Anda di halaman 1dari 3

HIV / AIDS

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tgl. Terbit :
Halaman :

UPTD PUSKESMAS dr. RUNDITO


REMBANG NIP. 197304212007011011

1. Pengertian HIV adalah Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang menyerang


sel-selkekebalan tubuh.
AIDS atau Acquired Immunodefficiency Syndrome adalah kumpulan
gejalaakibat penurunan kekebalan tubuh yang disebabkan oleh
infeksi HIV.
2. Tujuan Sebagai acuan menerapkan langkah langkah untuk melakukan
pemeriksaan pada pasien HIV / AIDS.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Pengadegan No 445 / 006 /SK / 2016 tentang
Kebijakan Pelayanan KlinisUPTD Puskesmas Pengadegan.
4. Referensi PMK No. 5 Tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinik Dokter di
Fasilitas Layanan Kesehatan Tingkat I
5. Prosedur/ Anamnesa
Langkah-langkah Subyektif :
Pasien datang dapat dengan keluhan yang berbeda-beda antara lain
demam atau diare (terus menerus atau intermiten) yang lebih dari
satu bulan. Keluhan disertai kehilangan berat badan (BB) >10% dari
BB dasar. Keluhan lain bergantung dari penyakit yang
menyertainya, seperti:
a. Kulit: kulit kering yang luas, terdapat kutil di genital.
b. Infeksi:
1. Jamur, seperti kandidiasis oral, dermatitis seboroik atau
kandidiasisvagina berulang.
2. Virus, seperti herpes zoster berulang atau lebih dari satu
dermatom,
3. Herpes genital berulang, moluskum kontagiosum,
kondiloma.
4. Gangguan napas, seperti tuberculosis, batuk >1 bulan, sesak
napas,
5. Pneumonia berulang, sinusitis kronis
6. Gejala neurologis, seperti nyeri kepala yang semakin parah
dan tidakjelas penyebabnya, kejang demam, menurunnya
fungsi kognitif.
Faktor Risiko
a. Hubungan seksual yang berisiko/tidak aman
b. Pengguna napza suntik
c. transfusi
d. Pembuatan tato dan atau alat medis/alat tajam yang tercemar HIV
e. Bayi dari ibu dengan HIV/AIDS
f. Pasangan serodiskordan – salah satu pasangan positif HIV

Pemeriksaan Fisik
Obyektif :
Pemeriksaan fisik meliputi tanda-tanda vital, BB, tanda-tanda yang
mengarah kepada infeksi oportunistik sesuai dengan stadium klinis
HIV
HIV AIDS
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tgl. Terbit :
Halaman :

UPTD PUSKESMAS dr. RUNDITO


REMBANG NIP. 197304212007011011

Assasment :
a. HIV stadium 1
b. HIV stadium 2
c. HIV stadium 3
d. HIV stadium 4
( kriteria stadium ada di lampiran )

Plan :
Setelah dinyatakan terinfeksi HIV maka pasien perlu dirujuk ke
Pelayanan Dukungan Pengobatan ( RS yang menyelenggarakan
klinik VCT )
Pelayanan terkait HIV meliputi :
 Informed consent untuk tes HIV seperti tindakan medis
lainnya.
 Mencatat semua kegiatan layanan dalam formulir yang
sudah
ditentukan.
 Anamnesis dan pemeriksaan fisik lengkap oleh dokter.
 Skrining TB dan infeksi oportunistik.
 Konseling bagi ODHA perempuan usia subur tentang KB
dan kesehatanreproduksi termasuk rencana untuk
mempunyai anak.
 Pemberian obat kotrimoksasol sebagai pengobatan
pencegahan infeksi oportunistik.
 Pemberian ARV untuk ODHA yang telah memenuhi syarat.
 Pemberian ARV profilaksis pada bayi segera setelah
dilahirkan oleh ibuhamil dengan HIV.
 Pemberian imunisasi dan pengobatan pencegahan
kotrimoksasol padabayi yang lahir dari ibu dengan HIV
positif.
 Anjuran rutin tes HIV, malaria, sifilis dan IMS lainnya pada
perawatanantenatal (ANC).
 Konseling untuk memulai terapi.
 Konseling tentang gizi, pencegahan penularan,
 narkotika dan konselinglainnya sesuai keperluan.
 Menganjurkan tes HIV pada pasien TB, infeksi menular
seksual (IMS),dan kelompok risiko tinggi beserta pasangan
seksualnya, sesuai denganketentuan yang berlaku.
 Pendampingan oleh lembaga non kesehatan sesuai dengan
kebutuhan pasien.
6. Diagram Alir -
7. Ha-hal yang perlu -
diperhatikan
8. Unit terkait Semua unit pelayanan
9. Dokumen terkait 1. Rekam Medis Pasien
2. Persetujuan tindakan medis/pemeriksaan HIV
10. Rekaman historis -
perubahan
STADIUM KLINIS HIV
Stadium 1
 Tidak ada gejala
 Limfadenopati Generalisata Persisten

Stadium 2
 Penurunan berat badan bersifat sedang yang tidak diketahui penyebabnya (<10% dari
perkiraan berat badan atau berat badansebelumnya)
 Infeksi saluran pernafasan yang berulang (sinusitis, tonsilitis, otitismedia, faringitis)
 Herpes zoster
 Keilitis Angularis
 Ulkus mulut yang berulang
 Ruam kulit berupa papel yang gatal (Papular pruritic eruption)
 Dermatitis seboroik
 Infeksi jamur pada kuku

Stadium 3
 Penurunan berat badan yang tak diketahui penyebabnya (lebih dari10% dari perkiraan
berat badan atau berat badan sebelumnya)
 Diare kronis yang tak diketahui penyebabnya selama lebih dari 1bulan
 Demam menetap yang tak diketahui penyebab
 Kandidiasis pada mulut yang menetap
 Oral hairy leukoplakia
 Tuberkulosis paru
 Infeksi bakteri yang berat (contoh: pneumonia, empiema,meningitis, piomiositis, infeksi
tulang atau sendi, bakteraemia,penyakit inflamasi panggul yang berat)
 Stomatitis nekrotikans ulserative akut, gingivitis atau periodontitis
 Anemi yang tak diketahui penyebabnya (<8g/dl), netropeni (<0.5 x10 g/l) dan/atau
trombositopenia kronis (<50 x 10 g/l)

Stadium 4
 Sindrom wasting HIV
 Pneumonia bakteri berat yang berulang
 Infeksi Herpes simplex kronis ( orolabial, genital, atau anorektal selama lebih dari 1 bulan
atau viseral di bagian manapun )
 Kandidiasis esofageal (atau kandidiasis trakea, bronkus atau paru)
 Tuberkulosis ekstra paru
 Sarkoma Kaposi
 Penyakit cytomegalovirus ( retinitis atau infeksi organlain, tidak termasuk hati,
limpa dan kelenjar getah bening)
 Toksoplasmosis di sistim saraf pusat
 Ensefalopati HIV
 Pneumonia Kriptokokus ekstra pulmoner, termasuk meningitis
 Cyrptosporidiosis kronis
 Isosporiasis kronis
 Mikosis diseminata ( histoplasmosis,coccidiomycosis)
 Septikemi yang berulang(termasuk Salmonella non-tifoid)
 Limfoma (serebral atau Sel Bnon-Hodgkin)
 Karsinoma serviks invasif
 Leishmaniasis diseminata tipikal
 Nefropati atau kardiomiopati terkait HIV yang simtomatis