja tertulis
yang telah disepakati.
e. Membangun komunikasi secara intensif dengan mitra bisnis untuk
mencari solusi yang terbaik dalam rangka peningkatan kinerja.
f. Melakukan kerjasama secara independen, terbebas dari unsur
pemaksaan dan kolusi.
8. Hubungan dengan Pemerintah
Perusahaan mempunyai komitmen dengan mengembangkan dan
memlihara hubugan baik dan komunikasi efektif dengan Pemerintah Pusat
dan Daerah. Perusahaan menganut prinsip bisnis yang bermoral dan beretika
dengan tunduk dan patuh pada ketentuan bisnis serta berkomitmen untuk
mematuhi peraturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Setiap hubungan dengan pejabat pemerintah harus dipelihara sebagai
hubungan yang bersifat arms-length dan menghindari terjadi kolusi atau
penyelewengan.
Perusahaan akan senantiasa mendukung program-program Pemerintah
dengan prinsip saling menguntungkan. Prinsip-prinsip yang dijalankan dalam
hubungan dengan Pemerintah, yaitu :
a. Mematuhi ketentuan perundang-undangan serta peraturan-peraturan
yang dikeluarkan, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah
daerah.
b. Membantu program pemerintah terkait dengan tanggung jawab sosial
perusahaan.
c. Mamatuhi kewajiban-kewajiban kepada pemerintah sesuai dengan
ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
9. Hubungan dengan Masyarakat
Perusahaan memiliki komitmen untuk senantiasa peduli terhadap kondisi
masyarakat dimanapun perusahaan beroperasi, hubungan baik dan
pengembangan masyarakat sekitar merupakan landasan pokok bagi
keberhasilan jangka panjang perusahaan. Perusahaan berusaha
mempertahankan dan meningkatkan hubungan yang harmonis antara
Perusahaan dengan masyarakat sekitar. Perusahaan senantiasa
menghindari tindakan-tindakan yang mengarah kepada diskriminasi
masyarakat berdasarkan suku, agama, ras dan antar golongan. Beberapa hal
yang menjadi penekanan dalam hubungan dengan masyarakat,
yaitu :
a. Menghormati nilai-nilai budaya lokal dan memperhatikan aspek
lingkungan dimana perusahaan beroperasi.
b. Melaksanakan pemberdayaan masyarakat dan menjadi bagian dari
warga masyarakat yang peduli malalui kontribusi pada kegitan
kemanusiaan, pendidikan, dan kebudayaan, serta mendorong
partsipasi aktif insane perusahaan pada kegiatan sosial
kemasyarakatan.
c. Mengoptimalkan penyaluran program-program bantuan perusahaan
yang dilakukan melalui pelaksanaan tanggung jawab sosial
perusahaan yang efektif.
d. Memelihara komunikasi secara terbuka dengan berbagai unsur
masyarakat dan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang
program sosial dan kemasyarakatan serta kebijakan-kebijakan
perusahaan yang relevan.
e. Melarang karyawan memberikan janji-janji kepada masyarakat di luar
kewenangannya.
10. Hubungan dengan Media Massa
Perusahaan menganggap media massa sebagai mitra pada penyampaian
informasi dan promosi dalam upaya membangun citra positif. Perusahaan
senantiasa membina hubungan baik dan proaktif dalam rangka
mensosialisasikan peran, kebijakan dan keberhasilan perusahaan. Prinsip-
prinsip utama yang dijadikan perusahaan terkait hubungan dengan media
massa, yaitu :
a. Menerima masukan yang disampaikan media massa melalui proses
jurnalistik yang benar dan menganggap sebagai umpan balik untuk
membangun perusahaan yang semakin baik.
b. Memberikan informasi yang relevan dan berimbang kepada media
massa dan bersifat edukatif kepada masyarakat dalam pemahaman
terhadap usaha perusahaan dan industri.
c. Memperlakukan insan pers secara wajar untuk menciptakan citra
(image) perusahaan yang lebih baik.
d. Menerima dan menindaklanjuti kritik-kritik membangun yang
disampaikan melalui media massa, dengan memperhatikan
kepentingan terbaik perusahaan.
11. Hubungan dengan Afiliasi
Dalam melakukan hubungan dan pengelolaan dengan afiliasi, afiliasi
mendasarkan pada prinsip-prinsip GCG dan sesuai dengan ketentuan
perundang undangan yang berlaku. Perusahaan senantiasa menjalin
hubungan yang baik dengan afiliasi dalam upaya membangun sinergi dan
meningkatkan citra perusahaan dan kelompok usahanya. Prinsip-prinsip
utama yang dijalankan perusahaan terkait hubungan dengan perusahaan
yaitu :
a. Melakukan hubungan dengan Afiliasi yang dilaksanakan dalam
kerangka hubungan bisnis yang wajar dan saling menguntungkan.
b. Mendorong prinsip kemandirian terhadap aktivitas operasional anak
perusahaan, dan tidak memberikan perlakukan istimewa dalam
hubungan bisnis antara Perusahaan dan Afiliasi.
F. TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN PT SEMEN TONASA
Sebagai salah satu pemangku kepentingan atas keberadaan perseroan,
masyarakat sekitar merupakan bagian dari perseroan yang menjadi indikator
sekaligus pihak yang mendapat multiflier effect dari perkembangan bisnis
perseroan. Tanggung jawab perseroan kepada masyarakat dan lingkungan
sekitar diwujudkan dengan kewajiban perseroan untuk mengalokasikan
bagian keuntungan perusahaan guna mendukung peningkatan kualitas
kehidupan masyarakat sekitar dibidang ekonomi dan sosial.

