Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN AIR

PENGARUH NIKOTIN DAN ALKOHOL TERHADAP LAJU


ALIR DARAH IKAN MAS (Cyprinus carpio)

Disusun sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas laporan akhir praktikum
Mata Kuliah Fisiologi Hewan Air semester ganjil

Disusun oleh :

Adhitya Ramadhan 230110160208


Aulia Rossdiana Tufliha 230110160220
Qulsum Cintia Dewi 230110160000

Kelas :
Perikanan C /Kelompok 13

UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
PROGRAM STUDI PERIKANAN
JATINANGOR

2017
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan
karunia-Nya kami dapat menyelesaikan Laporan Praktikum ” Pengaruh Nikotin &
Alkohol Pada Laju Alir Darah Benih Ikan Mas (Cyprinus Carpio) ” yang
merupakan bagian dari tugas Mata Kuliah Fisiologi Hewan Air. Kami
mengucapkan terima kasih kepada Asisten Laboratorium Mata Kuliah Fisiologi
Hewan Air yang telah membimbing kami menyusun Laporan Praktikum ini. Tidak
lupa teman-teman dan semua pihak yang ikut berpartisipasi dalam menyelesaikan
tugas makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini mungkin masih terdapat banyak kesalahan,
oleh karena itu kritik dan saran sangat diperlukan untuk memperbaiki kesalahan
agar dapat lebih baik lagi kedepannya. Kami berharap semoga makalah ini dapat
berguna bagi semua civitas akademika yang membutuhkannya.

