Anda di halaman 1dari 2

DIABETES MELITUS

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tgl. Terbit :
Halaman :

UPTD PUSKESMAS dr. RUNDITO


REMBANG NIP. 197304212007011011

1. Pengertian Diabetes Melitus adalah gangguan metabolik yang ditandai oleh


hiperglikemia akibat defek pada kerja insulin ( resistensi insulin )
dan gangguan sekresi insulin akibat kerusakan pankreas atau kedua
- duanya
2. Tujuan Sebagai acuan menerapkan langkah langkah untuk memberikan
penatalaksanaan yang tepat pada pasien Diabetes Melitus.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Rembang No. tentang
Kebijakan Pelayanan Klinis UPTD Pusksmas Rembang
4. Referensi PMK No. 5 Tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinis Dokter di
Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama
5. Prosedur/ 1. Anamnesa
Langkah-langkah Subyektif : Pasien mengeluh adanya trias DM yaitu polifagi,
poli uri, dan polidipsi, dan disertai dengan keluhan lemas dan
penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya. Keluhan
ini disertai dengan keluhan tidak khas seperti rasa lelah,
kesemutan ( rasa baal di ujung – ujung ekstremitas ), gatal, mata
kabur, disfungsi ereksi pada pria, pruritus vulvae pada wanita,
dan luka yang sulit sembuh.
Faktor resiko DM tipe 2 :
- Obesitas ( IMT >= 25 kg/m2 )
- Keturunan DM
- Hipertensi
- Riwayat penyakit kardiovaskuler
- Dislipidemia
- Riwayat melahirkan bayi besar > 4000 gram atau pernah
didiagnosis DM gestasional
- Perempuan dengan Riw. PCOS
- Kurang aktifitas fisik
- Riwayat GDPT / TGT
2. Pemeriksaan Fisik : pasien diperiksa sambil tiduran
Obyektif :
a. Penurunan BB yang tidak jelas penyebabnya
b. Trias DM ( polidipsi, polifagi, poliuri )
c. Hasil laboratorium GDS >= 200 mg/dl, GDP >= 126 mg/dl,
HbAIc >= 6,5 %
d. Terdapat penyakit penyerta DM ( ulkus, diare, neuropati,
retinopati, hiperlipid, hipoglikemi, impotensi )
DIABETES MELITUS
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tgl. Terbit :
Halaman :

UPTD PUSKESMAS dr. RUNDITO


REMBANG NIP. 197304212007011011

3. Assesment : E10 ( Insulin Dependent DM ), E11 ( Non Insulin


Dependent DM )
a. DM tipe 1, biasanya pada usia muda < 40 tahun, akibat
kerusakan sel beta pankreas
b. DM tipe 2, disebabkan resistensi insulin
c. DM Tipe lain ( endokrinopati, efek samping obat, infeksi,
penyakit eksokren pankreas, defek genetik fungsi sel beta )
d. DM gestasional
4. Planning
a. Modifikasi gaya hidup
b. Pengobatan
Pengobatan jenis obat Hipoglikemik oral ( OHO ) dan
insulin bersifat individual tergantung kondisi pasien
OHO dimulai dengan dosis kecil, dan ditingkatkan secara
bertahap sesuai respon kadar gula darah
c. Cara minum OHO
Sulfonilurea: 15 –30 menit sebelum makan.
Repaglinid, Nateglinid: sesaat sebelum makan.
Metformin : sebelum/pada saat/sesudah makan.
Penghambat glukosidase (Acarbose): bersama makan suapan
pertama
Tiazolidindion: tidak bergantung pada jadwal makan.
DPP-IV inhibitor dapat diberikan bersama makan dan atau sebelum
makan

5. Kriteria rujukan :
DM dengan komplikasi
Komplikasi akut :
a. Ketoasidosis Diabetik
b. Hiperosmolar non ketotik
c. Hipoglikemia
Komplikasi kronik
a. Makroangiopati
b. Komplikasi pembuluh darah jantung
c. Komplikasi pembuluh darah perifer
d. Komplikasi pembuluh darah otak
e. Mikroangiopati ( retinopati, nefropati )
6. Diagram Alir -
7. Ha-hal yang perlu -
diperhatikan
8. Unit terkait BP Umum, klinik gizi, Farmasi, Laboratorium
9. Dokumen terkait 1. RM
2. Resep
3. Buku Register Pasien