Perseroan telah menetapkan blueprint CSR sebagai manual book


pelaksanaan program-program tanggung jawab sosial dan
lingkungan/Corporate Sosial Responsibility (TJSL), yang didalamnya terdapat
Strategic Flagship CSR Semen Tonasa yang mengambil tema Konservasi
Energi Untuk Negeri.

Selain program TJSL, perseroan juga melakukan Penyaluran Program


Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL) yang dananya disisihkan
maksimal 2% dari laba setelah pajak. Sumber dan penggunaan dana PKBL
diatur dalam Peraturan Menteri No.05/ MBU/2007 Pasal 9.

Dalam pelaksanaan TJSL sesuai blueprint yang telah ditetapkan,


perseroan bermitra dengan Pemkab Pangkep, dinas terkait, lembaga
penelitian, LSM, perusahaan lain di Pangkep dan masyarakat lingkar.
Perseroan telah menetapkan empat pilar utama yang didalamnya terdapat
berbagai program dan kegiatan TJSL. Pilar TJSL tersebut adalah Program
Sehat Tonasa, Cerdas Tonasa, Bina Mitra Tonasa dan Desa Mandiri Tonasa
yang memiliki sasaran strategis:

a. Meningkatkan kesehatan dan mempromosikan budaya hidup sehat


bagi masyarakat lingkar dan karyawan PT Semen Tonasa.
b. Meningkatkan kualitas pendidikan yang berkesinambungan dan
memberikan manfaat bersama.
c. Kemitraan dalam menjalankan program ekonomi yang berorientasi
pada kemandirian masyarakat.
d. Pengelolaan kawasan desa lingkar untuk mengurangi dampak operasi,
kelestarian lingkungan dan dukungan energi.

Sebagai Perseroan yang beroperasi dan berkembang di tengah


masyarakat, Semen Tonasa turut bertanggung jawab dalam mendorong
kemajuan masyarakat sekitar, dengan berdasar pada tujuh prinsip utama :

a. Transparansi Dan Akuntabilitas


b. Kearifan Lokal
c. Kejujuran Dan Kepercayaan
d. Keswadayaan
e. Keadilan
f. Kemitraan Dan Kesetaraan
g. Kemandirian

TONASA BERSAUDARA

Dalam pelaksanaannya, Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan


Semen Tonasa dinamakan Tonasa Bersaudara yang memiliki lima pilar,
yaitu:

a. Tonasa Mandiri
Bentuk partisipasi aktif perusahaan dalam meningkatkan kemandirian
ekonomi masyarakat

b. Tonasa Cerdas
Peran serta perusahaan secara aktif dalam meningkatkan kualitas
sumber daya manusia

c. Tonasa Sehat
Kepedulian perusahaan dalam meningkatkan kualitas hidup dan
kesehatan masyarakat dan lingkungan

d. Tonasa Bersahaja
Kepedulian perusahaan terhadap kondisi sosial dan peran serta aktif
terhadap pengembangan aspek seni dan budaya serta olah raga

e. Tonasa Hijau
Pengejawantahan dari komitmen perusahaan dalam pelestarian alam
secara berkelanjutan
Semen Tonasa secara terus menerus melakukan pengembangan prasarana
dan sarana masyarakat di sekitar pabrik serta kegiatan melestarikan
lingkungan.

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Perusahaan dalam mempertahankan eksistensinya dapat dilakukan salah


satunya dengan melakukan go public atau disebut perusahaan go public. PT
Semen Tonasa sebagai perusahaan go public yang merupakan produsen
semen terbesar di kawasan Timur terletak di Desa Biringere, Kecamatan
Bungoro, Kabupaten Pangkep juga memiliki etika bisnis dan tanggung jawab
sosial. Etika bisnis dan tanggung jawab sosial sangat penting bagi suatu
perusahaan dalam menjalankan usahanya yang menjadi pedoman dalam
berbisnis. PT Semen Tonasa memiliki etika bisnis pada masing-masing pihak
yang terlibat didalamnya yaitu pada pemegang saham, karyawan,
pelanggang, pesaing, pemasok, kreditor, mitra bisnis, pemerintah,
masyarakat, media massa, dan afiliasi. Adapun tanggung jawab sosial yang
dikenal dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan/Corporate Sosial
Responsibility (TJSL). Pilar TJSL tersebut adalah Program Sehat Tonasa,
Cerdas Tonasa, Bina Mitra Tonasa dan Desa Mandiri Tonasa. Dalam
pelaksanaannya dinamakan Tonasa Bersaudara.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.ilmuekonomi.net/2015/12/pengertian-tujuan-dan-manfaat-
perusahaan-go-public.html#
https://www.jurnal.id/id/blog/2017/pengertian-tujuan-dan-contoh-etika-bisnis-
dalam-perusahaan

http://www.linknet.co.id/ind/about-us/slug:corporate-responsibility

http://sementonasa.co.id/profile_brief.php

http://sementonasa.co.id/kode_etik.php

http://sementonasa.co.id/csr.php