Jatinangor, 28 September 2017

Penyusun
DAFTAR TABEL

Nomor Judul Halaman


DAFTAR GAMBAR

Nomor Judul Halaman


DAFTAR LAMPIRAN

Nomor Judul Halaman


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sistem peredaran darah pada ikan bersifat tunggal, artinya hanya terdapat
satu jalur sirkulasi peredaran darah. Berawal dari jantung, darah menuju insang
untuk melakukan pertukaran gas. Selanjutnya, darah dialirkan ke dorsal aorta dan
terbagi ke segenap organ-organ tubuh melalui saluran-salura kecil. Selain itu,
sebagian darah dari insang kadang langsung kembali ke jantung. Darah
memberi bahan materi dengan perantaraan difusi melalui dinding yang tipis dari
kapiler darah, dan kembali ke jantung melalui pembulu yang ke dua. Seri pertama
dinamakan sistem arteri dan seri ke dua disebut sistem vena.
Aliran darah pada vena dan arteri berbeda karena adanya perbedaan didalam
otot dan jaringan penyambung yang terdapat di dalamnya. Arteri memiliki banyak
otot, sedangkan vena hanya sedikit (Marshall, 1980). Arteri berfungsi
menstransport darah di bawah tekanan tinggi ke jaringan. Arteri mempunyai
dinding vaskuler yang lebih tebal dibanding vena dan darah mengalir lebih
cepat.Vena berfungsi sebagai saluran penampung mengangkut darah dari jaringan
ke jantung, karena tekanan di sistem vena sangat pendek, dinding vena menjadi
sangat tipis (Guyton, 1993). Semua hewan vertebrata mempunyai sistem
sirkulasi darah tertutup, yakni darah senantiasa berada dalam lambung kapiler,
arteri, dan vena. Hewan vertebrata memiliki jantung berperan dalam sirkulasi darah.
Hubungan antara laju metabolisme, respirasi, sirkulasi dan pengaturan mekanisme
transport oksigen dengan media sikulasi pada jaringan hewan vertebrata. Adaptasi
mempengaruhi laju metabolisme contoh permukaan insang yang lebar, konsentrasi
Hb tinggi,sirkulasi darah dari jantung yang tinggi ( Richard et al.2005 ).
Nikotin adalah senyawa kimia organik kelompok alkaloid yang dihasilkan
secara alami pada berbagai macam tumbuhan, terutama suku terung-terungan
(Solanaceae) seperti tembakau dan tomat. Nikotin berkadar 0,3 sampai 5,0% dari
berat kering tembakau berasal dari hasil biosintesis di akar dan terakumulasi di
daun. Nikotin merupakan racun saraf yang potensial dan digunakan sebagai bahan
baku berbagai jenis insektisida. Pada konsentrasi rendah, zat ini dapat menimbulkan
kecanduan, khususnya pada rokok. Nikotin memiliki daya karsinogenik terbatas
yang menjadi penghambat kemampuan tubuh untuk melawan sel-sel kanker, akan
tetapi nikotin tidak menyebabkan perkembangan sel-sel sehat menjadi sel-sel
kanker. Rokok adalah perantara utama bagi nikotin masuk ke tubuh manusia
melalui asapnya. Di dalam daun tembakau ada beberapa macam alkaloid yang dapat
memberikan rasa nikmat pemakainya yaitu nikotin, nikotirin, dan myosmin
(Cahyono, 1998).
Alkohol merupakan zat psikotropika dengan penggunaan yang paling luas.
Alkohol selama ini masih diyakini sebagai suatu minuman yang tidak berbahaya
dan menimbulkan efek yang menyenangkan serta dianggap sebagai bagian dari
gaya hidup yang terkait dengan budaya setempat. Alkohol adalah salah satu jenis
alkohol alifatik yang larut air. Senyawa ini sering juga disebut etil alkohol atau
alkohol saja. Alkohol dibuat dari hasil fermentasi, berupa cairan jernih tak berwarna
dan rasanya pahit (Joewana 1989).
Pengukuran yang paling sering dilakukan dalam penelitian system
sirkulasidarah adalah tekanan dan aliran. Dalam percobaan ini akan dibuktikan
bagaimanapengaruh alcohol yang bersifat fasa dilatasi dan nikotin yang bersifat
fasakonstriksi akan mempengaruhi laju alir darah.
1.2 Tujuan
Untuk mengamati pengaruh penambahan larutan alkohol dan nikotin pada
pembuluh darah arteri dan vena sirip ekor benih ikan mas terhadap laju alir darah
dibandingkan dengan penambahan aquades sebagai kontrol.
1.3 Kegunaan
Mengetahui Manfaat yang dapat diperoleh dari praktikum ini adalah
praktikan dapat mengetahui efek yang ditimbulkan oleh larutan uji terhadap laju
aliran darah pada ikan.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Ikan Mas
Ikan mas merupakan jenis ikan air tawar dengan bentuk tubuh memanjang
dan sedikit pipih kesamping (Compressed), mulut terletak diujung tengah
(terminal) dan dapat disembulkan (Bleeker et al. 1965). Ikan mas bernilai ekonomis
penting dan sudah tersebar luas di Indonesia. Di Indonesia ikan mas berasal dari
daratan Eropa dan Tiongkok kemudian berkembang menjadi ikan budidaya yang
sangat penting (Djoko S 2002).
Ikan mas merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, berbadan memanjang
pipih kesamping dan lunak. Memiliki bentuk tubuh compressed dan memiliki sirip
ekor yang berbentuk homocercal. Ikan mas sudah dipelihara sejak tahun 475
sebelum masehi di Cina. Di Indonesia ikan mas mulai dipelihara sekitar tahun 1920.
Ikan mas yang terdapat di Indonesia merupakan ikan mas yang dibawa dari Cina,
Eropa, Taiwan dan Jepang. Ikan mas Punten dan Majalaya merupakan hasil seleksi
di Indonesia. Sampai saat ini sudah terdapat 10 ikan mas yang dapat diidentifikasi
berdasarkan karakteristik morfologisnya (Djoko 2002).
2.2 Klasifikasi dan Morfologi Ikan Mas (Cyprinus carpio L)
Klasifikasi ikan mas menurut Khairuman, dkk (2008) adalah sebagai
berikut:

Gambar 1. Ikan Mas (Cyprinus carpio)


