Anda di halaman 1dari 3

Soal 1

1) Mengapa penjualan konsinyasi lebih menguntungkan bagi komisioner?


Jawaban:
Bagi komisioner penjualan konsinyasi lebih menguntungkan karena beberapa alasan
sebagai berikut:

a) Komisioner tidak dibebani resiko menanggung kerugian bila gagal dalam penjualan
barang-barang konsinyasi.
b) Komisioner tidak mengeluarkan biaya operasi penjualan konsinyasi karena semua
biaya akan diganti atau ditanggung oleh pengamanat.
c) Kebutuhan akan modal kerja dapat dikurangi sebab komisioner hanya berfungsi
sebagai penerima dan penjual barang konsinyasi untuk pengamanat.
d) Komisioner berhak mendapatkan komisi dari hasil penjualan barang konsinyasi.

Soal 2
2) Pada awal tahun 2015 PT ABC mengadakan perjanjian konsinyasi dengan toko XYZ. Isi
perjanjian tersebut antara lain:
1. PT ABC akan menitipkan barang kepada toko XYZ
2. Toko XYZ berhak atas komisi sebesar 15% dari hasil penjualan
3. Semua biaya ditanggung oleh PT ABC
4. Toko XYZ harus membuat pertanggungjawaban secara bulanan.
Transaksi yang berhubungan dengan perjanjian konsinyasi tersebut untuk bulan januari
2015 adalah:
1. PT ABC mengirim 100 unit barang yang dalam keadaan CKD ke toko XYZ. Harga
pokok barang tersebut Rp. 300.000,00 sedangkan harga jual ditentukan Rp.
500.000,00
2. PT ABC membayar biaya angkut sebesar Rp. 500.000,00
3. Toko XYZ menerima kiriman barang dari PT ABC dan membayar biaya perakitan
sebesar Rp. 200.000,00
4. Toko XYZ berhasil menjual seluruh barang dagangan secara tunai
5. Toko XYZ mengirimkan laporan hasil penjualan ke PT ABC
6. Toko XYZ mengirimkan kas yang menjadi hak PT ABC, yaitu:
- Penjualan: 100 x Rp. 500.000,00 = Rp. 50.000.000,00
- Komisi 15% = Rp. 7.500.000,00
- Biaya perakitan = Rp. 200.000,00
- Kas yang dikirim = Rp. 42.300.000,00
Buatlah jurnal untuk transaksi yang dicatat oleh
1. Pengamanat / consignor baik dengan metode terpisah maupun metode tak terpisah
2. Komisioner / consignee baik dengan metode terpisah maupun metode tak terpisah

Jawaban:
1. Jurnal yang dibuat oleh PT ABC / Pengamanat ( dalam ribuan) adalah:
Metode terpisah Metode tidak terpisah
Transaksi 1 Transaksi 1
Barang konsinyasi Rp. 30.000 Transaksi ini tidak dicatat
Persediaan Rp. 30.000

Transaksi 2 Transaksi 2
Barang konsinyasi Rp. 500 Biaya transport Rp. 500
Kas Rp. 500. Kas Rp. 500

Transaksi 3 Transaksi 3
Transaksi ini tidak dicatat Transaksi ini tidak dicatat

Transaksi 4 Transaksi 4
Transaksi ini tidak dicatat Transaksi ini tidak dicatat

Transaksi 5 Transaksi 5
Piutang-komisioner Rp. 42.300 Piutang-komisioner Rp. 42.300
Barang konsinyasi Rp. 7.700 Biaya Rp. 7.700
Barang konsinyasi Rp. 50.000 Penjualan Rp. 50.000

Harga pokok penjualan Rp. 30.000


Persediaan Rp. 30.000

Transaksi 6 Transaksi 6
Kas Rp. 42.300 Kas Rp. 42.300
Piutang komisioner Rp. 42.300 Piutang komisioner Rp. 42.300
2. Jurnal yang dibuat oleh Toko XYZ / Komisioner ( dalam ribuan) adalah:
Metode terpisah Metode tidak terpisah
Transaksi 1 Transaksi 1
Transaksi ini tidak dicatat Transaksi ini tidak dicatat

Transaksi 2 Transaksi 2
Transaksi ini tidak dicatat Transaksi ini tidak dicatat

Transaksi 3 Transaksi 3
Barang komisi Rp. 200 Utang pengamanat Rp. 200
Kas Rp. 200 Kas Rp. 200

Transaksi 4 Transaksi 4
Kas Rp. 50.000 Kas Rp. 50.000
Barang komisi Rp. 50.000 Penjualan Rp. 50.000

Harga pokok penjualan Rp. 42.500


Utang pengamanat Rp. 42.500

Transaksi 5 Transaksi 5
Barang komisi Rp. 42.300 Transaksi ini tidak dicatat
Utang pengamanat Rp. 42.300

Transaksi 6 Transaksi 6
Utang pengamanat Rp. 42.300 Utang pengamanat Rp. 42.300
Kas Rp. 42.300 Kas Rp. 42.300