Sumber : ediaswanto.wordpress.com
Filum : Cordata
Kelas : Pisces
Ordo : Cypriniformes
Famili : Cyprinidae
Genus : Cyprinus
Spesies : Cyprinus carpio L
Gambar 2. Ikan Mas (Cyprinus carpio L)
(Sumber: Santoso, 2011)
Tubuh ikan mas terbagi tiga bagian, yaitu kepala, badan, dan ekor. Memiliki
mulut kecil yang membelah bagian depan kepala, sepasang mata, sepasang lubang
hidung terletak di bagian kepala, dan tutup insang terletak dibagian belakang
kepala. Seluruh bagian tubuh ikan mas ditutupi dengan sisik yang besar, dan
berjenis cycloid yaitu sisik halus yang berbentuk lingkaran. Ikan Mas memiliki lima
buah sirip, yaitu sirip punggung yang terletak di bagian punggung (dorsal fin), sirip
dada yang terletak di belakang tutup insang (pectoral fin), sirip perut yang terletak
pada perut (pelvic fin), sirip dubur yang terletak dibelakang dubur (anal fin) dan
sirip ekor yang terletak di belakang tubuh dengan bentuk cagak (caudal fin)
(Santoso, 2011).
2.2.1 Habitat Hidup Ikan Mas (Cyprinus carpio L)
Ikan mas biasa hidup di perairan tawar yang airnya tidak terlalu dalam dan
deras seperti di pinggiran sungai atau danau. Ikan mas dapat hidup baik di daerah
dengan ketinggian 15O-600 meter di atas permukaan air laut, pada suhu 25-30°C
DO >3, salinitas 0 dan pH air antara 7-8 (Khairuman, dkk., 2008). Menurut Vonti
(2008) Semakin tinggi suhu air, maka kandungan oksigen terlarut akan semakin
sedikit. Sebaliknya jika suhu air semakin rendah maka kandungan oksigen terlarut
akan semakin besar.
2.2.2 Sistem Peredaran Darah Pada Ikan Mas

Gambar 2. Sistem peredaran vena pada ikan teleostei (Lagler, et al. 1977)
Sistem peredaran darah adalah sistem yang berfungsi untuk mengangkut
danmengedarkan O2 dari perairan ke sel-sel tubuh yang membutuhkan, juga
mengangkut enzim, zat-zat nutrisi, garam-garam, hormon, dan anti bodi serta
mengangkut CO2 dari dalam usus,kelenjar-kelenjar, insang, dan sebagainya, keluar
tubuh. Secara umum, sistem peredaran darah pada semua vertebrata adalah sama,
meskipun tetap ada perbedaan-perbedaan diantara setiapkelompok hewan. Ikan
mempunyai sistem peredaran darah tertutup, artinya darah tidak pernah keluar dari
pembuluhnya, jadi tidak ada hubungan langsung dengan sel tubuh sekitarnya.
Darah memberi bahan materi dengan perantaraan difusi melalui dinding yang tipis
dari kapiler darah, dankembali ke jantung melalui pembuluh yang ke dua. Atau
secara garis besarnya peredaran darahtunggal adalah peredaran darah yang darah
nya dari insang langsung beredar ke seluruh tubuhkemudian masuk ke jantung. Jadi
darah hanya beredar sekali melalui jantung dengan rute dari jantung ke insang lalu
ke seluruh tubuh kemudian kembali ke jantung.Seri pertama dinamakan sistem
arteri dan seri ke dua disebut sistem vena. Dimana organutamanya adalah jantung
7 yang bertindak sebagai pompa tekan merangkap pompa hisap. Darah ditekan
mengalir keluar dari jantung melalui pembuluh arteri ke seluruh tubuh sampai
kekapiler darah, kemudian dihisap melalui pembuluh vena dan kembali ke jantung
(Fujaya 2004).
2.2.3 Organ Pada Sistem Peredaran Darah
Adapun organ-organ yang berperan dalam sistem peredaran darah ikan
menurut (Affandi 2002) antara lain :
a) Sinus Venosus Adalah ruang tambahan yang berdinding tipis, hampir
tidak mengandung jaringan otot.Dinding kaudalnya bersatu dengan bagian depan
dari septum transversum, yang memisahkanrongga pericardial dari rongga
pleuroperitoneal. Darah venus dari seluruh tubuh, masuk di sinusvenosus melalu
sepasang ductus Cuvieri yang masuk di bagian lateral, dan sepasang sinushepaticus
yang masuk pada dinding posterior dari sinus venosus.Vena coronaria yang
datangdari dinding otot jantung, juga masuk dari sinus venosus. Dari sini darah
melalui lubang sinusatrial masuk ke dalam atrium.
b) Atrium Adalah ruang tunggal yang dindingnya relatif tipis, terletak
anterior dari sinus venosus.Darah dari atrium melalui lubang atrioventikular
diteruskan ke dalam rongga ventrikel. Lubangini dijaga oleh klep atau katup
atrioventrikular, supaya aliran darah tidak kembali ke rongga atrium.
c) Ventrikel Adalah ruang berdinding tebal berotot, menerima darah hanya
dari atrium saja danmemompakan darah melalui aorta ventral ke insang. Ruang ini
dibentuk oleh dua lapisan ototyaitu lapisan otot luar disebut kortikal dan lapisan
otot dalam disebut spongi. Bagian inimenerima darah dari atrium melalui
atrioventricular. Ujung anterior dari ventrikel tumbuhmemanjang dan berdinding
tebal, di dalamnya terdapat suatu seri klep semilunar.
d) Conus Arteriosus Pada Elasmobranchii, conus arteriosus berkembang
denga baik, tetapi tidak mempunyai bulbus arteriosus.Pada sebagian ikan Teleostei
conus arteriosus sudah tereduksi menjadi suatustruktur yang sangat kecil,
sedangkan bulbus arteriosus (perluasan sebagian dari aorta ventralis) berkembang
dengan baik.
2.2.4 Saluran Darah
Keterangan:
1. atrium, 2. ventricle, 3. aorta ventralis, 4. arteri branchialis afferent, 5.
insang, 6. arteri branchialis afferent, 7. Arteri carotid, 8. kepala, 9. vena jugularis,
10. vena cardinal, 12. aorta dorsalis, 13. usus, 14. vena portae hepatica, 15. hati, 16.
vena hepatica,17. Arteri caudalis, 18. arteri renalis, 19. vena portae renalis, 20.
ginjal, 21. Vena renalis.
Gambar 3. Diagram peredaran darah ikan teleostei (Adam and Eddy, 1951)
Saluran darah merupakan salah satu penunjang keberlangsungan sistem
peredaran darah, Saluran darah terdiri dari 3 yaitu : Arteri, vena dan kapiler
(Yuwono 2001).
a. Arteri Adalah pembuluh darah yang aliran darahnya menjauhi jantung
atau saluran yang dilaluidarah yang keluar dari insang dan menuju ke bagian-bagian
tubuh. Biasanya membawa darah yang kaya dengan oksigen ke seluruh bagian
tubuh. Saluran darah ini terdiri dari tiga lapisanyaitu bagian dalam (intima),
memiliki lapisan endothelium dan sub endothelium.
b. Vena Adalah pembuluh darah balik yang aliran darahnya menuju ke
jantung. Struktur vena samahalnya dengan arteri, namun mempunyai dinding yang
lebih tipis dan rongga yang lebih besar dibanding arteri pada ukuran diameter yang
sama. Bagian dalam dari vena yang mengalamitekanan hidrostatik tinggi, umumnya
kaya akan jaringan elastis dan sel otot licin.
c. Kapiler Adalah bagian percabangan saluran darah yang merupakan
tempat terjadinya pertukaran zat(gas nutrien) antara darah dengan jaringan/sel. Ada
tiga macam kapiler darah yaitu, kapiler kontinyu, kapiler berpori dan kapiler
diskontinyu (sinusoid). Darah berupa cairan yang dibangunkan oleh plasma darah,
sel darah dan substansi lainyang terlarut di dalamnya.Plasma darah berupa cairan
zat putih telur yang mengandung bagian – bagian dari sel darah, mineral terlarut.
Di luar pembuluh darah, darah akan membeku disebabkanoleh kerja ensim
trhombokinase yang bereaksi dengan garam kalsium menjadi trombin yang aktif
(Affandi 2002). Ikan memiliki kadar protein plasma berupa albumin (pengontrol
tekanan osmotik), lipoprotein (pembawa lemak), globulin (pengikat heme),
ceruloplasmin (pengikat Cu), fibrinogen (bahan pembeku darah), dan
iodurophorine (sebagai yudium anorganik). kan pada umumnya, vena utama yang
membawa darah kembali ke jantung ialah sepasang vena kardinalis anterior dan
posterior. Vena yang pertama, membawa darah dari bagiankepala berjalan
berdampingan dengan sepasang vena jugularis yang letaknya lebih ke tengah. Dari
ekor berjalan vena caudalis yang tunggal, kemudian bercabang dua menjadi vena
portaerenalis menuju ke ginjal (Yuwono 2001). Di dalam ginjal vena potae renalis
mempercabangkan banyak vena renalis advehentes, dan masing-masing cabang ini
pecah menjadi kapiler darah. Jaring kapiler darah ini kemudian bersatu kembali
menjadi beberapa vena renalis revehentis yang mengalir ke permukaan tengahdari
ginjal dan bermuara pada vena kardinalis posterior. Sistem peredaran vena pada
ikan teleostei Volume darah yang beredar dalam tubuh ikan Teleostei berkisar
antara 1,5 ± 3 % dari bobot tubuhnya (Affandi 2002).
2.3 Nikotin
Nikotin adalah sebuah senyawa kimia organik, sebuah alkaloid yang
ditemukan secara alami di berbagai macam tumbuhan seperti tembakau dan tomat.
Nikotin merupakan 0.3 sampai 5% dari berat kering tembakau yang berasal dari
hasil biosintesis di akar dan diakumulasikan di daun. Nikotin merupakan racun
syaraf yang potensial dan digunakan sebagai bahan baku berbagai jenis insektisida.
Pada konsentrasi rendah, zat ini dapat menimbulkan kecanduan. Nikotin memiliki
kemampuan karsinogen terbatas yang menjadi penghambat kemampuan tubuh
untuk melawan sel-sel kanker, akan tetapi nikotin tidak menyebabkan
perkembangan sel-sel sehat menjadi sel-sel kanker. Pada penggunaannya, nikotin
dapat mempengaruhi syaraf dan peredaran darah, Sehingga aliran darah lebih cepat,
begitu juga dengan alcohol merupakan zat penekan susuan syaraf pusat meskipun
dalam jumlah kecil mungkin mempunyai efek stimulasi ringan, sehingga aliran
darah yang terjadi lebih cepat dibandingkan dengan penambahan nikotin.
2.4 Alkohol ( Fasa dilatasi )
Alkohol adalah zat penekan susuan syaraf pusat meskipun dalam jumlah
kecil mungkin mempunyai efek stimulasi ringan. Walaupun pengaruh terhadap
individu berbeda – beda, terdapat hubungan antarakonsentrasi alkohol di dalam
darah (Blood Alkohol Concentration – BAC) dan efeknya. Euphoria ringan akan
terjadi seiring dengan meningkatnya konsentrasi alkohol di dalam darah.
Hasil yang diperoleh membuktikan bahwa penambahan zat-zat kimia
tersebut (nikotin dan alkohol) sangat berpengaruh terhadap kecepatan aliran darah.
BAB III
BAHAN DAN METODE
3.1 Tempat dan Waktu
Praktikum Fisiologi Hewan Air (FHA) dilakukan di lab FHA pada pukul
09.30 WIB. Pada tanggal 26 September 2017.
3.2 Alat dan Bahan
3.2.1 Alat-alat Praktikum
Tabel 1. Alat yang digunakan dalam praktikum

No Nama Alat Fungsi

1. Mikroskop Alat untuk mengamati laju alir darah

2. Petridish Tempat menaruh ikan pada saat diamati

3. Hand counter Menghitung laju alir darah

4. Beaker glass Tempat menaruh ikan yang akan diamati

5. Stop watch Mengamati waktu

Alat untuk mengambil aquades, larutan alkohol, dan larutan


6. Pipet tetes
niktoin

3.2.2 Bahan-Bahan Praktikum

Tabel 2. Bahan yang digunakan dalam praktikum


No Nama Bahan Fungsi

1. Benih ikan mas Objek yang akan diamati

2. Aquades Sebagai kontrol

3. Larutan alkohol Penguji laju alir darah

4. Larutan nikotin Penguju laju alir darah

5. Kapas Menutup operculum benih ikan mas


3.4 Prosedur Praktikum

Menyiapkan mikroskop dalam posisi sudah


focus

Mengambil seekor ikan mas, meletakkan ikan


tersebut ke petridish, menutupi insang ikan tersebut
dengan kapas basah, lalu mengamati aliran darah
pada bagian sirip ekor akan terlihat beberapa macam
pembuluh darah, lalu menggambar.

Membasahi sirip ekor dengan aquades lalu


menghitung berapa jumlah aliran darah permenit yang
melalui satu tempat tertentu, mengulangi sebanyak
tiga kali

Meneteskan larutan nikotin secukupnya pada sirip ekor


ikan koi lalu mengamati dan menghitung berapa
jumlah aliran darah permenit yang melalui satu tempat
tertentu, mengulangi sebanyak tiga kali

Membilas sirip ekor ikan tersebut dengan aquades agar


sirip ekor terbebas dari pengaruh nikotin, lalu
meneteskan alkohol 70 % secukupnya pada sirip ekor
ikan tersebut kemudian mengamati dan menghitung
berapa jumlah aliran darah permenit yang melalui satu
tempat tertentu, mengulangi sebanyak tiga kali.

Mengulangi point 2 s/d 5 pada ikan lain sebanyak 3


ekor